75643 research outputs found
Sort by
Analisa Karakter Pertumbuhan dan Keberadaan Genotip Aromatik pada Tanaman Padi Galur 17 Generasi F6 Hasil Persilangan Varietas Padi Merah Wangi dan Pendok.
Padi aromatik adalah jenis padi lokal yang banyak diminati oleh masyarakat salah satunya Padi Varietas Merah Wangi dan Pendok, dikarenakan padi aromatik memiliki sifat yang menarik ketika di masak akan mengeluarkan harum daun pandan yang disebabkan oleh (2AP) 2 acetyl-1-pyroline. Namun, karakterisasi dan identifikasi molekuler padi lokal jenis tersebut belum dilakukan, sehingga perlu adanya pembuktian melalui identifikasi secara fenotipe dan genetik sifat aromatik pada padi tersebut, maka dari itu teknik moleculer breeding dimanfaatkan dalam penelelitian ini, karena berpotensi tinggi untuk memberikan keberhasilan dalam merakit varietas baru padi aromatik dengan produktivitas tinggi melalui pemanfaatan plasma nutfah padi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter pertumbuhan dan keberadaan genotip pada galur tanaman padi nomor 17 hasil persilangan varietas merah wangi dan pendok generasi F6. Penelitian ini menggunakan RAK dengan satu faktor yaitu varietas, dengan 7 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 28 satuan percobaan. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, waktu berbunga, presentase anakan produktif, jumlah gabah per malai, bobot gabah permalai, bobot 1000 bulir gabah kering panen, bobot 1000 biji, bobot gabah per hektar, dan jumlah biji bernas, serta keberadaan genotip aromatik sebagai data molekuler. Data analisa karakter pertumbuhan dianalisis dengan ANOVA serta dianalisis lanjut dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Data molekuler ditunjukkan dalam bentuk visualisasi DNA menggunakan marka Bradbury. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persilangan padi varietas Merah Wangi dan Pendok Mempengaruhi karakter agronomi pada galur 17-02-2 pada tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot 1000 biji, waktu berbunga serta persentase biji bernas pada Galur 17-20-1, jumlah anakan pada galur 17-02-2, pada bobot 1000 gabah galur 17-02-1. Sedangkan pada variabel anakan produktif tidak berpengaruh nyata terhadap variabel lainnya, dikarenakan fotosintat yang dihasilkan lebih tinggi dan proses metabolisme lebih maksimal untuk pembentukkan malai dibandingkan dengan penambahan tinggi pada suatu tanaman. Analisa Bradburry menunjukkan bahwa dari ke-duapuluh empat galur 17 generasi F6 terpilih memiliki 17 tanaman bergenotip aromatik homozigot, 4 tanaman bergenotip aromatik heterozigot, dan 3 tanaman tergolong dalam non aromatik.Dosen Pembimbing Skripsi : Wahyu Indra Duwi Fanata. SP., MSc., Ph.D
: Flood Vulnerability Assessment of Kali Welang Floodplain by Using Analytic Hierarchy Process Based Methods
Floods occur almost every year in a number of areas in the
floodplain of Kali Welang. The floods have caused loss of
materials and lives. Assessment of the vulnerability is essential for
policy making in non-structural treatment of floods. The objective
of this paper is to compute and elaborate the flood vulnerability
index in local scale to assess conditions that affect the magnitude
of flood hazards. This study identifies and evaluates the Flood
Vulnerability Index (FVI) of an area by considering the factors of
area’s exposure to floods, flood susceptibility, and flood resilience.
