63894 research outputs found
Sort by
Experiential Learning Berbasis Penguatan Profil Pelajar Pancasila (ELANG) Sebagai Upaya Menumbuhkan Mindset Berwirausaha pada Siswa SMA.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, merancang, menguji kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas Model Experiential Learning Berbasis Penguatan Profil Pelajar Pancasila (ELANG) dalam menumbuhkanmindsetberwirausaha pada siswa SMA.
Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development) mengacu pada model Borg & Gall, yang mencakup sepuluh tahapan: pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba awal, revisi produk utama, uji coba utama, revisi produk operasional, uji lapangan operasional, revisi produk final, dan diseminasi serta implementasi. Subjek penelitian terdiri atas enam pakar/dosen, tiga guru Projek P5 Kewirausahaan, 38 siswa SMA Negeri 2 Banguntapan, serta 104 siswa dari SMA Negeri 1 Cangkringan dan SMA Negeri 1 Imogiri. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Validitas data dianalisis menggunakan formula Aiken’s V, sedangkan reliabilitas diuji dengan teknik percentage agreement. Desain uji coba terbatas dan diperluas menggunakan pretest-posttest control group design.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model ELANG dikembangkan secara sistematis melalui tahapan identifikasi kebutuhan hingga diseminasi produk akhir; (2) model ini dirancang khusus untuk menumbuhkanentrepreneurial mindset melalui pembelajaran kontekstual, reflektif, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila; (3) validasi ahli menunjukkan bahwa model ELANG berada dalam kategori sangat layak untuk digunakan; (4) kepraktisan model terbukti tinggi, dengan seluruh komponennya dapat diimplementasikan secara efektif dalam lingkungan sekolah; (5) model ini terbukti efektif meningkatkan mindset berwirausaha siswa secara signifikan (p < 0,05), terutama pada aspek kemandirian (50,22%), orisinalitas (46,09%), dan orientasi masa depan (43,76%). Keberhasilan model ini diperkuat oleh pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dan kolaboratif yang sekaligus membangun keterampilan sosial siswa. Temuan ini mengimplikasikan perlunya dukungan strategis dari pihak sekolah dan guru dalam mengimplementasikan model secara berkelanjutan, serta pentingnya penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga pembinaan kewirausahaan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD NEGERI CEBONGAN PADA MATA PELAJARAN IPA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh model pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas lima SD
Negeri Cebongan pada mata pelajaran IPA materi zat tunggal dan campuran.
Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi
Eksperimental Design. Peneliti menggunakan dua kelas penelitian, yakni satu kelas
eksperimen (model PBL) dan satu kelas kontrol (model saintifik). Pengumpulan data
peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dilihat dari hasil skor nilai pretest dan
posttest. Teknis analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t dengan kriteria: Jika sig > α (0,05), maka H0 diterima, H1 ditolak. Jika sig < α (0,05), maka H0 ditolak, H1 diterima.
Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa model PBL berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas lima SD Negeri Cebongan
Pada Mata Pelajaran IPA materi zat tunggal dan campuran, karena hasil uji Hipotesis
diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.001 < 0,05 pada tabel equal variances
assumed, dengan ketentuan jika sig (2-tailed) > α (0,05), maka H0 diterima, H1 ditolak.
Dan jika sig (2-tailed) < α (0,05), maka H0 ditolak, H1 diterima. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa H0 ditolak, H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh antara model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas lima SD Negeri Cebongan pada mata pelajaran IPA materi zat tunggal dan campuran.
Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Kritis, IPA, Model Pembelajaran Problem Based
Learning, , Zat Tunggal dan Campura
PENGEMBANGAN KAJUMRANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II SD NEGERI DEMANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa KAJUMRANG
yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran matematika siswa kelas II SD
Negeri Demangan. Serta untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan
keefektifannya. Jenis penelitian ini adalah Research and Develompment (R&D)
dengan model pengembangan ADDIE dengan lima tahap pengembangan yaitu analisis
(analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi
(implementation), evaluasi (evaluation). Penelitian ini dilakukan di SD Negeri
Demangan dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas II SD Negeri Demangan.
