Discourse of Physical Education
Not a member yet
42 research outputs found
Sort by
Efektivitas Knee Tuck Jump dan Latihan Karet Elastik terhadap Peningkatan Kemampuan Smash pada Atlet Voli Putri Remaja
Performa smash pada bola voli dipengaruhi oleh pemanfaatan stretch–shortening cycle (SSC) dan kekuatan–koordinasi bahu (rotasi internal). Studi ini membandingkan knee tuck jump (KTJ) sebagai pliometrik berbasis SSC dan latihan karet elastik yang menarget power lengan terhadap peningkatan kemampuan smash atlet voli putri remaja. Desain dua-kelompok pretest–posttest selama 6 minggu (±18 sesi; n=12, masing-masing kelompok n=6). Outcome utama adalah skor smash terstandar (5 percobaan; total 0–25). Analisis fokus pada perubahan dalam-kelompok (uji paired t) dan perbandingan antar-kelompok pada ?skor (uji independent t), disertai ukuran efek. Hasil: Kelompok KTJ meningkat dari 8,00 ± 4,38 menjadi 10,67 ± 0,82 (?mean = +2,67; p = 0,221; d? ? 0,57). Kelompok karet meningkat dari 6,17 ± 2,14 menjadi 10,00 ± 3,03 (?mean = +3,83; p = 0,028; d? ? 1,25). Perbandingan antar-kelompok pada ?skor tidak signifikan (p = 0,614; Hedges’ g ? 0,27). Kedua intervensi meningkatkan skor smash; latihan karet efektif dalam-kelompok, tetapi belum terbukti lebih unggul dari KTJ pada desain dan ukuran sampel ini. Program dapat mengombinasikan KTJ (stimulasi SSC/kesiapan loncat) dan karet (kontrol skapulo-humeral/rotasi internal) dengan penekanan pada kualitas repetisi dan kepatuhan. Keterbatasan meliputi ukuran sampel kecil, potensi ketimpangan baseline, variasi kehadiran/kelelahan, dan variabilitas toss; riset lanjutan disarankan dengan sampel lebih besar dan analisis berbasis ANCOVA/model campuran.
Effectiveness of Knee Tuck Jump and Elastic-Band Training on Spike Performance in Adolescent Female Volleyball Players
Abstract
Volleyball spike performance hinges on effective stretch–shortening cycle (SSC) use and shoulder internal-rotation strength–coordination. This study compared knee tuck jump (KTJ)—a plyometric SSC stimulus—and elastic-band training targeting upper-limb power on adolescent female players’ spike performance. A two-group pretest–posttest design over 6 weeks (?18 supervised sessions; n=12; 6 per group). The primary outcome was a standardized spike score (five trials; total 0–25). Analyses emphasized within-group change (paired t) and between-group comparison on ?scores (independent t), with effect sizes. Results: KTJ improved from 8.00 ± 4.38 to 10.67 ± 0.82 (?mean = +2.67; p = 0.221; Cohen’s d? ? 0.57). Elastic-band improved from 6.17 ± 2.14 to 10.00 ± 3.03 (?mean = +3.83; p = 0.028; Cohen’s d? ? 1.25). The between-group difference on ?scores was non-significant (p = 0.614; Hedges’ g ? 0.27). Both interventions increased spike scores; elastic-band training was effective within-group, yet not superior to KTJ given this design and sample size. Coaches may combine KTJ (SSC/jump readiness) with elastic bands (scapulohumeral control/internal rotation), emphasizing repetition quality and adherence. Limitations include small sample size, possible baseline imbalance, attendance/fatigue variability, and toss variability; future trials with larger samples and ANCOVA/mixed-model analyses are warranted
Analisis Kapasitas VO2 Max Atlet Kickboxing Lampung dalam Persiapan Pra-PON 2023
Kapasitas VO2 Max merupakan indikator penting dalam menilai daya tahan aerobik atlet, khususnya dalam olahraga kickboxing yang membutuhkan kombinasi kekuatan, kecepatan, dan daya tahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat VO2 Max atlet kickboxing Provinsi Lampung sebagai persiapan menuju Pra-PON 2023. Sebanyak 24 atlet, terdiri atas 9 pria dan 15 wanita, menjalani Tes Lari Multistage 20 Meter (20-MST). Hasil menunjukkan rata-rata VO2 Max atlet pria adalah 43,2 ml/kg/menit (kategori "Kurang"), sementara atlet wanita adalah 35,4 ml/kg/menit (kategori "Cukup"). Hanya 2 atlet (8,3%) yang mencapai kategori "Baik." Temuan ini menyoroti perlunya program pelatihan intensif seperti High-Intensity Interval Training (HIIT) untuk meningkatkan kapasitas aerobik. Selain itu, rekomendasi meliputi integrasi konsultasi gizi dan pemantauan kebugaran melalui teknologi wearable. Dengan implementasi strategi ini, diharapkan atlet dapat mencapai performa optimal pada Pra-PON 2023.
