Repository Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Not a member yet
667 research outputs found
Sort by
Efektivitas Pengawasan Dana Desa Oleh Inspektorat Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah
Program Dana Desa yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Desa, maka Pemerintah Desa berkewajiban mengelola dan mempertanggungjawabkan dana tersebut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sampai dengan tahun 2018, Indonesian Corruption Watch (ICW) mencatat terdapat 264 kasus korupsi Dana Desa. Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya pencegahan, baik secara internal maupun eksternal. Aparat Pengawas Internal Pemerintah dan masyarakat desa wajib melakukan pengawasan dana desa. Fungsi pengawasan oleh Inspektorat dalam konteks Pemerintahan Desa sebagai bagian integral Pemerintahan Kabupaten adalah upaya mencegah kecurangan (fraud) penggunaan Dana Desa oleh Kepala Desa serta upaya memperbaiki pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan desa pada waktu yang akan datang.
Teori yang digunakan sebagai kajian teori dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Campbell bahwa cara ‘pengukuran efektifitas’ secara umum dan yang paling menonjol adalah : (1) Keberhasilan program, (2) Keberhasilan sasaran, (3) Kepuasan terhadap program, (4) Tingkat input dan output dan (5) Pencapaian tujuan menyeluruh serta Faktor yang Mempengaruhi Efektifitas.
Berdasarkan hasil penelitian, Efektivitas Pengawasan Dana Desa Oleh Inspektorat Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah dinilai belum efektif, yaitu : mekanisme pelaksanaan pengawasan Dana Desa belum sesuai tahapan. Perencanaan belum Berbasis Resiko, ketidaktepatan waktu penyampaian laporan dan koordinasi dengan pihak terkait, belun adanya Analisa Standar Belanja dan level kapabilitas APIP yang masih rendah serta adanya faktor penghambat internal dan eksternal dalam pelaksanaan pengawasan Dana Desa.
Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah (1) penyusunan Perencanaan Berbasis Resiko. (2). Peningkatan kapabilitas APIP, (3) penerapan pola Pelatihan Kantor Sendiri, (4) Menyusun Analisa Standar Biaya (ASB) pengawasan, (5) Pengembangan sistem pengawasan Dana Desa yang berbasis IT, (6) pemahaman peran APIP sebagai fungsi konsultan (coaching) dan penjamin mutu (reviu) kepada Aparatur Desa dan (7) Menjalin koordinasi yang baik dengan pihak-pihak yang terkait pengelolaan dan pertanggungjawaban Dana Desa
Analisis Kinerja Pegawai Negeri Sipil Pada Biro Pemerintahan Dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah
Penelitian ini dilaksanakan pada Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah
Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, hal ini bertujuan untuk
mengetahui kinerja pegawai negeri sipil pada Biro Pemerintahan dan Otonomi
Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah untuk populasi dan
sampel peneliti mengembil keseluruhan pegawai Negeri Sipil pada Biro
Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan
Tengah yang berjumlah 56 orang responden.
Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil dengan 56 (lima
puluh enam) orang dengan cara sensus. Sedangkan analisa yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif yang diproses dengan menggunakan persentase, data
yang bersifat kualitatif akan digambarkan dengan kata-kata atau kalimat yang
dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan.
Dari hasil analisis yang peneliti
lakukan dapat dilihat bahwa
KinerjaPegawai Negeri Sipil pada Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah
Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah pada taraf baik, hal ini pada
semua variabel penelitian yaitu Pengetahuan Tentang Pekerjaan, Kualitas Kerja,
Produktivitas, Adaptasi, Inisiatif dan Pemecahan Masalah, Kerjasama,
Tanggungjawab dan Kemampuan dalam Berkomunikasi dan Berinteraksi.
Berdasarkan kriteria penilaian yang ditetapkan maka dapat disimpulkan bahwa
Analisis Kinerja Pegawai Negeri Sipil Pada Biro Pemerintahan dan Otonomi
Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah tergolong baik.