Data penelitian dikumpulkan dengan observasi, dan angket serta data dianalisis dengan
cara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan KAJUMRANG untuk meningkatkan hasil belajar matematika ini diketahui bahwa penilaian validasi ahli
media dikategorikan “sangat layak” dengan skor 97,5%. Penilaian validasi ahli materi
dikategorikan “sangat layak” dengan skor 87,5%. Hasil uji coba produk
KAJUMRANG dibuktikan dari hasil soal tes siswa yang memperoleh skor 90,5
dengan kategori “praktis” serta hasil respon guru yang memperoleh skor 97,5 dengan
kategori “praktis”. Produk media pembelajaran KAJUMRANG dinyatakan efektif
dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut ditunjukan pada peningkatan
hasil belajar yang diperoleh siswa tuntas secara klasikal, mengalami peningkatan
sebesar 95,6 dengan kategori “efektif”. Berdasarkan hasil tersebut maka media
pembelajaran KAJUMRANG untuk meningkatkan hasil belajar matematika
dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk digunakan siswa kelas II SD Negeri
Demangan.
Kata Kunci: pengembangan media, KAJUMRANG, hasil belajar matematika
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA KARTU KATA BERGAMBAR PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS I SD NEGERI SIRAMAN 2 KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan
melalui media kartu kata bergambar pada siswa kelas I SD Negeri Siraman 2. Hal ini
dilatarbelakangi oleh peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa yang kurang signifikan. Selain itu kurang antusiasnya siswa mengikuti pembelajaran Bahasa
Indonesia untuk kegiatan membaca. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I SD Negeri Negeri Siraman 2 yang berjumlah 15 siswa. Desain penelitian menggunakan model Kemmis dan McTaggart yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini ditunjukkan apabila siswa yang mendapatkan nilai ≥ 75 mencapai 75% dan kriteria persentase rata-rata nilai kemampuan membaca permulaan seluruh siswa minimal mendapatkan kategori sedang (65%-79%). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas I SD Negeri Negeri Siraman 2. Kemampuan membaca permulaan siswa dapat meningkat melalui proses pembelajaran dengan media kartu kata bergambar pada Pembelajaran Bahasa Indonesia. Kemampuan membaca permulaan menunjukkan peningkatan, dilihat dari persentase hasil pada pratindakan 60%, siklus I 70%, dan siklus II 79%. Siswa yang mendapatkan nilai ≥ 75 juga mengalami peningkatan, pratindakan 4 siswa, siklus I 6 siswa, dan siklus II 12 siswa. Kriteria persentase rata-rata nilai kemampuan membaca permulaan seluruh siswa juga sudah mencapai kategori sedang. Keberhasilan dalam penelitian ini sudah tercapai karena siswa yang mendapatkan nilai ≥ 75 sudah mencapai 75% dan kriteria persentase rata-rata nilai kemampuan membaca permulaan seluruh siswa sudah mencapai kategori sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian kartu kata bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri Siraman 2.
Kata kunci : membaca permulaan, kartu kata bergambar, sekolah dasar, siswa
kelas 1 S
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) SISWA KELAS IV SD NEGERI SIDOMULYO SLEMAN
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca
pemahaman siswa melalui model pembelajaran CIRC di kelas IV SD Negeri
Sidomulyo Sleman. Penelitian ini dilatarbelakangi dari permasalahan yang terdapat
pada siswa kelas IV SD Negeri Sidomulyo Sleman yaitu terkait kemampuan
membaca pemahaman yang masih rendah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model PTK Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan dua pertemuan pada masing-masing siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Sidomulyo yang terdiri dari 24 siswa. Objek yang diteliti yaitu peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa dengan penerapan model pembelajaran CIRC. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu terdiri dari soal tes, lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran CIRC, dan lembar observasi pembelajaran membaca pemahaman menggunakan model pembelajaran CIRC. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil tes membaca pemahaman yang mengalami peningkatan pada tiap siklusnya. Pada siklus I diperoleh hasil tes dengan nilai rata-rata 62,7 dan persentase ketuntasan sebesar 42%. Selanjutnya pada siklus II diperoleh hasil tes dengan nilai rata-rata 86,5 dan persentase ketuntasan sebesar 88%. Melalui hasil tes tersebut terlihat adanya peningkatan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan pada setiap siklusnya serta telah memenuhi kriteria keberhasilan tindakan yang ditetapkan sebelumnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CIRC terbukti efektif dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa.
