Discourse of Physical Education
Not a member yet
42 research outputs found
Sort by
Representasi Nilai Karakter Kebangsaan pada Gambar Buku Teks Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar
Nilai karakter kebangsaan memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian siswa SD. Namun, kajian terkait representasi nilai-nilai tersebut dalam bahan ajar, khususnya buku teks, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi representasi nilai karakter kebangsaan dalam gambar buku teks Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar (PJOK) kelas IV. Metode analisis isi digunakan pada 120 gambar dengan mengacu pada 18 indikator nilai karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mandiri (21%), kerja keras (20%), dan tanggung jawab (17%) mendominasi. Sebaliknya, nilai religius, cinta damai, peduli lingkungan, dan gemar membaca tidak ditemukan. Hasil ini menunjukkan buku teks lebih menonjolkan nilai-nilai yang terkait dengan aktivitas fisik, sementara nilai lain yang penting untuk pengembangan karakter siswa masih kurang terwakili. Disarankan agar buku teks direvisi untuk mengintegrasikan nilai-nilai yang kurang terwakili serta pelatihan bagi guru untuk mendukung implementasi pendidikan karakter.
Representation of National Character Values in Elementary School Physical Education Textbook Images
Abstract
National character values play a crucial role in shaping the personality of elementary school students. However, studies on the representation of these values in teaching materials, particularly textbooks, remain limited. This study aims to evaluate the representation of national character values in images from the Grade IV Physical Education (PJOK) textbook. Content analysis was conducted on 120 images based on 18 character value indicators. The findings reveal that independent (21%), hard work (20%), and responsibility (17%) were the most prominent values. Conversely, religious, peace-loving, environmental care, and love for reading were absent. This suggests that the textbook emphasizes values related to physical activities, while other critical values remain underrepresented. Revisions to the textbook and teacher training are recommended to support comprehensive character education
Studi Literatur tentang Konsep Karakter Moral Olahraga: Hubungan dengan Moralitas dan Sportivitas
Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengeksplorasi konsep karakter moral olahraga serta hubungannya dengan moralitas olahraga dan sportivitas. Dengan menggunakan analisis logis, penelitian ini mengkaji 25 definisi dari lima database elektronik utama: Web of Science, ProQuest, Scopus, EBSCO, dan Google Cendekia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter moral olahraga mencakup kualitas individu seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati, yang dibentuk melalui pengalaman di lapangan. Moralitas olahraga bertindak sebagai kerangka norma yang mengatur perilaku etis dalam lingkungan olahraga, sedangkan sportivitas merefleksikan penerapan nilai-nilai tersebut melalui perilaku sportif. Sebanyak 85% literatur menyoroti pentingnya iklim moral dalam tim untuk membangun karakter moral atlet, sementara 70% menyebut peran pelatih sebagai faktor kunci dalam pembentukan moralitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga konsep tersebut saling melengkapi dalam membentuk perilaku etis di dunia olahraga. Rekomendasi meliputi integrasi pendidikan karakter dalam pelatihan dan pendidikan jasmani, serta pengembangan regulasi yang lebih ketat untuk mendorong perilaku moral di kompetisi olahraga.
