75643 research outputs found
Sort by
Strategi Pengembangan Kawasan Inti Agropolitan Seroja Kabupaten Lumajang dalam Mendukung Pembangunan Desa
Kabupaten Lumajang merupakan salah satu daerah yang sektor pertaniannya dikembangkan sebagai kawasan agropolitan yaitu kawasan agropolitan Seroja, dengan dua desa inti yaitu Desa Senduro dan Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro. Permasalahan kawasan agropolitan yaitu infrastruktur penunjang tidak digunakan secara maksimal, petani cenderung fokus terhadap kwalitas dan kawasan agropolitan Seroja kurang dikenal oleh masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui kinerja pelayanan infrastruktur pendukung kawasan inti agropolitan Seroja dan untuk mengetahui strategi pengembangan kawasan inti agropolitan Seroja. Metode penelitian yang digunakan yaitu importance performance analysis dan force field analysis. Hasil penelitian menunjukkan kinerja pelayanan infrastruktur memiliki aksesibilitas yang baik dengan nilai 84.57% dan kualitas yang sangat baik dengan nilai 86.15%. Hasil analisa dalam force field analysis menunjukkan faktor pendorong tertinggi adalah fasilitas pendukung kawasan agropolitan lengkap dan produk unggulan kawasan inti agropolitan Seroja. Faktor penghambat tertinggi yakni sub terminal agribisnis dan tempat bongkar muat belum memiliki SOP dan kurangnya promosi dan inovasi pemasaran produk lokal unggulan. Strategi yang dirumuskan yaitu pembuatan standart operasional prosedur sesuai dengan pedoman terkait Pengembangan Terminal dan Sub Terminal Agribisnis, peningkatan implementasi sub terminal agribisnis dan tempat bongkar muat sesuai dengan fungsinya, event produk unggulan kawasan agropolitan, pelatihan pengemasan produk dan pembuatan landmark sebagai penanda yang menjadi ciri khas dibanding kawasan lainnya.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Luh Putu Suciati, SP., M.Si
Dosen Pembimbing Anggota : Ir. Nunung Nuring Hayati, S.T., M.T
Persepsi Masyarakat Terhadap Pertambangan Ilegal Galian Golongan C di Desa Jatian Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember
Validasi unggah file repositori_Ighfirlina
Finalisasi unggah file repositori tanggal 22 April 2022_KurnadiMaraknya pembangunan yang dilakukan pemerintah saat ini melibatkan
beberapa aspek dalam pelaksanaannya. Penggunaan sumber daya alam sebagai
komposisi dasar dalam pembangunan khususnya sektor industri yaitu
infrastruktur, membuat masyarakat berlomba-lomba untuk menggali potensi alam
disekitarnya. Hal ini seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Jatian dalam
mengoptimalkan potensi alam yang berbentuk gumuk untuk kebutuhan dasar
sektor pembangunan infrastruktur. Bentuk optimalisasi potensi alam tersebut yaitu
masyarakat melakukan penambangan terhadap gumuk-gumuk yang ada disekitar.
Namun, dengan adanya pertambangan di Desa Jatian justru mengakibatkan
kerusakan ekosistem lingkungan yang telah dirasakan. Adanya permasalahan
tersebut, dikarenakan ketidaktahuan masyarakat dalam melakukan pengelolaan
aset daerah yaitu gumuk. Orientasi masyarakat hanya sekedar memenuhi
kebutuhan ekonomi dan yang lain tanpa memikirkan efek jangka panjang. Selain
itu hal ini juga dikarenakan tidak adanya izin dari kegiatan pertambangan yang
ada di Desa tersebut. Sehingga tidak ada proses mengatur (regelen), mengurus
(bestureen), mengawasi (toezichthouden) dan memutuskan dari pemerintah.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan fokus
penelitian yaitu Persepsi Masyarakat Terhadap Pertambangan Ilegal Galian
Golongan C di Desa Jatian Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember. Lokasi
penelitian kali ini yaitu di Desa Jatian Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember.