The Analytic Hierarchy Process (AHP) is used to formulate the
weights of each component. The values of the components were
collected from interviews with policy makers from relevant
governmental agencies. The inputs for the AHP were collected
from the respondents in a questionnaire survey. This study selected
18 relevant indicators. The FVI results show very high
vulnerability in local scale in one village and high vulnerability in
other six villages. The results of this study can be used to construct
non-structural strategies in flood mitigation by enhancing
community’s resilience toward the flood. In addition, the results
can be used for policy making process in spatial urban plannin
Pengaruh Kompensasi, Kepemimpinan Transformasional Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Turnover Intention Karyawan Tidak Tetap DI Perusahaan Daerah Air Minum (Pdam) Banyuwangi
Sumber daya manusia merupakan hal terpenting dalam suatu perusahaan karena dapat memberikan kontribusi ke arah pencapaian tujuan perusahaan secara efektif dan efisien. Perusahaan harus dapat mengelola dan memperhatikan sumber daya manusia dengan sebaik mungkin, karena sumber daya manusia adalah faktor penggerak untuk tercapainya suatu tujuan perusahaan, dimana dalam suatu perusahaan memiliki beberapa jenis karyawan, diantaranya adalah karyawan tetap dan tidak tetap. Karyawan tetap merupakan karyawan yang bekerja untuk perusahaan secara permanen, sedangkan karyawan tidak tetap merupakan karyawan yang hanya dipekerjakan ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja tambahan saja. Jika dibandingkan dengan karyawan tetap, karyawan tidak tetap cenderung memiliki hak yang lebih sedikit dibanding dengan karyawan tetap. Ada beberapa kelemahan karyawan tidak tetap diantaranya, status yang tidak jelas, gaji dan tunjangan yang terbatas, tidak ada jenjang karir, dan masa kerja terbatas, maka sangat besar kemungkinan akan munculnya turnover intention pada karyawan tidak tetap diperusahaan tersebut. Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa karyawan tidak tetap pada perusahaan daerah air minum (PDAM) banyuwangi juga memiliki keinginan untuk berpindah tempat kerja ketika kompensasi didapat tidak sesuai, memiliki pemimpin dangan gaya kepemimpinan kurang baik dan pengaruh kecerdasan emosional dari karyawan itu sendiri.
Metode penelitian ini adalah explanatory reseach dengan alat analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS. Populasi untuk penelitian ini seluruh karyawan tidak tetap pada perusahaan daerah air minum (PDAM) Banyuwangi
Strategi Pengembangan Kawasan Konservasi Mangrove Sebagai Potensi Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Prinsip Desain Ekologi (Studi Kasus: Kawasan Konservasi Mangrove Getem, Desa Mojomulyo, Kec. Puger, Kab. Jember)
Kawasan mangrove mampu memberikan perlindungan dari badai dan erosi
serta pendapatan langsung bagi masyarakat manusia melalui kegiatan wisata
(Krauss et al., 2008; Martinuzzi et al., 2009). Pada piagam pariwisa berkelanjutan
tahun 1995 ditekankan bahwa pengembangan pariwisata harus berpacu pada aspek
keberlanjutan dimana pembangunan tersebut didukung secara eklologis dalam
jangka Panjang sekaligus layak secara ekonomis dan adil secara etika sosial
masyarakat (Insula, 1995). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui strategi pengembangan kawasan konservasi mangrove Getem sebagai
potensi pariwisata berkelanjutan berbasis prinsip desain ekologi. Untuk dapat
mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan 3 (tiga) pendekatan analisis,
yaitu analisis deskriptif, analisisi heirarki proses, analisis SWOT.
Hasil dari analisis deskriptif menunjukkan bahwa kawasan penelitian
memiliki berbagai macam potensi dan juga permasalah, diantaranya terdapat
potensi untuk dikembangkannya konsep pariwisata ramah lingkungan dan juga
permasalah yang perlu diselesaikan diantaranya terdapat kawasan yang rawan
abrasi dikarenakan perahu yang bersandar. Urutan prioritas pengembangan
kawasan berdasarkan aspek pariwisata berkelanjutan menggunakan analisis AHP,
adalah: Ekologis, Ekonomi, Sosial.
