UNY Journal (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
20087 research outputs found
Sort by
Efisiensi Eksternal Program Pendidikan Keterampilan Luar Sekolah pada Sentra Industri Kecil dan Kerajinan Konveksi di Tulungagung
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkap tingkat efisiensi eksternal program pendidikan keterampilan luar sekolah yang diselenggarakan dalam bentuk kursus, yaitu kursus di lembaga Kursus Latihan Kerja (KLK) dan kursus di perusahaan. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan yang bekerja pada Sentra Industri Kecil dan Kerajinan Konveksi yang berjumlah 5.475 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan multi stage random sampling. Besamya sampel 384 orang. Untuk mengumpulkan data digunakan metode dokumentasi, kuesioner, dan wavvancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, analisis varian , uji-t, analisis regresi sederhana, regresi ganda dan analisis rate of return. Hasil penelitian menyimpukan bahwa efisiensi eksternal program kursus di perusahaan sebesar 43,24%, lebih tinggi dibanding efisiensi eksternal program kursus di KLK sebesar 11,00%. Ini berarti bahwa secara ekonomis penyelenggaraan program kursus di perusahaan lebih efisien dibanding penyelenggaraan program kursus di KLK
Studi Kasus: Evaluasi Pelaksanaan Program Takesra dan Kukesra pada Masyarakat Non-IDT di Desa Dempet
Peneiitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Takesra dan Kukesra dalam peningkatan penanggulangan kemiskinan pada masyarakat desa non-EDT di desa DempeL Untuk menemukan komponen dan atau aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian. Sebagai bahan informasi perbaikan bagi pelaksana dan pengembang Program Takukesra (Tabungan Kredit Usaha Keluarga Sejahtera), berkaitan dengan: pengelolaan kegiatan kelompok Takukesra, pelaksanaan monitoring program, perkembangan kegiatan menabung, meminjam, menggunakan kredit, mengembalikan kredit dan membina kelompok usaha ekonomi produktif, dan kemampuan program dalam peningkatan penanggulangan kemiskinan di desa DempeL Peneiitian evaiuasi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi peneiitian berada di desa DempeL Subyek peneiitian adalah PLKB, KPP, Kepala Desa, PPKBD, sub PPKBD, dan peserta kelompok Takukesra desa Dempet diambil secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis deskriptif dilakukan dengan cara membandingkan kenyataan pelaksanaan Program Takukesra di lapangan dengan program yang seharusnya di laksanakan sebagai kriteria Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Program Takukesra di desa Dempet selama ini, belum dunanfaatkan oleh sebagian besar penduduk. Terlihat dari keluarga Pra KS 1.183 KK (69,96%) dan KS I 148 KK (8,75%), yang baru menjadi peserta Takesra dari Pra KS 1.062 KK dan KS 172 KK Peserta Kukesra 693 KK dari keluarga Pra KS. Pengelolaan kegiatan program Takukesra meliputi: pengorganisasian, pemantauan kegiatan usaha kelompok sasaran Takukesra dinyatakan rendah (27,77%). Sikap dan perilaku mereka yang terlibat, untuk petugas KPP dinyatakan tinggi (100%), PLKB dinyatakan sedang (72,22%), Kepala Desa, PPKBD, dan Sub PPKBD dinyatakan sedang (71,40%), dan peserta Takukesra dinyatakan sangat rendah (36,84%). Pemantauan kegiatan kelompok Takukesra dilaksanakan oleh BKKBN dan BNI dari tingkat desa sampai tingkat pusaL Monitoring masih terbatas pada sirkulasi keuangan, belum sampai pada kegiatan usaha ekonomi produktif peserta. Perkembangan kegiatan kelompok mengalami penuninan dan kenaikan, sebagian besar peserta Takesra tennasuk penabung pasif dan belum memanfaatkan Kukesra. Kemampuan program Takukesra dalam penanggulangan kemiskinan di desa Dempet, belum berhasU, dan dinyatakan rendah (0,00%). Terlihat ada peningkatan keluarga miskin 1,02% dari 68,94% (1996-1997) menjadi 69,96% (1998-1999), juga belum ada kemandirian dalam usaha ekonomi produktif dan masih dilakukan secara perorangan
