75643 research outputs found
Sort by
The Comparative Micro-CT Analysis on Trabecular Bone Density Between Hydroxyapatite Gypsum Puger Scaffold Application and Bovine Hydroxyapatite Scaffold Application
Background: Generally, after tooth extraction, trauma is caused by bone damage, which leads to a decreased bone density. Bone damage
repair should be conducted using a bone graft containing hydroxyapatite (HA). HA can be synthesised from gypsum puger powder,
which is abundant and easy to obtain. Hydroxyapatite gypsum puger (HAGP) was successful with 100% hydroxyapatite purity level.
Purpose: To compare the ratio of trabecular bone density in Wistar rats between HAGP scaffold application and bovine hydroxyapatite
(BHA) scaffold application. Methods: This study is a laboratory experiment using 6 treatment groups, namely K (-) polyethylene glycol
(PEG) 7, K (-) PEG 28, HAGP + PEG 7, HAGP + PEG 28, BHA + PEG 7, and BHA + PEG 28. HAGP scaffold freeze-drying. The
rats were anaesthetised intramuscularly, and their left mandibular incisor was removed. The scaffold was applied to the mouse socket,
followed by tissue decapitation after 7 and 28 days. The examination was carried out with micro-computed tomography (Micro-CT).
Next, statistical analysis using a one-way analysis of variance (ANOVA) test was conducted (p <0.05). Results: The ANOVA test result
showed a difference in bone density between the treatment and control groups on days 7 and 28. The Least Significant Difference (LSD)
test result revealed that there was no significant difference between K (-) PEG 28 and HAGP + PEG 7 (p=0.133). Nevertheless, there
were significant differences between the other groups. Conclusion: Based on the Micro-CT analysis, the trabecular bone density in
Wistar rats following HAGP scaffold application is higher than that of BHA scaffold application
Diagnosisi Penderita Penyakit Kkanker Paru Menggunakan Support Vector Machine Dan Naive Bayes
Kanker merupakan masalah paling utama dalam bidang kedokteran, menurut data jenis kanker yang menjadi penyebab kematian terbanyak adalah kanker paru, mencapai 1,7 juta kematian pertahun. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjangkitnya kanker paru, salah satu penyebabnya yaitu mutasi ekspresi genetika sel paru. Jumlah ekspresi genetika tersebut sangat banyak sehingga dibutuhkan sebuah sistem klasifikasi kanker paru yang dapat mengklasifikasikan antara sel yang beresiko kanker paru dan sel sehat. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk pengklasifikasi kanker paru dalam ilmu satatistika antara lain Naïve Bayes dan Support Vector Machine(SVM).
Konsep dasar SVM sebenarnya merupakan kombinasi harmonis dari teori-teori komputasi yang telah ada puluhan tahun sebelumnya, seperti margin hyperplane. SVM adalah metode learning machine yang bekerja atas prinsip Structural Risk Minimization (SRM) dengan tujuan menemukan hyperplane terbaik yang memisahkan dua buah class pada inputspace. Prinsip dasar SVM adalah linear classifier, dan selanjutnya dikembangkan agar dapat bekerja pada kasus non-linear dengan memasukkan konsep kernel trick pada ruang kerja berdimensi tinggi. Sedangkan Naïve Bayes atau disebut juga dengan Bayesian Classification merupakan metode pengklasifikasian statistik yang didasarkan pada teorema bayes yang dapat digunakan untuk memprediksi probabilitas keanggotaan suatu kelas. Naïve Bayes handal dalam menangani dataset yang berukuran besar serta dapat menangani data yang tidak relevan.
Penelitian ini akan menggunakan data ekspresi gen microarray yang terdiri dari 80 individu dengan 2408 variabel gen kanker paru yang kemudian dibagi menjadi data training dan data testing. Data tersebut dibagi menjadi 75:25 dengan proporsi sama tiap-tiap kelas klasifikasi. Pengujian data training dan data testing
ix
dilakukan menggunakan metode SVM dan Naïve Bayes. Untuk mendapat model yang optimal digunakan metode k-fold cross validation pada SVM dan Naïve Bayes.