A Literature Review on the Concept of Moral Character in Sports: Its Relationship with Sports Morality and Sportsmanship
Abstract
This literature review aims to explore the concept of moral character in sports and its relationship with sports morality and sportsmanship. Using logical analysis, the study examines 25 definitions sourced from five major electronic databases: Web of Science, ProQuest, Scopus, EBSCO, and Google Scholar. The findings indicate that moral character in sports involves individual qualities such as honesty, responsibility, and empathy, shaped through on-field experiences. Sports morality provides a normative framework for ethical behavior, while sportsmanship reflects the application of these values through respectful conduct. About 85% of the literature highlights the importance of a moral climate within teams in fostering athletes' moral character, while 70% emphasizes the crucial role of coaches in moral guidance. The study concludes that these three concepts complement each other in promoting ethical behavior in sports. Recommendations include integrating character education into training and physical education curricula and developing stricter regulations to enforce moral conduct in sports competitions
Peningkatan Pembelajaran Gerak Dasar Lompat Jauh Gaya Jongkok Menggunakan Permainan Lompat Katak pada Siswa Sekolah Menengah Pertama
Berdasarkan pengamatan pada siswa kelas VII SMPN 2 Kopang, diperoleh data bahwa kemampuan siswa kelas VII dalam pembelajaran lompat jauh, secara umum siswa memiliki kemampuan dengan kategori sedang dan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran gerak dasar lompat jauh gaya jongkok menggunakan permainan lompat katak pada siswa kelas VII SMPN 2 Kopang. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang terdiri atas empat tahapan dalam tiap langkah (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi). Populasi yang digunakan adalah sebanyak 19 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan studi populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keaktifan siswa meningkat dari siklus I sampai siklus II 100%; (2) perkembangan gerak dasar lompat jauh pada komponen awalan ditemukan 95% siswa berkategori baik, 5% siswa bekategori cukup; (3) komponen tolakan ditemukan 95% siswa berkategori baik, 5% siswa berkategori cukup; dan (4) komponen mendarat ditemukan 89% siswa berkatergori baik, 11% siswa berkategori cukup. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran lompat jauh yang dilakukan dengan pendekatan permainan lompat katak dapat meningkatkan keaktifan dan gerak dasar lompat jauh siswa kelas VII SMPN 2 Kopang pada komponen awalan, tolakan, dan mendarat.
Improvement of Basic Squat-Style Long Jump Movement Learning through Frog Jump Game Among Junior High School Students
Abstract
Based on observations of seventh-grade students at SMPN 2 Kopang, it was determined that the overall abilities of the students in learning the long jump were categorized as moderate and low. The purpose of this study is to enhance the teaching of the basic technique of the squat-style long jump using the frog jump game among seventh-grade students at SMPN 2 Kopang. This research employs a Classroom Action Research (CAR) design, consisting of four stages within each cycle (planning, implementation, observation, and reflection). The population utilized comprised 19 students, and the sampling technique involved a population study. The research findings indicate that (1) student engagement increased from Cycle I to Cycle II to 100%; (2) development of the basic technique of the long jump in the take-off phase showed that 95% of students were categorized as proficient and 5% as satisfactory; (3) the push-off component revealed that 95% of students were categorized as proficient and 5% as satisfactory; and (4) the landing component demonstrated that 89% of students were categorized as proficient and 11% as satisfactory. Based on these results, it can be concluded that the long jump instruction conducted through the frog jump game approach can enhance student engagement and proficiency in the basic technique of the long jump among seventh-grade students at SMPN 2 Kopang in the take-off, push-off, and landing phases
Tingkat Pengetahuan Siswa Sekolah Menengah Atas terkait Materi Permainan Sepakbola dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan siswa SMAN 1 Sikur terhadap materi permainan sepakbola dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik total sampling yang melibatkan seluruh siswa kelas XI sebanyak 124 siswa. Instrumen penelitian berupa tes True-False digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa secara keseluruhan berada pada kategori “cukup baik” dengan persentase 41,13% (51 siswa). Secara rinci, tingkat pengetahuan berdasarkan keterampilan menendang bola dan menyundul bola masing-masing termasuk dalam kategori “cukup baik” dengan persentase 54,84% dan 41,13%. Sementara itu, keterampilan mengontrol bola dan menggiring bola masing-masing berada dalam kategori “baik” dengan persentase 37,90% dan 35,48%. Hasil ini mengindikasikan bahwa siswa memiliki pemahaman yang beragam tergantung pada jenis keterampilan. Studi ini merekomendasikan pengembangan metode pengajaran interaktif dan perbaikan sarana serta prasarana untuk mendukung pembelajaran yang lebih optimal, guna meningkatkan pengetahuan siswa secara menyeluruh dalam pembelajaran sepakbola
