63894 research outputs found
Sort by
Pengembangan Instrumen Literasi Data untuk Mahasiswa Calon Guru.
Keterampilan literasi data menjadi salah satu future skills 2030 yang merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh calon guru di era digital. Namun, pengukuran terhadap literasi data mahasiswa calon guru masih terbatas, baik dari segi ketersediaan instrumen yang valid maupun penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) konstruk instrumen literasi data untuk mahasiswa calon guru, (2) kualitas instrumen literasi data untuk mahasiswa calon guru, (3) profil literasi data untuk mahasiswa calon guru, dan (4) kepraktisan instrumen literasi data untuk mahasiswa calon guru.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggabungkan prosedur pengembangan dari Mardapi, Retnawati, dan Istiyono. Subjek penelitian terdiri dari 291 mahasiswa PGSD di UNY dan PGRI Palembang. Prosedur pengembangan instrumen literasi data terdiri dari 10 tahapan pengembangan dan teknik analisi data yang digunakan standart setting. Validasi isi dibuktikan melalui expert judgement menggunakan formula Aiken’s V, validitas konstruk dibuktikan melalui Confirmatory Factor Analysis, dan karakterstik instrument dan kemampuan siswa dianalisis menggunakan pendekatan Item Response Theory model 2PL. Keandalan instrument disetimasi berdasarkan nilai Total Information Function dan Standar Error Measurement.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen literasi data yang dikembangkan valid secara isi dengan indeks Aiken > 0,78, valid secara konstruk dengan hasil CFA yang memenuhi kriteria fit model ditandai dengan nilai Chi- Square = 511,24 dengan df = 471, p-value = 0,10 serta nilai RMSEA = 0,02, dan memiliki reliabilitas yang tinggi dengan koefisien Cronbach Alpha sebesar 0,84 dengan aspek pengumpulan data, interpretasi, komunikasi, aplikasi/evaluasi, dan etika data. Tingkat literasi data mahasiswa calon guru terbagi dalam empat kategori: mahir (7,94%), cakap (17,46%), dasar (21,16%), dan perlu intervensi khusus (53,44%). Respon 88,84% mahasiswa dan 95,78% dosen menunjukkan bahwa instrumen penilaian yang dikembangkan berada pada kategori praktis
Pengembangan Pembelajaran Kewirausahaan Model Proyek Kontekstual Berbasis Komunitas (PROTEKSISCO) pada Konsentrasi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Kemampuan Afektif Siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan model pembelajaran proyek
kontekstual berbasis komunitas yang sesuai dengan pembelajaran kewirausahaan pada
konsentrasi keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK. (2) Menganalisis kelayakan model
pembelajaran proyek kontekstual berbasis komunitas (Proteksisco) yang dikembangkan pada
konsentrasi keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK. (3) Menganalisis efektivitas model
pembelajaran proyek kontekstual berbasis komunitas (Proteksisco) yang dikembangkan pada
konsentrasi keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research & Development),
yaitu penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan
produk tersebut. Tahapan pengembangan terdiri dari 3 fase, yakni: (1) pengembangan model
didasarkan pada hasil analisis kebutuhan; (2) validasi model; (3) penggunaan model (model
use) untuk menguji efektivitas model. Validasi perangkat model melibatkan satu ahli
pendidikan teknologi kejuruan, satu ahli vokasi RPL, tiga praktisi bidang RPL dan dua guru
bidang RPL. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI konsentrasi keahlian RPL-1 SMKN 2
Semarang dengan melibatkan 1 guru kewirausahaan dan 35 siswa. Uji coba pada penelitian
ini menggunakan metode quasi-experiment dengan desain one group pretest-posttest design.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) model pembelajaran kewirausahaan yang
dikembangkan untuk menumbuhkan sikap dan keterampilan entrepreneur siswa di SMK
bidang RPL adalah model pembelajaran proyek kontekstual berbasis komunitas (Proteksisco),
perangkat model yang dikembangkan mencakup : (a) buku panduan model, (b) modul ajar;
(c) modul-modul pembelajaran; dan (d) perangkat evaluasi. (2) model yang dihasilkan
memenuhi kriteria valid untuk dipergunakan di SMK, skor aiken pada setiap butir komponen
yang dinilai lebih besar jika dibandingkan dengan tabel aiken (0,76); (3) Hasil analisis
keefektifan model menunjukkan bahwa model pembelajaran Proteksisco memenuhi kriteria
efektif, hal ini dibuktikan melalui (a) pengujian menggunakan Repeated Measures MANOVA
menunjukkan nilai Wilks' Lambda sebesar 0,02, dan p-value = 0,00 (p < 0,05), yang berarti
hipotesis nol (H₀) ditolak. Hal ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran Proteksisco
