63894 research outputs found
Sort by
Pengaruh Latihan PNF (Proprioceptive Neuromuscular Facilitation) Otot Tungkai Terhadap Teknik Tendangan Dollyo Chagi di Dojang Satria Bangsa
Tendangan dollyo chagi didukung oleh kekuatan gerak sendi dan elastisitas otot. Elastisitas otot dapat ditingkatkan dengan latihan peregangan PNF (Proprioceptive Neuromuscular Facilitation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan PNF (Proprioceptive Neuromuscular Facilitation) otot tungkai terhadap tendangan dollyo chagi di Dojang Satria Bangsa.
Penelitian ini menggunakan pre-eksperimen dengan One Group PretestPostettest design. Subjek 14 taekwondoin Dojang Satria Bangsa yang aktif latihan selama 6 bulan. Perlakuan (treatment) dan pengambilan pengukuran pretest dan post test dilakukan dengan menendang target/sasaran dengan menggunakan teknik tendangan dollyo Chagi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikansi dari 0,05 (signifikan > 0,05) fleksibilitas otot tungkai. Dapat disimpulkan bahwa latihan PNF (Proprioceptive Neuromuscular Facilitation) otot tungkai dapat meningkatkan teknik tendangan Dollyo Chagi di Dojang Satria Bangsa
Keterserapan Lulusan SMK Program Keahlian Perkapalan Pada Industri Migas dan Galangan Kapal di kota Madya Batam.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterserapan lulusan SMK program keahlian perkapalan di industri migas dan galangan kapal di SMKN 5 Batam, (2) menetapkan durasi waktu yang dibutuhkan oleh lulusan SMK program keahlian perkapalan mendapatkan pekerjaan di industri migas dan galangan kapal di Batam, (3) mengidentifikasi sumber-sumber informasi yang digunakan lulusan SMK program keahlian perkapalan mendapatkan informasi lowongan pekerjaan di industri migas dan galangan kapal di Batam, (4) mendeskripsikan faktor internal dan eksternal apa saja yang mempengaruhi keterserapan lulusan SMK program keahlian perkapalan pada industri migas dan galangan kapal di Batam, (5) mengidentifikasi relevansi kompetensi yang telah dipelajari lulusan di sekolah dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri migas dan galangan kapal di Batam
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di program keahlian perkapalan di SMKN 5 Batam dan SMKS Teladan Batam. Sumber data berasal dari lulusan program keahlian perkapalan tahun 2020 sampai 2024, BKK sekolah SMKN 5 Batam dan humas SMKS Teladan Batam. Pengumpulan data dilakukan menyebarkan angket, wawancara dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan analisis statistik deskriptif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterserapan lulusan SMK program keahlian perkapalan di industri migas dan galangan kapal kota Batam dalam 5 tahun terakhir untuk lulusan tahun 2020 sebesar 6%, lulusan tahun 2021 sebesar 9%, lulusan tahun 2022 sebesar 16%, lulusan tahun 2023 sebesar 25% dan tahun 2024 sebesar 45%. Teknik pengelasan kapal adalah jurusan yang paling banyak terserap di industri migas dan galangan kapal. Sebagian besar lulusan mendapatkan pekerjaan di industri migas dan galangan kota Batam kurang dari 6 bulang setelah menamatkan pendidikan di SMK. Sumber informasi yang memudahkan lulusan mendapatkan pekerjaan melalui BKK sekolah, media sosial, keluarga/kerabat, guru dan teman/kenalan. Faktor internal yang mempengaruhi keterserapan lulusan adalah pengalaman kerja, softskill, kompetensi lulusan dan minat bekerja sesuai kompetensi. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi keterserapan adalah jaringan sosial/pertemanan, kualitas SMK dan lowongan pekerjaan yang dibutuhkan industri. Relevansi kompetensi yang diajarkan disekolah cukup relevan dengan pekerjaan yang dijalani lulusan sekarang
Motivasi Peserta Didik Kelas IX A, B, dan C Dalam Mengikuti Pembelajaran PJOK di SMP Negeri 2 Banguntapan Bantul
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi motivasi peserta didik kelas IX A, B, dan C dalam mengikuti pembelajaran PJOK di SMP Negeri 2 Banguntapan Bantul.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan metode survei. Instrumen yang digunakan adalah angket. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IX A, B, dan C SMP Negeri 2 Banguntapan Bantul berjumlah 105 peserta didik. Untuk menganalisis data digunakan statistik deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motivasi peserta didik kelas IX A, B, dan C dalam mengikuti pembelajaran PJOK di SMP Negeri 2 Banguntapan Bantul berkategori sangat tinggi 9 peserta didik dengan persentase 8,57%, kategori tinggi 20 peserta didik dengan persentase sebesar 19,04%, kategori sedang 40 peserta didik dengan persentase sebesar 38,10%, kategori rendah 33 peserta didik dengan persentase sebesar 31,43%, dan kategori sangat rendah 3 peserta didik dengan persentase sebesar 2,86%
Fektivitas Latihan Rope Jump dan Single Leg Jump Terhadap Power Tungkai dan Jauhnya Tendangan (Long Pass) Pada Pemain SSB Pesat Tempel Sleman KU 14-15 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan rope jump dan latihan single leg jump terhadap peningkatan power tungkai dan keterampilan jauhnya tendangan (long pass) pada pemain SSB Pesat Tempel Sleman KU 14-15 tahun.
Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen semu selama 16 sesi latihan dengan metode penelitian two-group pretest-posttest design. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling berjumlah 20 sampel siswa dengan pembagian kelompok dengan teknik matched subject ordinal pairing. Instrumen penelitian menggunakan tali skipping untuk latihan rope jump dan hurdle untuk latihan single leg jump. Teknik pengumpulan data dengan tes long pass oleh Frank M. Verducci dengan nilai validitas 0.94 dan nilai reliabilitas 0.99, serta tes vertical jump oleh Bafirman dan Wahyuni dengan nilai validitas 0.95 dan nilai reliabilitas 0.96. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, serta menggunakan uji t untuk menentukan hipotesis penelitian dengan taraf signifikasinya 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) latihan rope jump memberikan peningkatan kemampuan power tungkai, dengan thitung 6,000 > ttabel 2,262, signifikansi 0,000 ttabel 2,262, signifikansi 0,001 ttabel 2,262, signifikansi 0,000 ttabel 2,262, signifikansi 0,000<0,05, persentase peningkatan 2,426%. 3) Latihan rope jump memberikan peningkatan lebih besar dibandingkan latihan single leg jump terhadap kemampuan power tungkai maupun keterampilan long pass pemain SSB Pesat Tempel Sleman KU 1415 tahun
Implementasi Program Sekolah Sehat di Sekolah Dasar Kapanewon Berbah Kabupaten Sleman
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana dan bagaimana implementasi program sekolah sehat di sekolah dasar Negeri Kapanewon Berbah.
Penelitian ini menggunakan menggunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen pertanyaan atau angket yang menggunakan teknik pengambilan data wawancara kepada responden. Populasi dari penelitian ini adalah SD Negeri Kapanewon Berbah yang meliputi Kepala Sekolah, Guru PJOK, Tenaga Kependidikan, dan Peserta didik dari SD Negeri Kapanewon Berbah. Teknik analisis data dengan melibatkan observasi dan wawancara langsung kepada pelaksana program sekolah sehat yang diimplementasikan oleh Kepala Sekolah, Guru PJOK, Tenaga Kependidikan, dan peserta didik.
Dari hasil observasi dan wawancara langsung kepada responden mendapatkan hasil bahwa Implementasi program sekolah sehat di Sekolah Dasar Kapanewon Berbah berjalan baik dan teratur, didukung oleh sinergi berbagai pihak. Keberhasilan program ini tercapai melalui integrasi program 5S (kesehatan fisik, gizi, jiwa, imunisasi, dan lingkungan), kegiatan seperti olahraga bersama, penyediaan makanan sehat, serta program kebersihan lingkungan. Kolaborasi dengan orang tua dan institusi kesehatan, serta evaluasi rutin, didukung dengan ketersediaan fasilitas pendukung program sekolah sehat di SD Kapanewon Berbah tersedia dengan baik dan layak digunakan, meliputi toilet bersih, tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, ruang UKS standar, serta tempat sampah yang memadai. Program ini didukung oleh edukasi kesehatan rutin, seperti sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada peserta didik
Pengembangan Model Diagnostik Kesulitan Belajar Matematika Berbasis Bayesian untuk Computerized Adaptive Testing.
