Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri Kudus
Not a member yet
4469 research outputs found
Sort by
Strengthening Climate Change Literacy through AI-Based Board Game for Social Studies Teachers and Students in Semarang
This applied research aims to enhance climate change literacy among Social Studies (IPS) teachers in Semarang City through the development of an AI-based board game. The core issues addressed include low digital literacy, limited access to engaging teaching media, and a lack of inclusive pedagogical approaches. Involving 50 teachers from the MGMP IPS forum, the study adopted a participatory, community-based approach comprising four phases: planning, organizing, implementation, and monitoring and evaluation. Data were collected through interviews, observations, training documentation, and feedback forms. The findings revealed significant improvements in teachers’ digital and pedagogical competencies, along with increased reflective and collaborative learning. The study recommends adopting iterative design methods and ensuring institutional support to sustain this AI-driven instructional innovation in environmental education
Dampak Fatwa MUI Tentang Boikot Produk Unilever Terhadap Perubahan Omset Penjualan Produk Unilever Di Swalayan Slamet, Mejobo, Kudus
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis Dampak Fatwa MUI Tentang Boikot Produk Unilever Terhadap Perubahan Omset Penjualan Produk Unilever Di Swalayan Slamet, Mejobo, Kudus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai Dampak Fatwa MUI Tentang Boikot Produk Unilever Terhadap Perubahan Omset Penjualan Produk Unilever Di Swalayan Slamet, Mejobo, Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil menunjukkan penurunan omset yang signifikan terutama pada kategori produk perawatan rumah tangga, seperti Sunlight dan Rinso, dengan penurunan mencapai 25% dalam tiga bulan pertama pasca fatwa. Produk perawatan tubuh seperti Lifebuoy dan Dove mengalami penurunan moderat sebesar 15%, sedangkan produk makanan seperti Blue Band dan Royco hanya mengalami penurunan sekitar 10%. Data survei terhadap 150 konsumen menunjukkan bahwa sekitar 60% merespons fatwa dengan mengurangi atau menghentikan pembelian produk Unilever, didorong oleh motivasi religius dan solidaritas terhadap komunitas Muslim. Namun, 40% lainnya tetap membeli produk Unilever karena alasan kebutuhan harian, loyalitas merek, dan keterbatasan alternatif. Wawancara dengan pihak manajemen swalayan mengungkapkan bahwa penurunan omset mendorong strategi penyesuaian stok dan promosi produk alternatif yang lebih sesuai dengan preferensi konsumen. Meskipun dampak awal cukup signifikan, penelitian menemukan bahwa setelah enam bulan beberapa produk Unilever mengalami pemulihan penjualan secara bertahap, terutama pada kategori makanan. Hal ini menunjukkan bahwa efek boikot cenderung bersifat jangka pendek dan sangat bergantung pada ketersediaan produk substitusi serta persepsi konsumen terhadap efektivitas aksi boikot. Temuan ini mengindikasikan bahwa fatwa MUI memiliki pengaruh nyata terhadap perilaku konsumen Muslim dalam jangka pendek, namun dipengaruhi oleh dinamika kebutuhan dan preferensi pasar dalam jangka panjang.Kata Kunci: Dampak, Fatwa MUI, Boikot, Produk Unilever, Omset Penjualan
Optimizing Kuring Tofu's Distribution Route in Salatiga and Semarang Using Prim's Algorithm
In product marketing, one of the important things to consider is the product distribution process. To optimize the distribution process, determining the shortest route is essential, which can be achieved by applying Prim's Algorithm. Prim's Algorithm is a method in graph theory used to find the minimum spanning tree on a connected weighted graph. The purpose of this study is to determine the shortest route from the Kuring Tofu Factory to marketing areas in Salatiga and Semarang using Prim’s Algorithm. This study was conducted by identifying routes using Google Maps and interviewing a staff member of the Kuring Tofu Factory. The data obtained was then processed using the principles of Prim's Algorithm. The interview revealed that product distribution covered 12 markets located in the Salatiga and Semarang areas. The resulting minimum spanning tree indicated a total distance of 175.5 km, with distance and time, respectively, being 175.5 km in 4 hours and 57 minutes. This distance is shorter than the initial total distribution route shown by Google Maps, which is 378.9 km with a travel time of 6 hours and 57 minutes. Therefore, the percentage of distance traveled saved is 53.7%, and the percentage of travel time saved is approximately 29%. These results demonstrate that the graph theory approach can improve distribution efficiency and save time. Therefore, Prim's Algorithm can be used as one solution to determine the shortest and fastest route from one place to another. Dalam pemasaran produk, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan yaitu proses pendistribusian produk tersebut. Untuk mengoptimalkan proses pendistribusian, maka diperlukan rute terpendek yang dapat dilakukan dengan mengaplikasikan Algoritma Prim. Algoritma Prim adalah metode dalam teori graf yang digunakan untuk menemukan pohon rentang minimum (minimum spanning tree) pada graf berbobot yang saling terhubung. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan rute terpendek untuk pendistribusian produk Pabrik Tahu Kuring ke daerah pemasaran yang berada di daerah Salatiga dan Semarang dengan menggunakan Algoritma Prim. Penelitian ini dilakukan dengan mencari rute menggunakan Google Maps dan wawancara terhadap salah satu pegawai di pabrik tersebut. Kemudian data yang diperoleh diolah menggunakan prinsip Algoritma Prim. Dalam wawancara, pendistribusian produk dilakukan di 12 pasar yang berada di daerah Salatiga dan Semarang. Penelitian ini memperoleh hasil bobot dari pohon perentang minimum dengan jarak tempuh dan waktu secara berturut-turut, yaitu 175,5 km dalam waktu 4 jam lebih 57 menit. Jarak tersebut lebih dekat dibandingkan dengan total lintasan pendistribusian awal yang ditunjukkan oleh Google Maps yaitu jaraknya 378,9 km dengan waktu tempuh 6 jam lebih 57 menit. Sehingga diperoleh persentase penghematan jarak tempuh yaitu 53,7% dan persentase waktu tempuh sekitar 29%. Hasil ini membuktikan pendekatan teori graf dapat meningkatkan efisiensi distribusi dan menghemat waktu. Oleh karena itu, Algoritma Prim dapat dijadikan salah satu solusi untuk menentukan rute terpendek dan tercepat dari suatu tempat ke tempat lainnya.Optimizing Kuring Tofu's Distribution Route in Salatiga and Semarang Using Prim's Algorith
Tradisi ‘Nyabuki’ Sebagai Media Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Keluarga Di Kabupaten Pati
Tradition is not something new and foreign among Javanese people, especially rural areas. Its existence is inherent and becomes an inseparable part in various aspects of life. This research is a descriptive qualitative analytical research. Data collection through observation, interviews and documentation. Data processing using triangulation by combining various data collection techniques and existing data sources to obtain valid conclusions. The data analysis used is an interactive data analysis technique, namely reducing various data so that it can be presented in order to obtain conclusions. This research aims to describe the practice of sticky rice belt 'nyabuki' in the Pati community and explain the instillation of family educational values contained therein. The research results show that the sticky rice belt 'nyabuki' tradition is a unique tradition that has been practiced by the people of Sitirejo Village during the Year of the Widower for generations. The 'nyabuki' procession is carried out by a woman by attaching a 'belt' made from gemblong/jadah made from sticky rice to her brother's waist with the hope that this year his brother will always be protected by Allah SWT, receive all goodness and avoid all evil. This 'nyabuki' traditional practice instills family educational values that are very important for each member, namely: love, mutual help, patience, and praying for each other's goodness. This tradition is a reminder of the importance of maintaining cultural values in society.AbstrakTradisi bukanlah sesuatu yang baru dan asing di kalangan masyarakat jawa, khususnya daerah pedesaan. Keberadaannya sudah melekat dan menjadi bagian tak terpisahkan dalam berbagai sendi kehidupan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif analitis. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Pengolahan melalui triangulasi dengan menggabungkan berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang ada untuk mendapatkan kesimpulan yang valid. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif yakni mereduksi berbagai data untuk dapat disajikan agar memperoleh kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan praktik ‘nyabuki’ sabuk ketan di masyarakat Pati serta menjelaskan penanaman nilai-nilai pendidikan keluarga yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan tradisi ‘nyabuki’ sabuk ketan merupakan tradisi unik yang dipraktikkan oleh masyarakat Desa Sitirejo pada saat Tahun Duda secara turun-temurun. Prosesi ‘nyabuki’ dilakukan oleh seorang perempuan dengan menyematkan ‘sabuk’ yang terbuat dari gemblong/jadah berbahan baku ketan ke pinggang saudara lelakinya dengan mengharap semoga di tahun ini saudara lelakinya senantiasa dilindungi Allah SWT, mendapatkan segala kebaikan dan terhindar dari segala keburukan. Praktik tradisi ‘nyabuki’ ini menanamkan nilai-nilai pendidikan keluarga yang fundamental bagi setiap anggotanya yakni: kasih sayang, tolong menolong, kesabaran, dan saling mendoakan dalam kebaikan. Tradisi ini mejadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dalam masyarakat
The Role Of Parents In Children's Education: Pedagogical Implications Of Q.S Al-Maidah 104