Populasi dan sampel yaitu masyarakat Desa Jatian dengan menggunakan populasi
sasaran yaitu dusun krajan dan dusun prasian dengan jumlah sampel 355
masyarakat dengan taraf kesalahan 5%, dengan menggunakan simple random
sampling dalam teknik pengambilan sampel. Variabel penelitian yaitu
menggunakan definisi konseptual persepsi dan definisi operasional variabelnya
menggunakan teori indikator persepsi. Data dan sumber data yang dibutuhkan
berasal dari data primer dan data sekunder. Skala pengukuran mengunakan skala
Likert. Metode pengumpulan data untuk memperoleh data yaitu dengan angket,
dokumentasi, wawancara danobseervasi. Uji instrumen penelitian menggunakan
uji validasi dan uji reliabilitas. Teknik pengolahan data menggunakan tahap
penyuntingan, tahap pengkodean dan tahap pebeberan.
Subbab pembahasan kali ini peneliti akan menjelaskan secara rinci
beberapa dimensi yang terkait dalam persepsi masyarakat terhadap pertambangan
ilegal galian golongan C di Desa Jatian, Kecamatan Pakusari. Harihanto (2001)
menyatakan bahwa persepsi pada hakekatnya adalah pandangan, interpretasi,
penilaian, harapan dan atau inspirasi seseorang terhadap obyek. Persepsi dibentuk
melalui serangkaian proses (kognisi) yang diawali dengan menerima rangsangan
atau stimulus dari obyek oleh indera (mata, hidung, telinga, kulit dan mulut) dan
dipahami dengan interpretasi atau penafsiran tentang obyek yang dimaksud. Jadi,
persepsi merupakan respon terhadap rangsangan yang datang dari suatu obyek.
Respon ini berkaitan dengan penerimaan atau penolakan oleh individu terhadap
obyek yang dimaksud.
Variabel persepsi masyarakat dalam penelitian ini diukur menggunakan 26
item pernyataan yang mengacu pada 5 indikator penelitian yang meliputi: 1)
indikator kualitas lingkungan yang terdiri atas 9 item pernyataan, 2) indikator
dampak perekonomian yang terdiri atas 6 item pernyataan, 3) indikator
ketimpangan yang terdiri atas 3 item pernyataan, 4) indikator keamanan yang
terdiri dari 4 item pernyataan, dan 5) indikator norma hukum dan etika yang
terdiri dari 4 item pernyataan. Sedangkan dalam 5 indikator tersebut mengacu
pada 3 dimensi diantaranya penerimaan, pemahaman, dan penilaian. Secara lebih
jelas, berikut ini adalah penjabaran dari masing-masing dimensi, indikator,
maupun variabelnya.
Berdasarkan hasil pengukuran dari 3 dimensi yang pertama yaitu dimensi
penerimaan terdapat 1 indikator, dapat dideskripsikan bahwa dengan
beroperasinya kegiatan pertambangan illegal galian golongan C di Desa Jatian,
Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember ternyata membawa sejumlah dampak
negatif dari segi lingkungan, mulai dari pepohonan yang berkurang, kualitas udara
yang berubah sehingga mengakibatkan pertanian masyarakat kena tanah dari
pertambangan, dan gumuk yang sudah hilang dari permukaan. Berdasarkan hasil
pengukuran yang kedua dari dimensi pemahaman yang terdapapt 3 indikator,
dapat di deskripsikan bahwa juga membawa dampak negatif dari segi
perekonomian, yang mana masih belum bisa memberi kesempatan kerja kepada
masyarakat yang ada di Desa Jatian, dan menjadi petani lebih menjanjikan.
