75643 research outputs found
Sort by
Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Fertilitas di Provinsi Jawa Timur
Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi merupakan kendala yang cukup berat
bagi Indonesia sehingga keberhasilan dalam melaksanakan pembangunan, maka
sangat di perlukan penduduk dengan kuantitas yang tinggi supaya dapat
menunjang laju pertumbuhan dalam perekonomian. Tujuan penelitian ini yakni
untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap
tingkat fertilitas di Provinsi Jawa Timur. Data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah data sekunder yang diperoleh dari BPS dan browsing website internet
sebagai penunjang. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pengaruh yang
ditimbulkan faktor sosial ekonomi terhadap tingkat fertilitas. Tingkat fertilitas
merupakan variable terikat dan variable dari faktor sosial ekonomi (kemiskinan,
kesehatan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan perkapita) pada tahun 2014-2018
merupakan variable bebas.Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode analisis regresi linier berganda Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa Kemiskinan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap
Fertilitas di Jawa Timur. Kesehatan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap
Fertilitas di Jawa Timur. Pendidikan berpengaruh negatif signifikan terhadap
Fertilitas di Jawa Timur. Pekerjaan berpengaruh negatif signifikan terhadap
Fertilitas di Jawa Timur. Pendapatan berpengaruh negatif signifikan terhadap
Fertilitas di Jawa Timur.Fivien Muslihatinningsih, S.E,M.Si (Dosen Pembimbing)
Dr. Endah Kurnia Lestari, S.E., M.E (Dosen Pembimbing
Kebudayaan Megalitik di Situs Sumberpakem Kecamatan Mayang Kabupaten Jember
Letak keberadaan kebudayaan megalitik di kepulauan Indonesia meliputi 9 pulau salah satunya di Jawa kebudayaan megalitik tepatnya di Jawa Timur tersebar dengan jumlah 62 situs, 20% diantaranya berada di dataran Iyang-Ijen atau lebih tepatnya di Kabupaten Jember menurut data hasil tinjauan, jumlah persebaran situs di Kabupaten Jember meliputi 14 Dusun, 15 Desa, 10 Kecamatan dan jumlah tinggalan arkeologis 436. Penemuan benda-benda purbakala salah satunya di Situs Sumberpakem Kecamatan Mayang dengan penamaan yang berbeda-beda serta temuan batu kangkang satu-satunya di Kabupaten Jember.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah; (1) Berapakah jumlah tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik di Situs Sumberpakem Kecamatan Mayang Kabupaten Jember? Bagaimana sebarannya? Ada Apa sajakah jenis serta fungsi dari tinggalan-tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik tersebut?; (2) Bagaimana konsepsi kepercayaan yang melandasi pembuatan tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik di Situs Sumberpakem Kecamatan Mayang Kabupaten Jember?; (3) Bagaimana gambaran kehidupan sosial dan ekonomi komunitas pembuat tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik di Situs Sumberpakem Kecamatan Mayang Kabupaten Jember?. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Menginventarisir jumlah tinggalan-tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik di Situs Sumberpakem Kecamatan Mayang Kabupaten Jember; (2) Menganalisis sebaran, jenis, dan fungsi dari tinggalan-tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik di Situs Sumberpakem Kecamatan Mayang Kabupaten Jember; (3) Merekontruksi konsepsi kepercayaan yang melandasi pembuatan tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik di Situs Sumberpakem Kecamatan Mayang Kabupaten Jember; (4) Merekontruksi
ix
gambaran kehidupan sosial dan ekonomi komunitas pembuat tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik di Situs Sumberpakem Kecamatan Mayang Kabupaten Jember. Adapun manfaat dari penelitian ini, : (1) Memberikan data akurat dan kontemporer kepada khalayak luas, khususnya kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember perihal jumlah, sebaran, jenis, serta fungsi tinggalan-tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik di Situs Sumberpakem; (2) Menyumbangkan data tentang karakter tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik di Situs Sumberpakem dalam berbagai perwujudannya (baik kebudayaan fisik, sistem sosial, maupun sistem budaya) secara komprehensif; (3) Memperkaya khazanah pengetahuan tentang tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik di ujung Timur Jawa dengan berbagai variasinya di tingkat lokal; dan (4) Memberikan bahan berharga ke pada para pendidik sejarah baik di perguruan tinggi maupun di sekolah-sekolah (SMP/MTs dan SMA/MA) untuk kepentingan pengkayaan materi ajar.
