75643 research outputs found
Sort by
Analisis Yuridis Putusan Hakim Tentang Bebasnya Terdakwa Dari Semua Dakwaan Penuntut Umum Dalam Tindak Pidana Narkotika Putusan Mahkamah Agung No 261/Pid.sus/2015/PN.kbj
Tindak pidana narkotika adalah tindak pidana penyalahgunaan narkotika tanpa
hak atau melawan hukum selain yang ditentukan dalam undang-undang. Hakim
dalam memeriksa suatu perkara pidana yang berkaitan dengan tindak pidana
narkotika harus mampu membedakan kualifikasi yang tepat mengenai tindak
pidana yang dilakukan oleh terdakwa.. Apakah kualifikasi tindak pidana yang
dilakukan oleh terdakwa termasuk dalam Pasal 112 ayat (1) jo. Pasal 127 ayat (1)
huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Permasalahan pertama
ialah kualifikasi tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa berdasarkan Putusan
Nomor 261/Pid.Sus/2015/PN-Kbj. Permasalahan kedua adalah apakah putusan
hakim yang menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 114 ayat (1) jo. Pasal
112 ayat (1) jo. Pasal 127 ayat (1) huruf a jo. Pasal 131 ayat (1) UU RI Nomor 35
Tahun 2009 Tentang Narkotika masih dapat dikenakan kepada terdakwa.
Tujuan penulis yang pertama untuk mengetahui dan memahami
kualifikasi tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa berdasarkan Putusan
Nomor 261/Pid.Sus/2015/PN-Kbj. Kedua, untuk mengetahui dan memahami
apakah putusan hakim yang menyatakan terdakwa Pasal 114 ayat (1) jo. Pasal
112 ayat (1) jo. Pasal 127 ayat (1) huruf a jo. Pasal 131 ayat (1) UU RI Nomor
35 Tahun 2009 Tentang Narkotika masih dapat dikenakan kepada terdakwa.
Kedua permasalahan tersebut akan penulis analisis menggunakan metode
penelitian hukum. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum
(legal research), sedangkan penulis menggunakan pendekatan perundang undangan (statue opprouch) dan pendekatan konseptual (conceptual approuch).
Bahan hukum penulis dalam penelitian skripsi ini menggunakan bahan baku
primer dan bahan baku sekunder. Sumber bahan hukum primer berasal dari
peraturan perundang-undangan dan putusan hakim, sedangkan sumber bahan
hukum sekunder berasal dari buku-buku hukum dan jurnal hukum. Analisis
bahan hukum yang digunakan oleh penulis yaitu metode deduktif dimana
pengambilan kesimpulan dari pembahasan bersifat umum ke khusus sehingga
penulis menemukan jawaban atas rumusan masalah, kemudian dapat
memberikan preskripsi mengenai apa yang seharusnya.
Hasil penelitian penulis berdasarkan Putusan Nomor
261/Pid.Sus/2015/PN-Kbj, Pertimbangan hakim dalam putusannya Nomor
261/Pen.Pid/ 2015/PN. Kbj menyatakan bahwa terdakwa tidak memenuhi unsur unsur seluruh pasal-pasal yang didakwakan kepada terdakwa, sehingga terdakwa
dibebaskan karena tidak terdapat unsur dari pasal-pasal yang didakwakan,
terutama unsur “dengan sengaja” tidak melapor tentang terjadinya tindak pidana
narkotika. Majelis hakim fakta-fakta yang ditemukan oleh hakim dengan berdasarkan teori kesengajaan, yaitu teori willen en wetten, mempertimbangkan
bahwa terdakwa tidak mengetahui dan tidak menghendaki terjadinya tindak
pidana narkotika yang dilakukan oleh teman-teman terdakwa yang membeli,
menggunakan narkotika; Saran penulis dalam penulisan skripsi ini ialah penuntut
umum dalam surat dakwaannya seharusnya lebih cermat, jelas dan lengkap dalam
mengkualifikasikan tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa yang di
sesuaikan dengan fakta di persidangan. Keadilan dalam hukum pidana
seyogiyanya bukan hanya melindungi hak- hak korban dan saksi saja akan tetapi
