Repository Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Not a member yet
667 research outputs found
Sort by
KONSEP MEMENDAM DAN MENGUNGKAPKAN PERASAAN: POLA KOMUNIKASI MASYARAKAT SUKU JAWA DAN SUKU BATAK DALAM MENGEKPRESIKAN EMOSI
Setiap budaya memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk dalam pola komunikasi dan pengekspresian emosi. Perbedaan budaya membentuk cara individu menyampaikan pesan, sikap, serta ekspresi emosi dalam interaksi sosial. Penelitian ini membahas perbedaan ekspresi emosi dan gaya komunikasi lintas budaya, khususnya pada masyarakat suku Jawa dan suku Batak di Indonesia. Suku Batak umumnya mengekspresikan emosi secara tegas, terbuka, dan spontan, sedangkan suku Jawa cenderung menggunakan gaya komunikasi yang halus, santun, dan menjunjung tinggi tata krama. Perbedaan ini dipengaruhi oleh proses pewarisan nilai budaya secara turun-temurun yang diinternalisasi sejak usia dini. Pemahaman terhadap perbedaan ekspresi emosi lintas budaya menjadi penting dalam masyarakat majemuk guna meminimalkan kesalahpahaman dan meningkatkan kualitas interaksi sosial antarbudaya
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN BPJS KLINIK PRATAMA AISYIYAH PALANGKA RAYA
Pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang memiliki peran strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien BPJS di Klinik Pratama Aisyiyah Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis kualitas pelayanan didasarkan pada indikator pelayanan publik yang meliputi transparansi, akuntabilitas, kondisional, partisipatif, kesamaan hak, serta keseimbangan antara hak dan kewajiban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kualitas pelayanan kesehatan di Klinik Pratama Aisyiyah Palangka Raya telah berjalan cukup baik. Pelayanan diberikan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku, bersifat transparan, dapat dipertanggungjawabkan, serta tidak membedakan pasien berdasarkan status sosial maupun jenis kepesertaan BPJS. Petugas kesehatan dan administrasi menunjukkan sikap profesional dan humanis dalam melayani pasien. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan pada aspek sarana dan prasarana, kecepatan pelayanan, serta pemahaman pasien mengenai hak dan kewajiban agar kualitas pelayanan dapat semakin optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara layanan kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan publik di bidang kesehatan.
Kata Kunci
kualitas pelayanan, pelayanan publik, pelayanan kesehatan, pasien BPJS, klinik pratam
DIGITALISASI NILAI LOKAL: INTERNALISASI FALSAFAH HUMA BETANG DALAM TRANSFORMASI BIROKRASI DIGITAL DI KOTA PALANGKA RAYA
Transformasi digital birokrasi menjadi agenda strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas dan kualitas pelayanan publik. Namun, implementasi digitalisasi sering menghadapi tantangan ketika tidak mempertimbangkan konteks sosial dan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai-nilai kearifan lokal Huma Betang dalam transformasi birokrasi digital Pemerintah Kota Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen kebijakan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi birokrasi di Kota Palangka Raya telah berkembang melalui berbagai platform layanan digital, namun masih menghadapi kesenjangan implementasi, literasi digital, dan fragmentasi kebijakan. Nilai-nilai Huma Betang, seperti kebersamaan, musyawarah, kesetaraan, dan gotong royong, dipahami oleh aparatur sebagai landasan etis dalam pelayanan digital dan terintegrasi dalam desain layanan, pola komunikasi, serta mekanisme partisipasi publik. Meskipun demikian, internalisasi nilai lokal masih bersifat normatif dan belum sepenuhnya terlembagakan dalam standar operasional prosedur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai lokal berperan penting dalam menciptakan digital governance yang inklusif dan humanis, serta merekomendasikan perlunya kodifikasi nilai Huma Betang dalam kebijakan dan prosedur digital birokrasi.
Kata Kunci
Digital governance; Huma Betang; kearifan lokal; transformasi birokrasi; pelayanan publik
ADAPTASI BUDAYA SEBAGAI STRATEGI PELESTARIAN IDENTITAS LOKAL KESENIAN KARUNGUT DI KOTA PALANGKA RAYA PADA ERA GLOBALISASI
Kesenian Karungut merupakan salah satu bentuk sastra lisan masyarakat Dayak
Kalimantan Tengah yang secara tradisional dilantunkan dalam konteks sakral, khususnya pada
upacara keagamaan Kaharingan. Namun, perkembangan zaman mendorong terjadinya adaptasi
budaya yang membuat Karungut hadir dalam ruang-ruang publik seperti Car Free Day (CFD)
Kota Palangka raya, Sekolah dan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
bentuk adaptasi budaya Karungut berdasarkan empat skala adaptasi menurut Reyes-García,
yaitu temporal, spatial, social, dan political, serta memahami strategi pelestarian dan tantangan
yang dihadapi para pegiat seni Karungut dalam mempertahankan identitas budaya tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi budaya sebagai strategi pelestarian
identitas local Kesnian Karungut di Kota Palangka Raya. Adapun metode penelitian yang
digunakan adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara
mendalam terhadap pegiat seni Karungut yang aktif di kegiatan CFD Palangka Raya dan
dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi budaya Karungut berlangsung secara
dinamis melalui berbagai bentuk transformasi. Pada skala temporal, Karungut diwariskan melalui
transmisi vertikal di sekolah, transmisi horizontal melalui interaksi lintas sebaya di ruang publik,
dan transmisi oblique melalui peran tokoh seni sebagai panutan. Pada skala spatial, Karungut
mengalami pergeseran ruang dari ranah sakral menuju pertunjukan publik dan media digital.