Analysis of VO2 Max Capacity in Lampung Kickboxing Athletes for the 2023 Pra-PON Preparation
Abstract
VO2 Max capacity is a critical indicator of aerobic endurance in athletes, particularly in kickboxing, which requires a combination of strength, speed, and endurance. This study aimed to evaluate the VO2 Max levels of kickboxing athletes from Lampung Province in preparation for the 2023 Pre-National Sports Week (Pra-PON). A total of 24 athletes (9 males and 15 females) underwent the 20-Meter Shuttle Run Test (20-MST). The results showed that the average VO2 Max for male athletes was 43.2 ml/kg/min ("Poor" category), while for female athletes, it was 35.4 ml/kg/min ("Fair" category). Only 2 athletes (8.3%) reached the "Good" category. These findings emphasize the need for intensive training programs such as High-Intensity Interval Training (HIIT) to improve aerobic capacity. Recommendations include integrating nutritional consultations and fitness monitoring through wearable technology. Implementing these strategies is expected to help athletes achieve optimal performance at the 2023 Pre-National Sports Week
Pengaruh Butterfly Passing Drill dan Endurance Passing Drill terhadap Ketepatan Passing Bawah Pemain Bola Voli Junior
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya ketepatan passing bawah pada pemain voli junior. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh dua metode latihan, butterfly passing drill dan endurance passing drill, terhadap peningkatan ketepatan passing bawah pemain voli junior di klub RVC Seteluk Atas. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan dua kelompok eksperimen. Sebanyak 25 pemain voli junior dijadikan sampel, dibagi menjadi dua kelompok latihan. Analisis data menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan peningkatan yang signifikan pada ketepatan passing bawah, dengan rata-rata peningkatan 1,31 poin pada kelompok butterfly passing drill (p = 0,031) dan 3,17 poin pada kelompok endurance passing drill (p = 0,014). Namun, hasil independent sample t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode latihan (p = 0,714). Kesimpulan penelitian ini adalah kedua metode latihan efektif dalam meningkatkan ketepatan passing bawah, sehingga pelatih disarankan untuk menggunakan kombinasi keduanya dalam program latihan. Kombinasi ini diharapkan dapat melatih baik ketajaman reaksi maupun daya tahan pemain untuk hasil optimal.
The Effect of Butterfly Passing Drill and Endurance Passing Drill on the Accuracy of Underhand Passing in Junior Volleyball Players
Abstract
The issue addressed in this study is the low accuracy of underhand passing among junior volleyball players. This study aims to evaluate the effect of two training methods, the butterfly passing drill and endurance passing drill, on the underhand passing accuracy of junior volleyball players at the RVC Seteluk Atas club. Using a one-group pretest-posttest design with two experimental groups, the sample of 25 junior players was divided into two training groups. Data analysis using the paired sample t-test indicated significant improvements in passing accuracy, with an average increase of 1.31 points in the butterfly passing drill group (p = 0.031) and 3.17 points in the endurance passing drill group (p = 0.014). However, the independent sample t-test results showed no significant difference between the two methods (p = 0.714). This study concludes that both training methods are effective in enhancing passing accuracy, and coaches are advised to combine these methods for optimal results. This combination is expected to improve both reaction sharpness and endurance
Pengaruh Permainan Tradisional Lompat Tali Karet dan Balap Karung terhadap Peningkatan Keterampilan Lompat Jauh Gaya Jongkok pada Siswa Kelas VIII MTs NW Menceh
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas VIII MTs NW Menceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh permainan tradisional lompat tali karet dan balap karung terhadap peningkatan keterampilan tersebut. Menggunakan metode quasi-eksperimen dengan desain "One Group Pretest-Posttest," penelitian ini melibatkan 30 siswa yang dibagi dalam dua kelompok. Hasil analisis menunjukkan bahwa permainan balap karung memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan lompat jauh, dengan rata-rata peningkatan dari 331,93 cm menjadi 341,67 cm (Sig. 0,015 < 0,05). Sementara itu, permainan lompat tali karet tidak menunjukkan perubahan signifikan, dengan rata-rata peningkatan dari 325,73 cm menjadi 328,27 cm (Sig. 0,459 > 0,05). Disimpulkan bahwa balap karung lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan lompat jauh gaya jongkok dibandingkan lompat tali karet, sehingga guru dapat mempertimbangkan penggunaan balap karung sebagai metode latihan motorik.
