Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
98 research outputs found
Sort by
DERMATITIS SEBOROIK GENERALISATA PADA INFANTIL: LAPORAN KASUS
Latar Belakang: Dermatitis Seboroik Infantil (DSI) merupakan salah satu kelainan inflamasi kulit yang umum terjadi pada bayi, terutama dalam enam bulan pertama kehidupan. Kondisi ini ditandai dengan munculnya eritema, skuama berminyak berwarna kekuningan, dan lesi yang tersebar pada area tubuh yang kaya kelenjar sebaseus. Meskipun bukan kondisi yang membahayakan, DSI dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan memengaruhi kualitas hidup anak. Tujuan: Melaporkan dan mengevaluasi kasus dermatitis seboroik generalisata pada bayi, termasuk pendekatan diagnosis dan penatalaksanaan berdasarkan tingkat keparahan lesi menggunakan indeks SDASI (Seborrhoeic Dermatitis Area Severity Index). Metode: Laporan kasus ini melibatkan seorang bayi perempuan berusia 9 bulan dengan lesi kulit yang menyebar di berbagai area tubuh. Pemeriksaan klinis dilakukan untuk menilai manifestasi lesi, dan penilaian tingkat keparahan menggunakan metode SDASI. Terapi yang diberikan berupa kombinasi antijamur dan kortikosteroid topikal serta antihistamin sistemik. Hasil: Hasil penilaian menunjukkan skor SDASI ringan pada kulit kepala dan wajah, serta sedang pada area dada. Pasien menunjukkan perbaikan gejala setelah dilakukan terapi kombinasi topikal dan edukasi kebersihan kulit. Prognosis umumnya baik dengan manajemen yang tepat. Kesimpulan: DSI memiliki etiologi multifaktorial yang melibatkan kolonisasi jamur Malassezia, produksi sebum berlebih, dan imaturitas sistem imun bayi. Penatalaksanaan memerlukan pendekatan holistik meliputi terapi topikal, penghindaran faktor pencetus, serta edukasi kepada pengasuh. Penggunaan SDASI membantu dalam menentukan derajat keparahan dan evaluasi terapi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan strategi terapi jangka panjang yang lebih efekti
EDUKASI PENANGANAN SAKIT LEHER KETIKA BEKERJA PADA PEKERJA DI KAWASAN TIERRA SOHO SURABAYA
Latar Belakang : Neck pain atau sakit leher dapat menyebabkan penderita sakit leher merasakan sakit, kererbatasan, gangguan kualitas kerja maupun kehidupan secara umum. Seseorang yang mengalami sakit leher kronis akan mengalami kekakuan dan juga rentang gerak yang terbatas. Faktor resiko nyeri leher pada pekerja kantoran meliputi postur tubuh dan kepala tidak sesuai, bekerja dalam jumlah waktu yag lama, keterampilan komputer yang buruk, jarak keyboard dari tepi meja kurang dari 15 cm. Pengukuran sakit leher dapat menggunakan Neck disability index (NDI). Latihan peregangan dan penguatan leher efektif untuk nyeri leher kronis. Program Latihan yang efektif 20–30 repetisi/sesi peregangan leher, peregangan bahu, gerakan memutar bahu, peregangan batang tubuh, dan latihan ekstensi punggung, dengan durasi sekitar 10–15 menit per sesi. Metode: Menggunakan 2 tahapan pre test dan post test. Tahap pertama yaitu Pre Test, menggunakan questioner wawancara sekaligus mengisi data questioner Neck disability index (NDI). Tahap kedua berisi hal yang sama dengan isi dari pre test namun post test sebagai penilaian ke efektifan edukasi yang diberikan kepada pekerja. Hasil : Perubahan yag siginifikan untuk hasil edukasi dan untuk kondisi nyeri leher ringan dan sedang ada beberapa pekerja yang merasakan adanya perubahan rasa sakit ketika setelah melakukan latihan tersebut secara berkala, namun untuk kondisi nyeri leher berat dibutuhkannya penanganan fisioterapi lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kesimpulan: Kegiatan edukasi ini dapat memberikan pengetahuan untuk pencegahan dan penanggulangan ketika nyeri leher ini muncul ketika berkerj
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI LANJUTAN (DPT-HB-HIB & CAMPAK) PADA BALITA DI PUSKESMAS TELUK DALAM KECAMATAN BANJARMASIN TENGAHKOTA BANJARMASIN TAHUN 2024
