63894 research outputs found
Sort by
Model Penilaian Kompetensi Digital Mahasiswa Calon Guru SMK Bidang Oto
Model Penilaian Kompetensi Digital Mahasiswa Calon Guru SMK Bidang
Otomotif
Pengembangan Asesmen Literasi Matematika dengan Metode Fuzzy C-Mean (FCM) Menggunakan Platform Computerized Adaptive Testing (CAT).
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Memperoleh asesmen metode FCM
untuk tes literasi matematika berbasis CAT (ALFA-CAT); (2) Mendapatkan
konstruk instrumen literasi matematika mahasiswa S1 PGSD; (3) Memperoleh
instrumen literasi matematika yang berkualitas untuk mahasiswa S1 PGSD; dan (4)
Mendapatkan ALFA-CAT yang performanya baik.
Penelitian ini berjenis R&D dengan implementasi 2 model pengembangan,
yaitu pengembangan instrumen dengan model Oriondo & Dallo-Antonio,
pengembangan asesmen berbasis CAT dengan model waterfall dari Pressman, dan
implementasi kombinasi keduanya disebut model ALFA-CAT. Pengembangan
instrument dilakukan dua tahap, yaitu ujicoba (116 mahasiswa, 1 dosen, 1
universitas) dan implementasi (1028 mahasiswa, 4 dosen, 4 universitas). Instrument
hasil implementasi ini diseleksi dengan ketat dari 230 hingga tersisa 213 untuk
dijadikan bank soal CAT. Pengembangan CAT dilakukan beberapa tahap, yaitu
ujicoba 1 dan 2 (totalnya 61 mahasiswa, 3 dosen, 3 universitas) dan implementasi
(33 mahasiswa, 2 dosen, 2 universitas). Validitas isi/konten instrument melibatkan
5 ahli psikometri dan matematika, dilengkapi dengan validitas konstruk
menggunakan CFA. Validasi CAT melibatkan 3 ahli pemrograman dan psikometri.
Reliabilitas instrument diestimasi dengan beberapa cara, utamanya dengan
Cronbach Alpha (�). Karakteristik butir instrument diperoleh dengan analisis IRT
2 PL. Kesetaraan antar paket soal dianalisis dengan Equating. Analisis klaster
terhadap kemampuan literasi matematika menggunakan FCM.
Hasil penelitian ini yaitu: (1) ALFA-CAT berhasil dikembangkan dengan
baik ditinjau dari tujuannya, data dan atributnya, parameternya, algoritmanya, serta
interpretasi keputusan asesmennya; (2) Konstruk instrumen literasi matematika
untuk mahasiswa S1 PGSD berhasil didapatkan yaitu uji CFA menunjukkan
keseluruhan paket soal memiliki konstrak yang sesuai; (3) Instrumen literasi
matematika yang berkualitas untuk mahasiswa S1 PGSD berhasil diperoleh, di
mana terbukti validitasnya tinggi dan terestimasi reliabilitasnya juga tinggi (� >
0,9). Seleksi soal menghasilkan 213 soal yang valid dan bebas bias, setelah
menghapus soal-soal yang bermasalah dengan seleksi ketat (parameter 0,3 ≤ a ≤
3, −3 ≤ b ≤ 3, dan DIF gender). Equating menunjukkan adanya kesetaraan
kesulitan antara 5 paket soal dan 5 anchor; serta (4) ALFA-CAT terbukti lebih
efisien dari metode konvensional tanpa perbedaan signifikan pada nilai peserta
meskipun menggunakan soal dan waktu yang lebih sedikit. Selain itu, penggunaan
metode EAP, metode Maximum Information, dan FCM dalam CAT memastikan
asesmen kemampuan yang akurat dan memberikan feedback yang lengkap bagi
peserta. Penggunaan FCM menghasilkan klasterisasi kemampuan yang fleksibel,
selaras dengan prinsip asesmen adaptif berbasis CAT
Model Satuan Pendidikan Aman Bencana Berbasis Konstruksi Social Responsibility untuk Penguatan Budaya Kesiapsiagaan dalam menghadapi Bahaya Alam.
Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan karakteristik model Satuan
Pendidikan Aman Bencana (SPAB) berbasis konstruksi social responsibility
untuk penguatan budaya kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya alam dan (2)
menungkap kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan model SPAB yang
dihasilkan.
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan metode research and development
model ADDIE yang dikembangkan oleh William Lee. Penelitian dilakukan di
SMP Muhammadiyah Muntilan, Kabupaten Magelang dengan subjek kepala
sekolah, guru, dan siswa. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi serta dengan menggunakan angket. Pengolahan
data menggunakan pendekatan mixed method. Data kelayakan model diperoleh
dari lembar penilaian para ahli. Data kepraktisan model diperoleh dari lembar
penilaian para praktisi. Data keefektifan diperoleh dari angket kepala sekolah,
guru dan siswa. Analisis data menggunakan uji validitas–reliabilitas dan
independent sample t-test.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Model SPAB yang dihasilkan
memiliki sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dampak
instruksional, dan pengiring serta berfokus pada penguatan budaya kesiapsiagaan
dalam menghadapi bahaya alam. (2) Model SPAB yang dihasilkan tersebut
terbukti layak digunakan untuk penguatan budaya kesiapsiagaan dalam
menghadapi bahaya alam, dengan hasil penilaian para ahli sebesar 0,82 > 0,65
pada taraf signifikansi 0,05. (3) Model tersebut terbukti praktis digunakan untuk
penguatan budaya kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya alam, dengan hasil
penilaian para praktisi sebesar 0,914 > 0,8 pada taraf signifikansi 0,05 (4) Model
tersebut terbukti efektif digunakan untuk penguatan budaya kesiapsiagaan dalam
menghadapi bahaya alam, terbukti dari hasil uji-t dengan menggunakan paired
samples.Hasil statistik, menunjukan bahwa saat pretest mean sebesar 75,333 dan
postest mean sebesar 123,142. Hasil uji sampel menunjukkan nilai 27,939 >
2,019, yang berarti ada perbedaan yang signifikan budaya kesiapsiagaan dalam
menghadapi bahaya alam antara sebelum dan sesudah penggunaan model
Pola Belajar Kekerasan Verbal Berbasis Teori Kognitif Sosial Albert Bandura pada Anak Usia Dini di Kabupaten Lampung Tengah.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan data bentuk-bentuk kekerasan verbal yang terjadi pada anak usia dini di Kabupaten Lampung Tengah, (2) mendeskripsikan respon pendidik dan orang tua terhadap kekerasan verbal yang terjadi pada anak usia dini di Kabupaten Lampung Tengah, dan (3) menghasilkan pola tentang belajar kekerasan verbal berbasis teori kognitif sosial Albert Bandura pada anak usia dini di Kabupaten Lampung Tengah.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lampung Tengah. Subjek penelitian terdiri dari 4 guru dan 6 keluarga yang di setiap keluarganya terdiri dari satu anak berusia 5-6 tahun dan sepasang orang tua atau wali murid yang terindikasi menggunakan bahasa yang merugikan dan cenderung mendiskreditkan keberadaan pihak lain. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi dan dianalisis dengan langkah-langkah mentranskrip seluruh hasil wawancara, menginventarisasi pernyataan penting, mengklasifikasikan pernyataan subjek sesuai tema, dan mendeskripsikan makna dan esensi pengalaman subjek.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Kekerasan verbal yang terjadi pada anak usia dini di Kabupaten Lampung Tengah berupa a) Intimidasi atau ancaman; b) Makian yaitu makian dengan bahasa binatang, makian anggota tubuh, makian dengan nama profesi bermakna rendah dan makian aktivitas; c) Pemberian label. (2) Respon guru terhadap kekerasan verbal pada anak usia dini, meliputi memperingati, memberikan nasehat, memberikan perhatian, melerai, menakut- nakuti, dan memarahi. Sementara respon orang tua yaitu menasehati, mengikuti dan menemani, mengabaikan, memarahi, serta melakukan protes. (3) Pola belajar kekerasan verbal berbasis teori kognitif sosial Albert Bandura pada anak usia dini di Kabupaten Lampung Tengah menunjukkan bahwa perilaku kekerasan verbal ini berkembang melalui proses modelling dari lingkungan terdekat anak, yaitu orang tua, guru, dan teman. Hal ini dilakukan dengan mengamati, mengalami, mengingat dan meniru yang kemudian diperkuat dengan adanya motivasi dalam diri untuk melakukan perilaku kekerasan verbal pada anak yang disebabkan oleh penguatan berupa respon mendukung dari lingkungan, serta rendahnya self-regulation anak
