UNY Journal (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
20087 research outputs found
Sort by
Upaya Mengembangkan Kemampuan Guru SD Mata Pelajaran IPA untuk Mendesain Pembelajaran Berbasis Inkuiri melalui Kegiatan Lokakarya
SD IT Salman Al Farisi 1 dan 2 merupakan sekolah swasta yang ada di Kota Yogyakarta. Guru-guru IPA di SD tersebut dari hasil analisis situasi memiliki keaktifan yang tinggi dalam setiap kegiatan. Pembinaan untuk guru-guru di SD ini telah secara rutin melakukan kegiatan baik dengan mendatangkan narasumber maupun diskusi kolaboratif antar guru. Meskipun banyak kegiatan yang telah dilakukan dalam pengembangan kemampuan guru di SD IT Salman 1 dan 2, namun masih terdapat beberapa masalah yang menjadi kesulitan guru. Analisis situasi pada khalayak sasaran yang dilakukan melalui wawancaradengan kepala sekolah SD IT Salman 1 dan 2 masih ada mengalami kesulitan dalam merencanakan pembelajaran dan evaluasi/asesmen, melaksanakan pembelajaram dan penilaiannya khususnya pembelajaran yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi dan literasi sains. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini yaitu melakukan pelatihan penyusunan design pembelajaran berbasis Inquiry. Luaran yang ditargetkan yaitu surat Kerjasama dengan mitra, artikel ilmiah dan HK
BAMBU PETUNG AS INSPIRATION FOR MAKING CASUAL CLOTHES WITH A KIMONO SILHOUETTE
Batik is an ancestral cultural heritage that combines technology and art with a lengthy production process involving multiple stages. However, interest in classic batik among teenagers and women in their 20s has declined, as its motifs and colors are often perceived as outdated and unfashionable. This study aims to develop casual fashion designs inspired by bamboo to create modern batik motifs. Using a Research and Development (R&D) method, the study employed public response questionnaires to identify design preferences among young women. The results reveal a modern, fashionable, and aesthetically pleasing design that remains comfortable. The combination of kimono and culottes was found to enhance comfort and appeal. Expert evaluations yielded average scores of 47.5 for the motif, 48 for batik quality, and 32 for casual design. Meanwhile, responses from 51 participants indicated that the most appreciated aspects were motif elements, the meaning behind the motifs, and color combinations, followed by motif placement on casual fashion silhouettes and design details. These findings suggest that blending traditional elements (batik, kimono) with modern styles (culottes, casual fashion) is well-received by the target market in terms of both aesthetics and functionality. Future research should explore more diverse color combinations and garment details while maintaining the kimono-culotte concept to broaden the market reach
AMPHITRITE AS A SOURCE OF IDEAS FOR PARTY DRESS WITH BEADS EMBROIDERY
This study examines the creation of a party dress inspired by Amphitrite, a sea goddess from Greek mythology, with the potential to be a valuable source of ideas for making a party dress with beads and embroidery garniture. The main objective of this research is to create an aesthetically pleasing party dress with a cultural value that could elevate the elegance of the dress. The Double Diamond model method is used to conduct further studies. In the Discover stage, information on Amphitrite was gathered from various sources and synthesized into a mood board. During the Define stage, three design concepts were developed, with one selected for further refinement based on its alignment with Amphitrite's mythological persona. The development stage visualizes the chosen design, incorporating flowing fabrics to reflect ocean waves and intricate details. The Deliver stage focused on elevating the value of the dress, with the beading embroidery technique added to enhance its connection to ancient history within the dress. The final product is a figure-hugging party dress with a hidden tale of Amphitrite through the trident as a bedazzled garniture that adorned the front of the dress. Future research may explore other mythological figures or integrate advanced techniques to deepen the fashion narrative
Ethno-Edugames : Implementasi Aplikasi Sangkuriang Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X Pada Materi Ekosistem Di SMAN 1 Jatisari
