UNY Journal (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
20087 research outputs found
Sort by
Aligning pedagogy with attitudes : Exploring the impact of teaching methods on population and environmental literacy in social science education
This study examines the impact of aligning teaching methods with student attitudes on population and environmental literacy within the context of social science education. Employing a quasi-experimental design with a 2×2 factorial framework, the study involved 80 twelfth-grade students categorized by attitude levels (high and low). Two instructional strategies, problem-solving, and conventional methods were applied to teach population and environmental issues, such as the causes of flooding in Bekasi, Indonesia due to unmanaged waste and governmental initiatives like clean river projects The findings reveal that: (1) the conventional method generally yields better outcomes than the problem-solving method in improving literacy; (2) students with high attitudes benefit more from conventional teaching; (3) students with low attitudes perform better with the problem-solving approach; and (4) a significant interaction exists between teaching method and student attitude in influencing literacy outcomes. These results emphasise the importance of pedagogical differentiation based on learner profiles. Tailoring instructional approaches to student attitudes can enhance conceptual understanding and engagement in addressing population and environmental challenges through social science education
Eksplorasi Kebutuhan Guru Terhadap Integrasi Sustainable Development Goals (SDGs) dalam E-Book Kimia Polimer
Perubahan kurikulum menjadi kurikulum merdeka saat ini mendorong peserta didik untuk peka terhadap lingkungan, sehingga diperlukan pengembangan media pembelajaran yang memfokuskan pada lingkungan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi karakteristik e-book kimia polimer berorientasi Sustainable Development Goals (SDGs) dalam konteks pembelajaran Kimia di SMA pada fase F. Melalui pendekatan berbasis teknologi, e-book yang dibutuhkan guru dapat menjadi media pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei eksploratif yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai kebutuhan e-book berorientasi Sustainable Development Goals (SDGs) pada materi polimer. Hasil survei menunjukkan bahwa guru kimia keterbatasan media pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan materi polimer terutama pada kurikulum merdeka. Sehingga, dibutuhkannya pengembangan media pembelajaran yang berorientasi pada SDGs serta media pembelajaran yang mampu menambah wawasan peserta didik terkait isu-isu global yang sedang terjadi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap inovasi media pembelajaran yang dibutuhkan oleh guru-guru kimi
Profil Pengembangan Modul Ajar IPA Terintegrasi Etnosains sebagai Upaya Penguatan Konsep Ilmiah: Systematic Literature Review
Pendekatan etnosains dalam pembelajaran IPA berpotensi memperkuat konsep ilmiah sekaligus menanamkan nilai budaya lokal. Penelitian ini menganalisis profil pengembangan modul ajar IPA terintegrasi Etnosains, melalui metode Systematic Literature Review (SLR), berbantu model analisis PRISMA, dengan fokus pada artikel terindeks SINTA 2, terbitan 2020 hingga 2024. Dari 2.280 artikel pada basis data Google Scholar, teridentifikasi melalui kata kunci, setelah melewati tahapan seleksi topik, 1.540 artikel diantaranya tereliminasi. Selanjutnya, peninjauan abstrak menyisihkan 690 arikel, dan analisis kelayakan, berfokus pada isi artikel menyeleksi 50 artikel, yang akhirnya menghasilkan 8 artikel relevan untuk kajian mendalam. Temuan menunjukkan bahwa modul bertema Batik Kerinci, tanaman obat Bugis, dan topeng Singo Barong efektif meningkatkan literasi sains serta apresiasi budaya. Namun, pengembangan modul ajar berbasis kearifan lokal Sunda masih minim. Oleh karena itu, pengembangan modul ajar IPA berbasis budaya Sunda direkomendasikan sebagai upaya memperkaya strategi pembelajaran kontekstual, yang mendukung pelestarian budaya dan transfer nilai-nilai ilmiah warisan leluhur
Eksplorasi Etnomatematika dalam Arsitektur Rumah Adat Suku Komering untuk Pembelajaran Geometri
This study aims to explore the ethnomathematical elements in the architecture of traditional Komering houses and examine their potential as contextual geometry learning resources in elementary schools. The research employed a qualitative method with an ethnographic approach, using direct observation, in-depth interviews, and visual documentation in Sukajadi Village, East Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatra. The findings reveal that Komering traditional houses contain various geometric concepts such as triangles, rectangles, trapezoids, circles, and cuboids, implemented in the roof, walls, stairs, and decorative ornaments. The study concludes that integrating local culture through an ethnomathematical approach can enhance students' understanding of geometric concepts in a more concrete manner. The implication of this research suggests that Komering traditional houses are appropriate as innovative learning media that support the Merdeka Curriculum and preserve local cultural heritage.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur etnomatematika dalam arsitektur rumah adat suku Komering dan mengkajinya sebagai sumber belajar geometri kontekstual di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi visual di Desa Sukajadi, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. Hasil menunjukkan bahwa rumah adat Komering memuat berbagai konsep geometri seperti segitiga, persegi panjang, trapesium, lingkaran, dan balok, yang terimplementasi pada struktur atap, dinding, tangga, dan ornamen rumah. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa integrasi budaya lokal melalui pendekatan etnomatematika dapat memperkuat pemahaman konsep geometri siswa secara konkret. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa rumah adat Komering layak dijadikan media pembelajaran inovatif yang mendukung Kurikulum Merdeka dan pelestarian budaya loka
