63894 research outputs found
Sort by
Model Madrasah Aliyah Sebagai Organisasi Pembelajar: Studi Penguatan Lembaga Pendidikan melalui Budaya Belajar.
Organisasi pembelajar merupakan salah satu paradigma penting dalam pengembangan institusi pendidikan yang menekankan pada pembelajaran berkelanjutan, kolaborasi, dan inovasi. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, membangun madrasah sebagai organisasi pembelajar dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia, menciptakan kultur kelembagaan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praksis organisasi pembelajar di madrasah, menganalisis kendala pelaksanaan praksis organisasi belajar di madrasah, mengidentifikasi model organisasi pembelajar di madrasah lokasi penelitian, dan menemukan model organisasi pembelajar yang dapat dikembangkan di madrasah untuk penguatan lembaga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis grounded theory. Subyek penelitian adalah dua pimpinan, enam guru, dan dua staf di Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta dan Madrasah Swasta Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi dan dianalisis dengan tiga tahapan yaitu kondensasi data, display data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menemukan 4 hal utama. Pertama, praksis organisasi pembelajar di MAN 1 Yogyakarta ditunjukkan melalui pengembangan visi bersama yang fokus pada pembelajaran siswa, peningkatan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan melalui pelatihan dan pengembangan berkelanjutan, pembentukan tim belajar yang kolaboratif, serta inovasi di bidang teknologi, kurikulum, dan strategi pembelajaran. Kepemimpinan yang transformatif, struktur organisasi yang partisipatif, serta budaya apresiatif mendukung terciptanya iklim pembelajaran yang positif. Sementara itu, di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, pola praksis tampak melalui integrasi visi kelembagaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, penguatan nilai keislaman, pelatihan guru, dan pengembangan jejaring profesional. Kepemimpinan berfungsi sebagai fasilitator dan pemberdaya, dengan struktur yang sederhana dan lingkungan kerja berbasis kekeluargaan. Kedua, kendala utama yang dihadapi kedua madrasah meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kebutuhan anggaran, dan sinkronisasi kebijakan. Ketiga, model organisasi pembelajar yang ditemukan mencerminkan pendekatan berbeda: MAN 1 Yogyakarta mengembangkan Organisasi Pembelajar Berbasis Kelembagaan yang berbasis sistem dan regulasi, sedangkan Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah mengembangkan Organisasi Pembelajar Berbasis Nilai yang bertumpu pada nilai, spiritualitas, dan otonomi. Keempat, model Madrasah Aliyah sebagai organisasi pembelajar yang dihasilkan adalah sintesis dari konsep learning organization, school as learning organization, dan Islamic learning organization
Analisis IRT Multidimensi pada Perangkat Tes Protefl Unit Layanan Bahasa Universitas Negeri Yogyakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) jumlah dimensi, (2) karakteristik butir dan parameter kemampuan peserta tes, dan (3) hubungan antar dimensi kemampuan pada perangkat tes ProTEFL yang dikembangkan oleh Unit Layanan Bahasa, Universitas Negeri Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan IRT Multidimensi
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data berupa respon jawaban peserta tes sebanyak 3.300 peserta dari 140 butir soal. Dimensi pada soal ditentukan dengan screeplot, karakteristik butir soal diestimasi menggunakan model Rasch, 2PL, dan 3PL. Model terbaik dipilih berdasarkan jumlah butir yang cocok pada masing-masing model. Kemampuan peserta diidentifikasi menggunakan histogram.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Perangkat tes ProTEFL mengandung dua dimensi soal. Butir-butir soal pada bagian Listening dan Grammar masuk dalam dimensi 1, dan butir-butir soal pada bagian Reading masuk ke dalam dimensi 2. (2) Perangkat tes ini cocok dianalisis dengan menggunakan model 3 Parameter Logistics, dengan jumlah butir yang cocok yaitu 99 butir. (3) Hubungan antar dimensi pada perangkat tes ProTEFL menunjukkan hubungan yang signifikan dengan indikator-indikator yang relevan. Variabel-variabel dalam Listening A, Listening B, Listening C, Grammar A, dan Grammar B secara signifikan dimuat pada faktor MR1, dengan estimasi beban faktor yang cukup tinggi, yang menunjukkan bahwa variabel-variabel secara konsisten berhubungan dengan faktor yang lebih besar. Variabel-variabel read1, read2, read3, read4, dan read5, yang dimuat pada faktor MR2, juga menunjukkan hubungan yang kuat dengan faktor kedua tersebut. Semua beban faktor pada kedua variabel tersebut signifikan dengan nilai p kurang dari 0.05
Determinants of Psychomotor Ability through the Utilization of Digital Media in Vocational Learning.