Gaya Hidup Wanita Tinjauan dari Status Gizi dan Pekerjaan
Penelitian ini bertujuan menemukan gambaran umum gaya hidup wanita terutama yang diperlukan untuk mencegah penyakit jantung. Gaya hidup tersebut meliputi perilaku pengendalian stres, aktivitas fisik, dan pengaturan makan. Lebih lanjut penelitian ini bermaksud ingin mengetahui perbedaan gaya hidup antara: 1) wanita yang memiliki status gizi kurus sehat, ideal, dan gemuk sehat, 2) wanita yang bekerja sebagai PNS, swasta, dan IRT, dan 3) wanita yang memiliki status ekonomi sedang dan tinggi. Populasi penelitian ini adalah wanita usia 30 th. - 50 th. yang berdomisili di kabupaten Sleman. Sampel diambil secara bertahap menggunakan teknik multiple stage area, stratified, dan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dengan kuota 270 responden. Selanjutnya data dianalisis menggunakan anava satu jalur dan post hoc anava menggunakan prosedur Duncan's Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan gambaran umum gaya hidup wanita cukup baik dengan persentase skor terbesar (59,3%) pada kategoii berpeluang kecil mendapat penyakit jantung. Analisis varians menemukan ada perbedaan gaya hidup antara wanita yang memiliki status gizi kurus sehat, ideal, dan gemuk sehat dengan F ratio 16,47. Tidak ada perbedaan gaya hidup antara wanita yang bekerja sebagai PNS, swasta, dan IRT dengan F ratio 2,70. Ada perbedaan gaya hidup antara wanita yang memiliki status ekonomi sedang dan tinggi dengan F ratio 4,06
Evaluasi Sistem Penjurusan Siswa SMU
Penelitian evaluasi ini bertujuan untuk mengungkap masalah pelaksanaan penjurusan siswa SMU tahun ajaran 1996/1997, yang meliputi: (1) upaya sekolah dalam memenuhi data pribadi siswa untuk kepentingan penjurusan; (2) peran pelaksana dalam pelaksanaan penjurusan siswa; (3) peran Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan penjurusan siswa; (4) tingkat kebaikan proses penjurusan siswa; (5) kehandalan prestasi belajar dipakai sebagai salah satu dasar penjurusan siswa; (6) pencapaian prestasi belajar siswa setelah penjurusan; (7) tingkat kepuasan siswa terhadap hasil penjurusan; dan (8) keefektifan proses pelaksanaan penjurusan siswa SMU tahun ajaran 1996/1997. Hasil evaluasi pelaksanaan penjurusan siswa SMU tahun ajaran 1996/1997 menunjukkan, bahwa: (1) upaya sekolah dalam memenuhi data pribadi siswa untuk kepentingan penjurusan dalam kategori cukup baik; (2) peran pelaksana penjurusan dalam kategori baik; (3) peran Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab penjurusan dalam kategori cukup baik; (4) proses pelaksanaan penjurusan dalam kategori cukup baik; (5) prestasi belajar siswa termasuk handal dipakai sebagai salah satu dasar penjurusan; sumbangan efektif prestasi belajar siswa sebagai prediktor penjurusan sebesar 23,65%; (6) prestasi belajar siswa setelah penjurusan tenyata lebih baik dan pada sebelum penjurusan; (7) sebagian besar siswa (92 %) merasa minimal cukup puas terhadap hasil penjurusan; dan (8) keefektifan proses pelaksanaan penjurusan siswa SMU tahun ajaran 1996/1997 berhasil secara efektif. Meskipun pelaksanaan penjurusan siswa SMU tahun ajaran 1996/1997 berhasil secara efektif, namun dalam hal tertentu masih perlu upaya peningkatan dari semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan penjurusan terutama dalam komponen/sub-komponen yang belum mencapai kategori baik. Prestasi belajar siswa sebagai prediktor penjurusan meskipun sudah dianggap handal, namun sumbangan efektifnya baru 23,65%. Jadi, untuk meningkatkan kehandalan prediktor penjurusan, perlu menggunakan sumber data siswa khususnya tes bakat dan tes minat dan SMU tidak hanya terpusat pada tradisi mengandalkan data dari tes hasil belajar siswa saja. Di samping itu, dalam menempatkan siswa ke jurusan tertentu diusahakan sesuai dengan kecenderungan kemampuan siswa, serta menghindari sistem kuota