juga melindungi hak-hak terdakwa. Kedua, Hakim dalam memutus suatu perkara
pidana seharusnya memberikan pertimbangan hukum atau ratio decidenci yang
lengkap dan tepat, agar terciptanya kepastian hukum yang jelas dan rasa keadilan
untuk semua pihak, bukan hanya untuk korban dan saksi saja melainkan juga
untuk terpidana, karena hakim memiliki kewenangan dan tugas yang sangat besar
dan menuntut tanggung jawab yang tinggi.Samsudi, S.H., M.H (Dosen Pembimbing)
Dina Tsalist Wildana, S.H.I., LL.M (Dosen Pembimbing
Bantuan Hukum: Hak Asasi untuk Orang Miskin dan Tanggung Jawab Advokat
Bantuan hukum untuk orang miskin adalah hak asasi manusia yang dijamin
instrumen hukum internasional dan hukum positif Indonesia. Advokat oleh undangundang
diwajibkan
memberikan
bantuan
hukum
secara
cuma-cuma
kepada
mereka
yang
tidak
mampu untuk membayar jasanya dan kewajiban ini adalah kewajiban
hukum, secara hukum harus dilakukan oleh Advokat. Berdasarkan latar belakang
tersebut, dua isu dibahas dalam penelitian ini, yaitu apa konsep bantuan hukum
sebagai hak asasi manusia dan bagaimana kewajiban Advokat untuk memberikan
bantuan hukum? Menggunakan tipe penelitian hukum doktrinal, penelitian ini
mendapatkan dua simpulan. Pertama, bantuan hukum sebagai hak asasi yang telah
dijamin oleh hukum positif berkedudukan sebagai hak hukum dan orang miskin
memiliki hak hukum untuk memperolehnya. Kedua, kewajiban Advokat
memberikan bantuan hukum adalah kewajiban hukum, tetapi karena diatur dalam
norma lex imperfecta, tidak ada sanksi bagi Advokat yang melanggar
kewajibannya. Pada waktu yang akan datang, pada pengggantian atau perubahan
undang-undang Advokat harus ditetapkan sanksi untuk pelanggaran kewajiban
memberikan bantuan hukum untuk menjamin efektivitas pelaksanaannya
Optimasi Maltodekstrin dan Gliserin Dalam Sediaan Fast Dissolving Buccal Film Granisetron Hcl
Salah satu efek samping yang paling mengganggu pada pasien kanker yang
menjalai kemoterapi adalah mual dan muntah. Efek samping ini menyebabkan
banyak pasien enggan untuk melanjutkan pengobatan. Efek samping ini
sebenarnya dapat dikendalikan dengan obat antimual contohnya Granisetron HCl.
Granisetron HCl merupakan obat anti mual yang paling kuat dan selektif dalam
menghambat reseptor 5-HT3. Salah satu rute pemberian obat yang efektif pada
pasien kanker yang mengalami mual muntah pada saat menjalani kemoterapi
adalah rute buccal. Granisetron HCl masuk ke dalam BCS kelas III yaitu memiliki
permeabilitas rendah dan kelarutan tinggi. Bioavailabilitas obat juga rendah yaitu
60% sehingga menjadikannya kandidat yang cocok diberikan dalam rute buccal.
Salah satu jenis sediaan pada pemberian obat pada rute buccal adalah
sediaan fast dissolving buccal film. Hal ini desebabkan karena penggunaannya
yang mudah serta bioavailabilitas yang lebih baik apabila dibandingkan dengan
tablet konvensional. Salah satu bahan pembentuk film adalah polimer dan
plasticizer yang pemilihannya akan mempengaruhi kekuatan dari sediaan film
yang dibuat. Pemilihan polimer maltodekstrin dan plasticizer gliserin dengan
komposisi yang tepat dapat menghasilkan sediaan film yang transparan, fleksibel,
rata, memiliki ketebalan yang seragam, dan terdisintegrasi serta terdisolusi dengan
segera. Optimasi perlu dilakukan untuk mencapai hal tersebut, sehingga pada
penelitian ini dilakukan optimasi perbandingan jumlah terbaik antara polimer
maltodekstrin dan plasticizer gliserin untuk mendapatkan sediaan fast dissolving
buccal film Granisetron HCl dengan formula yang optimal.
