Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
    98 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DURIAN BUNGKUK TAHUN 2024

    No full text
    Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau 10,5 gr% pada trimester II. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2023 terdapat 596 ibu hamil atau sebesar 10,01 %. untuk menganalisis hubungan kunjungan ANC, paritas, umur dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada Ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Durian Bungkuk Tahun 2024 Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling sebanyak 267 ibu hamil yang terdaftar di rekam medis Puskesmas Durian Bungkuk. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan antara kunjungan ANC (p 0,000), paritas ibu (0,021), umur ibu (0,000), dan jarak kehamilan (p 0,001)  dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Ada hubungan kunjungan ANC, paritas ibu, umur ibu dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskemas Durian Bungkuk Tahun 2023

    HUBUNGAN KEHAMILAN REMAJA DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI PUSKESMAS TAKISUNG TAHUN 2024

    No full text
    Latar Belakang; Banyaknya resiko yang akan muncul akibat terjadinya kehamilan, apalagi jika didalam usia yang belum seharusnya mengalami kehamilan, yaitu saat usia remaja, salah satu resiko yang biasa muncul jika terjadi kehamilan antara lain karena anemia. Persalinan usia remaja yang terjadi di Puskesmas Takisung pada tahun 2024 dari bulan Januari sampai dengan Juli terdapat 26 orang dari 242 persalinan (10,74%) dan yang mengalami anemia sebanyak 8 orang (30,7%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kehamilan usia remaja dengan kejadian anemia di Puskesmas Takisung Tahun 2024. Metode; Jenis penelitian menggunakan desain kuantitatif, dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil sebanyak 72 orang responden. Teknik pengambilan sampel dengan random sampling. Variabel independen (bebas) penelitian ini adalah kehamilan usia remaja. Sedangkan, variabel dependen (terikat) adalah kejadian anemia. Instrument yang digunakan yaitu buku register. Analisis data yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil; Hasil penelitian dengan analisis univariat terdapat 19 orang ibu hamil (26,4%) yang mengalami anemia dan 21 orang  ibu hamil (29,2%) yang memiliki umur < 20 tahun (kehamilan remaja). Hasil penelitian dengan analisis bivariat membuktikan ada hubungan yang signifikan yaitu kehamilan usia remaja dengan kejadian anemia di Puskesmas Takisung Tahun 2024 dengan nilai p value 0,000 atau < 0,005. Kesimpulan; Kehamilan seharusnya terjadi di usia optimal tubuh wanita agar saat menjalaninya kesehatan ibu pun dapat terjaga dengan baik

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENDAMPINGAN KELUARGA DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PERTAMA (K1) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAKISUNG TAHUN 2024

    No full text
    Latar Belakang; Rendahnya capaian kunjungan antenatal care pertama (K1) Kabupaten Tanah Laut yaitu  87,1% dari target seharusnya 100%. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal salah satunya adalah pengetahuan dan pendampingan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan pendampingan keluarga dengan kunjungan antenatal care pertama (K1) di Wilayah Kerja Puskesmas Takisung Tahun 2024. Metode; Jenis penelitian menggunakan desain kuantitatif, dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil sebanyak 50 orang responden. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Variabel independen (bebas) penelitian ini adalah pengetahuan dan pendampingan keluarga. Sedangkan, variabel dependen (terikat) adalah kunjungan antenatal care pertama (K1). Instrument yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil; Hasil penelitian univariat menunjukkan Ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care pertama (K1) pada usia kehamilan kurang dari 12 minggu atau K1 Murni sebanyak 40 orang (62.5%). Ibu hamil yang berpengetahuan baik tentang kunjungan antenatal care pertama (K1) sebanyak 30 orang (46.9%). Ibu hamil yang didampingi saat melakukan kunjungan antenatal care pertama (K1) sebanyak 50 orang (78.1%). Hasil uji chi square menunjukkan p value 0,000 < 0,005 artinya ada hubungan yang signifikan (bermakna) antara Pengetahuan ibu hamil dengan kunjungan Antenatal Care pertama (K1). Hasil uji chi square menunjukkan p value 0,000 < 0,005 artinya ada hubungan yang signifikan (bermakna) antara Pendampingan keluarga dengan kunjungan Antenatal Care pertama (K1) di Puskesmas Takisung Tahun 2024. Kesimpulan; Sesuai dengan teori, baiknya pengetahuan seseorang akan mempengaruhi perilaku yang akan dilakukannya, begitu pula dengan pendampingan keluarga sehingga dapat memotivasi lebih kuat untuk ibu hamil selama menjalani kehamilannya

    HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PERUBAHAN FISIK SAAT PREMENOPAUSE DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU MENGHADAPI PREMENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIRTA JAYA TAHUN 2024

    No full text
    Latar Belakang : Premenopause adalah munculnya tanda gejala awal perubahan dari system tubuh Ketika siklus menstruasi tidak teratur. Pengetahuan perubahan fisik seorang wanita tentang premenopause sangat penting karena dapat berdampak positif pada penanganan kecemasan menghadapi premenopause. Berdasarkan data Puskesmas Tirta Jaya pada Tahun 2023 memiliki wanita usia subur 40-49 tahun berjumlah 660 jiwa. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang perubahan fisik saat premenopause dengan tingkat kecemasan ibu menghadapi premenopause di wilayah kerja puskesmas Tirta Jaya tahun 2024. Metode : Metode menggunakan kuantitatif survei analitik dengan rancangan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlan 94 responden, diambil dengan menggunakan teknik Accidental sampling. Data primer di dapatkan dengan kuesioner pengetahuan dan kuesioner kecemasan menggunakan skala Halminton, menggunakan uji fishe exact Hasil : Tingkat pengetahuan terbanyak perubahan fisik premenopause yaitu pengetahuan cukup sebanyak 46 responden (48,9%), tingkat kecemasan pada wanita premenopause yaitu terbanyak dengan gejala kecemasan ringan sebanyak 32 responden (34%) Ada hubungan antara pengetahuan tentang perubahan fisik premenopause dengan tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi premenopause dengan p sebesar 0,002 (α<0,05 Kesimpulan: Ada Hubungan Pengetahuan tentang perubahan fisik premenopause dengan tingkat kecemasan ibu menghadapi premenopause di Wilayah Kerja Puskesmas Tirta Jaya Tahun 2024

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PENGGUNAAN KB IMPLAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI JINGAH BANJARMASIN TAHUN 2024

    No full text
    Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO) Pada Tahun 2023, 1,9 miliar wanita di dunia memakai alat kontrasepsi. Berdasarkan distribusi provinsi, angka prevalensi pemakaian KB tertinggi adalah Kalimantan Selatan (71,2%), Puskesmas Sungai Jingah menduduki peringkat 25 terendah (92,5%) pada tahun 2024 peserta KB aktif sebanyak 312 Orang dan peserta KB implant sebanyak 27 orang (8,6%). Sedangkan target implant dari BKKBN sebesar 28,9% masih sangat jauh dari yang ditargetkan. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin Tahun 2024. Metode: Penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan case control dan teknik random sampling, pengambilan sampel kuantitatif digunakan Uji Chi-Square dalam analisis univariat dan bivariat, sumber data didapatkan dari hasil kuesioner. Hasil: Pengguna KB implan sebanyak 25 orang. Analisis data pengguna implan yang berpengetahuan baik sebanyak 50 orang (66,7%) dan dukungan suami yang mendukung sebanyak 61 orang (81,3%). Hasil Uji Chi-Square pengetahuan ρ= 0,001 (ρ<ɑ = 0,05) dan dukungan suami ρ= 0,122 (ρ>ɑ=0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penggunaan implan dan tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan penggunaan implan. Pengetahuan ibu yang baik terhadap efektifitas dan efek samping penggunaan implan, diharapkan dapat memotivasi ibu untuk menggunakan kontrasepsi implan

    KEJANG SEBAGAI KOMPLIKASI INFEKSI COVID-19 : SEBUAH REVIEW SISTEMATIK DAN META-ANALISIS

    No full text
    Background : Pandemic Corona virus disease 2019 (Covid-19) is caused by severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The symptoms of Covid-19 are clasically respiratory symptoms. But covid-19 can also affect several organs including the nervous system, both the central nervous system and the peripheral nervous system. This review aims to determine the relationship between the incidence of seizures in patients with Covid-19 infection. Methods : Sources of data were obtained from search engine databases from December 1, 2019 to October 1, 2023. The keyword used was "Covid-19" OR "Sars-cov-2" AND "Seizure" OR "Epilepsy". All data were collected for analysis with a forest plot using the Review Manager 5.4.1 application.  Result : Search results 410 articles (PubMed: 179; Cochrane Library: 47; SCOPUS: 11; Nature Research: 28; Science Direct: 94 and Google Scholar: 51). From the screening inclusion and exclusion criteria, 13 articles were eligible for analysis desctriptively and 5 articles were eligible for analysis statistically. Seizure complications in Covid-19 patients are more common found in severe case patients than non-severe case (OR 3,15 95% CI 1,37 – 7,27). Discussion : Seizures were neurological complications of covid-19 infection with low number in this study. Acute symptomatic seizures in severe Covid-19 patients possibly had risk factors such as brain hypoxia, shock, multi organ dysfunction, acute cerebrovascular disorder, electrolyte imbalance and others. EEG test and CSF specimen examinations are recommended in COVID-19 patients with seizures and altered mental status

