63894 research outputs found
Sort by
The Praxis of Work Education with a Democratic Education Vision in The Disruption Technology Era: A Case Study at Sanggar Anak Alam.
This study seeks to examine the practice of work education at Sanggar Anak Alam (SALAM), a non-formal educational institution that represents a vision of democratic education under technological disruption. The research aims to thoroughly examine the philosophical underpinnings of SALAM’s work education approach within the context of democratic principles, while also addressing evolving societal and life needs. Additionally, it examines the formulation of the curriculum and its alignment with fostering learner autonomy, critical awareness, and applicability to real work life environments. This study investigates the practice of work education, emphasizing dialogical exchanges and collaborative learning processes that embody democratic values. Furthermore, it examines the evaluation procedures and assessment criteria employed at SALAM, emphasizing their congruence with transformative learning objectives and the empowerment of learners. This study employs a qualitative case study technique grounded in a constructivist framework. Data were gathered via comprehensive interviews, participatory observations, and document analysis. Key informants comprised educators (designated as facilitators), learners, and founders engaged in the formulation and implementation of SALAM’s learning strategies. The approach was informed by philosophical inquiry and democratic education frameworks, incorporating insights from theorists such as John Dewey and Paulo Freire. The results indicate that SALAM’s educational approach is based on a philosophy that prioritizes significant learning via experience, autonomy, and social responsibility. The curriculum is organically developed, contextually integrated, and sensitive to individual learner interests. The implementation process is defined by trust-based relationships and mutual authority between facilitators and learners. Furthermore, the student assessment methodologies at SALAM emphasize reflective discussion and portfolio-based evaluation, fostering profound engagement with the learning process. The study confirms that SALAM's work education represents a dynamic paradigm of democratic praxis in education
Adaptasi dan Validasi Instrumen Kesejahteraan Psikologis Guru.
Tujuan penelitian ini adalah 1) mendapatkan konstruk kesejahteraan psikologis guru di Indonesia yang valid dan reliabel, 2) memberikan deskripsi profil kesejahteraan psikologis guru di Indonesia
Proses adaptasi dilakukan berdasarkan pedoman adaptasi tes dari International Test Commission (2017), yang terdiri dari, penerjemahan dalam bahasa Indonesia oleh dua penerjemah independen, mensitesa hasil terjemahan, penerjemahan kembali ke dalam bahasa Inggris, penilaian oleh ahli, pengujian pemahaman (cognitive debriefing), serta validasi empiris menggunakan Structural Equation Model (SEM). Metode analisis data yang digunakan SEM dengan metode estimasi parameter menggunakan metode robust maximum likelihood with robust standard errors (MLR) dan maximum likelihood estimation with robust standard errors and mean- and variance-adjusted chi-square test statistic (MLM). Pengambilan data menggunakan instrumen versi 42 butir. Untuk mendeskripskan profil subjek penelitian, analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan uji beda. Statistik deskriptif digunakan untuk melihat sebaran nilai kesejahteraan guru dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi. Untuk melihat uji beda menggunakan uji mann whitney dan kruskal wallis. Jumlah sampel uji coba sebanyak 60 guru dan penelitian sebanyak 384 guru di berbagai wilayah Indonesia pada jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA.
Penelitian ini menghasilkan 1) konstruk enam dimensi sesuai model Ryff dengan 23 butir. Hasil akhir yang optimal adalah dengan metode robust MLM, model order ke tiga dengan indikator model yang fit CFI = 0,905; TLI = 0,889; dan RMSEA = 0,051. Reliabilitas konstruk keseluruhan yang diperoleh dengan koefisien omega mencapai 0,827, hal ini menunjukkan bahwa konsistensi internal instrumen tersebut tinggi. 2) Sebaran nilai kesejahteraan psikologis guru yang berkategori rendah sebanyak 0,078% dan sedang 99,922%. Hasil uji beda berdasarkan gender disimpulkan tidak ada perbedaan yang signifikan kesejahteraan psikologis guru perempuan dan laki-laki. Begitu juga uji beda berdasarkan jenjang mengajar disimpulkan tidak ada perbedaan yang signifikan kesejahteraan psikologis guru PAUD, SD, SMP, dan SMA
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Budaya Organisasi dan Komunikasi Interpersonal Terhadap Kompetensi Guru SD di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari tiga variabel
utama terhadap kompetensi guru SD di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten
Indragiri Hilir. Secara khusus, penelitian ini mengkaji: (1) pengaruh
kepemimpinan kepala sekolah terhadap kompetensi guru, (2) pengaruh budaya
organisasi terhadap kompetensi guru, (3) pengaruh komunikasi interpersonal
terhadap kompetensi guru, serta (4) pengaruh simultan dari kepemimpinan kepala
sekolah, budaya organisasi, dan komunikasi interpersonal terhadap kompetensi
guru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post
facto. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD di Kecamatan Tembilahan,
dengan sampel sebanyak 163 guru yang dipilih menggunakan teknik proportional
random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis
menggunakan uji regresi linier sederhana dan berganda, dengan pengujian
tambahan berupa uji parsial (t-test), uji simultan (F-test), dan koefisien
determinasi (R²).
Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa ketiga variabel
independent kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi, dan komunikasi
interpersonal secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kompetensi guru dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini
menunjukkan bahwa kombinasi dari kepemimpinan yang kuat, budaya organisasi
yang mendukung, dan komunikasi interpersonal yang efektif berperan penting
dalam meningkatkan kualitas guru di sekolah dasar.
Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan agar kepala sekolah terus
meningkatkan keterampilan kepemimpinannya, menciptakan budaya organisasi
yang positif dan inklusif, serta memperkuat komunikasi interpersonal dengan guru
guna meningkatkan kompetensi mereka. Penelitian ini diharapkan dapat
berkontribusi pada pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih efektif dalam
rangka meningkatkan kualitas tenaga pendidik serta menjadi referensi bagi
penelitian selanjutnya
Faktor Penerimaan dan Penggunaan Platform Merdeka Mengajar serta Pengaruhnya terhadap Kompetensi Profesional Guru di SMKN 1 Depok, SMKN 2 Depok, dan SMAN 1 Depok Kabupaten Sleman dengan Menggunakan Unified Model of Electronic Government Adoption (UMEGA)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penerimaan dan
penggunaan Platform Merdeka Mengajar serta pengaruhnya terhadap kompetensi
profesional guru di SMKN 1 Depok, SMKN 2 Depok, dan SMAN 1 Depok
Kabupaten Sleman dengan menggunakan Unified Model of Electronic Government
Adoption (UMEGA).
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan ex-post facto.
Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proportional cluster random
sampling, dengan melibatkan 105 guru sebagai sumber data. Pengumpulan data
dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Uji validitas instrumen dilakukan
menggunakan validitas konvergen dengan nilai AVE >0,5 dan validitas divergen
menggunakan HTMT <0,9. Reliabilitas instrumen diuji melalui nilai Cronbach's
Alpha (CA) >0,7, Composite Reliability (CR) rho_c >0,7, dan rho_a >0,7. Teknik
analisis data menggunakan partial least square-structural equation modeling (PLS-
SEM) dengan menggunakan SmartPLS V.4.0.0.9.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) ekspektasi kinerja berpengaruh
positif dan signifikan sebesar 43,5% terhadap sikap penggunaan PMM, 2)
ekspektasi upaya berpengaruh positif namun tidak signifikan sebesar 10,0%
terhadap sikap penggunaan PMM, 3) pengaruh sosial berpengaruh positif dan
signifikan sebesar 19,5% terhadap sikap penggunaan PMM, 4) kondisi yang
memfasilitasi berpengaruh positif namun tidak signifikan sebesar 14,5% terhadap
niat berperilaku menggunakan PMM, 5) kondisi yang memfasilitasi berpengaruh
positif dan signifikan sebesar 65,9% terhadap ekspektasi upaya menggunakan
PMM, 6), risiko yang dirasakan berpengaruh negatif dan signifikan sebesar -25,4%
terhadap sikap individu mengenai penggunaan PMM, 7) sikap terhadap
penggunaan PMM berpengaruh positif dan signifikan sebesar 72,7% terhadap niat
berperilaku menggunakan PMM, 8) niat penggunaan PMM berpengaruh positif dan
signifikan sebesar 55,4% terhadap perilaku penggunaan PMM, 9) perilaku
penggunaan PMM berpengaruh positif namun tidak signifikan sebesar 24,8%
terhadap kompetensi profesional guru. Meskipun pengaruh perilaku penggunaan
Platform Merdeka Mengajar terhadap kompetensi profesional guru belum
menunjukkan kekuatan yang signifikan, hasil ini tetap mengindikasikan adanya
keterkaitan yang relevan antara keduanya
Faktor Penghambat Pembelajaran Senam Lantai Guling Depan Peserta Didik Kelas VIII di MTs Negeri 5 Wonogiri
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penghambat peserta didik dalam pembelajaran senam lantai guling depan di MTS Negeri 5 Wonogiri.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan metode survei. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII yang bertempat di MTS Negeri 5 Wonogiri yakni sebanyak 116 peserta didik. Sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling sedangkan instrumen yang digunakan berupa angket yang telah di uji validitas sebesar 0,707 dan reliabilitas sebesar 0,946, berjumlah 25 pernyataan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase.
