Universitas Jember

UNEJ Repository
Not a member yet
    75643 research outputs found

    Analisis Yuridis Putusan Hakim Tentang Bebasnya Terdakwa Dari Semua Dakwaan Penuntut Umum Dalam Tindak Pidana Narkotika Putusan Mahkamah Agung No 261/Pid.sus/2015/PN.kbj

    No full text
    Tindak pidana narkotika adalah tindak pidana penyalahgunaan narkotika tanpa hak atau melawan hukum selain yang ditentukan dalam undang-undang. Hakim dalam memeriksa suatu perkara pidana yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika harus mampu membedakan kualifikasi yang tepat mengenai tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa.. Apakah kualifikasi tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa termasuk dalam Pasal 112 ayat (1) jo. Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Permasalahan pertama ialah kualifikasi tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa berdasarkan Putusan Nomor 261/Pid.Sus/2015/PN-Kbj. Permasalahan kedua adalah apakah putusan hakim yang menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 114 ayat (1) jo. Pasal 112 ayat (1) jo. Pasal 127 ayat (1) huruf a jo. Pasal 131 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika masih dapat dikenakan kepada terdakwa. Tujuan penulis yang pertama untuk mengetahui dan memahami kualifikasi tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa berdasarkan Putusan Nomor 261/Pid.Sus/2015/PN-Kbj. Kedua, untuk mengetahui dan memahami apakah putusan hakim yang menyatakan terdakwa Pasal 114 ayat (1) jo. Pasal 112 ayat (1) jo. Pasal 127 ayat (1) huruf a jo. Pasal 131 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika masih dapat dikenakan kepada terdakwa. Kedua permasalahan tersebut akan penulis analisis menggunakan metode penelitian hukum. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum (legal research), sedangkan penulis menggunakan pendekatan perundang undangan (statue opprouch) dan pendekatan konseptual (conceptual approuch). Bahan hukum penulis dalam penelitian skripsi ini menggunakan bahan baku primer dan bahan baku sekunder. Sumber bahan hukum primer berasal dari peraturan perundang-undangan dan putusan hakim, sedangkan sumber bahan hukum sekunder berasal dari buku-buku hukum dan jurnal hukum. Analisis bahan hukum yang digunakan oleh penulis yaitu metode deduktif dimana pengambilan kesimpulan dari pembahasan bersifat umum ke khusus sehingga penulis menemukan jawaban atas rumusan masalah, kemudian dapat memberikan preskripsi mengenai apa yang seharusnya. Hasil penelitian penulis berdasarkan Putusan Nomor 261/Pid.Sus/2015/PN-Kbj, Pertimbangan hakim dalam putusannya Nomor 261/Pen.Pid/ 2015/PN. Kbj menyatakan bahwa terdakwa tidak memenuhi unsur unsur seluruh pasal-pasal yang didakwakan kepada terdakwa, sehingga terdakwa dibebaskan karena tidak terdapat unsur dari pasal-pasal yang didakwakan, terutama unsur “dengan sengaja” tidak melapor tentang terjadinya tindak pidana narkotika. Majelis hakim fakta-fakta yang ditemukan oleh hakim dengan berdasarkan teori kesengajaan, yaitu teori willen en wetten, mempertimbangkan bahwa terdakwa tidak mengetahui dan tidak menghendaki terjadinya tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh teman-teman terdakwa yang membeli, menggunakan narkotika; Saran penulis dalam penulisan skripsi ini ialah penuntut umum dalam surat dakwaannya seharusnya lebih cermat, jelas dan lengkap dalam mengkualifikasikan tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa yang di sesuaikan dengan fakta di persidangan. Keadilan dalam hukum pidana seyogiyanya bukan hanya melindungi hak- hak korban dan saksi saja akan tetapi juga melindungi hak-hak terdakwa. Kedua, Hakim dalam memutus suatu perkara pidana seharusnya memberikan pertimbangan hukum atau ratio decidenci yang lengkap dan tepat, agar terciptanya kepastian hukum yang jelas dan rasa keadilan untuk semua pihak, bukan hanya untuk korban dan saksi saja melainkan juga untuk terpidana, karena hakim memiliki kewenangan dan tugas yang sangat besar dan menuntut tanggung jawab yang tinggi.Samsudi, S.H., M.H (Dosen Pembimbing) Dina Tsalist Wildana, S.H.I., LL.M (Dosen Pembimbing