Terdapat beberapa pengujian yang dapat dilakukan untuk penentuan
formula optimum pada sediaan fast dissolving buccal film Granisetron HCl.
Pengujian tersebut meliputi pengujian organoleptis, pengujian keseragaman
ketebalan, pengujian keseragaman bobot, pengujian ketahanan lipat, pengukuran
pH sediaan, uji disolusi in vitro, uji waktu disintegrasi, dan uji swelling index.
viii
Data yang didapat dari uji disolusi in vitro, uji waktu disintegrasi, dan uji swelling
index dianalisis menggunakan desain faktorial. Pengujian FTIR juga dilakukan
untuk melihat apakah ada interaksi antar komposisinya.
Formula yang diajukan yaitu F1, FA, FB dan FAB didapatkan FAB sebagai
formula yang paling optimum. Komposisi optimum dari maltodekstrin dan
gliserin pada sediaan fast dissolving buccal film Granisetron HCl pada penelitian
ini secara berurutan adalah 600 mg dan 250 mg. Nilai respon yang didapatkan
adalah 33,292 untuk swelling index; 90,333 detik untuk waktu disintegrasi; dan
104,123% untuk disolusi. Hasil dari karakterisasi sediaan fast dissolving buccal
film Granisetron HCl pada penelitian ini dengan formula optimum didapatkan
nilai ketiga respon yaitu nilai swelling index 32,999; waktu disintegrasi 93,333
detik; dan disolusi 104,147%. Hasil pengujian FTIR juga menunjukkan tidak
terdapat interaksi dari metabolit aktif Granisetron HCl dengan eksipien lainnya.Dosen Pembimbing Utama : apt. Lusia Oktora Ruma Kumala Sari, S.F., M.Sc.,
Dosen Pembimbing Anggota : apt. Dr. Budipratiwi W., S.Farm., M.S
Impact of Culture, Brand Image and Price on Buying Decisions: Evidence From East Java, Indonesia
The marketing strategy phenomenon improves significantly, narrowing from a general to a specific cultural ethnicity base and from variable to dimension analysis. This
study examines the impact of culture, brand image and price on buying decisions.
The study population comprised retail consumers in the sampled area of Situbondo,
East Java, Indonesia. A multi-stage sampling technique was used to derive a sample
of 112 respondents as a primary data source – descriptive statistics allows for the demographic characteristics of retail consumers in East Java, Indonesia. Surprisingly, the
data showed that gender involvement in buyer decision-making was dominant. Most
retail customers were identified as private-sector employees and indicated for higher
income earners. Responses were then analyzed using multiple linear regressions to
answer the research hypotheses. The results showed that Hofstede’s culture dimension
and the brand image and price significantly affected consumer buying decisions at retail stores in East Java, Indonesia. Regarding the strength of Islamic culture in East Java,
price was the primary consideration in buying decisions. Further research, preferably
using ethnographic approaches with an emphasis on qualitative research, is needed to
investigate the implications of these relationship
Studi Kualitatif Pada Penggunaaan Sistem Informasi Data Korporasi Jasa Raharja (Dasi-Jr) (Studi Kasus : PT. Asuransi Jasa Raharja (Persero) Cabang Jember)
Jasa Raharja merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang
bergerak di bidang asuransi sosial. Tahun 2008, Jasa Raharja mulai menerapkan
sistem informasi berbasis website bernama Data Korporasi Jasa Raharja (DASIJR).
DASI-JR merupakan suatu sistem informasi terpadu dan terintegrasi yang
berkemampuan untuk menunjang seluruh kegiatan operasional di Jasa Raharja.
DASI-JR mulai diterapkan di kantor cabang Jember pada tahun 2009.