Penelitian ini adalah untuk mengembangkan model diagnostik kesulitan
belajar matematika yang didasarkan pada Bayesian Network (BN) untuk
computerized adaptive testing (CAT). Secara spesifik, tujuan penelitian ini adalah
(1) memperoleh konstruksi instrumen tes diagnostik kesulitan belajar matematika
materi bilangan bulat fase B sampai fase D pada kurikulum merdeka yang tepat,
(2) menghasilkan instrumen tes diagnostik kesulitan belajar matematika materi
bilangan bulat fase B sampai fase D pada kurikulum merdeka yang berkualitas, (3)
menghasilkan model Bayesian Network untuk CAT yang sesuai untuk diagnostik
kesulitan belajar matematika materi bilangan bulat fase B sampai fase D pada
kurikulum merdeka, (4) menghasilkan performansi model BN-CAT untuk
diagnosis kesulitan belajar matematika materi bilangan bulat fase B sampai fase D
pada kurikulum merdeka yang baik (akurat dan efisien).
Pengembangan instrumen tes diagnostik kesulitan belajar matematika materi
bilangan bulat berjenis pilihan ganda empat opsi menggunakan model Research
and Development (R&D) Tessmer. Pengembangan instrumen dilakukan melalui uji
validasi ahli, uji coba terbatas, dilanjutkan dengan uji lapangan di 16 SMP
Negeri/Swasta terakreditasi (A, B, dan C) di Kota/Kabupaten Cirebon pada periode
Mei–Oktober 2024. Validitas konten instrumen dinilai oleh sembilan ahli (ahli
dibidang evaluasi pendidikan, konten matematika, asesmen berbasis
komputer/jaringan Bayesian, guru SMP, serta guru SD) dengan revisi berdasarkan
masukan mereka. Instrumen diujikan ke 1.094 siswa, dianalisis dengan validitas
konstruk (CFA) serta kualitas butir (DIF, IRT 3-PL). Model BN dirancang
berbasis Evidence Centered Design (ECD), divalidasi dengan stratified 10-Fold
Cross Validation. Sistem CAT berbasis algoritma entropy diimplementasikan dan
dibandingkan dengan fixed test, lalu diintegrasikan dalam aplikasi web interaktif
(Streamlit) untuk simulasi tes, visualisasi hasil, dan deskripsi hasil diagnosis.
Hasil penelitian ini mencakup empat capaian utama sesuai tujuan. Pertama,
berhasil dikembangkan instrumen tes diagnostik kesulitan belajar matematika
materi bilangan bulat fase B–D Kurikulum Merdeka yang memenuhi
prinsip kesesuaian konstruksi. Kedua, instrumen ini terbukti berkualitas tinggi
dengan validitas konstruk yang terkonfirmasi melalui CFA, reliabilitas
empiris 0.86, serta kualitas butir soal yang optimal berdasarkan analisis IRT 3-
PL dan DIF. Ketiga, dihasilkan model BN yang terintegrasi dengan
sistem CAT berbasis algoritma adaptif entropy, mampu memprediksi kesulitan
belajar siswa pada materi bilangan bulat secara efisien dan personal. Keempat,
Instrumen diagnostik yang terintegrasi dalam bayesian network pada CAT
menunjukkan performansi yang sangat baik, ditandai dengan akurasi tinggi (0,985),
efisiensi dalam pengurangan ketidakpastian (entropy), dan kemampuan adaptif
yang optimal dalam memilih item tes, serta didukung oleh validasi model dan
software berbasis Streamlit yang menghasilkan informasi diagnosis untuk siswa
Pengembangan Model Evaluasi Program Pemberdayaan Pesantren.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model evaluasi
program pemberdayaan pesantren. Model ini mengintegrasikan lima komponen
evaluasi utama—inputs, proses, output, outcome, dan impact—ke dalam sistem
digital berbasis Learning Management System (LMS). Tujuan utama penelitian ini
adalah: (1) mengembangkan model evaluasi program pemberdayaan pesantren
yang mampu mengukur keberhasilan dan dampak program pada masing-masing
komponen, yaitu input, proses/kegiatan, output, outcome, dan impaknya; (2)
menguji keefektifan model evaluasi program pemberdayaan pesantren dalam
mengukur keberhasilan dan dampak program secara komprehensif; (3) menguji
kepraktisan model evaluasi program pemberdayaan pesantren dalam implementasi
di berbagai konteks dan program pemberdayaan.
Peneltian ini menggunakan pendekatan explanatory sequential mixed
methods dan desain pengembangan model ADDIE, penelitian ini diawali dengan
uji validitas dan reliabilitas instrumen secara kuantitatif terhadap 73 santri peserta
program, kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi kualitatif melalui wawancara
dan observasi di pesantren Annur 1 Bululawang Kabupaten Malang Jawa Timur.
