UNY Journal (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
20087 research outputs found
Sort by
Literacy and Research-Oriented Problem-Based Learning: Exploration of Implementation in Classroom Learning
Literacy and Research-Oriented Cooperative Problem-Based Learning (LIRACLE) is a new learning model developed for learning in higher education. LIRACLE is developed from a combination of problem-based learning, cooperative learning, research-oriented learning, and literacy-oriented learning. To complete the development of the LIRACLE model, a test of the implementation of the LIRACLE model is needed. The survey was conducted by asking for an assessment from two lecturers of the molecular dynamics course. The research was conducted for one semester. The instrument used was an observation sheet for the implementation of learning. The results of this study are the level of implementation of learning which is in the excellent category (E). This is because the systematic preparation of LIRACLE, accordance with the development of graduate skills, increases student enthusiasm, and has a clear basis for implementation. Therefore, the LIRACLE learning model can be said to have met the implementation test. This research is preliminary in the future development of the LIRACLE learning mode
Pengaruh PBL-STAD dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji sampai mana efektivitas model pembelajaran Problem-based Learning yang dikombinasikan dengan pendekatan Student Teams Achievement Division (PBL-STAD) dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Sebanyak 23 siswa mengikuti pembelajaran pada kelompok eksperimen dan 23 siswa lainnya berada pada kelompok kontrol. Materi yang diajarkan mencakup konsep kesebangunan dan kekongruenan. Berdasarkan nilai post-test menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa di kelompok eksperimen mencapai 70,00, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya mendapat nilai rata-rata 52,83, dengan nilai signifikansi p = 0,006 < 0,05. Selain itu, uji Gain ternormalisasi pada kelompok eksperimen yang mendapat hasil 0,589, juga lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya mendapatkan hasil 0,325 (p = 0,001 < 0,05). Nilai Cohen’s d senilai 1,054 menunjukkan tingkat pengaruh yang besar. Secara keseluruhan, temuan ini buktikan bahwasanya model pembelajaran PBL-STAD secara signifikan mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa dan berpotensi menjadi alternatif inovatif pada proses pembelajaran
Media Game Edukatif “Otania” Berbasis Stratch guna Mendukung Sustainable Development Goals Life on Land
Degradasi lahan, deforestasi, dan penurunan keanekaragaman hayati merupakan isu global yang mendesak, sehingga pendidikan lingkungan dan SDGs terutama pada poin Life on Land dapat menjadi instrumen yang berperan membantu dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap upaya pelestarian alam. Maka dari itu sekolah dasar memiliki peranan strategis sebagai lingkungan awal yang tepat untuk menanamkan nilai pelestarian lingkungan sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses, kelayakan, serta respon peserta didik terhadap media yang dikembangkan. Model yang digunakan pada penelitian ini adalah model ADDIE. Data dikumpulkan melalui angket ahli media, ahli materi, serta respon peserta didik. Hasil validasi menunjukkan media sangat layak dengan nilai 94,16% ahli materi, 93,93% dari ahli media dan 90,79% dari respon peserta didik. Peneliti merekomendasikan untuk mempertimbangkan keterbatasan Scratch dalam menjalankan proyek yang besar dan kompleks. Pengguna disarankan untuk membuat proyek sekecil mungkin atau memodularisasi proyek yang berukuran besar. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengintegrasikan SDGs dengan materi lain
Penerapan Problem-based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Keaktifan Belajar Peserta Didik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis dan keaktifan belajar peserta didik dengan model Problem-based Learning (PBL) dan peserta didik dengan pendekatan Saintifik. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 74 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Sampel terdiri dari 37 peserta didik untuk kelompok eksperimen dan 37 peserta didik untuk kelompok kontrol. Data diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis, observasi keaktifan belajar, penilaian keaktifan belajar oleh teman kelompok. Analisis data menggunakan uji statistika MANOVA dan analisis statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis dan keaktifan belajar peserta didik yang mengikuti pembelajaran model PBL dan peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Saintifik pada materi laju reaksi.Persentase sumbangan efektif model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis sebesar 28,5% termasuk kategori sedang, dan persentase sumbangan efektif model PBL terhadap keaktifan belajar peserta didik sebesar 23,7% termasuk kategori sedang