Metode penelitian yang digunakan yaitu: (1) heuristik, (2) kritik, (3) interpretasi, dan (4) historiografi. Adapun hasil dari penelitian ini dipaparkan dalam pembahasan sebagai berikut: (1) Jumlah keseluruhan tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik yang berhasil di inventarisir oleh peneliti di Situs Sumberpakem Kecamatan Mayang Kabupaten Jember sebanyak 7 buah di antaranya jenis megalit (2) lesung batu, (1) monolit bergambar, (1) kubur dolmen, (3) lumpang batu. Pola sebarannya di ketahui 2 macam yaitu berkelompok berdekatan dan sebaran tunggal terkonsentrasi di satu dusun Sumberpakem/Sumberjeding Desa Seputih Kecamatan Mayang Kabupaten Jember.; (2) konsepsi kepercayaan yang dianut komunitas pendukungnya adalah konsepsi religi Ancestor Worship bahwa arwah leluhur selalu melindungi kerabat yang masih hidup. Berpengaruh terhadap sistem penguburan yang mereka lakukan, seperti upacara penguburan, orientasi arah hadap, dan penyertaan bekal kubur; (3) komunitas pendukungnya telah mengenal pola hunian menetap rumah sebagai tempat tinggal. Keberadaan wadah kubur menunjukan stratifikasi dan diferensiasi sosial. Keadaan ekonomi berkecukupan dibuktikan dengan kemampuan menguburkan warganya menggunakan kubur dolmen serta mereka
bercorak egalitarian. Pola subsitensi pertanian ditandai dengan keberadaan lesung batu, lumpang batu dan monolit batu bergores. kegiatan perdagangan dan peternakan hal tersebut sangat jelas bahwa mereka telah memiliki taraf hidup yang lebih baik namun sampai saat ini masih berupa spekulasi semata karena tidak didukung oleh fakta berupa data temuan yang berkaitan dengan peternakan di Situs Sumberpakem.
Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa (1) jumlah tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik di SitusSumberpakem sebanyak 7 megalit dengan tipologi megalit 4 jenis; (2) konsepsi kepercayaan Ancestor Worship, (3) kehidupan sosial ekonomi komunitas megalitik di Situs Sumberpakem memiliki keterkaitan antar satu dengan lainnya, sehingga terbentuklah suatu masyarakat yang hidup berbudaya.Dosen Pembimbing Utama Drs. Kayan Swastika, M.Si.
:Dosen Pembimbing Anggota Drs. Sumarjono, M. Si.
Social Exchange in Orphanage Life (Study at Nurul Husna Orphanage, Jember)
Panti Asuhan Nurul Husna Jember adalah sebuah lembaga sosial dengan
model bina asuh home care dan berbasis pesantren yang memfokuskan pengajaran
dan pendidikannya dalam bidang tahfidzul quran, pengetahuan keagamaan serta
pengembangan minat bakat dengan perioritas anak asuh atau santri yang termasuk
golongan yatim, piatu, yatim piatu dan dhuafa. Panti asuhan ini berdiri pada 4
april 2014 atas kiat-kiat pimpinan cabang Muhammadiyah Patrang, anak asuh
yang dimiliki mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan Mahasiswa perguruan tinggi.
Lembaga ini berdiri atas dasar keprihatinan para pendiri serta pengurus terhadap
merosotnya adab dan juga akhlak para generasi muda saat ini dimana perilakunya
semakin menjauh dari nilai-nilai yang diajarkan dalam islam. Maka dari itu
lembaga ini di bentuk tidak lain dan tidak bukan yaitu untuk menyelamatkan para
generasi masa depan islam agar tidak menjauh apalagi melupakan nilai-nilai
ajaran islam serta sunnah yang di bawa oleh Rasulullah SAW. Anak-anak yang
menjadi anak asuh di panti asuhan Nurul Husna Jember merupakan anak-anak
yang berasal dari lima kecamatan yang ada di Jember, yaitu dari Kecamatan
Arjasa, Jelbuk, Patrang, Sumbersari dan Kaliwates.
