Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
98 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS TELUK DALAM
Intra Uterine Device merupakan metode jangka panjang, efektif, reversible, dan dapat digunakan oleh semua perempuan usia produktif. Pada tahun 2021 mayoritas masyarakat Indonesia menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek (59,9%),penggunaan IUD hanya sebesar 8,0%. Data Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2023 pengguna IUD hanya 4,8%. Tercatat bahwa Kota Banjarmasin menjadi urutan kedua dengan pengguna IUD 4,3%. Data Puskesmas Teluk Dalam tahun 2024 pengguna kontrasepsi IUD sebesar 0,1% dan terendah ke 4 dari 28 puskesmas di Kota Banjarmasin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi IUD pada akseptor KB di Puskesmas Teluk Dalam.
Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Sampel penelitian adalah pengguna KB aktif di Wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam tahun 2024 yaitu sebanyak 80 responden. Sampel diambil dengan metode Simple Random Sampling dengan cara pengundian. Pengumpulan data dengan membagikan kuesioner dan data penggunaan KB dari buku register KB. Data dianalisa dengan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden tidak menggunakan kontrasepsi IUD yaitu sebanyak 65 responden (81,3%), dengan pengetahuan pada kategori cukup sebanyak 31 responden (38,8%) dan dukungan suami pada kategori tidak mendukung sebanyak 53 responden (66,3%). Serta terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penggunaan kontrasepsi IUD (p value = 0,008) dan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi IUD (p value = 0,037).
Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi IUD serta memperlihatkan pentingnya meningkatkan pengetahuan dan peran aktif suami dalam mendukung keputusan KB untuk meningkatkan angka penggunaan kontrasepsi IU
HUBUNGAN ANTENATAL CARE DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAKISUNG
Latar Belakang; Bayi baru lahir yang sangat beresiko antara lain bayi dengan berat badan lahir rendah, salah satu penyebabnya kunjungan antenatal care yang tidak optimal atau tidak sesuai standar. Di Puskesmas Takisung pada tahun 2023 dari 583 bayi lahir hidup, yang mengalami BBLR sebanyak 35 bayi (6.03%) dan untuk tahun 2024 dari bulan Januari-Agustus sudah ditemukan sebanyak 30 bayi berat badan lahir rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antenatal care dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Takisung.
Metode; Jenis penelitian menggunakan desain kuantitatif, dengan pendekatan case control. Sampel dalam penelitian ini yaitu sampel kasus bayi yang mengalami Berat Badan Lahir Rendah sebanyak 30 orang dan bayi sebagai kontrol dengan berat badan lahir normal sebanyak 90 orang total jumlah sampel sebanyak 120 bayi atau 1:3. Teknik pengambilan sampel kasus dengan total sampling, sedangkan untuk sampel kontrol menggunakan random sampling. Variabel independen (bebas) penelitian ini adalah kunjungan antenatal care. Sedangkan, variabel dependen (terikat) adalah berat badan lahir rendah. Instrument yang digunakan yaitu buku register kohort. Analisis data yang digunakan adalah uji chi-square.
Hasil; Hasil penelitian univariat yaitu Ibu hamil yang melakukan kunjungan Antenatal Care yang memenuhi standar sebanyak 100 orang (83.3%). Dan hasil uji chi square menunjukkan p value 0,000 < 0,005 artinya ada hubungan yang signifikan (bermakna) antara kunjungan Antenatal Care dengan kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Takisung dengan nilai OR sebesar 24,571.
