Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri Kudus
Not a member yet
    4469 research outputs found

    TAFSIR AL-QUR’AN TENTANG TEORI PENDIDIKA ISLAM: Persepektif Pendidikan Islam Di Indonesia

    Full text link
    Artikel ini berupaya membahas tentang pendidikan Islam ditinjaudari perpektif al-Qur’an dan realisasinya di Indonesia. Al-Qur’ansecara jelas memuat beberapa kalimat yang mengandung maknapendidikan, seperti darasa, rabb, ‘alima, dan faqiha.Manusia tentumembutuhkan segala pengetahuan sehingga dapat melaksanakanmandat Allah sebagai khalifah f al-ardhsecara tepat. Manusiaadalah makhluk yang efiien dalam menyampaikan gagasangagasannya kepada individu lain. Manusia juga memiliki bekalkecakapan yang memungkinkan dirinya untuk berpikir danberpengetahuan. Al-Qur’an juga menegaskan pentingnyamenggunakan kemampuan berpikir tentang dirinya sendiri,tumbuh-tumbuhan, bumi, langit, hewan dan sebagainya, sehinggatujuan pendidikan Islam dapat tercapai yang meliputi pencapaiankesempurnaan manusia yang puncaknya adalah kedekatan kepadaAllah Swt., dan perolehan kesempatan manusia yang puncaknyaadalah kebahagiaan dunia dan akhirat. Pendidikan di Indonesiasebenarnya telah banyak mengalami perubahan atau pembaharuanagar produk pendidikan tetap relevan dengan segala kebutuhanbaik kebutuhan dunia kerja ataupun prasyarat pendidikan lanjut.Namun meskipun perkembangan pendidikan di Indonesiasecara kuantitatif mengalami kemajuan, tetapi pemberdayaanmasyarakat secara luas sebagai cermin dari keberhasilan itu, masihsulit terealisasi, karena sistem pendidikannya masih terkungkung dalam paradigma-paradigma yang tunduk pada kekuasaan otoriterdan memperbodoh rakyat, terlebih ketika orde baru berkuasa

    TEOLOGI KONSTRUKSI DALAM MERESPONS BENCANA (STUDI PEMIKIRAN MAHASISWA STAIN KUDUS MELALUI MATA KULIAH IAD, IBD, DAN ISD)

    Full text link
    THEOLOGY OF CONSTRUCTION IN RES- PONDING TO DISASTER (THE STUDY OF STAIN KUDUS STUDENTS’ THOUGHTS THROUGH IAD, IBD, ISD COURSES). Indonesia has experienced various natural disasters. After some natural disasters stroke, there is no serious concern about the disaster and the consequences. Students as agents of  change is expected to take an active role in dealing with disasters through productive thoughts. The active role of students is one of  them realized through the course IAD, ISD, and IBD. This paper elaborates on the meaning of  the disaster among students and formulate theological construction that is able to influence him in the handling of  the disaster. Through the method of reviewing secondary data, observation, and interviews, it is concluded that there are ten reasons religious beliefs and practices have significant positions in disaster mitigation, that religion gives a positive view of the disaster, religion gives meaning and purpose in life, belief  systems of  religion enable someone’s ready to face the bad things that befall human life, religious give hope and motivation, religion provides the power personally, religion provides a sense of  control, religion provides examples of exemplary in the face of  suffering, religion provides guidance in making decisions, religion give answers to questions that are not able to be answered by the secular culture and science, and religion provide social support. Thus, students should be prudent in defining the disaster. Do not let them use the arguments that would discourage the victims.Keywords: Teological Construction, Disaster, Student Thought, IAD, IBD, and ISD Courses.Indonesia sudah mengalami bermacam bencana alam. Setelah beberapa bencana alam menimpa, tidak ada perhatian serius tentang bencana dan akibat yang ditimbulkannya. Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan ikut berperan aktif  dalam menangani bencana melalui pemikiran-pemikiran yang produktif. Peran aktif mahasiswa tersebut salah satunya direalisasikan melalui mata kuliah IAD, ISD, dan IBD yang merupakan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU). Tulisan ini mengelaborasi makna bencana di kalangan mahasiswa dan merumuskan teologi konstruksi yang mampu memengaruhinya dalam penanganan bencana. Lewat metode mereview data sekunder, observasi, dan wawancara, disimpulkan bahwa ada sepuluh alasan keyakinan dan praktik keagamaan memiliki posisi yang signifikan dalam mitigasi bencana, yaitu agama memberikan pandangan yang positif terhadap bencana, agama memberikan pemaknaan dan tujuan dalam hidup, sistem keyakinan dalam agama memungkinkan seseorang untuk  siap  menghadapi  kejadian-kejadian  buruk  yang  menimpa hidup manusia, agama memberikan harapan dan motivasi, agama memberikan kekuatan secara personal, agama memberikan sense of control, agama memberikan contoh-contoh teladan dalam menghadapi penderitaan, agama memberikan bimbingan dalam mengambil keputusan, agama memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh kultur sekuler dan sains, serta agama memberikan dukungan sosial. Dengan demikian, mahasiswa harus bijaksana dalam memaknai bencana yang ada. Jangan sampai mereka menggunakan dalil-dalil atau argumentasi yang akan membuat kecil hati para korban.Kata Kunci: Teologi Konstruksi, Bencana, Pemikiran Mahasiswa, Mata Kuliah IAD, IBD, dan ISD