    Bantuan Hukum: Hak Asasi untuk Orang Miskin dan Tanggung Jawab Advokat

    No full text
    Bantuan hukum untuk orang miskin adalah hak asasi manusia yang dijamin instrumen hukum internasional dan hukum positif Indonesia. Advokat oleh undangundang diwajibkan memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada mereka yang tidak mampu untuk membayar jasanya dan kewajiban ini adalah kewajiban hukum, secara hukum harus dilakukan oleh Advokat. Berdasarkan latar belakang tersebut, dua isu dibahas dalam penelitian ini, yaitu apa konsep bantuan hukum sebagai hak asasi manusia dan bagaimana kewajiban Advokat untuk memberikan bantuan hukum? Menggunakan tipe penelitian hukum doktrinal, penelitian ini mendapatkan dua simpulan. Pertama, bantuan hukum sebagai hak asasi yang telah dijamin oleh hukum positif berkedudukan sebagai hak hukum dan orang miskin memiliki hak hukum untuk memperolehnya. Kedua, kewajiban Advokat memberikan bantuan hukum adalah kewajiban hukum, tetapi karena diatur dalam norma lex imperfecta, tidak ada sanksi bagi Advokat yang melanggar kewajibannya. Pada waktu yang akan datang, pada pengggantian atau perubahan undang-undang Advokat harus ditetapkan sanksi untuk pelanggaran kewajiban memberikan bantuan hukum untuk menjamin efektivitas pelaksanaannya

    Optimasi Maltodekstrin dan Gliserin Dalam Sediaan Fast Dissolving Buccal Film Granisetron Hcl