Tujuan dari penelitian yang dilakukan di LKSA (Lembaga Kesejahteraan
Sosial Anak) Nurul Husna Jember dengan tema pertukaran sosial ini yaitu untuk
mengetahui, mengkaji, dan juga menguraikan segala bentuk pertukaran sosial
yang ada di panti asuhan Nurul Husna Jember. Hal ini sesuai dengan rumusan
masalah dalam penelitian ini yaitu “Bagaimana bentuk pertukaraan sosial yang
terjadi dalam kehidupan Panti Asuhan Nurul Husna Jember?”. Penjabarannya
menggunakan teori pertukaran yang dikemukakan oleh George C. Homans
terdapat lima proses dalam pemberian hadiah atau reward, yang nantinya juga
akan membentuk pertukaran sosial. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi yaitu mendeskripsikan dan menyelidiki pengalaman-pengalaman
manusia. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive
sampling karena peneliti mempunyai kriteria-kriteria tertentu dalam pemilihan
informan, serta menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi,
wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan
teknik triangulasi dan analisis data menggunakan pengorganisasian data, reduksi
data dan penyajian data.Dra. Elly Suhartini,M.Si ; Dosen Pembimbin
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pertolongan Pertama dengan Metode Snakebite First Aid Application Terhadap Pengetahuan dan Sikap Petani di Kecamatan Panti Kabupaten Jember
Snakebite cases are a worldwide health problem. One of the factors in snakebite
cases is inappropriate prehospital treatment. This is due to a lack of education
regarding the management of snakebite first aid. This study aimed to determine
the effect of health education of snakebite first aid using the snakebite first aid
application on knowledge and attitude of farmers in Panti, Jember. The design of
this study was pre-experimental with one group pre-post test design. 40
participants were recruited with purposive sampling technique. The intervention
that provided is participants received the snakebite first aid application as an
educational media. Participants filled out questionnaires for pretest and posttest.
This activity is carried out for 2 days in 2×50 minutes. The data of this study were
analyzed using the Wilcoxon Signed Rank test. The results showed that there were
significant difference on knowledge and attitude, that is any effect on knowledge
(p=0.001) and has no effect on attitude (p=0.317) of farmers after health
education. Therefore, using snakebite first aid application method as health
education can improve the knowledge and has no effect on attitude of farmer in
performing snakebite first aid.Dosen Pembimbing Utama : Ns. Wantiyah, M.Kep
Dosen Pembimbing Anggota : Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Ke
Informasi Asimetris Pada Kemitraandan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhipendapatanusahatani Kentangdi Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso
Hadirnya kontrak pertanian antara pelaku-pelaku pasar merupakan suatu
tindakan mitigasi yang dilakukan untuk dapat menggeser risiko-risiko yang ada.
Perspektif petani menganggap risiko fluktuasi harga menjadi pertimbangan yang
penting sehingga membuat petani menjalin suatu kontrak pertanian dengan
perusahaan. Di sisi lain, kontinuitas ketersediaan stok menjadi pertimbangan yang
dianggap penting bagi perusahaan agribisnis sehingga hal ini yang mendasari
kontrak kemitraan terjalin antara petani dengan perusahaan. Implementasi ini telah
terwujud pada kemitraan antara PT. XYZ dengan petani kentang di Kecamatan Ijen.
