Repository Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Not a member yet
667 research outputs found
Sort by
Laporan Pengabdian Masyarakat "Pelatihan Medication Safety untuk Tenaga Kefarmasian di RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya"
Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Resep di Puskesmas Rantau Pulut I Seruyan Tengah
Pelayanan farmasi adalah salah satu pelayanan kesehatan minimal yang wajib disediakan oleh puskesmas. Pelayanan farmasi di puskesmas merupakan salah satu kegiatan di Puskesmas yang menunjang pelayanan kesehatan yang berkualiats. Salah satu parameter untuk meningkatkan kualitas atau mutu pelayanan kafarmasian khususnya di loket obat maupun apotek adalah waktu tunggu pelayanan resep obat. Waktu tunggu pelayanan resep obat dihitung dari resep yang diserahkan ke loket obat sampai pasien mendapatkan obat berserta pemberian Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) yang dilakukan oleh tenaga kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rata-rata waktu tunggu pelayanan resep pada Puskesmas Rantau Pulut I Seruyan Tengah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan penelitian ini adalah obsevasi/pengamatan langsung dengan menggunakan lembar evaluasi waktu tunggu. Jumlah sampel sebanyak 72 resep yang terdiri dari 65 resep non racikan dan 7 resep racikan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep dengan standar yang berlaku di Puskesmas Rantau Pulut I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan resep non racikan selama 3,13 menit dan resep racikan selama 7,28 menit. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelayanan resep telah memenuhi SOP: ketepatan waktu tunggu pelayanan obat di Puskesmas Rantau Pulut I dengan waktu tunggu pelayanan resep non racikan 10 menit dan resep racikan 15 menit
Evektifitas Inovasi Pelayanan Administrasi Kependudukan pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan
Pelayanan publik merupakan sebuah aktivitas pelayanan yang dijalankan lembaga pemerintah sebagai upaya pertolongan agar warga dapat lebih mudah mencapai keinginanya. Pada Kabupaten Banjar memiliki 20 kecamatan dengan 227 Desa, penyebaran penduduk diklasifikasikan jarang, serta terdapat beberapa wilayah dengan jarak yang cukup jauh dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banjar serta harus melewati wilayah lainnya. Inovasi Jempol Pelanduk, bertujuan agar masyarakat dapat merasakan kehadiran pelayanan publik yang baik meskipun berada di luar kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terkait Efektivitas Program Jemput Bola Pelayanan Administrasi Kependudukan (Jempol Pelanduk) di Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data serta kesimpulan. Hasil Penelitian dirasa program sudah sangat efektif dengan memenuhi input, proses, output dan outcome. Dindukcapil sudah mempersiapkan fasilitas peralatan di mobil pelanduk, melakukan sosialisasi ke desa dengan Jemput Bola Pelayanan Administrasi Kependudukan (Jempol Pelanduk) dilakukan dengan baik, output Jempol Pelanduk sudah tercapai serta outcome Jempol Pelanduk, berdampak manfaat pada data dokumen kependudukan. Walaupun pada praktiknya dilapangan terdapat faktor penghambat dalam efektivitas
Natural Stone Water Filter Tajau: Local Wisdom of The Banjar Tribe in Hulu Sungai, South Kalimantan
This study aims to obtain information about the local wisdom of the Banjar Tribe for daily water consumption. This study uses qualitative methods. The findings of this study indicate that only a few local communities in the Banjar tribe in the Upper Kalimantan River use Tajau filtered water for daily consumption. On the other hand, people actually still believe that consuming filtered water with Tajau stones without boiling first does not cause disease. These results are proven by the results of testing the chemical-physical parameters of the water from the stone filter Tajau which shows that the water is suitable for consumption. The local wisdom of the Banjar people in Hulu Sungai South Kalimantan in using filtered water Tajau for consumption is proven to meet the drinking water quality requirements. Thus, the local wisdom of using the stone Tajau holds an interesting potential for further research to find out the effect of the types of rock used so that it can guarantee the quality of filtered water
Pengaruh Penggunaan Media Sosial pada Penggunaan Pembelajaran berbasis Mobile SI-BAJAKAH
Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana faktor usia dan gender serta kondisi lingkungan sosial kemasyarakatan akan mempengaruhi penggunaan pembelajaran berbasis teknologi yaitu pada aplikasi SI-BAJAKAH. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengedarkan kuisioner kepada 414 siswa SMP, SMA, dan SMK. Adapun metode statistik yang dilakukan adalah Analisis Varians (ANOVA) dan Uji-t sample independen. Metode pertama untuk membandingkan 3 variabel yang berbeda dalam penelitian ini, sedangkan metode kedua ini sangat penting untuk mengetahui apakah ada signifikansi statistik antara dua kelompok yang saling tidak terkait, dalam hal ini laki-laki dan perempuan adalah dua variabel independen. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah adanya perbedaan usia dan gender dan faktor lingkungan sosial dari para siswa tersebut yang menghasilkan persepsi positif dalam implementasi pembelajaran menggunakan aplikasi SI-BAJAKAH ini. Rekomendasi untuk penelitian yang akan datang adalah penelitian tentang metode peningkatan kualitas implementasi aplikasi SI-BAJAKAH agar lebih baik lagi
The Discrepancy Evaluation Model in The Implementation of Online Learning (On The Basis Of Parents’ Perceptions)
Introduction. The evaluation of online learning is an attempt to see the extent of the education process in Indonesia. This evaluation study seen from parents’ perception is a new study that has not been carried out. Most dominant researchers evaluate the learning process by emphasising the school, but it has not been touched from the parent’s side.
Aim. This study aims to evaluate the implementation of online learning based on the perceptions of parents of students.