    No full text
    Salah satu efek samping yang paling mengganggu pada pasien kanker yang menjalai kemoterapi adalah mual dan muntah. Efek samping ini menyebabkan banyak pasien enggan untuk melanjutkan pengobatan. Efek samping ini sebenarnya dapat dikendalikan dengan obat antimual contohnya Granisetron HCl. Granisetron HCl merupakan obat anti mual yang paling kuat dan selektif dalam menghambat reseptor 5-HT3. Salah satu rute pemberian obat yang efektif pada pasien kanker yang mengalami mual muntah pada saat menjalani kemoterapi adalah rute buccal. Granisetron HCl masuk ke dalam BCS kelas III yaitu memiliki permeabilitas rendah dan kelarutan tinggi. Bioavailabilitas obat juga rendah yaitu 60% sehingga menjadikannya kandidat yang cocok diberikan dalam rute buccal. Salah satu jenis sediaan pada pemberian obat pada rute buccal adalah sediaan fast dissolving buccal film. Hal ini desebabkan karena penggunaannya yang mudah serta bioavailabilitas yang lebih baik apabila dibandingkan dengan tablet konvensional. Salah satu bahan pembentuk film adalah polimer dan plasticizer yang pemilihannya akan mempengaruhi kekuatan dari sediaan film yang dibuat. Pemilihan polimer maltodekstrin dan plasticizer gliserin dengan komposisi yang tepat dapat menghasilkan sediaan film yang transparan, fleksibel, rata, memiliki ketebalan yang seragam, dan terdisintegrasi serta terdisolusi dengan segera. Optimasi perlu dilakukan untuk mencapai hal tersebut, sehingga pada penelitian ini dilakukan optimasi perbandingan jumlah terbaik antara polimer maltodekstrin dan plasticizer gliserin untuk mendapatkan sediaan fast dissolving buccal film Granisetron HCl dengan formula yang optimal. Terdapat beberapa pengujian yang dapat dilakukan untuk penentuan formula optimum pada sediaan fast dissolving buccal film Granisetron HCl. Pengujian tersebut meliputi pengujian organoleptis, pengujian keseragaman ketebalan, pengujian keseragaman bobot, pengujian ketahanan lipat, pengukuran pH sediaan, uji disolusi in vitro, uji waktu disintegrasi, dan uji swelling index. viii Data yang didapat dari uji disolusi in vitro, uji waktu disintegrasi, dan uji swelling index dianalisis menggunakan desain faktorial. Pengujian FTIR juga dilakukan untuk melihat apakah ada interaksi antar komposisinya. Formula yang diajukan yaitu F1, FA, FB dan FAB didapatkan FAB sebagai formula yang paling optimum. Komposisi optimum dari maltodekstrin dan gliserin pada sediaan fast dissolving buccal film Granisetron HCl pada penelitian ini secara berurutan adalah 600 mg dan 250 mg. Nilai respon yang didapatkan adalah 33,292 untuk swelling index; 90,333 detik untuk waktu disintegrasi; dan 104,123% untuk disolusi. Hasil dari karakterisasi sediaan fast dissolving buccal film Granisetron HCl pada penelitian ini dengan formula optimum didapatkan nilai ketiga respon yaitu nilai swelling index 32,999; waktu disintegrasi 93,333 detik; dan disolusi 104,147%. Hasil pengujian FTIR juga menunjukkan tidak terdapat interaksi dari metabolit aktif Granisetron HCl dengan eksipien lainnya.Dosen Pembimbing Utama : apt. Lusia Oktora Ruma Kumala Sari, S.F., M.Sc., Dosen Pembimbing Anggota : apt. Dr. Budipratiwi W., S.Farm., M.S

    Impact of Culture, Brand Image and Price on Buying Decisions: Evidence From East Java, Indonesia

    No full text
    The marketing strategy phenomenon improves significantly, narrowing from a general to a specific cultural ethnicity base and from variable to dimension analysis. This study examines the impact of culture, brand image and price on buying decisions. The study population comprised retail consumers in the sampled area of Situbondo, East Java, Indonesia. A multi-stage sampling technique was used to derive a sample of 112 respondents as a primary data source – descriptive statistics allows for the demographic characteristics of retail consumers in East Java, Indonesia. Surprisingly, the data showed that gender involvement in buyer decision-making was dominant. Most retail customers were identified as private-sector employees and indicated for higher income earners. Responses were then analyzed using multiple linear regressions to answer the research hypotheses. The results showed that Hofstede’s culture dimension and the brand image and price significantly affected consumer buying decisions at retail stores in East Java, Indonesia. Regarding the strength of Islamic culture in East Java, price was the primary consideration in buying decisions. Further research, preferably using ethnographic approaches with an emphasis on qualitative research, is needed to investigate the implications of these relationship

    Studi Kualitatif Pada Penggunaaan Sistem Informasi Data Korporasi Jasa Raharja (Dasi-Jr) (Studi Kasus : PT. Asuransi Jasa Raharja (Persero) Cabang Jember)