Pada skala social, adaptasi terlihat dari tingginya apresiasi masyarakat lintas etnis dan
meningkatnya keterlibatan generasi muda, meskipun inovasi seperti penggunaan keyboard
menimbulkan diskursus mengenai autentisitas. Pada skala political, ditemukan bahwa dukungan
pemerintah masih terbatas sehingga pelestarian Karungut lebih banyak bergantung pada inisiatif
komunitas dan individu.
Kesimpulannya, adaptasi budaya Karungut mencerminkan proses negosiasi antara
kebutuhan mempertahankan nilai tradisi dengan tuntutan modernitas. Kegiatan CFD,
ekstrakurikuler di sekolah dan penyebaran konten di media sosial terbukti menjadi ruang strategis
untuk memperkenalkan Karungut kepada masyarakat luas, namun keberlanjutan kesenian ini
memerlukan dukungan kolaboratif antara pemerintah, komunitas, lembaga pendidikan, dan
masyarakat
Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil dan Balita melalui Edukasi Pangan Lokal serta Pemanfaatan Data Kesehatan
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dan ibu balita dalam menerapkan pola makan sehat melalui pemanfaatan pangan lokal serta penggunaan data kesehatan sebagai dasar edukasi gizi. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu AFTA dengan sasaran ibu hamil, ibu balita, dan kader posyandu. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi, penyampaian materi pola makan sehat, inovasi olahan pangan lokal berbahan labu kuning, serta pemanfaatan data kesehatan ibu dan balita untuk mendukung pengambilan keputusan gizi yang tepat sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya gizi seimbang, pemanfaatan pangan lokal, serta kesadaran terhadap peran data kesehatan dalam pemantauan status gizi. Selain itu, kegiatan ini berdampak pada perubahan perilaku masyarakat dalam memilih dan mengolah pangan sehat, serta meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam edukasi gizi berbasis data. Kegiatan ini mendukung upaya pencegahan masalah gizi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan memperkuat peran posyandu sebagai pusat edukasi kesehatan berbasis masyarakat.
Kata kunci: pengabdian masyarakat, gizi ibu hamil, balita, pangan lokal, data kesehatan, posyand
STRATEGI MANAJEMEN ALAT KESEHATAN DAN KAPASITAS SDM UNTUK PENINGKATAN MUTU LAYANAN RSUD DR. DORIS SYLVANUS KALIMANTAN TENGAH
Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan
layanan yang bermutu, efektif, dan profesional. Peningkatan mutu layanan
rumah sakit sangat dipengaruhi oleh strategi manajemen alat kesehatan dan
kapasitas sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis strategi manajemen alat kesehatan dan pengembangan
kapasitas SDM dalam upaya peningkatan mutu layanan di RSUD dr. Doris
Sylvanus Kalimantan Tengah, serta mengidentifikasi hambatan dan
merumuskan strategi perbaikan yang terintegrasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi
dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pimpinan rumah sakit, kepala
unit, tenaga kesehatan, dan staf pengelola alat kesehatan. Analisis data
dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen alat kesehatan di
RSUD dr. Doris Sylvanus telah mencakup perencanaan, pengadaan,
pemeliharaan, dan pengawasan, namun belum berjalan optimal.
Permasalahan utama meliputi perencanaan yang belum berbasis kebutuhan
pelayanan, keterbatasan sistem inventarisasi digital, serta keterlambatan
pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan. Dari sisi SDM, pengembangan
kapasitas telah dilakukan melalui pelatihan dan evaluasi kinerja, tetapi
distribusi tenaga kesehatan belum merata dan pelatihan belum berkelanjutan.
Integrasi antara manajemen alat kesehatan dan pengembangan SDM juga
belum berjalan secara sistematis, sehingga berdampak pada mutu layanan
rumah sakit.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan mutu layanan di RSUD dr.
Doris Sylvanus memerlukan strategi manajemen yang terintegrasi antara
pengelolaan alat kesehatan dan pengembangan kapasitas SDM.