Kata Kunci: Membaca Pemahaman, CIRC, Siklu
PENGEMBANGAN MEDIA PAPIGIAN PADA MATERI PEMBAGIAN UNTUK MENINGKATKAN KONSEP PEMBAGIAN SISWA KELAS III SD NEGERI BANARAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran bernama PAPIGIAN (Papan Pintar Pembagian) yang layak, praktis, dan efektif digunakan pada pembelajaran matematika materi pembagian untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang terdapat di kelas III SD Negeri Banaran yaitu kurangnya pemahaman siswa mengenai konsep pembagian pada pengurangan berulang.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Reseacrh and Development (R&D). Adapun model pengembangan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Robert Maribe Branch pada tahun 2009. Model pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahapan yaitu: analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Subjek implementasi pertama adalah 3 siswa dan subek implementasi kedua adalah 17 siswa kelas III. Penggunaan data dilakukan dengan observasi, wawancara, angket validasi media, angket validasi materi, angket respon guru, angket respon siswa. Data hasil penelitian tersebut selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran media PAPIGIAN dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas III sekolah dasar. Hasil kelayakan validasi materi endapatkan skor rata-rata 4,53 (skala 1-5). Hasil kelayakan validasi media mendapatkan skor rata-rata 4,5 (skala 1-5). Hasil uji kepraktisan oleh siswa mendapatkan skor rata-rata 2,8 (skala 1-3). Hasil uji kepraktisan oleh guru mendapatkan skor 4,66 (skala 1-5). Berdasarkan hasil perhitungan pre-test dan post-test menunjukkan bahwa media PAPIGIAN memilik skor 0,81 dengan
presentase 81,24%.
Kata Kunci: PAPIGIAN, Pembagian, Pembelajaran Matematik
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E-BOOK BERBASIS FLIPBOOK YANG BERORIENTASI PADA MODEL PEMBELAJARAN PjBL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI FINANSIAL SISWA SEKOLAH DASAR
Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk yaitu bahan ajar e-book berbasis flipbook yang berorientasi pada model pembelajaran PjBL (project based learning) untuk meningkatkan literasi finansial siswa sekolah dasar. Melalui bahan ajar e-book ini diharapkan dapat menambah pemahaman siswa tentang indikator literasi finansial. Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya bahan ajar pendukung tentang literasi finansial di sekolah dasar dan kurangnya pemahaman siswa mengenai literasi finansial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Design and Development (D&D) yang dikembangkan oleh Richey and Klein. Tahapan dalam melalukan penelitian ini terdiri dari analyze, design, development, implementation, evaluation (ADDIE). Instrumen yang digunakan adalah wawancara, test, angket, dan validasi ahli. Pendekatan penelitian dilakukan dengan mengolah nilai angket dari ahli dan mendeskripsikan saran dan kritik yang diberikan ahli guna mengevaluasi dan meningkatkan kualitas bahan ajar e-book.
Validasi ahli dilakukan kepada ahli materi dan ahli media. Penilaian ahli dihitung
menggunakan skala likert untuk mengetahui kelayakan produk. Hasil presentase
rata-rata validasi dari ahli materi dan media yaitu, 98% dengan kategori sangat
layak. Angket respon siswa dan guru diberikan untuk mengetahui kepraktisan
bahan ajar e-book. Hasil rata-rata uji respon siswa dan guru yaitu, 92.4% dengan
kategori sangat praktis. Bahan ajar e-book juga diujicobakan kepada siswa melalui
wawancara dan diadakan pre-test, post-test. Hasil wawancara menunjukkan
tanggapan positif siswa terhadap bahan ajar e-book. Hasil uji coba menunjukkan
adanya peningkatan hasil pre-test dan post-test dari rata-rata nilai sebesar 53.8
menjadi 75. Dari hasil tersebut, bahan ajar e-book ini dapat dikategorikan layak
digunakan dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan pemahaman literasi
finansial siswa di sekolah dasar.
Kata kunci: Pengembangan bahan ajar e-book, literasi finansial, sekolah dasar
Pengembangan Platfrom Linktree Pada Stadion dan Gelanggang Olahraga (GOR) Untuk Meningkatkan Efektivitas Layanan Penyewaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan platform Linktree sebagai layanan digital untuk penyewaan Stadion dan Gelanggang Olahraga (GOR) yang dikelola oleh Pemerintah Kota Depok guna meningkatkan efektivitas penggunaan fasilitas olahraga. Tujuan utama dari pengembangan ini adalah untuk mempermudah akses informasi penyewaan, meningkatkan transparansi jadwal pemakaian dan mempercepat proses pemesanan.
Penelitian ini menggunakan metode pengembangan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Lokasi penelitian ini dilakukan di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok. Subjek penelitian adalah pengelola fasilitas olahraga, pegawai instansi bidang olahraga serta calon penyewa. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan penyebaran kuisioner. Validitas instrumen diuji menggunakan SUS (System Usability Scale). Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif untuk mengevaluasi platform.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan platform Linktree meningkatkan efektivitas penyewaan fasilitas olahraga dengan skor rata-rata 75 dalam skala SUS yang masuk dalam kategori “baik”. Platform ini mempermudah pengguna untuk mengakses jadwal secara real-time, melakukan pemesanan dan membayar retribusi secara digital
Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar.