Indikator ketiga juga kurang baik dari segi sosial (ketimpangan), hal ini
dikarenakan mulai dari awal masyarakat kurang setuju/menerima akan
beroperasinya kegiatan pertambangan. Berdasarkan indikator keempat dari segi
keamananpun kurang baik, dimana dibuktikan dengan tidak adanya rambu-rambu
bahaya/peringatan di sekitar lokasi, dan truck tambang yang mondar-mandir
setiap saat. Yang terakhir yaitu dimensi penilaian yang terdiri dari 1 Indikator,
dapat di deskripsikan bahwa mayoritas masyarakat kurang mengetahui tentang
dasar hukum seputar pertambangan dan hak kepemilikan gumuk yang kini
dialihfungsikan menjadi lokasi pertambangan. Sudah tercantum dalam UndangUndang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara dimana
sebelum beroperasinya tambang tersebut, seharusnya mendapat persetujuan dari
masyarakat yang ada di sekitar pertambangan.Dosen Pembimbing utama : Dr. Sutomo, M.Si
Dosen Pembimbing anggota : Nian Riawati, S.Sos. MP
Karakteristik Mutu Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) Menggunakan Berbagai Metode Pengemasan pada Penyimpanan Suhu Rendah
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur kayu yang
banyak dikenal dan dikonsumsi dikalangan masyarakat. Jamur tiram memiliki
kandungan gizi yang tinggi dibandingkan jamur lainnya. Jamur tiram termasuk produk
holtikultura yang memiliki kadar air yang tinggi. Kadar air yang tinggi dapat
mempercepat proses laju respirasi, sehingga menyebabkan jamur tiram mudah
mengalami kerusakan. Kerusakan pada jamur tiram dapat terjadi apabila tidak
dilakukan penanganan pascapanen dengan baik dan benar. Salah satu alternatif yang
dapat digunakan untuk mengatasi masalah pascapanen jamur tiram yaitu
memperlambat laju respirasi dengan cara dilakukan pengemasan dan penyimpanan
pada suhu rendah (5 ℃). Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis karakteristik
mutu jamur tiram serta pengaruh metode pengemasan dan lama penyimpanan pada
suhu rendah (5 ℃). Karakteristik mutu jamur tiram yang dianalisis adalah tekstur,
warna (L), kadar air, aktivitas air dan susut bobot.
Penelitian ini menggunakan metode pengemasan tidak berlubang, berlubang
dan vakum dan lama penyimpanan yang dibedakan menjadi tiga yaitu penyimpanan
pada hari ke 0, 2 dan 4. Bahan jamur tiram diperoleh dari petani yang beralamatkan di
Jln. Bungur Kecamatan Gebang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Penelitian
menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu metode
pengemasan dan lama penyimpanan. Adapun tahapan yang terdapat dalam analisis
karakteristik mutu jamur tiram yaitu persiapan bahan baku, sortir bahan, pembersihan
bahan dengan kain kering, pengemasan, penyimpanan dan pengukuran parameter
tekstur, warna (L), kadar air, aktivitas air, dan susut bobot. Pengukuran parameter
dilakukan pada lama penyimpanan hari ke 0, 2 dan 4. Hasil penelitian menunjukkan nilai parameter tekstur tertinggi di hari keempat
yaitu pada jamur yang disimpan dengan metode pengemasan vakum sebesar 0,004
N/mm2. Nilai tingkat kecerahan warna tertinggi di hari keempat yaitu pada jamur yang
disimpan dengan metode pengemasan vakum sebesar 83,15. Nilai kadar air terkecil di
hari keempat yaitu pada jamur yang disimpan dengan metode pengemasan vakum
sebesar 88 %. Nilai aktivitas air terkecil di hari keempat yaitu pada jamur yang
disimpan dengan metode pengemasan vakum sebesar 0,895. Sedangkan nilai susut
bobot tertinggi terdapat pada hari keempat penyimpanan dengan metode pengemasan
tidak berlubang yaitu sebesar 6,65 %. Hasil uji statistik factorial ANOVA two mix
factors menunjukkan bahwa lama penyimpanan dan metode pengemasan
mempengaruhi nilai tekstur (Hardness), warna (L), kadar air dan susut bobot pada
jamur tiramDosen Pembimbing Utama : Dian Purbasari, S.Pi., M.S
Respon Pemberian Fosfor Terhadap Aktivitas Acid Invertase Dan Alkaline Invertase Daun Tebu Saccharum Of Icinarum L. Hasil Mutasi
Produksi gula di Indonesia masih tidak dapat memenuhi kebutuhan gula
nasional, sehingga menurut Badan Pusat Statistika angka impor gula pada tahun
2018 mencapai 4,6 juta ton. Tanaman tebu dengan rendemen yang tinggi dapat
membantu meningkatkan produksi gula. Hasil penelitian menyebutkan tanaman
tebu hasil mutasi memiliki rendemen berkisar 15,57-18,58%. Perubahan genetik
