Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
    98 research outputs found

    HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIANG ANGGANG TAHUN 2024

    No full text
    Background: Stunting is a condition where a person's height is less than normal based on age and gender. The results of data obtained at the Banjarbaru City Health Office show that out of 9 working areas of Health Centers in Banjarbaru City, the highest stunting rate is in the Liang Anggang Public Health. Objective: To determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers in the Liang Anggang Public Health in 2024,Method: The type of analytical survey research with a case control approach, a sample of 170 cases and 170 controls of toddlers with a ratio of 1:1. The population of all toddlers aged 6-59 months was 987. Sampling technique used (Systematic Random Sampling). Stunting incidence variables and exclusive breastfeeding. Data collection was obtained from secondary data in the form of toddler cohorts. Data were analyzed used the chi square test with a significance of 0.05.Results: The results of the study showed that the incidence of stunting was 170 or (50.0%). Non-exclusive breastfeeding was 120 or (70.6%). There was a corelations between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers aged 6-59 months (ρ value 0.014 <0.05). OR of 0.562.Conclusion: The results of the study showed a corelations between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers aged 6-59 months. Therefore, it is hoped that there will be new promotive efforts to reduce the high incidence of stunting that occurs by providing health education about the importance of exclusive breastfeeding

    HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH (FE) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAYUTANGI BANJARMASIN TAHUN 2024

    No full text
    B Background : In developing countries cases of iron deficiency anemia in pregnant women are more common in Southeast Asia including Indonesia.Based on data from Kayutangi Health Center, the percentage of pregnant women who experienced anemia increased in 2023 by 18.8% with a total of 291 pregnant women. Objective : To determine the relationship between Fe tablet consumption compliance and the incidence of anemia in pregnant women in the Kayutangi Health Center working area. Method : This research uses a correlation analytical research design using an approach method cross sectional. Using sampling technique Total Sampling with a sample of 30 respondents from third trimester pregnant women. The independent variable in the study was the compliance of pregnant women with consuming Fe tablets. The dependent variable in this study is the incidence of anemia in pregnant women. Data collection uses a questionnaire. Data analysis uses statistical tests Spaerman Rank. Results : Non-adherent as many as 25 pregnant women (83.3%) and anemia as many as 25 people (83.3%). There was a significant relationship between adherence to taking fe tablets and the incidence of anemia in pregnant women with a p-value = 0.00 (p < 0.05). Conclusion : Adherence to taking fe tablets with the incidence of anemia is a factor that has a significant relationship

    HUBUNGAN STATUS GIZI DAN LAMA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 2 KUALA KAPUAS TAHUN 2024

    No full text
    Latar belakang: Angka kejadian anemia pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Melati Kabupaten Kapuas relatif cukup tinggi, skrining terakhir pada bulan Oktober tahun 2023 sebesar 53,21%. SMAN 2 Kuala Kapuas merupakan sekolah dengan kejadian anemia pada remaja putri tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Melati. Status gizi dan lama menstruasi merupakan faktor resiko anemia yang disebabkan oleh kurangnya nutrisi, genetika, hormon dan enzim tubuh. Tujuan: untuk mengetahui hubungan status gizi dan lama menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 2 Kuala Kapuas tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini analitik dengan menggunakan pendekatan cross- sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah  135 orang dan sampel yang diambil menggunakan rumus Slovin sebanyak 60 orang dengan teknik Simple Random Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah status gizi dan lama menstruasi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian anemia pada remaja putri.  Pengumpulan data menggunakan timbangan berat badan, pengukur tinggi badan dan lembar ceklist. Data dianalisa menggunakan uji Chi Square  dengan signifikansi α = 0.05. Hasil: Remaja putri yang mengalami anemia sebanyak 10 orang (16,7%). Berstatus gizi gemuk 17 orang (28,3%) dan berstatus gizi kurus 15 orang (25,0%). Lama menstruasi tidak normal sebanyak 14 orang (23,3%). Hasil uji Chi Square status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri (p-value = 0,036 (< 0,05)) dan lama menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri (p-value = 1,000 (> 0,05)). Kesimpulan: Status gizi merupakan faktor yang memiliki hubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri dan lama menstruasi tidak memiliki hubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN IBU BALITA KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI TABUK 2 TAHUN 2024