Hasil analisis validitas dari validasi expert menunjkkan indeks Aiken’s V untuk
dimensi input, proses, output, outcome dan impact adalah tinggi (> 0.9) sementara
hasil reliabilitas menunjukan semua dimensi dalam model memiliki koefisien
reliabilitas yang tinggi ( >0.8). Analisis data hasil pertanyaan terbuka dilakukan
secara tematik
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penelitian ini menghasilkan
model evaluasi program pemberdayaan pesantren yang komprehensif bernama
HAEM (Holistic Adaptive Evaluation Model) dengan lima komponen evaluasi:
input, proses, output, outcome, dan impact; (2) Model HAEM terbukti efektif
mengevaluasi program secara holistik, memadukan evaluasi formatif dan sumatif,
serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data; (3) Model ini juga praktis
diimplementasikan melalui platform LMS secara efisien dan partisipatif, meskipun
masih menghadapi tantangan pada pesantren dengan keterbatasan infrastruktur dan
literasi digital. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya adaptasi teknologi dan
penguatan kapasitas digital dalam ekosistem pesantren sebagai syarat keberhasilan
model. Implikasi dari penelitian ini memperkuat posisi pesantren sebagai agen
transformasi sosial dan membuka peluang replikasi HAEM di sektor pemberdayaan
lainnya
Pengembangan Model Siklus Belajar 6E (Engage, Explorate, Explain, Elaborate, Evaluate & Examine-Reflect) Berbasis STEMS untuk Meningkatkan Kemampuan Metakognisi dan Berpikir Komputasi.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan kerangka konseptual model siklus
belajar 6E berbasis STEMS, (2) menguji kelayakan model yang dihasilkan tersebut,
(3) menguji kepraktisan kualitas model yang dihasilkan tersebut, dan (4) menguji
efektivitas model yang dihasilkan tersebut dalam meningkatkan kemampuan
metakognisi dan berpikir komputasi.
Penelitian ini merupakan research and development yang menghasilkan produk
berupa model belajar matematika dan perangkatnya yang dikembangkan sistematis
dengan tahapan ADDIE (analyze, design, development, implementation, dan
evaluation). Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Desain
penelitian pre-experimental adalah dengan bentuk one group pretest posttest
design. Analisis kebutuhan menggunakan survei, dokumentasi, dan pedoman
wawancara. Uji kelayakan model pembelajaran menggunakan skala penilaian,
dengan melibatkan para ahli dalam ilmu pendidikan, pembelajaran matematika,
materi matematika, desain pembelajaran, desain intruksi pembelajaran, dan
teknologi pembelajaran matematika. Tahap uji coba melibatkan guru dan peserta
didik kelas X dan XI dari 12 sekolah jenjang SMA di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung. Uji kepraktisan model pembelajaran menggunakan lembar observasi serta
angket, dan uji keefektifan model pembelajaran menggunakan tes kemampuan
metakognisi dan berpikir komputasi serta angket metakognisi. Data dianalisis
secara deskriptif dan statistik inferensial.
Temuan penelitian adalah sebagai berikut. (1) Model siklus belajar 6E berbasis
STEMS yang dihasilkan terdiri atas buku model (panduan) yang memuat sintaks,
prinsip reaksi, sistem sosial, sistem pendukung, dan dampak instruksional dan
dampak pengiring dengan perangkat pendukung model berupa modul ajar, lembar
kerja peserta didik (LKPD), media pembelajaran dan instrumen penilaian. (2)
Model yang dihasilkan tersebut valid digunakan untuk peningkatan kemampuan
metakognisi dan berpikir komputasi, dengan kriteria kevalidan buku model
pembelajaran (panduan), modul ajar, LKPD, dan instrumen penilaian dalam
kategori valid dan sangat valid. (3) Model yang dihasilkan tersebut praktis
digunakan untuk pengembangan kemampuan metakognisi dan berpikir komputasi
peserta didik berdasarkan kepraktisan keterlaksanaan pembelajaran dan
pengelolaan pembelajaran dengan kategori praktis dan sangat praktis. (4) Model
yang dihasilkan tersebut efektif digunakan untuk peningkatan kemampuan
metakognisi dan berpikir komputasi peserta didik X maupun kelas XI. Peningkatan
keefektifan model dilihat berdasarkan perbandingan hasil rata-rata nilai kuis
(prestest) dengan hasil ulangan harian (posttest)
Model Cooperative Learning Berbasis Permainan Tradisional untuk Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini.
