UNY Journal (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
20087 research outputs found
Sort by
DAYA TERIMA MASYARAKAT TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK PRODUK SOFT COOKIES DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG TEMPE
Tepung tempe merupakan produk olahan lanjut dari tempe yang diproses dengan cara digiling dan diayak sehingga menghasilkan tekstur berupa butiran yang halus. Akan tetapi, tepung tempe belum banyak dikenal masyarakat sehingga pemanfaatannya juga belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menemukan resep produk inovasi soft cookies dengan substitusi tepung tempe, (2) Mengetahui daya terima masyarakat terhadap produk soft cookies dengan penambahan tepung tempe. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode R&D (Research and Develope) dengan model pengembangan 4D, yaitu define, design, develope, dan disseminate. Data dianalisis secara deskripsi kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) Substitusi tepung tempe yang digunakan sebanyak 40% dari bahan utama, yaitu tepung terigu protein sedang, (2) Tidak ada perbedaan yang signifikan antara produk acuan dengan produk pengembangan, sehingga produk dapat diterima oleh masyarakat
STUDI PENGOLAHAN DENIM JEANS BEKAS SEBAGAI PRODUK SUSTAINABLE FASHION DI QUEEN MOZZA
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan mendalami tentang teknik pengolahan denim jeans bekas dari limbah tekstil menjadi produk sustainable fashion di Queen Mozza yang meliputi profil Queen Mozza, alat, bahan serta proses pembuatan teknik patchwork dan alat dan bahan serta proses teknik water soluble. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa 1) Queen Mozza mengusung konsep Japanese Style untuk mengolah denim jeans bekas menjadi produk outer, obi, headpiece, tas dan pouch dengan teknik patchwork dan water soluble, 2) Alat dan bahan yang digunakan seperti alat dasar menjahit, serta terdapat satu teknik yang digunakan yaitu dengan perca jeans dipotong sesuai standar Queen Mozza lalu ditata saling bertindih dan dijahit sehingga menjadi selembar kain. Setelah itu dipotong sesuai produk yang akan dibuat seperti outer atau tas, lalu dijahit dan diberi sulaman sashiko, 3) Plastik telo roll atau eco-wrap sebagai bahan utama untuk membuat water soluble di Queen Mozza, sisanya menggunakan alat dasar menjahit dengan satu teknik pembuatan yaitu diawali dengan plastik eco-wrap di gunting menjadi dua lembar, lalu perca berukuran 2-3cm ditata diatas satu sisi plastik yang telah dibagi dua tersebut. Kemudian ditumpuk lagi dengan lembar satunya sehingga tampak seperti sandwich. Setelah itu diberi jarum di seluruh bagian agar perca tidak berubah ketika di jahit. Kemudian eco-wrap di jahit vertikal dan horizontal sampai membentuk kotak-kotak berukuran 1-0,5cm dan di jahit keliling 4-5kali untuk mengunci benang. Setelah itu plastik eco-wrap dicelupkan ke air panas dan dibilas menggunakan air mengalir. Terakhir di jemur, setelah kering ditrimming dan dapat digunakan sebagai aplikasi pada outer. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Queen Mozza mengolah denim jeans bekas menjadi outer, obi, headpiece, tas dan pouch dengan teknik patchwork dan water soluble sebagai usaha untuk mengurangi limbah industri fashion. Teknik dalam menjahit patchwork yang terdapat di Queen Mozza adalah dengan menggunakan mesin jahit dan sulaman tangan untuk aplikasi sashiko. Sedangkan untuk teknik pembuatan water soluble di Queen Mozza menggunakan plastik telo roll atau eco-wrap sebagai dasarnya
SUBSITUSI TEPUNG TEMPE PADA BOLU PANDAN SEBAGAI DESSERT SEHAT UNTUK GENERASI Z