Strategi pengembangan kawasan sebagai potensi pariwisata berkelanjutan
berbasis prinsip desain ekologi menggunakan analisis SWOT dan perhitungan
IFAS EFAS. Hasil analisis IFAS EFAS yang dilakukan menunjukkan bahwa posisi
strategi yang paling tepat digunakan berada pada kuadran satu. Strategi yang
digunakan pada kuadran satu adalah melakukan penerapan kebijakan yang sejalan
dengan konsep pariwisata berkelanjutan secara agresif.=== The concept of sustainable development which has been running over time adopted into the concept of sustainable tourism
(Burns & Holden, 1997). In the charter of sustainable tourism 1995 emphasized that the development of tourism must race
on the aspect of sustainability in which development is supported by ecologic in the Long term as well as economically feasible
and fair social ethics society (Insula, 1995). Need an alternative approach of tourism activity which is friendly to the
environment and can improve the welfare of the community, especially the local community. Mangrove area
to give protection from storms and erosion as well as the direct income for human society through tourism activities (Krauss
et al., 2008; Martinuzzi et al., 2009). An alternative approach purports to planning a conservation area mangrove Getem as
a potential tourism is sustainable based general principle design of ecological in Village Mojomulyo, the District of
Jember. Based on this, this research was conducted to create the tourism activities of the competitiveness and provide added
value for local communities. This research is limited to the search strategy in order to create the sustainable tourism with the
affirmation of discussion of research on the impact of the realization of the tourism area. This study uses a qualitative
descriptive approach with the use of 2 (Two) analysis approach, namely descriptive analysis to determine the identification
of the strategy and planning of the priority development of the mangrove area based on the concept of sustainable tourism
based on the principles of ecological design, analysis heirarki process to determine the priority of development based on the concept of sustainable tourism. This research is expected to be a reference Jember Regency government on policy-making in
sustainable tourism in the conservation area mangrove Getem, Kecamatan Puger, Jember Regency.Ir. Ririn Endah Badriani, S.T., M.T (Dosen Pembimbing)
Dr. Ir. Rr. Dewi Junita Koesoemowati, S.T., M.T (Dosen Pembimbing
Gambaran Pengetahuan Ibu Dalam Penanganan Diare DI Rumah Pada Balita DI TK Islam Terpadu Permata Hati Kecamatan Balung Kabupaten Jember
Diare adalah masalah kesehatan yang menyebabkan kematian tinggi pada kelompok usia dibawah 5 tahun. Pada tahun 2016 diare merupakan penyebab kematian nomor delapan yang mengakibatkan lebih dari 1,6 juta kematian dan lebih dari seperempat dari kematian akibat diare terjadi pada balita. Diare lebih rentan terjadi pada kelompok usia balita karena daya tahan tubuh balita yang masih lemah. Penyebab utama kematian pada anak dengan diare akut adalah dehidrasi. Dehidrasi adalah suatu keadaan ketika jumlah cairan yang dikeluarkan melebihi jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh. Pada saat terjadi diare terjadi peningkatan kehilangan air dan elektrolit seperti klor, sodium, potassium, dan bikarbonat melalui tinja. Dehidrasi pada balita yang mengalami diare disebabkan oleh tatalaksana yang kurang tepat baik di rumah maupun disarana kesehatan. Perawatan di rumah merupakan bagian penting dalam perawatan balita dengan diare akut. Pemberian intervensi awal dapat mengurangi komplikasi seperti dehidrasi dan malnutrisi. Pemberian rehidrasi oral secara awal dapat mengurangi kemungkinan rawat inap dan kematian yang lebih sedikit. Pengetahuan dapat menjadikan seseorang mengetahui mengenai sesuatu dan dapat diaplikasikan dalam bentuk tindakan. Ibu memainkan peranan penting dalam menjaga kesehatan keluarga.
Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan ibu dalam penanganan diare di rumah pada balita di TK Islam Terpadu Permata Hati. Rancangan penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan crossectional, penetapan sampel menggunakan cara non probability sampling dengan teknik penarikan sampel purposive sampling. Jumlah sampel yang dibutuhkan adalah sebanyak 70 sampel dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi yang sesuai ditetapkan oleh peneliti. Alat pengumpulan data yang dipakai adalah kuesioner pengetahuan dalam penanganan diare di rumah. Kuesioner tersebut disebarkan dengan google form melalui grup whatsapp. Ketika terdapat pertanyaan mengenai cara pengisian form dapat ditanyakan kepada peneliti melalui cha
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Hotel Kokoon Terhadap Gempa Berdasarkan SNI 1726 : 2019
Hotel kokoon di Banyuwangi ini merupakan gedung yang akan digunakan
sebagai hotel dimana perlu mengikuti konsep-konsep dasar bangunan tahan gempa,
karena pada wilayah Banyuwangi merupakan salah satu tempat yang berpotensi
terjadinya gempa. Berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, standar
kegempaan mengalami pembaruan yakni SNI 1726:2019. Dengan pembaharuan
standar kegempaan ini akan dilakukan evaluasi kinerja struktur gedung apakah
gedung tersebut telah memenuhi persyaratan kegempaan yang terbaru.