kemudian menyebabkan karakter protein (enzim) sebagai biokatalisator berubah
sehingga metabolisme yang dikatalisnya juga berubah. Invertase merupakan
enzim yang menyebabkan terjadinya degradasi sukrosa menjadi gula yang lebih
sederhana. Sukrosa yang telah terdegradasi tidak dapat dikristalisasi sehingga
menurunkan rendemen tebu. Unsur hara fosfor menjadi salah faktor penting yang
sangat berperan dalam jalur biosintesis sukrosa. Penelitian ini bertujuan agar dapat
didapatkan dosis unsur hara fosfor yang akan mempengaruhi aktivitas invertase
yang kemudian dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan hasil
produksi tanaman tebu hasil mutasi. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan
Februari sampai Juli 2020 bertempat di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) faktorial dengan faktor pertama genotipe tebu (3 mutan) dan
faktor kedua dosis P (5 taraf dengan peningkatan 10%), yakni (P0 = 110 kg P/ha, P1 = 121 kg P/ha, P2 = 132 kg P/ha, P3 = 143 kg P/ha, P4 = 154 kg P/ha), sehingga terdapat 15 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan.Dr. Ir. Slameto, M.P. (Dosen Pembimbing
Pancasila dalam Pembelajaran Jiwa Merdeka
Penjelasan yang sejalan dengan makna hasil dari program inovatif Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memberikan hak belajar mahasiswa untuk melaksanakan aktivitas pembelajaran di perguruan tinggi. Aktivitas ini sebagai perwujudan jalinan hasil kerja sama dengan berbagai kampus di luar. Esensi kerja sama ini memberikan kesempatan mahasiswa mengikuti 1 (satu) semester atau setara dengan 20 (dua puluh) SKS pembelajaran di luar program studi pada perguruan tinggi yang sama, dan paling lama 2 (dua) semester atau setara dengan 40 (empat puluh) SKS pembelajaran pada prodi yang sama di perguruan tinggi yang berbeda, yaitu pembelajaran pada prodi yang berbeda di PT yang berbeda atau pembelajaran di luar P
Faktor Predisposisi Implementasi Suami Siaga Selama Pandemi COVID-19 di Kabupaten Jember
Angka kematian Ibu meningkat selama masa pandemic COVID-19 pada tahun 2020 sebagai dampak
kebijakan pembatasan kegiatan sosial. Akses masyarakat terhadap layanan kesehatan maternal menjadi
terbatas sehingga penanganan komplikasi ibu hamil, bersalin, dan nifas menjadi terlambat. Suami
memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya keterlambatan tersebut melalui implementasi
program Suami Siaga. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor predisposisi yang
berhubungan dengan implementasi suami siaga. Penelitian ini merupakan penelitian analitik
observasional dengan desain studi cross-sectional di wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat Panti,
kabupaten Jember selama Agustus sampai dengan November 2020. Sampel penelitian sejumlah 170
orang yang dipilih secara acak menggunakan cluster random sampling. Instrumen penelitian
menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur implementasi suami siaga kemudian data yang
diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar
suami termasuk dalam kategori suami tanggap dan siaga (85,88%). Faktor predisposisi yang
berhubungan dengan implementasi suami siaga antara lain usia suami (p-value = 0,008), pengetahuan
suami tentang persiapan persalinan dan pencegahan komplikasi (p-value = 0,002), dan jarak tempat
14 Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, Vol. 17 Special Issue, November 2021, 14-21
tinggal ke fasilitas kesehatan (p-value = 0,000). Oleh karena itu, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan
kesehatan perlu meningkatkan kegiatan edukasi dan sosialisasi terkait program Suami Siaga pada ibu
hamil dan suami selama antenatal care sebagai pencegahan kematian ibu selama pandemic COVID-19.
Kata Kunci: Program Suami Siaga, Pengetahuan Suami, Pemberdayaan Suam
Analysis of Placement Lease Pricing upon Low Cost Apartment Units (Case : Rusun Tingkat Tinggi Pasar Rumput, South Jakarta)
Rumah Susun atau disingkat rusun sering disebut juga sebagai apartemen
versi sederhana. Rusun Tingkat Tinggi Pasar Rumput adalah rumah susun
merupakan bangunan yang di bangun untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi
masyarakat berpenghasilan menengah kebawah dan pembangunan rumah susun
ini dapat memberikan kemudahan dan bantuan pemerintah.
