UNY Journal (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
    20087 research outputs found

    Organizational communication management in effective Islamic school

    No full text
    Management and communication are two vital things an educational institution needs to pay attention to to achieve organisational goals. Communication helps managerial functions to run effectively. Important communication is in every stage of the management function, from planning, organizing, actuating, and controlling. In addition, communication guarantees that there is no interruption of information in every management, including educational institutions such as schools. This paper seeks to explore and obtain information about organizational communication management. The type of research used in this paper is literature research (literary study) in which theory is taken from library data and then studied and examined in obtaining contents to obtain objective results. A literature study found that a school has several organisational communication management strategies that are optimal and effective in achieving organisational goals, including those of Islamic schools. First, in order to be an effective school, all systems in an organisation must carry out their respective functions properly. Second, whatever the pattern of organisational communication in schools, the most important thing in an organisation is the direction of communication that is able to accommodate the flow of information. Third, to become an effective school, school management must be able to overcome communication barriers with various strategies. Fourth, religious values play an important role in the context of Islamic schools through prophetic communication. This will form a noble culture of Islamic educational organizations that support organizational communication management so that a school transforms into an excellent and effective school. Manajemen dan komunikasi adalah dua hal vital yang perlu diperhatikan sebuah lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan organisasi. Komunikasi membantu fungsi-fungsi manajerial agar berjalan dengan efektif. Komunikasi penting berada dalam setiap tahapan fungsi manajemen, mulai dari planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (implementasi/ pelaksanaan), dan controlling (pengawasan). Selain itu, komunikasi menjamin tidak adanya keterputusan informasi dalam setiap manajemen, termasuk lembaga pendidikan seperti sekolah. Tulisan ini berupaya menggali dan mendapatkan informasi mengenai manajemen komunikasi organisasi di sekolah, termasuk di sekolah Islam. Jenis penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah literature research (studi literatur) dimana teori diambil dari data-data kepustakaan lalu dikaji dan ditelaah dalam memperoleh konsepsi untuk mendapatkan hasil yang objektif. Penelitian ini menemukan bahwa ada sejumlah strategi manajemen komunikasi organisasi di sebuah sekolah agar optimal dan efektif dalam mencapai tujuan organisasi. Pertama, agar menjadi sekolah yang efektif seluruh sistem dalam sebuah organisasi harus menjalankan masing-masing fungsinya dengan baik. Kedua, apapun pola komunikasi organisasi yang diterapkan di sekolah, hal terpenting dari sebuah organisasi adalah bagaimana arah komunikasi dalam pola tersebut mampu mewadahi seluruh kelancaran informasi. Ketiga, untuk menjadi sebuah sekolah yang efektif, manajerial sekolah harus mampu mengatasi hambatan komunikasi dengan berbagai macam strategi. Keempat, ada peran penting dari nilai-nilai agama dalam konteks sekolah Islam dalam bentuk komunikasi profetik akan membentuk budaya mulia organisasi pendidikan Islam yang mendukung manajemen komunikasi organisasi sehingga sebuah sekolah bertransformasi menjadi sekolah yang unggul dan efektif

    EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PROYEK KOLABORATIF BERBASIS NOTION SEBAGAI ALAT KONTROL DIGITAL KETERLIBATAN SISWA DALAM TIM

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran proyek kolaboratif berbasis Notion terhadap keterlibatan siswa dalam tim, dengan fokus pada indikator kolaborasi dan kemandirian. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan angket pretest dan posttest yang diolah menggunakan SPSS 26. Uji berpasangan t-test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kolaborasi (sig = 0,624 > 0,05), sementara pada kemandirian terdapat kecenderungan peningkatan meskipun tidak signifikan (sig = 0,078 > 0,05). Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa gagasan tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kolaborasi siswa, namun terdapat kecenderungan peningkatan pada indikator kemandirian. Disarankan untuk melakukan evaluasi lebih lanjut dengan meningkatkan durasi pelatihan, metode, dan sampel yang lebih besar untuk memaksimalkan dampak pembelajaran berbasis Notion

    ANALISIS LITERASI KEUANGAN DAN KEBIASAAN BELAJAR MAHASISWA PENERIMA KIP-K DAN BUKAN PENERIMA KIP-K PRODI PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2021 UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

