75643 research outputs found
Sort by
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Penelitian dengan Pendekatan STEM untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kombinatorial Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Terkait Pewarnaan Pelangi Anti Ajaib
Finalisasi unggah file repositori tanggal 21 April 2022_KurnadiPembelajaran pada abad ke 21 telah memasuki era revolusi industry 4.0 dimana dalam proses pembelajaran telah dipermudah dengan menggunakan bantuan teknologi. Pendekatan pembelajaran di sekolah semakin berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu pendekatan yang digunakan ialah pendekatan STEM. Pembelajaran berbasis STEM memfokuskan siswa untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sahari-hari dengan bantuan ilmu sains, teknologi, teknik, dan matematika. Pembelajaran berbasis penelitian merupakan model pembelajaran yang dikaitkan dengan kegiatan analisis, sintesis, dan evaluasi, serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dan dosen dalam hal asimilasi dan penerapan pengetahuan. Pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran berbasis penelitian membantu mahasiswa dalam mengembangkan berbagai keterampilan berpikir matematis. Salah satu keterampilan berpikir matematis tersebut ialah keterampilan berpikir kombinatorial. Berpikir kombinatorial adalah proses untuk mendapatkan beberapa solusi untuk pemecahan masalah diskrit. Keterampilan berpikir kombinatorial dibutuhkan untuk mencari solusi dari sebuah permasalah graf. Mahasiswa menggunakan keterampilan berpikir kombinatorial untuk mencari berbagai kemungkinan solusi dari permasalahan tersebut secara sistematis dan berusaha untuk memastikan bahwa hasil yang telah diperoleh sudah benar dan dapat dipertangung jawabkan. Cabang matematika yang dipilih dalam penelitian ini adalah teori graf khususnya kajian pewarnaan pelangi antiajaib.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kombinatorial mahasiswa yang menggunakan perangkat pembelajaran berbasis riset dengan pendekatan STEM. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixed method). Subyek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika Universitas Jember. Jumlah mahasiswa dalam kelas kontrol adalah 13 mahasiswa dan kelas eksperimen adalah 12 mahasiswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kerja mahasiswa, tes keterampilan berpikir kombinatorial, lembar observasi, lembar validasi, dan lembar wawancara.
Perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria-kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran tersebut disusun menggunakan langkah-langkah pembelajaran berbasis penelitian yang diintegrasikan dengan empat elemen dalam pendekatan STEM yaitu sains, teknologi, teknik, dan matematika. Pengembangan perangkat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kombinatorial mahasiswa, sehingga perangkat juga disusun berdasarkan indikator-indikator keterampilan berpikir kombinatorial.
Uji T dua sampel bebas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata nilai tes keterampilan berpikir kombinatorial dari kedua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas ekperimen. Berdasarkan hasil uji T dua sampel pada hasil pre-test dan post-test, menunjukkan bahwa pada tahap pre-test tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai tes keterampilan berpikir kombinatorial dari mahasiswa kelas kontrol dan mahasiswa kelas eksperimen dikarenakan nilai p.value yang diperoleh 0,6245>0,05. Sedangkan pada tahap post-test terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai tes keterampilan berpikir kombinatorial dari mahasiswa kelas kontrol dan mahasiswa kelas eksperimen dikarenakan nilai p.value yang diperoleh 0,0336<0,05. Dari kedua uji ini didapatkan bahwa penggunaan perangkat pembelajaran yang dikembangkan pada kelas eksperimen terbukti dapat meningkatkan keterampilan berpikir kombinatorial mahasiswa secara signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran berbasis penelitian dengan pendekatan STEM dapat meningkatkan keterampilan berpikir kombinatorial mahasiswa.Prof. Drs. Dafik, M.Sc.,Ph.D (Dosen Pembimbing)
Prof Drs. I Made Tirta, M. Sc.,Ph D.(Dosen Pembimbing
Pengembangan Model Inkuiri Terbimbing Dengan Unsur Metode Sorogan Untuk Pembelajaran Ipa Siswa Mts
Hasil uji validitas meliputi validitas silabus mencapai 85,7% dengan kategori
sangat valid, validitas RPP mencapai 87,5% dengan kategori sangat valid,
validitas soal tes mencapai 85,2% dengan kategori sangat valid, validitas buku
pengantar pembelajaran mencapai 80,0% dengan kategori valid, dan validitas
keterbacaan MAI mencapai 80,0% dengan kategori valid, sehingga model inkuiri
terbimbing dengan unsur metode sorogan valid untuk pembelajaran IPA siswa
MTs
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intelectually Repetition ( Air ) Berbasis Learning Community Terhadap Kreativitas Siswa Pada Pokok Bahasan Persamaan Garis Lurus DI MTS Negeri 1 Lumajang
Matematika merupakan ide-ide abstrak yang diberi simbol-simbol itu
tersusun secara hirarkis dan penalarannya deduktif, sehingga belajar matematika
itu merupakan kegiatan mental yang tinggi (Hudojo, 1998). Matematika yang
bersifat abstrak menyebabkan kesulitan tersendiri yang harus dihadapi oleh siswa
untuk mempelajarinya dan guru untuk mengajarkannya kepada siswa. Siswa
menganggap matematika sukar dipahami dan menjadi momok yang menakutkan.
(Adre’Heck,2003) menyatakan bahwa pendidikan matematika di Indonesia
menghadapi berbagai masalah diantaranya: sebagian besar sikap siswa terhadap
matematika negatif, selain itu siswa juga menganggap matematika sulit dan
membosankan.Ketakutan siswa terhadap matematika membuat siswa menjadi
tidak memahami konsep sehingga sulit memahami ilmu matematika. Konsep
dasar pada matematika harus benar-benar dikuasai sejak awal, sebelum
mempelajari matematika lebih lanjut. Dengan memahami konsep terlebih dahulu,
siswa akan lebih mudah menerima materi pelajaran selanjutnya.
Dari hasil pengamatan dibeberapa sekolah, masih ada beberapa guru yang
menggunakan metode pembelajaran klasik berbasis behaviorisme dalam
menyajikan pelajaran. Metode ini terpusat pada guru, sehingga dominasi guru
akan menyebabkan siswa hanya mendengarkan, mencatat dan mengerjakan
latihan yang diberikan oleh guru. Pembelajaran seperti ini cenderung
membosankan. Pembelajaran yang demikian menyebabkan siswa belajar dengan
cara menghafal yang mengakibatkan tidak timbul pengertian atau pemahaman.
Selain itu, belajar matematika bagi siswa menjadi tidak bermakna, sehingga
pemahaman siswa tentang konsep matematika sangat lemah