A musical analysis of rhythmic, melodic, structural, and harmonic elements in Villa-Lobos' Gavota-Choro
This study addresses a significant gap in Villa-Lobos scholarship: the absence of detailed analytical studies examining how the composer specifically integrated European and Brazilian musical elements in his guitar compositions. While existing research acknowledges Villa-Lobos's cross-cultural synthesis, it rarely extends beyond historical contexts to provide systematic stylistic analysis of individual works. This research conducts a comprehensive stylistic analysis of Villa-Lobos's Gavota-Choro, examining precisely how the composer achieves the integration of European formal structures with Brazilian rhythmic and melodic idioms. The methodology employs multiple analytical approaches, including rhythmic analysis drawing on Sandroni's paradigmatic framework, harmonic analysis, and formal analysis adapted to account for both European and Brazilian structural principles. The analysis reveals Villa-Lobos's sophisticated integration techniques, including layered rhythmic structures, metric transformation, chromatic enhancement of traditional harmonies, and linear bassline construction. These findings contribute significantly to three domains: theoretical musicology, by demonstrating effective analytical approaches to cross-cultural musical synthesis; performance studies, by providing performers with deeper understanding of interpretative implications; and Latin American music scholarship, by illuminating how Villa-Lobos operationalized cultural integration in his compositional practice, establishing a model for national art music that honors both European traditions and indigenous expressions.Keywords: Villa-Lobos, Gavota-Choro, Brazilian classical guitar, cross-cultural musical synthesis, stylistic analysi
Filsafat kenegaraan dalam narasi seni pakeliran
Artikel ini mengkaji filsafat kenegaraan dalam narasi seni pakeliran yang dibawakan oleh dalang Ki Panut Darmoko dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode hermeneutik diterapkan untuk menafsirkan makna filosofis dalam narasi janturan, dialog, dan simbol-simbol pertunjukan, sedangkan teori budaya digunakan sebagai kerangka analisis untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan kebangsaan yang berakar pada kearifan lokal masyarakat Jawa. Data penelitian berupa teks dan dokumentasi pertunjukan pakeliran yang dianalisis secara interpretatif dan sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni pakeliran memuat nilai filsafat kenegaraan yang berperan dalam pembinaan sikap nasionalis dan patriotis, penguatan kepemimpinan, tanggung jawab sosial, serta penanaman budi pekerti luhur. Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui karakter tokoh, alur cerita, dan simbol budaya yang merepresentasikan pandangan hidup masyarakat Jawa. Temuan ini menegaskan bahwa seni pakeliran tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan kebangsaan yang efektif dan kontekstual. Oleh karena itu, filsafat kenegaraan berbasis budaya tradisional perlu dipelajari dan diwariskan kepada generasi muda sebagai upaya pelestarian budaya dan penguatan karakter bangsa.
Kata kunci: Filsafat, kenegaraan, pakeliran
The philosophy of statehood in the narrative of pakeliran art
Abstract
This article examines the philosophy of statehood reflected in the narrative of pakeliran art performed by the puppeteer Ki Panut Darmoko using a qualitative approach. A hermeneutic method is applied to interpret the philosophical meanings found in janturan narratives, dialogues, and symbolic elements of the performance, while cultural theory serves as the analytical framework to reveal values of civic and national education rooted in Javanese local wisdom. The data consist of pakeliran texts and performance documentation, which are analyzed interpretatively and systematically. The findings show that pakeliran art contains values of state philosophy that contribute to the development of nationalist and patriotic attitudes, leadership, social responsibility, and moral character. These values are conveyed through character portrayal, narrative structure, and cultural symbols that represent the Javanese worldview. The study confirms that pakeliran art functions not only as entertainment but also as an effective and contextual medium for civic education. Therefore, a state philosophy grounded in traditional cultural values should be introduced and transmitted to younger generations to support cultural preservation and character building.
