Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
    98 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN PUSKESMAS PANDAUKE KECAMATAN MAMOSALATO, KABUPATEN MOROWALI UTARA

    No full text
    Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan primer seperti Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan di Puskesmas Pandauke, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 150 responden yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keandalan layanan, responsivitas tenaga kesehatan, jaminan (assurance), empati, dan fasilitas fisik berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien. Dari kelima faktor tersebut, responsivitas tenaga kesehatan memiliki pengaruh terbesar. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengelola Puskesmas dalam meningkatkan kualitas pelayanan guna mencapai kepuasan pasien yang lebih optima

    Peran Kesadaran dan Pengetahuan Ibu Terhadap Pemenuhan Gizi Anak

    No full text
    The purpose of this study is to explore and analyze the role of maternal awareness and knowledge in fulfilling children's nutrition with a focus on the impact on children's growth and development in Indonesia. The problems raised in this solution include the low understanding of a mother in providing balanced nutritional intake to children so that this greatly affects the increase in Akas and height and the problem of malnutrition among children and the challenges faced by mothers in fulfilling nutritious food amidst economic limitations and sources of information. The research method used is qualitative with data collection through relevant literature studies. The results of the study showed that there was a significant relationship between the level of education and knowledge of mothers with the ability to meet children's nutritional needs and the importance of social and community support in increasing nutritional awareness. This study recommends the need for a more comprehensive and sustainable special education program involving various stakeholders to improve mothers' understanding and address children's nutritional problems effectively

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI IBU HAMIL DENGAN K1 MURNI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI JINGAH BANJARMASIN TAHUN 2024

    No full text
    Latar Belakang: Kunjungan K1 Murni di Puskesmas Sungai Jingah mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2023 dibandingkan tahun 2022, serta membuat Puskesmas Sungai Jingah menempati urutan terendah untuk cakupan K1 dari 27 Puskesmas yang ada di Kota Banjarmasin. Tujuan: Menganalisa hubungan pengetahuan dan dukungan suami ibu hamil dengan K1 murni di wilayah kerja Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin tahun 2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dengan teknik simple random sampling ,sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang melakukan kunjungan untuk memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 97 orang. Hasil: Hasil penelitian ini adalah sebagian besar Ibu dengan Pengetahuan baik (67,0%) ,mendapat dukungan suami (64,9%) dan K1 murni (69,1%) dengan hasil uji statistik pengetahuan dengan K1 murni : p-value = 0,000 dan dukungan suami dengan K1 murni : p-value = 0,000. Masing-masing p< α = 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan dukungan suami ibu hamil dengan K1 murni. Kesimpulan: Pengetahuan dan dukungan suami memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kunjungan K1 murni. Ibu dengan pengetahuan yang baik dan adanya dukungan suami akan memiliki kesadaran akan manfaat kunjungan K1 murni

    HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN RIWAYAT BBLR DENGAN STATUS GIZI ANAK BADUTA DI PUSKESMAS PADANG LUAS TAHUN 2024

    No full text
    Latar Belakang :  Status gizi pada anak balita sekarang yang masih menjadi permasalahan adalah masalah gizi kurang, gizi buruk dan stunting.  Berdasarkan. Data kasus  balita gizi kurang tertinggi berada  di Puskesmas Padang Luas dengan kejadian status gizi kurang sebanyak 114 ( 19,0 % ) dari jumlah balita 738 orang. Faktor yang mempengaruhi status gizi anak balita meliputi : asupan gizi, pola makan, pemberian ASI Eksklusif, riwayat BBLR, penyakit infeksi. pelayanan Kesehatan, dan Sosial Budaya (Pendidikan, pendapatan, pengetahuan dan Tradisi / Kebiasaan) Tujuan : Mengetahui hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Riwayat BBLR dengan Status Gizi Anak Baduta Di Puskesmas Padang Luas Tahun 2024 Metode : analitik observasional dengan case control. Dilakukan di Puskesmas Padang Luas Tahun 2024. Data yang diambil adalah data Primer dengan menggunakan kuesioner dan data  sekunder yang di ambil dari buku register/ kohort bayi dan balita. Besar sampel 68 ( dengan case 34 dan control 34) menggunakan teknik Simple Random Sampling. Analisa data menggunakan uji chi Square. Hasil : Tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi anak baduta berdasarkan hasil uji chi square diperoleh nilai p value = 0,120 , α < 0,05, p > α  , p > 0,05 dan   Tidak terdapat hubungan Riwayat BBLR dengan status gizi anak baduta berdasarkan hasil  Fisher’s Exact Test diperoleh nilai p value = 1,000 , α < 0,05 ( p > α , p > 0,05 ). Kesimpulan:  Status gizi pada anak baduta tidak  dipengaruhi oleh Pemberian ASI Eksklusif dan Riwayat BBLR  Di Puskesmas Padang Luas Tahun 202