This study aims to reveal (1) determinant factors of the psychomotor ability to building design through the utilization of digital media in vocational teaching, (2) the effect of digital media utilization on the formation of the psychomotor ability to building design in vocational teaching, and (3) the composition of digital media use instruments to form the psychomotor ability to building design in the vocational teaching.
This study uses a mixed-method approach with an exploratory sequential research design. It was conducted at the Civil Engineering and Planning Education Study Program, Faculty of Engineering, UNY. The data sources are lecturers and students. The qualitative data were collected through literature study, focus group discussions (FGD) and the quantitative data were collected through interviews and by using a questionnaire. The FGD involved experts in the field of vocational teaching, digital media for learning, and stakeholders. The results of the FGD are components of the formation of psychomotor abilities in designing a building using digital media. The population of this study was 608 respondents. The samples of the research use the table of Krejcie and Morgan with an error of 5%, a total of 235 respondents were obtained, and were taken using the simple random sampling technique. The instrument was validated through expert judgment. Validity and reliability analysis were carried out using Confirmatory Factor Analysis (CFA). The data analysis used Structural Equation Modelling (SEM) and descriptive statistical analysis.
The results of this study are as follows. (1) Determinant factors of the psychomotor abilities in designing a building using digital media in vocational teaching consist of the quality of digital media, acceptance of technology, and digital learning environment. (2) The effect of variables of digital media utilization on the formation of psychomotor abilities in designing a building in vocational learning is in the high category, with a value of 86.92 (sig<0.05). (3) The composition of the instrument for utilizing digital media to form psychomotor abilities in designing a building in the vocational teaching is: 43% (digital media), 18% (digital learning environment), 7% (level of technology acceptance by users), and 17% (resources support), while the remaining 12% (learning strategies) and 3% by other factors
Virtual Reality Welding untuk Peningkatan Kompetensi Welding Operator.
Penelitian ini bertujuan (1) menghasilkan media virtual reality welding
dengan spesifikasi teknis yang relevan untuk pembelajaran pengelasan di sekolah
pendidikan vokasi; (2) mengetahui kelayakan media virtual reality welding jika
diaplikasi pada pembelajaran pengelasan di sekolah pendidikan vokasi; (3)
mengetahui pengaruh virtual reality berbasis bakat mekanik terhadap peningkatan
kompetensi welding.
Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development dengan
model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate). Instrumen
penelitian ini adalah angket untuk pengujian persepsi calon pekerja, pengujian
authentic learning, pengujian usability media, pengujian user experience,
pengujian media dan pengujian materi. Subjek penelitian adalah 76 mahasiswa
semester II Program Studi Teknik Perancangan Mekanik dan Mesin dan 37 calon
pekerja yang melakukan pelatihan pengelasan di PT Inlastek Reksa Daya. Analisis
data dilakukan dengan metode kombinasi dengan exploratori. Analisis data
empirik dilakukan dengan pendekatan quasi experimental design.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Media virtual reality welding
yang dikembangkan memiliki spesifikasi teknis yang sesuai dengan kebutuhan
pembelajaran pengelasan di sekolah pendidikan vokasi, dan dinyatakan sangat
layak berdasarkan hasil evaluasi: persepsi (87%), authentic learning (89%),
usability (88%), media (90%), dan materi (95%). (2) Media virtual reality welding
terbukti layak digunakan dalam pembelajaran berdasarkan hasil uji kelayakan
yang mencakup aspek teknis, pedagogis, dan pengalaman pengguna. (3)
Penerapan virtual reality welding yang disesuaikan dengan bakat mekanik
memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi pengelasan; baik