Hal yang dapat direkomendasikan dalam penelitian ini seperti pengelolaan
organisasi yang hanya menekankan pada pendekatan prosedur, tetapi harus
disempurnakan melalui perubahan visi dan misi, pendekatan, strategi dan
kegiatan operasional agar dapat tercipta kerjasama tim yang prima, hubungan
kerja berdasarkan pendekatan partisipasi dan kelompok kerja (teamwork) guna
dapat mencapai misi organisasi yang efisiensi, efektif dan menuju ke arah yang
lebih baik
Analisis Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia di Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas Tahun 2020
Sumber daya manusia yang tersedia di Kantor Dinas Kesehatan
Kabupaten Gunung Mas masih kurang sumber daya manusia kesehatan
sehingga dalam kontribusinya pada organisasi dipengaruhi perencanaan itu
sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis perencanaan
kebutuhanan sumber daya manusia di Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung
Mas.
Teori yang digunakan sebagai kajian teori dalam penelitian ini adalah teori
yang dikemukakan Notoatmodjo yang terdapat 4 (empat) langkah-langkah
perencanaan sumber daya manusia yaitu sebagai berikut: 1). Inventarisasi 2).
Perkiraan (peramalan) 3). Penyusunan rencana dan 4). Monitoring dan Evaluasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena peneliti ingin
mendeksripsikan data berupa informasi yang ditemukan dilapangan yanga akan
digunakan untuk men ganalisis, meringkas berbagai kondisi. Pada penelitian ini
peneliti menggunakan 3 teknik penelitian, diantaranya : observasi, wawancara
dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian, Analisis Perencanaan Kebutuhan Sumber
Daya Manusia Di Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas Tahun 2020
berjalan dengan cukup baik namun perlu memperhatikan dalam perencanaan
SDM yaitu menyangkut sistem pengadaan pegawai, pengembangan SDM dan
penempatan pegawai untuk lebih meningkatkan produktivitas dan kualitas
sumber daya manusia yang diharapkan oleh masyarakat Gunung Mas. Jumlah
tenaga dan jenis tenaga yang di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung
Mas sangat minim dari jumlah ideal yang diharapkan karena jumlah tenaga
struktural maupun funsional yang ada secara keseluruhan hingga saat ini
sehingga perlu pengadaan atau perekrutmen tenaga baru untuk memenuhi
lowongan yang dibutuhkan.
Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah (1) pengadaan
pegawai baru perlu meningkatkan proses seleksi dengan jumlah dan alokasi
yang dibutuhkan, (2) Perencanaan pengembangan sumber daya manusia perlu
melengkapi fasilitas pendukung yang ada, (3) Perlu di lakukan pengembangan
skill dengan memberikan pelatihan, pembinaan yang bersifat berkala sesuai
dengan kebutuhan instansi dan perkembangan teknologi, sebagai salah satu
bentuk pengimbangan inovasi
Laporan Pengabdian Masyarakat "Pembinaan Nilai-Nilai Keislaman Bagi Masyarakat Muslim Minoritas Di Desa Handiwung"
Manusia adalah khalifatullah di muka bumi. Setiap individu apapun
profesinya, hubungan manusia dengan Yang Maha Pencipta tetap menjadi pokok
dasar yang harus melandasi setiap hubungan sosial. Untuk itu, Praktik ibadah
awal menjadi hal paling mendasar yang perlu diketahui setiap individu muslim.
Untuk
itu, Muhammadiyah hadir
sebagai gerakan Islam yang
melaksanakan dakwah ma'ruf nahi mungkar, yang bertujuan menegakkan dan
menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang
sebenar-benarnya. Meski begitu, di daerah yang tepencil dan jauh dari perkotaan,
SDM masih merupakan hambatan utama sehingga praktik ibadah ini masih minim
dan penduduk setempat tidak memiliki ulama sebagai tempat bertanya.
Alasan diadakan kegiatan ini di desa Handiwung ini adalah karena desa ini
masih tergolong desa pelosok yang baru berkembang dengan pengetahuan
masyarakat yang minim tentang pelaksanaan ibadah yang sesuai dengan syariat
agama Islam. Sesuai dengan observasi awal, permasalahan umum yang seringkali
dihadapi oleh masyarakat muslim di Desa Handiwung diantaranya belum lancar
membaca Al-Qur’an, bahkan ada yang masih belum bisa membaca Al-Qur’an
sama sekali. Masjid yang sedang dibangun belum dimanfaatkan dengan efektif
dengan berbagai kegiatan keislaman.
Ada 3 kegiatan utama yang akan digelar dalam pengabdian masyarakat di
desa Handiwung, dan terbagi menjadi sepuluh kali praktek pembinaan.