memberikan pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap peningkatan aktivitas belajar
dan kemampuan afektif siswa. (b) Respon siswa terhadap pengalaman belajar menggunakan
model proteksisco diperoleh 80% respon siswa berada pada kategori “sangat baik” dan “baik”
untuk indikator yang dinilai
Konstruk Technopreneurial Leadership dalam Pengelolaan Sekolah Menengah Kejuruan Berstatus Badan Layanan Umum Daerah.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menemukan konstruk technopreneurial leadership; (2) mendeskripsikan hasil validasi konstruk technopreneurial leadership; (3) membuktikan bahwa konstruk tersebut didukung oleh data empiris dari lapangan; dan (4) menemukan indikator yang mengukur konstruk technopreneurial leadership dalam pengelolaan SMK BLUD.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan desain sequential exploratory. Pada tahap kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumen, dan FGD yang dilakukan di empat SMK BLUD yang tersebar di DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, manajer BLUD, ketua kompetensi keahlian, bendahara, dan karyawan. Pada tahap kuantitatif, penelitian dilakukan dengan pengumpulan data melalui kuesioner baik online maupun cetak. Teknik sampling yang digunakan yaitu voluntary sampling dan diperoleh sebanyak 239 responden Validitas isi kuesioner dibuktikan melalui validasi ahli, pembuktian validitas konstruk dengan korelasi item-total, serta diestimasi reliabilitasnya menggunakan formula Cronbach Alpha. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruk technopreneurial leadership dalam pengelolaan SMK BLUD merupakan gaya kepemimpinan yang memadukan keterampilan teknologi dan kewirausahaan secara integratif untuk mendorong kemandirian dan pengembangan usaha sekolah. Hasil validasi konstruk menunjukkan bahwa technopreneurial leadership dianggap penting untuk mendorong inovasi, peningkatan kinerja, dan penguatan teaching factory yang menghasilkan pendapatan, serta relevan dimiliki oleh kepala sekolah, ketua kompetensi keahlian, dan pengelola BLUD. Konstruk ini juga terbukti didukung oleh data empiris dari lapangan dengan hasil uji kecocokan model yang termasuk dalam kategori good fit. Hasil uji kecocokan model diperoleh nilai RMSEA = 0,061, SRMR = 0,033, TLI = 0,903, dan CFI = 0,939 yang menunjukkan model dapat diterima. Ada lima indikator yang terbukti mengukur konstruk technopreneurial leadership, yaitu adaptif strategis, mindset tefapreneur, mindset wirausaha, literasi teknologi, dan manajemen proaktif. Pendampingan implementasi technopreneurial leadership dalam pengelolaan SMK BLUD perlu dilakukan oleh kementerian maupun pemerintah daerah. Oleh karena itu, disarankan agar pengembangan kapasitas technopreneurial leadership dimasukkan ke dalam program pelatihan kepala sekolah, ketua kompetensi keahlian, dan pengelola SMK BLUD
PENINGKATAN PEMAHAMAN PERANCANGAN ARSITEKTUR SISWA KELAS XI SMK N 2 TARAKAN MELALUI APLIKASI REVIT DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Division) yang diintegrasikan dengan aplikasi Revit dalam meningkatkan pemahaman perancangan arsitektur siswa kelas XI DPIB SMKN 2 Tarakan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi model tersebut dalam mengatasi keterbatasan fasilitas pembelajaran serta membandingkan dampaknya terhadap pemerataan pemahaman siswa.
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas XI DPIB SMKN 2 Tarakan. Tes pra dan pasca, pengamatan aktivitas instruktur dan siswa, kuesioner respons siswa, dan dokumentasi hasil kerja kelompok semuanya digunakan untuk mengumpulkan data. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, angket dengan skala Likert, dan tes yang telah divalidasi oleh ahli. Teknik analisis data mencakup analisis deskriptif kuantitatif (mean, standar deviasi) dan kualitatif (analisis isi), serta uji statistik paired t-test untuk mengukur signifikansi peningkatan hasil belajar.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai post-test meningkat dari 50 (siklus I) menjadi 86 (siklus III) dan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Aktivitas kolaboratif siswa juga meningkat, ditunjukkan oleh partisipasi diskusi yang naik dari 71,87% menjadi 93,75%. Integrasi STAD dan Revit terbukti efektif dalam memfasilitasi pembelajaran visual dan kolaboratif, meskipun memerlukan adaptasi awal. Saran yang diajukan antara lain penerapan model ini secara berkala oleh guru, peningkatan kompetensi teknologi, serta penyediaan fasilitas pendukung oleh sekolah. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor eksternal dan variasi tools desain lainnya
Pengembangan Model Pembelajaran Gendis (Geographycal Inquiry - Discovery Learning) Untuk Meningkatkan Kemampuan Spatial Thinking Mahasiswa Pendidikan IPS.