Hasil pengujian pada data training menggunakan SVM menghasilkan tingkat akurasi sebesar 100% untuk fungsi kernel linear, 85% untuk fungsi kernel polynomial, 100% untuk fungsi kernel radial, dan 100% untuk fungsi kernel sigmoid. Kemudian dilakukan tuning parameter untuk mencari parameter terbaik dan nilai error terkecil dari setiap fungsi kernel. Tuning parameter yang dilakukan berupa parameter cost yang bernilai 0.001, 0.01, 0.1, 1, 10, 100 terhadap setiap fungsi kernel menggunakan metode 5-fold dan 10-fold cross validation. Dari hasil pengujian dan proses tuning didapatkan bahwa kernel linear merupakan fungsi kernel terbaik dibandingkan dengan ketiga kernel lainnya. Kernel linear juga memiliki nilai error terkecil pada 5 fold yang sudah dilakukan dengan cost parameternya sebesar 0,001. Pengujian data testing model SVM akan digunakan fungsi kernel linear dengan metode 5 fold cross validation.
Hasil pengujian pada data training menggunakan Naïve Bayes menghasilkan tingkat akurasi sebesar 98,33%. Kemudian dilakukan pengoptimalan model menggunakan metode 5-fold dan 10-fold cross validation. Dari hasil pengujian dan proses ini didapatkan bahwa 10-fold cross validation mampu melakukan klasifikasi yang lebih baik dari pada 5-fold cross validation ditandai dengan nilai error yang lebih kecil. Pengujian data testing model Naïve Bayes akan digunakan metode 10-fold cross validation.
Hasil pengujian metode Naive bayes dan SVM terhadap data ekspresi genetika kanker paru, dapat diambil kesimpulan bahwa metode SVM memiliki hasil klasifikasi yang lebih baik dari metode Naïve Bayes. Pengujian metode SVM memiliki tingkat ketepatan klasifikasi sebesar 90%, sedangkan untuk metode Naïve Byaes memiliki ketepatan klasifikasi sebesar 75%. Klasifikasi SVM dari data sel kanker paru menghasilkan 18 data terklasifikasi secara benar dan ada 2 data kesalahan. Klasifikasi Naïve Bayes dari sel kanker paru menghasilkan 15 data terklasifikasi secara benar dan ada 5 data kesalahan
Analisis Financial Distress Menggunakan Model Altman Z-Score sebagai Early Warning System (Studi pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2019)
Validasi unggah file repositori_Rudi K
Finalisasi unggah file repositori tanggal 23 Mei 2022_KurnadiFinancial distress merupakan kondisi awal suatu perusahaan sebelum
mengalami kebangkrutan, yang mana posisi keuangan mengalami kesulitan
likuiditas sangat parah, sehingga perusahaan tidak dapat menjalankan kegiatan
operasionalnya dengan baik. Untuk menghindari terjadinya kebangkrutan
diperlukan adanya early warning system (sistem peringatan dini) yang akan
mempengaruhi pengambilan keputusan manajemen perusahaan sehingga potensi
kebangkrutan dapat diminimalisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui hasil penilaian financial distress pada perusahaan sektor
pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019 dengan
menggunakan metode Altman Z-Score sebagai Early Warning System.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis
deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor pertambangan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2019. Teknik
pengambilan sampel dari objek penelitian dengan metode purposive sampling dan
diperoleh sebanyak 15 perusahaan dari 49 perusahaan yang menjadi populasi
penelitian. Analisis data menggunakan analisis kebangkrutan model Altman ZScore.Prof. Dr. Zarah Puspitaningtyas, S.Sos., M.Si.(Dosen Pembimbing Utama)
Dr. Ika Sisbintari, S.Sos., M.AB.(Dosen Pembimbing Anggota
Visualisasi Perempuan dalam Penataan Posisi Aktor pada Film Athirah
Validasi unggah file repositori_Reva
Finalisasi unggah file repositori tanggal 26 April 2022_KurnadiFilm merupakan sebuah seni karena film menawarkan pengalaman bagi penonton, seperti sesuatu yang menyenangkan, menegangkan, kesedihan dan lain sebagainya. Film juga membawa kebudayaan, harapan serta keresahan yang ingin disampaikan kepada penonton, sehingga film sendiri memiliki pengertian sebagai bahasa visual yang dapat mempresentasikan bentuk dari kehidupan masyarakat. Tokoh utama dalam film memiliki peranan untuk menarik simpati dan empati. Penonton melihat tokoh utama sebagai dirinya sendiri. Ketertarikan penonton pada pemeran utama perempuan dalam film meningkat pada tahun 2018, ini menunjukan bahwa penonton ingin melihat semua orang dapat divisualisasikan dengan baik dalam film. Untuk memvisualisasikan perempuan dibutuhkan bahasa film seperti mise-en-scene yang dapat membentuk emosi perempuan sehingga penonton dapat merasakan emosi yang dirasakan tokoh dalam film. Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penataan posisi aktor dalam aspek mise-en-scene dapat membangun emosi sehingga dapat memvisualisasikan perempuan pada film Athirah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan objek penelitian film Athirah. Teknik penelitian ini menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Teknik pengolahan data dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori mise-en-scene yang memiliki aspek pembentuknya yaitu setting dan posisi aktor yang saling terintegrasi sehingga dapat membentuk satu kesatuan yang utuh. Setting berfungsi untuk menciptakan bentuk serta tempat untuk bercerita di dalam film. Posisi aktor adalah pengaturan tata letak aktor agar tidak tumpang tindih dan menutupi satu sama lain. Melalui penataan posisi aktor dan aspek setting lainnya peneliti menganalisis teks-teks film dalam membangun emosi yang dapat memvisualisasikan perempuan pada film Athirah.