Evaluasi Program Adiwiyata dalam Mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Kota Pangkalpinang.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Adiwiyata di Kota Pangkalpinang tingkat SMP dan SMA/SMK. Minimnya anggaran dana yang disediakan oleh pihak pelaksana program kepada sekolah menjadi salah satu permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini. Peran pihak pelaksana dalam melakukan pendampingan, pengawasan, dan arahan juga tidak dilakukan dengan rutin. Hal ini menyebabkan menurunnya antusiasme sekolah dalam melaksanakan program bahkan beberapa sekolah memutuskan untuk tidak mengajukan perpanjangan status Adiwiyata. Selain itu tidak maksimalnya kesiapan sumber daya manusia dalam melaksanakan program juga menjadi perhatian peneliti.
Evaluasi ini dilakukan dengan mengacu pada aspek input, proses, dan hasil dengan metode deskriptif kuantitatif dalam proses pengumpulan, analisis, dan penyajian data. Penelitian dilakukan di empat sekolah Adiwiyata di Kota Pangkapinang yaitu SMPN 2, SMPN 1, SMAN 1, dan SMKN 1. Responden penelitian berjumlah 1.006 siswa, 56 guru, serta 40 orang tim Adiwiyata. Tekhnik pengumpulan data menggunakan angket kepada siswa, guru, dan tim Adiwiyata serta wawancara dengan kepala sekolah serta pembina Adiwiyata. Analisis validitas isi dan konstruk dilakukan dengan rumus Aiken dengan empat rater dan p 0,05 diperoleh nilai validasi sebesar 0,80. Sedangkan reliabilitas instrumen ditentukan dengan formula Cronbach’s Alpha dengan p 0,05 diperoleh nilai reliabilitas sebesar 0,94. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model Stake dengan membandingkan data yang diperoleh dengan kriteria keberhasilan.
Hasil penelitian menunjukan (1) aspek input dalam kategori baik walaupun arahan, dan dampingan dari pelaksana program masih minim. Selain itu, anggaran juga dirasa masih belum mencukupi kebutuhan program. (2) aspek proses dalam kategori sangat baik. Pembelajaran berbasis lingkungan dan kegiatan pembiasaan diri dilaksanakan, walaupun banyak kendala yang terjadi. (3) aspek hasil dalam kategori sangat baik, meskipun memiliki berbagai kendala, program Adiwiyata memberikan dampak terhadap perubahan sikap serta kondisi lingkungan sekolah. Peneliti berharap pihak pelaksana dapat lebih memperhatikan secara rutin mengenai kondisi sekolah-sekolah Adiwiyata. Kepada pihak sekolah diharapkan dapat lebih giat melakukan kampanye dan publikasi mengenai program Adiwiyata terutama kepada siswa baru. Sekolah juga diharapkan dapat menambah anggaran khusus terhadap kebutuhan-kebutuhan program Adiwiyata
Pengembangan Instrumen Penilaian Model PISA (Programme for International Stusent Assessment) Berbasis Etnomatematika Budaya Jawa.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan instrumen penilaian yang dapat mengukur kemampuan literasi matematika yaitu instrumen penilaian model PISA berbasis etnomatematika budaya Jawa untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan konstruksi yang baik. (2) Mengetahui karakteristik dan kualitas instrumen penilaian model PISA berbasis etnomatematika budaya Jawa yang valid, reliabel dan layak digunakan sebagai salah satu assessment for learning pembelajaran tingkat SMA. (3) Mengetahui karakteristik instrumen penilaian model PISA berbasis etnomatematika budaya Jawa yang telah dikembangkan berdasarkan IRT (Item Response Theory).
Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE (analyze, design, develop, implement, dan evaluate) dengan penggabungan bersama langkah-langkah pengembangan instrumen menurut Mardapi (2016). Tahap analyze terdiri dari analisis kebutuhan dan kajian teori yang relevan terkait instrumen yang dikembangkan; tahap design meliputi penyusunan tujuan serta kisi- kisi instrumen, serta penentuan skala penilaian dan sistem penskoran; tahap develop terdiri dari penulisan butir soal, validasi isi, uji coba instrumen, analisis hasil uji coba, dan merakit kembali instrumen; tahap implement terdiri dari pengukuran dan menafsirkan hasil pengukuran; serta tahap evaluate yaitu menganalisis dan menyimpulkan kelayakan instrumen baik sebelum dan sesudah implemtasi. Uji coba instrumen melibatkan 335 peserta didik kelas X yang terdiri dari empat SMA di Kabupaten Sleman. Validasi isi dilakukan oleh expert dengan menggunakan validasi Aiken’s V, sedangkan validasi konstruk dibuktikan melalui Confirmatory Factor Analysis. Karakteristik butir dianalisis menggunakan teori respons butir model Rasch (1 PL).
Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Konstruksi instrumen penilaian model PISA berbasis etnomatematika bdaya Jawa yang dikembangkan terdiri dari 25 butir soal pilihan ganda. (2) Karakteristik butir instrumen yang dikembangkan tersebut memiliki kualitas yang baik berdasarkan uji validasi isi dan validasi konstruk, keandalan instrumen, item fit, dan analisis teori respons butir model Rasch. (3) Instrumen penilaian model PISA berbbasis etnomatematika yangdihasilkan adalah valid dan dapat digunakan untuk mengukur kemampuan literasi matematika peserta didik pada kemampuan rendah, sedang, dan tinggi pada tingkat sekolah menengah atas (SMA)
Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Bangun Datar Jenjang PAUD
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan instrumen penilaian kemampuan
mengenal geometri PAUD, (2) menggambarkan karakteristik instrumen yang dihasilkan dengan
CTT dan IRT, dan (3) mendeskripsikan dan menganalisa hasil penelitian.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pengembangan dengan merujuk model
pengembangan tes Mardapi. Ada tiga tahapan utama yaitu (1) pengembangan awal instrumen,
(2) uji coba instrumen, dan (3) interpretasi hasil uji coba diperluas. Tahap (1) meliputi kajian
teori-teori yang menjadi sumber dan dasar pengembangan penilaian geometri PAUD, penentuan
spesifikasi instrumen, penulisan butir instrumen, dan telaah instrumen berdasarkan validasi isi
oleh expert dengan menggunakan formula Aiken’s V. Pada tahap (2) dilakukan uji coba terbatas
pada 23 peserta didik dan pada tahap kemudian dilakukan uji reliabilitas dengan CTT. Tahap
(3) dilakukan uji coba skala luas yang melibatkan 158 peserta didik PAUD di Kota Batam
kemudian dianalisa dengan IRT. Butir soal adalah berbentuk pilihan ganda dan disajikan kepada
peserta didik PAUD melaui games based learning menggunakan aplikasi Quiziiz atau saat ini
disebut Waygound.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut.(1) Telah dikembangkan seperangkat
instrumen penilaian kemampuan mengenal geometri PAUD berupa 9 butir soal pilihan ganda,
mencakup materi lingkaran, segitiga, dan persegi, masing-masing tiga butir. (2) Instrumen telah
diuji validitasnya menggunakan Aiken’s V dengan hasil ≥ 0,94 (sangat valid) dan reliabilitas
Alpha Cronbach sebesar 0,659 (reliabel). Analisis IRT menunjukkan pemenuhan semua asumsi
(unidimensi, invariansi parameter, independensi lokal), serta item fit berdasarkan Rasch Model
1 PL berada pada rentang -2,281 hingga -0,954. (3) Instrumen dinyatakan valid, reliabel, dan
sesuai untuk mengukur kemampuan anak usia dini pada level rendah hingga sedang. Instrumen
ini dapat menjadi alat bantu guru dalam mengevaluasi dan mengembangkan pembelajaran
geometri di PAUD
Pengembangan Model Spiritual Teaching Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Dan Afektif Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Mahasiswa Vokasi Mesin.