Pengaruh Media Pembelajaran Powtoon terhadap Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Materi Sumber Energi
Minat belajar adalah motivasi internal yang mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menyelidiki dampak penerapan media Powtoon terhadap minat belajar siswa pada materi sumber energi di kelas tiga sekolah dasar. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif melalui desain kuasi eksperimen posttest-only control group design. Subjek penelitian meliputi atas 60 siswa yang diklasifikasikan dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan masing-masing beranggotakan 30 siswa. Pengumpulan data dilaksanakan melalui penyebaran kuesioner minat belajar yang selanjutnya dilakukan penganalisisan melalui independent sample t-test. Hasil penganalisisan membuktikan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang membuktikan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Melalui hal ini, diperoleh kesimpulan bahwa pengaplikasian media Powtoon terbukti memiliki efektivitas dalam meningkatkan minat belajar siswa pada materi sumber energi. Penerapan teknologi multimedia mampu dijadikan strategi dengan efektivitas tinggi guna meningkatkan keterlibatan belajar IPA di tingkat sekolah dasar
E-modul Berbasis Website Berbantuan Powerpoint untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Gelombang Bunyi
Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran berupa e-modul yang berbasis website berbantuan Microsoft Powerpoint untuk meningkatkan hasil belajar pada materi gelombang bunyi. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Research and Development dengan model pengembangan 4D. Uji validitas, uji efektivitas dan uji kepraktisan dilakukan untuk menguji kelayakan e-modul. Hasil presentase uji validitas yang diperoleh dari ahli materi sebesar 92,83%, dari ahli bahasa 92,53%, dan 91,67% dari ahli media. Berdasarkan uji validitas tersebut, e-modul berbasis website berbantuan Microsoft Powerpoint dinyatakan layak dengan kategori sangat baik. Hasil uji efektivitas e-modul terhadap hasil belajar menghasilkan skor N-Gain 0,582 atau secara persentase 58% yang artinya dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kriteria sedang atau cukup efektif. Respon siswa terhadap uji kepraktisan menghasilkan skor sebesar 75,4%, sedangkan respon guru mendapatkan skor 75%. Respon keduanya menjadi indikator praktis pada e-modul berbasis website. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa e-modul berbasis website berbantuan Microsoft Powerpoint telah memenuhi kriteria valid, efektif dan praktis sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang inovatif, mudah diakses, dan mampu meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
Integration of civilization elements in dance choreography: A study of traditional Malaysian dances
This paper examines the approach of integrating elements of civilization such as history, customs, and social systems in the choreography of traditional Malaysian dances and how these elements reflect the identity and cultural values of various ethnic groups. This study uses a qualitative approach through field observations, interviews with artists and cultural experts, as well as the analysis of visual documentation from dance performances. Data were analyzed thematically to identify cultural patterns contained in dance movements, choreography arrangements, costumes, and the social context of the performances. The research results show that elements of civilization such as Hindu-Buddhist influence, Islamization, and colonialism have shaped the structure and symbolism in dance, while customs and social norms set ethical boundaries and gender roles in performances. Traditional dance also serves as a medium of social communication, cultural education, and a symbol of community unity. The evolution of choreography is also detected through adaptation to the influences of globalization and technology, which pose challenges for the preservation of cultural identity. However, responsible innovation allows for the continuity of traditional dance in a contemporary context. Overall, the integration of civilizational elements in choreography not only strengthens the value of cultural heritage but also makes dance a dynamic reflection of Malaysia's multicultural.Keywords: Traditional dance, civilization, choreography, culture, heritage
Kemandirian ekonomi, kepribadian dan sosial pengemudi ojek disabilitas Difa Bike Yogyakarta