Kemampuan berpikir kreatif penting untuk dimiliki peserta didik. Namun pada kenyataannya pembelajaran menggunakan metode ceramah dan tes tulis menggunakan kertas membuat siswa memiliki motivasi belajar yang rendah dan kurangnya kemampuan berpikir kreatif siswa. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran sudah saatnya diterapkan pada zaman ini. Selain itu kearifan lokal berupa cerita rakyat yang semakin kurang populer juga diperlukan adanya cara untuk melestarikannya. Salah satu alternatif untuk melestarikan kearifan lokal yaitu dengan menintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran yang dibuat dengan memanfaatkan teknologi yang didalamnya memuat game edukasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari implementasi aplikasi ethno-edugames dalam kegiatan belajar terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada materi ekosistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen dengan teknik pengumpulan data menggunakan soal pretest dan posttest yang terdiri dari 50 soal pilihan ganda. Hasil penelitian memproleh skor dari perhitungan N-gain sebesar 0,75 yang termasuk kriteria tinggi. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari aplikasi ethno-edugames dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Creative thinking skills are important for students to have. However, in reality, learning using the lecture method and written tests using paper makes students have low learning motivation and lack of students' creative thinking skills. The use of technology in learning is time to be applied in this era. In addition, local wisdom in the form of folklore which is increasingly less popular also requires a way to preserve it. One of the alternatives to preserve local wisdom is by integrating it into the learning process made by utilizing technology which includes educational games. The purpose of this research was to determine the effect of the implementation of ethno-eduganes applications in learning activities on improving students' creative thinking skills on ecosystem material. This research used a quantitative approach with pre-experiment method with data collection techniques using pretest and postest questions consisting of 50 multiple choice questions. The results of scores from the N-gain calculation of 0.75 which included high criteria. This showed there is an effect of the ethno-edugames application in improving students' creative thinking skills
Model Pembelajaran Index Card Match Terintegrasi Teknologi untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS
Penelitian ini membahas rendahnya hasil belajar siswa kelas IV UPT SD Negeri 3 Arawa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV UPT SD Negeri 3 Arawa melalui model pembelajaran kooperatif tipe index card match. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif, dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian meliputi seorang guru dan 24 siswa (12 laki-laki dan 12 perempuan) tahun ajaran 2023/2024. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, setelah itu melakukan analisis terhadap hasil data yang diperoleh dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, aktivitas pembelajaran guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa berada pada kategori cukup (C). Pada siklus II, ketiga aspek tersebut meningkat ke kategori baik (B). Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe index card match efektif dalam meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS siswa kelas IV UPT SD Negeri 3 Arawa
Penerapan Pembelajaran Kelas Rangkap (Multigrade Teaching) di Sanggar Bimbingan Malaysia
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pembelajaran kelas rangkap di Sanggar Bimbingan Malaysia, sebagai salah satu bentuk pendidikan nonformal yang berfungsi mengatasi keterbatasan tenaga pengajar. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan sumber data berupa artikel jurnal terakreditasi SINTA yang relevan dengan kata kunci "˜pembelajaran kelas rangkap' dan "˜sanggar bimbingan,' yang diterbitkan dalam rentang waktu 2020-2024. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi pola, perbedaan, dan persamaan dalam temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kelas rangkap memberikan solusi efektif terhadap keterbatasan sumber daya pendidikan, meningkatkan hasil belajar siswa, dan mendukung pembelajaran yang inklusif melalui pendekatan tematik terpadu dan media pembelajaran inovatif. Namun, tantangan seperti kebutuhan pengelolaan waktu, keberagaman siswa, serta keterbatasan pelatihan guru masih menjadi kendala signifikan. Kesimpulan utama menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran kelas rangkap dapat ditingkatkan melalui pelatihan intensif bagi guru, pengembangan media pembelajaran kreatif, dan pemberdayaan guru melalui program mentoring. Sebagai rekomendasi, kolaborasi antara institusi pendidikan dan komunitas lokal perlu diperkuat
Paradigma Konstruktivisme dalam Pendidikan Kampung: Studi Kasus Kebijakan Belis di Abenaho Papua