Keywords: Philosophy, statehood, pakelira
Making student motivation the backbone of foreign language education improvement
Improving the quality of a foreign language education program, whether through sound educational policy or an effectual change in classroom practices, is not easy. The key to such an endeavor could perhaps be found in paying attention to the student motivation, a factor which is indispensably vital in ensuring the success of any teaching-learning processes, including foreign language. Based on the data of a mixed-method motivation study on university students majoring in foreign language, this academic paper lays out the students' perception of various motivational factors and analyzes what they mean for the initiative to improve a foreign language teaching-learning process. The findings do not only emphasize the utmost importance of constantly and continuously improving the teacher and program quality, but also highlight which areas to focus on. Furthermore, the findings also show that integrative and instrumental motivation should equally influence a program/classroom improvement decision. Lastly, the findings revealed that more motivational aspects should be considered in the currently existing motivation model to further advance the academic theme
Studi Pendahuluan Karakteristik Hidromorfologi Danau Laut di Kawasan Karst Mawasangka Timur, Buton Tengah, Sulawesi Tenggara
Danau laut memiliki keunikan baik secara morfometri dan proses terbentuknya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hidromorfologi danau laut di Kawasan Karst Mawasangka Timur, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Analisis hidromorphologi meliputi L Max, B max, B mean, SI, orientasi danau laut, elevasi dan jarak dari pantai. Analisis hidromorfologi dilakukan dengan pengukuran langsung di lapangan, pengukuran dengan underwater drone, dan pengukuran melalui data citra penginderaan jauh dan peta sekunder. Danau laut yang dikaji meliputi Oe Mamba Kecil, Oe Mamba Besar, Pasi Bungi, Air Wali, dan Wa Piho Piho. Hasil perhitungan L max danau laut di area kajian berkisar 39 – 1.028 m, B max (30 – 685 m), B mean (21 – 487 m), SI (155,62 – 2.951 m2), DI (0,381 – 0,425 m), Orientasi (NE-SW, N-S, dan E-W), elevasi (2 – 35 mdpal), jarak terhadap pantai (37 – 785 m) dan kedalaman max (10 – 57,8 m). Nilai morfometri danau laut di Buton Tengah Sulawesi Tenggara memiliki rentang yang sama dengan danau laut tropis lain di Kalimantan, Papua, Filipina, dan Kroasia
Identifikasi Atap Asbes Menggunakan Metode Spectral Angle Mapper Citra Planetscope (Studi di Kawasan Bandung Utara)
Penggunaan atap asbes telah dilarang di beberapa negara di dunia karena menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Beberapa negara telah melakukan pemetaan dan monitoring penggunaan asbes dengan berbagai metode, salah satunya melalui pemanfaatan citra penginderaan jauh. Di Indonesia, penggunaan asbes belum dilarang sehingga proses monitoring juga tidak dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atap bangunan berbahan asbes menggunakan metode Spectral Angle Mapper (SAM) citra Planetscope sebagai metode alternatif dalam monitoring penggunaan asbes. Metode Spectral Angle Mapper digunakan untuk mengidentifikasi atap asbes berdasarkan sudut spektral (spectral angle) pada ruang fitur (feature space) sebaran nilai piksel objek dari dua atau lebih saluran citra. Penelitian ini menggunakan citra Planetscope yang memiliki resolusi spasial 3 meter dan 8 saluran multispektral, yaitu coastal blue, blue, green1, green2, yellow, red, red edge, dan near infrared. Lokasi penelitian berada di wilayah Kawasan Bandung Utara. Penelitian ini menggunakan beberapa skenario identifikasi berdasarkan jumlah saluran yang dipakai dan nilai sudut spektralnya. Nilai sudut radian (spectral angle rad) yang diterapkan yaitu: 0,03, 0,04, dan 0,05 rad. Hasil uji akurasi menunjukkan nilai akurasi keseluruhan tertinggi terdapat kombinasi fullband dan besaran spectral angle 0,05 rad yakni mencapai 68% dengan nilai kappa sebesar 0,63. Luasan atap asbes yang teridentifikasi seluas 439.749 m2. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan saluran dan besaran spectral angle mempengaruhi hasil identifikasi dan tingkat akurasinya
Inovasi Pengelolaan Sampah Untuk Pariwisata Berkelanjutan : Studi Kasus Sumber Sira Menggunakan Pendekatan Analisis SWOT
Pengelolaan sampah dalam pariwisata berkelanjutan menjadi kunci menjaga lingkungan. di Sumber Sira, Malang, upaya ini mencakup penyediaan fasilitas kebersihan dan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar. langkah tersebut mengurangi pencemaran, menjaga keseimbangan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Tujuan artikel ini adalah menganalisis inovasi pengelolaan sampah serta mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) untuk kelestarian lingkungan dan mendukung pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk menganalisis pengelolaan sampah di Sumber Sira. Data dikumpulkan secara mendalam, pengamatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknologi SWOT digunakan dengan menggunakan accidental sampling untuk menentukan responden. Artikel ini membahas inovasi pengelolaan sampah di Sumber Sira untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Melalui analisis SWOT dan skor IFAS dan EFAS ditemukan bahwa daya Tarik Utama terdapat pada sumber mata air,aksesibilitas yang mudah dan fasilitas yang cukup lengkap.kelemahan terdapat pada kurangnya jumlah toilet, kemudian untuk peluang sendiri wisata sumber sira mempunyai Harga tiket terjangkau dan kemudahan aksesibilitas namun terdapat ancaman yaitu kesadaran pengunjung yang rendah akan membuang sampah pada tempatnya