    No full text
    Latar Belakang: Posyandu merupakan sarana penting untuk memantau tumbuh kembang balita. Cakupan penimbangan balita di Kabupaten Banjar masih rendah yaitu 72,4% tahun 2022. Sedangkan cakupan penimbangan Puskesmas Sungai Tabuk 2 tahun 2023 adalah sebanyak 52,4%. Ketidakteraturan kunjungan ke posyandu biasanya dipengaruhi oleh pengetahuan, dukungan keluarga dan jarak. Hal ini bisa menyebabkan timbulnya permasalahan pada gizi balita. Tujuan: Mengetahui faktor yang mempengaruhi kunjungan ibu balita ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk 2 Tahun 2024. Metode:Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita. Sampel dalam Penelitian ini adalah sejumlah 91 responden yang diambil dengan Teknik Qouta  Sampling.Variabel independent dalam penelitian ini adalah kunjungan ibu balita ke posyandu dan variable dependent adalah pengetahuan ibu, dukungan keluarga dan jarak ke posyandu.Pengumpulan data menggunakan nstrument  mengisi kuisioner. Hasil: Jumlah kunjungan ibu balita ke posyandu yang aktif sebanyak 76 responden (83,5%), Jumlah ibu yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 45 responden (49,5%), sedangkan jumlah ibu yang mendapat dukungan keluarga sebanyak 59 responden (64,8%). Jarak yang terjangkau ke posyandu sebanyak 80 responden (87,9%). Adanya Hubungan antara pengetahuan ibu dengan kunjungan ibu balita ke posyandu dengan hasil nilai uji Chi-Square (0,016) , ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan ibu balita ke posyandu dengan hasil uji Chi-Square (0,018), dan tidak ada hubungan antara jarak ke posyandu dengan kunjungan ibu balita ke posyandu dengan hasil uji Chi-Square (1,000). Kesimpulan: Ibu banyak melakukan kunjungan aktif ke posyandu karena mempunyai pengetahuan yang baik dan mendapat dukungan dari keluarga

    HUBUNGAN PARITAS DAN USIA IBU DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS JORONG KAB.TANAH LAUT

    No full text
    Latar belakang: Anemia pada ibu hamil ditandai dengan penurunan hemoglobin (Hb) yang kurang dari 11 g/dL pada trimester pertama dan tiga, Hb kurang dari 10,5 g/dL pada trimester kedua, serta kurang dari 10 g/dL pada pasca persalinan. Kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Jorong sekitar 36,6% atau 3 kali lebih tinggi dari angka kejadian anemia di Kabupaten Tanah laut yaitu sebesar 10,1%. Tujuan: untuk mengetahui hubungan paritas dan usia ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja UPT. Puskesmas Jorong kab. Tanah taut Metode: penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 248 ibu hamil menggunakan total sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari kohort ANC dan data dianalisa menggunakan uji chi square. Hasil: Kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 89 ibu hamil (35,9%), Ibu hamil dengan paritas berisiko sebanyak 12 orang (4,8%), ibu hamil dengan usia berisiko sebanyak 48 orang(19,4%), hasil uji chi square didapat p=0,027, artinya ada hubungan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan ada hubungan usia ibu  dengan kejadian anemia (p= 0.000). Kesimpulan: Studi ini membuktikan kejadian anemia pada ibu hamil berhubungan dengan paritas dan usia ibu

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PENGGUNAAN KB IMPLAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI JINGAH BANJARMASIN TAHUN 2024

    No full text
    Latar Belakang: Kepatuhan remaja putri dan WUS mengkonsumsi TTD merupakan salah satu indikator keberhasilan program pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan WUS (Kementerian Kesehatan RI, 2016). Prevalensi yang mendapatkasn Tablet Tambah Darah (TTD) sebesar 76,2% dan remaja putri yang tidak mengonsumsi Tablet Tambah Darah sebesar 23,8%, (Riset Kesehatan Dasar, 2018). Kabupaten Banjar mempunyai prevalensi anemia pada remaja putri terbesar pada tahun 2023 yaitu 63,32%. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Dengan Kepatuhan Minum Tablet FE di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Timur Kabupaten Banjar Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu remaja putri yang berusia 11 - 19 tahun berjumlah 63 orang. Teknik sampling menggunakan Simple Accidental Sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar pemantauan konsumsi tablet Fe. Analisis univariat digunakan pada penelitian ini menggunakan uji statistik yang selanjutnya dilakukan uji T (Paired Sample). Analisis Bivariat yang digunakan adalah uji chi squere. Hasil : Ada Hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Timur Tahun 2024 dengan hasil analisis chi square nilai ρ value = 0,000  < α = 0,05. Simpulan: Pengetahuan remaja putri sebanyak 34 orang (54%) responden berpengetahuan baik. Sikap remaja putri sebanyak 45 orang (71,4%) responden bersikap positif. Kepatuhan Minum Tablet FE Remaja Putri sebanyak 44 orang (71,4%) patuh responden. Ada Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Dengan Kepatuhan Minum Tablet Fe di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Timur