    No full text
    Jasa Raharja merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang asuransi sosial. Tahun 2008, Jasa Raharja mulai menerapkan sistem informasi berbasis website bernama Data Korporasi Jasa Raharja (DASIJR). DASI-JR merupakan suatu sistem informasi terpadu dan terintegrasi yang berkemampuan untuk menunjang seluruh kegiatan operasional di Jasa Raharja. DASI-JR mulai diterapkan di kantor cabang Jember pada tahun 2009. Berdasarkan hasil pra-wawancara terhadap karyawan Jasa Raharja Cabang Jember, diketahui bahwa beberapa karyawan belum merasakan manfaat spesifik selama menggunakan DASI-JR. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja DASI-JR dan mengkaji secara mendalam manfaat penggunaan dan implikasi DASI-JR terhadap kinerja pelayanan asuransi di Jasa Raharja. Pengkajian secara mendalam pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus yang dilakukan dengan mengadakan wawancara semi-terstruktur kepada informan yang dalam penelitian ini merupakan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penggunaan DASI-JR. Hasil dari wawancara kepada informan akan dianalisis menggunakan thematic analysis yang menganalisis secara mendalam dan menyeluruh untuk menemukan tema. Selanjutnya, data yang telah dianalisis akan diuji keabsahannya dengan menggunakan teknik triangulasi data untuk memastikan bahwa data yang diperoleh sudah benar dan sesuai dengan kenyataan. Hasil dari pengkajian secara mendalam terhadap DASI-JR ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi pengguna DASI-JR tentang manfaat penggunaan dan implikasi pada penggunaan DASI-JR

    Pengaruh Pemberian Tepung Tulang Pada Tanaman Sawi Brassica Juncea L.Bermikoriza Arbuskular Terhadap Serapan P dan Pertumbuhan Tanaman

    No full text
    Validasi unggah file repositori_Arini Finalisasi unggah file repositori tanggal 17 Mei 2022_KurnadiPengaruh Pemberian Tepung Tulang pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Bermikoriza Arbuskular Terhadap Serapan P dan Pertumbuhan Tanaman, Bangkit Maria Nababan; 171510501208; 2021; Program Studi Agroteknologi; Fakultas Pertanian; Universitas Jember. Tanah merupakan tempat hidup berbagai mikroorganisme, tumbuhan, dan tempat berinteraksinya makhluk hidup lainnya. Tanah sebagian besar digunakan sebagai lahan pertanian. Lahan pertanian semakin tahun semakin menurun, sehingga menyebabkan hasil produksi dari tanaman semakin menurun. Untuk meningkatkan hasil produksi kebanyakan petani menggunakan pupuk anorganik, dimana pupuk anorganik ini dapat menurunkan kesuburan tanah dan berdampak negatif bagi lingkungan. Solusi dari permasalahan ini yaitu dengan memberikan pupuk alam tepung tulang sebagai sumber unsur hara fosfor (P) dan Calsium (Ca), dan pemberian cendawan mikoriza sebagai pengikat P dengan indikator tanaman sawi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui interaksi antara pemberian tepung tulang dan cendawan mikoriza arbuskular terhadap ketersediaan P tanah, serapan P dan pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial (dua faktor) dengan faktor pertama adalah dosis tepung tulang terdiri dari 4 taraf yaitu T0 (0mg/polibag), T1 (10mg/polibag), T2 (25mg/polibag), dan T3 (40mg/polibag). Faktor kedua adalah dosis inokulum mikoriza arbuskular yang terdiri dari 4 taraf yaitu M0 (0g/polibag), M1 (1,5g/polibag), M2 (3g/polibag), M3 (4,5g/polibag) yang terdiri dari 16 kombinasi diulang sebanyak 3 kali sehingga total unit percobaan adalah 48 unit. Variabel penelitian yang diamati yaitu P tersedia tanah (metode Olsen), derajat infeksi mikoriza (metode pewarnaan), serapan p (metode pengekstrakan), berat basah akar dan tajuk (metode penimbangan), luas daun (metode pengukuran), dan berat kering tajuk (metode penimbangan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tepung tulang dan cendawan mikoriza tidak terdapat pengaruh interaksi, namun pada faktor tunggal tepung tulang memberikan pengaruh terhadap luas daun dan serapan P tanaman sawi dengan dosis 40 mg dan pemberian cendawan mikoriza berpengaruh terhadap luas daun, bobot basah akar dan tajuk, bobot kering tajuk, serapan P dan derajat infeksi mikoriza, tetapi tidak berpengaruh terhadap ketersediaan P tanah.Dosen Pembimbing utama : Dr. Ir. Bambang Hermiyanto, M.

