Universitas Jember

UNEJ Repository
Not a member yet
    75643 research outputs found

    Effect of Motivation and Competence on the Performance of Junior High School Science Teachers with Organizational Culture as Moderation Variables

    No full text
    This study aimed to determine and analyze the effect of motivation and competence on Junior High School Science Teachers' performance with organizational culture as a moderating variable. This type of research is quantitative explanatory, namely to reveal the relationship of influence between variables. The population includes all Junior High School Science Teachers in the Jember city area. By using the purposive sampling method, a sample of 70 teachers was assigned as research respondents. Data collection using a questionnaire with a Likert scale using 5 points. The total number of questions is 20 items—data analysis using SPSS version 22 application with linear regression and multiple linear regression techniques. The results of this study indicate that: 1) motivation has a significant effect on the performance of Junior High School Science Teachers in Jember Regency; 2) organizational culture moderates the influence of motivation on the performance of Junior High School Science Teachers in Jember Regency; 3) competence has a significant effect on the performance of Junior High School Science Teachers in Jember Regency; 4) organizational culture moderates the effect of competence on the performance of Junior High School Science Teachers in Jember Regency; 5) motivation and competence together have a significant effect on the performance of Junior High School Science Teachers in Jember Regency; 6) organizational culture moderates the influence of motivation and competence together on the performance of Junior High School Science Teachers in Jember Regency

    Co-Composting Process: A Study for Reducing C/N ratio and Assessment Quality of Compost Product via Measurement of Phytotoxicity by Different Feedstock Mixtures

    No full text
    Co-composting is a method for utilized organic waste for agriculture sectors. C/N ratio and feedstock mixtures are mainly for successful on composting process. Coffee husk has high C/N ratio 105.21. Insufficient C/N ratio would be adjusted by accumulation extra material such as animal manure and organic waste for easy nutrient from organic waste absorb into the soil and plant. The present study was conducted in laboratory with aimed to reducing C/N ratio by aerobic co-composting process and enhancing quality of coffee husk, also assessment the quality of co-compost via measurement of phytotoxicity by germination index. Two piles were conducted by mixing coffee husk, chicken manure, and cow dung (Pile. 1) and coffee husk, chicken manure, cow dung, and rice grain (Pile. 2). Samples were collected in 0, 7, 14, 21, 70, and 84 days for analyzed C/N ratio, while in every 7 days for measured pH and EC (electrical conductivity). In addition, initial and in the end of cocomposting product was analyzed; NH4 + , NO3-, total nitrogen, total phosphorus, total cations (K, Ca, Mg), while for germination index was analyzed after co-composting process. The results showed that (Pile. 2) the greatest reduction in C/N ratio with 14.32 ± 0.2 and highest germination index (GI) for Komatsuna (Brassica rapa var. Perviridis) with 131.5%. Thus, this indicated higher value of total nitrogen which caused by added rice grain to the co-composting pile

    Prinsip First To File dalam Sengketa Merek Bensu (Studi Putusan Nomor 57/Pdt.Sus Merek/2019/Pn Niaga Jkt.Pst)”

