Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
98 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KEPUASAN DENGAN LOYALITAS PASIEN DI KLINIK HUSADA KOTA TANJUNGPINANG
Banyaknya komplain yang diberikan oleh pasien kepada Klinik Husada selama 6 bulan terakhir melalui ulasan google, media kotak dan sarana maupun penyampaian secara lansung kepada pegawai klinik berjumlah 17 komplain. Hal ini menyebabkan klinik mendapati pasien BPJS maupun pasien non BPJS tidak lagi menggunakan jasa pelayanan kesehatan di Klinik Husada, sehingga terjadi penurunan jumlah kunjungan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan dengan loyalitas pasien. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian studi korelasi melalui pendekatan rancangan cross sectional, jumlah sampel yang digunakan 47 responden dengan teknik sampling non probability sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis univariat berdasarkan karakteristik responden menunjukkan presentasi terbesar jenis kelamin responden yang terbanyak adalah laki - laki yaitu 28 responden (59.6%), golongan usia responden terbanyak adalah yang berusia 26-35 tahun yaitu 13 responden (27.7%), pendidikan terbanyak pada responden adalah SMA yaitu 20 responden (42.6%), pekerjaan pada responden adalah banyak yang tidak bekerja yaitu 29 responden (61.7%) dan jarak dari rumah responden ke fasilitas pelayanan kesehatan adalah < 5 KM yaitu 35 responden (73.5%). Berdasarkan distribusi frekuensi kepuasan dan loyalitas pasien 47 responden merasa puas (100%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman rank menunjukkan hasil nilai p<0,05 yaitu 0.043 dan diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0.296** maka diartikan ada hubungan yang signifikan antara kepuasan dan loyalitas pasien dengan arah hubungan positif dengan tingkat kekuatan korelasi rendah
PENGARUH MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN IBUHAMIL TENTANG PENCEGAHAN DAN PENULARAN HIV / AIDS DARI IBU KE ANAK (PPIA) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TATAH MAKMUR KABUPATEN BANJAR
Background: Acquired Immune Deficiency Syndrome, commonly known as AIDS, is a disease caused by the infection of the Human Immunodeficiency Virus, or HIV, which is only found in the human body. According to WHO, by the end of 2023, it is estimated that 39.9 million people (36.1 – 44.6 million) are living with HIV, including 1.4 million children (aged 0-4 years) and 38.6 million adults (aged 15 years and older). Efforts to prevent HIV transmission through testing for mother-to-child transmission, often referred to as PMTCT. At the UPTD Puskesmas Tatah Makmur, as of August 2024, there have been 3 cases of HIV/AIDS patients, one of which involves a pregnant woman, who has a high potential to transmit the virus to her baby. Objective: This study aims to analyze the influence of leaflet media on the knowledge of pregnant women about the prevention and transmission of HIV/AIDS from mother to child (PPIA) in the working area of UPTD Puskesmas Tatah Makmur, Banjar Regency. Methods: This research is an experimental study, specifically a Quasi-Experiment. In this study, a one group pretest and posttest design was used with a Saturated Sampling technique, taking the entire population as a sample of 30 people.Results: The results of the statistical test show a p-value of 0.000 (p < α 0.05), which means there is an influence of changes in maternal knowledge. Conculusion: There is an influence of leaflet media on pregnant women's knowledge about the prevention and transmission of HIV/AIDS from mother to child (PPIA)
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA DI RSUD H. BOEJASIN KABUPATEN TANAH LAUT
Latar belakang: Berdasarkan data dari RSUD H. Boejasin Kabupaten Tanah Laut berdasarkan data menunjukkan adanya peningkatan kejadian preeklamsia dari tahun 2021 ke tahun 2022 yaitu sebesar 2,51% dan dari tahun 2022 ke tahun 2023 adanya peningkatan kejadian preeklamsia yaitu 2,79% dan adanya kematian ibu pada tahun 2022 sebanyak 2 orang yang disebabkan preeklamsia dan pada tahun 2023 kematian ibu sebanyak 1 orang yang disebabkan preeklamsia.