Penelitian ini bertujuan untuk: mengembangkan produk, menguji kelayakan, dan efektifitas model pembelajaran spiritual teaching untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan afektif keselamatan dan kesehatan kerja (ST-K3) mahasiswa vokasi. Model ini dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pembelajaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk membentuk kesadaran, sikap, dan perilaku keselamatan kerja.
Metode Penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model Planning, Production and Evaluation (PPE). Tempat penelitian di Departemen Pendidikan Teknik Mesin FT UNY. Waktu penelitian dari Februari-November 2024. Penelitian ini dilakukan dengan Probability Sampling Simple. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui dokumentasi, kuisioner, obsevasi, dan wawancara. Analisis validasi dilakukan oleh Expert Judgement. Uji Efektivitas menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial.
Hasil penelitian ini adalah (1) model pembelajaran Spiritual Teaching untuk meningkatkan kemampuan kogniif dan afektif K3; (2) berdasarkan uji validasi skor penilaian model ST-K3 sebesar 3,41, penilaian RPS sebesar 3,38, respon pengguna pendidik sebesar 3,37 dan respon mahasiswa sebesar 3,6. Berdasarkan skor yang didapatkan tersebut maka model ST-K3 sangat layak diterapkan.(3) berdasarkan uji efektifitas didapatkan peningkatan kemampuan kognitif 8,56 poin (12,22%), dan tingkat afektif (Taksonomi Bloom) 7,78 poin (16,64%). Uji Mann-Whitney peningkatan kemampuan kognitif signifikansi 0,0001, dengan Ngain Score mencapai 70,40% (kategori cukup efektif). Uji regresi tingkat afektif menunjukkan pengaruh signifikan nilai spiritual F hitung = 86,465 >F tabel = 4.13 dengan signikansi 0,000 F tabel = 4.13, dengan signifikansi pada 0,000 < 0,05, menunjukkan hubungan signifikan antara nilai spiritual dan pembentukan karakter. Hasil Ngain Score untuk karakter afektif mencapai 40,23% (kategori kurang efektif), tetapi nilai signikansinya 0,009 < 0,05 menunjukkan bahwa perubahan tetap signifikan karena pengaruh perlakuan. Uji Paired Samples Corelation menunjukkan adanya korelasi signifikan antara pre-test dan pos-test pada Tingkat afektif (r = 0,886) dan karakter afektif (r = 0,350) dengan signifikansi 0,000 < 0,05, menunjukkan perubahan yang nyata karena adanya perlakuan. Hasil wawancara dan observasi mendukung temuan kuantitatif bahwa model ST-K3 mampu meningkatkan perilaku keselamatan kerja dengan cara yang lebih spiritual, reflektif, dan proaktif. Oleh karena itu, model ST-K3 dianggap layak dan efektif untuk diterapkan dalam pendidikan vokasi untuk meningkatkan kompetensi K3 secara keseluruhan
Merancang Kurikulum Vokasi Pariwisata Inklusif bagi Mahasiswa Tunanetra dan Tunarungu di Perguruan Tinggi Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang kurikulum vokasional pariwisata yang inklusif bagi mahasiswa penyandang disabilitas di perguruan tinggi, khususnya mahasiswa tunanetra dan tunarungu yang mencakup: 1) mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh peserta didik tunanetra dan tunarungu dalam mengakses dan berpartisipasi dalam pendidikan tinggi vokasi pariwisata; 2) mengeksplorasi pendekatan-pendekatan inklusif yang dapat diterapkan untuk mengintegrasikan English for Specific Purposes (ESP) dan konten vokasi pariwisata yang aksesibel ke dalam kurikulum bagi peserta didik dengan hambatan penglihatan dan pendengaran; 3) merancang struktur mata kuliah, strategi pengajaran, dan media pembelajaran yang inklusif untuk mendukung peserta didik tunanetra dan tunarungu dalam kurikulum vokasi pariwisata; 4) merancang metode asesmen yang inklusif dan berkeadilan untuk mengevaluasi kompetensi vokasional peserta didik tunanetra dan tunarungu dalam kurikulum vokasi pariwisata.