In the modern era, the role of parents in their children's education has become increasingly complex and multifaceted. Scholars have made various studies regarding aspects, methods, processes, and educational objectives based on verses in the Al-Qur'an holy book. However, no research has been found on the pedagogical implications of the Al-Qur'an Surah Al-Maidah verse 104 regarding the role of parents towards childhood education. This study aims to determine parents' role in children's education according to Islamic education and the pedagogical implications of Surah Al-Maidah verse 104. This research is library research. Primary data were taken from the interpretation by Buya Hamka, Ibnu Katsir, and Ismail Haqqi Al-Buruswi, and secondary took from relevant Islamic education articles. The researcher acts as an instrument in this study. Collected the data by inventorying relevant literature titles, selecting the reading, examining, and classifying the reading results. Data analysis was performed by processing, categorizing, interpreting, and concluding. The results of the study show that parents act as educators, mentors, and role models for their children. Furthermore, to educate with sharia, to set a good example uswah, to educate in avoiding taqlid, teaching with knowledge, and to reprimand and remind are found as the pedagogical implications of QS. Al-Maidah verse 104. However, The specific context of this study restricts its generalizability to only parents' roles, based on the opinions of interpreters. Furthermore, a more comprehensive study could have been conducted for another research that empirical testing of the pedagogical implication of QS Al-Maidah 104 by utilizing a wider range of sources with diverse interpretations, and bolstered by numerous literary works to capture a wider range of perspectives
Dinamika Interaksi Sosial Siswa Pasca Perubahan Jam Masuk Di Madrasah Mu’allimin Jombang
Madrasah Mu'allimin Mu'allimat Tambakberas Jombang, as a pesantren-based Islamic educational institution, experienced a change in the school entry hour policy from rotating to uniform in the morning for male and female students. This study aims to explore the impact of these changes on students' social interaction patterns, using a qualitative approach based on Erving Goffman's social interaction theory. Data were collected through participatory observation and in-depth interviews. The results showed that these changes affected students' intensity, quality and group dynamics, as well as their friendship patterns. Factors such as pesantren culture, availability of time and place for interaction, individual characteristics, and school policies also influence the dynamics of social interaction. The findings are expected to provide academic and practical contributions in the management of holistic education policies, supporting the balance between students' academic and social needs.AbstrakMadrasah Mu'allimin Mu'allimat Tambakberas Jombang, sebagai institusi pendidikan Islam berbasis pesantren, mengalami perubahan kebijakan jam masuk sekolah yang semula bergilir menjadi seragam di pagi hari bagi siswa laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak perubahan tersebut terhadap pola interaksi sosial siswa, dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis teori interaksi sosial Erving Goffman. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan ini mempengaruhi intensitas, kualitas, dan dinamika kelompok siswa, serta pola pertemanan mereka. Faktor-faktor seperti budaya pesantren, ketersediaan waktu dan tempat interaksi, karakteristik individu, dan kebijakan sekolah turut memengaruhi dinamika interaksi sosial. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi akademis dan praktis dalam pengelolaan kebijakan pendidikan yang holistik, mendukung keseimbangan antara kebutuhan akademis dan sosial siswa
Strengthening the Role of Implementers of the Minimum Age Restriction Policy to Prevent Child Marriage Through Group Counseling in Karimunjawa
The implementation of the minimum age for marriage in the Karimunjawa Islands has not complied with Law No. 16 of 2019, as underage marriage remains high. This issue arises from the policy’s non-acceptance by its implementers, who view the policy as ineffective due to its overlap with marriage dispensation laws and its contradiction with local cultural values, which are permissive towards underage marriage. To address this, group counseling sessions were conducted alongside the establishment of a Joint Forum to Prevent Child Marriage. These initiatives aimed to increase awareness and foster collaborative efforts. Using the Participatory Action Research (PAR) method, encompassing assessment, program planning, implementation, and evaluation, significant improvements were observed in understanding, acceptance, and compliance with the policy. Furthermore, the program successfully facilitated the development of collaborative governance to support the prevention of child marriage in Karimunjawa