Latar Belakang: Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Penyakit tersebut dikenal sebagai Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Target Nasional Capaian Imunisasi Balita Lengkap (IBL) adalah 95%, Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin (2023) Capaian Imunisasi Balita Lengkap (IBL) sebesar 49,49% berada pada 8 capaian terendah se Kalimantan Selatan dan di bawah target Nasional. Capaian IBL di Puskesmas Teluk Dalam juga masih rendah yaitu sebesar 74,48% menduduki 10 capaian imunisasi balita lanjutan terendah dari 28 puskesmas se Kota Banjarmasin. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan (DPT-HB-HiB & Campak) pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin Tahun 2023. Metode: Penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study dengan metode survei menggunakan kuisioner. Populasi dan Sampel: semua ibu yang memiliki balita berusia 18-24 bulan yang berkunjung didalam Gedung dan posyandu sebanyak 40 orang. Hasil: responden kategori imunisasi balita lanjutan tidak lengkap sebanyak 21 orang (53%). Pengetahuan baik sebanyak 31 orang (78%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p- value = 0,001 dengan α < 0,05 artinya (p < 0,05), secara signifikan ada hubungan pengetahuan ibu balita dengan kelengkapan imunisasi lanjutan (DPT-HB-HiB dan Campak Rubella) di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam Tahun 2023. Kesimpulan: Ada Hubungan pengetahuan ibu balita dengan kelengkapan imunisasi lanjutan (DPT-HB-HiB dan Campak Rubella) di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam Tahun 2023
PENGARUH TERAPI BEKAM PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH: SYSTEMATIC REVIEW: PENGARUH TERAPI BEKAM PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH: SYSTEMATIC REVIEW
Hipertensi adalah suatu keadaan tekanan darah systole dan diastole yang abnormal. yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (mordibitas) dan angka kematian (mortalitas), Faktor resiko yang menyebabkan hipertensi adalah gaya hidup modern yang berusaha mengatasi stresnya dengan merokok dan minum alkohol atau kopi. Hipertensi dapat dikelola dengan pengobatan non-farmakologis, seperti bekam. Bekam dilakukan dengan penyedotan kulit dibagian tertentu untuk mengeluarkan racun di dalam tubuh, serta berperan menurunkan tekanan darah systole dan diastole ,Tujuan Studi penelitian ini bertujuan untuk menggetahui pengaruh terapi bekam basah pada penderita hipertensi dalam menurungkan tekanan darah. metodologi penelitian yang digunakan adalah Literature review, menggunakan analisis PICOT, dengan database Google Scholar, rangkaian penelitian yang berkaitan dengan metode pengumpulan data perpustakaan, atau penelitian (jurnal ilmiah) melalui pancarian informasi pustaka pada variabel penelitian. Penelitian ini mengunakan mengunakan populasi data berupa daftar jurnal /artikel penelitian dalam kurun tahun 2020-2025 sebanyak 10 jurnal. Hasil penelitian dapat menunjukan bahwa adanya pengaruh tekanan darah sebelum terapi bekam dengan tekanan darah setelah terapi bekam terhadap perubahan tekan darah pada pasien hipertensi. Kesimpula terapi bekam dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Hasil literature review menunjukkan adanya pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan terapi bekam. KesimpulanPemberian terapi bekam sebagai salah satu terapi non-farmakologi mampu untuk diaplikasikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi
PROFIL PENYAKIT FLU SINGAPURA ATAU HAND, FOOT AND MOUTH DISEASE (HFMD) PADA ANAK DAN PENGOBATAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK VIOLA BEKASI TAHUN 2024
The This study aims to describe the use of medication in children affected by Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) at Viola Mother and Child Hospital, Bekasi, during the period of April – September 2024. This research employs a descriptive method that illustrates the treatment and factors influencing HFMD using a retrospective approach based on patient medical records.The study sample consists of patients confirmed positive for HFMD at Viola Mother and Child Hospital, Bekasi, who meet the inclusion criteria. The sampling technique used is purposive sampling. Data processing is conducted using Microsoft Excel 2021. Data analysis is presented in table format with descriptive explanations and percentage calculations. The study results show that: 1) Treatment outcomes for HFMD: All 53 samples survived (100%), and there were no fatalities (0%). 2) Based on sociodemographic data, the majority of cases were male, totaling 35 individuals (66%), with the most affected age range being ≥ 1 – ≤ 3 years, accounting for 26 individuals (49%). 3) The treatment of HFMD includes eight drug categories: antivirals, antibiotics, antipyretics, antifungals, antiseptics, antihistamines, corticosteroids, and vitamins. The most frequently used medication is Acyclovir, with 45 cases (85%), primarily for symptoms of red spots on the body. 4) The main symptoms observed are ulcers on the inner cheek mucosa, red spots on the body, fever, cough and cold, and diarrhea. 5) The use of generic drugs is higher at Viola Mother and Child Hospital, Bekasi