    INTERVENSI TEORI PERKEMBANGAN MORAL LAWRENCE KOHLBERG DALAM DINAMIKA PENDIDIKAN KARAKTER

    Full text link
     Pendidikan karakter sangat berperan dalam membentuk kepribadian siswa sebagai agen perubahan.  Banyak pendidik tidak memahami hubungan yang sangat tertutup antara moral dan karakter. Selama ini pendidik hanya mengaktualisasikan konsep pendidikan karakter sebagai produk yang siap digunakan oleh siapa saja, kapan saja dan kepada setiap orang tanpa mendalam memahami teori dasar yang mendasari lahirnya konsep. Selain itu,  tahap  perkembangan moral peserta didik berpartisipasi dalam proses pencapaian sukses dampak besar dari pendidikan karakter. Tulisan ini diharapkan memberikan wawasan pendidik untuk mampu memahami terutama keberadaan aspek moral dan perkembangan,  sehingga melalui pemahaman  ini, mereka akan mendapatkan teknik pendidikan karakter yang efektif dan memiliki relevansi dengan peserta didik. Kajian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Hasil dari pembahasan didapatkan bahwa pendidik perlu memahami konsep Lawrence Kohlberg pada tahap perkembangan moral, pendidik perlu menerapkan tiga komponen utama pendidikan karakter yang meliputi moral yang mengetahui, perasaan moral, dan perilaku moral sebanding dengan aspek moral dan perkembangan.Kata kunci: pendidikan,  karakter, pengembangan, moralINTERVENTION OF LAWRENCE KOHLBERG’S MORAL DE- VELOPMENT THEORY IN THE DYNAMICS OF CHARACTER EDUCATION. Character  education  is very important  in forming the students’ personality as agents of change. Many educators do not understand the closed relationship between the moral and character. During this period, educators only actualize the character educational concept as a product that is ready to be used by anyone, anytime  and to any person without deeply understanding the basic theory underlying the birth of the concept. Moreover, the learners’ moral development stages participate  in the process of achieving a big impact  success of character  education.  This  article  is expected  that educators  could comprehend  especially the  existence  of moral  and developmental aspects, so that through this understanding , they will get an effective character educational techniques and have relevance to the learners. This study  uses library  research. Te result of this study  is that the educators need to understand  the   Lawrence Kohlberg concept on moral developmental stages, educators are able to implement the three main components of character education.Keywords:  character, education, moral, developmen