    Efek Samping Kortikosteroid Topikal: Kajian Literatur

    No full text
    Kortikosteroid topikal (KT) merupakan obat antiinflamasi yang sering digunakan dalam pengobatan berbagai kondisi dermatologis, seperti eksim, psoriasis, dan vitiligo. Efektivitas obat ini sangat bergantung pada kemampuannya dalam menekan hiperproliferasi sel, peradangan, serta reaksi imunologis yang terjadi di kulit. Kortikosteroid topikal bekerja dengan cara mengurangi respon imun dan inflamasi lokal, sehingga memberikan efek terapeutik pada berbagai gangguan kulit. Namun, meskipun KT sangat efektif dalam mengelola kondisi dermatologis tertentu, penggunaannya yang tidak tepat atau dalam jangka panjang dapat menyebabkan sejumlah efek samping yang merugikan. Efek samping yang sering muncul akibat penggunaan kortikosteroid topikal jangka panjang atrofi kulit, striae, erupsi akneiform, perioral dermatitis, telangiektasis, hipopigmentasi, hingga hipertrikosis. Selain itu, juga ditemukan peningkatan kejadian corticosteroid-induced rosacea-like dermatitis, topical steroid damaged face, dan red skin syndrome. Tatalaksana terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh penggunaan kortikosteroid topikal meliputi penghentian penggunaan secara bertahap, agar tidak menimbulkan efek rebound yang lebih parah. Terapi pendukung seperti penggunaan emolien (pelembap) untuk menjaga kelembapan kulit dan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet juga sangat dianjurkan

    PENGARUH PEKERJAAN TERHADAP ANGKA KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI RSD KOTA TIDORE KEPULAUAN

    No full text
    Latar Belakang: Nyeri Punggung Bawah (NPB) atau Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan dunia yang sangat umum, yang menyebabkan pembatasan aktivitas. NPB jarang fatal, namun nyeri yang dirasakan dapat menyebabkan penderita mengalami keterbatasan fungsional dan banyak kehilangan jam kerja. NPB terkait pekerjaan dikaitkan dengan paparan stres ergonomis di tempat kerja, faktor risiko lingkungan (fisik), psikososial dan / atau pribadi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh jenis pekerjaan, masa kerja, waktu kerja, dan posisi kerja terhadap angka kejadian NPB periode tahun 2019- 2020. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan jumlah sampel sebanyak 35 pasien. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa data rekam medik dan data primer berupa wawancara untuk selanjutnya dianalisa. Hasil dan Kesimpulan: Hasil analisis menujukkan pasien NPB yang datang ke Poliklinik Rehabilitasi Medik RSD Kota Tidore Kepulauan periode tahun 2019-2020 sebagian besar adalah pasien dengan jenis pekerjaan sebagai PNS sebanyak 17 pasien (48,6%), pasien dengan masa kerja >10 tahun sebanyak 33 pasien (94,3%), pasien dengan waktu kerja ≤40 jam/minggu sebanyak 28 pasien sebesar (80%), dan pasien dengan posisi kerja tidak ergonomis sebanyak 29 pasien sebesar (82,9%)