    HUBUNGAN PERSEPSI IBU HAMIL TERHADAP BIDAN DENGAN PENCAPAIAN K1 DI PUSKESMAS KAIT-KAIT TAHUN 2024

    No full text
    Latar Belakang: Persepsi ibu hamil terhadap kualitas pelayanan seringkali bertentangan dengan pemberi layanan, hal ini karena kualitas pelayanan kesehatan berhubungan dengan keberadaan Bidan di desa. Pelayanan kesehatan antenatal care merupakan pelayanan yang diberikan untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungannya. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Kait-Kait tahun 2024, pada tahun 2023 di Puskesmas Kait-Kait Pencapaian target K1 ibu hamil adalah 115 orang atau 71 % dari sasaran 163 ibu hamil. sedangkan pada tahun 2024 dari bulan Januari sampai dengan Juli  adalah 46 orang atau 32 %  , 42  orang ( 29 %) K1 murni dan 4 orang Ibu hamil K1 Akses. Tujuan: Mengetahui Hubungan Persepsi ibu hamil terhadap Bidan dengan pencapaian K1 di Puskesmas Kait-Kait Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 38 orang ibu hamil di Puskesmas Kait-Kait tahun 2024. Pengambilan jumlah sampel menggunakan rumus slovin dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan buku register di Puskesmas kait-kait. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 38 responden ibu hamil, ada 19 (71,1%) responden yang melaksanakan Kunjungan ibu hamil baru ≤ dari 12 minggu,  memiliki persepsi positif sebanyak 19 (50,0%) responden, dan persepsi negatif sebanyak 8 (21,1%) sedangkan ibu hamil yang melaksanakan Kunjungan Ibu hamil baru > 12 minggu ada 11 (28,9%) memiliki persepsi Positif sebanyak 1 (2,6) responden dan yang memiliki persepsi negatif sebanyak 10 (26,3%) responden. Hasil uji chi square di dapatkan nilai Asym.Sig sebesar 0,001. karena nilai Asym.Sig 0,001 < 0,05, diperoleh ρ value = 0,001 artinya secara statistic ada hubungan yang signifikan antara persepsi ibu hamil terhadap bidan dengan capaian K1.Hasil dari penelitian ini diharapkan Kesimpulan: Ada terdapat Hubungan Persepsi  ibu hamil terhadap Bidan dengan pencapaian K1 di Puskesmas Kait-Kait. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi Bidan dan Puskesmas untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan dan edukasi serta pendekatan pada masyarakat khususnya bagi ibu hamil untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan KI <12 minggu

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (K6) DI WILAYAH PUSKESMAS TAKISUNG

    No full text
    Latar belakang: Berdasarkan data di Puskesmas Takisung diperoleh cakupan kunjungan ibu hamil (K6) Januari-Juli 2024 sebesar 33.7% dimana masih belum mencapai target yaitu sebesar 58.3%. Beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan pemeriksaan Antenatal Care meliputi Tingkat pengetahuan dan dukungan suami. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dan Dukungan Suami dengan Kunjungan Antenatal Care (K6) Di Wilayah Kerja Puskesmas Takisung. Metode: Penelitian ini merupakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan K6 sesuai standar yang ada di wilayah Puskesmas Takisung berjumlah 51 orang, dengan teknik accidental sampling. Variabel independen dalam penelitian ini pengetahuan ibu tentang kunjungan ANC (K6) dan dukungan suami. Variabel dependen dalam penelitian ini kunjungan ANC (K6). Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa menggunakan uji chi square. Hasil: sebanyak 18 responden  (51,4%,) memiliki pengetahuan kurang tentang kunjungan antenatal care (ANC), ibu hamil mendapatkan dukungan suami sebanyak 17 responden (48,6%), ada hubungan  pengetahuan ibu dengan kunjungan antenatal care (K6) nilai p  0,009 α 0,05 dan ada hubungan dukungan suami dengan dengan kunjungan antenatal care (K6) di Wilayah Puskesmas Takisung, dengan nilai p  0,026 α 0,05 Kesimpulan: dengan adanya dukungan suami ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan K6 dengan cara mengantar istri ke pelayanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, membuat ibu merasa nyaman dan lebih antusias