Dalam penelitian ini untuk menentukan harga sewa rusun yang di
butuhkan adalah mengetahui total biaya pembangunan. Data penelitian di peroleh
dari pihak perusahaan kontraktor yang menangani pembangunan rusun, dan
dokumen yang terkait dengan penelitian. Data awal penelitian didapatkan melalui
studi literature terhadap penelititian-penelitian terdahulu dan terkait dengan topik
penelitian. Data yang dilakukan untuk penelitian ini adalah data sekunder.
Pengumpulan data yang di lakukan untuk mendapatkan harga sewa adalah
menghitung volume pekerjaan dan membuat rencana anggaran biaya serta
menghitung biaya pembangunan lain-lain.
Hasil analisa yaitu jumlah biaya total untuk pembangunan Rusun Tingkat
Tinggi Pasar Rumput ini adalah Rp. 668,648,547,822.72,-. Harga unit sewa rumah
susun yang sesuai dengan analisa biaya yang tersedia yaitu Rp 877,657.389.
Harga sewa tersebut merupakan harga sewa tanpa analisa permintaan pasar.Dr. Ir. Rr. Dewi Junita k., ST., MT ; Dosen Pembimbing
Ir. Syamsul Arifin, S.T., M.T
Pengaruh likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas terhadap harga saham dengan kebijakan dividen sebagai variabel intervening (Studi pada perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI tahun 2015-2019)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel likuiditas,
profitabilitas, dan solvabilitas terhadap harga saham dengan kebijakan dividen
sebagai variabel intervening pada perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI selama
tahun 2015-2019. Penelitian ini adalah suatu penelitian yang menggunakan metode
penelitian purposive sampling dengan jenis data sekunder yang berupa laporan
keuangan dan juga laporan tahunan perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia selama tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 dengan kriteria sampel
penelitian. Total sampel yang akan digunakan dan sesuai dengan kriteria peneliti
tahun 2015-2019 yaitu 55 sampel. Untuk metode analisis datanya yang
akandigunakan yaitu analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis jalur,
pengujian hipotesis, dan uji sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya
variabel likuiditas berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Selanjutnya
untuk variabel profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Akan
tetapi variabel solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terdahap kebijakan dividen.
Kemudian untuk variabel likuiditas berpengaruh signifikan terhadap harga saham,
profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dan variabel solvabilitas
berpengaruh signifikan terhadap harga saham, serta variabel kebijakan dividen
berpengaruh signifikan terhadap harga sahamDosen Pembimbing I : Dr. Agung Budi Sulistiyo, S.E., M.Si., Ak.
Dosen Pembimbing II : Dr. Whedy Prasetyo, S.E., M.SA., Ak., C
Analisis Mise en Scene pada Figur Maudy Ayunda dalam Iklan Lux Purpose
Iklan adalah salah satu alat komunikasi massa yang memiliki banyak
kelebihan. Berbagai kelebihan iklan antara lain, sebagai pemberi informasi
terhadap suatu produk, menjangkau audien yang sangat luas, mengenalkan suatu
produk, menciptakan pandangan mengenai suatu produk, menjelaskan suatu
fenomena yang terjadi di masyarakat, dan memperkuat produk. Iklan Lux Purpose
dipilih karena penulis melihat adanya informasi yang diciptakan dan ingin
disampaikan oleh produsen lewat aspek-aspek visual yang terlihat pada iklan
tersebut. Hal menarik yang terdapat dalam iklan ini adalah karena secara aspek
visual yang dimiliki, iklan Lux Purpose ini memiliki kekuatan mise en scene
seperti gestur pemainnya, penggunaan kostum dan riasan, setting, dan juga
pencahayaan dalam menciptakan stereotip perempuan dalam iklannya. Aspek
mise en scene menjadi menarik untuk dikaji sebagai pendukung dari terciptanya
gambaran tentang stereotip terhadap citra perempuan Indonesia pada figur Maudy.