Masyarakat tidak hanya akan mendengarkan pemaparan bermedia, atau melihat
simulasi yang didemonstrasikan, akan tapi mereka akan dibagi ke dalam beberapa
regu kecil yang akan terus dibina, sehingga diupayakan menjadi duta tetap
masyarakat untuk pelaksanaan ibadah di kemudian hari, selain sebagai kader aktif
Muhammadiyah di desa. Tentu, mereka juga diharapkan dapat menggelar
pelatihan dasar serupa yang diperlukan masyarakat secara mandiri sehingga
komunitas masyarakat muslim akan semakin menguat meski secara prosentasi
masih merupakan minoritas.
Luaran yang diharapkan pada kegiatan ini adalah (1) Masyarakat desa
Handiwung memliki ketrampilan ibadah dasar, fardhu maupun kifayah; (2)
Laporan hasil kegiatan; (3) Artikel ilmiah di Jurnal nasional terindeks Sinta (4)
Video kegiatan yang dipublikasikan
Laporan Penelitian "Uji Metabolite Sekunder Pada Pohon Palawan (Tristaniopsis Merguensis Griff) Di Daerah Hutan Kerangas (KHDTK) Mungku Baru"
Pohon Palawan (Tristaniopsis merguensis Griff.) merupakan tumbuhan yang banyak tersebar di hutan-hutan Kalimatan, tetapi belum semua daerah menjadikan tumbuhan ini untuk dikonservasi secara berkelanjutan. Jenis ini mampu tumbuh dan menyesuaikan diri pada hutan Kerangas. Namun belum ada informasi tentang metabolite sekunder tumbuhan palawan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan metabolite sekunder dan kandungan yang dominan pada pohon palawan (Tristaniopsis merguensis Griff) di Daerah Hutan Kerangas KHDTK Mungku Baru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2021. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel meliputi daun, batang, akar, dan kulit kayu, kemudian dihaluskan menjadi serbuk halus dan disaring dengan menggunakan mesh 60. Selanjutnya dilakukan perendaman dengan menggunakan metode rebusan (Dekok) dan Metode Seduhan (Infusa). Setelah didapat hasil ekstraksi maka kita lakukan pengujian alkaloid, steroid, saponin, tannin, dan Flavonoid. Hasil menunjukkan bahwa terdapat metabolite sekunder antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin. Sedangkan kandungan metabolite sekunder yang dominan adalah jenis saponin
Laporan Pengabdian Masyarakat "Sosialisasi Dan Edukasi Tentang Keterbukaan Informasi Publik Serta Pembentukkan Kelompok Masyarakat Peduli Informasi (KMPI) Di Kelurahan Menteng Kota Palangkaraya Tahun 2021"
Setiap individu mempunyai hak untuk melihat dan mengetahui informasi publik, menghadiri pertemuan publik yang terbuka untuk umum, menyebarluaskan informasi publik sesuai dengan peraturan yang ada. Setiap warga negara juga berhak mengetahui alasan kebijakan publik oleh suatu badan publik. Yang mana sebelum terjadinya Reformasi hal substansi tersebut hampir tidak ada dan tidak berlaku di negara kita.
Di sisi lain pada Badan Publik juga terjadi paradigma baru paska lahirnya UU KIP, sebelum reformasi segala informasi dan setiap kebijakan di Badan publik tertutup, sulit untuk mengetahui kinerja para petinggi di suatu Badan Publik, segala tata Kelola suatu Badan Publik tertutup dan bukan untuk diinformasikan kepada masyarakat, apalagi hal hal yang sangat sensitif, seperti misalnya hal anggaran, pengadaan barang dan jasa, dan yang lainnya.
