Repository Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Not a member yet
667 research outputs found
Sort by
Exploration of the Potential of Local Plants of Melastoma malabatchricum Fruit for Food Fortification
Endurance can be increased by maintaining nutritional intake, one of which is by consuming local plants such as Melastoma malabatchricum Fruit. This study aims to explore the nutritional content of Melastoma malabatchricum fresh fruit, flour and processed products from the flour. This research was conducted at the Baristand Laboratory of the Banjar Baru Industrial Center, South Kalimantan. The results showed that flour and processed products from Melastoma malabatchricum flour had higher nutritional content than fresh Melastoma malabatchricum fruit. Nutritional content of Melastoma malabatchricum flour are cal, ca, Fe, Water, Ash, Fat, Protein and Carbohydrate. These results indicate that Melastoma malabatchricum has the potential to be developed as an ingredient for food fortification
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media E-Comic dalam Pembelajaran Sains SD
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran berupa e-comic pada pembelajaran sains di Sekolah Dasar (SD). Metode penelitian yang digunakan yaitu berupa pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa survei yang dilakukan kepada 20 orang siswa di jenjang Sekolah Dasar. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa memberikan respon yang positif terhadap upaya pengembangan media pembelajaran berupa e-comic untuk diterapkan pada kegiatan pembelajaran khususnya pada materi “Peduli Terhadap Makhluk Hidup”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penelitian ini perlu untuk terus dilanjutkan sehingga dapat menghasilkan produk berupa media pembelajaran berupa e-comic untuk dapat diaplikasikan pada kegiatan pembelajaran
Analisis Standar Proses Pada Pembelajaran Matematika di Kelas III SDN 4 Pahandut
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa standar proses pada pembelajaran matematika di kelas III SDN 4 Pahandut. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru kelas III, kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan teman sejawat guru.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, untuk memperoleh gambaran proses pembelajaran yang meliputi pengajaran didalam didalam kelas III dan aktifitas peserta didik saat belajar dikelas, wawancara dilakukan untuk memperoleh data-data berupa informasi dari pihak yang menjadi nara sumber dalam penelitian untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian standar proses pada mata pelajaran matematika di kelas III, dan dokumentasi dilakukan untuk mendokumentasikan aktivitas pembelajaran yang dilakukan guru dan peserta didik didalam kelas saat sedang melaksanakan proses pembelajaran.
Hasil penelitan menunjukan bahwa dalam perencanaan atau dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) semua komponen-komponen yang wajib ada dalam sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sudah tersusun dengan rapi. Tetapi dalam pelaksanaannya, guru hanya melaksanakan kegiatan inti dan kegiatan penutup dan melewatkan kegiatan pendahuluan
Development of Animation Learning Media Based on Local Wisdom to Improve Student Learning Outcomes in Elementary Schools
Teachers play an active, creative and innovative role in online learning so that student learning outcomes get maximum results. One of the efforts made is to develop animation learning media based on local wisdom in online learning. Animation media chose because students tend to be more interested in exciting things around them. To achieve this, researchers use a research and development approach to produce a product. This research model refers to the ADDIE development model. The model trial subjects were 123 students of elementary school Muhammadiyah Palangkaraya, elementary school Panarung, elementary school Negeri Pahandut. This research produces innovative learning media animation based on local wisdom, including competencies, indicators, materials, displays, button designs, and local potentials of Indonesian Kalimantan. The four elementary schools' effectiveness trials showed that the mean scores were post-test (81.02) and pre-test (54.82). So it can be said that the designed model is effective in improving learning outcomes
Evaluation of the CSE-UCLA Model on the Performance of School Counselor in Indonesia
The problem and the aim of the study. Evaluation is an attempt to review whether the program follows the objectives and achieves the expected goals. The evaluation of the UCLA CSE model was chosen because this model is very suitable for evaluating ongoing Education programs. This study aims to find out how the performance of counselors in schools using the UCLA SCE evaluation model.
Research methods. This research is evaluation research with five stages: the assessment system, program planning, implementation program, Program Improvement, and Certification Program. The research subjects were 180 people divided into 150 students and 30 counselors from state high school 1 Palangkaraya, state high school 1 Kuala Kapuas, state high school 1 Sampit, state high school 1 Katingan, State Senior High School 1 Pangkalan Lada. The research instruments used in this study were interviews, questionnaires, observation, and documentation. This research instrument was used to obtain data related to the performance of counselors in Indonesian schools. Data analysis was carried out in-depth by analyzing the percentage of the questionnaire results that the research subject had filled in.
Results. The results showed that the guidance and counseling services had been running in a good category. The analysis results show that the evaluation of the UCLA CSE model carried out shows that every aspect gets a score with good criteria. The assessment aspect gets a score (72.40), the planning program (69.20), program implementation (70.00), improvement program (70.16), and program certification 73.20 if. The average evaluation result is (70.99) good category. The research findings show that the results of the very good category have not been found, so school counselors need to improve the quality of service to achieve the very good category. Excellent service will help school counselors gain the trust of students and parents.