    No full text
    Hak Kekayaan Intelektual yang selanjutnya disebut HKI memerlukan perlindungan dikarenakan di dalamnya terdapat suatu ide atau gagasan yang muncul sebagai hasil kemampuan intelektual manusia yang kemudian diwujudkan dan memiliki nilai komersial. Begitu juga Merek, memerlukan perlindungan, karena dalam sebuah merek terkandung nilai martabat perusahaan (pengalaman perusahaan termasuk di dalamnya) dan jaminan barang dan/atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis merasa tertarik untuk meneliti dan memahami dalam bentuk skripsi yang berjudul “Prinsip First To File Dalam Sengketa Merek Bensu (Studi Putusan Nomor 57/Pdt.Sus Merek/2019/Pn Niaga Jkt.Pst)”. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu pertama, mengenai pelaksanaan prinsip first to file terhadap merek yang memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dalam penyelesaian sengketa merek dagang di Indonesia; kedua, pertimbangan hakim (ratio decidendi) dalam memutus perkara dengan Nomor 57/Pdt.Sus-merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst apakah putusan tersebut sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis; ketiga, akibat hukum apa yang ditimbulkan dari adanya putusan Nomor 57/Pdt.Sus-merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst. Tujuan dari penulisan skripsi ini terbagi menjadi 2 (dua), yaitu tujuan khusus dan tujuan umum. Tujuan umum bersifat akademis antara lain: Untuk memenuhi dan melengkapi tugas sebagai persyaratan pokok yang bersifat akademis guna mencapai gelar Sarjana Hukum sesuai dengan ketentuan kurikulum di Fakultas Hukum Universitas Jember; guna menerapkan ilmu pengetahuan hukum yang telah diperoleh secara teoritis selama perkuliahan serta mengembangkan analisa secara yuridis praktis; dan memberikan kontribusi pemikiran yang berguna khususnya bagi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember, badan legislatif dan eksekutif serta bagi masyarakat umum. Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah untuk menjawab rumusan masalah yang ada dalam skripsi ini. Metode penelitian dalam penulisan skripsi ini menggunakan penelitian hukum normatif doktrinal yang sudah pasti menggunakan pendekatan perundang-undangan. Selain menggunakan pendekatan perundang-undangan, penelitian ini juga didukung dengan menggunakan pendekatan konseptual (conceptual approach) penelitian ini dapat menemukan konsep yang tepat untuk digunakan dalam mengatasi permasalahan dalam lingkup merek. Pembahasan dalam skripsi ini yaitu: pertama, meneliti penerapan prinsip first to file yang memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dalam penyelesaian sengketa merek dagang di Indonesia; kedua, ratio decidendi hakim dalam putusan Nomor 57/Pdt.Sus-merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst sudah sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis; ketiga, akibat xiv hukum atas putusan Nomor 57/Pdt.Sus-merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst bagi pemilik hak dan pendaftar pertama merek “BENSU”. Kesimpulan dalam skripsi ini terdapat 3 (tiga) poin penting. Pertama, Untuk pendaftaran merek I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERRR oleh Ruben Samuel Onsu dinilai telah melanggar hak dari PT Ayam Geprek Benny Sujono yang pada putusan pengadilan Nomor 57/Pdt. Sus-Merek/2019/PN Niaga Jkt. Pst dinyatakan sah sebagai pemilik pertama berdasarkan sistem first to file atas merek “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERRR”. Kedua, putusan hakim dalam judex facti telah memberikan pertimbangan yang tepat dan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Ketiga, akibat hukum yang ditimbulkan dari putusan hakim tersebut adalah dihapusnya beberapa Merek milik Ruben Samuel Onsu yang dianggap memiliki persamaan pada pokoknya dengan Merek milik PT Ayam Geprek Benny Sujono. Saran yang dapat penulis berikan adalah: pertama, hendaknya bagi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dpat lebih teliti dalam melakukan pemeriksaan substantif khususnya terhadap merek yang hendak dimintakan pendaftarannya; kedua, hendaknya bagi pelaku usaha dapat menjunjung tinggi itikad baik dalam mendaftarkan mereknya dengan cara berlaku jujur dan menghilangkan niat untuk melakukan tindakan passing off atau membonceng merek terkenal milik orang lain dengan cara meniru atau menjiplak merek demi kepentingan usaha nya sendiri supaya mendapat keuntungan dari perbuatan tersebut; ketiga, hendaknya sebagai masyarakat dapat berpatisipasi dengan cara lebih menyadari bahwa merek adalah hal yang sangat penting peranannya dalam dunia perdagangan karna dalam merek terdapat harga diri perusahaan yang memproduksi barang dan/atau jasa; keempat, hendaknya bagi penegak hukum diperlukan kesadaran hukum dan pengayaan supaya penegak hukum tidak terpaku hanya pada kepentingan ekonomi (economic interest) dari sebuah merek saja, akan tetapi juga merek sebagaiNuzulia Kumala Sari, S.H., M.H.(Pembimbing I) Dr. Rahmadi Indra Tektona, S.H.,M.H.(Pembimbing II

    Prosedur Administrasi Tabungan Simpedes Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Universitas Jember