    No full text
    Penelitiaan ini bertujuan untuk megetahui bagaimana literasi keuangan dan kebiasaan belajar mahasiswa penerima KIP-K dan bukan penerima KIP-K Prodi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2021 Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2021, dan sampelnya diambil dengan teknik Stratified Random Sampling Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan menggunakan metode Statistik Deskriptif, Uji Keabsahan Data, Uji Asumsi Klasik, dan Uji Normalitas. Hasil analisis menunjukkan penyajian data dan analisis statistik dalam penelitian ini, mahasiswa bukan penerima KIP-K memiliki rata-rata literasi keuangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan penerima KIP-K (mean = 41,00 vs. 37,04), yang ditunjukkan oleh hasil uji independent sample t-test dengan nilai signifikansi < 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan mengelola keuangan lebih tinggi pada mahasiswa yang tidak menerima bantuan, yang kemungkinan besar disebabkan oleh pengalaman bekerja paruh waktu, kebiasaan mencatat pengeluaran, serta adanya sumber pemasukan lain selain dana pendidikan. Selain itu, berdasarkan hasil analisis data, diperoleh rata-rata skor kebiasaan belajar pada penerima KIP-K sebesar 32,00, sedangkan bukan penerima KIP-K sebesar 27,95. Berdasarkan uji statistik (p<0,05), terdapat perbedaan nyata antara keduanya. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kebiasaan belajar pada penerima KIP-K lebih rendah dibandingkan dengan bukan penerima KIP-K dengan selisih skor rata-rata 4,05. Hal ini berarti kebiasaan belajar mahasiswa bukan penerima KIP-K lebih baik atau lebih konsisten dibandingkan penerima KIP-K. Kebiasaan belajar tersebut mencakup manajemen waktu belajar, konsistensi dalam mengerjakan tugas, penggunaan strategi belajar efektif, serta kesiapan menghadapi evaluasi. Dengan demikian, perbedaan ini mencerminkan adanya perbedaan nyata dan sistematis, bukan karena faktor kebetulan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perguruan tinggi dan pihak terkait dalam meningkatkan literasi keuangan serta kebiasaan belajar mahasiswa, khususnya bagi penerima program KIP-K, melalui edukasi dan pendampingan keuangan yang lebih efektif

    PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN BAGI SISWA DISABILITAS MELALUI PEMBELAJARAN VOKASIONAL: ANALISIS PENGALAMAN GURU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menelaah relevansi pembelajaran vokasional dengan pendidikan kewirausahaan bagi peserta didik penyandang disabilitas berdasarkan dari pengalaman guru SLB dan SMK inklusi di Solo Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Subyek penelitian terdiri dari 20 guru keterampilan/ vokasional di SLB dan SMK inklusi di solo raya yang pernah mengajar siswa disabilitas. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pendidikan vokasional sudah berjalan bertahap sejak kelas 7 di SLB dan berlanjut di SMK, dengan penyesuaian individual terhadap kondisi fisik-kognitif siswa; produk vokasi kerap berpotensi ekonomis (diproduksi, dipasarkan, atau dijadikan modal magang dan kerja), namun dimensi literasi kewirausahaan belum terstruktur dalam kurikulum. Perlu adanya kerangka integrasi literasi kewirausahaan langsung di dalam unit vokasi, meliputi pencatatan biaya, penetapan harga, transaksi, dan pengelolaan hasil, sebagai jalan menuju kemandirian finansial siswa disabilitas. Kata kunci: pendidikan kewirausahaan, siswa disabilitas, pembelajaran vokasiona

    PENGARUH FOMO (FEAR OF MISSING OUT), FLASH SALE, LIVE STREAM SHOPPING TERHADAP IMPULSIVE BUYING PADA KONSUMEN LIP PRODUK DI TIKTOK SHOP

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Fear of Missing Out (FOMO), Flash Sale, dan Live Stream Shopping terhadap Impulsive Buying pada konsumen yang membeli lip produk melalui TikTok Shop. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 94 responden dikumpulkan menggunakan kuesioner daring. Hasil penelitian menunjukkan Flash Sale berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Impulsive Buying. Hal ini mengindikasikan bahwa keterbatasan durasi atau produk belum mampu memicu pembelian impulsif secara konsisten. Sebaliknya, FOMO (Fear of Missing Out) dan Live Stream Shopping mampu meningkatkan Impulsive Buying secara signifikan. Adanya interaksi langsung streamer dengan konsumen dan rasa takut ketinggalan penawaran menciptakan dorongan pembelian yang kuat, memotivasi konsumen untuk segera melakukan pembelian lip produk secara impulsif melalui fitur belanja di TikTok. Kata kunci: Impulsive Buying, FOMO, Flash Sale, Live Shopping, TikTok Shop

    Catalyzing Growth: The Interplay of Governance and Market Development in Achieving SDGs