Rekomendasi yang diajukan meliputi perencanaan alat kesehatan berbasis
kebutuhan, penguatan sistem pemeliharaan dan inventarisasi digital,
peningkatan pelatihan berbasis kompetensi, serta pengembangan sistem
manajemen yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Kata kunci: strategi manajemen, alat kesehatan, sumber daya manusia, mutu
layanan, rumah sakit
"TEKNIK REMINISCENCE DALAM MENINGKATKAN WELL BEING PADA LANSIA"
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan kesejahteraan psikologis akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan well-being pada lansia adalah teknik reminiscence. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran teknik reminiscence dalam meningkatkan well-being pada lansia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara semi terstruktur terhadap tiga orang lansia anggota Sekolah Lansia Tangguh BKL Cantik Palangka Raya yang berusia 60 tahun ke atas. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta penggunaan media berupa foto dan benda kenangan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik reminiscence berkontribusi dalam meningkatkan well-being lansia, terutama pada aspek dukungan sosial dan kemandirian (autonomy). Lansia merasa lebih bahagia, tidak kesepian, serta tetap memiliki rasa bermakna melalui interaksi sosial dan aktivitas yang masih dijalani. Dengan demikian, teknik reminiscence dapat menjadi salah satu intervensi psikologis yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pada lansia.
Kata kunci: lansia; teknik reminiscence; well-being; kesejahteraan psikologis; penelitian kualitatif
STATISTIKA TERAPAN: KONSEP, METODE, DAN APLIKASI DALAM RISET MULTIDISIPLIN
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas berkat dan rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan
buku dengan judul "Statistika Terapan: Konsep, Metode, dan
Aplikasi dalam Riset Multidisiplin". Buku ini ditujukan untuk
membekali pembaca dengan pemahaman mendalam mengenai
konsep dan metode statistika terapan yang sangat penting
dalam berbagai bidang riset.
Dalam dunia yang semakin kompleks, pemanfaatan data dan
analisis statistik menjadi sangat krusial untuk pengambilan
keputusan yang berbasis bukti. Oleh karena itu, buku ini
menyajikan aplikasi praktis dari statistika dalam konteks
multidisiplin, menggabungkan teori dengan contoh nyata.
Harapan kami, buku ini dapat menjadi referensi yang berguna
bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi dalam pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi. Terima kasih kepada semua
pihak yang telah mendukung dalam proses penulisan buku in
Panduan Cara Mudah Belajar
Penulis berharap buku ini dapat menjadi rujukan atau
pedoman bagi para peneliti atau masyarakat umum. Buku
mengenalkan teori statistika dengan menggunakan perhitungan
manual berdasarkan rumus atau teori yang ada, serta cara
menyajikan data dengan menggunakan aplikasi program
Microsoft Excel dan SPSS. Buku ini juga menyajikan contoh soal
untuk membantu pembaca dengan mudah menerapkan rumus
statistik dan cara menggunakannya dengan program Excel dan
SPSS. Materi dalam buku ini sangat aplikatif bagi mereka yang
baru mulai belajar statistika agar pembelajarannya lebih mudah.
Buku ini meliputi berbagai analisis yang umumnya dipakai
dalam penelitian, seperti statistika deskriptif sampai dengan
statistika inferensial untuk mengetahui hubungan antarvariabel,
baik yang sederhana maupun berganda. Selain itu, terdapat juga
cara-cara perumusan hipotesis beserta pengujiannya untuk
sampel besar dan kecil, analisis varians (Anova), analisis
kovarians (anakova), manova (multivariate analysis of variance).
Uji asumsi klasik, serta uji validitas dan reliabilitas data dalam
penelitian. Demi melengkapi penelitian, buku ini juga menyajikan
analisis jalur (path analysis) dan statistika nonparametrik
untuk pengujian
RAGAM PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN
berbagai bidang studi, memberikan panduan yang komprehensif untuk memahami
dan menerapkan metode penelitian secara efektif. Pada BABI, dibahas konsep dasar
metode penelitian, termasuk definisi, fungsi, ciri-ciri, dan jenis-jenis penelitian. BАВ II
fokus pada metodologi penelitian kualitatif, menjelaskan paradigma, karakteristik, alur
proses, dan teknik analisis data dalam penelitian kualitatif. Selanjutnya, BAB IImembahas
metodologi penelitian kuantitatif, termasuk konsep, karakteristik, jenis-jenis penelitian,
dan prosedur penerapan penelitian kuantitatif. BAB IV mengulas metodologi penelitian
tindakan kelas (PTK), termasuk paradigma, karakteristik, tujuan, manfaat, dan modelmodel PTK. Terakhir, BAB V membahas metodologi penelitian pengembangan (Research and
Development/R&D), menjelaskan pengertian, karakteristik, tujuan, metode, langkah-langkah,
dan model-model penelitian pengembangan, serta memberikan contoh konkret penelitian dan
pengembangan. Buku ini dilengkapi dengan ringkasan dan evaluasi diri pada akhir setiap bab
untuk membantu pembaca memahamidan merefleksikan materiyang telah dipelajari