    No full text
    Berdasarkan hasil kegiatan Praktek Kerja Nyata yang telah dilaksanakan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Universitas Jember mengenai Prosedur Administrasi Tabungan Simpedes, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut: a. Prosedur administrasi tabungan Simpedes mencakup beberapa proses seperti pembukaan rekening, penyetoran, penarikan dan penutupan tabungan. b. Pada proses pembukaan rekening tabungan Simpedes nasabah harus mengisi formulir yang telah disediakan, membawa identitas diri dan membawa sejumlah uang sebagai setoran awal minimal Rp.100.000,-. c. Pada proses penyetoran tabungan Simpedes, nasabah hanya membawa buku tabungan, mengisi jumlah uang dan nomor rekening pada slip yang telah disediakan. d. Pada proses penarikan tabungan Simpedes, nasabah mengisi slip penarikan, membawa kartu identitas (KTP), buku tabungan, serta biaya administrasi penarikan (jika ada). e. Pada proses penutupan rekening tabungan Simpedes, nasabah harus mengisi formulir penutupan rekening, menyerahkan buku tabungan, kartu identitas (KTP), kartu ATM, serta mengisi slip penarikan. Selain itu nasabah juga membayar biaya penutupan rekening sebesar Rp.25.000,- kemudian nasabah menerima sisa saldo yang ada pada tabungannya. f. Pelaksanaan administrasi tabungan dilakukan oleh bagian frontliner diantaranya Customer Service dan Teller. Untuk proses pembukaan dan penutupan dilakukan oleh Customer Service sedangkan untuk proses penyetoran dan penarikan dilakukan oleh Teller. g. Proses menginput data nasabah saat pembukaan rekening dilakukan melalui sistem/portal BRI (BRInet Ekspress) oleh Customer Service dengan cara menginput data pribadi nasabah dan data keuangan nasabah. Selanjutnya dilakukan pengecekan dan validasi data oleh Supervisor.Dosen Pembimbing : Drs. Ketut Indraningrat, M.Si

    Implementasi Sistem Rekrutmen dan Pendidikan Sumber Daya Manusia di Bmt Ugt Sidogiri Pasuruan

    No full text
    Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses untuk menangani masalah-masalah dalam lingkup karyawan, buruh, manajer untuk menunjang perusahaan dan demi mencapai tujuan perusahaan. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan efektifitas sumber daya manusia di BMT UGT Sidogiri Pasuruan perlu adanya manajemen sumber daya manusia yang tepat untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas. BMT UGT Sidogiri Pasuruan sangat memperhatikan pelaksanaan rekrutmen serta pendidikan karyawannya. BMT UGT Sidogiri Pasuruan merupakan koperasi syariah yang sangat berkembang di Pasuruan. BMT UGT Sidogiri memiliki 277 kantor layanan dan 1.534 karyawan. Dengan banyaknya kantor layanan dan karyawannya, mayoritas pendidikan karyawan BMT UGT Sidogiri setara SMA. Karyawan BMT UGT Sidogiri berasal dari alumni Pondok Pesantren Sidogiri. Didalam perusahaan, pendidikan merupakan kebutuhan dasar, dan akan berpengaruh pada penentuan jabatan dan kemajuan perusahaan itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif. Objek penelitian pada penelitian ini ialah BMT UGT Sidogiri Pasuruan. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Dan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode Analysis Interactive dari pengumpulan data hingga kesimpulan. Hasil penelitian ini berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti mengenai sistem rekrutmen dan pendidikan yang diterapkan di BMT UGT Sidogiri Pasuruan. Hasil yang didapatkan oleh peneliti ialah sistem rekrutmen di BMT UGT Sidogiri ialah mengutamakan sifat jujur dan amanah. Serta metode rekrutmen yang digunakan ialah metode tertutup yang lebih diutamakan dan metode terbuka. Rekrutmen lebih diutamakan atau disebarluaskan pada karyawan dan alumni pondok pesantren Sidogiri. Rata-rata pendidikan karyawan BMT UGT Sidogiri Pasuruan ialah setara SMA. Dan pemberian program pendidikan karyawan dengan cara mengikuti latihan yang telah ditentukan sesuai dengan bidangnya masing-masing.Dr. Novi Puspitasari, S.E., M.M ; Dosen Pembimbing Suparman, S.Ag., M.HI

    Penilaian Kualitas Tanah Berdasarkan Sifat Kimianya pada Beberapa Tipe Penggunaan Lahan di Sub Das Arjasa Kabupaten Jember