    No full text
    Stock market development is influenced by various factors, including governance quality. This study analyzes the impact of the World Governance Indicators (WGI) on stock market development in Indonesia from 2008 to 2022 using regression analysis and non-parametric robustness tests. The WGI indicators examined include Voice and Accountability, Political Stability, Government Effectiveness, Regulatory Quality, Rule of Law, and Control of Corruption. The regression analysis results indicate that none of these indicators significantly affect stock market capitalization. However, the robustness test using Spearman correlation with quartile-based categorization reveals that Rule of Law and Voice & Accountability significantly correlate with stock market capitalization, highlighting the importance of institutional quality in investor confidence. Additionally, inflation negatively impacts market capitalization, while GDP growth does not exhibit a significant effect. The findings suggest that strengthening legal frameworks and enhancing government transparency are crucial for fostering a stable and attractive investment climate. Keywords: World Governance Indicators, Capital Market, Inflation, GDP ABSTRAK Perkembangan pasar modal dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kualitas tata kelola. Penelitian ini menganalisis pengaruh World Governance Indicators (WGI) terhadap perkembangan pasar modal di Indonesia selama periode 2008-2022 dengan menggunakan analisis regresi serta pengujian robustnes non-parametrik. Indikator WGI yang diteliti mencakup Voice and Accountability, Political Stability, Government Effectiveness, Regulatory Quality, Rule of Law, dan Control of Corruption. Hasil regresi menunjukkan bahwa tidak ada indikator ini yang secara signifikan mempengaruhi kapitalisasi pasar. Namun, uji robustnes menggunakan korelasi Spearman dengan kategorisasi kuartil mengungkapkan bahwa Rule of Law dan Voice & Accountability memiliki korelasi signifikan dengan kapitalisasi pasar, menegaskan pentingnya kualitas institusi dalam meningkatkan kepercayaan investor. Selain itu, inflasi memiliki dampak negatif terhadap kapitalisasi pasar, sedangkan pertumbuhan PDB tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini menekankan bahwa penguatan kerangka hukum dan peningkatan transparansi pemerintahan sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang stabil dan menarik. Kata Kunci: World Governance Indicators, Pasar Modal, Inflasi, PD

    The Role of Corporate Governance in Financial Fraud Prevention: A Systematic Literature Review

    No full text
    This study systematically examines corporate governance mechanisms and their effectiveness in preventing financial fraud across diverse organizational contexts. The findings reveal that governance effectiveness is highly context-dependent, influenced by industry type, firm size, and regulatory environment. Tailored governance strategies incorporating structural oversight and cultural dimensions significantly reduce fraud risk. Moreover, regulatory frameworks and enforcement practices must strike a balance to maintain managerial motivation while ensuring accountability. Emerging governance challenges such as digitalization, board political connections, and stakeholder inclusivity require further empirical investigation. The study contributes to the literature by advocating integrated governance frameworks that combine formal and informal elements, offering insights for researchers and practitioners seeking to enhance fraud mitigation. These findings are important for developing adaptive, context-sensitive governance models that effectively address contemporary fraud risks. Keywords: Audit Committees, Board Composition, Corporate Governance, Financial Fraud Prevention, Fraud Mitigation Strategies  ABSTRAK Penelitian ini secara sistematis mengkaji mekanisme tata kelola perusahaan dan efektivitasnya dalam mencegah penipuan keuangan di berbagai konteks organisasi. Temuan menunjukkan bahwa efektivitas tata kelola sangat dipengaruhi oleh konteks, termasuk jenis industri, ukuran perusahaan, dan lingkungan regulasi. Strategi tata kelola yang disesuaikan dengan mengintegrasikan pengawasan struktural dan dimensi budaya secara signifikan mengurangi risiko penipuan. Selain itu, kerangka regulasi dan praktik penegakan harus menyeimbangkan motivasi manajerial dan akuntabilitas. Tantangan tata kelola baru seperti digitalisasi, koneksi politik dewan, dan inklusivitas pemangku kepentingan membutuhkan penelitian empiris lebih lanjut. Studi ini memberikan kontribusi dengan mendorong kerangka tata kelola terpadu yang menggabungkan elemen formal dan informal serta memberikan wawasan bagi peneliti dan praktisi untuk meningkatkan mitigasi penipuan. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pengembangan model tata kelola yang adaptif dan sensitif konteks untuk mengatasi risiko penipuan kontemporer.  Kata Kunci: Komite Audit, Komposisi Dewan, Tata Kelola Perusahaan, Pencegahan Penipuan Keuangan, Strategi Mitigasi Penipua