Penelitian ini mengkaji aktivitas pembelajaran di Forum Pendidikan Kampung terkait kebijakan tentang belis dalam tradisi perkawinan adat masyarakat Abenaho, Yalimo, dari perspektif sosiologis dan pedagogis. Menggunakan metode kualitatif studi kasus di lima kampung Distrik Abenaho, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan. Pertama, tradisi belis masih berlangsung hingga kini dan memiliki fungsi sosial, ekonomi, budaya, serta pembentukan identitas, meskipun mengalami dinamika perubahan. Secara sosial, belis menciptakan keharmonisan, namun kadang menimbulkan ketegangan antarkeluarga. Kedua, kebijakan afirmatif melalui Peraturan Kampung membawa perubahan cukup signifikan terhadap aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Selain itu, penerapan pendekatan student centered learning dalam forum pendidikan kampung menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan antusiasme, dan memudahkan pemahaman peserta didik. Pembelajaran berbasis paradigma konstruktivisme juga berkontribusi signifikan terhadap produktivitas dan efektivitas pembelajaran tentang tradisi belis
Analysis of Learning Motivation Based on the POE (Predict-Observe-Explain) Learning Model in Science Education
Learning motivation is an important factor in science learning, but it is still uneven among students. The particular study aimed to analyze the increase in student learning motivation after applying the Predict-Observe-Explain (POE) learning model compared to conventional methods. The method used descriptive quantitative with a structured survey technique. The subjects were seventh-grade students of MTs Darul Falah Langgam in the 2024/2025 school year. The sample was selected using a purposive sampling technique, consisting of 48 students, who were divided into two classes, namely VII A and VII B, each totaling 24 students. The research instrument was a questionnaire consisting of 30 questions with six indicators of learning motivation. The results showed that the POE learning model was more effective in increasing learning motivation than conventional methods. Students’ learning motivation in classes using the POE model increased by 68% (high category), meanwhile conventional methods increased by 58% (medium category). This finding indicates that the POE approach create a more interesting learning experience, increase student engagement, and help them understand concepts more deeply through the stages of prediction, observation, and explanation
Automatic Street Light: An automation system as a manifestation of the smart village concept in Secang Village
This community service activity aims to address the issue of street lighting control in Secang Village, Ngombol Subdistrict, Purworejo Regency. The method employed in this activity is the PPE method (Planning, Production, Evaluation). The process begins with analysing and identifying the problem, followed by planning the materials and circuitry. The next stage is the production of the control modules. Finally, the evaluation phase involves four rounds of control module testing: independent testing, field testing 1, field testing 2, and field testing 3.The evaluation is conducted by observing the lighting points where the control modules have been installed. Observations focus on the control module itself, its operation, and the type of lighting used. These observations consider evaluation aspects such as the sensitivity, reliability, and flexibility of the control modules. This activity resulted in the production and installation of six control modules at six lighting points. All installed control modules operated effectively, and all evaluation aspects were successfully met
Pengembangan angket respon mahasiswa terhadap penggunaan media video pada pembelajaran IPA materi zat aditif pada makanan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap penggunaan media video dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan fokus pada materi Zat Aditif pada Makanan. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Respon mahasiswa diambil sebanyak 24 orang mahasiswa Pendidikan IPA Semester 5 kelas F yang berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta yang ada di wilayah Sleman Yogyakarta menggunakan angket respon dengan google form. Angket dirancang untuk mengukur persepsi, penerimaan, dan efektivitas penggunaan media video dalam konteks pembelajaran IPA. Angket respon terdiri atas 10 indikator yaitu kualitas audio, kejelasan caption, pengambilan dan fokus, sudut gambar, keterkaitan materi, hubungan narasi dan musik latar, penjelasan materi, kualitas property, keefektifan, dan kejelasan konsep. Hasil respon mahasiswa terhadap penggunaan media video ditemukan rata-rata pada persentase untuk responden yang menilai sangat baik sebanyak 50%, persentase untuk responden yang menilai baik sebanyak 35,42%, persentase untuk responden yang menilai cukup baik sebanyak 14,58%.Kata Kunci: Respon Mahasiswa, Media Video, Zat Aditif