Berdasarkan hasil penelitian Faktor Penghambat Pembelajaran Senam Lantai Guling Depan Peserta Didik Kelas VIII di MTS Negeri 5 Wonogiri utama adalah faktor Internal. Faktor internal meliputi indikator jasmani dengan persentase 94% (rendah), indikator kelelahan 57% (cukup), faktor psikologis 65% (tinggi). Sedangkan faktor eksternal mempunyai hasil yang beragam yaitu indikator faktor sekolah 71% (cukup) dan indikator faktor masyarakat 74% (rendah). Faktor internal yang meliputi jasmani, faktor kelelahan dan faktor psikologis. Dalam faktor psikologis peserta didik terlihat bahwa faktor tersebut yang menjadi tingkat penghambat pembelajaran senam lantai sangat tinggi mencapai 65% peserta didik yang mengalami hambatan dalam aspek psikologisnya ada yang takut dalam melakukan guling depan, ada yang malu untuk melakukan dan tidak percaya diri terhadap dirinya sendiri. Hal tersebut dapat membuat pembelajaran tidak maksimal saat melakukan gerak guling depan, sehingga peserta didik mengalami hambatan dalam melaksanakan pembelajaran guling depan ini
Evaluasi Program Integrasi Antara Literasi, Skill Pasport dan Life Skill Education Di SMK PGRI 1 Mejayan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian Program Integrasi
Antara Literasi, Skill Pasport dan Life Skill Education pada (1) Sub Program
Pembelajaran, (2) Sub Program Magang Industri, dan (3) Sub Program Uji
Kompetensi di SMK PGRI 1 Mejayan ditinjau dari aspek Context , Input, Proses,
dan Produk, serta kendala yang dialami dalam melaksanakan program tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang menggunakan model
CIPP (Context Input, Process & Product). Subjek penelitian ini adalah, kepala
sekolah atau wakil kepala sekolah, guru, mitra industri dan 50 peserta didik.
Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan pedoman wawancara yang telah di
validasi oleh para ahli. Teknik analisa data yang digunakan adalah deskriptif
kuantitatif.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Sub program pembelajaran
aspek Context 92%, aspek Input 87%, aspek Process 90,75%, dan aspek Product
91,75% dengan kategori sangat baik, hal ini berarti kebijakan dan tujuan program
Pembelajaran sudah relevan dan kompetensi peserta didik sesuai dengan industri .2)
Sub Program Magang Industri aspek Context 91,25%, aspek Input sebesar 88,75%,
aspek Process sebesar 88,5% dan aspek Product sebesar 88% dengan kategori
sangat baik. (3) Sub Program Uji Kompetensi dengan hasil pada aspek Context
91%, aspek Input sebesar 91,25%, aspek Process sebesar 91,5% dan aspek Product
sebesar 92,75% hal ini masuk dalam kategori sangat baik. (4) kendala yang dialami
dalam pelaksanan program ini adalah kurang memadainya: (a) mindset guru, (b)
jumlah SDM, (c) kelengkapan sarpras, (d) alokasi waktu dari IDUKA menjadi guru
tamu. Rekomendasi yang disarankan untuk program ini adalah sekolah perlu
melakukan workshop untuk peningkatan kompetensi SDM pada proses
pembelajaran, pihak industri yang bekerja sama dengan SMKS PGRI 1 Mejayan
perlu melakukan evaluasi dan monitoring secara berkala pada proses magang kerja
serta sosialisasi kepada asesi harus lebih intensif sehingga asesor dapat memahami
dengan baik proses uji kompetensi dapat berjalan dengan lancar
Implementasi Program SMK PK pada Program Keahlian Busana di SMK N 1 Saptosari.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program SMK
Pusat Keunggulan (SMK PK) pada Program Keahlian Busana di SMKN 1
Saptosari.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program SMK
Pusat Keunggulan (SMK PK) pada Program Keahlian Busana di SMKN 1
Saptosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi
partisipatif, dan dokumentasi. SMKN 1 Saptosari ditetapkan sebagai pelaksana
Program SMK PK sejak tahun 2021 dan hingga tahun 2025 masih menerima