    Gambaran Perilaku Caring Perawat Menurut Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia Berbasis Teka- Teki Silang Kearifan Lokal Jember Untuk Siswa Kelas Tinggi Sekolah Dasar

    No full text
    Validasi unggah file repositori_Ratna Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 April 2022_KurnadiBahan ajar merupakan salah satu bagian penting dalam pembelajaran selama ini. Banyak bahan ajar yang diperuntukkan bagi siswa masih bersifat umum. Kebanyakan bahan ajar yang ada masih belum memuat keadaan lingkungan sekitar siswa seperti kearifan lokal. Hasil wawancara dengan guru SDN Kepatihan 03 Jember, bahan ajar yang digunakan selama pembelajaran tidak memuat kearifan lokal, khususnya kearifan lokal Jember. Hasil wawancara dengan beberapa siswa SDN Kepatihan 03 Jember, kurangnya pemahaman siswa terhadap lingkungan sekitar terkait kearifan lokal, minimnya pengenalan kearifan lokal kepada siswa dengan bantuan permainan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian pengembangan bahan ajar bahasa Indonesia berbasis teka-teki silang kearifan lokal Jember. Berdasarkan beberapa masalah yang ditemukan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana proses pengembangan dan hasil pengembangan bahan ajar bahasa Indonesia berbasis teka-teki silang kearifan lokal Jember untuk siswa kelas tinggi sekolah dasar. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan menghasilkan suatu produk pengembangan berupa bahan ajar bahasa Indonesia dengan teka-teki silang kearifan lokal Jember untuk kelas tinggi sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model pendekatan Design Based Research (DBR) yang mengadopsi dari 6 model fase oleh Peffer dkk. dalam Permata dkk, (2016) dengan sedikit penyesuaian sesuai konteks yang dibutuhkan. Penelitian dilakukan di SDN Kepatihan 01 Jember dan SDN Gebang 04 Jember. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dan wawancara. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar hasil validasi dan angket respon siswa.Dosen Pembimbing Utama : Dra. Suhartiningsih, M.Pd. Dosen Pembimbing Utama : Zetti Finali, S.Pd., M.P

    Respon Cendawan Entomopatogen Paecilomyces Fumosoroseus Pada Kondisi Cekaman Faktor Kekeringan

    No full text
    The entomopathogenic fungus Paecilomyces fumosoroseus (common name: Isaria fumosorosea) can utilize to control white fly population. Bemisia tabaci or white fly has become key pest in soybean cultivation. It reported became resistance due to chemical pesticide. Some of new strain has been emerge as chemical pesticide resultant However, to develop P. fumosoroseus as biopesticide hide a problem. The environmental drought factor (temperature and water stress) become major problem. This research aimed to determine effect of environmental factor like temperature and water stress to growth and effectivity of P. fumosoroseus, due to selection an isolat were persist to drought factor. In this research has been used two different isolat of P. fumosoroseus, that is Wirowongso 1 and Mumbulsari 5 isolates. Conduct with five different treatment. First is a growth test under temperature stress, in vitro germination test under temperature stress and in vitro germination test under water stress, and for the last is virulence test under temperature and under water stress. The result showed that the increase a temperature and of water stress, directly make decreased of growth, germination and effectively. That effect has made different effect to growth, germination and effectivity on both isolat. According to all test result showed if the isolat WR 1 more persist to each drought factor. It became more valuable to develop as biopesticide among other

    Karakterisasi Struktur Stomata Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.) Yang Terpapar Polusi Asap Industri Pabrik Gula Semboro Serta Pemanfaatannya Sebagai Poster

