UNY Journal (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
20087 research outputs found
Sort by
Development of ARSA (Augmented Reality Struktur Atom) Based on Android as an Independent Learning Resource for High School Students
This research aims to determine the characteristics, feasibility, and student responses to the Android-based ARSA as an independent learning resource for high school/Islamic high school (SMA/MA) students. The research method used is a mixed-methods approach with an exploratory sequential design. The data obtained includes qualitative descriptive data in the needs analysis, expert validation test, and peer reviewer feasibility test. For the feasibility test by reviewers and the student response test, qualitative data were converted into quantitative data using a Likert scale and then analyzed using ideal conversion guidelines to determine the feasibility of the product in each aspect and overall. The research results show that the ARSA learning resource has the following characteristics: it features interactive 3D visualizations of atomic models, can be used without an internet connection, and serves as an independent learning resource for SMA/MA students. The ARSA learning resource was declared feasible for use after adjustments were made based on comments/suggestions from prospective teachers as peer reviewers and chemistry teachers as reviewers. It was also declared suitable for use by students
Analysis of Student Self-Regulation in Differentiated Learning with Atomic Model Material: A Case Study of Junior High School Students
Differentiated learning is one of the learning strategies that can be applied to the Kurikulum Merdeka. This approach is expected to maximize individual progress and create a more positive learning experience. This research aims to determine the profile of students' self-regulation and its relationship to the application of a differentiated learning approach. There were 135 research subjects obtained through a purposive sampling technique with the criteria being that students received learning using a differentiated approach to atomic material models. Data collection used research instruments adapted from the Learning and Study Strategies Inventory (LASSI) to measure students' self-regulation, as well as formative assessment scores to determine the scores resulting from the differentiated approach to atomic material models. Based on descriptive analysis and correlation tests using Pearson's product-moment correlation analysis techniques, the results showed that there was no significant positive relationship between the application of a differentiated approach to student self-regulation (p > 0.05 and r = 0.012). However, the self-regulation variable shows a score in the quite good category of 6.67% and the good category of 93.33%. This shows that students' self-regulation profiles tend to be at a good level
Building Students' Critical Thinking Abilities Through Project Based Learning Models on Energy Transformation Material
The research examined the issue of low critical thinking skills of students in Natural and Social Sciences (IPAS), which is linked to their low engagement and involvement in learning activities. The study aimed to assess the effect of the Project-Based Learning model on improving students' critical thinking skills, particularly in the context of energy transformation topics. The research used a Quasi-Experimental Design, by following the Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. The population were all students at SDN Dukuh Menanggal 1 Surabaya for the 2023/2024 school year. Sample selection technique used a purposive sampling, which selected 30 students from class IV-A and 30 students from class IV-B. The research showed that the post-test scores in the experimental class were higher, with an average score of 87.4. Meanwhile, the control class obtained a score of 71.9. Inferential analysis was conducted using SPSS 26 to test for normality, homogeneity, and hypotheses. The normality and homogeneity tests indicated that the distributions of both classes are normal and homogeneous. Based on the hypothesis test using the Independent Sample T-test, a significance level of 0.000 was obtained, which means that the Project-Based Learning model has a significant effect on developing students' critical thinking abilities in IPAS on the topic of energy transformation
Pemikiran futurulogis kejawen dalam Jangka Jayabaya