EVALUASI DAMPAK COVID 19 TERHADAP PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT DIKLINIK HOLISTIK
The COVID-19 pandemic, caused by the SARS-CoV-2 virus, has had a significant impact on global public health. One of the most visible effects is the increase in cases of Acute Respiratory Infection (ARI), leading to morbidity and mortality, especially among vulnerable groups. Against this background, this study aims to evaluate the impact of COVID-19 on ARI patients receiving treatment at the Holistic Clinic hJakarta. This research employs a quantitative descriptive method involving 60 patients diagnosed with ARI and also confirmed positive for COVID-19. Data were collected through direct interviews, questionnaires, and analysis of secondary data from patient medical records. The evaluation includes various aspects, such as patient sociodemographic considerations, the severity level of ARI, as well as the type of care and effectiveness of the treatment received. The results indicate that patients infected with COVID-19 experience a more significant increase in the severity of ARI symptoms compared to ARI patients who are not infected. From the study, it is concluded that there is a significant relationship between COVID-19 and the worsening of ARI severity. This study is expected to provide a better understanding of how COVID-19 interacts with acute respiratory infections and its impact on patient management in clinics. These findings are critical to assist healthcare professionals in formulating more effective prevention and treatment strategies for ARI patients infected with COVID-19. Furthermore, this study is anticipated to serve as a foundation for future research regarding the long-term impacts of COVID-19 and respiratory illnesses. It is hoped that the results of this research will benefit not only the development of knowledge in the fields of pharmacy and health but also the improvement of public health systems in addressing the challenges posed by the pandemic. Thus, this research will contribute significantly to enhancing the quality of healthcare services in Indonesia, particularly in managing respiratory infections that have increased due to the impact of the COVID-19 pandemic
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA LHOKSEUMAWE
The upper and lower respiratory tracts can be affected by infectious diseases such as ARI. The child's ability to recover is greatly influenced by the mother's level of knowledge about respiratory diseases. The purpose of this study was to determine the description of mothers' knowledge about ARI in the working area of the Lhokseumawe City Health Center. This study used a cross-sectional approach and descriptive methodology. A total of 105 respondents followed the sampling procedure using Cluster Random Sample. The questionnaire used to collect data consisted of 20 statements. The results of the study showed that most mothers had high knowledge about ARI (89.5%), while 8.6% had sufficient knowledge, and 1.9% had poor understanding. The results of this study indicate that most mothers in this survey had sufficient knowledge, with the largest age group in the range of 26-35 years
EVALUASI KKN TEMATIK 2020 TERHADAP IMPLEMENTASI IPE DI FK UNAND: SEBUAH STUDI KUALITATIF