Penelitian ini menggunakan desain Concurrent Embedded Mixed-Methods dengan penekanan pada data kualitatif yang dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, FGD dengan metode Delphi, dan analisis dokumen. Data kuantitatif diperoleh dari survei terstruktur. Total partisipan adalah 174 dari 14 institusi. Partisipan penelitian meliputi mahasiswa berkebutuhan khusus, guru SLB dan sekolah vokasi, profesional industri pariwisata, serta pakar pendidikan inklusif. Instrumen penelitian divalidasi oleh ahli dan diuji keterpercayaannya. Teknik analisis menggunakan pendekatan tematik dan deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat ketidaksesuaian yang signifikan antara keterampilan yang diajarkan di SLB dan kebutuhan kompetensi di perguruan tinggi vokasional bidang pariwisata, khususnya dalam hal aksesibilitas, literasi digital, dan kemampuan bahasa Inggris spesifik; (2) metode yang efektif untuk mengintegrasikan ESP dan pelatihan vokasional meliputi pembelajaran kontekstual, pendekatan tugas berbasis komunikasi, dan pemanfaatan media taktil dan visual adaptif; (3) strategi pembelajaran yang dikembangkan mencakup penggunaan teknologi bantu, media pembelajaran taktil dan visual yang dapat diakses, serta pembelajaran berbasis proyek yang mendukung kolaborasi; dan (4) asesmen inklusif dirancang dengan penyesuaian waktu, format alternatif (tulis/lisan), dan alat bantu yang relevan agar sesuai dengan karakteristik mahasiswa tunanetra dan tunarungu. Keempat keluaran ini dirumuskan dalam bentuk rancangan kurikulum vokasional inklusif, strategi pembelajaran dan asesmen, serta rekomendasi kebijakan untuk mendukung implementasi pendidikan vokasional inklusif di perguruan tinggi. Diharapkan hasil ini dapat menjembatani kesenjangan antara SLB dan pendidikan tinggi, serta memperluas peluang pendidikan dan pekerjaan bagi mahasiswa penyandang disabilitas dalam sektor pariwisata yang inklusif
PENGEMBANGAN BUKU SAKU BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING MATERI FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB) DAN KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) KELAS IV SD
Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk
berupa buku saku berbasis problem based learning yang layak, praktis, dan efektif
untuk digunakan pada pembelajaran matematika pada materi FPB dan KPK kelas
IV SD. Penelitian dan pengembangan buku saku berbasis problem based learning
menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdapat 5 tahapan yaitu
Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek uji coba
penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Ngablak yang berjumlah 15.
Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, angket, dan tes. Teknik
analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku saku berbasis problem based
learning terbukti layak, praktis, dan efektif pada materi FPB dan KPK kelas IV
SD. Kelayakan buku saku diperoleh dari hasil validasi materi yang mendapatkan
skor rata-rata 4,1 dengan kategori “layak” dan hasil validasi media mendapatkan
skor rata-rata 4,6 dengan kategori “ sangat layak”. Kepraktisan buku saku dapat
dilihat dari hasil respon siswa yang memperoleh skor rata-rata 4,7 dengan kategori
“sangat praktis” dan hasil respon guru yang memperoleh skor rata-rata 4,8 dengan
kategori “sangat praktis”. Untuk mengetahui keefektifan buku saku dapat dilihat
pada hasil pretest dan posttest dengan perolehan skor rata-rata N-Gain sebesar
0,95 termasuk dalam klasifikasi “tinggi”.
Kata Kunci : Buku Saku Berbasis Problem Based Learning, FPB dan KPK,
Siswa SD