Pada penelitian ini menemukan hasil, bahwa penataan posisi aktor dapat membangun emosi yang menunjukan visualisasi perempuan. Hal ini ditunjukkan melalui penataan posisi aktor berada pada titik pusat perhatian. Pemosisian aktor ini menunjukkan detail seperti gerak tubuh dan mimik wajah. Terdapat tiga emosi yang terbentuk yaitu bahagia, sedih dan ikhlas. Pada emosi bahagia Athirah yang merupakan seorang ibu dan istri menunjukkan visualisasi perempuan dengan mimik wajah bahagia saat makan bersama keluarganya, kebahagiaan saat membagikan lauk makanan pada anak-anaknya. Perhatian dan kasih sayang Athirah ditunjukan dengan angle long shot yang memperlihatkan setting meja makan dan gerak tubuh lembut Athirah serta mimik wajah bahagia Athirah dan keluarganya. Emosi sedih yang ditunjukkan Athirah adalah ketika dia menangis dan memelas pada ibunya saat mengetahui suaminya menikah lagi. Angle kamera close up membantu posisi aktor untuk menekankan fokus perhatian pada gerak tubuh dan mimik wajah Athirah yang sedang menangis sambil memegang tangan ibunya dengan memelas. Pada adegan saat ibu Athirah datang ke rumah Athirah, menggunakan angle long shot untuk menunjukkan Athirah yang tergesa-gesa menemui ibunya dan menangis. Angle long shot juga menunjukkan properti tas yang masih dipegang ibunya, menandakan bahwa Athirah ingin segera menemui ibunya dan mengeluarkan semua kesedihan yang dia pendam. Kesedihan Athirah adalah bentuk visualisasi seorang istri yang pergi ke ibunya saat dia merasa sedih maupun tersakiti. Emosi keikhlasan menunjukkan visualisasi perempuan bahwa perempuan harus tetap melanjutkan hidup dan memaafkan kesalahan masa lalu. Angle kamera long shot, properti sarung dan perhiasan emas membantu posisi aktor menunjukkan emosi keikhlasan Athirah. Angle long shot memperlihatkan tempat adegan seperti ruang tamu saat berbicara dengan suaminya dan tempat perajin sarung saat bersama dengan anaknya. Athirah dengan tulus membantu membayar hutang suaminya dengan perhiasan yang dia tabung. Athirah juga memulai kehidupan baru dengan berjualan sarung. Keputusan Athirah untuk ikhlas dan melanjutkan hidup memvisualkan seorang perempuan yang terus melangkah maju meski pernah dikhianati dan disakiti.Dr. Renta Vulkanita Hasan, M.A (Dosen Pembimbing I)
Fajar Aji, S.Sn, M.Sn (Dosen Pembimbing II
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Kulit Akibat Infeksi Virus Menggunakan Metode Forward Chaining dan Certainty Factor
Penyakit kulit menjadi peringkat ketiga dari 10 penyakit terbanyak pada pasien
rawat jalan di rumah sakit se-Indonesia berdasarkan data profil kesehatan tahun 2015.
Salah satu jenis penyakit kulit yang masih tinggi angka kejadiannya dan menjadi
masalah yang cukup berarti adalah penyakit kulit akibat infeksi virus. Penyebab
utamanya yaitu faktor iklim seperti suhu, kelembapan dan perilaku hidup sehat di
masyarakat yang menyebabkan penyebaran virus meningkat. Statistik Kesejahtaraan
Rakyat tahun 2020 menunjukkan bahwa persentase penduduk yang memilih untuk
mengobati sendiri keluhan kesehatan lebih besar dibandingkan alasan lainnya. Hal ini
tentu dapat membahayakan penderita apabila terjadi kesalahan dalam mendiagnosis
terhadap penyakit kulit akibat infeksi virus yang dialami.
