UNY Journal (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
20087 research outputs found
Sort by
SEMAR MENDEM DENGAN SUBTITUSI PURE TEMPE DAN ABON TEMPE SEBAGAI CAMILAN TRADISIONAL YANG KAYA AKAN PROTEIN NABATI
Makanan tradisional memiliki potensi besar dalam industri pariwisata. Semar mendem merupakan makanan khas yang berasal dari Yogyakarta yang mana DIY adalah provinsi yang banyak dikunjungi wisatawan. Dua hal yang terkait ini jika dimaksimalkan dalam pengolahannya dapat menghasilkan potensi yang baik. Tujuan dari penelitian ini diadakan untuk menemukan resep semar mendem dengan subtitusi pure tempe dan abon tempe, mengetahui konsentrasi terbaik dari resep semar mendem, Menentukan daya terima masyarakat umum terhadap produk semar mendem abon tempe. Tahapan pada penelitian ini ada empat yaitu tahap define untuk menemukan resep acuan semar mendem abon tempe, tahap design sebagai tahap untuk menemukan subtitusi pure tempe dan abon tempe terbaik pada semar mendem sebanyak 20%, 30% dan 40%, Tahap development yaitu tahap untuk uji validasi kepada dosen pembimbing dan panelis dosen ahli atau tenaga ahli, Untuk tahap terakhir yaitu Tahap disseminate dilakukan uji organoleptik produk kepada 50 panelis tidak terlatih (masyarakat umum). Berdasarkan hasil uji organoleptik diperoleh juga nilai rata-rata organoleptik produk acuan sebesar 4.4 dan produk pengembang 4.6 maka, dapat disimpulkan bahwa produk semar mendem abon tempe diterima oleh masyarakat sebagai camilan tradisional yang kaya akan protein nabati
PENGARUH PENGETAHUAN K3LH TERHADAP HASIL BELAJAR DASAR-DASAR KULINER DI KELAS X SMK
Penelitian ini untuk mencari tahu 1) tingkat pengetahuan K3LH Kelas X di SMK Negeri 1 Sewon Yogyakarta, 2) hasil belajar pada Dasar-Dasar Kuliner Kelas X di SMK Negeri 1 Sewon Yogyakarta, dan 3) pengaruh pengetahuan K3LH terhadap hasil belajar Dasar-Dasar Kuliner Kelas X di SMK Negeri 1 Sewon Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha dengan nilai koefisien 0,955, hasil uji validitas data menunjukan ada satu item yang dianggap tidak valid. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) tingkat pengetahuan K3LH siswa kelas X SMK Negeri 1 Sewon Bantul Yogyakarta sebagian besar dalam kategori tinggi dengan jumlah persentase yang diperoleh sebesar 60%; 2) Hasil belajar pada mata pelajaran dasar-dasar kuliner siswa kelas X SMK Negeri 1 Sewon Bantul Yogyakarta dalam kategori kompeten dengan jumlah persentase yang diperoleh sebesar 85%; dan 3) ada pengaruh positif dan signifikan pengetahuan K3LH terhadap hasil belajar dasar-dasar kuliner siswa kelas X SMK Negeri 1 Sewon Bantul Yogyakarta, dengan nilai r hitung (0,359) > r tabel (0,222), dan nilai determinan (ð‘… ) sebesar 0,129, 2 sedangkan sisanya 87,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini
DAMPAK FAST FASHION TERHADAP PENCEMARAN ALAM
Saat ini zaman makin modern, Masyarakat mudah mengakses media sosial sehingga banyak masyarakat yang memberi tuntutan akan kebutuhan fashion di media sosial secara terus menerus. Seperti banyaknya influencer atau selebriti terkenal mengupload video di sosial media tentang gaya berpakaian mereka yang didapat dari desaigner terkenal namun fans atau para pengikut mereka menginginkan pakaian seperti idolanya dengan versi murah. Hal ini membuat Masyarakat tidak ingin ketinggalan zaman dan ingin tampil trendy. Setelah trend fashion terbaru muncul banyak brand yang ingin menirukan model fashion yang sedang hits, seperti H&M, Zara dan Urban&co, mereka selalu mengeluarkan produk baru setiap bulannya dan memproduksi dalam jumlah besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media sosial dalam menayangkan trend fashion dan mudahnya barang yang sepi peminat menjadi sampah yang sulit didaur ulang. Eneleitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan studi Pustaka. Masalah yang timbul dari industry fast fashion adalah tercemarnya air dan limbah yang sulit terurai. Industri fashion menjadi pemasok besar dalam pemanasan global. Proses produksi fast fashion seringkali menggunakan bahan kimia sehingga pada saat limbah produksi dibuang itu sangat beracun bagi lingkungan seperti Sungai yang akan tercemar hingga aliran Sungai tersebut ke laut dan akan mengganggu ekosistem makhluk hidup yang ada
