Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
    98 research outputs found

    HUBUNGAN USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAYU TANGI BANJARMASIN

    No full text
    Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronik merupakan masalah kurang gizi yang disebabkan oleh asupan gizi tidak seimbang dalam waktu yang cukup lama. KEK disebabakan beberapa faktor salah satunya faktor biologis yaitu Usia dan Paritas. Di wilayah kerja Puskesmas Kayu Tangi Banjarmasin kejadian KEK sebanyak 68 ibu hamil (23,3%), terjadi peningkatan dari tahun 2022-2023 sebanyak 2,1%. KEK akan berdampak pada ibu dan janin yaitu anemia, perdarahan, partus lama dan BBLR. Tujuan: Mengetahui hubungan usia dan paritas dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil di wilayah kerja  Puskesmas Kayu Tangi Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 291 ibu hamil, sampel 169 ibu hamil, diambil dengan Teknik Purposive sampling. Variabel independent penelitian ini usia dan paritas. Variable dependen penelitian ini kekurangan energi kronik. Instrument penelitian ini adalah kohort ibu hamil. Analisis menggunakan uji chi-square dengan  α=0,05.Hasil: Menunjukkan kejadian KEK sebanyak 68 ibu hamil (40,2%), usia berisiko 43 ibu hamil (25,4%), Paritas berisiko 131 ibu hamil (77,5%). Hasil uji chi square ada hubungan usia dengan KEK pada ibu hamil (p = 0,000) dan paritas (p=0,000) dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Kesimpulan: Ada hubungan antara usia dan paritas dengan kejadian KEK, sehingga usia dan paritas menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya KEK

    HUBUNGAN USIA IBU SAAT HAMIL DAN USIA AYAH DENGAN KEJADIAN SINDROM DOWN DI SLB KOTA PADANG TAHUN 2020

    No full text
    Latar Belakang: Sindrom Down merupakan kelainan genetik yang terjadi akibat adanya trisomi kromosom 21, yaitu keberadaan tiga salinan kromosom 21 dalam sel tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan intelektual yang bervariasi tingkat keparahannya. Faktor risiko non-genetik yang berkontribusi terhadap kejadian sindrom Down salah satunya adalah usia ibu saat hamil dan usia ayah saat pembuahan, yang berkaitan dengan kualitas sel telur dan sperma. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ibu saat hamil dan usia ayah dengan kejadian sindrom Down pada anak-anak yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Padang tahun 2020. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 50 anak, masing-masing 25 anak dengan sindrom Down sebagai kelompok kasus dan 25 anak tanpa sindrom Down sebagai kelompok kontrol. Data diperoleh dari data atlet SOIna Kota Padang serta data siswa SLB dan SD di Kota Padang. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square melalui program komputerisasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64% anak dengan sindrom Down memiliki ibu yang berusia ≥35 tahun saat kehamilan, dan 88% memiliki ayah berusia ≥30 tahun. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara usia ibu saat hamil (p = 0,002) dan usia ayah (p = 0,012) dengan kejadian sindrom Down. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu saat hamil dan usia ayah dengan kejadian sindrom Down. Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi reproduksi dan perencanaan kehamilan yang matang, khususnya bagi pasangan usia subur, untuk meminimalisasi risiko kelainan genetik pada anak

    EFEKTIVITAS PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KANKER SERVIKS MELALUI AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR DALAM DETEKSI DINI KANKER SERVIKS

    No full text
    Audiovisual media can capture the attention of women of reproductive age and convince them to improve their knowledge and attitudes about early detection of cervical cancer. The aim of this study is to determine the effectiveness of audiovisual health education on the knowledge and attitudes of women of reproductive age. This research used a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. A total of 34 participants were surveyed, divided into 17 people in the experimental group and 17 people in the control group, using purposive sampling method. Paired Sample T-Test and Independent Sample T-Test were used to analyze univariate and bivariate data. Most respondents were aged between 35 and 45 years, with 19 of them (55.9%) having a high school diploma, 18 of them (52.9%) working as housewives, and 19 of them (55.9%) being multiparous. The results of the statistical test show that health education about cervical cancer through audiovisual media is effective in improving the knowledge and attitudes of women of reproductive age regarding early detection of cervical cancer, with a p-value (0.000) < α (0.05)