Pemanfaatan teknologi untuk proses diagnosis merupakan salah satu cara efektif
yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat dalam mendiagnosis secara
mandiri penyakit kulit akibat infeksi virus yang dialami. Teknologi yang digunakan
adalah sistem pakar. Sistem pakar dapat memberikan informasi berupa kesimpulan
jenis penyakit kulit akibat infeksi virus yang dialami penderita. Untuk menjadikan
sistem pakar bekerja dengan efektif, maka diperlukan metode pengambilan
keputusan. Metode yang digunakan untuk menemukan jenis penyakit kulit akibat
infeksi virus adalah metode Forward Chaining dan metode Certainty Factor
digunakan untuk menghitung persentase tingkat keparahan penyakit penderita yang
telah didiagnosis oleh sistemDosen Pembimbing Utama : Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D
Dosen Pembimbing Pendamping : Tio Dharmawan, S.Kom., M.Ko
Eksplorasi Pseudomonad Flourescens dari Filosfer Tanaman Cabai Jamu ( Piper Retrofactum Vahl) sebagai Agen Antagonis Terhadap Colletotrichum sp di Kawasan Merubetiri Desa Andongrejo Kabupaten Jember
Penyakit yang menyerang tanaman cabai jamu salah satunya adalah
penyakit antraknosa yang disebabkan oleh patogen Colletotrichum sp. Penyakit
ini dapat menyerang daun, batang dan buah tanaman, serangan pada daun dapat
menyebabkan terganggunya proses fotosintesis tanaman sehingga perlu dilakukan
pengendalian. Gejala serangan yang timbul yaitu muncuk bercak berwarna coklat
kehitaman pada bagian ujung dan menjadi busuk. Pengendalian dapat
memanfaatkan mikroorganisme dari golongan bakteri dan jamur. Mikroorganisme
yang dapat dimanfaakan sebagai agen hayati dapat berasal dari kelompok bakteri
Pseudomonad flourescens.
Penelitian ini dilakukan dengan 3 tahap yaitu isolasi patogen
olletotrichum sp, isolasi bakteri pseudomonad dari filosfer tanaman cabai jamu di
kawasan cagar alam Merubetiri dan uji fisiologis biokimia isolat pseudomonad
yang diperoleh dengan pedoman dari Schaad et al (2001). Dari isolat yang di
dapatkan kemudian dilakukan uji biokimia dan uji daya hambat Pseudomonad
flourescens terhadap patogen Colletotrichum sp. Diperoleh 23 isolat dari 4 lahan
dan diseleksi 4 isolat terbaik yaitu ArA1 dengan daya hambat 77.8% , 2. ArA3
dengan daya hambat 76.4 %, 3. ArA8 dengan daya hambat 78.6 dan 4. ArB4 76
%. Keempat isolat termasuk dalam spesies bakteri Pseudomonas flourescens.Dosen Pembimbing Skripsi : Dr. . Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti S.P, M.Sc
Prevalensi Resistensi Escherichia Coli Terhadap Tetrasiklin yang Diisolasi dari Hati Ayam Broiler
Antibiotik berguna untuk kesehatan manusia maupun hewan. Tetrasiklin salah satu jenis antibiotiik
yang paling sering digunakan di peternakan ayam untuk tujuan pengobatan, pencegahan maupun perangsang
pertumbuhan (Antibiotic Growth promoter/AGP) dalam pakan ayam broiler. Bakteri Escherichia coli (E.
coli) banyak ditemukan di lingkungan peternakan dan dapat mencemari hati ayam. Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui resistensi bakteri E. coli yang diisolasi dari hati ayam broiler terhadap tetrasiklin.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan bakteri E. coli pada hati ayam broiler.