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menentukan resep Bolu Pandan dengan substitusi tepung tempe; (2) menetapkan penyajian dan pengemasan yang sesuai untuk produk Bolu Pandan berbasis tepung tempe; (3) mengevaluasi penerimaan masyarakat terhadap produk tersebut; dan (4) menghitung harga jual serta Break-Even Point (BEP) Bolu Pandan tempe. Metode penelitian menggunakan model Research and Development (R&D) dengan pendekatan 4D: Define (mencari tiga resep sebagai acuan), Design (merancang dan mengembangkan resep), Development (melakukan validasi oleh panelis ahli), dan Disseminate (mengukur tingkat kesukaan masyarakat). Penelitian dilaksanakan mulai 4 Maret hingga 8 Juni 2024. Hasil penelitian menunjukkan: (1) substitusi 20% tepung tempe menghasilkan produk terbaik; (2) kemasan menggunakan thinwall ukuran 120 ml; (3) harga jual produk adalah Rp 2.816 per buah; dan (4) penerimaan masyarakat menunjukkan bahwa produk ini disukai dan dapat bersaing dengan produk lain di pasa
INOVASI PRODUK KUE KERING SAGU TEMPE SEBAGAI CAMILAN KAYA PROTEIN UNTUK IBU HAMIL
Stunting merupakan kegagalan dalam pertumbuhan anak yang dipicu karena kekurangan gizi kronis ketika masa prenatal. Stunting mempunyai konsekuensi yang berkepanjangan seperti memperlambat perkembangan dan kerja otak. Di era modern yang serba cepat dan praktis, pola konsumsi masyarakat bergeser ke arah yang kurang sehat. Oleh karena itu, diperlukan pemenuhan protein tinggi seperti tempe. Tempe mengandung kalsium dan fosfor yang dapat menunjang pertumbuhan janin pada rahim ibu. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan membuat inovasi camilan berupa kue sagu keju dengan substitusi tempe. Pemilihan kue sagu tempe sebagai inovasi karena banyak camilan yang kurang sehat, serta memanfaatkan potensi bahan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan (1) Menemukan resep produk Kue Sagu Tempe, (2) Menentukan penyajian serta kemasan produk Kue Sagu Tempe, (3) Mengetahui tingkat penerimaan dan tingkat kesukaan terhadap produk Kue Sagu Tempe. Penelitian ini menggunakan penelitian Reseacrh and Devolopment (R&D) dengan model 4D yaitu (1) Define: Analisis resep, (2) Design: Merancang resep baru, (3) Develop: Validasi dan Evaluasi produk, (4) Dessimimate: Tes panelis. Dari hasil Penelitian ini didapatkan (1) resep produk kue sagu tempe yang baik dengan menggunakan formulasi 50%, (2) Disajikan dengan berkonsep sachet berbahan alumunium foil, (3) Produk diketahui bahwa produk kue sagu tempe lebih diminati masyarakat
PELANGGARAN KESEHATAN dan KESELAMATAN KERJA (K3) : STUDI KASUS LEDAKAN TUNGKU SMELTER PENGOLAHAN NIKEL PT. INDONESIA TSINGSHAN STAINLESS STELL (ITSS)
This report examines the incident of a work accident that occurred at one of the nickel processing plants owned by PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) on December 24, 2023, when a powerful explosion shook the furnace of smelter number 4. The accident left 13 people dead and 46 injured. The study was conducted with the approach of Occupational Safety and health (K3) theory to identify the causes in depth of K3 violations that are at the root of the problems in this heartbreaking incident. Through the analysis of Case Studies, a series of fatal omissions were revealed. Lack of hazard identification and risk assessment, inadequate K3 procedures, minimal K3 training, inappropriate use of personal protective equipment (PPE), and weak K3 supervision become the common thread of identified violations, then provide prevention recommendations. The results showed that the accident was caused by the lack of adequate implementation of the K3 management system in the smelter furnace repair process. The recommendations include improving K3 training, improving work procedures, and strengthening K3 supervision and culture
PIRO'S PIE ROGUT TEMPE PRODUK INOVASI KAYA AKAN PROTEIN