    HUBUNGAN JENIS KELAMIN TERHADAP PREVALENSI KISTA RADIKULER RONGGA MULUT BERDASARKAN PEMERIKSAAN RADIOGRAFI PERIAPIKAL SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI RSKDGM PEMPROV SULSEL PERIODE 2020-2021

    No full text
    Pendahuluan : Kista merupakan suatu kelainan yang berupa rongga patologis yang berisi cairan atau semi cairan, yang tidak disebabkan oleh akumulasi pus. Kista rahang lebih sering ditemukan dibandingkan dengan kista tulang lainnya karena banyaknya sisa-sisa sel epitel yang tertinggal pada jaringan tersebut. Kista bisa dilihat dari gambaran radiografi yang menunjukkan lapisan tipis radiopak yang mengelilingi bulatan dari tampilan radiolusensi. Kista juga dapat berbentuk unilokular maupun multilokular. Kista radikuler atau yang sering diketahui sebagai kista periapikal, kista apikal periodontal, kista ini berasal dari sisa sel epitel malassez yang terletak di bagian ligamen periodontal akibat inflamasi nekrosis pulpa atau trauma. Kista radikuler terjadi sekitar 52-68% dari semua kista yang mempengaruhi rahang manusia. Lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding perempuan dan maksila lebih rentan dibanding mandibula. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan jenis kelamin terhadap kejadian kista radikuler rongga mulut berdasarkan pemeriksaan radiografi periapikal di RSKD Gigi dan Mulut Pemprov Sulsel. Bahan dan Metode : Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional dengan desain penelitian deskriptif analitik. Sampel penelitian adalah subjek yang diambil dari populasi yang memenuhi kriteria penelitian sebanyak 36 Sampel. Hasil : Berdasarkan uji Chi-square Hasil uji menunjukkan nilai p-value sebesar 0.376 yang lebih besar daripada 0.05. Ini menunjukkan bahwa secara statistik Ha ditolak, sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan jenis kelamin terhadap prevalensi kista radikuler berdasarkan gambaran radiografi periapikal. Kesimpulan : tidak terdapat hubungan jenis kelamin terhadap kista radikuler rongga mulut berdasarkan gambaran radiografi periapikal

    HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU DAN RIWAYAT BBLR DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN ANGSAU TAHUN 2024

    No full text
    Latar Belakang: Stunting merupakan masalah pada balita berupa kurang gizi kronis. Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia Kalimantan Selatan untuk daerah Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2023 menurun menjadi 23,61%. Di Kelurahan Angsau tahun 2023 balita stunting sebanyak 82 dengan prevalensi 4,30% dari 1952 balita.Tujuan: untuk menganalisis hubungan pendidikan ibu dan riwayat BBLR dengan kejadian Stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Angsau Kabupaten Tanah Laut tahun 2024.Metode: Penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan case control. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling sebanyak 140 balita yang terdaftar di rekam medis Puskesmas Kelurahan Angsau. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikansi 0,05.Hasil: Kejadian stunting sebanyak 70 kasus (50%), pendidikan ibu sebagian besar berpendidikan dasar sebanyak 67 (47,9%) dan yang memiliki riwayat BBLR sebanyak 81 ibu (57,9). Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan antara pendidikan ibu (p 0,004) dan riwayat BBLR (p 0,040) dengan kejadian Stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Angsau Kabupaten Tanah Laut tahun 2024.Kesimpulan: Ada hubungan pendidikan ibu dan riwayat BBLR dengan kejadian Stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Angsau Kabupaten Tanah Laut tahun 2024

    PENGARUH VIDEO EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI SMAN 1 BATU AMPAR TAHUN 2024

