UNY Journal (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
    20087 research outputs found

    Pengelolaan enceng gondok untuk perkembangan perekonomian masyarakat Desa Jabung di Waduk Wlingi Raya

    Get PDF
    Masyarakat yang tinggal di sekitar Waduk Wlingi Raya sekarang bergantung pada tanaman enceng gondok sebagai sumber pendapatan utama mereka karena nilai ekonominya yang tinggi, terutama sebagai pakan alternatif yang sangat dibutuhkan dalam industri perikanan dan peternakan. Selain memiliki manfaat sebagai pakan, tanaman enceng gondok diproses menjadi berbagai produk lain, yang memiliki dampak ekonomi yang lebih besar pada masyarakat di sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan memahami berbagai cara penggunaan enceng gondok di Waduk Wlingi Raya dan menyiarkan bagaimana hal itu berdampak pada perekonomian masyarakat Desa Jabung. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara langsung dengan anggota masyarakat yang terlibat dalam pemanfaatan tanaman ini. Metode pengumpulan data ini dikenal sebagai pendekatan deskriptif kuantitatif. Orang-orang di Desa Jabung menggunakan enceng gondok dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enceng gondok meningkatkan aktivitas ekonomi lokal di Waduk Wlingi Raya. Tanaman ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk berbagai pekerjaan produktif, seperti mencari, mengumpulkan, dan kemudian mengolah menjadi produk yang bermanfaat seperti kerajinan tangan dan bahan baku industri kreatif. Penduduk desa melihat peningkatan pendapatan dan peluang kerja baru, terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap

    Metode dan lembar pantauan tugas aktif berbasis pemberdayaan siswa untuk meningkatkan sikap tanggung jawab

    Get PDF
    Terdapat permasalahan berupa rendahnya tanggung jawab siswa dalam mengumpulkan tugas. Metode Tugas Aktif dan Lembar Pantauan Tugas Aktif Berbasis Pemberdayaan Siswa merupakan salah satu metode dalam upaya meningkatkan tanggung jawab pengumpulan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab siswa dalam mengumpulkan tugas rumah (PR) yang berbasis pemberdayaan siswa. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Peneliti menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari tahapan; (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek penelitian utama dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4IIS 1 (kelas X IPS 1) sebanyak 32 siswa, kelas ini dipilih karena merupakan kelas yang sangat rendah dalam tanggung jawab pengumpulan tugas dari semua mata pelajaran. Kemudian subjek penelitian pelengkap yaitu; semua guru pengampu mata pelajaran kelas 4IIS 1 yang berjumlah 25 guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode dan lembar pantauan tugas aktif berbasis pemberdayaan siswa untuk meningkatkan tanggung jawab pengumpulan tugas dapat dilakukan siswa dengan baik dan mudah dalam pengaplikasian. Siswa menjalankan alur metode dengan baik dan masing-masing siswa melaksanakan tupoksi sesuai dengan sintaksis metode. Setelah penerapan metode dan lembar pantauan tugas aktif, siswa saling membantu dalam mencapai tujuan yang sama yaitu upaya tertib dalam pengumpulan tugas

    Examining writing errors among Saudi EFL learners: Practices and perspectives

    No full text
    Mastering error-free writing is challenging, especially for Arab EFL learners who often manifest these errors in areas such as grammar and mechanics. A step toward addressing these challenges is to explore the typical errors they encounter in writing. This study aims to examine Saudi EFL undergraduates’ writing difficulties using a sequential explanatory research design (a mixed-methods approach). In the quantitative phase, paragraphs written by 41 students were analyzed, and errors were identified and categorized. The qualitative phase involved semi-structured interviews with 23 participants to gain further insights into the types and causes of their writing errors and suggestions for improvement. The qualitative data were analyzed using ATLAS.ti 9. The results revealed that the most common errors identified were punctuation, capitalization, and grammar. However, participants’ views on spelling errors differed from their actual writing practices. They cited teaching methods, textbooks, and a lack of interest as reasons for their poor writing proficiency. Additionally, they believed that increased writing practice and the development of reading habits could improve their writing skills. These findings offer valuable insights for English language educators and learners, with implications for contextualized instruction, teaching practices, learning strategies, material development, and curriculum design