The Influence of Traditional Games Rubber Rope Jumping and Sack Racing on Improving Squat Style Long Jump Skills in Eighth Grade Students at MTs NW Menceh
Abstract
This study addresses the low squat-style long jump skills among eighth-grade students at MTs NW Menceh. The objective was to assess the effects of traditional games, rubber rope jumping, and sack racing, on improving these skills. Using a quasi-experimental method with a "One Group Pretest-Posttest" design, the study involved 30 students divided into two groups. Results indicate that sack racing significantly improved long jump skills, with an average increase from 331.93 cm to 341.67 cm (Sig. 0.015 < 0.05). In contrast, rubber rope jumping showed no significant improvement, with an average change from 325.73 cm to 328.27 cm (Sig. 0.459 > 0.05). It is concluded that sack racing is more effective than rubber rope jumping in enhancing squat-style long jump skills, so that teachers can consider using sack racing as a motor training method
Analisis Kemampuan Teknik Dasar Bulutangkis pada Atlet PB Junior Tangkas Usia 10-12 Tahun di Kota Pontianak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan teknik dasar bulutangkis pada atlet usia 10-12 tahun di PB Junior Tangkas, Pontianak. Masalah yang diangkat adalah tingginya variasi keterampilan teknik dasar yang mempengaruhi performa atlet dalam kompetisi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei, yang melibatkan 16 atlet (10 putra dan 6 putri) sebagai sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan untuk lima teknik dasar: servis panjang, servis pendek, smash, overhead lob, dan dropshot. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata untuk servis panjang adalah 26,38 (kategori sedang), servis pendek 32,13 (kategori baik), smash 24,56 (kategori sedang), overhead lob 28,56 (kategori sedang), dan dropshot 22,25 (kategori sedang). Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas atlet memiliki keterampilan dalam kategori sedang, dengan servis pendek sebagai satu-satunya teknik yang berada dalam kategori baik. Berdasarkan hasil ini, disarankan agar pelatihan lebih terfokus pada pengembangan teknik smash dan dropshot, serta penguatan aspek fisik seperti kekuatan otot lengan dan kelincutan untuk meningkatkan performa atlet.
Analysis of Basic Badminton Technique Ability in PB Junior Tangkas Athletes Aged 10-12 Years in Pontianak
Abstract
This study aims to analyze the basic badminton technique ability of athletes aged 10-12 years at PB Junior Tangkas, Pontianak. The research addresses the problem of significant variation in basic skill levels, which impacts athletes' performance in competitions. This quantitative research utilizes a survey design, involving 16 athletes (10 males and 6 females) selected through purposive sampling. Data were collected through skill tests for five basic techniques: long serve, short serve, smash, overhead lob, and dropshot. Descriptive analysis revealed the following average scores: long serve 26.38 (moderate category), short serve 32.13 (good category), smash 24.56 (moderate category), overhead lob 28.56 (moderate category), and dropshot 22.25 (moderate category). The findings indicate that most athletes performed within the moderate category, with short serve being the only technique rated as good. Based on these results, it is recommended that training be focused on improving the smash and dropshot techniques, along with strengthening physical aspects such as arm muscle strength and agility, to enhance athletes’ performance
Implementasi Nilai-Nilai Karakter dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMP Negeri 1 Sewon
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMP Negeri 1 Sewon, khususnya pada nilai respect dan responsibility. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan kuesioner berbasis skala Likert sebagai instrumen utama. Sampel terdiri dari 111 siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata respect siswa adalah 70 (SD = 7), dengan 42% siswa berada dalam kategori "sedang", dan 30% berada dalam kategori "rendah" dan "sangat rendah". Pada aspek responsibility, nilai rata-rata adalah 43 (SD = 3,5), dengan 46% siswa dalam kategori "sedang" dan 30% dalam kategori "rendah" dan "sangat rendah". Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi nilai karakter cukup baik, tetapi belum merata di seluruh siswa. Disarankan penerapan model Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR) serta program mentoring untuk memperkuat nilai karakter siswa.