    Konsep energi reiKi dalam perspeKtif al-Qur’an

    Full text link
    Artikel ini membahas tentang energi REIKI. Bahwa dalampenciptaan alam semesta, Allah swt, terlebih dahulu menciptakanenergi asal. Energi asal ini disebut oleh Mikao Usui sebagai REIKIyang kemudian dikenal sebagai energi alam semesta. Dari energiasal, selain membuat benda-benda jasmania, Allah swt. jugamenciptakan berbagai jenis energi. Dengan demikian, tujuan daritulisan ini adalah untuk menggali lebih jauh tentang energi REIKIdalam perspektif al-Qur’an dengan menggunakan pendekatankonten analisis. Hasilnya ternyata energi itu berupa energi asal danenergi asal ini dari Allah swt, kemudian membentuk jenis-jenisenergi lain yang merupakan derivatif dari energi asal. Hanya energiAllah swt yang tidak diciptakan dari energi asal karena energienergi ini merupakan bagian dari Allah swt sendiri. Energi-energiitu, misalnya energi-energi A<s} ma>’u>l H{ u>s} na>, Dzikir ayat-ayat alQur’an. Selain itu energi ini dapat dimanfaatkan untuk kehidupanmanusia baik itu bersifat menguntungkan maupun merugikan.Namun sebagai manusia kita harus mempercayaai bahwa Allahadalah pemilik semua kekuatan sehingga kita tidak perlu takutdengan hal-hal seperti itu sebab Allah akan memberikan bantuanNya kepada umat-Nya yang meminta kepada-Nya

    PRINSIP DAKWAH-TANPA-KEKERAAN DALAM AL-QUR’AN

    Full text link
    Fenomena kekerasan yang mengtasnamakan agama dalamkehidupan masyarakat merupakan sesuatu yang bertentangandengan Islam. Sejauh berkaitan dengan kekerasan, Islam sangatmenentang cara-cara tersebut dalam menyampaikan dakwah.Alih-alih, Islam mengajarkan cara-cara yang damai kepadaumatnya dalam berhubungan dengan orang lain, termasuk dalammenyampaikan dakwah Islam sendiri. Cara yang ditempuholeh Nabi Muhammad SAW dalam melakukan perubahandi masyarakat jauh dari cara-cara kekerasan, sebaliknya beliaulebih menggunakan pendekatan-pendekatan yang manusiawi.Ancaman-ancaman fiik yang diterima Nabi dan para sahabatnyaketika menyampaikan dakwah tidak dihadapi dengan kekuatanfiik, melainkan dengan cara-cara yang jauh dari sikap kekerasan.Al-Qur’an dalam berbagai ayatnya secara tegas mengungkapkanhal tersebut. Tulisan ini menelaah tentang ayat-ayat yangmenegaskan tentang prinsip berdakwah bahwa dakwah tidakboleh dilakukan dengan kekerasan. Prinsip-prinsip tersebutadalah: Pertama, Islam merupakan agama yang menjadi rahmatanli al-‘alamin, Kedua, Dalam berdakwah harus bersikap bijak, Ketiga,Tidak boleh memaki sesembahan orang lain, dan Keempat, Tidakboleh memaksa orang dalam beragama. Kajian terhadap ayatayat mengenai prinsip-prinsip dakwah tersebut dilakukan denganmenggunakan pendekatan tafsir al-Qur’an

    Etik PEmanfaatan Keanekaragaman Hayati Dalam PErsPEKtif al-Qur’an

    No full text
    Tulisan ini mengekplorasi tentang etika pemanfaatan keanekaragaman hayati dalam perspektif al-Qur’an. Keanekaragamanhayati adalah segala macam bentuk ciptan Allah swt di muka bumiini, baik yang terdiri dari alam binatang maupun alam tumbuhan.Dalam perspektif al-Qur’an keanekaragaman tersebut merupakananugrah sang pencipta yang merupakan tanda-tanda kekuasaannya.Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana perspektif alQur’an dalam melihat pemanfaatan keanekaragaman hayati yangdimaksud tersebut, dengan menggunakan pendekatan kontenanalisis penulis berusaha untuk membongkar sisi-sisi yang belumterungkap dalam al-Qur’an yang berkaitan dengan keragamanciptaan Allah. Hasilnya adalah terungkapnya tujuan Allahmenciptakan makhluknya yang beragam tersebut sesungguhnyaadalah diperuntukkan untuk manusia agar dapat dimanfaatkandalam kehidupan. Hal itu membutuhkan etika manusia agarkelangsungan kehidupan ala mini tetap seimbang dan tidakmerusak keberlanjutan ekologi

    RESOLUSI KONFLIK BERLATAR AGAMA: STUDI KASUS AHMADIYAH DI KUDUS

    Full text link

    No full text

    MENGKONSTRUK AKHLAK KEMANUSIAAN DENGAN TEOLOGI KEPRIBADIAN HASAN HANAFI (Perspektif Teologi Antroposentris)

    Full text link

    1,842

    full texts

    4,469

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri Kudus
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