    No full text
    Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahun. Deteksi dini melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan hingga 95%. Namun, kurangnya pengetahuan remaja putri tentang SADARI menjadi tantangan utama. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di SMAN 1 Batu Ampar. Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi experimental research dengan pendekatan one group pretest-posttest. Pengambilan sampel sebanyak 70 responden remaja putri dengan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah media vidio dan kueosiner. Lokasi penelian ini dilakukan di SMAN 1 Batu Ampar Tahun 2024. Hasil: Analisis data menggunakan uji Wilcoxson,untuk melihat Rata rata nilai pengetahuan (pre-test) adalah 58,91 dan (post-test) menjadi 75,14. Sedangkan rata-rata nilai sikap (pre-test) adalah 61,16 dan (post-test) menjadi 83,04. Kemudian, dari hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan sikap setelah intervensi (p < 0,05).  Kesimpulan: Video edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang SADARI. Maka intervensi ini direkomendasikan untuk program pendidikan kesehatan guna deteksi dini kanker payudara

    EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI AGGREGATIBACTER ACTINOMYCETEMCOMITANS

    No full text
    Pendahuluan: Penyakit periodontal mempengaruhi populasi global dan lebih sering terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Di Indonesia, prevalensi penyakit periodontal berada di peringkat kedua setelah karies gigi. Daun teh hijau (Camellia sinensis) mempunyai sejumlah komponen aktif yang berkhasiat dan banyak dipakai untuk pengobatan tradisional, termasuk kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang ada di rongga mulut. Tujuan: Mengetahui efektivitas ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aggregatibacter Actinomycetemcomitans. Metode: Penelitian ini menggunakan uji eksperimental in vitro dengan desain  post-test control only group dan teknik disc diffusion. Sampel berjumlah 25 yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan masing-masing kelompok 1 10%, kelompok 2 20%, kelompok 3 30%, kelompok 4 klorheksidin dan kelompok 5 aquades. Uji statistik yang digunakan yakni Analisis of Varians (ANOVA). Hasil: Zona halo kelompok 1 sebesar 7,64 mm, kelompok 2 sebesar 9,27 mm, kelompok 3 sebesar 10,27 mm, kelompok 4 sebesar 3,73 mm, dan kelompok 5 sebesar 0 mm. Hasil Uji Analisis of Varians (ANOVA) didapatkan hasil p-value menunjukkan nilai sebesar 0,000>0,5. Kesimpulan: Daun teh hijau (Camellia sinensis) efektif menghambat pertumbuhan bakteri aggregatibacter actinomycetemcomitan

    HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SKABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL HIDAYAH PUTERA KABUPATEN BANJAR TAHUN 2024

    No full text
    Skabies merupakan penyakit kulit yang mudah menular disebabkan adanya tungau Sarcoptes scabei di bawah kulit. Laporan Klinik Sanitasi selama 3 tahun terakhir Pondok Pesantren Nurul Hidayah Putera mengalami peningkatan dan sakit yang berulang. Angka kejadian skabies yaitu 29 kasus (2022), 35 kasus (2023), 25 kasus (Januari s/d Juli 2024).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan personal hygiene dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Putera Kabupaten Banjar. Jenis penelitian menggunakan observasional analitik dengan desain case control. Sampel yang digunakan sebanyak 50 orang santri yang tinggal di asrama Pondok Pesantren Nurul Hidayah Putera yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 25 orang kelompok kasus dengan teknik saturation sampling dan 25 orang kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan santri baik 35 orang (70%), sikap santri positif 33 orang (66%), perilaku personal hygiene baik 34 orang (68%) dan 25 orang (50%) menderita skabies. Ada hubungan antara pengetahuan (0,002), sikap (0,017) dan tindakan personal hygiene (0,006) dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Putera Kabupaten Banjar tahun 2023. Perlu dilakukan edukasi secara berkala tentang skabies pada santri menggunakan metode dan media yang mudah dipahami santri. Disarankan kepada Pondok Pesantren, hendaknya menjalankan program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) khususnya tentang kesehatan di sekolah yang bekerja sama dengan Puskesmas

    0

    full texts

    98

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