Mahasiswa dengan berpikir spasial yang rendah akan mengalami kesulitan dalam menghadapi tantangan abad ke-21 yang didominasi oleh teknologi geospasial dan analisis data keruangan. Penelitan ini bertujuan untuk: 1) menganalisis model pembelajaran Gendis untuk meningkatkan spatial thinking mahasiswa Pendidikan IPS; 2) menguji kelayakan model pembelajaran Gendis untuk meningkatkan spatial thinking mahasiswa Pendidikan IPS, dan 3) menguji efektivitas model pembelajaran Gendis untuk meningkatkan spatial thinking mahasiswa Pendidikan IPS.
Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam disertasi ini menggunakan model research and development dari Borg & Gall yang terdiri dari sepuluh tahapan yang disederhanakan menjadi tiga tahapan utama yaitu I terdiri dari langkah penelitian dan pengumpulan data serta perencanaan; tahap II terdiri dari langkah pengembangan draf produk, ujicoba 1, revisi produk 1, ujicoba terbatas, revisi produk operasional; dan tahap III terdiri dari langkah uji lapangan operasional ahir, revisi produk ahir, implementasi dan desiminasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan IPS angkatan 2021/2022. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket dan test. Analisis data menggunakan kualitatif dan kuantitatif. Validasi kelayakan model dengan expert judgment. Efektivitas model Gendis digunakan analisis Man Whitney U Test dan dan Wilcoxon Signed Ranks Test.
Hasil penelitian menunjukan 1) spesifikasi model pembelajaran Gendis menekankan pada partisipasi, interaksi mahasiswa dalam rangka menggali fenomena interaksi manusia dengan manusia, manusia dengan alam, sehingga mampu memberikan kemampuan dalam penyelesaian masalah menggunakan pengetahuan geografi. Model Gendis terdiri delapan langkah meliputi: a) stimulus; b) Problem statement; c) Pertanyaan geografis; d) Data collection; e) Data processing; f) Analisis; g) Penarikan kesimpulan; h) Usulan tindakan berdasarkan pengetahuan geografi.; 2) model pembelajaran Gendis layak untuk diterapkan dalam pembelajaran IPS, dibuktikan dengan hasil skor validasi isi sebesar 0,81, validasi modul pembelajaran 0,81 dan validasi penilaian hasil belajar 0,93.; 3). model pembelajaran Gendis dinyatakan efektif meningkatkan spatial thinking mahasiswa IPS, dibuktikan dari hasil analisis Man Whitney U test dan Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukan nilai Asymp Sig.(2-tiled) 0,0001 < 0,05. Perhitungan tersebut menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara pretest dan postest, sehingga disimpulkan model Gendis efektif dalam meningkatkan spatial thinking mahasiswa IPS. Model ini dapat menjadi alternatif bagi dosen, guru, lembaga dalam pembelajaran untuk meningkatan kemampuan spasitial thinking peserta didik
Analisis Perencanaan Berbasis Data Pada Aplikasi Rencana Kegiatan Dan Anggaran Sekolah (ARKAS) di SMP Negeri Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil
Perencanaan Berbasis Data (PBD) pada ARKAS, mengetahui dampak dari
Perencanaan Berbasis Data (PBD) pada ARKAS, dan mengetahui faktor yang
mendukung dan menghambat dalam implementasi Perencanaan Berbasis Data
(PBD) pada ARKAS di SMP Negeri Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten
Pelalawan.
Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dimana
telah diimplementasikan di dua SMP Negeri Kecamatan Pangkalan Kerinci
Kabupaten Pelalawan. Adapun yang menjadi subjek penelitian terdiri dari 2
orang Kepala Sekolah, 2 orang bendahara dan 1 orang guru. Metode
pengumpulan data di penelitian ini melalui observasi, wawancara dan
dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan, mengarah pada teori
Miles dan Huberman yaitu melalui: pengumpulan data, kondensasi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian dan pembahasan, peneliti menyimpulkan bahwa semua
sekolah sudah melakukan perencanaan berbasis data dalam menyusun ARKAS,
dimana Kepala sekolah bersama tim bendahara BOS dan guru menelaah hasil
Rapor Pendidikan. Dari hasil rekomendasi yang ada di Rapor Pendidikan tidak
semua indikator rekomendasi dimasukkan ke dalam penyusunan ARKAS
mengingat kebutuhan sekolah lainnya yang berbeda-beda dan harus dipenuhi.