Kualitas Keterampilan Pekerja Industri Kecil (Kasus di Sentra Industri Kecil Logam)
Sektor industri kecil, terutama logam, saat ini memerlukan pemberdayaan (empowerment) pada aspek substansial, yaitu peningkatan kualitas sumber daya mamisia, terutama peningkatan kualitas keterampilan kerja. Upaya ini akan memberikan sumbangan yang besar terhadap peningkatan kualitas produk industri kecil, yang sementara ini banyak ditengarai berkualitas rendah. Salah satu hal yang dapat diupayakan adalah mengintensifkan pelaksanaan pelatihan kerja, baik dalam bentuk on the job training (OJT), maupun pemagangan (apprentice training) bagi para pekerja industri kecil. Hal ini mendesak untuk dilakukan karena pelaksanaan pelatihan kerja dan sejenisnya, saat ini tidak intensif dan sistematis serta terkesan parsial, sehingga kurang memberikan konstribusi secara kongkrit terhadap peningkatan kualitas keterampilan kerja. Dengan upaya ini maka kinerja industri kecil, terutama logam, tidak lagi berciri padat karya (labor intensive), tetapi secara perlahan bergeser ke arah padat keterampilan/keahlian (skill intensive)
PEMBERIAN RANGKUMAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
One factorthat can influence learning achievement is the quality ofthe teaching-learning process designed by the teacher and implemented in class. To improve that quality, the teacher should increase students' active involvement in th,at process. One way to encourage students to be actively involved in it is providing them with a resume. The fimction ofaresume provided as a strategy oforganizing the teaching is to provide briefstatements about the main ideas ofthe contents ofthe teaching material being learned, together with easily remembered examples to refer to. The facts show that very many students are still low in level in their learning achievement. One strategy to remedy the situation is providing a resume. Four important points to consider in providing a resume in the teaching-learning process are information processing, cognitive structure, schemata, and the process ofmemorization. The resume will cause the contents ofthe teaching material to become more immediately meaningful to students. The main ideas slated in the resume can more easily guide students to the contents to be learned. In applying the concept of meaningful learning, cognitive structure and items of new knowledge play very important parts. Cognitive structure refers to all Imowledge already possessed by students as a result ofpast learning activity while items ofnew knowledge refer to those being learned by students. Key words: resume, teaching, learning proces
KOMUNIKASI EFEKTIF DAN FAKTOR PENENTU EFEKTIVITAS PERSUASI
Abstract Learning process is persuasive communication process. The effectiveness of persuasive depends on several factors such as the persuader, message, media, persuade. In learning process, the effectiveness depends on the credibility of the lecturer, quality of the learning material and the quality of media using. These factors could be predictors for the students' learning achievement. This article is based on the research about the factors that influence the effectiveness of learning communication. Based on the survey research and quantitative data analysis, it was found that the factors, which influence the learning achievement, are the intellectual qualities that have already had by the students and the quality of the teaching materials. The credibility of the lecturers and the quality of the learning media utilizing influence learning achievement are only for the students who have low achievement and low learning motivation in class. Keywords: learning, communication, persuasion, effectiveness, predicto