    HUBUNGAN ANTARA DURASI SAKIT DAN TINGKAT SPIRITUAL TERHADAP MOTIVASI BEROBAT PASIEN KANKER PAYUDARA

    No full text
    Latar Belakang: Kanker payudara adalah suatu penyakit kanker dengan persentase kasus tertinggi. Penatalaksanaan kanker payudara dapat dilakukan salah satunya yaitu kemoterapi. Efek samping kemoterapi akan berpengaruh baik secara fisik maupun psikologis yang menyebabkan motivasi pasien kanker payudara untuk berobat perlahan-lahan akan menurun. Salah satu factor yang mempengaruhi motivasi pasien kenker yaitu faktor kepribadian, termasuk keyakinan dan kondisi emosional. Pasien dengan kanker yang memiliki keyakinan yang kuat dalam perinsip- prinsip atau nilai agama cenderung merasa lebih puas dan lebih bahagia dengan kehidupan mereka karena dengan kegiatan ibadah dapat membawa pasien lebih berserah diri kepada Tuhan. Semakin sering frekuensi Ibadah atau kegiatankeagamaan dilakukan maka akan lebih cenderung memikirkan kualitas hidup lebih baik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, Riau, dengan jumlah populasi sebanyak 64 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposif Sampling. Sampel dihitung dengan rumus slovin dan diadapatkan sampel 55 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Chi Square dengan alternatif uji dengan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Karakteristik responden Mayoritas responden adalah usia > 35 tahun, keyakinan yang dianut Islam, pendidikan ringkat menengah atas, berkerja sebagia wiraswasta dan karyawan, dan mempunyai pendapatan > Rp.2.500.000,-. Mayoritas responden memiliki durasi sakit < 1 tahun dengan presentase 67,3%; Mayoritas responden memiliki tingkat spiritual tinggi dengan presentase 67,3%; Mayoritas responden memiliki tingkat motivasi tinggi dengan presentase 76.4%; Tidak terdapat hubungan antara durasi sakit dengan motivasi responden dengan nilai p-value sebesar 0,182 (> 0,05); Terdapat hubungan antara tingkat spiritual dengan motivasi reponden dengan nilai p-value sebesar 0,000 (< 0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara durasi sakit dengan motivasi pasien kanker payudara. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin lama atau semakin singkat durasi sakit tidak akan mempengaruhi motivasi pasien kanker payudara. Terdapat hubungan antara tingkat spiritual dengan motivasi pasien kanker payudara. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat spiritual maka semakin tinggi motivasi pasien kanker payudara

    PERBEDAAN KECEMASAN PASIEN EKSTRAKSI GIGI SEBELUM DAN SESUDAH MENDENGARKAN MUROTTAL AL-QUR’AN DI RSIGM FKG-UMI

    No full text
    Pendahuluan : Ekstraksi gigi ialah proses untuk mencabut gigi dari soketnya yang terletak pada tulang alveolar dan dilaksanakan oleh dokter gigi menggunakan tang khusus atau forceps untuk mencabut gigi dan sebelum tindakan ekstraksi gigi dilakukan anastesi pada gigi yang akan dicabut.  Perasaan yang timbul secara menyakitkan dan tidak menyenangkan biasa juga disebut dengan kecemasan. Kondisi tersebut dapat muncul akibat adanya reaksi ketegangan-ketegangan yang berasal dari dalam tubuh Salah satu terapi alternatif yang banyak diterapkan oleh dokter gigi atau perawat gigi untuk memudahkan seseorang menurunkan tingkat kecemasannya ialah dengan mendengarkan murottal Al-Quran. Ketenangan jiwa dapat diperoleh dengan mendengarkan murottal Al-Quran yang dibacakan dengan benar dan secara tartil. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui perubahan sebelum dang sesudah mendengarkan Murottal Al-Qur’an pada tingkat kecemasan pasien ekstraksi gigi. Bahan dan Metode : Penelitian ini dilaksanakan dengan handphone yang memperdengarkan selama 3 menit audio Murottal surah Al-Insyirah ayat 1-8 beserta terjemahannya oleh Ustadz Miryari Rasyid sebagai qori. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksprimental dengan rancangan penelitian yakni pre test dan post test design. Uji Wilcoxon ialah uji statistik yang akan dilaksanakan. Adapun sampel pada penelitian ini terdiri dari 48 sampel. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner skala kecemasan MDAS(Modified Dental Anxiety Scale). Hasil : Berdasarkan uji perbandingan dengan Wilcoxom yang memberikan hasil jika p-Value = 0,000 atau p <0,05. Kondisi tersebut dapat dimaknai jika sebelum dan sesudah mendengarkan Murottal Al-Qur;an terjadi perbedaan pada rasa cemas pasien ekstraksi gigi di RSIGM FKG-UMI. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan jika sebelum dan sesudah mendengarkan Murottal Al-Qur’an terjadi perbedaan pada rasa cemas pasien ekstraksi gigi di RSIGM FKG-UMI

    0

    full texts

    98

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