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan anak dalam bersosial
dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model
pembelajaran cooperative learning berbasis permainan tradisional untuk
mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia dini. Penelitian ini
merupakan penelitian dan pengembangan, yang menggunakan model desain
penelitian dengan 10 langkah Borg dan Gall.subjek penelitain anak Taman KanakKanak Bengkulu Selatan. Pengumpulan data dengan angket dan skala penilaian
panduan, wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan
secara kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) model pembelajaran
cooperative learning berbasis permainan tradisional meliputi sintaks rasional,
identifikasi kecerdasan interpersonal anak, dan praktik. Model ini didukung oleh
sistem sosial, yaitu kepala sekolah, guru, dan orang tua. Prinsip reaksi guru
sebagai model, fasilitator, evaluator, dan motivator. Sistem pendukung meliputi
perangkat pembelajaran, media, buku, dan instrumen. Dampak instruksionalnya
yaitu pengembangan kecerdasan interpersonal positif pada anak, dampak
pengiring yaitu pengembangan aspek lain pada anak. 2) model pembelajaran
cooperative learning berbasis permainan tradisional memenuhi kriteria layak dari
model, media, materi dan instrumen. 3) model pembelajaran cooperative learning
berbasis permainan tradisional terbukti efektif untuk mengembangkan kecerdasan
interpersonal anak usia dini dengan hasil signifikasi kelas kontorl nilai pre-test 42,
7 dan post-test 51, 5, kelas ekperimen nilai pre-test 41, 7 dan post-test 85,7. Guru
diharapkan terampil, kretif, dan inovatif dan menggunakan model pembelajaran
cooperative learning berbasis permainan tradisional untuk mengembangkan
kecerdasan interpersonal anak usia dini
Pengembangan Model Challenge Based Learning (CBL) dengan Metode Eksplorasi, Eksperimen dan Konstruksi (EKSPERKO) pada Materi Budaya Aceh untuk Meningkatkan Kreativitas Anak.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kreativitas anak, (2) menguji kelayakan (validitas) model yang dihasilkan tersebut untuk meningkatkan kemampuan kreativitas anak, (3) menguji kepraktisan model tersebut dalam meningkatkan kemampuan kreativitas anak, dan (4) menguji keefektifan model tersebut dalam meningkatkan kemampuan kreativitas anak.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang menggunakan model ADDIE versi Branch, meliputi tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian dilakukan di beberapa PAUD di Kota Lhokseumawe. Uji terbatas melibatkan 74 anak dan uji skala luas melibatkan 90 anak dari beberapa TK. Analisis kelayakan menggunakan Aiken’s V, kepraktisan dianalisis secara deskriptif, dan efektivitas dianalisis melalui Gain Score. Uji paired sample t-test digunakan untuk mengukur perbedaan pretest dan posttest dalam kelompok eksperimen, sedangkan independent sample t-test digunakan untuk membandingkan hasil antara kelompok eksperimen dan kontrol.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Telah dikembangkan model Challenge Based Learning (CBL) melalui metode EKSPERKO (Eksplorasi, Eksperimen, dan Konstruksi) yang terdiri atas lima komponen utama, yaitu sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, serta dampak instruksional dan nurturan. (2) Berdasarkan hasil validasi dari tiga ahli, model pembelajaran dinyatakan sangat layak dengan rerata nilai kelayakan sebesar 3,94. (3) Uji keterlaksanaan dalam dua tahap menunjukkan bahwa model sangat praktis, dengan rerata nilai kepraktisan sebesar 92,5 pada tahap I dan 94,4 pada tahap II (4) Hasil uji efektivitas pada tahap terbatas menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kreativitas anak secara signifikan, dengan N-Gain sebesar 0,17 (kategori rendah) pada tahap I dan 0,43 (kategori sedang) pada tahap II. (5) Uji efektivitas lebih lanjut menggunakan desain quasi-experiment menunjukkan bahwa model efektif dalam meningkatkan kemampuan kreativitas anak, ditunjukkan dengan hasil uji independent sample t-test dengan nilai p < 0,05 dan perolehan N-Gain sebesar 0,919 (kategori tinggi) pada kelompok eksperimen dibandingkan 0,536 (kategori sedang) pada kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CBL melalui metode EKSPERKO pada materi budaya sangat layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan kreativitas anak