Research methodology and methods. A discrepancy evaluation model method is used in the present research. The discrepancy evaluation model embodies five stages of evaluation: reviewing designs and standards, comparing implementation strategies, reviewing whether the process produces goals, comparing discrepancies with objectives, and cost and benefit analysis. The research subjects were 231 parents, who were involved using a simple random sampling technique. Data were collected using online questionnaires and interview sheets. A table of evaluation criteria and descriptive analysis were employed to analyse the data.
Results and scientific novelty. The study results show that the implementation of online learning can run well, but the government needs to prepare appropriate policies to maintain the quality of learning. On average, 72.82% of parents think that the online learning process is sufficient. There are still psychological obstacles in the form of fatigue, anxiety, too many tasks, and technical obstacles in the form of a slow Internet network and the lack of availability of online learning facilities such as cellphones, laptops, personal computers, which are input and follow-up devices for schools, so that online learning is expected to continue to be improved increasing its effectiveness.
Practical significance. This research implies that evaluation is one of the indicators that can measure the success of a programme. To implement the online learning programme, namely in junior high schools in Indonesia, it is necessary to have a special education policy by paying attention to the segmentation of the characteristics of parents, especially groups of low-income parents and education level
Evaluasi Kinerja Guru dalam Mengelola Pembelajaran Melalui Supervisi Kepala Sekolah
Kinerja guru dalam pembelajaran di sekolah selalu menjadi topik menarik untuk didiskusikan, sama menariknya dengan pembahasan tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Hal itu disebabkan karena guru merupakan faktor penentu paling penting dalam keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru memiliki banyak peran dalam proses pembelajaran, baik sebagai pengarah, fasilitator, dinamisator, maupun katalisator proses pembelajaran. Secara garis besar, guru berperan sebagai perencana, adiministrator, pelaksana, sekaligus evaluator proses pembelajaran yang dilakukannya.
Kinerja guru dalam mengelola pembelajaran di sekolah
dapat diukur dengan berbagai cara, antara lain melalui
supervisi kepala sekolah. Tugas supervisi merupakan salah
satu fungsi administratif yang dijalankan oleh kepala sekolah,
yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan guru
mengelola pembelajaran secara lebih baik. Supervisi oleh
kepala sekolah juga berfungsi sebagai alat koordinasi
personalia sekolah agar aktivitas-aktivitas sekolah tidak
menyimpang dari perencanaan semula
Bukti Korespondensi "Formulasi dan Aktivitas Antibakteri Krim Anti Acne Ekstrak Etanol Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) terhadap Staphylococcus epidermidis"
Laporan Pengabdian Masyarakat "Pelatihan Pembuatan dan Pengelolaan Media Pembelajaran Berbasis Web Blog Bagi Guru MAN 2 Pulang Pisau"
Salah satu model pembelajaran yang dapat dibuat oleh guru agar menarik minat siswa dalam belajar adalah WebBlog. Blog atau WebBlog merupakan tulisan pribadi seseorang di internet yang berisi informasi bersifat kronologis dan bisa di update. Kegiatan ini dilaksanakan di MAN 2 Pulang Pisau, Kabupaten Pulang Pisau yang berjarak 139 km dari kota Palangka Raya. Masalah utama yang dihadapi guru dalam memanfaatkan media dalam pembelajaran adalah teknologi informasi yang sudah banyak tersedia di sekolah-sekolah namun belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai media pendukung proses belajar mengajar. Oleh karenanya pelatihan pembuatan dan pengelolaan WebBlog merupakan langkah strategis yang harus dilakukan. Pelatihan ini diberikan kepada 20 orang guru yang materinya terdiri dari Konsep pemanfaatan weblog, Pengenalan blog, Praktik cara menggunakan blog, Praktik cara mengisi konten dalam blog dan Praktik cara me-manage tampilan blog agar lebih menarik. Hasil dari pelatihan ini menunjukan terjadi peningkatan kemampuan berdasarkan hasil pretest dnegan nilai 5,2 meningkat pada hasil postest dengan nilai 8,3
Laporan Penelitian "Analisis Pemahaman Pegawai PTMA di Kalimantan Tengah Terhadap Keberadaan Ortom Muhammadiyah"
Kaderisasi sangat penting dalam sebuah amal usaha, karena kader inilah yang nantinya akan menjadi pelangsung, pelopor dan penerus Muhammadiyah untuk kedepannya.
Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah ialah organisasi atau badan yang dibentuk oleh Persyarikatan Muhammadiyah yang dengan bimbingan dan pengawasan, diberi hak dan kewajiban untuk mengatur rumah tangga sendiri, Kepengurusan ortom baik dtingkat wilayah, daerah, cabang atau ranting sebenarnya merupakan wadah yang tepat bagi pegawai PTMA ini untuk berperan aktif didalamnya. penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pemahaman pegawai PTMA terhadap keberadaan Ortom di Kalimantan Tengah.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek Responden penelitian ini adalah pegawai PTMA yang bekerja di UMPR, STIKIP Muhammadiyah Sampit dan AKBID Sampit. Penggunaan random sampling digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan dari indikator pemahaman, sebagian besar responden sudah memahami keberadaan ortom meskipun belum sepenuhnya mengerti secara masif pergerakan ortom tersebut. Pegawai PTMA yang aktif bergabung di ortom Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah dan Hizbul Wathan. Rekomendasi penelitian ini adalah: a) Untuk Pimpinan PTMA, membuat kebijakan tertulis dalam bentuk edaran atau Surat Keputusan agar seluruh dosen dan tenaga kependidikan terlibat aktif diorganisasi otonom Muhammadiyah; b) Untuk Ketua Organisasi Otonom, agar masif mengajak civitas akademika untuk bergabung diorganisasi otonom Muhammadiyah