    ANALISIS PENGARUH PERSEPSI FAKTOR MANAJEMEN KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP

    No full text
    Manajemen keperawatan merupakan pengelolaan aktivitas keperawatan oleh manajer keperawatan, melalui kegiatan manajerial terhadap perawat pelaksana. Kepuasan kerja yang dirasakan perawat diharapkan akan memberikan dampak terhadap kualitas kinerja. Meningkatnya beban kerja perawat disebabkan karena meningkatnya BOR, masih rendahnya pencapaian standar asuhan keperawatan 62,04%, adanya keluhan perawat terhadap manajemen keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh manajemen keperawatan terhadap tingkat kepuasan perawat di ruang rawat inap. Jenis penelitian observasional dengan metode survey dan pendekatan cross sectional . Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terhadap 37 perawat pelaksana di ruang rawat inap mengenai kepemimpinan, insentif, kondisi lingkungan kerja, kesempatan promosi, supervisi dan kepuasan. Data penelitian diolah secara kuantitatif dengan metode univariat, bivariat dengan chi square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik.. Hasil penelitian menunjukkan persentase tinggi tentang persepsi kepemimpinan tidak baik (56,8%), insentif tidak baik (59,6%), kesempatan Promosi tidak baik (70,3%), supervisi tidak baik (56,8%) dan kepuasan kerja kurang puas (51,4%) serta persepsi kondisi lingkungan kerja baik ( 62,2%). Hasil penelitian menyatakan ada hubungan antara kepemimpinan, insentif, kesempatan promosi, dan supervisi terhadap kepuasan. Hasil analisis multivariat menunjukkan ada pengaruh kepemimpinan (Exp β: 12,358), insentif (Exp β: 16,005), dan supervisi (Exp β:10,099) terhadap kepuasan kerja perawat

    PENGARUH RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea. Nyeri pasca bedah merupakan masalah umum yang dapat mempengaruhi proses pemulihan pasien. Edmund Jacobson, seorang psikolog yang dikenal dengan pengembangan Progressive Muscle Relaxation (PMR), menyatakan bahwa teknik relaksasi seperti menggenggam tangan dapat merangsang otot untuk melepaskan ketegangan. Menurut Jacobson, dengan menciptakan ketegangan otot secara terkontrol dan kemudian melepaskannya, tubuh dapat merasakan sensasi relaksasi yang mempercepat proses pemulihan dan mengurangi persepsi nyeri. Menggenggam jari, yang merupakan bagian dari prinsip relaksasi progresif, memiliki efek menenangkan yang dapat meredakan ketegangan fisik dan emosional yang berhubungan dengan rasa sakit

    PENGARUH TERAPI PIJAT REFLEKSI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI: PENGARUH TERAPI PIJAT REFLEKSI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

    No full text
    Hipertensi adalah suatu keadaan kronis yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding pembukuh darah arteri. Pijat refleksi kaki merupakan salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat menurunkan tekanan darah karena merupakan salah satu metode relaksasi yang membuat sirkulasi darah didalam tubun menjadi lancar. Tujuan untuk mengetahui pengaruh terapi pijat refleksi kaki terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan nonrandomized pretest-postest with control group design. Teknik pengambilan sempel menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh pemberian pijat refleksi kaki terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. &nbsp

    IMPLEMENTASI INTERPROFESSIONAL EDUCATION PADA METODE PENDIDIKAN BERBASIS KOMUNITAS: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR

    No full text
    Latar Belakang: Pendidikan kesehatan merupakan bentuk tindakan mandiri layanan kesehatan untuk membantu klien baik individu, kelompok, maupun masyarakat  dalam mengatasi masalah kesehatannya melalui kegiatan pembelajaran. Menurut WHO, pendidikan terintegrasi yang dicetuskan sebagai media kolaborasi dalam pendidikan kesehatan adalah Interprofessional Education (IPE) sebagai salah satu metode pendidikan bagi mahasiswa kesehatan di komunitas yang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam praktek kolaborasi interprofesi atau biasa disebut dengan Interprofessional Collaboration (IPC). Objektif : Mengumpulkan dan meninjau artikel yang berhubungan dengan implementasi IPE di komunitas. Metode: Meninjau berbagai jurnal penelitian mengenai implementasi IPE di komunitas dengan menyeleksi literatur melalui database PubMed, dan Google Scholar dengan kata kunci menyesuaikan topik penelitian.  Hasil :  Sebanyak 8 literatur yang telah diseleksi dari 456 literatur diolah datanya dalam sebuah matriks yang memuat data penulis, judul, metode penelitian, dan kesimpulan penelitian. Kesimpulan :  Implementasi IPE pada metode pendidikan berbasis komunitas mempengaruhi kompetensi mahasiswa dalam berkolaborasi antar mahasiswa kesehatan

    0

    full texts

    98

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