The Implementation of Character Values in Physical Education, Sports, and Health Learning at SMP Negeri 1 Sewon
Abstract
This study aims to evaluate the implementation of character values in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning at SMP Negeri 1 Sewon, focusing on respect and responsibility. A descriptive quantitative method was employed, using a Likert-scale questionnaire as the main instrument. The sample consisted of 111 eighth-grade students selected through proportional random sampling. The results showed an average respect score of 70 (SD = 7), with 42% in the "moderate" category and 30% in "low" and "very low" categories. For responsibility, the average score was 43 (SD = 3.5), with 46% in the "moderate" category and 30% in "low" and "very low" categories. These findings suggest that character values implementation is adequate but uneven. Recommendations include applying the Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR) model and mentoring programs to enhance students' character values
Peningkatan Keterampilan Lompat Jauh Gaya Jongkok melalui Pembelajaran Berbasis Bermain pada Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan lompat jauh gaya jongkok siswa kelas V SDN Manggong melalui pendekatan pembelajaran berbasis bermain. Masalah penelitian adalah rendahnya keterampilan dasar lompat jauh siswa, khususnya pada aspek keaktifan, awalan, tolakan, dan mendarat. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Instrumen penelitian mencakup lembar observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: keaktifan siswa dalam kategori "Baik" meningkat dari 68% pada siklus pertama menjadi 100% pada siklus kedua. Teknik awalan, tolakan, dan mendarat dalam kategori "Baik" juga meningkat, masing-masing mencapai 95%, 95%, dan 89% pada siklus kedua. Kesimpulannya, metode berbasis bermain efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik dasar dan motivasi siswa. Disarankan agar guru pendidikan jasmani menggunakan pendekatan ini dalam pembelajaran keterampilan fisik lainnya.
Enhancing Squat Long Jump Skills through Play-Based Learning in Elementary School Students
Abstract
This study aimed to enhance fifth-grade students’ squat long jump skills at SDN Manggong through a play-based learning approach. The research problem focused on students' low performance in basic long jump skills, specifically in activity level, takeoff, propulsion, and landing. The methodology used was Classroom Action Research (CAR) conducted over two cycles, each with two sessions. Research instruments included observation sheets and questionnaires. Results showed a significant increase: students' activity level in the “Good” category rose from 68% in the first cycle to 100% in the second cycle. Takeoff, propulsion, and landing techniques also improved in the “Good” category, reaching 95%, 95%, and 89% in the second cycle, respectively. In conclusion, the play-based method effectively enhanced students' motor skills and motivation. It is recommended that PE teachers apply this approach to other physical skill instruction
Tingkat Kecemasan dan Kepercayaan Diri Atlet Basket SMAN 1 Narmada dalam Menghadapi Pertandingan
Penelitian ini mengkaji tingkat kecemasan dan kepercayaan diri atlet basket SMAN 1 Narmada saat menghadapi pertandingan, mengingat pentingnya aspek psikologis dalam performa olahraga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan dan kepercayaan diri atlet serta menganalisis pengaruhnya terhadap performa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan seluruh populasi atlet basket sekolah, yaitu 30 atlet. Data dikumpulkan melalui angket tertutup dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% atlet memiliki tingkat kecemasan yang sangat tinggi, sedangkan 26,67% memiliki kepercayaan diri sangat tinggi. Variasi dalam kecemasan dan kepercayaan diri ini menunjukkan adanya perbedaan kondisi psikologis yang mempengaruhi performa atlet. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kecemasan tinggi dapat menghambat performa, sementara kepercayaan diri tinggi berkontribusi positif. Rekomendasi mencakup perlunya program pelatihan mental untuk membantu atlet mengelola kecemasan dan meningkatkan kepercayaan diri melalui dukungan pelatih dan lingkungan sosial.