Untuk meningkatkan minat konsumsi tempe, terutama di kalangan anak-anak dan remaja, diperlukan inovasi dalam mengolah tempe menjadi produk makanan yang lebih menarik dan praktis. Salah satu olahan yang berpotensi adalah pie tempe dengan isian utama tempe. Dengan adanya olahan produk makanan pie tempe yang kaya akan protein, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat akan asupan protein yang cukup, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai manfaat tempe sebagai sumber protein nabati yang baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk penelitian yang valid melalui proses atau langkah yang dilakukan secara berulang-ulang seperti pengujian di lapangan, revisi produk, hingga akhirnya menghasilkan produk yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pembuatan PIRO'S dengan melalui uji coba resep produk acuan, uji coba resep produk pengembangan, uji validasi produk oleh expert, uji tingkat kesukaan produk dengan panelis skala terbatas, serta melalui tahap disseminate dimana produk diujikan kepada masyarakat umum melalui pameran dan artikel ilmiah. Berdasarkan hasil rekap data uji secara berturut-turut yaitu pada tahap define resep acuan 1 (R1), tahap design dinyatakan bahwa formula 3 dan 2 terpilih menjadi produk pengembangan kulit dan isian pie, tahap develop menunjukkan bahwa nilai rerata dari resep acuan dan resep pengembangan tidak memiliki perbedaan yang cukup signifikan, tahap disseminate uji sensoris aroma, rasa, dan tekstur memiliki hasil < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan untuk warna dan keseluruhan memiliki hasil p-value > 0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan signifikan. Berdasarkan penelitian PIRO'S Pie Rogut Tempe Sayur dengan presentase kulit pie 30% dan isian pie 40% terpilih sebagai produk pengembangan dengan inovasi tempe yang kaya akan protein dan kemasan produk terpilih yaitu kemasan plastik OPP sebagai kemasan primer dan box kemasan sushi sebagai kemasan sekunder dengan harga jual 4.800/pcs
ASTUTI KERAJINAN BAMBU JOGJA: ALTERNATIF STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA
Industri kreatif kini menjadi salah satu sektor yang terus berkembang dalam perekonomian global saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi alternatif pengembangan industri kreatif sektor kerajinan bambu. Penelitian ini memanfaatkan data yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan pihak terkait atau pakar di bidangnya, serta observasi yang kemudian dianalisis menggunakan Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), dan analisis SWOT. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa analisis internal industri berada dalam posisi yang kuat, dengan kekuatan yang memiliki total nilai 14,25, dibandingkan dengan kelemahan yang bernilai 11,33. Analisis eksternal juga menunjukkan posisi kuat dengan nilai total peluang 16,50 dan ancaman 13,67. Berdasarkan nilai Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) dapat diperoleh titik koordinat IFE (2,92) dan EFE (2,83), sehingga titik diagonal berada pada kuadran I. Posisi ini tergolong sangat menguntungkan bagi industri kreatif
INOVASI PRODUK WONTON TEMPE SEBAGAI ALTERNATIF JAJANAN KEKINIAN YANG MENYEHATKAN BAGI KALANGAN GENERASI Z
Wonton adalah salah satu makanan khas China berupa pangsit yang diisi dengan campuran daging, sayuran dan bumbu-bumbu lainnya, serta disajikan dengan saus khusus. Wonton Tempe merupakan salah satu inovasi produk Wonton yang isiannya disubstitusi dengan tempe kedelai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan mengenai bagaimana inovasi produk wonton yang disubstitusi dengan tempe dapat berpotensi menjadi alternatif jajanan kekinian yang menyehatkan bagi Generasi Z. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah dengan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahap awal adalah tahap define, yaitu dilakukan dengan menentukan resep acuan yang didasarkan pada uji sensoris dan kemudian dilakukan tahap design, yaitu tahap mengembangkan resep acuan terpilih untuk menghasillkan produk pengembangan yang sudah disubstitusi dengan tempe. Tahapan selanjutnya adalah tahap develop, yaitu tahap untuk menghasilkan resep Wonton Tempe terbaik berdasarkan uji sensoris lebih lanjut. Kemudian dilakukan tahap disseminate, yang mana dalam tahap ini dilakukan dengan melibatkan sekitar 50 panelis lebih yang rata-rata termasuk kedalam generasi Z untuk menguji produk acuan dan produk pengembangan yang telah dihasilkan sehingga dapat diketahui tingkat kesukaan konsumen terhadap produk. Penelitian ini menunjukkan hasil yang signifikan terhadap tingkat kesukaan masyarakat terhadap Wonton Tempe. Analisis statistik data menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,001) antara produk acuan dan produk pengembangan berdasarkan uji sensoris. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa produk Wonton Tempe berpotensi menjadi alternatif produk jajanan kekinian di kalangan generasi Z yang menyehatkan