    No full text
    Pencemaran udara adalah masuknya zat-zat pencemar (baik berupa gas maupun partikel) ke dalam udara. Salah satu contoh pencemaran udara bersumber dari pabrik pengolahan gula. Bahan-bahan pencemar tersebut diduga dapat mempengaruhi karakteristik struktur stomata daun jambu biji (Psidium guajava L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh asap pabrik pengolahan gula terhadap karakteristik stomata daun jambu biji (Psidium guajava L.) serta memproduksi poster yang tervalidasi berdasarkan hasil penelitian karakterisasi struktur stomata daun jambu biji (Psidium guajava L.) yang terpapar asap pabrik pengolahan gula. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif serta uji validasi kelayakan terhadap produk penelitian. Pengukuran faktor abiotik dilakukan di dua lokasi yaitu Pabrik Pengolahan Gula di Semboro dan Fakultas Kedokteran UNEJ yang meliputi pengukuran suhu, kelembapan udara, kecepatan angin, dan intensitas cahaya. Pengamatan stomata daun didasarkan pada lima parameter pengamatan yaitu bentuk, tipe, ukuran, distribusi dan kerapatan Setelah itu dilanjutkan dengan uji validasi terhadap produk oleh dua validator. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan hasil bahwa struktur stomata pada daun jambu biji (Psidium guajava L.) terpapar asap pabrik pengolahan gula memiliki karakter sebagai berikut. Sel penutup/penjaga stomata berbentuk seperti ginjal dengan tipe anomositik. Memiliki ukuran stomata sedikit lebih kecil dibandingkan dengan stomata daun jambu biji tidak terpapar, namun masih tergolong kedalam kategori ukuran stomata yang sama. Stomata terdistribusi pada satu permukaan daun saja, sehingga daun tergolong tipe hipostomatous. Kerapatan stomata daun jambu biji tergolong kedalam kategori kerapatan tinggi. Hal ini disebabkan karena banyaknya bahan pencemar di udara. Hasil penelitian dimanfaatkan sebagai poster dengan rerata nilai validasi sebesar 80,68%. Berdasarkan rata-rata yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa produk poster yang disusun layak dijadikan sebagai media informasi untuk masyarakat.Dr. Ir. Imam Mudakir, M.Si ; Dosen Pembimbing Kamalia Fikri, S.Pd., M.P

    Laju Deoksigenasi dan Reoksigenasi Sungai Bedadung (Studi Kasus di Desa Tamansari dan Desa Lojejer, Jember)

    No full text
    Sungai Bedadung merupakan salah satu sungai utama yang berada di DAS Bedadung dan terletak di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Indonesia. Akibat penggunaan lahan oleh penduduk sekitar sungai, banyak saluran drainase yang membuang pencemar nonpoint source ke badan air dari kegiatan industri, domestik dan pertanian. BOD dan DO adalah dua parameter penting yang dapat menggambarkan kesehatan air sungai. BOD digunakan untuk menggambarkan konsentrasi pencemar organik yang ada % ' $ deoksigenasi dan reoksigenasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis laju deoksigenasi dan reoksigenasi di Sungai Bedadung ruas desa Tamansari dan Desa Lojejer Jember. Pengukuran lapang terdiri atas pengukuran debit, temperature dan DO Sungai Bedadung di empat titik pantau (BDG01, BDG02, BDG03, and BDG04), sedangkan pengukuran BOD dan long-term BOD (hari ke-2,4,6,8,10) dilakukan secara laboratorium. Laju deoksigenasi dan reoksigenasi ditentukan menggunakan persamaan empiris lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa debit Sungai Bedadung sebesar 6.466 m 5 / det, DO 7.008 mg/L, dan BOD 0.928 mg/L. Nilai laju deoksigenasi dan reoksigenasi diperoleh masingmasing sebesar 0.975 mg/L.hari dan 1.051 mg/L.hari. Besar laju reoksigenasi lebih besar dibandingkan laju deoksigenasi sehingga dapat disimpulkan bahwa Sungai Bedadung masih mampu meningkatkan konsentrai DO dan mereduksi pencemar organik

    6,632

    full texts

    75,643

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNEJ Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