Kesimpulan; Kunjungan antenatal care yang memenuhi standar dan berkualitas akan meminimalkan resiko yang terjadi terhadap bayi maupun ibu salah satunya yaitu kejadian BBLR
HUBUNGAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL SESUAI IMT DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI PUSKESMAS BENTOK KAMPUNG
Introduction: According to the Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) data, 20,882 infant deaths occurred in 2022, primarily due to low birth weight (LBW, 28.2%) and asphyxia (25.3%). In 2023, the Tanah Laut District Health Office reported 402 LBW births, and one neonatal death due to LBW occurred at Bentok Kampung Community Health Center. Mothers with low BMI faced increased risks of delivering LBW babies. Objective: This study aimed to investigate the relationship between maternal BMI during pregnancy and LBW incidence at Bentok Kampung Community Health Center. Methods: This retrospective analytical study employed a case-control design. The population consisted of 323 mothers who gave birth in 2023. Samples included 29 LBW cases and 58 normal birth weight controls, selected through simple random sampling. This research has received ethical approval from Poltekkes Kemenkes Banjarmasin No. 1047/KEPK-PKB/2024. Results: The results showed a significant correlation between maternal BMI during pregnancy and LBW incidence (p-value = 0.000 < 0.05)..Conclusion: Intensive education on maintaining healthy BMI during pregnancy is crucial. Enhancing pregnant women's understanding of balanced nutrition and regular weight monitoring can prevent LBW
HUBUNGAN RELIGIUSITAS, DUKUNGAN SUAMI DAN SIKAP IBU TERHADAP PENGGUNAAN KB PASCA BERSALIN DI WILAYAH DESA SUKAMANTRI KECAMATAN KARANGTENGAH KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2023
Penerapan KB pasca persalinan pada ibu pasca persalinan sangat penting, sebab kembalinya kesuburan pada seorang ibu sesudah melahirkan tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sebelum datangnya siklus haid, bahkan pada ibu yang masih menyusui. Religius, dukungan suami, dan sikap menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penggunaan KB pasca bersalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Religius, dukungan suami, dan sikap dengan penggunaan KB pasca bersalin Di wilayah Desa sukamantri tahun 2023. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 55 ibu pasca bersalin dan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu simple total sampling. Analisis penelitian menggunakan uji statistik chi square didapatkan religius p value 0,002, dukungan suami p value 0,027 dan sikap p value 0,011. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara Religius, dukungan suami, dan sikap dengan penggunaan KB pasca bersalin Di wilayah Desa sukamantri. Saran untuk bidan dapat meningkatkan pelayanan dengan memberikan konseling sesuai prosedur dan penyuluhan kepada pasangan usia subur tentang penggunaan KB pasca bersalin
PERBANDINGAN RISIKO TERJADINYA PENYAKIT INFEKSI KULIT BERDASARKAN PHBSDI PESANTREN WILAYAH KERJA PUSKESMAS RONGA-RONGA KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2023
Background: Kulit merupakan organ paling luar yang langsung berinteraksi dengan lingkungan hidup manusia. Indonesia, sebagai daerah tropis dengan suhu dan kelembaban tinggi, memiliki risiko tinggi terkena penyakit kulit. Salah satu faktor risiko utama adalah kurangnya Penerapan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang dapat memicu timbulnya penyakit kulit seperti skabies, pitiriasis versikolor, dan dermatofitosis. Objective: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbandingan risiko terjadinya penyakit infeksi kulit berdasarkan tingkat PHBS di pesantren di Wilayah Kerja Puskesmas Ronga-Ronga, Kabupaten Bener Meriah, tahun 2023. Methods: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan kasus kontrol, dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Total 120 sampel terlibat dalam penelitian ini, terdiri dari 60 responden kasus dan 60 responden kontrol. Results: Hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p-value (<0,05), menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kejadian penyakit infeksi kulit seperti skabies dan pitiriasis versikolor dengan tingkat PHBS. Namun, pada kasus dermatofitosis, nilai p-value (>0,05) menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara dermatofitosis dengan tingkat PHBS. Terdapat perbedaan tingkat odd ratio antara tingkat PHBS yang dikategorikan cukup dan kurang terhadap penyakit skabies, pitiriasis versikolor, dan dermatofitosis. Odd ratio berturut-turut sebesar 8,0 kali, 7,0 kali, dan 4,0 kali dibandingkan dengan tingkat PHBS yang dikategorikan baik. Conclusion: Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa tingkat PHBS yang kurang atau cukup dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit infeksi kulit pada pesantren di wilayah tersebut