BEAN CRUNCH: CAMILAN SUMBER SERAT BEBAS GLUTEN DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KACANG KACANG MERAH UNTUK REMAJA
Bean Crunch merupakan produk camilan bebas gluten dari tepung kacang merah dan tepung mocaf sebagai solusi permasalahan gizi kurang seimbang pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menemukan resep produk Bean Crunch, (2) Menentukan kemasan yang sesuai untuk produk Bean Crunch hasil pengembangan, (3) Mengetahui tingkat kesukaan terhadap produk pengembangan Bean Crunch, (4) Menghitung harga jual dan BEP (Break-Even Point) produk pengembangan Bean Crunch, dan (5) Menentukan rancangan Business Model Canvas (BMC) dari produk Bean Crunch. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Hasil uji sensoris dengan 90 panelis tidak terlatih menunjukkan bahwa Bean Crunch dengan substitusi tepung kacang merah sebanyak 60% memiliki nilai sensoris tertinggi dan lebih disukai dibandingkan produk acuan, khususnya pada aspek rasa dan kerenyahan. Kemasan produk ini menggunakan kemasan primer plastik seal doff transparan dengan ukuran 5,5 x 8,5 cm dan kemasan sekunder menggunakan toples persegi panjang nomor 397 berukuran 11,5 x 6 x 7 cm. Harga jual produk Bean Crunch sebesar Rp19.500/pcs dengan BEP sebanyak 600 unit per bulan. Berdasarkan hasil analisis Business Model Canvas, Bean Crunch berpotensi menjadi alternatif camilan sehat remaja yang praktis dan bergizi
BREAD PUDDING SUBSTITUSI UBI JALAR (Ipomea Batatas L) CILEMBU SEBAGAI DESSERT BERSERAT UNTUK GENERASI Z
Bread Pudding merupakan jenis dessert atau makanan penutup yang dibuat dengan bahan dasar potongan roti, dan dituang dengan adonan custard yang terdiri dari campuran susu, krim dan telur. Cilembu Bread Pudding merupakan dessert berserat bernilai gizi lebih karena substitusi ubi cilembu pada bahan dasar roti. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menemukan resep produk Cilembu Bread Pudding, 2) menentukan kemasan produk Cilembu Bread Pudding, 3) mengetahui daya terima masyarakat terhadap produk Cilembu Bread Pudding, 4) Menentukan harga jual dan BEP produk Cilembu Bread Pudding. Metode penelitian yang digunakan dalam produk ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4D, yakni tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Pembuatan Cilembu Bread Pudding melalui tahapan uji coba resep produk acuan, uji coba resep produk pengembangan, uji validasi produk oleh para ahli, uji tingkat kesukaan produk dengan panelis skala terbatas, serta didiseminasikan kepada masyarakat melalui pameran. Analisis data diperoleh dari uji sensoris dengan 80 orang panelis lalu diuji menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui adanya tingkat perbedaan daya terima antara produk acuan dan produk pengembangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1) resep produk Cilembu Bread Pudding yang tepat dengan substitusi ubi cilembu 30%, 2) kemasan produk menggunakan kemasan primer alumunium foil 10x10x4 cm disertai penutup dan plastik opp 10x10 cm sebagai kemasan sekunder. 3) daya terima masyarakat terhadap produk Cilembu Bread Pudding ditunjukkan dengan penilaian uji sensoris dan hasil analisis uji paired t-test. Nilai p-value dari aspek warna, aroma, rasa, tekstur, kemasan dan keseluruhan secara berturut-turut bernilai 0,002; <0,001; 0,004; 0,021; 0,004; dan 0,004; dimana seluruhnya bernilai < α = 0,05 (kurang dari alpha) menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap cilembu bread pudding lebih tinggi dibandingkan bread pudding biasa