Ayam broiler diambil berasal dari PT X yang berada pada 6 desa di Kecamatan Sumbersari, Kabupaten
Jember. Uji resistensi bakteri dilakukan dengan Metode Kirby Bauer. Data dianalisis dengan metode Clinical
and Laboratory Standards Institute. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bakteri yang ditemukan dari
hati ayam 100% adalah golongan bakteri Gram negatif. Berdasarkan hasil kultu rpada media EMB dan
pengecatan Gram sebanyak 67% sampel teridentifikasi positif bakteri E. coli. Pada uji resistensi antibiotik
didapatkan 50% sensitif, 25% intermediet dan 25% resistensi terhadap tetrasiklin. Kesimpulan pada
penelitian ini bakteri E. coli yang diisolasi dari hati ayam broiler 25% resisten terhadap tetrasikli
Kesalahan Berbahasa Taksonomi Kategori Linguistik Pada Teks Bacaan Siswa Dalam Buku Bahasa Indonesia Kelas X
Buku Bahasa Indonesia Kelas X Edisi 2017 menjadi sumber dan acuan
siswa dalam belajar bahasa Indonesia di sekolah. Sebagai sumber belajar siswa,
bahasa pengantar yang digunakan di dalam buku teks tersebut harus
mencerminkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Akan tetapi,
berdasarkan penelitian, buku teks tersebut belum memenuhi standar kebakuan
bahasa Indonesia, karena di dalam teks bacaan siswa ditemukan penggunaan
ejaan, kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf yang menyimpang dari PUEBI
dan KBBI. Akibatnya, informasi yang dipaparkan di dalam buku teks tersebut
tidak jelas atau tidak lengkap. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa tataran fonologis,
morfologis, sintaktis, semantis, dan wacana, pada teks bacaan siswa dalam buku
Bahasa Indonesia Kelas X Edisi 2017.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian
kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini ialah
teks laporan hasil observasi, teks eksposisi, teks debat, dan teks biografi dalam
buku Bahasa Indonesia Kelas X Edisi 2017. Data dalam penelitian ini berupa kata,
frasa, klausa, kalimat, dan paragraf yang mengindikasikan kesalahan berbahasa
taksonomi kategori linguistik. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah
metode dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode
fenomenologis. Instrumen yang digunakan yakni peneliti, instrumen pengumpul
data, dan instrumen analisis data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa taksonomi
kategori linguistik yang ditemukan di dalam teks bacaan siswa dalam buku
Bahasa Indonesia Kelas X Edisi 2017 meliputi: 1) kesalahan fonologis yaitu
kesalahan penulisan kata dasar, kesalahan penggunaan huruf kapital, kesalahan
penggunaan tanda baca, kesalahan penulisan prefiks, dan kesalahan penulisan
preposisi; 2) kesalahan morfologis yaitu kesalahan peluluhan fonem, kesalahan
pelesapan afiks, dan kesalahan pemilihan morf; 3) kesalahan sintaktis yaitu
kesalahan dalam unsur frasa, klausa, dan kalimat; 4) kesalahan semantis yaitu
hiperkorek, pleonasme, dan kesalahan diksi; serta 5) kesalahan wacana yaitu
kalimat sumbang, kesalahan elipsis, kesalahan substitusi, dan kesalahan referensi.Anita Widjajanti, S.S., M.Hum ; Dosen Pembimbing
Bambang Edi Purnomo, S.Pd., M.Pd
Cassava Leaves Extract (Manihot esculenta) Prevents the Decrease of Albumin Serum Level in Mice with Gentamicin-Induced Hepatotoxicity
gentamicin is effectively used for the treatment of gram-negative bacterial infection but it has a hepatotoxic effect. Lipid peroxidation and suppression of endogenous antioxidants by gentamicin increases the production of reactive oxygen species which leading to necrosis ofthepatocyte. Cassava leaves (Manihot esculenta) contain phenolic compounds, flavonoids, vittamin C, carotene, and iron which act as antioxidant and enzymatic antioxidant cofactor which can inhibit lipid peroxidation
Hubungan Jumlah Rakaat Salat Dhuha terhadap Peningkatan Detak Jantung
Latar Belakang : Salat merupakan ibadah umat muslim yang dilakukan dengan gerakan dan bacaan. Salat jenis aktivitas fisik dengan intensitas ringan yang dapat memengaruhi detak jantung. Peningkatan detak jantung pada aktivitas fisik sesuai dengan peningkatan intensitasnya.
Tujuan: mengetahui hubungan jumlah rakaat salat dhuha terhadap peningkatan detak jantung. Metode: Jenis penelitian ini yaitu analitik observasional dengan rancangan quasi eksperimental. Sampel berjumlah 42 terbagi menjadi 6 perlakuan, tiap perlakuan berisi 7 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Penelitian dilakukan bulan November 2020 hingga April 2021 menggunakan observasi responden. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dan uji Pearson.
Hasil: analisis uji One Way Anova yaitu didapatkan nilai signifikansi=0,001 menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan detak jantung disetiap intensitas salat serta hasil uji Pearson yaitu nilai r atau koefisien korelasi sebesar 0,637 dan nilai signifikan=0,00 menunjukkan hubungan kuat antara intensitas salat dengan peningkatan detak jantung. Kesimpulan: penambahan rakaat salat dhuha meningkatkan detak jantun