Komoditas yang diusahakan petani pada kemitraan ini adalah kentang atlantik
dengan tujuan prosesing yang nantinya dilakukan oleh PT. XYZ. Permasalahan
utama yang dialami adalah tidak semua pelaku mitra menerapkan kewajiban sesuai
dengan kontrak. Terdapat beberapa tindakan yang secara normatif berpotensi
mengarah ke tindakan moral hazard dan adverse selection. Tindakan moral hazard
dan adverse selection ini muncul akibat adanya informasi asimetris. Berdasarkan
kondisi tersebut maka diperlukan analisis mengenai bentuk informasi asimetris
yang terdapat dalam implementasi kemitraan petani kentang dengan perusahaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui: (1) bentuk informasi asimetris
terhadap kemitraan petani kentang dengan XYZ; (2) pendapatan dan efisiensi
petani kentang di Kecamatan Ijen; (3) faktor-faktor yang mempengaruhi
pendapatan petani kentang di Kecamatan Ijen. Lokasi penelitian ditentukan dengan
metode purposive methods yaitu di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.
Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode deskriptif dan analitik.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan purposive method yaitu
petugas lapang PT. XYZ dan Ketua Kelompok Tani Jalak Hijau serta
disproportionate stratified random sampling yaitu petani yang terindikasi informasi asimetris sebanyak 22 petani dan petani yang tidak terindikasi informasi asimetris
sebanyak 64 petani. Bentuk informasi asimetris dianalisis menggunakan
pendekatan dilema tawanan sedangkan pendapatan dan efisiensi dianalisis
menggunakan analisis pendapatan dan R/C ratio serta faktor-faktor yang
mempengaruhi pendapatan dianalisis menggunakan Regresi Linier Berganda.
Hasil analisis menujukkan bahwa: (1) Informasi asimetris yang muncul
membuat pelaku berada dalam empat kondisi yaitu berjalan ideal (win - win),
perusahaan (prinsipal) untung (win-lose), Petani mitra (agen) untung (lose - win),
serta kemitraan gagal (lose - lose). Tindakan informasi asimetris yang muncul
berdasarkan perspektif petani terhadap perusahaan berupa perbedaan antara harga
produksi kentang, perbedaan kualitas bibit, keterlambatan pencairan, serta
penghentian kontrak tanpa pemberitahuan sedangkan tindakan informasi asimetris
yang muncul berdasarkan perspektif perusahaan terhadap petani berupa tanpa
adanya konfirmasi jadwal panen oleh petani mitra, serta pengalihan bibit pinjaman
dari mitra. Tindakan Informasi asimetris yang semakin kompleks memicu biaya
transaksi yang semakin tinggi dan beragam. Petani yang melakukan tindakan
informasi asimetris pada umumnya memiliki skala usahatani kecil dengan
produktivitas rendah.; (2) Pendapatan usahatani kentang atlantik petani non
informasi asimetris adalah sebesar Rp. 40.022.037 dengan efisiensi 1.52 sedangkan
petani informasi asimetris adalah sebesar Rp. 12.144.942 dengan efisiensi 1.21
sehingga dapat disimpulkan bahwa menguntungkan serta efisien dalam penggunaan
biaya produksi usahatani kentang atlantik; (3) faktor-faktor yang berpengaruh
secara signifikan terhadap pendapatan adalah biaya tenaga kerja, biaya bibit,
produksi, serta penjualan luar sedangkan faktor pengalaman usahatani, biaya
pupuk, biaya obat, biaya bahan bakar, serta perbedaan harga tidak berpengaruh
secara signifikan terhadap pendapatan petani kentang di Kecamatan ijen.Djoko Soejono, S.P., M.P. (Dosen Pembimbing)
Dr. Ir. Joni Murti Mulyo Aji, M.Rur.M (Dosen Pembimbing
Pengembangan UKBM Dengan Pendekatan Engineering Design Process (EDP) Untuk Meningkatkan Literasi Stem Siswa SMA
UKBM is a learning tool using the Semester Credit System (SKS) and is
a small learning unit that is arranged sequentially by involving study time units.