pada calon pekerja dengan kategori bakat mekanik atas maupun bawah, yang
mendapatkan perlakuan (treatment) media VR menunjukkan capaian kompetensi
pengelasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan
perlakuan
Pengembangan Sistem Produksi Microlearning Dalam Pembelajaran Hybrid di Jenjang Sarjana Terapan.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) membuat pembaruan rancangan strategi implementasi microlearning dalam pembelajaran hybrid pada jenjang sarjana terapan, (2) melakukan uji efektivitas implementasi microlearning dalam pembelajaran hybrid pada jenjang sarjana terapan. Penenakan microlearning yaitu dikembangkan berbasis modular, video pendek, dan mudah diakses secara digital.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan pengembangan berbasis Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate (ADDIE). Penelitian ini mengacu jenis deskriptif kuantitatif yang berfokus pada pengumpulan, analisis, dan intepretasi data numerik. Pendekatan tersebut untuk menggambarkan karakteristik, pola, dan hubungan dalam mengukur kepuasan pengguna, keterlibatan mahasiswa, hasil pembelajaran, dan efektivitas. Subjek penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa kelompok bidang rekayasa teknologi. Program Studi yang terlibat meliputi Teknik Elektro, Teknik Elektronika, Teknik Informatika, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Otomotif. Strategi microlearning melalui tiga step yaitu step pertama terdiri dua tahap yaitu modul singkat dan video pendek. Step kedua terdiri tiga tahap yaitu melalui rekaman audio, video singkat, dan modul singkat. Step ketiga terdiri dari empat tahap yaitu modul singkat, video 1, video 2, rekaman audio, dan rekaman audio. Data dikumpulkan melalui angket tertutup dan wawancara. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, validasi ahli, uji regresi-Partial Least Square untuk menguji hubungan antar variabel. Variabel konsep, persepsi, pengalaman belajar, dampak microlearning dengan efektivitas pembelajaran.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah dihasilkan pembaruan strategi implementasi microlearning dengan tools berbasis web di laman https://mclrg.id. Menghasilkan uji efektivitas dengan (1) analisis kebutuhan elemen microlearning (microlearning objective, microlearning content, microlearning delivery, microlearning evaluation) secara statistik menghasilkan nilai koefisien 0,668 yaitu active learning optimal, (2) platform microlearning menghasilkan konten variatif dan spesifik, (3) keterlibatan mahasiswa dalam implementasi microlearning secara daring 76% dan secara luring 78%, (4) meningkatnya ketrampilan praktis dan kemampuan teoritis ditandai dengan tingkat penguasaan materi semakin baik. Dampak penggunaan menghasilkan nilai 97,1% dengan kategori tinggi. Produk dapat dikembangkan semakin padat melalui integrasi dan kerjasama seperti start- up, lembaga pendidikan pelatihan di bawah kementerian
Framework Penilaian Kompetensi Kewirausahaan Berbasis Differentiation Strategy Melalui Situational Judgement pada Siswa Kejuruan.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan framework penilaian kompetensi kewirausahaan berbasis differentiation strategy; (2) membuktikan kualitas framework penilaian; dan (3) memetakan kompetensi kewirausahaan berbasis differentiation strategy pada siswa kejuruan.
Model pengembangan pada penelitian ini menggunakan 4-D (define, design, develop, disseminate) untuk menghasilkan tiga komponen utama framework, yaitu konstruk kompetensi kewirausahaan berbasis differentiation strategy, instrumen situational judgment, dan panduan penilaian. Konstruk kompetensi dikembangkan melalui literature review, FGD, dan expert judgement. Instrumen situational judgment dikembangkan melalui 7 langkah, termasuk identifikasi konten, diskusi dengan pendidik dan pelaku usaha, validasi ahli, dan uji coba skala besar. Proses validasi melibatkan penilaian ahli, guru kewirausahaan, pelaku kewirausahaan, serta 341 orang siswa sekolah kejuruan dari berbagai SMK di kota Metro, Lampung. Validitas konten diuji menggunakan indeks Aiken’s V, sedangkan validitas konstruk dan karakteristik item dianalisis melalui confirmatory factor analysis (CFA) dan multidimensional item response theory (MIRT).