Berdasarkan hasil pra-wawancara terhadap karyawan Jasa Raharja Cabang Jember,
diketahui bahwa beberapa karyawan belum merasakan manfaat spesifik selama
menggunakan DASI-JR.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja DASI-JR dan mengkaji
secara mendalam manfaat penggunaan dan implikasi DASI-JR terhadap kinerja
pelayanan asuransi di Jasa Raharja. Pengkajian secara mendalam pada penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus yang dilakukan
dengan mengadakan wawancara semi-terstruktur kepada informan yang dalam
penelitian ini merupakan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penggunaan
DASI-JR. Hasil dari wawancara kepada informan akan dianalisis menggunakan
thematic analysis yang menganalisis secara mendalam dan menyeluruh untuk
menemukan tema. Selanjutnya, data yang telah dianalisis akan diuji keabsahannya
dengan menggunakan teknik triangulasi data untuk memastikan bahwa data yang
diperoleh sudah benar dan sesuai dengan kenyataan. Hasil dari pengkajian secara
mendalam terhadap DASI-JR ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi
pengguna DASI-JR tentang manfaat penggunaan dan implikasi pada penggunaan
DASI-JR
Pengaruh Pemberian Tepung Tulang Pada Tanaman Sawi Brassica Juncea L.Bermikoriza Arbuskular Terhadap Serapan P dan Pertumbuhan Tanaman
Validasi unggah file repositori_Arini
Finalisasi unggah file repositori tanggal 17 Mei 2022_KurnadiPengaruh Pemberian Tepung Tulang pada Tanaman Sawi (Brassica juncea
L.) Bermikoriza Arbuskular Terhadap Serapan P dan Pertumbuhan
Tanaman, Bangkit Maria Nababan; 171510501208; 2021; Program Studi
Agroteknologi; Fakultas Pertanian; Universitas Jember.
Tanah merupakan tempat hidup berbagai mikroorganisme, tumbuhan, dan
tempat berinteraksinya makhluk hidup lainnya. Tanah sebagian besar digunakan
sebagai lahan pertanian. Lahan pertanian semakin tahun semakin menurun,
sehingga menyebabkan hasil produksi dari tanaman semakin menurun. Untuk
meningkatkan hasil produksi kebanyakan petani menggunakan pupuk anorganik,
dimana pupuk anorganik ini dapat menurunkan kesuburan tanah dan berdampak
negatif bagi lingkungan. Solusi dari permasalahan ini yaitu dengan memberikan
pupuk alam tepung tulang sebagai sumber unsur hara fosfor (P) dan Calsium (Ca),
dan pemberian cendawan mikoriza sebagai pengikat P dengan indikator tanaman
sawi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui interaksi antara pemberian
tepung tulang dan cendawan mikoriza arbuskular terhadap ketersediaan P tanah,
serapan P dan pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian menggunakan Rancangan
Acak Lengkap faktorial (dua faktor) dengan faktor pertama adalah dosis tepung
tulang terdiri dari 4 taraf yaitu T0 (0mg/polibag), T1 (10mg/polibag), T2
(25mg/polibag), dan T3 (40mg/polibag). Faktor kedua adalah dosis inokulum
mikoriza arbuskular yang terdiri dari 4 taraf yaitu M0 (0g/polibag), M1
(1,5g/polibag), M2 (3g/polibag), M3 (4,5g/polibag) yang terdiri dari 16 kombinasi
diulang sebanyak 3 kali sehingga total unit percobaan adalah 48 unit. Variabel
penelitian yang diamati yaitu P tersedia tanah (metode Olsen), derajat infeksi
mikoriza (metode pewarnaan), serapan p (metode pengekstrakan), berat basah
akar dan tajuk (metode penimbangan), luas daun (metode pengukuran), dan berat
kering tajuk (metode penimbangan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kombinasi tepung tulang dan cendawan mikoriza tidak terdapat pengaruh
interaksi, namun pada faktor tunggal tepung tulang memberikan pengaruh
terhadap luas daun dan serapan P tanaman sawi dengan dosis 40 mg dan
pemberian cendawan mikoriza berpengaruh terhadap luas daun, bobot basah akar
dan tajuk, bobot kering tajuk, serapan P dan derajat infeksi mikoriza, tetapi tidak
berpengaruh terhadap ketersediaan P tanah.Dosen Pembimbing utama : Dr. Ir. Bambang Hermiyanto, M.