    Interdisciplinary ESP course design for tertiary engineering students using professionally oriented situations

    No full text
    This research article presents results of an educational experiment based on applying an English for Specific Purposes (ESP) course tailored for university engineering majors using professionally oriented situational tasks. The distinguishing feature of the course is its interdisciplinary nature. It is not limited to one particular field of engineering but comprises various engineering topics suitable for different technical specialties. The study aimed at identifying the commonly encountered workplace situations in which engineers from various subindustries need to apply English, modelling situational tasks integrated in a multi-disciplinary engineering ESP course, and testing the pedagogical effectiveness of the designed model. The experiment was carried out at one of the best technical universities in Kazakhstan, Satbayev University. It encompassed 60 first-year bachelor students majoring in different engineering specialties, including 30 students from an experiential group. A mixed-methods approach based on both qualitative and quantitative methods was exploited that comprised review and investigation of literature, needs analysis questionnaire among alumni of technical universities, evaluation and adaptation of existing ESP coursebooks, didactic modelling, pedagogical experiment, and comparative analysis and mathematical statistics. The findings show superior efficiency of the suggested interdisciplinary Engineering ESP course over a traditional Professional English course

    Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif dengan Software Articulate Storyline 3 pada Materi Luas Lingkaran

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan dan kepraktisan dari produk media pembelajaran yang interaktif pada materi luas lingkaran yang dikembangkan dengan menggunakan Software Articulate Storyline 3. Model yang digunakan adalah ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yakni Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru dan siswa, lembar angket validasi kepada validator ahli (ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa), dan lembar angket respon kepada guru dan siswa. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor persentase validator ahli media sebesar 87,5% kategori sangat valid, rata-rata skor persentase validator ahli materi sebesar 80% kategori sangat valid, dan rata-rata skor persentase validator ahli bahasa 90% kategori sangat valid, serta rata-rata skor persentase dari respon guru dan siswa masing-masing sebesar 95% dan 86,3% dengan kategori sangat praktis. Produk pengembangan media pembelajaran ini telah memenuhi kriteria valid dan praktis karena dari segi isi materi ditampilkan lebih interaktif sehingga siswa memiliki pemahaman yang lebih mendalam. Oleh karena itu, media tersebut layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang baru bagi siswa

    E-LKPD Berbasis Experiential Learning Menggunakan Liveworksheets pada Materi Asam-basa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD berbasis experiential learning menggunakan liveworksheets pada materi asam basa yang valid berdasarkan aspek kelayakan isi, karakteristik model experiential learning, pedagogik, bahasa dan kegrafisan. Tujuan lain yaitu mengetahui respon pengguna E-LKPD. Penelitian ini termasuk dalam Research and Development (RnD) dengan model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE memiliki lima tahapan yaitu analysis (menganalisis), design (merancang), development (mengembangkan), implementation (mengimplementasi) dan evaluation (mengevaluasi). Hasil validasi oleh validator materi berdasarkan aspek-aspek kelayakan isi, aspek karakteristik model experiential learning, aspek pedagogik, aspek bahasa dan aspek kegrafisan berturut-turut adalah 85,93%, 87,5%, 83,33%, 100% dan 100% dengan kategori kelayakan valid. Hasil validasi oleh validator media berdasarkan ukuran E-LKPD, desain sampul E-LKPD dan desain isi ELKPD berturut-turut adalah 100%, 100% dan 100% dengan kategori kelayakan valid. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam membangun pengetahuannya melalui konteks penglaman nyata dan menciptakan proses pembelajaran yang lebih dan bermakna secara efektif dan efisien

    Comparative Study of Students' Conceptual Understanding in Two Different Curricula on the Light and Electromagnetic Waves Materials

    Get PDF
    Conceptual understanding involves a deep comprehension of a concept, including the ability to explain, illustrate, and apply it in various contexts. This study aims to compare students’ levels of conceptual understanding under the Kurikulum Merdeka and the Cambridge Curriculum. A comparative descriptive method with a mixed-methods approach was used, employing a six-tier diagnostic test, interviews, and classroom observations. The sample consisted of 60 students selected through purposive sampling. The results showed that students following the Kurikulum Merdeka had a higher percentage of scientific understanding (43.4%) compared to those in the Cambridge Curriculum (20.3%). These findings indicate that the effectiveness of instruction is influenced not only by the curriculum strategy but also by factors such as the timing between instruction and assessment, students’ confidence in their responses, and language barriers. Therefore, instructional approaches should be aligned with students’ cognitive readiness and contextual conditions to optimize conceptual understanding