Kediri Kingdom is very well-known in our national history. So that its influence to nowadays life as a reference for common people to respond contemporary phenomena. Sometimes, the marginal, poor and in vain people memorize the winning times of Kediri Kingdom. The myth of ratu adil represents by Prabu Jayabaya is so sound in Javanese thought. Prabu Jayabaya's predictions often become reference to analyze contemporary situations. When there is a riot, people refer to Jayabayas prediction without observing whether the prediction is right from Jayabaya or not. At certain times, Jayabayas grave in Mamenang, Kediri, often visited by people with various aims. Those people believe that Prabu Jayabaya is able to understand their grief. They, even, ask for his pray in order to make their wishes come true
ANALISIS KESIAPAN KERJA MAHASISWA VOKASIONAL MENGHADAPI ERA INDUSTRI 5.0
Pendidikan vokasional adalah pendidikan yang mempersiapkan lulusannya untuk segera bekerja. Namun, lulusan pendidikan vokasional menjadi lulusan penyumbang tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia, dikarenakan banyak lulusan yang belum siap kerja. Mahasiswa Program Studi Pendidikan teknik Otomotif sebagai satu di antara program pendidikan vokasional juga menghadapi masalah yang sama. Mahasiswa Program Studi Pendidikan teknik Otomotif seharusnya dapat bekerja sebagai guru produktif, praktisi industri, dan berwirausaha. Tingginya tingkat pengangguran dapat disebabkan oleh belum terukurnya secara berkala tingkat kesiapan kerja mahasiswa. Di sisi lain, pengukuran yang dilakukan tidak mengikuti dengan perkembangan dunia kerja seperti Industri 5.0. Tujuan penelitian ini adalah untuk analisis tingkat kesiapan kerja mahasiswa dalam menghadapi era Industri 5.0 pada mahasiswa Program Studi Pendidikan teknik Otomotif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diperkuat dengan studi literatur. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dengan tahapan awal membuat distribusi frekuensi dan menentukan kategori kecenderungan data. Kesiapan kerja mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif pada penelitian ini diukur melalui aspek keterampilan teknis bidang otomotif, keterampilan digital pendidik, dan budaya kerja. Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukan tingkat kesiapan kerja mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif memiliki kecenderungan dalam kategori Siap
KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakesiapan kerja siswa kelas XII SMK dan mengidentikifikasi hal-halyang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK dilihat dariaspek-aspek kesiapan kerja, yaitu aspek bekerja sama, tanggungjawab, bersikap kritis, mampu beradaptasi, melakukan pertimbanganlogis, memiliki ambisi, keterampilan, ilmu pengetahuan,pemahaman, dan atribut kepribadian. Penelitian ini menggunakanmetode kuantitatif deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukandengan cara membagikan kuesioner kepada siswa kelas XII SMKN3 Bogor Kompetensi Keahlian Tata Busana. Hasil kesiapan kerjasiswa kelas XII SMK Kompetensi Keahlian Tata Busanaberdasarkan seluruh aspek berada dalam kategori "Sangat Tinggi"yaitu sebesar 84%, Hasil menunjukkan hampir seluruh aspekkesiapan kerja berada pada kategori "Sangat Tinggi". Aspek tertinggiyaitu aspek Bekerja sama pada kategori "Sangat Tinggi" sebesar91%. Namun pada aspek terendah yaitu aspek keterampilan masihberada pada kategori "Tinggi" sebesar 69%. Memiliki kemampuanbekerja sama, bertanggung jawab, bersikap kritis, mampuberadaptasi, dapat melakukan pertimbangan logis, memiliki ambisi,memiliki ilmu pengetahuan dan pengalaman serta atribut kepribadiantelah dimiliki siswa dengan sangat baik untuk kesiapan kerja, namununtuk aspek keterampilan siswa seperti keterampilan dalam bidangkeahlian dan keterampilan manajerial masih harus ditingkatkan
PENGEMBANGAN BISCOTTI BERBAHAN DASAR TEMPE SEBAGAI SNACK SEHAT UNTUK SEMUA KALANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menemukan resep Biscotti Tempe, (2)mengetahui daya terima masyarakat terhadap produk Biscotti Tempe, serta(3) mengetahui formula, penyajian, dan pengemasan. Jenis penelitian yangdigunakan dalam produk ini adalah R&D (Research and Development) 4Dyang mencakup: (1) Define, yaitu analisis resep, (2) Design, yaitu merancangresep baru, (3) Develop, yaitu validasi I, evaluasi produk, dan validasi II, serta(4) Disseminate, yaitu penyebaran dan mengetahui tingkat kesukaanmasyarakat. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februarihingga Mei 2024 di Laboratorium Prodi Pendidikan Tata Boga, DepartemenPendidikan Tata Boga dan Busana, Fakultas Teknik Universitas NegeriYogyakarta. Bahan yang diujikan berupa sampel masing-masing produk,dengan alat yang digunakan berupa borang validasi, borang uji sensorispanelis semi terlatih, dan borang uji kesukaan pameran. Uji validasidilakukan oleh 2 expert penguji yaitu dosen, sedangkan uji panelis semiterlatih dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih, dan uji kesukaan pameranoleh 60 panelis tidak terlatih. Metode analisis data yang digunakan adalahanalisis deskriptif kualitatif dan analisis uji-T