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Framework penilaian kompetensi berhasil dikembangkan secara sistematis, mencakup tiga komponen utama: konstruk kompetensi kewirausahaan berbasis differentiation strategy yang terdiri atas tiga dimensi utama (produk, pelayanan, dan pemasaran) dengan total 23 sub-dimensi, 31 item instrumen situational judgment, dan panduan penilaian. (2) Kualitas framework mengacu pada kualitas komponen-komponenya terbukti sangat baik. Konstruk kompetensi menunjukkan tingkat validitas tinggi berdasarkan aspek relevansi, kejelasan, dan kebermaknaan kontekstual menurut para ahli dan pelaku kewirausahaan. Instrumen situational judgment memiliki validitas isi sangat kuat (Aiken’s V > 0,87), validitas konstruk yang memadai (semua item valid dengan reliabilitas faktor > 0,73), daya beda item tergolong baik hingga sangat baik, serta tingkat kesukaran yang bervariasi merata. Analisis DIF menunjukkan bahwa 90,3% item bebas bias gender. Panduan penilaian juga dinilai berkualitas sangat baik dari aspek kesesuaian isi, kemudahan penggunaan, tampilan, dan kejelasan bahasa. (3) Pemetaan kompetensi menunjukkan bahwa siswa lebih menguasai aspek pemasaran dibandingkan pelayanan dan produk, sehingga diperlukan penguatan pembelajaran berbasis proyek dan masalah untuk menyeimbangkan seluruh aspek differentiation strategy secara holistik
Model Struktural Kompetensi Computer-Aided Design and Manufacturing (CAD CAM) Sekolah Menengah Kejuruan.
Penelitian ini bertujuan (1) menentukan kompetensi CAD CAM SMK bidang keahlian teknologi manufaktur dan rekayasa; (2) menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung setiap kompetensi CAD CAM SMK bidang keahlian teknologi manufaktur dan rekayasa; (3) menganalisis apa saja aspek lain yang berkontribusi terhadap kompetensi CAD CAM SMK bidang keahlian teknologi manufaktur dan rekayasa.
Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan desain sequential explanatory (berurutan). Populasi penelitian sebanyak 2,210 siswa bidang keahlian teknologi manufaktur dan rekayasa SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan sampel penelitian sebanyak 347 siswa yang ditentukan dengan teknik random sampling rumus Slovin. Instrumen penelitian tersebut terdiri dari beberapa variabel yang diprediksi mempunyai pengaruh dengan CAD CAM. Validasi instrumen melibatkan 4 orang ahli dengan hasil instrumen layak digunakan. Pengumpulan data dengan angket dan wawancara. Analisis data kuantitatif menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan tool Lisrel 8.8. Analisis data kualitatif dengan model interaktif dan pendekatan fenomenologi.
Hasil penelitian (1) enam variabel yang diwakili oleh dua puluh indikator total berkontribusi satu sama lain terhadap CAD CAM yang memiliki empat indikator. Seluruh variabel dan indikator tersebut menunjukkan hasil yang cocok (fit) dengan nilai statistik uji kecocokan model pengukuran konstruk kompetensi CAD CAM SMK bidang keahlian teknologi manufaktur dan rekayasa adalah Stability Index = 0,026, Rasio Chi Square/df = 1,23, RMSEA = 0,026, CFI = 0,98; NNFI = 0,98; (2) secara structural equations terdapat 20 hipotesis yang berpengaruh satu sama lain terhadap CAD CAM, sedangkan reduced form equations memberikan gambaran 3 variabel mampu mendukung CAD CAM secara positif dan negatif serta signifikan dan 1 variabel tidak mampu diprediksi karena merupakan variabel endogen juga yakni Desain dan Produksi (DnP) tetapi jika dimediasi oleh Dasar dan Proses Mesin (DPM) mampu memberikan kontribusi yang positif dan signifikan terhadap CAD CAM; (3) terdapat tiga aspek penting lainnya yang mempengaruhi keterampilan khusus dalam bidang CAD CAM, yakni: 1) minat dan bakat; 2) masyarakat di sekolah; dan 3) tuntutan lulusan SMK
Menjadi Dosen Produktif: Sebuah Penelitian dengan Pendekatan Straussian Grounded Theory terhadap Produktivitas Menulis Publikasi Artikel Jurnal Ilmiah.
Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengidentifikasi dan menganalisis dinamika perubahan perilaku serta strategi kerja yang dilakukan oleh dosen dalam membangun produktivitas penulisan publikasi artikel jurnal ilmiah; sekaligus (2) untuk mengembangkan model konseptual atau teori yang mampu menjelaskan secara komprehensif faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Grounded Theory untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai faktor yang memengaruhi produktivitas publikasi ilmiah dosen. Data dikumpulkan melalui wawancara dan analisis dokumen publikasi ilmiah. Teknik analisis data menggunakan teknik yang mengacu pada konsep Strauss dan Corbin yakni open coding, axial coding, dan selective coding dengan bantuan perangkat lunak ATLAS.ti.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas dosen dalam menulis dan memublikasikan artikel ilmiah tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui intervensi sosial dan strategi personal yang saling memperkuat dalam ekosistem akademik yang kompleks. Temuan utama mengungkap bahwa kebiasaan menulis dosen awal muncul dari proses kolaborasi, pendampingan, akademik, komunitas, pemanfaatan teknologi, literasi baca-tulis, target, serta praktik konversi karya ilmiah. Produktivitas tersebut dipengaruhi oleh berbagai kendala yang saling terkait, baik psikologis, teknis, maupun struktural, yang memerlukan strategi adaptif dan kontekstual. Penelitian ini merumuskan strategi kerja PRO-AKTIF dan kompetensi akademik KOMPETEN sebagai pendekatan praktis untuk meningkatkan produktivitas dosen. Secara keseluruhan, terdapat 17 faktor kunci yang saling berinteraksi dalam membentuk ekosistem produktivitas, dengan kolaborasi, komunitas, dan motivasi akademik sebagai faktor dominan. Interaksi sinergis antara faktor internal, relasional, struktural, dan psikologis membentuk pola produktivitas yang dinamis. Berdasarkan temuan ini, dikembangkan model konseptual PRIME-D yang terdiri atas lima klaster utama: Personal Drive, Relational-Social Networks, Institutional Structure, Methodical Workstyle, dan Emotional-Psychological Support, yang secara komprehensif menjelaskan dinamika produktivitas dosen dalam publikasi ilmiah
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Budaya Organisasi, dan Organizational Citizenship Behavior terhadap Kinerja Guru di Sekolah Dasar Kanisius se-Kota Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan
transformasional, budaya organisasi, dan Organizational Citizenship Behavior
(OCB) terhadap kinerja guru di Sekolah Dasar Kanisius se-Kota Yogyakarta.
Jenis penelitian ini adalah ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif.
Seluruh populasi penelitian yang terdiri dari 75 guru di tujuh Sekolah Dasar
Kanisius se-Kota Yogyakarta dilibatkan sebagai responden dalam studi ini, tanpa
dilakukan teknik sampling mengingat karakteristik populasi yang homogen dan
jumlah terbatas. Validitas instrumen diuji menggunakan expert judgment dan uji
empiris dengan korelasi Pearson’s Product Moment, sedangkan reliabilitas
instrumen diuji dengan Cronbach’s Alpha. Uji asumsi klasik meliputi normalitas,
linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Analisis data dilakukan
dengan regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh masing-masing variabel
independen terhadap variabel dependen dan regresi linear berganda untuk menguji
pengaruh variabel-variabel independen secara simultan terhadap variabel
dependen.
Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1). Kepemimpinan
transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dengan
koefisien t sebesar 4.052 dan nilai signifikansi 0.000 < 0.05. (2). budaya organisasi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dalam uji regresi
sederhana dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, namun berpengaruh tidak
signifikan dalam regresi linear berganda dengan nilai koefisien t sebesar -1.310.
(3). OCB berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dengan
koefisien t sebesar 9,184 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. (4). Kepemimpinan
transformasional, budaya organisasi, dan OCB secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai F hitung 92.878 dan nilai signifikansi
0.000 < 0.05, serta nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.788. Hal ini bermakna
bahwa kinerja guru SD Kanisius ditentukan oleh kepemimpinan transformasional,
budaya organisasi, dan OCB