Pada tugas akhir ini membahas mengenai evaluasi kinerja struktur, bangunan
akan dilakukan analisis statik non-linier pushover dimana bangunan akan diberi
beban dorong pada struktur, yang kemudian secara bertahap ditingkatkan dengan
faktor pengali sampai target perpindahan tercapai atau sampai bangunan runtuh.
Adapun hasil evaluasi kinerja struktur didapatkan Level kinerja struktur
menunjukan bangunan mengalami Damage Control dimana kondisi bangunan
mengalami sedikit kerusakan dan dapat digunakan kembali setelah terjadinya
gempa. Untuk kinerja batas layan dan ultimit arah x dan y setelah dimasukkan
persamaan, bangunan masuk dalam kategori aman karena tidak melampaui syarat
yang telah ditentukan. Hasil output analisis pushover arah x didapatkan nilai
displacement maksimum 594.164mm dan base shear 18570.7489kN dan untuk arah
y didapatkan nilai displacement 564.626mm dan base shear 45721.7154kN.
Bangunan mengalami strong column weak beam dimana balok mengalami
kerusakan terlebih dahulu baru selanjutnya diikuti kolomIr. Dwi Nurtanto, S.T., M.T. : dosen pembimbing utama
Dr. Ir. Krisnamurti, M.T. : dosen pembimbing anggo
Tuberculosis pada Anak
Gejala klinis TB Anak
Gejala umum tidak khas
Demam lama tanpa sebab yang jelas 60-90% kasus
Demam tidak terlalu tinggi, naik turun
Berat badan tidak naik / bahkan turun
Dengan tatalaksana gizi tidak ada perbaikan
Anoreksia, lesu
30-Oct-21 Seminar IDI Jember 8
…..gejala klinis
Batuk lama (>= 3 minggu)
Batuk tidak selalu ada pada TB anak
TB anak di parenkim paru tidak ada reseptor
batuk
Batuk jika ada penekanan bronkus oleh KG
Pengembangan Potensi Ekonomi Desa Sidomekar Melalui Pembuatan Produk Unggulan Berupa Hand Sanitizer Berbasiskan Minyak Atsiri dari Kulit Jeruk
Penurunan daya beli konsumen pada masa pandemi Covid19 berdampak pada penurunan penjualan
bahan pangan. Hal tersebut juga termasuk buah jeruk. Kelompok Tani Desa Sidomekar Kecamatan
Semboro Kabupaten Jember merupakan salah satu wilayah di Jember yang menghasilkan buah jeruk
atau lebih dikenal dengan Jeruk Semboro. Program pengolahan dan pemanfaatan kulit jeruk dilatar
belakangi oleh permasalahan penjualan dan potensi besar kulit jeruk yang belum dimanfaatkan dengan
baik sebagai produk unggulan desa. Solusi yang ditawarkan adalah peningkatan nilai jual kulit jeruk
melalui pengolahan dan pemanfaatan kulit jeruk menjadi hand sanitizer. Namun Kelompok Tani Desa
Sidomekar tidak dapat mengolah kulit jeruk menjadi minyak atsiri dikarenakan beberapa permasalahan
yaitu belum memiliki alat ekstraksi dan sumber daya manusia yang dapat mengoperasikan alat
ekstraksi. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada
masyarakat Desa Sidomekar dalam mengolah kulit jeruk menjadi minyak atsiri agar terciptanya
pengelolaan produk unggulan desa dengan sistem manajemen yang baik dan berkelanjutan serta
meningkatkan perekonomian. Metode yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan adalah dengan
mengembangkan alat ekstraksi kulit jeruk, sosialisasi program, pelatihan penggunaan alat ekstraksi,
serta pendampingan mitra dalam produksi hand sanitizer. Program dilaksanakan pada bulan Oktober
2021 di Desa Sidomekar. Perubahan penting terhadap masyarakat yakni merubah paradigma
masyarakat dari menjual buah jeruk secara langsung menuju pengolahan kulit jeruk menjadi produk
unggulan hand sanitizer
Pembuatan Paper Soap Herbal Antiseptik Sebagai Salah Satu Sarana Pencegahan COVID-19