Tujuan: Mengetahui hubungan umur dan paritas dengan Kejadian Preeklamsia di RSUD H. Boejasin Kabupaten Tanah Laut.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian 920 responden. Pengumpulan data menggunakan data yang didapat dari buku register ibu bersalin. Data dianalisa menggunakan uji Unvariat dan Bivariat.
Hasil: Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan analisis secara bivariat responden yang mengalami preeklamsia berjumlah 150 orang responden dan tidak mengalami preeklamsia berjumlah 770 orang. Responden umur yang mengalami risiko berjumlah 285 orang responden dan tidak berisiko berjumlah 635 orang responden. Responden yang berisiko paritas berjumlah 285 orang dan tidak berisiko paritas berjumlah 635 orang responden, secara unvariat nilai chi square di peroleh nilai p = 0,020 lebih kecil 0,05. H1 diterima yaitu ada hubungan antara umur dengan kejadian preeklamsia. Hasil uji statistik chi square di peroleh nilai p = 0,027 lebih kecil 0,05, H2 diterima ada hubungan antara paritas dengan kejadian preeklamsia di RSUD H. Boejasin Kabupaten Tanah Laut
Kesimpulan: Terdapat hubungan umur dengan kejadian preeklamsia di RSUD H. Boejasin Kabupaten Tanah Laut dan hubungan paritas dengan kejadian preeklamsia di RSUD H. Boejasin Kabupaten Tanah Laut
HUBUNGAN STATUS IMUNISASI DASAR LENGKAP DAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA UMUR 24-59 BULAN DI PUSKESMAS SUNGAI RIAM TAHUN 2024
Latar Belakang : Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) stunting adalah gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk, terserang infeksi yang berulang, maupun stimulasi psikososial yang tidak memadai. Laporan Gizi Puskesmas Sungai Riam pada Tahun 2022 s.d 2023 kejadian stunting meningkat. Pada wawancara ibu balita saat kegiatan deteksi anak oleh dokter spesialis anak didapatkan dari 10 anak yang terindikasi stunting memiliki status imunisasi dasar belum lengkap 5 orang dan tidak ASI eksklusif berjumlah 3 orang. Tujuan penelitian untuk menganalisa Hubungan Status Imunisasi Dasar Lengkap dan ASI Eksklusif dengan kejadian Stunting pada balita umur 24-59 bulan di Puskesmas Sungai Riam tahun 2024”. Metode : Merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan case control. Sampel Penelitian adalah 123 balita umur 24-59 bulan meliputi sampel kasus 41 orang dengan stunting dan sampel kontrol 82 orang dengan tidak stunting, diambil dengan perbandingan 1: 2 menggunakan teknik sampling sistematis. Variabel independen adalah imunisasi dasar lengkap dan ASI eksklusif. Variabel dependen adalah stunting. Pengumpulan menggunakan data sekunder dari register Imunisasi dan Gizi Puskesmas Sungai Riam serta buku KIA sampel. Data di analisa menggunakan uji Chi Square dengan signifikansi α=0.05 Hasil: ada hubungan status Imunisasi dasar lengkap ( nilai p value <0.001 < 0.05) dengan kejadian stunting dan OR 14,667 juga terdapat hubungan ASI Eksklusif (nilai p value 0.045 < 0.05) dengan kejadian stunting dan OR 2,557. Kesimpulan: terdapat hubungan status Imunisasi dasar lengkap dan ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita umur 24-59 bulan di Puskesmas Sungai Riam tahun 2024
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN DENGAN PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA PUTRI DI PUSKESMAS LANDASAN ULIN TIMUR TAHUN 2024
Latar Belakang : Pernikahan usia dini merupakan isu yang semakin mendesak di Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan. Kejadian pernikahan dini di Provinsi Kalimantan Selatan menduduki urutan ketiga tertinggi di Indonesia sebesar (48,4%) Penyebab pernikahan usia dini di Puskesmas Landasan Ulin Timur ialah adanya pendidikan dan tingkat pengetahuan yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendidikan dan pengetetahuan responden menegenai pernikahan usia dini. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa sebagian besar responden tidak menikah dini sebanyak (73,2%) dan sebanyak 22 orang (26,8%) wanita yang menikah dini dalam satu tahun terakhir. Tujuan : Mengetahui hubungan pendidikan dan pengetahuan dengan pernikahan usia dini di Puskesmas Landasan Ulin Timur Tahun 2024. Metode: Penelitian ini meggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode pengumpulan data dengan kuesioner, register caten. Cara pengumpulan data adalah data primer dan data sekunder. Sampel penelitian sebanyak 82 orang, pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan Univariat (pendidikan dan pengetahuan) Bivariat (pernikahan usia dini ) dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menikah usia dini 22 orang (26,8%), pendidikan responden sebagian besar yaitu sebanyak 16 orang (19,5%), pengetahuan responden sebagian besar yaitu sebanyak 38 orang (5%). Tidak ada hubungan pendidikan menikah dini (p value = 0,214), tidak ada hubungan pengetahuan dengan pernikahan (p value = 0,922). Kesimpulan: Tidak ada hubungan pendidikan dan pengetahuan dengan pernikahan usia dini pada remaja putri di Puskemas Landasan Ulin Timur Tahun 2024. 