PBD pada SMPN 1 Pangkalan Kerinci memuat rekomendasi dari Rapor
Pendidikan dengan 8 kegiatan yang dimasukkan ke dalam ARKAS. Pada
SMPN 2 Pangkalan Kerinci, hanya mampu memasukkan 3 indikator
rekomendasi dari Rapor Pendidikan dengan 3 kegiatan yang dimasukkan dalam
ARKAS. PBD ini digunakan sebagai acuan dalam menyusun ARKAS agar
lebih terarah dan menimimalisir terjadinya penyelewengan dana BOS karena
dalam membuat anggaran terpantau oleh tim MARKAS yang ada di Dinas
Pendidikan. Adapun dalam proses Perencanaan Berbasis Data ini didukung
oleh tersedianya data yang akurat dan relevan, kompetensi pengelola sekolah yang
cakap dalam membuat perencanaan, terdapatnya budaya pengambilan keputusan
berbasis data dan adanya sistem monitoring dan evaluasi. Faktor penghambat dalam
Perencanaan Berbasis Data ini antara lain: kurangnya pemahaman dan kompetensi
dalam membuat perencanaan, keterbatasan infrastruktur dalam mengakses data,
dukungan pendampingan yang terbatas, manajemen waktu
Pengaruh Sertifikasi, Profesionalisme, dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMA di Kota Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sertifikasi,
profesionalisme, dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMA Kota Pekanbaru,
baik secara parsial maupun simultan. Sertifikasi guru, profesionalisme, dan
disiplin kerja diidentifikasi sebagai faktor penting yang dapat meningkatkan
kualitas pendidikan melalui peningkatan kinerja guru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
penelitian eksplanatori. Penelitian dilaksanakan di SMA Kota Pekanbaru dengan
populasi penelitian 800 orang, sampel sebanyak 69 guru yang dipilih
menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui
angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan nilai signifikansi
sebesar 0.05 dan reliabilitas sebesar 0,89. Teknik analisis data menggunakan uji
regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien sebesar 1.055.
Profesionalisme juga memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan nilai
koefisien sebesar 0.794. Disiplin kerja memberikan pengaruh signifikan dengan
nilai koefisien sebesar 0.913. Secara simultan, sertifikasi, profesionalisme, dan
disiplin kerja memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan
kontribusi sebesar 67.7%, sementara 32.3% dipengaruhi oleh faktor lain.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan sertifikasi, profesionalisme, dan
disiplin kerja secara kolektif dapat meningkatkan kinerja guru. Disarankan agar
pihak sekolah dan instansi terkait menyediakan pelatihan dan pengembangan
profesional yang mendukung peningkatan kualitas guru
Menelusuri Dinamika Organisasi Pembelajar dalam Manajemen Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (PTK) di SLB Dena Upakara Wonosobo
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menginterpretasi pemahaman ketua
yayasan, kepala sekolah, kepala asrama, guru, dan tenaga kependidikan (tata
usaha sekolah, karyawan yayasan, dan ibu asrama) di SLB Dena Upakara
Wonosobo terkait konsep organisasi pembelajar, (2) menggali strategi yang
digunakan dalam proses manajemen PTK dengan konsep organisasi pembelajar di
SLB Dena Upakara Wonosobo, dan (3) menganalisis peran kepemimpinan ketua
yayasan, kepala sekolah, dan kepala asrama dalam memberi peluang bagi
pertumbuhan organisasi pembelajar di SLB Dena Upakara Wonosobo.
Jenis penelitian merupakan bagian dari kategori penelitian kualitatif
fenomenologi secara khusus menggunakan metode heuristic inquiry. Penelitian
dilaksanakan di SLB Dena Upakara Wonosobo pada bulan Oktober 2024-Januari
2025. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi lapangan,
dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis Miles &
Huberman dengan tahap pengumpulan data, penyajian data, kondensasi data, dan
kesimpulan atau verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) masing-masing informan
memiliki pemahaman dan pandangan beragam terkait organisasi pembelajar (OP),
dengan penekanan pada penyamaan persepsi, pembelajaran berkelanjutan,
adaptasi, dan kolaborasi. SLB Dena Upakara telah menerapkan konsep OP secara
intuitif melalui berbagai kegiatan seperti Santiaji, pelatihan, magang, diskusi,
komunitas belajar, dan studi banding, meskipun tanpa pengetahuan teori formal.