    DINAMIKA PERUBAHAN KEBIJAKAN TERHADAP PRIVILESE BLUD RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU SEBAGAI UNIT ORGANISASI BERSIFAT KHUSUS (UOBK) SEJALAN TERBITNYA PP NOMOR 72 TAHUN 2019

    No full text
    Rumah Sakit Daerah (RSD) sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang mempunyai karakteristik dan organisasi yang sangat kompleks, memerlukan kebijakan khusus untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Salah satu tujuan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah adalah untuk meningkatkan efektivitas, profesionalisme, dan kinerja pelayanan rumah sakit daerah. Peraturan pemerintah tersebut ditujukan untuk menjadikan RSUD otonom dalam mengelola rumah tangganya dan diharapkan menjadi solusi yang baik untuk RSUD, sehingga mempermudah prosedur administrasi di berbagai bidang. Berdasarkan pada UU nomor 44 Tahun 2009, PP nomor 72 Tahun 2019 pasal 21 dan 43 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2020 maka dapat disimpulkan bahwa rumah sakit daerah adalah UPT dari instansi yang bertugas di bidang kesehatan, dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan dan sebagai UOBK yang mempunyai otonomi khusus dalam pengelolaan keuangan, barang milik daerah dan pengelolaan kepegawaian. Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan optimalisasi layanan kesehatan, rumah sakit daerah yang belum menerapkan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah diwajibkan untuk menerapkan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018, sebagai UOBK yang melaksanakan pengelolaan keuangan BLUD, terdapat beberapa privilese BLUD yang membedakannya dari tata kelola satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) pada umumnya. Dibentuknya Badan Layanan Umum merupakan upaya debirokratisasi instansi pemerintah ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat. Instansi pemerintah yang kerap digambarkan memberikan layanan yang lambat,  kurang prima dan kurang profesional, melalui Badan Layanan Umum ini, diupayakan layanan yang dihasilkan memberikan kepuasan kepada masyarakat. Upaya debirokratisasi instansi pemerintah yang diterapkan pada Badan Layanan Umum, sejalan dengan program reformasi birokrasi yang bertujuan untuk mewujudkan aparat pemerintah yang bersih, profesional dan bertanggungjawab. Dengan menjadi BLUD, harapannya, unit pelaksana teknis (UPT) dinas/badan daerah yang memberikan layanan publik menjadi lebih baik dan terlepas dari kesan negatif sebelumnya, seperti birokrasi yang lamban, inefisien, dan berbelit-belit. Harapannya dengan menjadi BLUD, citra yang muncul adalah layanan yang prima, responsif, dan berkualitas dengan mengutamakan kepuasan masyarakat. Peraturan ini muncul setelah mempertimbangkan bahwa pengaturan rumah sakit daerah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah belum mampu menjamin terwujudnya tata kelola rumah sakit dan tata kelola klinis yang bersifat otonom dalam pengelolaan keuangan dan barang milik daerah serta bidang kepegawaian, sehingga dalam praktiknya memberi dampak pada penurunan mutu layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat

    Hubungan Persepsi dan Tingkat Kebutuhan Perawatan Ortodonti Berdasarkan Dental Aesthetic Index (DAI) Pada Mahasiswa FKG UMI