Latar Belakang: Interprofessional Education (IPE) merupakan poin yang harus diajarkan dalam prodi Tahap Akademik. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana IPE diimplementasikan pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tahun 2020 di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK UNAND). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur. Menggunakan teknik purposive sampling dan strategi maximum variation sampling dengan informan mahasiswa 2017, dosen pembimbing lapangan (DPL), dan pengelola KKN Tematik FK UNAND 2020. Hasil: Hasil penelitian didapatkan seluruh mahasiswa 2017, DPL, dan pengelola KKN Tematik 2020 mengetahui dan paham tentang konsep IPE. Sebagian besar mahasiswa 2017, DPL, dan pengelola KKN Tematik 2020 mengetahui dan paham mengenai kompetensi IPE yang akan dicapai. Seluruh mahasiswa 2017 berpendapat secara umum IPE sudah diimplementasikan, tetapi secara khusus di kelompok masing-masing masih belum optimal. Sebagian besar DPL berpendapat bahwa secara umum dan khusus di kelompok masing-masing masih belum optimal mengimplementasikan IPE. Pengelola KKN Tematik 2020 berpendapat bahwa secara umum IPE sudah diimplementasikan, tetapi secara khusus di kelompok masing-masing masih belum optimal. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa 2017, DPL, dan pengelola KKN Tematik 2020 paham dan mengetahui mengenai konsep dan kompetensi IPE yang akan dicapai, namun implementasi IPE di KKN Tematik 2020 masih belum optimal sehingga perlu adanya evaluasi kurikulum KKN Tematik dengan mempertimbangkan indikator IPE didalamnya
PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRSAK TERHADAP EKSPRESI GEN BCL2 SEL KANKER PAYUDARA T47D
Latar Belakang: Kanker adalah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal diluar batas normal yang kemudian dapat menyerang bagian tubuh yang berdampingan dan / atau menyebar ke organ lain. Salah satu jenis kanker yaitu kanker payudara menempati urutan pertama terbanyak di Indonesia dibandingkan jenis kanker lainnya. Daun sirsak memiliki kandungan acetogenin, yang memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D. Objektif: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirsak terhadap ekspresi gen BCL2 sel kanker T47D secara in vitro. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, menggunakan metode relative kuantifikasi real time PCR. Ekstrak ethanol daun sirsak diinkubasi bersama sel kanker payudara T47D yang dibagi menjadi 2 kelompok sampel, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan akan diberi larutan uji ekstrak ethanol daun sirsak dengan konsentrasi sesuai IC50 = 94,26 µg/ml. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sel kanker payudara yang diberi perlakuan mengekspresikan gen BCL2 yaitu 1,85 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan sel kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan perbedaan yang bermakna antara ekspresi gen BCL2 sel kanker payudara T47D kelompok perlakuan dan kontrol dengan nilai p = 0,001 (p < 0,005). Kesimpulan: Ekspresi gen BCL2 pada sel kanker payudara T47D yang diberi perlakuan ekstrak daun sirsak (Annona Muricata Linn) lebih tinggi dari pada kontrol
HUBUNGAN ASUPAN MAKRONUTRIEN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN PADA IBU HAMIL
Kekurangan energi kronis (KEK) dan obesitas merupakan kondisi status gizi pada ibu hamil yang bisa dipantau melalui kenaikan berat badan. Adaptasi fisiologis dari masa kehamilan adalah meningkatnya jumlah asupan makronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh. Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara asupan makronutrien dengan kenaikan berat badan pada ibu hamil. Jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada bulan bulan Januari 2022 hingga Juni 2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian utama dengan jumlah responden sebanyak 139 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Uji analisis yang digunakan adalah uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah asupan energi (p = 0,376), karbohidrat (p = 0,787), protein (p = 0,175), dan lemak (p = 0,416) dengan rata-rata asupan energi 1758,70±481,21 kkal/hari, asupan karbohidrat 250,31±69,68 g/hari, asupan protein 58,91±23,551 g/hari, dan asupan lemak 57,84±29,946 g/hari. Rata-rata pertambahan berat badan adalah 12,29±4,803. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih banyak ibu hamil yang tidak mencukupi asupan makronutrien dan kenaikan berat badan. Tidak terdapat hubungan asupan makronutrien dengan kenaikan berat badan pada ibu hamil. Diharapkan ibu hamil agar lebih memperhatikan asupan makronutrien sehari-hari