ANALISIS PENGGUNAAN BAHAN PANGAN LOKAL UMBI-UMBIAN PADA PEMBUATAN COOKIES
Salah satu upaya untuk meningkatkan penggunaan bahan pangan lokal umbi-umbian, agar tetap dikonsumsi dan digunakan sebagai bahan baku pada pembuatan cookies. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan bahan pangan lokal umbi-umbian pada pembuatan cookies, dan bagaimana penggunaan bahan pangan lokal umbi-umbian pada pembuatan cookies dilihat dari indikator pengetahuan, sikap dan praktik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh, dimana semua populasi dalam penelitian ini dijadikan sampel. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Uji validitas menggunakan rumus korelasi Product Moment dengan hasil semua instrument dinyatakan valid dan uji reliabelitas dengan rumus Alpha Cronbach's diperoleh hasil 0,913 dinyatakan reliabel. Hasil penelitian diperoleh bahwa: Penggunaan bahan pangan lokal umbi-umbian pada pembuatan cookies secara keseluruhan menunjukkan hasil 80,95% menggunakan bahan pangan lokal umbi-umbian pada pembuatan cookies saat praktik boga. Pengetahuan penggunaan bahan pangan lokal umbi-umbian pada pembuatan cookies menunjukkan 61,90%, mahasiswa kurang memahami pengetahuan umbi-umbian khususnya dalam hal gizi dan manfaat bahan pangan lokal umbi-umbian. Sikap penggunaan bahan pangan lokal umbi-umbian pada pembuata cookies menunjukkan85,71%, mahasiswa cukup baik dalam memilih bahan pangan lokal umbi-umbian yang akan digunakan dalam pengolahan cookies. Mahasiswa juga mampu memilih umbi-umbian dilihat dari warna, bentuk, tekstur, dan aroma umbi-umbian. Praktik penggunaan bahan pangan lokal umbi-umbian pada pembuatan cookies menunjukkan 80,95%, mahasiswa cukup baik dalam mengolah bahan pangan lokal umbi-umbian menjadi produk cookies yang baik dengan kreatif dan inovatif
CHIPEE (MOCHI TEMPE) COKELAT DENGAN SUBSTITUSI TEMPE SEBAGAI MAKANAN PENUTUP YANG SEHAT UNTUK GENERASI Z
Penelitian ini bertujuan untuk 1) menemukan resep produk Chipee (Mochi Tempe), 2) menemukan kemasan produk Chipee (Mochi Tempe), 3) mengetahui daya terima masyarakat terhadap produk Chipee (Mochi Tempe). Metode penelitian yang digunakan dalam produk Chipee (Mochi Tempe) adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4D yang terdiri dari 4 tahap yaitu 1) define menemukan resep terbaik dari 3 resep acuan, 2) design membuat 3 resep substitusi puree tempe dari resep acuan untuk menemukan persentase substitusi terbaik, 3) develop melakukan uji validasi resep acuan dan pengembangan oleh validator berpengalaman, 4) disseminate menyebarkan produk ke masyarakat untuk mengetahui tingkat penerimaan produk. Analisis data diperoleh dari 50 orang panelis tidak berpengalaman kemudian diuji paired t-test agar mengetahui tingkat perbedaan daya terima antara produk acuan dan pengembangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: 1) resep produk Chipee (Mochi Tempe) dengan substitusi puree tempe yang tepat adalah sebanyak 25%, 2) kemasan produk menggunakan plastik OPP ukuran 10x7 cm sebagai kemasan primer dan paper box ukuran 20x12x5 cm sebagai kemasan sekunder, 3) hasil penilaian uji sensoris masyarakat yang menunjukkan daya terima masyarakat terhadap produk Chipee (Mochi Tempe) dan hasil uji paired t-test. Nilai p-value dari aspek warna, rasa, tekstur, kemasan, dan keseluruhan secara berurutan adalah 0,010; 0,012; 0,001; 0,024; 0,012 bernilai < α = 0,05 terdapat perbedaan signifikan, sedangkan untuk aroma p value 0,055 bernilai > α = 0,05 tidak ada perbedaan yang signifikan. Penerimaan masyarakat terhadap Chipee (Mochi Tempe) lebih tinggi dibandingkan mochi biasa, 4) harga jual Chipee (Mochi Tempe) per pcs Rp3.500 dan per box dengan isi 6 pcs Rp22.000, serta BEP unit 25 unit dan BEP harga Rp87.500
PIE TART DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG TEMPE YANG DIISI DENGAN WHITE COKLAT DAN TABURAN TEMPE CRISPY (PAIPE) UNTUK MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBINPADA REMAJA PUTRI