This research was focused on developing UKBM with the Engineering Design
Process (EDP) approach in learning physics in senior high school. The purpose
of this research was to produce a valid UKBM and to determine the
effectiveness of UKBM through increasing students' STEM literacy after using
the EDP-based UKBM. The type of this research was a research and
development (R&D) model with the ADDIE model consisting of five stages,
namely: Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The
results of the validity of product development are declared valid by the three
validators with an average percentage of 88%, so that product development can
be implemented in schools. The results of the effectiveness obtained from
analyzing the results of the pre-test and post-test N-gain with the acquisition of
N-Gain of 76.96% so that it is in the high category. The development of UKBM
with the Engineering Design Process (EDP) Approach to improve STEM
literacy of high school students was declared valid and effective
Pengaruh Ekstrak Biji Salak (Salacca zalacca) Sebagai Diuretik Alami terhadap Struktur Histopatologi Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan
Salak merupakan spesies tanaman yang termasuk dalam famili Arecaceae yang banyak dimanfaatkan buahnya untuk dikonsumsi dan digunakan sebagai bahan olahan makanan. Biji salak mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai diuretik yang bekerja dengan cara meningkatkan laju filtrasi glomerulus. Diuretik merupakan suatu senyawa yang dapat meningkatkan laju pengeluaran volume urin serta meningkatkan ekskresi garam mineral dalam urin. Ginjal merupakan organ utama yang berfungsi untuk mengekskresikan produk sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan seperti urea, asam urat dan kreatinin.Senyawa flavonoid dapat meningkatkan laju filtrasi glomerulus pada ginjal dan akan mengakibatkan ekskresi ureum dan kreatinin dalam darah menurun. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak biji salak terhadap volume urin, kadar ureum dan kreatin serta histopatologi ginjal dengan mengukur diameter glomerulus dan diameter ruang antar bowman.
Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali perlakuan dengan 6 kali ulangan, yaitu kontrol negatif (kelompok perlakuan dengan pemberian akuades 100 ml), perlakuan 1 (kelompok perlakuan ekstrak etanol biji salak dosis 0,28 g/KgBB), perlakuan 2 (kelompok perlakuan ekstrak etanol biji salak dosis 0,56 g/KgBB) dan perlakuan 3 (kelompok perlakuan ekstrak etanol biji salak 1,12 g/KgBB). Penelitian ini dilakukan dengan mengukur senyawa metabolit sekunder ekstrak biji salak, volume urin, kadar kreatinin dan ureum serta pengamatan histopatologi ginjal yang diamati meliputi pengukuran diameter glomerulus dan diameter ruang antar bowman. Pengamatan histopatologi ginjal dilakukan dengan menggunakan mikroskop (Olympus) perbesaran 400x. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dan dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat beda nyata, untuk melihat perbedaan antar kelompok perlakuan. Selanjutnya dilakukan uji korelasi pearson untuk melihat adanya hubungan antara jumlah volume urin, kadar ureum dan kreatin, serta diameter glomerulus dan diameter ruang antar bowman.
Hasil analisis senyawa metabolit sekunder ekstrak biji salak secara kuantitatif menunjukkan bahwa ekstrak biji salak mengandung senyawa alkaloid sebanyak 0,063%, flavonoid sebanyak 0,059% dan tanin sebanyak 0,082%. Pemberian ekstrak biji salak dengan dosis 1,12g/kgBB memiliki efek diuretik yaitu dapat meningkatkan volume urin. Namun tidak mampu menurunkan kadar kreatinin dan ureum. Pemberian ekstrak biji salak pada semua dosis perlakuan dapat disimpulkan aman, yaitu dibuktikan dengan tidak ada pengaruh terhadap diameter glomerulus dan diameter ruang antar bowman atau tidak menyebabkan atrofi pada ginjal.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Dra. Rike Oktarianti, M.Si
Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Drs. Asmoro Lelono, M.S
Identifikasi dan Inventarisasi Nematoda pada Bawang Putih (Allium sativum L.) Impor Asal China
Konsumsi bawang putih yang tinggi tersebut tidak diimbangi oleh produksi bawang putih dalam negeri, oleh sebab itu pemerintah Indonesia harus melakukan impor bawang putih pada saat permintaan bawang putih tinggi agar kebutuhan bawang putih. Impor bawang putih menjadi salah satu pintu masuk Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), yang salah satunya adalah nematoda. Sehingga, penelitian mengenai identifikasi dan inventarisasi nematoda pada bawang putih impor asal China penting dilakukan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan ekstraksi metode perendaman (dipping method). Ekstraksi dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak 234 gram umbi bawang putih yang bergejala, lalu memotong bagian akar umbi bawang putih kemudian direndam menggunakan 50 ml aquades atau sampai bagian pangkal umbi bawang putih terendam pada cawan petri dengan diameter 8,5 cm. Perendaman dilakukan selama ± 60 menit pada suhu ± 37˚C. Ekstraksi diulang sebanyak 26 kali dengan mengikuti prosedur yang sama.