COVID-19 merupakan virus yang telah menyebar dan menjadi pandemi. Salah satu
upaya untuk mencegah COVID-19 adalah dengan gerakan masyarakat sehat dengan
mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Namun, kebiasaan tersebut
belum menjadi budaya yang mengakar di masyarakat sehingga dibutuhkan suatu
langkah praktis namun sistematis untuk ikut serta berperan membangun
masyarakat. Desa Sumberberas Kecamatan Muncar Banyuwangi merupakan salah
satu Desa dengan aktivitas ekonomi yang padat namun masyarakat sekitar masih
acuh dengan protocol kesehatan dengan berbagai alasan. Mengatasi masalah ini,
disusun program kegiatan pengabdian masyarakat yaitu pembuatan paper soap dari
bunga pacar air sebagai salah satu solusi membiasakan kebiasan baru di masyarakat,
selain itu juga mengevaluasi kebiasaan mencuci tangan dengan hand washing chart
bagi anak-anak serta pemberian smart kit pada akhir tahapan pengabdian kepada
masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode
penyuluhan, serta pelatihan secara door to door dengan melibatkan ibu rumah
tangga sebagai sasaran. Implikasi kegiatan ini yaitu masyarakat sadar untuk selalu
menerapkan protocol kesehatan dan paper soap juga dapat digunakan sebagai
alternatif menambah pendapatan secara kreatif di era pandemi COVID 1
Karakeristik Sifat Mekanik Komposit Hijau Berbasis Polyvinyl Alcohol Pva dan Pati Singkong Dengan Pengisi Serat Kulit Edamame
Dalam upaya pengurangan polimer berbahan dasar minyak bumi dan
mengurangi penggunaan polimer yang mengakibatkan pencemaran
lingkungan, banyak peneliti yang akhirnya beralih ke biopolimer. Biopolimer
adalah salah satu solusi yang terbaik untuk mengatasi permasalahan saat
ini. Biopolimer sendiri memiliki sifat yang mudah terurai sehingga tidak
menimbulkan pencemaran lingkungan secara berlebih. Penggunaan biopolimer
sebagai matriks mempunyai beberapa kelemahan salah satunya sifat mekanik dan
ketahanan panas yang rendah. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan
komponen lain untuk meningkatkan sifat biopolimer tersebut seperti serat alam.
Pada penelitian ini PVA digunakan sebagai matriks, tetapi pva memiliki harga
yang mahal dan untuk mengatasi kelemahan tersebut, pencampuran dengan pati
menjadi salah satu solusi untuk menekan biaya produksi.
Penelitian ini mengkaji tentang dampak penambahan limbah serat kulit
edamame yang ditambahkan pada matriks PVA yang dicampur pati singkong
terhadap kekuatan tarik, morfologi dan ketahanan termal. Karena mengingat
limbah serat edamame yang berpotensi sebagai serat alami untuk biokomposit.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan sifat mekanik dari PVA dengan
penambahan pati singkong tanpa serat kulit edamame dengan PVA yang dicampur
dengan pati singkong dengan penambahan serat edamame sebagai pengisi
biokomposit. Dari hasil penelitian ini penambahan variasi serat kedalam matriks
PVA/Pati Singkong mempengaruhi nilai kekuatan tarik sampel dengan nilai
tertinggi terdapat pada variasi PVA murni dan terendah pada variasi 10 - 20%,
tetapi hasil kekuatan terbaik setelah penambahan serat terdapat pada variasi 5%.
Untuk pengamatan morfologi menjelaskan bahwa variasi 5% merupakan ikatan
yang paling baik sampelnya, dan terakhir pada pengujian TGA penambahan
variasi serat bisa memperbaiki sifat termal.Dr. Ir. Mochamad Asrofi, S.T. (Dosen Pembimbing)
Ir. Hari Arbiantara Basuki, S.T., M.T (Dosen Pembimbing