    No full text
    Sistem pengelolaan yang kurang tepat dapat menyebabkan menurunnya produktivitas lahan sehingga produksi tanaman tidak optimal, hal ini menunjukkan tanah juga mengalami penurunan fungsi sebagai mana mestinya. Tanah yang tidak berfungsi dengan baik menyebabkan terjadinya penurunan kualitas tanah. Selain itu adanya intensifikasi dan usaha untuk meningkatkan produksi pangan hasil pertanian dengan cara perluasan lahan tanam atau biasa disebut dengan eksentifikasi. Hal ini juga adanya tekanan terhadap sumberdaya lahan dan air yang menimbulkan dampak negatif berupa penebangan liar pada daerah sungai, selain itu masyarakat banyak melakukan alih fungsi lahan pada DAS sebagai lahan fungsional seperti lahan pertanian maupun lahan pemukiman yang mana kegiatan tersebut dapat berdampak pada timbulnya bencana banjir dan kekeringan serta tanah longsor. Adanya perluasan lahan tanam berakibat pada lahan yang semula daerah konservasi menjadi pertanian baru karena areal hutan dan padang rumput yang telah dibuka untuk kepentingan lainnya. Konservasi hutan yang dibuka atau dirubah menjadi lahan pertanian akan menyebabkan penurunan kualitas tanah. Evaluasi terhadap kondisi dan kualitas tanah perlu dilakukan secara berkala. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei kualitas tanah dan dilaksanakan pada bulan Maret 2021 sampai dengan Juli 2021 di Sub DAS Arjasa. Penentuan titik sampel dilakukan dengan mengambil titik yang representatif dan berdasarkan pada pendekatan fisiografik. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara terusik dan berdasarkan penggunaan lahan yang terdapat di Sub DAS Arjasa yaitu sebanyak 12 SPL. Analisis tanah berdasarkan sifat kimia tanah diantaranya C-Organik, Nitrogen total (N), Fosfor tersedia (P), Kalium tersedia (K), KTK, pH, dan Daya Hantar Listrik atau salinitas. Data analisis sifat kimia tanah diolah menggunakan metode Principle Component Analysis (PCA) dan melakukan tahapan scoring dan weighting untuk memperoleh IKT (Indeks Kualitas Tanah).Dr. Ir. Bambang Hermiyanto, MP. (Dosen Pembimbing

    Persepsi Keluarga Pasien di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember

    No full text
    Validasi unggah file repositori_Ratna Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 April 2022_KurnadiCaring behavior is a different feature of nursing and it is the patient's perception of the caring behavior of the nurse that can have a significant impact on patient outcomes and patient satisfaction. This study aims to determine how the caring behavior of nurses according to the patient's family perception. This study uses a Caring Behavior Assessment (CBA) questionnaire with 45 items based on 10 carative factors of caring: Humanistic and altruistic, Instilling faith & hope, sensitivity, helping-trusting, positive/negative feelings, creative problem solving, teaching/learning, supportive/protective /corrective environment, human needs assist, existential/phenomenological/spiritual force. This study was conducted on the patient's family at Level III Hospital Baladhika Husada Jember. The questionnaire was given to 100 patients' families, of which only 68 questionnaires was obtained. Analysis of the nurse caring behavior variable according to the patient's family perception showed that the proportion of nurses who get sufficient and high caring values, that is 57.4% of respondents had sufficient caring perception and 42.6% of respondents have a high caring perception. The results of this study indicate that respondents have sufficient perceptions of the caring behavior of nurses at Level III Hospital Baladhika Husada Jember. This showed that the nurse's caring behavior overall was good due to the awareness of nurses to apply caring behavior in the nursing care provided to patients and visible when the data retrieval to the respondent looks respondents gave good and positive responses to nurse.Dosen Pembimbing Utama : Ns. Anisah Ardiana, S.Kep., M.Kep., Ph.D. Dosen Pembimbing Anggota : Ns. Alfid Tri Afandi, S.Kep., M.Ke

    Penerapan Sistem Informasi Geografis Dalam Pemetaan Status Hara N dan K Tanah Pada Lahan Perkebunan Teh Gunung Gambir Sumberbaru Jember