POTENSI BIOLOGIS TERIPANG TERHADAP TERAPI KARSINOMA SEL HATI: SEBUAH STUDI LITERATUR NARATIF
Latar Belakang: Lebih dari 600.000 orang meninggal dunia akibat karsinoma sel hati setiap tahunnya. Tingkat kematian karsinoma sel hati berada diurutan ketiga sebagai penyebab kematian akibat kanker. Salah satu terapi alternatif yang dikembangkan saat ini berasal dari teripang, karena teripang memiliki senyawa antiproliferasi yaitu serebrosida dan saponin. Objektif: Oleh karena itu dilakukan studi literatur untuk mengetahui lebih lanjut mengenai potensi biologis teripang terhadap terapi karsinoma sel hati. Metode: Studi literatur ini merupakan studi literatur tinjauan pustaka naratif mendalami pada literatur dengan desain penelitian eksperimental mengenai potensi biologis teripang terhadap terapi karsinoma sel hati. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik PubMed dan Google Scholar berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil: Terdapat total 6 literatur yang ditinjau, teripang dan kandungan yang memiliki pengaruh terhadap terapi karsinoma sel hati. Kesimpulan: Kesimpulan dari studi literatur ini adalah pemberian teripang dan kandungan mengurangi jumlah dan volume rata-rata nodul dari karsinoma sel hati. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal- hal yang berhubungan dengan dosis, frekuensi, mekanisme serta cakupan penelitian yang lebih luas lagi
PROFIL PASIEN KOLESTASIS ANAK DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2018-2021
Kolestasis didefinisikan sebagai berkurangnya aliran empedu dan akumulasi abnormal dari bilirubin terkonjugasi yang menunjukkan gangguan fungsi hepatobilier. Kolestasis merupakan penyebab penting terjadinya penyakit hati kronis pada anak. Deteksi dini penting untuk intervensi yang tepat waktu dan meminimalisir hasil yang merugikan pada beberapa kondisi pasien kolestasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien kolestasis anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan mengumpulkan data rekam medis penderita kolestasis anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018-2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 47 pasien didiagnosis kolestasis di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018-2021 dengan etiologi terbanyak adalah kolestasis intrahepatik karena infeksi CMV(Cytomegalovirus) (31,9%), jenis kelamin terbanyak pada kolestasis ekstrahepatik adalah laki-laki (53,3%) dan kolestasis intrahepatik adalah perempuan (58,8%). Kelompok usia terbanyak penderita kolestasis adalah usia 0-4 tahun, baik pada kolestasis ekstrahepatik (93,3%), maupun pada kolestasis intrahepatik (100%). Manifestasi klinis ikterus ditemukan pada seluruh pasien kolestasis anak (100%). Gambaran rata-rata hasil laboratorium ALP, GGT, SGPT, dan SGOT ditemukan lebih tinggi pada pasien kolestasis ekstrahepatik. USG abdomen 2 fase merupakan pemeriksaan penunjang yang dilakukan paling banyak pada penderita kolestasis anak. Kasus pasien meninggal ditemukan lebih banyak pada pasien kolestasis ekstrahepatik (10,0%)
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEK PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SEMANGAT DALAM KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN 2023
Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil adalah kondisi di mana ibu hamil kekurangan protein dan energi, yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu dan janin. Pada tahun 2023 didapatkan data ibu hamil di Kabupaten Barito Kuala yang mengalami KEK ada 598 ibu hamil atau 10,85% dari jumlah seluruh ibu hamil sebanyak 5.510 orang, dengan prevalensi KEK tertinggi di Puskesmas Semangat Dalam sebesar 94 ibu. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Semangat Dalam.
Metode: Menggunakan survei analitik dengan pendekatan case control.Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan sampel terdiri dari 94 ibu hamil dengan KEK (kelompok kasus) dan 94 ibu hamil tanpa KEK (kelompok kontrol), total 188 sampel.