Identifikasi dan inventarisasi nematoda dilakukan dengan mengamati populasi dan jenis nematode berdasarkan pada gejala infeksi nematoda, morfometri nematoda, pengelompokkan jenis nematoda parasit dan non parasit, dan inventarisasi nematoda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembawa umbi bawang putih impor asal China terdapat 3 genus nematoda baik parasit maupun non parasit yang berhasil diidentifikasi dan berhasil dihitung kepadatan populasinya. Genus nematoda tersebut yakni Ditylenchus sp., Aphelenchoides sp. dan Plectus sp. Hasil yang diperoleh kemudian dicocokkan dengan buku kunci determinasi nematoda “Identification Key for Agriculturally Important Plant Parasitic Nematodes” dari Mekete et al tahun 2012.Dosen Pembimbing Skripsi Ir. Wagiyana, MP
Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif
Menanggapi banyaknya kritikan masyarakat terhadap perkara-perkara kecil yang sebenarnya dapat diselesaikan di luar pengadilan, namun karena terkendala dengan aturan yang berlaku menyebabkan perkara tersebut tetap harus diselesaikan melalui jalur litigasi; sehingga Jaksa Agung ST Burhanuddin mengeluarkan Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. Dengan adanya Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 telah memberikan landasan hukum bagi para penuntut umum yang dalam menangani perkara tertentu untuk dapat menghentikan penuntutannya berdasarkan keadilan restoratif. Namun dalam sistem peradilan pidana yang berlaku, terhadap perbuatan pidana masih menekankan pada unsur pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana yang bersifat pembalasan (daad strafrecht ) dan belum bergeser pada keseimbangan antara pelaku dengan perbuatannya (daad – dader strafrecht,) sehingga menimbulkan suatu pertanyaan apakah diterapkannya penyelesaian perkara pidana dengan pendekatan keadilan restoratif merupakan langkah yang tepat dijadikan sebagai salah satu alasan dihentikannya penuntutan sebagaimana diatur dalam Pasal 140 ayat (2) huruf b Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Selain itu dalam pelaksanaannya perlu adanya pengawasan agar wewenang tersebut tidak disalahgunakan. Dalam penelitian ini yang dengan mengguanakan metode yuridis normatif, akan meninjau Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 dari segi landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis sekaligus proses dan pelaksanaan dari Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 serta upaya praperadilan terhadap tindak penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif. Hasil penelitian ini adalah bahwa penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif sebagaimana diatur dalam Peraturan Kejaksaan Nomor 5 Tahun 2020 telah tepat dijadikan sebagai salah satu alasan dihentikannya penuntutan, serta terhadap upaya penghentian penuntutan dapat diajukan praperadilan. Namun dalam pelaksanaan dari penyelesaian perkara pidana melalui pendekatan keadilan restoratif, perlu adanya kesamaan persepsi antara aparat penegak hukum agar dapat berjalan secara terintegrasi. Sehingga penting kiranya pengaturan terkait upaya penyelesaian perkara pidana melalui pendekatan keadilan restoratif dimasukan ke dalam rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.Echwan Iriyanto, S.H., M.H. (Pembimbing I)
Dodik Prihatin AN, S.H., M.Hum. (Pembimbing II
Kefektifan Pembelajaran Daring Untuk Pembelajaran Volume Bangun Ruang Kubus dan Balok di Kelas V SDN Sebaung 1 Probolinggo
Masa pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap bidang sosial,
ekonomi bahkan pendidikan, dikarenakan segala kegiatan harus dilakukan di
rumah. Sesuai dengan surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) No. 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan
dalam masa darurat penyebaran (Covid-19) terkait proses belajar menyatakan
bahwa belajar dari rumah melalui pembelajaran daring. Masa pandemi Covid-19
ini bisa dikatakan sebagai sebuah peluang dalam dunia pendidikan, baik
pemanfaatan teknologi seiring dengan industri 4.0, maupun orangtua sebagai
mentor. Harapannya, pasca pandemi Covid-19, guru dan peserta didik menjadi
terbiasa dengan sistem saat ini sebagai budaya pembelajaran dalam pendidikan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Platform pembelajaran
daring manakah yang lebih efektif antara Whatsapp dibanding Zoom Meeting
dalam pembelajaran matematika di kelas V SDN Sebaung 01 Kabupaten
Probolinggo? Dan Adakah perbedaan hasil pembelajaran antara laki-laki dan
perempuan dengan metode pembelajaran daring?”