    STUDI TENTANG ULOS SADUM

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejarah dan makna motif pada UlosSadum. Subjek penelitian adalah orang yang paham dan mengetahui tentangUlos Sadum. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif denganpendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara,observasi dan dokumentasi pada subjek penelitian yaitu panelis ahli yangmemahami dan menguasai kain Ulos Sadum. Dari data yang telah terkumpuldianlisis kemudian ditarik kesimpulan untuk memperoleh data yang valid,dilakukan uji keabsahan data dengan metode triangulasi sumber dantriangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah Ulos Sadumsudah ada sejak budaya Batak Toba terbentuk dan memiliki budaya sendiri,karena Ulos Sadum merupakan modal budaya Batak Toba. Terdapat 27 motifUlos Sadum, dan setiap motif Ulos Sadum memiliki makna simbolik tentangsimbol atau kehidupan wanita Batak itu sendiri

    PERILAKU PEMBELIAN IMPULSIF PRODUK FASHION MELALUI LIVE STREAMING SHOPEE PADA GENERASI Z SLEMAN

    Get PDF
    Berbelanja melalui fitur live streaming dari aplikasi Shopee menjadi populerdi kalangan generasi Z hingga mendorong mereka melakukan pembelianimpulsif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untukmengetahui: (1) karakteristik live streaming Shopee yang mendoronggenerasi Z di Kabupaten Sleman melakukan pembelian impulsif; dan (2)perilaku pembelian impulsif produk fashion pada generasi Z di KabupatenSleman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasipada penelitian ini adalah generasi Z pengguna e-commerce Shopee diKabupaten Sleman. Teknik pengambilan sampel menggunakan metodepurposive sampling dengan rumus Widiyanto, diperoleh jumlah respondenadalah 100 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang telahdiuji validitasnya menggunakan validitas konstruk dan pengujian reliabilitasmenggunakan Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan analisisstatistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakteristik livestreaming Shopee yaitu parasocial interaction berada dalam kategori sangatbaik sebesar 75%, information quality berada dalam kategori sangat baiksebesar 69%, streamer attractiveness berada dalam kategori sangat baiksebesar 70%, price promotion berada dalam kategori sangat baik sebesar94%, dan promotion time limit juga berada dalam kategori yang sangat baikdengan persentase sebesar 63%; (2) perilaku pembelian impulsif produkfashion pada generasi Z di Kabupaten Sleman termasuk dalam kategori seringdilakukan dengan persentase sebesar 42%

    SUBTITUSI TEPUNG TEMPE PADA PRODUK TEMPE TTEOKBOKKI SEBAGAI MAKANAN KEKINIAN UNTUK GENERASI Z GUNA MEMPERTAHANKAN BAHAN PANGAN TRADISIONAL

    Get PDF
    Tteokbokki merupakan olahan berupa rice cake yang berfungsi sebagaigarniture atau makanan pelengkap karbohidrat pengganti nasi secara utuhyang disajikan dengan saus pedas. Tempe Tteokbokki merupakan makanankekinian sebagai pelengkap karbohidrat, yang tidubtitusi dengan tepungtempe pada adonan tteoknya, yang kemudian disajikan bersama sausgochujang. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menemukan resep produkTempe Tteokbokki, 2) menentukan kemasan produk Tempe Tteokbokki, 3)mengetahui daya terima masyarakat terhadap produk Tempe Tteokbokki, 4)menentukan harga jual dan BEP produk Tempe Tteokbokki. Metodepenelitian yang digunakan dalam produk ini adalah Research andDevelopment (R&D) dengan menggunakan model 4D terdiri dari 4 tahapyaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Pembuatan TempeTteokbokki dengan melalui tahapan ujicoba resep produk acuan, uji cobaresep produk pengembangan, uji validasi produk oleh expert, uji tingkatkesukaan produk dengan panelis skala terbatas, serta didiseminasikan melaluipameran. Analisis data diperoleh dari uji sensoris dengan 50 orang panelislalu diuji menggunakan uji paired t- test untuk mengetahui adanya tingkatperbedaan daya terima antara produk acuan dan produk pengembangan.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1) resep produk TempeTteokbokki yang tepat dengan substitusi tepung ikan nila 10%, 2) kemasanproduk menggunakan plastic bowl untuk setiap porsinya dan menggunakanplastik vacum untuk produk frozen, 3) daya terima masyarakat terhadapTempe Tteokbokki ditunjukkan dengan penilaian uji sensoris dan hasilanalisis uji paired t-test. Nilai p-value dari aspek warna, aroma, rasa, tekstur,kemasan, dan keseluruhan secara berturut-turut bernilai 0,001; 0,001; 0,001;0,001; 0,001; dan 0,001 dimana seluruhnya bernilai < α = 0,05 terdapatperbedaan signifikan sehingga penerimaan masyarakat terhadap TempeTteokbokki yang lebih tinggi dibandingkan Tteokbokki biasa, dan 4) hargajual Tempe Tteokbokki Rp. 14.000/porsi denga keuntungan 2.000/porsi

    8,503

    full texts

    20,087

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNY Journal (Universitas Negeri Yogyakarta)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