    No full text
    Malocclusion is defined as an abnormal occlusion characterized by an inappropriate relationship between the maxilla and mandible, which can cause several problems, namely masticatory, periodontal, swallowing, impaired oral function, and psychosocial problems related to aesthetics. Aesthetics on the face determines self-perception and can affect quality of life. Orthodontic treatment is a form of treatment in the field of dentistry whose role is to improve the arrangement of teeth so as to improve mastication, phonetic and aesthetic abilities. The Dental Aesthetic Index (DAI) is a normative instrument that is widely used in epidemiological studies to assess the need for orthodontic treatment. This index assesses in a record the physical and esthetic features of the occlusion determined along the scale and severity of the malocclusion. The DAI links clinical and aesthetic components mathematically to produce a single score that combines the physical and aesthetic aspects of the occlusion. Research objective: To find out the relationship between perception and the level of need for orthodontic treatment based on the Dental Aesthetic Index (DAI) in UMI FKG students Batch 2019-2021. Methods: This study uses a cross sectional method with an analytic descriptive research design. The research sample was UMI Faculty of Dentistry students Class of 2019-2021 who fulfilled 88 samples. Results: Based on the Spearman test to see the relationship between perception and the level of need for orthodontic treatment based on the Dental Aesthetic Index (DAI) in FKG UMI students Batch 2019-2021 showed a p-value of 0.001 (p <0.05) meaning that there was a significant relationship between perception and level orthodontic treatment needs. Conclusion: there is a significant relationship between perception and the level of need for orthodontic treatment based on the Dental Aesthetic Index (DAI) in UMI Faculty of Dentistry students Class of 2019-2021

    PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELITUS DAN RISIKO PEWARISAN PADA GENERASI MENDATANG

    No full text
    Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme kronis di mana pankreas tidak mampu mengelola gula darah dengan baik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang paling mematikan di dunia, menduduki peringkat ketujuh dalam daftar penyebab kematian global. Mayoritas kasus diabetes adalah tipe 2. Diabetes melitus telah menjadi salah satu masalah kesehatan global yang paling mendesak. International Diabetes Federation (IDF) secara rutin merilis laporan global tentang diabetes, termasuk data prevalensi diberbagai negara. Pada tahun 2011, IDF menyatakan bahwa terdapat 366 juta juta atau 8.5% orang dewasa (20-79 tahun) di seluruh dunia hidup dengan diabetes. Angka ini terus meningkat, dimana pada tahun 2021 lalu IDF kembali merilis data terbaru dan didapatkan 537 juta atau 9,8% orang dewasa (20-79tahun) diseluruh dunia hidup dengan diabetes. IDF telah memproyeksikan dimana pada tahun 2030 diperkirakan 643 juta atau 10,8% jiwa di seluruh dunia menderita diabetes. Faktor risiko genetik dan lingkungan memainkan peran penting dalam berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes melitus, kanker, dan penyakit kardiovaskular. Kedua faktor ini dapat saling berinteraksi dengan cara yang kompleks dan beragam. Gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan tinggi gula dan lemak, kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, serta stres yang berkepanjangan, dapat meningkatkan risiko terkena diabetes melitus. Lingkungan juga dapat mencakup aspek sosial dan ekonomi, sepertia ksesterbatas kemakanan sehat atau fasilitas olahraga, serta paparan terhadap kondisi stres di tempat kerja atau dalam kehidupan sehai-hari

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KEBERSIHAN GENITALIA EKSTERNA DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN TERHADAP SISWI SMA MUHAMMADIYAH 1 MEDAN

    No full text
    Perawatan organ reproduksi merupakan hal yang unik. Kesehatan reproduksi wanita harus menjadi perhatian utama. Salah satu masalah yang selama ini menjadi masalah bagi wanita adalah keputihan. Cairan berlebih yang keluar dari vagina disebut keputihan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi keputihan pada siswi SMA Muhammadiyah 1 Medan dan tingkat kesadaran mereka terhadap kebersihan organ intim luar. Strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif potong lintang. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2023 di SMA Muhammadiyah 1 Medan. Populasi penelitian ini adalah seratus lima puluh siswi SMA Muhammadiyah 1 Medan yang aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar. Jumlah sampel sebanyak 46 orang dan prosedur pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan kriteria yang ditentukan. Data primer dikumpulkan dari siswi SMA Muhammadiyah 1 Medan menggunakan kuesioner untuk penelitian ini. Berikut adalah hasil penelitian: Meskipun terdapat beberapa variasi tingkat pengetahuan siswi SMA Muhammadiyah 1 Medan, secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pemahaman yang baik tentang kebersihan organ intim luar. Penelitian ini juga menemukan adanya korelasi signifikan antara terjadinya keputihan dengan pengetahuan siswa tentang kebersihan alat kelamin luar, sehingga hal ini merupakan masalah yang perlu ditangani

    0

    full texts

    98

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