    E-modul Berbasis Socio-scientific Issues “AquaWise” dalam Mendukung SDGs Clean Water and Sanitation

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul berbasis socio-scientific issues (SSI), menguji kelayakan, serta mengidentifikasi keterbacaan dari respon peserta didik dan pendidik. Jenis penelitian yang di gunakan adalah Research and Development dengan model pengembangan ADDIE. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket dari expert judgement, respon pendidik serta respon peserta didik. Hasil validasi menunjukkan media sangat layak dengan nilai 89,8% dari material expert, 95% dari media expert, 91% dari praktisi, dan 96,6% dari peserta didik. E-modul yang dikembangkan berkontribusi dalam mendukung SDGs poin 6 yaitu clean water and sanitation, melalui integrasi isu pencemaran air dalam pembelajaran kontekstual berbasis SSI. Pendekatan ini mendorong peserta didik untuk memahami  permasalahan lingkungan dari perspektif ilmiah dan sosial secara kritis, sekaligus membentuk karakter peduli lingkungan serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya akses air bersih dan sanitasi yang layak sejak usia dini. Peneliti merokomendasikan untuk pertimbangkan keterbatasan fitur pada versi gratis seperti jumlah halaman terbatas, watermark, serta menyematkan media interaktif. Pengguna disarankan memiliki koneksi internet stabil. Peneliti selanjutnya dapat mengintegrasikan clean water and sanitation dengan materi lain

    Pengaruh Praktikum Green Chemistry terhadap Keterampilan Proses Sains dan Kesadaran Lingkungan pada Materi Faktor Laju Reaksi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keterampilan proses sains dan kesadaran lingkungan antara siswa yang mengikuti praktikum green chemistry dengan siswa yang mengikuti praktikum konvensional sesuai yang diterapkan di sekolah secara simultan dan terpisah, serta mengetahui sumbangan efektifnya pada materi faktor laju reaksi. Jenis penelitian adalah quasi-eksperimen dengan posttest-only. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Instrumen penelitian meliputi soal uraian dan lembar observasi keterampilan proses sains, serta angket kesadaran lingkungan. MANOVA digunakan pada analisis data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap keterampilan proses sains dan kesadaran lingkungan antara siswa yang mengikuti praktikum green chemistry dengan yang mengikuti praktikum konvensional. Praktikum green chemistry memberikan sumbangan efektif sebesar 29,3% secara simultan, 4,7% terhadap keterampilan proses sains, dan 28,3% terhadap kesadaran lingkungan. Penelitian ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) mengenai pendidikan berkualitas melalui penguatan keterampilan proses sains, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, melalui praktik laboratorium ramah lingkungan

    Needs analysis and design of an interactive learning video on Indonesian traditional dance for senior high school students

    No full text
    Dance learning in high schools is dominated by conventional methods of memorizing movements, while critical thinking and art appreciation aspects are less considered. This study aims to analyze the needs and design a prototype of an interactive learning video based on Indonesian traditional dance to improve students' critical thinking skills and dance appreciation. Using Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model in the initial stage (Analyze and Design). Data were collected through observation, teacher interviews, student questionnaires, and a pretest administered to 36 grade 10 students in public high schools in Jakarta. The needs analysis revealed that teachers primarily used PowerPoint, resulting in students being passive and struggling to understand the meaning of dance symbols. The student questionnaire confirmed that most preferred visual and interactive learning media to help understand cultural symbols in dance. The pretest results also showed that students had low initial abilities in interpreting the meanings of movements, symbols, and aesthetic elements of dance. Based on these findings, an interactive learning video was designed to serve as the primary contextual and interactive learning medium, integrating critical thinking and appreciation skills in dance education for high schools

    8,503

    full texts

    20,087

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNY Journal (Universitas Negeri Yogyakarta)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