Level of Knowledge of High School Students related to Football Game Material in Physical Education Learning
Abstract
This study aims to assess the knowledge level of SMAN 1 Sikur students regarding football game materials in physical education. A survey method with total sampling was applied, involving all 124 Grade XI students. The research instrument consisted of a True-False test to measure students’ knowledge. Data were analyzed using descriptive statistics by percentage. Results revealed that the overall student knowledge level fell under the "good enough" category at 41.13% (51 students). Specifically, knowledge levels for ball-kicking and ball-heading skills were categorized as "good enough" at 54.84% and 41.13%, respectively. Meanwhile, ball control and dribbling skills were rated as "good" at 37.90% and 35.48%, respectively. These findings highlight variations in students' understanding based on specific skills. The study recommends improving interactive teaching methods and enhancing facilities to better support learning and increase students' knowledge comprehensively in football education
Pengaruh Minat dan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Materi Renang
Penelitian ini meneliti pengaruh minat dan kepercayaan diri siswa kelas VII terhadap partisipasi dalam pembelajaran renang di SMP Negeri 16 Mataram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat minat dan kepercayaan diri siswa serta memahami dampaknya terhadap keterlibatan mereka dalam kegiatan renang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan total sampling pada 141 siswa. Hasil menunjukkan bahwa 79% siswa memiliki minat yang tinggi terhadap renang dan 79% juga menunjukkan kepercayaan diri yang baik, dengan skor rata-rata kepercayaan diri 105,01. Dukungan dari guru dan lingkungan sosial terbukti penting dalam meningkatkan motivasi siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa minat dan kepercayaan diri saling berperan dalam mendorong partisipasi aktif siswa. Rekomendasi yang diajukan mencakup peningkatan frekuensi pembelajaran renang dan pemberian dukungan finansial untuk memfasilitasi akses kolam renang, sehingga dapat meningkatkan keterampilan dan prestasi siswa di bidang renang.
The Influence of Interest and Self-Confidence of Junior High School Students in Physical Education Swimming Lessons
Abstract
This study examines the influence of interest and self-confidence of Grade VII students on their participation in swimming lessons at SMP Negeri 16 Mataram. The study aims to measure students' levels of interest and self-confidence and understand their impact on engagement in swimming activities. A quantitative descriptive method was employed with total sampling of 141 students. Results indicated that 79% of students displayed high interest in swimming, and 79% also showed good self-confidence, with an average confidence score of 105.01. Support from teachers and the social environment proved essential in boosting student motivation. The study concludes that interest and self-confidence play interrelated roles in fostering active student participation. Recommendations include increasing the frequency of swimming lessons and providing financial support to facilitate pool access, thereby enhancing students' skills and achievements in swimming
Pengaruh Kompetensi Profesional terhadap Kinerja Guru Pendidikan Jasmani dan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru pendidikan jasmani dan motivasi belajar siswa SMA Negeri 2 Labuapi, baik secara simultan maupun parsial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi terdiri dari guru pendidikan jasmani dan sampel sebanyak 40 siswa kelas X. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, prasyarat (normalitas dan homogenitas), serta regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan kompetensi profesional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai sig. t sebesar p(0,000) < (0,05) dan Thitung (4,341) > Ttabel (2,024). Namun, kompetensi profesional tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai sig. t sebesar (0,875) > (0,05) dan Thitung (0,158) < Ttabel (2,024). Kesimpulannya, kompetensi profesional meningkatkan kinerja guru tetapi tidak signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan penguasaan kompetensi guru.