Gambaran Perilaku Caring Perawat Menurut Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia Berbasis Teka- Teki Silang Kearifan Lokal Jember Untuk Siswa Kelas Tinggi Sekolah Dasar
Validasi unggah file repositori_Ratna
Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 April 2022_KurnadiBahan ajar merupakan salah satu bagian penting dalam pembelajaran
selama ini. Banyak bahan ajar yang diperuntukkan bagi siswa masih bersifat
umum. Kebanyakan bahan ajar yang ada masih belum memuat keadaan
lingkungan sekitar siswa seperti kearifan lokal. Hasil wawancara dengan guru
SDN Kepatihan 03 Jember, bahan ajar yang digunakan selama pembelajaran tidak
memuat kearifan lokal, khususnya kearifan lokal Jember. Hasil wawancara
dengan beberapa siswa SDN Kepatihan 03 Jember, kurangnya pemahaman siswa
terhadap lingkungan sekitar terkait kearifan lokal, minimnya pengenalan kearifan
lokal kepada siswa dengan bantuan permainan. Oleh karena itu, perlu dilakukan
penelitian pengembangan bahan ajar bahasa Indonesia berbasis teka-teki silang
kearifan lokal Jember.
Berdasarkan beberapa masalah yang ditemukan, maka rumusan masalah
dalam penelitian ini yaitu bagaimana proses pengembangan dan hasil
pengembangan bahan ajar bahasa Indonesia berbasis teka-teki silang kearifan
lokal Jember untuk siswa kelas tinggi sekolah dasar. Berdasarkan rumusan
masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses
pengembangan dan menghasilkan suatu produk pengembangan berupa bahan ajar
bahasa Indonesia dengan teka-teki silang kearifan lokal Jember untuk kelas tinggi
sekolah dasar.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan
model pendekatan Design Based Research (DBR) yang mengadopsi dari 6 model
fase oleh Peffer dkk. dalam Permata dkk, (2016) dengan sedikit penyesuaian
sesuai konteks yang dibutuhkan. Penelitian dilakukan di SDN Kepatihan 01
Jember dan SDN Gebang 04 Jember. Teknik pengumpulan data menggunakan tes
hasil belajar dan wawancara. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar
hasil validasi dan angket respon siswa.Dosen Pembimbing Utama : Dra. Suhartiningsih, M.Pd.
Dosen Pembimbing Utama : Zetti Finali, S.Pd., M.P
Respon Cendawan Entomopatogen Paecilomyces Fumosoroseus Pada Kondisi Cekaman Faktor Kekeringan
The entomopathogenic fungus Paecilomyces fumosoroseus (common name: Isaria fumosorosea)
can utilize to control white fly population. Bemisia tabaci or white fly has become key pest in
soybean cultivation. It reported became resistance due to chemical pesticide. Some of new strain
has been emerge as chemical pesticide resultant However, to develop P. fumosoroseus as
biopesticide hide a problem. The environmental drought factor (temperature and water stress)
become major problem. This research aimed to determine effect of environmental factor like
temperature and water stress to growth and effectivity of P. fumosoroseus, due to selection an
isolat were persist to drought factor. In this research has been used two different isolat of P.
fumosoroseus, that is Wirowongso 1 and Mumbulsari 5 isolates. Conduct with five different
treatment. First is a growth test under temperature stress, in vitro germination test under
temperature stress and in vitro germination test under water stress, and for the last is virulence test
under temperature and under water stress. The result showed that the increase a temperature and of
water stress, directly make decreased of growth, germination and effectively. That effect has made
different effect to growth, germination and effectivity on both isolat. According to all test result
showed if the isolat WR 1 more persist to each drought factor. It became more valuable to develop
as biopesticide among other
Karakterisasi Struktur Stomata Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.) Yang Terpapar Polusi Asap Industri Pabrik Gula Semboro Serta Pemanfaatannya Sebagai Poster
Pencemaran udara adalah masuknya zat-zat pencemar (baik berupa gas
maupun partikel) ke dalam udara. Salah satu contoh pencemaran udara
bersumber dari pabrik pengolahan gula. Bahan-bahan pencemar tersebut diduga
dapat mempengaruhi karakteristik struktur stomata daun jambu biji (Psidium
guajava L.).