Pie merupakan hidangan yang termasuk short pastry yang memiliki kulit dengan dominan rasa gurih, namun dapat diisi dengan berbagai bahan manis ataupun gurih, yang mana isian pie ini dapat ditutupi oleh adonan pastry atau hanya memanggang kulit pie tanpa isi. PAIPE merupakan sebuah produk pie yang bergizi dab sehat menggunakan substitusi tepung tempe. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. menemukan resep produk pie isi white chocolate dan taburan tempe crispy dengan subtitusi tepung tempe, 2. menentukan penyajian dan kemasan produk pie isi white chocolate dan taburan tempe crispy dengan subtitusi tepung tempe, 3. mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap produk pie isi white chocolate dan taburan tempe crispy dengan subtitusi tepung tempe dan4. menentukan harga jual dan break-even point produk pie isi white chocolate dan taburan tempe crispy dengan subtitusi tepung tempe serta 5. menganalisis business model canvas (bmc) produk pie isi white chocolate dan taburan tempe crispy dengan subtitusi tepung tempe.. Metode penelitian yang digunakan dalam produk ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4D terdiri dari 4 tahap yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Pembuatan produk PAIPE menggunakan tahapan ujicoba resep produk acuan, uji coba resep produk pengembangan, uji validasi produk oleh expert, uji tingkat kesukaan produk dengan panelis skala terbatas, serta didiseminasikan melalui pameran. Analisis data diperoleh dari uji sensoris dengan 50 orang panelis lalu diuji menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui adanya tingkat perbedaan daya terima antara produk acuan dan produk pengembangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1) resep produk PAIPE yang tepat dengan substitusi tepung tempe sebesar 30% dari bahan utamanya yaitu terigu, 2) kemasan produk menggunakan plastik OPP sebagai kemasan primer yang diikat menggunakan tali kawat juga diberi label dan plastik berwarna sebagai kemasan sekunder, 3) daya terima masyarakat terhadap produk PAIPE ditunjukkan dengan penilaian uji sensoris dan hasil analisis uji paired t-test. Nilai p-value dapat dilihat melalui parameter sensoris yaitu warna, aroma, rasa, tekstur, kemasan, dan keseluruhan (overall) secara berturut-turut semua bernilai sama yaitu <. 001 dimana seluruhnya bernilai < α = 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan sehingga penerimaan masyarakat terhadap pie dengan substitusi tepung tempe yang lebih tinggi dibandingkan pie dengan tepung terigu biasa, dan 4) harga jual PAIPE sebesar Rp.2.500/pcs dengan BEP unit sebanyak 23 pcs
PERANCANGAN MOTIF BATIK BANYUWANGI DENGAN SUMBER IDE LEGENDA SRITANJUNG PADA OUTER WANITA
Indonesia memiliki banyak warisan budaya, termasuk kain tradisional Menurut Nurmeisarah, T. (Ensiklopedia, 1990:243. Batik, teknik perintang warna menggunakan malam, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1705 oleh anggota Road Van Indie dengan nama 'batex' oleh Chastelin. Batik di Indonesia berkembang seiring dengan kerajaan Majapahit, Solo, dan Yogyakarta. Motif batik sering kali diambil dari tokoh legenda, seperti Sritanjung dari Banyuwangi yang berasal dari abad ke-13 dan ditemukan pada relief Candi Penataran. Mengambil tokoh Sritanjung sebagai motif batik adalah upaya melestarikan legenda ini. kebaya dan batik sering hanya dipakai pada acara tertentu. Penulis menciptakan outer wanita berbahan batik, yang bisa dikenakan secara formal dan non-formal Penelitian ini menggunakan metode "Double Diamond" dari British Design Council, yang terdiri dari empat tahap: Discovery, Define, Develop, dan Deliver. Metode ini diterapkan untuk merancang motif batik Banyuwangi berbasis legenda Sritanjung dan mengembangkannya menjadi outer wanita.Hasil penelitian menunjukkan proses pembuatan batik mulai dari desain digital, pencantingan pada kain katun primisima, pewarnaan, hingga finishing. Outer wanita yang dihasilkan memiliki motif utama Sritanjung di bagian tengah belakang dan dapat dikenakan baik secara formal maupun non-formal