Desain penelitian menggunakan Ex-Post Facto dengan pola pretest-posttest.
Responden yang digunakan adalah peserta didik SDN Sebaung 01, Probolinggo
kelas V yang mana terbagi menjadi dua kelompok, kelas VA dijadikan sebagai
kelompok belajar Zoom meeting sedangkan kelas VB dijadikan sebagai kelmpok
belajar Whatsapp. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 08-17 Maret
2021. Teknik analisis data yang digunakan untuk penelitian ini adalah teknik
analisis data statistik dengan menggunakan analisis statistik deskriptif sampel
independen. Analisis data statistik merupakan salah satu uji statistik yang
digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan
(meyakinkan) dari dua buah mean sampel dua variabel yang dikomparatifkan.
Hasil perhitungan diketahui rata-rata dari kelas Zoom meeting cloud
sebelum mendapatkan perlakuan sebesar 79,37 dan nilai rata-rata setelah pembelajaran menggunakan platform Zoom meeting cloud sebesar 90,31, jumlah
rata-rata dari selisih nilai rata-rata pretest dan postest sebesar 10,93. Sedangkan
dari kelas Whatsapp sebelum mendapatkan perlakuan sebesar 80,93 setelah
pembelajaran menggunakan platform Whatsapp sebesar 86,25, jumlah rata-rata
hasil dari selisih nilai pretest dan postest sebesar 5,31.
Hasil perhitungan menggunakan statistik deskriptif mendapatkan nilai
rata-rata untuk gender laki-laki sebelum pembelajaran sebesar 79,68, sedangkan
hasil nilai rata-rata untuk gender laki-laki setelah pembelajaran sebesar 89,37.
Selisih nilai rata-rata sebelum dan setelah melaksanakan pembelajaran untuk
gender laki-laki sebesar 9,69. Nilai rata-rata untuk gender perempuan sebelum
menerima pembelajaran sebesar 80,62, sedangkan hasil nilai rata-rata untuk
gender perempuan setelah pembelajaran sebesar 87,18. Selisih nilai rata-rata
untuk gender perempuan sebelum dan setelah pembelajaran sebesar 6,56.
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dipaparkan
dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan pada pembelajaran
daring menggunakan platform Zoom meeting cloud pada pembelajaran
matematika untuk materi volume bangun ruang kubus dan balok di kelas V SDN
Sebaung 01 Probolinggo. Perbedaan gender ternyata ada pengaruh terhadap hasil
belajar peserta didik pada SDN Sebaung 01 Probolinggo.
Saran hasil riset ini adalah di harapkan lebih optimal atau maksimal dalam
pengambilan sampel dikarenakan pada penelitian ini belum bisa optimal atau
maksimal dengan baik dikarenakan kurun waktu pada pengambilan sampel yang
hanya membutuhkan 3 kali pertemuan saja. Sedangkan saran untuk hasil riset
selanjutnya perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah
pembelajaran daring masih tetap dilaksanakan dan platform Zoom meeting cloud
apakah masih memberikan pengaruh positif terhadap pembelajaran daring.Dosen Pembimbing I : Dr. Mutrofin, M.Pd.
Dosen Pembimbing II : Ridho Alfarisi, S.Pd, M.Si