    No full text
    Teh (Camelia sinensis) merupakan komoditas tanaman perkebunan yang dimanfaatkan daunnya untuk diolah dan dikonsumsi. Perkebunan teh gunung gambir di Jember dikelola oleh PTPN XII dengan lahan seluas 37,89 Ha. Produktifitas teh di kebun Gunung Gambir mengalami penurunan dari tahun 2016 hingga 2019. Tanaman teh membutuhkan kesuburan tanah yang baik agar dapat mendapatkan produktivitas yang maksimal. Unsur hara yang berperan penting terhadap produktivitas teh yaitu nitrogen dan kalium. Belum tersedia data spasial terkait sebaran unsur hara nitrogen dan kalium tanah pada lahan pertanaman teh sehingga perlu dilakukan pemetaan untuk dijadikan dasar dalam melakukan kegiatan pengelolaan kebun teh. Penelitian dilakukan dengan 5 tahapan yaitu: (1) tahap persiapan dengan melakukan wawancara dan survei pendahuluan, (2) tahap survei lapang meliputi penentuan titik sampel, pengambilan informasi pendukung dan pembuatan peta batas perkebunan, (3) tahap pengambilan sampel tanah, (4) tahap analisis tanah di laboratorium meliputi pH, N total dan K tersedia, (5) analisis data dan pembuatan peta menggunakan ArcGis 10.5 dengan metode interpolasi IDW (Inverse Distance Weighted). RMSE (Root Mean Squares Error) pada penelitian ini digunakan untuk menilai akurasi hasil interpolasi IDW. Analisis status hara tanah dilakukan di Laboratorium Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian. Hasil dari penelitian ini adalah power terbaik pada interpolasi IDW sebaran N-total yaitu 6 dengan nilai RMSE 0,1306 dan pada sebaran K-tersedia yaitu power 1 dengan nilai RMSE 0,2991. Kandungan N-total pada lahan perkebunan teh Afdeling Gunung Gambir yaitu termasuk dalam klasifikasi rendah, sedang dan tinggi, serta pada K-tersedia yaitu termasuk dalam klasifikasi rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Kandungan status hara N-total terendah pada satuan peta tanah B8 sebesar 0,11%, tertinggi pada satuan peta tanah C7 sebesar 0,69%. Kandungan status hara K-tersedia terendah pada satuan peta tanah A8 sebesar 0,3 me/100 gram tanah, tertinggi pada satuan peta tanah B8 sebesar 1,2 me/100 gram tanah.Drs. Yagus Wijayanto, M.A, Ph.D ; Dosen Pembimbin

    Keperawatan Menjelang Ajal dan Paliatif : Petunjuk Praktikum

    No full text
    Dasar pemikiran teoritis dalam keperawatan terletak pada penggambaran konsep-konsep yang relevan dengan disiplin ilmu. Sementara konsep metaparadigma dari orang, lingkungan, kesehatan, dan keperawatan merupakan pusat perspektif disiplin. Penting bagi seorang perawat untuk menarik hubungan dari empat konsep dasar tersebut sehingga dapat menjelaskan pengetahuan keperawatan untuk memandu penelitian dan praktek profesional. Konsep-konsep yang dipilih untuk penjelasan dan penyempurnaan lebih lanjut seringkali merupakan hasil dari proses penelitian keperawatan, baik dalam perawatan pasien langsung atau administrasi keperawatan, dengan memperhatikan desain dan sistem proses yang baik. Tantangan dari perspektif disiplin ilmu keperawatan yang luas adalah menyempurnakan basis pengetahuan lebih lanjut sehingga secara praktis dapat memandu penelitian dan praktik. Sementara label konsep mungkin sama di seluruh disiplin ilmu, sehingga penting untuk membedakan perspektif disiplin tertentu pada konsep tersebut. Dalam disiplin ilmu keperawatan, masing-masing konsep dipertimbangkan dalam salah satu konsep kunci dalam paradigma keperawatan (orang, lingkungan, kesehatan, keperawatan) atau hubungan timbal balik di antara konsepkonsep ini (Fitzpatrick & McCarthy, 2018)