Hasil: Dari penelitian menunjukan bahwa dari 188 ibu hamil, Pendidikan ibu yang paling banyak pada kategori dasar sebanyak 85 (45.21%), usia ibu hamil yang paling banyak pada katagori beresiko sebanyak 120 (63.8%) dan paritas yang paling banyak pada kategori tidak beresiko sebanyak 173 (92%) Ada hubungan Pendidikan (0,000), umur (0,000) dan paritas (0,003) dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Semangat Dalam.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pendidikan, usia, dan paritas ibu hamil dengan kejadian KEK di Puskesmas Semangat Dalam
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN REMAJA PUTRI MINUM TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI SMP 5 DAN MA ASSUNIYYAH TAMBARANGAN TAHUN 2024
Latar Belakang: Angka Anemia Remaja Putri di Kabupaten Tapin termasuk tinggi di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2023 yaitu 26,84 % dari 2656 anak kelas 7 dan 10 yang diperiksa ada 713 yang anemia, Puskesmas Tambarangan merupakan salah satu Puskesmas dengan angka kejadian anemia tertinggi nomor 2 di Kabupaten Tapin 2023 (55,62 %).
Tujuan: Mengetahui hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan minum Tablet Tambah Darah remaja putri dengan Kejadian Anemia di SMPN 5 dan MA Assuniyah Tambarngan Tahun 2024 .
Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Jumlah Sampel dalam penelitian ini sebanyak 69 responden.Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian anemia pada remaja putri dan variabel independen nya pengetahuan dan kepatuhan minum tablet tambah darah yang diambil dari data primer dan sekunder sekunder dari hasil pemeriksaan HB oleh Puskesmas dan kuisioner Analisis statistik yang digunakan dengan uji chi square .
Hasil: Kejadian Anemia pada remaja putri 24 (34,8 %), pengetahuan yang baik 27 (39,1 %), yang patuh 44 (63,8 %). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan Pengetahuan dengan kejadian anemia (p-value 0,646) dan ada hubungan antara kepatuhan dengan kejadian anemia (p-value 0, 0001)
Kesimpulan: Pengetahuan tentang anemia tidak mempunyai hubungan dengan kejadian anemia sedangkan kepatuhan minum TTD merupakan variable yang mempunyai hubungan yang signifikan terhadap terjadinya Kejadian anemia pada remaja putri
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS PADANG LUAS KABUPATEN TANAH LAUT TAHUN 2024
Latar belakang: Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2022 prevalensi kejadian stunting sebesar 24,6% menempati urutan kelima belas dari 34 provinsi yang ada di Indonesia (SSGI, 2023). Sedangkan di Kabupaten Tanah Laut menempati urutan ketujuh dari 13 kabupaten di kalimantan Selatan dengan jumlah kejadian sebanyak 1.101 anak (Profil Dinkes kalsel, 2023).Stunting adalah status gizi yang diasarkan pada indeks PB/U atau TB/U sesuai standar antropometri penilaian status gizi anak. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu dan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian Stunting di Puskesmas Padang Luas Kabupaten Tanah Laut tahun 2024. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan metode analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian seluruh balita umur 24-59 bulan sejumlah 88 responden, dengan teknik simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan ibu dan ASI eksklusif. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian stunting. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 54 (7.4%) balita mengalami stunting, sebanyak 33 (73.3%) ibu balita memiliki pengetahuan kurang, sebanyak 30 (66.7%) memiliki riwayat pemberian ASI eksklusif, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian stunting (p=0,002), dan tidak ada hubungan antara riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting di Puskesmas Padang Luas Kabupaten Tanah Laut Tahun 2024 (p=0,328). Kesimpulan: Petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Padang Luas dapat memberikan penyuluhan secara rutin pada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting, dan mengarahkan orang tua agar anaknya dibawa ke posyandu setiap bulan.