UKURAN STANDAR KEBAYA PENGANTIN DI JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil ukuran standar lingkar,ukuran lebar, dan ukuran panjang kebaya pengantin pada sanggar busana diJakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahpenelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan metode pengumpulandata yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknikanalisis data yang digunakan penelitian ini berdasarkan penelitian kualitafifpada umumnya yakni : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, danverifikasi data. Instrumen penelitian ini adalah hasil dari wawancara 5sanggar kebaya pengantin yang menyewakan kebaya pengantin Seperti : (A)Munifah Attire ; (B) Micca Brides; (C) Diamond Wedding; (D) SistaWedding ; dan (E) Anggun Busana. Hasil penelitian menunjukkan bahwaukuran lingkar, ukuran lebar, dan ukuran panjang kebaya pengantin pada 5sanggar di Jakarta memiliki standar ukuran ya ng sama yakni S, M, dan Lnamun memiliki sedikit perbedaan pada 10 ukuran kebaya, termasuk 5 ukuranlingkar, 3 ukuran lebar, dan 2 ukuran panjang. Saran penelitian ini untuksanggar kebaya adalah menyediakan custom ukuran kebaya sehingga dapatmenjangkau lebih banyak klien dan saran untuk peneliti selanjutnya adalahmenggunakan lebih banyak ukuran standar kebaya, karena penelitian inihanya menggunakan 10 ukuran saja
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN KERJA DI DUNIA INDUSTRI FASHION
Tujuan penulisan ini ialah untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang memberi pengaruh persiapan kerja siswa kelas XII industri fashion di SMKN 4 Yogyakarta. Permasalahan penulisannya ialah sebagai berikut: Apa saja faktor internal yang memberi dampak persiapan kerja di industri fashion? 2) Apa saja faktor eksternal yang memberi dampak tingkat persiapan kerja pada industri fashion? Jenis penulisan deskriptif kuantitatif. Untuk memastikan reliabilitas dan validitas uji coba, 32 murid dilibatkan. Teknik pengambilan sampel acak langsung dengan rumus Slovin digunakan untuk memilih sampel sebanyak 50 murid untuk penulisan ini. Kuesioner diterapkan untuk perolehan data. Alfa Cronbach digunakan dalam pengujian instrumen. Uji validitas aspek-aspek yang memberi dampak persiapan kerja menghasilkan 22 item valid dan 3 item tidak valid, dengan nilai reliabilitas sebesar 0,832. Rata-rata, median, modus, dan simpangan baku dihitung dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dalam teknik analisis data. Temuan penulisan menunjukkan bahwa aspek-aspek yang memberi dampak persiapan kerja di industri fashion relatif cukup (80%). 1) minat, motivasi, sikap, dan disposisi ialah faktor internal yang memberi dampak persiapan kerja di industri fashion, masuk dalam kategori sedang hingga relatif (56%); 2) Lingkungan keluarga, situasi teman sebaya, dan kondisi masyarakat sekitar ialah faktor eksternal yang memberi dampak persiapan kerja pada industri fashion dengan kategori relatif cukup (64%). Aspek-aspek yang memberi dampak persiapan kerja tergolong cukup sesuai dengan temuan penulisan in
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR DASAR-DASAR PROGRAM KEAHLIAN PADA SISWA KELAS X DI SMK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar terhadap hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan sampel penelitian sebanyak 59 responden dengan menggunakan Teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Uji coba instrumen menggunakan 20 responden. Uji coba validitas menggunakan rumus korelasi product moment dan reliabilitas menggunkan rumus cronbach's alpha. Teknik analisis data menggunakan analisis stastistik deskriptif dan analisis korelasi product moment yang didahului dengan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan uji linieritas. Motivasi belajar termasuk dalam kategori tinggi dengan presentase 53%. Hasil belajar termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan presentase 76%. Nilai korelasi produk moment didapatkan rhitung = 0,643> rtabel = 0,256 dan nilai koefisien determinan didapat hasil hasil bahwa 0,413 yang berarti variable motivasi menyumbangkan sebanyak 41,3% terhadap hasil belaja