The Influence of Professional Competence on the Performance of Physical Education Teachers and Learning Motivation of High School Students
Abstract
This study aims to analyze the influence of professional competence on physical education teacher performance and student learning motivation at SMA Negeri 2 Labuapi, both simultaneously and partially. The study used a quantitative associative method. The population comprised physical education teachers, with a sample of 40 Grade X students. Data were collected through observation, questionnaires, and documentation. Data analysis involved validity, reliability, prerequisite tests (normality and homogeneity), and simple linear regression. Results revealed that professional competence positively and significantly affects teacher performance, with a sig. t value of p(0.000) < (0.05) and Tcount (4.341) > Ttable (2.024). However, it does not significantly affect student motivation, with a sig. t value of (0.875) > (0.05) and Tcount (0.158) < Ttable (2.024). The study concludes that professional competence enhances teacher performance but does not significantly impact student motivation. Continuous professional development is recommended to strengthen teacher competencies
Tingkat Pemahaman Guru Olahraga tentang Physiological Recovery Pemain Sepak Bola di Lombok Timur
Physiological recovery adalah proses pemulihan kondisi fisik untuk siap melanjutkan aktivitas berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman guru olahraga yang juga berprofesi sebagai pelatih sepak bola tentang physiological recovery pemain sepak bola di Lombok Timur. Metode penelitian menggunakan survei dengan teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 20 guru olahraga yang memenuhi kriteria, seperti memiliki lisensi pelatih D Nasional dan pengalaman melatih lebih dari 5 tahun. Instrumen berupa angket digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 5% responden memiliki pemahaman sangat tinggi, 45% tinggi, 35% cukup tinggi, dan 15% rendah. Tidak ada responden dalam kategori rendah sekali. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru olahraga tentang physiological recovery secara umum berada pada kategori tinggi. Studi ini merekomendasikan peningkatan pelatihan terkait pemulihan untuk mengoptimalkan performa atlet dan mencegah cedera.
The Level of Understanding of Sports Teachers about the Physiological Recovery of Football Players in East Lombok
Abstract
Physiological recovery refers to restoring physical condition for readiness in subsequent activities. This study aims to assess the understanding level of sports teachers, also serving as football coaches, regarding football players' physiological recovery in East Lombok. A survey method with purposive sampling was employed, involving 20 sports teachers meeting criteria such as holding a National D coaching license and having over five years of experience. A questionnaire was used to gauge understanding levels. Data analysis revealed 5% of respondents with very high understanding, 45% high, 35% moderately high, and 15% low, with no respondents in the very low category. These findings suggest that sports teachers' overall understanding of physiological recovery is categorized as high. The study recommends further training to optimize athlete recovery and prevent injuries
Tingkat Pemahaman tentang Konsep Pemeliharaan Diri dan Orang Lain dari Penyakit Menular pada Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa kelas V SDN 1 Barejulat mengenai konsep pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei pada seluruh populasi (total sampling) yang terdiri dari 41 siswa. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda dengan 17 butir soal, yang mengukur tiga jalur penularan penyakit: kulit, pernapasan, dan pencernaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 41.46% siswa memiliki tingkat pemahaman yang "cukup baik", sementara pemahaman mengenai penularan melalui sistem pencernaan lebih baik (46.34% pada kategori "baik"). Sebaliknya, pemahaman tentang penularan melalui pernapasan masih rendah, dengan 24.39% siswa dalam kategori "kurang baik". Kesimpulannya, meskipun siswa sudah memiliki pemahaman dasar tentang pencegahan penyakit menular, masih diperlukan upaya peningkatan, terutama dalam pemahaman penularan melalui udara. Rekomendasi penelitian mencakup penerapan metode pembelajaran interaktif dan melibatkan orang tua untuk memperkuat pendidikan kesehatan di rumah.