dukungan lanjutan dalam program tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada
periode Oktober 2024 hingga Februari 2025. Fokus penelitian ini pada strategi
seleksi program, perencanaan, implementasi, faktor pendukung, serta hambatan
yang muncul dalam pelaksanaan Program SMK PK.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi SMKN 1 Saptosari dalam
seleksi Program SMK PK dilakukan melalui pemetaan potensi sekolah, penguatan
sarana prasarana, serta pengembangan hubungan dengan dunia usaha dan dunia
industri (DUDI). Perencanaan program difokuskan pada penyusunan Kurikulum
Satuan Pendidikan (KSP) berbasis Kurikulum Merdeka yang adaptif terhadap
kebutuhan industri kreatif, khususnya bidang busana. Implementasi program
meliputi penguatan teaching factory, pengembangan budaya kerja berbasis industri,
pelatihan wirausaha, serta kolaborasi aktif dengan mitra industri. Faktor pendukung
pelaksanaan program meliputi ketersediaan fasilitas praktik berstandar industri,
dukungan penuh dari manajemen sekolah, serta adanya pendampingan dari
perguruan tinggi dan dunia industri. Namun, pelaksanaan program menghadapi
beberapa hambatan seperti ketidaksiapan sebagian guru dalam menghadapi
perubahan paradigma pembelajaran, keterbatasan intensitas kolaborasi dengan
mitra industri, dan kendala dalam optimalisasi pembelajaran praktik akibat
perubahan sistem team teaching. Secara keseluruhan, implementasi Program SMK
PK di SMKN 1 Saptosari memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan
kualitas pendidikan vokasional, penguatan karakter peserta didik, dan kesiapan
lulusan dalam menghadapi dunia kerja. Namun, diperlukan upaya berkelanjutan
dalam penguatan SDM, perluasan jejaring industri, serta inovasi strategi
pembelajaran agar tujuan program dapat tercapai secara optimal
Evaluasi Pelaksanaan Pelatihan Kerja di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung Menggunakan Model CIPP.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program
pelatihan kerja di BBPVP Bandung, menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhinya, serta mengevaluasi keberhasilannya berdasarkan model evaluasi
CIPP (context, input, process, product).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui kuesioner kepada peserta pelatihan yang telah mengikuti
program pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri. Kriteria keberhasilan
program dianalisis dengan membandingkan tingkat ketercapaian indikator pada
setiap komponen evaluasi CIPP. Populasi terdiri dari 64 peserta pelatihan dan 30
instruktur, dengan 30 peserta dari kelas Kendaraan Listrik dan Battery Pack dipilih
melalui teknik purposive sampling, sedangkan seluruh instruktur dilibatkan sebagai
responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner dan
lembar observasi yang telah divalidasi oleh ahli untuk menjamin validitas data.
Penelitian ini menunjukkan : (1) Pelaksanaan program pelatihan di Balai
Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung menunjukkan tingkat
keberhasilan yang tinggi, dengan tingkat minat peserta mencapai 83,2% dan
relevansi pelatihan terhadap kebutuhan industri mencapai 98%. Kualitas instruktur
dan sarana pelatihan, yang mumpuni dengan skor ketercapaian 79,03%, serta
penerapan kaidah pendidikan vokasi yang mencapai 82,14%, mendukung
pelaksanaan yang efektif. (2) Faktor-faktor internal seperti kompetensi instruktur,
fasilitas yang tersedia, kesiapan fisik peserta, serta minat belajar yang tinggi
berperan besar dalam keberhasilan pelatihan, sementara faktor eksternal seperti
relevansi materi pelatihan dengan kebutuhan industri dan keberagaman latar
belakang peserta, yang terdiri dari fresh graduate dan profesional berpengalaman,
semakin memperkaya proses pembelajaran. (3) Hasil akhir menunjukkan seluruh
peserta berhasil memenuhi standar kompetensi industri dengan ketercapaian 100%.