Pemilihan aspek mise en scene seperti pada penggunaan tata rias dan busana
serta pergerakan pemainnya dimaksudkan karena menurut penulis, beberapa aspek
yang dipilih tersebutlah yang paling menonjol dan nampak, dan paling
mendukung terciptanya anggapan tersebut sehingga penulis lebih mudah
mendapatkan data untuk analisisnya walaupun aspek lain seperti setting dan
pencahayaan pun juga akan membantu mendukung dalam perolehan datanya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara iklan Lux bekerja dalam
menggambarkan stereotip terhadap citra perempuan Indonesia yang seperti apa
melalui unsur-unsur pembentuk iklannya seperti gestur pemain, kostum dan tata
rias, juga setting dan pencahayaan.Dr. Renta Vulkanita Hasan, M.A (Dosen Pembimbing)
Panakajaya Hidayatulla, S.Sn., M.A. (Dosen Pembimbing
Perbedaan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Fisik Biomedis Antara Anak Balita Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bukan Penerima PKH
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 Mei 2022_KurnadiKebutuhan dasar fisik-biomedis merupakan kebutuhan primer bagi balita
yang harus dipenuhi bagi setiap orang tua agar anak dapat berkembang secara
optimal. Indikator terpenuhinya kebutuhan dasar fisik biomedis ialah dengan
memberikan imunisasi dasar lengkap, meliputi ASI Eksklusif, rutin melakukan
penimbangan BB dan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk
memeriksakan anak saat sakit. Sebagian besar keluarga miskin kurang
memperhatikan kebutuhan dasar karena kurang ilmu pengetahuan yang luas dan
ekonomi yang cukup. Untuk itu pemerintah Kementerian Sosial mengeluarkan
program keluarga harapan yang mewajibkan penerima untuk memenuhi
kebutuhan dasar fisik biomedis pada anak balita. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis perbedaan pemenuhan kebutuhan dasar fisik biomedis pada anak
balita antara balita penerima PKH dan bukan penerima PKH (Program Keluarga
Harapan).
Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel
penelitian sebanyak 83 anak balita yang dilaksanakan di Desa Patempuran
Kecamatan Kalisat Jember dengan menggunakan teknik simple random sampling.
Variabel dependent dalam penelitian ini ialah pemenuhan kebutuhan dasar fisikbiomedis dan variabel independent ialah faktor predisposing, enabling,
reinforcing dan need. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan uji
chi-square dengan tingkat kemaknaan sebesar 5% (α=0,05).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki
status bukan penerima PKH, mendapatkan imunisasi dasar lengkap, tidak
diberikan ASI Eksklusif, rutin melakukan penimbangan berat badan setiap bulan
dan lebih banyak yang memanfaatkan pelayanan kesehatan di poliklinik.
Berdasarkan analisis hasil chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat
perbedaan pemenuhan kebutuhan dasar fisik biomedis antara anak balita penerima
PKH dan bukan PKH. Berdasarkan faktor predisposing ada perbedaan berupa
variabel umur ibu dan pekerjaan ibu, namun tidak ada perbedaan terhadap
variabel pendidikan ibu, faktor enabling, reinforcing dan need antara anak balita
penerima PKH dan bukan PKH dan tidak ada perbedaan pemenuhan kebutuhan
dasar fisik biomedis berdasarkan faktor predisposing, enabling, reinforcing dan
need. Hal ini dikarenakan program PKH sudah mencapai tujuan program dan
orang miskin dapat mengakses pelayanan kesehatan untuk pemenuhan kebutuhan
dasar fisik biomedis pada anak balita.
Saran dari penelitian ini ialah PKH di Desa Patempuran Kalisat Jember
dapat dikatakan baik dikarenakan mayoritas anak balita sudah mendapatkan
imunisasi dasar lengkap dan rutin melakukan penimbangan BB namun mayoritas
anak balita tidak diberikan ASI Eksklusif, sehingga diharapkan kedepannya pihak
dinsos dan puskesmas dapat bekerjasama untuk memberikan penyuluhan terkait
pentingnya pemberian ASI Eksklusif. Selain penyuluhan juga bisa dengan
menampilkan pesan melalui media cetak, poster, brosur dll. Bagi peneliti
selanjutnya disarankan untuk memperbanyak jumlah subjek penelitian agar
mendapatkan jumlah sampel yang sama antara PKH dan bukan PKH sehingga
sebaran data yang diperoleh semakin merata.Dosen Pembimbing Utama : Ni’mal Baroya, S.KM., M.PH
Dosen Pembimbing Anggota : Christyana Sandra, S.KM., M.Ke