Hubungan Perilaku Pencegahan TB Paru dengan Penularan Kontak Serumah di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Uban
Indonesia has a high TB burden, indicating the need for interventions to reduce infection rates. One intervention is TB prevention behaviors at the family level, as families are at high risk of infection. This study aims to determine the relationship between pulmonary TB prevention behaviors and household contact transmission. The research design used observational analytic with a cross-sectional technique. The sample was 39 TB patients and their families with total sampling technique. The instrument used was a questionnaire. The study, based on respondents' characteristics, found that most TB patients were aged 19-44 (53.8%), most were male (51.3%), most had a high school education (61.5%), and most were housekeepers (38.5%). Univariate analysis showed that most TB patients had good TB prevention behavior (82.1%). Most had no household contact transmission from 39 families (89.7%). Bivariate analysis showed that poor TB prevention led to home contact transmission (36%), while good TB prevention did not (64%). The Fisher's Exact Test results showed a p value of <0.05, meaning that there was an association between TB prevention and household contact transmission. The health center should promote routine physical activity
GAMBARAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) PASCA PLASENTA BERDASARKAN KARAKTERISTIK IBU TAHUN 2022 - 2023
Pertumbuhan penduduk yang pesat di Indonesia menjadi tantangan serius. Pemerintah dalam mencegah ledakan penduduk membentuk program Keluarga Berencana (KB), dalam program ini terdapat metode kontrasepsi Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) pasca plasenta, merupakan salah satu metode kontrasepsi yang mudah, efektif dan memiliki efek samping rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan (AKDR) pasca plasenta di UPTD Puskesmas I Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Timur tahun 2022–2023 berdasarkan karakteristik ibu yaitu usia, paritas, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan riwayat penggunaan kontrasepsi terdahulu. Desin penelitian deskriptif kuantitatif, menggunakan data sekunder rekam medis ibu melahirkan. Besar sampel yang ditentukan menggunakan rumus Slovin sebanyak 123 orang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 29 (23,6%) ibu melahirkan menggunakan AKDR pasca plasenta. sebagian besar ibu berumur 20-35 tahun yaitu sebanyak 22 orang (20,4%), multipara sebanyak 16 orang (23,5%), memiliki tingkat pendidikan menengah banyak 15 orang (18,5 %), tidak bekerja sebanyak 15 orang (25,9%).dan yang memiliki riwayat kontrasepsi sebelumnya sebanyak 12 orang (23,4%). Kesimpulan proporsi ibu yang menggunakan AKDR pasca plasenta hanya seperempat dari seluruh ibu yang bersalin
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PEMANFAATAN BUKU KIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI JINGAH BANJARMASIN TAHUN 2024
Latar Belakang: Kehamilan adalah kondisi unik yang memerlukan perhatian khusus dari semua anggota keluarga. Beberapa program Pemertintah dan upaya untuk mengurangi AKI dengan menyediakan serta mengoptimalkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku KIA merupakan alat komunikasi, informasi, dan media edukasi (KIE) yang penting dimiliki bagi ibu hamil. Dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil yang baik terhadap pemanfaatan Buku KIA dapat membantu menekan angka kematian ibu. Dilakukan studi pendahuluan dengan wawancara kualitatif didapatkan hasil dari 10 ibu hamil di Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin yang memanfaatkan buku KIA sebanyak 4 orang dan yang tidak memanfaatkan ada sebanyak 6 orang. Tujuan: menganalisa apa ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan buku KIA di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin. Metode: survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik purposive sampling, teknik ini merupakan teknik pemilihan sampel berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan sebanyak 73 responden. Hasil: analisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan pemanfaatan Buku KIA dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 44 orang (91,7%) dan ibu dengan sikap positif 56 orang (100%) diperoleh r-value 0,000 < α 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan buku KIA. Buku KIA bisa menjadi media edukasi yang efektif, tidak hanya bagi ibu hamil atau ibu dengan anak balita, tetapi juga untuk masyarakat umum