Implikasi dari temuan ini adalah perlunya penguatan sinergi antara faktor internal
dan eksternal dalam pelatihan. Upaya peningkatan dapat dilakukan melalui
pengurangan beban administratif instruktur, penambahan jam pelatihan, dan
kemitraan industri dalam praktik kerja serta pemberian sertifikat BNSP untuk
meningkatkan daya saing alumni di pasar kerja
Pengaruh Social Media Literacy, Learning Intelligence, Work Appreciation dan Pengalaman Praktik Kerja Industri Terhadap Kesiapan Kerja Siswa XII SMK Program Keahlian Teknik Otomotif di Kabupaten Magelang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: (1) social media literacy
terhadap kesiapan kerja; (2) learning intelligence terhadap kesiapan kerja; (3) work
appreciation terhadap kesiapan kerja; (4) pengalaman praktik kerja industri
terhadap kesiapan kerja; dan (5) social media literacy, learning intelligence, work
appreciation dan pengalaman praktik kerja industri secara bersama-sama terhadap
kesiapan kerja siswa XII SMK Program Keahlian Teknik Otomotif di Kabupaten
Magelang.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan ex-post
facto. Populasi pada penelitian ini adalah 939 siswa kelas XII SMK Program
Keahlian Teknik Otomotif dari tujuh sekolah yang memiliki kompetensi keahlian
Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM).
Sampel sejumlah 273 siswa ditetapkan dengan menggunakan Proportionate
Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan
angket yang telah divalidasi dengan expert judgement dan validitas konstruk
dengan korelasi product moment serta telah dilakukan uji reliabilitas dengan rumus
Alpha Cronbach. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan analisis
regresi ganda dengan uji-T dan uji-F dengan taraf signifikansi 5%.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan
signifikan: (1) social media literacy terhadap kesiapan kerja dengan kontribusi
social media literacy terhadap kesiapan kerja sebesar 22,40%; (2) learning
intelligence terhadap kesiapan kerja dengan kontribusi learning intelligence
terhadap kesiapan kerja sebesar 19,80%; (3) work appreciation terhadap kesiapan
kerja dengan kontribusi work appreciation terhadap kesiapan kerja sebesar 12%;
(4) pengalaman praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja dengan kontribusi
pengalaman praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja sebesar 6,90%; (5) social
media literacy, learning intelligence, work appreciation dan pengalaman praktik
kerja industri secara bersama-sama terhadap kesiapan kerja siswa XII SMK
Program Keahlian Teknik Otomotif di Kabupaten Magelang dengan sumbangan
efektif atau kontribusi terhadap kesiapan kerja sebesar 61,10%. Adapun sisanya
sebesar 38,90% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian
ini
Pengaruh Tipe Kepemimpinan Pelatih, Hubungan Pelatih-Atlet, dan Dukungan Orang Tua Dengan Kecemasan Pada Atlet Karate di Dojo Kabupaten Sleman
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pengaruh tipe kepemimpinan pelatih secara parsial dengan kecemasan pada atlet Karate di Dojo Kabupaten Sleman. (2) Untuk mengetahui pengaruh pelatih-atlet secara parsial dengan kecemasan pada atlet Karate di Dojo Kabupaten Sleman. (3) Untuk mengetahui pengaruh dukungan orang tua secara parsial dengan kecemasan pada atlet Karate di Dojo Kabupaten Sleman. (4) Untuk mengetahui pengaruh tipe kepemimpinan pelatih, hubungan pelatih-atlet, dan dukungan orang tua secara simultan dengan kecemasan pada atlet Karate di Dojo Kabupaten Sleman.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan korelasional. Populasi dalam penelitian adalah atlet di Dojo Karate Kabupaten Sleman. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling berjumlah 74 atlet. Instrumen menggunakan angket. Analisis data menggunakan SMART- PLS4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada pengaruh yang signifikan tipe kepemimpinan pelatih terhadap kecemasan pada atlet Karate di Dojo Kabupaten Sleman, dengan sig. 0,000 < 0,05. (2) Ada pengaruh yang signifikan hubungan pelatih-atlet terhadap kecemasan pada atlet Karate di Dojo Kabupaten Sleman, dengan sig. 0,002 < 0,05. (3) Ada pengaruh yang signifikan dukungan orang tua terhadap kecemasan pada atlet Karate di Dojo Kabupaten Sleman, dengan sig. 0,014 < 0,05. (4) Ada pengaruh yang signifikan tipe kepemimpinan pelatih, hubungan pelatih-atlet, dukungan orang tua terhadap kecemasan pada atlet Karate di Dojo Kabupaten Sleman, dengan sig. < 0,05, dengan sumbangan sebesar 84,50%