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menghasilkan produk berupa instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis (IPKBK) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan tema kondisi geografis wilayah Indonesia sebagai negara maritim dan agraris serta mengidentifikasi kekayaan alam di Sekolah Dasar, (2) menentukan kualitas instrumen penilaian yang dapat mengukur keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPAS, (3) menemukan profil keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPAS, dan (4) menentukan kepraktisan penggunaan IPKBK dalam pembelajaran IPAS.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan model prosedural untuk menghasilkan produk berupa IPKBK pada tema kondisi geografis wilayah Indonesia bagi peserta didik Sekolah Dasar kelas tinggi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas tinggi Sekolah Dasar sebanyak 952 yangterdiri dari 361 peserta didik untuk uji coba dan 591 peserta didik untuk uji tes utama. Sumber data diperoleh dari data primer yaitu hasil tes ketrampilan berpikir kritis. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan instrumen penelitian berupa butir soal. Teknik analisis data menggunakan analisis Item Response Theory (IRT) dan uji validitas konstruk menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Model mengadaptasi prosedur pengembangan Edi Istiyono, dengan 3 (tiga) tahapan: (1) perancangan tes untuk menetapkan spesifikasi tes dengan 9 langkah; (2) uji coba tes dengan 5 langkah; dan (3) pengukuran dengan 5 langkah. Pengembangan produk diawali dengan melakukan analisis kebutuhan (need assessment) melalui jaring pendapat terhadap 50 Guru SD di Kota Salatiga Propinsi Jawa Tengah dan mengkaji bentuk-bentuk IPKBK yang telah dikembangkan.
Hasil dari analisis kebutuhan menunjukkan 90% dari 50 responden menyatakan pentingnya IPKBK dikembangkan dan hasil kajian pustaka memilih instrumen berupa tes pilihan ganda. Penelitian ini: (1) menghasilkan produk awal (Produk I IPKBK) berupa instrumen berjumlah 28 butir, dengan konstruk yang terdiri dari focus, reason, inference, situation, clarity, overview; kemudian divalidasi oleh expert judgment menggunakan teknik Delphi dengan melibatkan 2 ahli psikometri, 2 ahli ke SD an dan 3 ahli IPAS dan diperoleh 28 butir tes (Produk II IPKBK); (2) mengukur keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPAS melalui uji validasi empiris terhadap 361 peserta didik diperoleh 26 butir soal cocok (fit) dengan model IRT 3 PL(Produk III IPKBK) dan 2 butir soal tidak cocok (misfit) dengan model IRT 3 PL; (3) produk III IPKBK ini diuji fisibilitasnya terhadap 591 peserta didik, diperoleh data pola jawaban yang dapat dikategorikan dalam 3 (tiga) tingkat berpikir kritis, yaitu berpikir kritis tingkat tinggi, sedang dan rendah dan guru-guru SD tidak mengalami kesulitan dalam menerapkan IPKBK; (4) IPKBK dalam pembelajaran IPAS SD, sangat praktis digunakan
Studi Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kurikulum Merdeka Kelas Xi SMA Negeri 4 Kotabumi Kabupaten Lampung Utara
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran penting dalam membentuk kompetensi fisik, mental, dan sosial peserta didik. Kurikulum Merdeka yang diterapkan di SMA Negeri 4 Kotabumi dirancang untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan memberikan kebebasan lebih besar dalam metode pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran PJOK Kurikulum Merdeka di kelas XI menggunakan model evaluasi Kirkpatrick. Model ini mengukur efektivitas program pada empat level: Reaksi (Reaction), Pembelajaran (Learning), Perilaku (Behavior), dan Hasil (Result).
Penelitian ini menggunakan metode evaluasi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan triangulasi data. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup 274 siswa kelas XI, guru dan pimpinan sekolah. Analisis data dilakukan dengan menghitung distribusi frekuensi dan persentase pada setiap aspek evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level Reaksi, 64,42% siswa menilai pembelajaran dalam kategori "Sangat Baik". Pada level Pembelajaran, 48,47% siswa menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan. Level Perilaku mencatat perubahan positif pada sportivitas dan kerja sama siswa dengan 50,92% dalam kategori "Baik". Pada level Hasil, 52,15% siswa melaporkan prestasi akademik dan non-akademik yang meningkat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran PJOK Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 4 Kotabumi telah berjalan dengan baik, namun masih terdapat kendala fasilitas yang perlu diperbaiki. Rekomendasi diberikan kepada pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelatihan guru dalam mengoptimalkan penerapan Kurikulum Merdeka. Dengan perbaikan ini, diharapkan pembelajaran PJOK dapat memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap pengembangan kompetensi peserta didik secara holistik