Levels of Anxiety and Self-Confidence of Basketball Athletes at SMAN 1 Narmada in Facing Competitions
Abstract
This study examines the levels of anxiety and self-confidence among basketball athletes at SMAN 1 Narmada when facing competitions, highlighting the importance of psychological factors in athletic performance. The research aims to identify athletes’ anxiety and confidence levels and analyze their impact on performance. Using a descriptive quantitative approach, the study surveyed 30 school athletes through a closed-ended Likert scale questionnaire. Results indicate that 40% of athletes exhibit very high anxiety levels, while 26.67% demonstrate very high self-confidence. This variation suggests that differing psychological conditions influence athlete performance. The study concludes that high anxiety can hinder performance, while high self-confidence contributes positively. Recommendations include implementing mental training programs to help athletes manage anxiety and boost confidence through coach support and social environment
Analisis Tingkat Kemampuan Lay-Up Shoot pada Peserta Ekstrakurikuler Bola Basket SMP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan lay-up shoot peserta ekstrakurikuler bola basket di SMP Negeri 1 Tanjung, mengingat belum adanya analisis sistematis meskipun program latihan rutin dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 20 siswa dipilih sebagai sampel melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tiga jenis tes lay-up: Original Lay-Up, Cutting Lay-Up Tanpa Papan, dan Cutting Lay-Up dengan Papan, dengan masing-masing siswa melakukan 30 tembakan dalam waktu 6 menit. Hasil analisis menunjukkan skor rata-rata siswa sebesar 12,6 dengan simpangan baku 2,72. Sebanyak 55% siswa berada dalam kategori Sedang, 30% dalam kategori Baik dan Sangat Baik, serta 15% dalam kategori Rendah dan Sangat Rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan yang terstruktur dan sesuai dengan tingkat kemampuan individu. Rekomendasi meliputi pelatihan berbasis skenario pertandingan, penguatan fisik melalui latihan eksplosif, dan penggunaan teknologi untuk memberikan umpan balik visual guna meningkatkan keterampilan lay-up shoot siswa.
Analysis of Lay-Up Shooting Skills Among Basketball Extracurricular Participants in Junior High School
Abstract
This study aimed to analyze the lay-up shooting skills of basketball extracurricular participants at SMP Negeri 1 Tanjung, addressing the lack of systematic analysis despite regular training sessions. A quantitative descriptive method with a cross-sectional design was employed, involving 20 students selected through purposive sampling. Data were collected through three types of lay-up tests: Original Lay-Up, Cutting Lay-Up Without Board, and Cutting Lay-Up With Board, with each student performing 30 shots within 6 minutes. The results showed an average score of 12.6 with a standard deviation of 2.72. About 55% of students were in the Moderate category, 30% in Good and Very Good, and 15% in Low and Very Low categories. These findings emphasize the importance of structured training tailored to individual skill levels. Recommendations include game-based training scenarios, physical enhancement through explosive exercises, and the use of technology to provide visual feedback for improving students’ lay-up shooting skills
Pengaruh Media Papan Gawang terhadap Peningkatan Keterampilan Shooting dalam Permainan Petanque di STKIP Melawi Kampus Wilayah Perbatasan Entikong
Keterampilan shooting merupakan elemen penting dalam permainan Petanque, namun banyak pemain yang kesulitan mencapai akurasi yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media papan gawang dalam meningkatkan keterampilan shooting. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Sebanyak 23 mahasiswa STKIP Melawi menjadi sampel dalam penelitian ini. Peserta mengikuti 12 sesi pelatihan selama empat minggu. Hasil pretest menunjukkan rata-rata skor keterampilan shooting sebesar 7,26, sementara posttest menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata 15,87. Analisis statistik menggunakan uji-t berpasangan menunjukkan nilai t hitung sebesar 7,882, lebih besar dari t tabel sebesar 2,074. Hasil ini mengindikasikan bahwa media papan gawang efektif dalam meningkatkan akurasi shooting. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media ini dalam program latihan rutin dan pengintegrasian elemen psikologis seperti self-talk dan mental imagery. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan memperluas sampel dan mengintegrasikan teknologi seperti augmented reality untuk umpan balik real-time.
The Effect of Goal Board Media on Improving Shooting Skills in Petanque at STKIP Melawi, Entikong Border Campus
Abstract
Shooting skills are crucial in Petanque, yet many players struggle to achieve consistent accuracy. This study aims to examine the effect of goal board media on improving shooting skills. A quantitative one-group pretest-posttest design was employed with 23 students from STKIP Melawi as participants. They completed 12 training sessions over four weeks. The pretest average score was 7.26, which significantly improved to 15.87 in the posttest. Paired t-test analysis revealed a t-value of 7.882, exceeding the t-table value of 2.074, indicating the effectiveness of the goal board media. This study recommends incorporating this media in regular training and combining it with psychological elements like self-talk and mental imagery. Future studies should expand the sample size and explore augmented reality technology for real-time feedback