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN PEMANFAATAN BUKU KIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIRTA JAYA TAHUN 2024
Dalam rangka mengurangi angka kesakitan, resiko tinggi, kematian maternal salah satunya mengupayakan pemberdayaan ibu hamil dan keluarga melalui pemanfaatan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Hasil Studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Tirta Jaya pada tanggal 30 Juli 2024 dengan wawancara pada 10 ibu hamil diperoleh hasil 3 ibu hamil mengetahui tentang pelayanan yang didapat saat pemeriksaan kehamilan, 4 ibu hamil belum memahami pelayanan yang didapat saat pemeriksaan kehamilan dan 3 ibu hamil tidak pernah membaca Buku KIA. Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Pemanfaatan Buku KIA di Wilayah Kerja Puskesmas Tirta Jaya Tahun 2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil sejumlah 70 responden, didapatkan sampel dengan rumus slovin sejumlah 41 responden yang diambil dengan teknik random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap ibu hamil. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pemanfaatan buku KIA. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner. Data dianalisa menggunakan uji Chi Square dengan signifikansi α=0.05. Hasil penelitian berdasarkan analisa univariat menunjukan ibu hamil memanfaatkan buku KIA sebanyak 63.4%, ibu hamil memiliki pengetahuan baik sebanyak 68.3% dan ibu hamil memiliki sikap positif sebanyak 73.2%. berdasarkan analisa bivariat ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan pemanfaatan buku KIA dengan nilai p<.001 (p<0.05) dan ada hubungan antara sikap ibu hamil dengan pemanfaatan buku KIA dengan nilai p<.001 (p<0.05). Bidan dapat meningkatkan pemanfaatan buku KIA dengan melakukan evaluasi pengisian buku KIA oleh ibu hamil pada saat pemeriksaan hamil maupun saat kegiatan kelas ibu hamil. Membaca hasil centang pada buku KIA untuk menemukan tanda bahaya dan melakukan deteksi dini apabila ditemukan satu atau lebih faktor risiko
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI DENGAN ANEMIA DI SMAN 1 BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT TAHUN 2024
Latar belakang: Tahun 2024 menunjukkan dari 235 remaja putri, 127 orang (54,04%) mengalami anemia dimana terjadi peningkatan dari tahun 2023 ke 2024 sebesar 13,73% remaja putri yang mengalami anemia di SMAN 1 Batu Ampar. Efek anemia pada remaja perempuan seperti konsentrasi menurun, dan daya tubuh menurun.
Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri dengan anemia pada remaja putri di SMAN 1 Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Tahun 2024.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian remaja putri berjumlah 148 responden, dengan teknik simple random sampling. Variabel independen adalah pengetahuan dan sikap remaja putri. Variabel dependen adalah anemia. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan remaja putri yang mengalami kejadian anemia sebesar 127 (85.81%), sebagian besar memiliki pengetahuan kurang baik 70 (47.30%), dan memiliki sikap negatif 102 (68.91%), hasil uji chi square menunjukkan p-value 0.003 artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia, dan ada hubungan antara sikap dengan kejadian anemia di SMAN 1 Batu Ampar Tahun 2024 dengan p-value <0.002 < 0,05
Kesimpulan: perlu adanya kerjasama dengan pihak sekolah untuk konsumsi tablet tambah darah bersama setiap minggu dalam menurunkan kejadian anemia pada remaja putri