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh asap pabrik pengolahan
gula terhadap karakteristik stomata daun jambu biji (Psidium guajava L.) serta
memproduksi poster yang tervalidasi berdasarkan hasil penelitian karakterisasi
struktur stomata daun jambu biji (Psidium guajava L.) yang terpapar asap
pabrik pengolahan gula. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
eksploratif serta uji validasi kelayakan terhadap produk penelitian. Pengukuran
faktor abiotik dilakukan di dua lokasi yaitu Pabrik Pengolahan Gula di Semboro
dan Fakultas Kedokteran UNEJ yang meliputi pengukuran suhu, kelembapan
udara, kecepatan angin, dan intensitas cahaya. Pengamatan stomata daun
didasarkan pada lima parameter pengamatan yaitu bentuk, tipe, ukuran,
distribusi dan kerapatan Setelah itu dilanjutkan dengan uji validasi terhadap
produk oleh dua validator.
Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan hasil bahwa struktur stomata
pada daun jambu biji (Psidium guajava L.) terpapar asap pabrik pengolahan
gula memiliki karakter sebagai berikut. Sel penutup/penjaga stomata berbentuk
seperti ginjal dengan tipe anomositik. Memiliki ukuran stomata sedikit lebih
kecil dibandingkan dengan stomata daun jambu biji tidak terpapar, namun masih tergolong kedalam kategori ukuran stomata yang sama. Stomata
terdistribusi pada satu permukaan daun saja, sehingga daun tergolong tipe
hipostomatous. Kerapatan stomata daun jambu biji tergolong kedalam kategori
kerapatan tinggi. Hal ini disebabkan karena banyaknya bahan pencemar di
udara.
Hasil penelitian dimanfaatkan sebagai poster dengan rerata nilai validasi
sebesar 80,68%. Berdasarkan rata-rata yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa
produk poster yang disusun layak dijadikan sebagai media informasi untuk
masyarakat.Dr. Ir. Imam Mudakir, M.Si ; Dosen Pembimbing
Kamalia Fikri, S.Pd., M.P
Laju Deoksigenasi dan Reoksigenasi Sungai Bedadung (Studi Kasus di Desa Tamansari dan Desa Lojejer, Jember)
Sungai Bedadung merupakan salah satu sungai utama yang berada di DAS Bedadung dan terletak
di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Indonesia. Akibat penggunaan lahan oleh penduduk sekitar sungai,
banyak saluran drainase yang membuang pencemar nonpoint source ke badan air dari kegiatan industri,
domestik dan pertanian. BOD dan DO adalah dua parameter penting yang dapat menggambarkan
kesehatan air sungai. BOD digunakan untuk menggambarkan konsentrasi pencemar organik yang ada
% '
$
deoksigenasi dan reoksigenasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis laju deoksigenasi
dan reoksigenasi di Sungai Bedadung ruas desa Tamansari dan Desa Lojejer Jember. Pengukuran lapang
terdiri atas pengukuran debit, temperature dan DO Sungai Bedadung di empat titik pantau (BDG01, BDG02,
BDG03, and BDG04), sedangkan pengukuran BOD
dan long-term BOD (hari ke-2,4,6,8,10) dilakukan
secara laboratorium. Laju deoksigenasi dan reoksigenasi ditentukan menggunakan persamaan empiris
lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa debit Sungai Bedadung sebesar 6.466 m
5
/
det, DO 7.008 mg/L, dan BOD 0.928 mg/L. Nilai laju deoksigenasi dan reoksigenasi diperoleh masingmasing
sebesar 0.975 mg/L.hari dan 1.051 mg/L.hari. Besar laju reoksigenasi lebih besar dibandingkan
laju
deoksigenasi sehingga dapat disimpulkan bahwa Sungai Bedadung masih mampu meningkatkan
konsentrai
DO dan mereduksi pencemar organik