Berdasarkan hal tersebut maka perlu adanya edukasi dari Komisi Informasi dalam hal
memberikan keterbukaan informasi melalui kegiatan sosialisasi. Di dalam Edukasi tersebut
memuat betapa pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat
tahu akan haknya dalam mencari, menyimpan, mengolah suatu informasi bagi dirinya dan
lingkungan sosialnya serta perannya dalam mengawasi setiap informasi yang ada di badan
publik di Kalimantan Tengah, selain itu masyarakat juga tidak akan mudah terpancing isu atau
informasi yang simpang siur ataupun Hoaks seandainya mereka mudah mendapatkan informasi
yang memadai
Laporan Pengabdian Masyarakat "Pendampingan Pembuatan Proposal pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan dalam Upaya Pengembangan Pendidikan Vokasi (Based Skill) di Kalimantan Tengah"
Target capaian dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah
tersusunnya proposal tentang pemanfaatan bahan alam khas Kalimantan
Tengah sebagai produk unggulan milik SMK Kesehatan Muhammadiyah
Palangka Raya dan memiliki nilai jual di masyarakat. Proposal ini selanjutnya
akan diajukan dalam program hibah untuk memperoleh pendanaan yang akan
digunakan untuk biaya penelitian dan pengembangan produk (Research &
Development)
An Anova Repeated Measures Analysis on Measuring the Effect of Direct Written Corrective Feedback in L2 Writing Class
The study is aimed at measuring the difference of the learners’ progress on writing scores: before, during,
and after the implementation of Teacher Direct Written Corrective Feedback (WCF) in L2 writing. The
study was conducted at the seventh semester students of Universitas Muhammadiyah Palangkaraya of
2021/2022 academic years. The study is quasi-experimental research using repeated measure design. The
findings revealed that: (1) Based on the output of a one-way repeated measure ANOVA, there was effect
for time, Wilk’s Lambda= 0.056, F= 1.94, p< 0. 005, multivariate eta squared= 0.94. it was interpreted that
there was significant difference on EFL learners’ writing progress: before (mean=57.04), during
(mean=63.56), and after (mean= 72.88) the treatment. It meant that teacher direct WCF gave significant
effects to EFL learners’ writing ability in writing academic essay for both during and after the treatment.
In addition, the analysis result of both teaching and learning process and the subjects’ learning result
inferred that EFL learners’ writing ability improved after the Teacher Direct WCF implementation
Pengelolaan SIMPEG dengan Berbasis WEB pada Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah
Pemerintah merasa perlu adanya penyelenggaraan dan pemeliharaan informasi kepegawaian. Untuk mendukung kebijaksanaan tersebut, Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) mulai dikembangkan di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah beberapa tahun terakhir ini. Hal ini menjadi sangat penting dalam rangka mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan pemberdayaan aparatur pemerintah baik di Pusat maupun Daerah sesuai esensinya. Yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah adanya Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) diterapkan untuk dapat membantu kinerja aparat dalam melakukan manajemen data kepegawaian yang berarti juga memperlancar pelayanan kepegawaian. Secara strategis aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian merupakan salah satu sistem yang bergerak dibidang kepegawaian dan mampu menumbuhkan pengetahuan, memelihara, memperkaya dan menyediakan pengetahuan di bidang kepegawaian kepada pihak-pihak yang membutuhkan sebagai basis pengambilan keputusan yang akurat pada saat yang tepat. Kondisi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) saat ini pada umumnya belum memiliki sistem informasi yang integratif, sistematis, up to date, dan mudah serta cepat dalam mendapatkan data pegawai yang sewaktu-waktu diperlukan dalam pembinaan yang berkaitan dengan usaha meningkatkan kualitas pegawai, selain lambat juga tidak dapat mencakup secara merata. Berdasarkan hal tersebut, peneliti bermaksud untuk mendeskripsikan secara rinci tentang kinerja Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) dalam mendukung pelayanan kepegawaian di Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, tipe penelitian deskriptif dan penentuan informan secara purposive. Untuk mendapatkan kerincian dan kedalaman data yang lebih baik
The Correlation of Full-Day School on Student Academic Stress
The research base on the education system's phenomenon in Indonesia implements full-day school, which triggers academic stress experienced by students in schools, particularly in Central Kalimantan. This study aimed to get empirical data on a significant effect of a full-day school on academic stress. Statistical data analysis in this study using simple linear regression analysis. The sample in this study was 53 students who were taken by purposive sampling. The Likert scale uses as an instrument for collecting data related to academic stress. The full-day school does not affect students' academic stress. Evidenced by the results of the Pearson analysis, which shows that the value of the t count is 0.379 while the value of the T table is 0.679. Pearson analysis shows that T count is less than T table so that it can see that there is no relationship between full-day school and student academic stress. The results of the study indicate that the school can still carry out full day learning for its students but still pay attention to psychological conditions so that learning outcomes remain quality. the school needs to develop special policies related to full day school so that learning is carried out in accordance with the flow of the existing education system