(2) SLB Dena Upakara mengintegrasikan konsep organisasi pembelajar dan
transformasi digital dalam manajemen PTK, mencakup rekrutmen digital,
pendampingan integratif, pengembangan kapasitas berkelanjutan, evaluasi
kolaboratif, dan inovasi seperti magang antar unit dan optimalisasi potensi
karyawan. Hal ini berdampak positif pada efisiensi, inklusivitas, kualitas hidup
kerja, dan pengelolaan pengetahuan. (3) Pimpinan menerapkan gaya
kepemimpinan kolaboratif (situasional, transformasional, demokratis, positif) dan
berperan sebagai motivator, inisiator, dan inovator. Mereka mendukung
pertumbuhan organisasi pembelajar melalui pendekatan 'Ngemong Rasa',
komunikasi terbuka, dan pemanfaatan teknologi, menciptakan lingkungan yang
kondusif untuk pembelajaran dan pengembangan. Kesimpulan dari hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa konsep organisasi pembelajar dapat menjadi
salah satu alternatif konsep yang mendukung dalam strategi manajemen PTK
untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif di SLB Dena Upakara
Wonosobo
Faktor Pendukung Pembelajaran Permainan Bola Voli Kelas IX di SMP Negeri 3 Ngaglik Kabupaten Sleman
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung pembelajaran bola voli di SMP Negeri 3 Ngaglik Kabupaten Sleman.
Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan instrumen berupa angket tertutup. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Ngaglik Kabupaten Sleman dengan subjek 97 peserta didik kelas IX. Hasil data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif kemudian dituangkan ke dalam bentuk persentase.
Berdasarkan hasil analisis data, faktor pendukung pembelajaran bola voli di SMP Negeri 3 Ngaglik Kabupaten Sleman mayoritas berada pada kategori “cukup” dengan persentase sebesar 57,73% (56 peserta didik). Sebagian lainnya masuk dalam kategori “kurang” sebesar 40,21% (39 peserta didik), sedangkan kategori “baik” hanya mencapai 2,06% (2 peserta didik). Tidak ada peserta didik yang menilai faktor pendukung pembelajaran berada pada kategori “sangat baik” maupun “sangat kurang”. Hal ini menunjukkan bahwa faktor pendukung pembelajaran permainan bola voli sudah cukup memadai
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI HURUF KAPITAL KELAS II SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan multimedia interaktif yang
digunakan untuk pembelajaran materi huruf kapital kelas II sekolah dasar; (2)
mengetahui kelayakan multimedia interaktif dalam meningkatkan pemahaman
siswa pada materi huruf kapital kelas II sekolah dasar; (3) mengetahui kepraktisan
multimedia interaktif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi huruf
kapital kelas II sekolah dasar; (4) mengetahui keefektifan multimedia interaktif
dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi huruf kapital kelas II sekolah
dasar. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan
menggunakan model pengembangan ADDIE, yaitu analisis, desain,
pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan desain
penelitian one group pretest-posttest design dengan subjek penelitian sebanyak 10
siswa kelas II SD Negeri Demakijo 1. Teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah observasi, wawancara, angket, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan
adalah analisis deskriptif kuantitatif dan Uji Wilcoxon.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) multimedia interaktif huruf
kapital yang telah dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk
digunakan dalam pembelajaran materi huruf kapital kelas II sekolah dasar; (2) hasil
kelayakan berdasarkan pada validasi ahli materi memperoleh persentase 85%
termasuk kategori “Sangat Layak” dan validasi ahli media memperoleh persentase
90% termasuk kategori “Sangat Layak”; (3) hasil kepraktisan berdasarkan pada
hasil respons guru memperoleh persentase 99% termasuk kategori “Sangat Praktis”
dan hasil respons siswa memperoleh persentase 94,6% termasuk kategori “Sangat
Praktis”; (4) hasil keefektifan berdasarkan pada hasil tes yang diperoleh siswa
memperoleh rata-rata skor pretest sebesar 71 dan rata-rata skor posttest sebesar 88
dan Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan sebesar 5,50 dan
jumlah peningkatan sebesar 55,00.
Kata kunci: Multimedia Interaktif, Huruf Kapital, Pemahaman Sisw