    Yasukuni Issue on Japan Attempt to Join the Security Council Of United Nation

    No full text
    Beribadah merupakan suatu kewajiban dalam agama. Dimana kita hidup dengan memiliki keyakinan jika semua hal yang ada di sekitar kita adalah pemberian dari sang Maha Pencipta dan kita membalasnya dengan berterima kasih kepada-Nya, yakni dengan beribadah. Karena itulah, kegiatan ini tidak memandang status, gender, ataupun strata dalam masyarakat. Semua memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk beribadah. Namun di negara Jepang sendiri, kegiatan beribadah yang seharusnya bisa dilakukan dengan bebas oleh kepala negara justru memicu masalah dengan negara lain hingga mengganggu kepentingan politik negara tersebut. Pemicu masalah ini berasal dari salah satu tempat beribadah agama Shinto di Jepang, yakni Kuil Yasukuni. Kuil ini merupakan tempat yang dibangun untuk mengenang warga negara Jepang yang meninggal dunia untuk Kekaisaran Jepang semasa Restorasi Meiji yang berjumlah 2.466.532 pria, wanita, dan anak-anak, mulai dari Perang Boshin 1867 hingga Perang Dunia II. Hal ini mengakibatkan negara China dan Korea selalu menuduh bahwa kuil tersebut merupakan lambang kejahatan perang Jepang dan lambang dari sikap agresor Jepang selama Perang Dunia II, hingga akhirnya menjadi faktor yang mengakibatkan kuil Yasukuni menjadi suatu isu yang sensitif. Bahkan dapat menjadi bumerang bagi negaranya jika pemerintah Jepang mengambil langkah yang salah dalam menyikapinya. Perdana Menteri Jepang tidak diperbolehkan mengunjungi Kuil Yasukuni karena bagi negara China dan Korea, tindakan ibadah itu dianggap sebagai tindakan menghormati dan membenarkan tindak kejahatan yang telah dilakukan Jepang semasa Perang Dunia II. Karena itulah, kuil Yasukuni ini dapat menjadi isu yang menghambat kepentingan politik luar negeri Jepang untuk dapat bergabung dalam keanggotaan tetap di Dewan Keamanan PBB. Karenanya, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar keberadaan kuil Yasukuni ini dapat digunakan sebagai penghambat usaha Jepang untuk dapat bergabung sebagai anggota tetap dalam Dewan Keamanan PBB. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan menggunakan data sekunder. Proses pengumpulan data tanpa melakukan interaksi langsung dengan pihak berkait namun memanfaatkan dokumen-dokumen berupa: hasil analisa penelitian terdahulu, laporan, mass media, lembaran negara, dan berbagai sumber dari internet. Penelusuran data selalu difokuskan pada pada kondisi dan isu kuil Yasukuni yang tumbuh di Jepang setelah Jepang menawarkan diri sebagai anggota tetap dalam Dewan Keaamanan PBB. Penulis akan membahas tentang Kuil Yasukuni, Dewan Keamanan PBB, apa yang menyebabkan Kuil Yasukuni menjadi isu yang diangkat oleh negara sekutu Jepang hingga dapat mempengaruhi upaya Jepang dalam bergabung dengan Dewan Keamanan PBB serta bagaimana respon Jepang dalam menyelesaikannya dalam rentang waktu dari tahun 2005 hingga tahun 2010. Data yang diperoleh dianalisis melalui beberapa tahapan: pemahaman, penyortiran, pengklasifikasian, penataan berdasarkan urutan waktu, pemberian penjelasan, dan menarik temuan. Data berupa upaya Jepang dalam bergabung dengan keanggotaan tetap Dewan Keamanan PBB tersebut dianalis dan dikaitkan dengan Teori The Politics of History oleh Howard Zinn (1963), Teori Interaksi Simbolik oleh George Herbert Mead (1934), dan konsep Historical Consciousness in Political Action oleh Theodore Schieder (2013) agar menghasilkan kesimpulan yang tepat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dampak yang ditimbulkan dari isu Yasukuni dalam usaha Jepang untuk bergabung dengan Dewan Keamanan PBB adalah 1. China dan Korea yang memprotes buku sejarah Jepang. 2. Politisi Jepang yang sempat mendatangi Kuil Yasukuni memberikan permintaan maaf atas tindakannya, namun mengalami konflik internal dalam negaranya yang menyangkal permintaan maaf tersebut hingga mengakibatkan Jepang terlihat tidak bersungguh-sungguh dalam meminta maaf. 3. Pemberian persembahan sebagai pengganti atas kunjungan Perdana Menteri Jepang ke Kuil Yasukuni agar tidak menyinggung negara yang menjadi korban kekejaman leluhur Jepang yang berada di Kuil Yasukuni. Dari kajian ini dapat disimpulkan bahwa Jepang sudah melakukan berbagai upaya yang relatif strategis dan tepat untuk mewujudkan keinginannya dalam bergabung sebagai anggota tetap dalam Dewan Keamanan PBB. Namun demikian Jepang harus bersikap realistis menghadapi kenyataan bahwa keinginannya tersebut akan sulit dicapai selama Jepang dalam memberikan permintaan maaf atas tindakan para pemimpinnya yang beribadah ke Kuil Yasukuni terbantahkan dengan konflik internal dari dalam pemerintahannya sendiri. Dimana akhirnya mengakibatkan isu ini dapat dipergunakan oleh China dan Korea Utara untuk menghambat upayanya dalam bergabung dalam keanggotaan tetap di Dewan Keamanan PBBFuat Albayumi, SIP. M.A ; Dosen Pembimbing Agus Trihartono, S Sos, MA, Ph

    6,632

    full texts

    75,643

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNEJ Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