Penelitian ini mengkaji pengalaman kerja dan kemandirian penyandang disabilitas sebagai pengemudi ojek di Difa Bike Yogyakarta melalui pendekatan kualitatif dan analisis fenomenologi. Wawancara dilakukan dengan enam pengemudi yang telah bekerja lebih dari satu tahun serta pendiri Difa Bike. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemudi memiliki motivasi tinggi untuk mandiri dan mampu mengatasi stigma serta tantangan dalam bekerja. Mereka menganggap pekerjaan ini layak meskipun belum tersedia asuransi khusus. Difa Bike mendukung pengemudinya melalui fasilitas, kerja sama, pengembangan sistem, dan bimbingan. Kemandirian ekonomi terlihat dari kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga, mencapai target keuangan, dan mengakses layanan perbankan. Secara sosial, mereka berkontribusi dalam komunitas dan mendapatkan pengakuan sebagai individu yang setara. Penelitian ini menekankan pentingnya peluang kerja inklusif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi, pribadi, dan sosial penyandang disabilitas.This study examines the work experiences and independence of disabled motorcycle taxi drivers at Difa Bike Yogyakarta using a qualitative approach and phenomenological analysis. Interviews were conducted with six drivers who have worked for over a year and the founder of Difa Bike. The findings reveal that the drivers have a strong motivation for self-sufficiency and can overcome stigma and work-related challenges. They consider their job viable despite the lack of specialized insurance. Difa Bike supports its drivers through facilities, partnerships, system development, and guidance. Economic independence is reflected in their ability to meet family needs, achieve financial goals, and access banking services. Socially, they contribute to their communities and gain recognition as equals. This study highlights the importance of inclusive employment opportunities in enhancing the economic, personal, and social independence of individuals with disabilities.
Stigma, Citra Diri, dan Performatifitas Sosial Perempuan Perokok
Konstruksi sosial masyarakat masih memandang perilaku merokok sebagai tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh perempuan, menghasilkan stigma yang membatasi ekspresi diri perempuan perokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perempuan perokok di Kabupaten Sleman membentuk dan menegosiasikan citra dirinya dalam menghadapi tekanan sosial tersebut. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap sepuluh informan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Analisis data dilakukan dengan metode interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa meskipun menghadapi stigma, para informan menunjukkan keyakinan terhadap citra diri positif melalui rasa percaya diri dan penampilan. Namun, dalam konteks sosial tertentu, mereka mengadopsi strategi “front stage” untuk menyesuaikan diri dengan ekspektasi sosial dan menghindari sanksi simbolik. Studi ini menunjukkan bahwa praktik merokok perempuan tidak hanya bersifat personal, tetapi juga merupakan arena negosiasi identitas dalam ruang sosial yang normatif.
Social constructions in society continue to view smoking as an inappropriate behavior for women, producing stigma that limits female smokers’ self-expression. This study aims to analyze how women smokers in Sleman Regency construct and negotiate their self-image in the face of such social pressures. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews and observations with ten informants selected through purposive and snowball sampling techniques. Data analysis employed the interactive model of Miles and Huberman. The findings reveal that despite the stigma, informants exhibit strong confidence and maintain a positive self-image through their appearance and demeanor. However, in certain social settings, they adopt a “front stage” strategy to conform to societal expectations and avoid symbolic sanctions. This study demonstrates that women’s smoking practices are not merely personal choices, but also a site of identity negotiation within normative social spaces
Presentasi Diri Perempuan Muda Berstatus Janda di Kabupaten Kuningan
Perempuan berstatus janda di Indonesia dan kebanyakan negara berkembang merupakan isu sosial di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis menggunakan teori dramaturgi Erving Goffman. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam dan dokumen. Informan terdiri dari delapan perempuan muda sedang/telah berstatus janda dan empat informan pendukung. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan tujuan perempuan muda berstatus janda mempresentasikan dirinya di masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa perempuan berstatus janda mempresentasikan dirinya di masyarakat sebagai sosok yang mandiri, citra kuat dan ceria, penampilan rapih dan cantik, serta ibu yang bertanggung jawab dengan tujuan untuk menghindari stigma, menunjukkan citra yang positif, dan adanya tuntutan hidup.
Widowhood in Indonesia and most developing countries is a social issue. This study uses a qualitative approach with an analysis of Erving Goffman's dramaturgical theory. The techniques used in this study are in-depth interviews and documentation. Informants consisted of eight young women who have been or are currently widowed and four supporting informants. This article aims to analyze the forms and purposes of self-expression of young widowed women in society. This study found that widowed women express themselves in society as independent figures, strong and cheerful, neat and beautiful, and responsible mothers with the aim of avoiding stigma, projecting a positive image, and meeting life's demands