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN PROJEK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XI Tata Busana SMK Negeri 1 Depok; (2) mengukur kelayakan produk media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XI Tata Busana SMK Negeri 1 Depok. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan menggunakan model 4D, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Produk yang dihasilkan yaitu media pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI Tata Busana berjumlah 12 orang untuk uji skala kecil dan 24 orang untuk uji skala besar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan angket. Validitas instrumen menggunakan validitas konstruk berdasarkan penilaian ahli dan pengujian menggunakan Pearson Product Moment, reabilitas instrument menggunaan Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif. Hasil penelitian ini menghasilkan: (1) media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XI Tata Busana SMK Negeri 1 Depok; (2) hasil validasi ahli materi mendapatkan skor kelayakan materi 89% dinyatakan "sangat layak" dan hasil validasi ahli media mendapatkan skor kelayakan media 86% dinyatakan "sangat layak"; (3) hasil penilaian siswa berdasarkan uji skala kecil mendapatkan skor 89% dinyatakan "sangat layak" dan uji skala besar mendapatkan skor 89% dinyatakan "sangat layak". Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif menggunakan aplikasi utama Articulated Storyline untuk materi distribusi dan layanan purna jual kelas XI Tata Busana SMK Negeri 1 Depok valid, realiabel, dan sangat layak diterapkan untuk media pembelajaran
PYUBEE CAKE: INOVASI PUTU AYU DENGAN SUBSTITUSI UBI UNGU SEBAGAI CEMILAN KAYA SERAT DAN ANTIOKSIDAN BAGI GEN-Z
Tujuan penelitian ini adalah 1) Menemukan resep produk pyubee cake, 2) Menentukan penyajian dan kemasan yang tepat untuk produk pyubee cake, 3) Mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap produk pyubee cake, 4) Menentukan harga jual dan BEP produk pyubee cake, 5) Menganalisis BMC produk pyubee cake. Jenis penelitian yang digunakan yaitu R&D (Research and Development) dengan model 4D yaitu define, design, development, dan dissemination. Penelitian dilakukan di Laboratorium Tata Boga Fakultas Teknik UNY. Waktu penelitian dimulai pada bulan Februari-Juli 2025. Subjek penelitian ini adalah Generasi Z dan berjumlah 80 panelis. Metode yang digunakan adalah uji sensoris dengan hedonic test menggunakan Paired Sample T-Test. Analisis data yang digunakan adalah statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resep acuan terbaik untuk membuat produk pengembangan yaitu resep acuan 1. Formulasi resep produk pengembangan terbaik yaitu R1 dengan substitusi 60%. Produk Pyubee Cake dikemas menggunakan mika tray cake mini. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan bahwa nilai p-value warna (0,114), aroma (<0,001), rasa (0,006), tekstur (0,108), kemasan (<0,001), dan keseluruhan (0,002). Nilai p-value parameter warna dan tekstur (>0,05) sehingga menandakan bahwa tidak terdapat perbedaan kesukaan yang signifikan antara produk acuan dan produk pengembangan. Nilai p-value aroma, rasa, kemasan, dan sifat keseluruhan (<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesukaan yang signifikan antara produk acuan dan produk pengembangan. Nilai rerata produk pengembangan untuk seluruh parameter sensoris lebih tinggi dibandingkan rerata produk acuan. Hal tersebut menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai produk pengembangan
REDMELT: PRALINE DENGAN ISIAN KARAMEL DAN KACANG MERAH SEBAGAI CAMILAN TINGGI SERAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk cokelat praline dengan isian karamel dan kacang merah sebagai camilan tinggi serat. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan masyarakat akan camilan sehat yang lezat dan bergizi, khususnya dalam meningkatkan asupan serat. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Pada tahap Define, tiga resep praline karamel dianalisis dan dipilih resep terbaik sebagai dasar inovasi. Tahap Design melibatkan pengembangan tiga formula dengan variasi penambahan puree kacang merah (50%, 60%, dan 70%) yang diuji oleh panelis terlatih. Formula terbaik kemudian divalidasi oleh ahli pada tahap Develop, dengan perbaikan pada rasa dan tampilan. Pada tahap Disseminate, produk diuji oleh 80 panelis tidak terlatih dari masyarakat umum melalui uji sensoris dan uji statistik paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk pengembangan dengan penambahan 60% puree kacang merah lebih unggul pada atribut warna, aroma, tekstur, dan keseluruhan secara signifikan dibanding produk acuan. Dengan demikian, cokelat praline berisi karamel dan kacang merah berpotensi sebagai alternatif camilan tinggi serat yang diterima baik oleh masyarakat. Disarankan pengembangan lanjutan mencakup inovasi kemasan dan pengurangan rasa manis agar lebih sesuai dengan preferensi konsume