Level of Understanding of the Concept of Self and Others Protection from Infectious Diseases in Elementary School Students
Abstract
This study aimed to assess the understanding of fifth-grade students at SDN 1 Barejulat regarding self-care and prevention of infectious diseases. A descriptive quantitative approach with a survey method was employed, targeting the entire population (total sampling) of 41 students. The research instrument consisted of a multiple-choice test containing 17 items, measuring three transmission routes: skin, respiratory, and digestive systems. Results showed that 41.46% of students demonstrated a "fair" understanding, with the best comprehension found in digestive transmission (46.34% in the "good" category). Conversely, understanding of respiratory transmission lagged behind, with 24.39% in the "poor" category. In conclusion, while students possessed basic knowledge of disease prevention, further efforts were needed, especially in understanding airborne transmission. The study recommended implementing interactive learning methods and involving parents to strengthen health education at home
Tingkat Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Pascapandemi COVID-19 di SMP Islam Al-Ikhlashiyah
Pandemi COVID-19 berdampak signifikan pada keterlibatan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), khususnya pada aspek emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keaktifan siswa kelas VIII di SMP Islam Al-Ikhlashiyah pascapandemi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan instrumen angket tertutup dan melibatkan total sampel sebanyak 86 siswa. Hasil menunjukkan bahwa 41,86% siswa berada pada kategori "Cukup Baik," dengan keterlibatan tertinggi pada faktor aktivitas penglihatan dan lisan (55,81% dalam kategori "Baik") dan keterlibatan terendah pada aktivitas emosional (37,21% dalam kategori "Kurang Baik"). Temuan ini menekankan pentingnya upaya peningkatan motivasi emosional melalui pendekatan yang lebih interaktif dan mendukung, seperti umpan balik positif dan kegiatan kolaboratif. Disarankan agar guru PJOK mengoptimalkan pembelajaran blended untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara kognitif, emosional, dan fisik dalam era pascapandemi.
Student Engagement Levels in Post-COVID-19 Physical Education, Sports, and Health (PJOK) Learning at Al-Ikhlashiyah Islamic Middle School
Abstract
The COVID-19 pandemic significantly impacted student engagement in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) classes, particularly affecting emotional aspects. This study aims to measure the engagement levels of 8th-grade students at Al-Ikhlashiyah Islamic Middle School post-pandemic. Using a survey method with a closed questionnaire, the study involved 86 students as a total sample. Results show that 41.86% of students fall into the "Fairly Good" category, with the highest engagement in visual and verbal activities (55.81% in the "Good" category) and the lowest in emotional activities (37.21% in the "Poor" category). These findings emphasize the need to improve emotional motivation through more interactive and supportive approaches, such as positive feedback and collaborative activities. PJOK teachers are recommended to optimize blended learning to enhance students' cognitive, emotional, and physical engagement in the post-pandemic era
Tingkat Sikap dan Perilaku Atlet Sepak Bola terhadap Pencegahan Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) di PS. Lingsar
Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) adalah salah satu cedera yang paling umum dan berdampak serius bagi atlet sepak bola. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat sikap dan perilaku preventif atlet PS. Lingsar terhadap cedera ACL. Menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dan metode survei, data dikumpulkan melalui kuesioner dari 34 atlet. Hasil menunjukkan bahwa 41,18% atlet memiliki sikap “cukup tinggi” terhadap pencegahan cedera, sedangkan 44,12% berada pada kategori “cukup tinggi” dalam perilaku preventif. Namun, 17,65% dari atlet memiliki sikap “kurang tinggi”, dan 8,82% menunjukkan perilaku “sangat kurang tinggi.” Kesimpulannya, masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan praktik preventif. Rekomendasi meliputi penerapan program pelatihan neuromuskular, edukasi rehabilitasi, dan dukungan pelatih untuk meningkatkan keterlibatan atlet dalam pencegahan cedera ACL.
The Level of Attitudes and Behaviors of Football Athletes Towards Anterior Cruciate Ligament (ACL) Injury Prevention at PS. Lingsar
Abstract
Anterior Cruciate Ligament (ACL) injuries are common and impactful for football athletes. This study aims to assess the preventive attitudes and behaviors of PS. Lingsar athletes toward ACL injuries. Using a quantitative descriptive design and survey method, data were collected via questionnaires from 34 athletes. Results show 41.18% of athletes hold a “high enough” attitude, while 44.12% exhibit “high enough” preventive behavior. However, 17.65% have a “low enough” attitude, and 8.82% demonstrate “very low” preventive behavior. In conclusion, a gap remains between knowledge and preventive practice. Recommendations include implementing neuromuscular training programs, rehabilitation education, and coach support to enhance athlete involvement in ACL injury prevention