Analisis Kanal Youtube IAIN Kudus sebagai Media Komunikasi dan Penyiaran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri
Sampai saat ini kajian tentang kanal YouTube PTKIN cenderung masih sedikit. Kajian tentang kanal YouTube IAIN Kudus pun belum ditemukan. Ini berlawanan dengan tren kajian YouTube perguruan tinggi di berbagai negara yang sudah banyak dilakukan. Berdasarkan asumsi sementara tersebut, penelitian ini hendak melakukan analisis atas kanal Youtube IAIN Kudus sebagai media komunikasi dan penyiaran PTKIN. Lebih lanjut lagi, penelitian ini ingin melihat peluang pengelolaannya jika dilakukan oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fungsi YouTube bagi PTKIN seharusnya tidak hanya sebagai media sosialisasi, publikasi, dan dokumentasi saja. Dari kondisi ini bisa dipahami jika kanal YouTube IAIN Kudus juga tidak memiliki visi misi dakwah sehingga tidak pula memiliki fungsi dakwah. Penelitian ini membuka ide riset lainnya misalnya tentang SOP pengelolaan YouTube di PTKIN. Apakah semua kanal YouTube di PTKIN memiliki SOP yang dilaksanakan dengan baik dan benar
Peran Radar Kudus sebagai Media Penguat Demokratisasi dan Moderasi Beragama di Tingkat Lokal
Tulisan ini ingin mengungkap tekait bagaimana peran media massa dalam memperkuat proses demokratisasi dan moderasi beragama di tingkat lokal. Jurnalisme positif yang dimainkan media ini memancing ketertarikan tersendiri bagi penulis. Jurnalisme positif mengandung makna bagaimana media memainkan peran penting dalam isu demokratisasi dan moderasi beragama. Eksis dan berkembang di Kabupaten Kretek tentu menjadi tantangan dan peluang tersendiri bagi Jawa Pos Radar Kudus. Bagaimana Radar Kudus memainkan peran dan mempertahankan eksistensinya menjadi pertanyaan tersendiri dalam riset ini. Tulisan dalam riset ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe studi kasus. Penelusuran data primer dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Adapun pengumpulan data skunder dilakukan dengan penelusuran data dan dokumen yang ada di Radar Kudus baik secara on line maupun off line. Hasil riset ini menujukkan jika Radar Kudus memainkan peran maksimal dalam mengontrol dan mengawal demokrasi dan juga moderasi beragama
CLIMATE CHANGE MITIGATION HADIṠ PERSPECTIVE: Thematic-Correlative Approach
Climate change is a critical issue threatening life on earth, requiring active human efforts and support from religion to address it. This study analyzes the moral messages in hadiṡ related to climate change mitigation through a thematic-correlative approach. This research uses qualitative methods, library research, and takhrij al-hadis, data were examined using content analysis, al-jarh wa al-ta’dil, and tawarikh al-ruwat, along with internal and external hadīṡ criticism. The findings confirm that three hadīṡs addressing climate change mitigation are of high quality, making them valid references for Islamic teachings (maqbūl al-hujjah) and applicable in practice. Thematically, these hadīṡ align with efforts to combat climate change, emphasizing the importance of preserving water resources and preventing ecosystem damage. Islam highlights water conservation and responsible usage, recognizing water as vital for all living beings. Mitigation efforts include reforestation, rehabilitating degraded lands, and prohibiting the felling of wild trees to sustain ecosystems. These teachings affirm Islam’s proactive approach to environmental preservation through hadis, advocating for sustainable practices that align with the broader goal of mitigating climate change impacts. [Perubahan iklim adalam masalah krusial yang mengancam kehidupan di bumi, membutuhkan upaya aktif manusia dan dukungan agama untuk mengatasinya. Penelitian ini menganalisis pesan moral dalam hadis yang berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim melalui pendekatan tematik-korelatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, penelitian kepustakaan, dan takhrij al-hadits. Teknik analisis data menggunakan analisis isi, al-jarh wa al-ta’dil, dan tawarikh al-ruwat, serta kritik hadis dari aspek internal dan eksternal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tiga hadis yang membahas mitigasi perubahan iklim memiliki kualitas tinggi, sehingga dapat dijadikan referensi yang sah dalam ajaran Islam (maqbūl al-hujjah) dan diterapkan dalam praktik. Secara tematik, hadis-hadis ini sejalan dengan upaya mengatasi perubahan iklim, menekankan pentingnya menjaga sumber daya air dan mencegah kerusakan ekosistem. Islam menekankan konservasi air dan penggunaannya secara bijak, mengingat air adalah kebutuhan esensial bagi semua makhluk hidup. Upaya mitigasi meliputi reboisasi, rehabilitasi lahan yang terdegradasi, dan larangan penebangan pohon liar untuk menjaga keberlanjutan ekosistem. Ajaran ini menegaskan pendekatan proaktif Islam melalui hadis terhadap pelestarian lingkungan, mendorong praktik berkelanjutan yang sejalan dengan tujuan mitigasi dampak perubahan Iklim.