Conclusion. Evaluation of the program using the UCLA CSE model conducted in several schools in Indonesia shows that the school’s guidance and counseling service program has been running in a good category. Support from the system needs to be strengthened to recognize guidance and counseling in schools. School counselors need to socialize guidance and counseling services so that students become more confident and confident in the existence of guidance and counseling. The government also needs to provide a strategic position of guidance and counseling in the world of education so that the existence of school counselors is increasingly recognized and has an important role in the world of education
Burnout Konselor
Konselor profesional yang mengalami stres pada
pekerjaan sehari-hari dapat mengalami burnout. Burnout
mencakup tiga dimensi yang dialami oleh konselor seperti
kelelahan emosional dan fisik, sinisme, dan dan penurunan
prestasi pribadi. Burnout salah satunya dipengaruhi oleh sumber
daya yang tidak memadai dan tuntutan yang berlebihan atas
pekerjaan dalam jangka waktu yang lama, menyebabkan
konselor tidak mampu lagi memberikan layanan yang efektif.
Burnout konselor menyebabkan penurunan kualitas
layanan dan kemungkinan membuat konselor mengabaikan
konseli, sehingga hubungan konselor dan konseli akan
terganggu. Buruknya kualitas layanan bimbingan dan konseling
yang diberikan kepada konseli tidak hanya menjadi perhatian
secara moral bagi konselor, tetapi juga merupakan masalah
etika bagi profesi karena kewajiban semua konselor untuk
menghindari bahaya dan meningkatkan kesejahteraan konseli.
Burnout yang tidak tertangani juga dapat menyebabkan masalah
profesional yang lebih serius seperti penurunan nilai, penyakit
mental, krisis pribadi, atau masalah kesehatan. Pemantauan diri
dari yang paling penting bagi konselor agar terhindar dari
burnout. Buku ini terdiri dari bab-bab yang membahas tentang,
konselor sekolah, burnout, dampak burnout pada konselor, dan
faktor burnout konselor sekolah
Identification of Metabolite Compounds and Biological Activity of Diplazium esculentum
Diplazium esculentum is one of the medicinal plants used by Dayak tribes in Central Kalimantan to cure acne. The potential of D. esculentum can be proved through information on the active compounds of the extract obtained in decoction and infusa methods. Thus, a liquid chromatography-mass spectrophotometry (LC-MS)-based method is developed to identify the active compounds of D. esculentum extract in either decoction method or infusa method. The chemical compound potential of D. esculentum extract was then analysed using bioinformatics approach based upon the database of PASS online server. Results showed that the D. esculentum extract contained 81 chemical compounds in decoction method and 68 compounds in infusa method, in which the dominant compound was flavonoid. Moreover, PASS online web server analysis found 7 flavonoid compound groups potential as anti-acne containing antisebor, AR expression inhibitor and CYP1A1 inhibitor. This information could be very useful for designing a clinical test on plant natural compound potential for traditional drug development
Perbandingan Jenis-Jenis Agregat Kasar Batu Merak, Batu Hampangen dan Batu Banjar Untuk Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan Beton Normal K-250
Ketersediaan batu pecah lokal di daerah Palangkaraya sangat minim, sehingga kebanyakan batu pecah di daerah ini didatangkan dari luar daerah. Agregat kasar yang dapat di temui antara lain Batu Merak, Batu Hampangen dan Batu Banjar Pelaihari. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kekuatan beton yang dihasilkan agregat kasar tersebut dalam mutu normal K-250. Perencanaan campuran beton menggunakan metode DoE (Departement of Enviroment). Benda uji sebanyak 3 sampel untuk masing-masing campuran dengan agregat kasar yang berbeda, sampel uji beton menggunakan kubus dengan ukuran 15 cm × 15 cm × 15 cm, dan selanjutnya dilakukan pengujian kuat tekan beton pada umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Dari hasil penelitian didapatkan hasil kuat tekan beton pada umur beton 28 hari beton dengan campuran batu Merak sebesar 368,71 kg/cm2, dengan campuran batu Hampangen sebesar 370,36 kg/cm2, dan dengan campuran batu Pelaihari sebesar 334,89 kg/cm2. Dapat disimpulkan bahwa beton dengan menggunakan ketiga agregat kasar tersebut memiliki kuat tekan yang lebih tinggi daripada mutu yang direncanakan. Akan tetapi beton menggunakan agragat kasar batu Hampangen memiliki kuat tekan yang tertinggi
Pelatihan Pembuatan Batik Ramah Lingkungan Dengan Pewarna Alami (Ecoprint)
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai
pentingnya melestarikan lingkungan dan sumber daya hutan, selain juga menciptakan peluang
ekonomi alternatif bagi warga kelurahan Mungku Baru. Metode yang digunakan adalah
sosialisasi observasi dan explore ecoprint. Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian ini yaitu
terciptanya pemahaman masyarakat tentang pentingnya sumberdaya alam hutan bagi
kehidupan masyarakat sekitar dan bagaimana melestarikannya serta meningkatkan
keterampilan pembuatan batik dengan menggunakan pewarna alami
Laporan Penelitian "Pengembangan Model Pembelajaran Critical Investigation Group Untuk Mengembangkan Karakter Rasa Ingin Tahu Siswa Pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar"
Pengembangan Model Pembelajaran Critical Investigation Group Untuk Mengembangkan
Karakter Rasa Ingin Tahu Siswa Pada Pembelajaran Tematik Di Sekolah Dasar ini
diharapkan dapat digunakan sebagai inovasi pembelajaran bagi guru-guru SD serta dapat
memudahkan guru dalam melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Hal tersebut juga dapat
memudahkan guru dalam mengevaluasi pembelajaran dan membuat penilaian yang dapat
mengukur perkembangan karakter rasa ingin tahu siswa selama pembelajaran. Siswa dalam
hal ini juga dapat memiliki pengalaman belajar yang bermakna da