Universitas Jember

UNEJ Repository
Not a member yet
    75643 research outputs found

    Pola Resistensi Petani: Variasi dan Struktur Resistensi Petani di Pedesaan

    No full text
    Resistensi petani merupakan istilah baru dalam konsep sosiologi, yang berkembang untuk menggambarkan tentang bagaimana para petani itu berusaha bertahan terhadap tekanan yang selalu mengungkungnya. Dalam hal ini konsep bertahan terhadap tekanan, secara tidak langsung memiliki makna bahwa para petani itu menunjukkan sifat perlawanannya terhadap segala sesuatu yang menekannya. Oleh karena itu konsep resistensi selanjutnya juga dipergunakan untuk menggambarkan adanya suatu perlawanan dari petani. Selanjutnya konsep resistensi selalu di pergunakan untuk menggambarkan terjadinya perlawanan petani

    Penyakit Periodontal

    No full text
    Sulkus gingiva merupakan port d’entre dari patogen periodontal penyebab penyakit periodontal. Keberadaan sulkus gingiva menjadi penting bagi kesehatan jaringan periodontal. Dari sulkus gingiva, keluar cairan krevikular gingiva yang menjadi faktor pertahanan penting bagi gingiva. Kedalaman sulkus gingiva ditentukan dengan pemeriksaan probing depth menggunakan probe periodontal. Normalnya kedalaman probing dari sulkus gingiva adalah 2-3 mm. Jika hasil pemeriksaan kedalaman probing dari sulkus gingiva lebih dari 3 mm maka disebut sebagai poket periodontal. Poket periodontal adalah pendalaman sulkus gingiva secara patologis yaitu kedalaman sulkus gingiva lebih dari 3 mm. Poket periodontal merupakan tanda klinis utama yang menunjukkan adanya penyakit periodontal

    Determinan Kejadian Pitted Keratolysis Pada Peternak Sapi Di Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri

    No full text
    Determinan Kejadian Pitted Keratolysis Pada Peternak Sapi Di Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri; Yogi Aditya; 172110101021; 2022; 81 Halaman; Peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memperkirakan setiap tahunnya pekerja yang meninggal dikarenakan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja sebanyak 2,78 juta, dengan 2,4 juta (86,3 persen) disebabkan oleh penyakit akibat kerja. Pekerja peternakan sapi khususnya pada sektor informal memiliki risiko tinggi terhadap penyakit akibat kerja seperti penyakit kulit. Penyakit kulit yang dapat menyerang peternak sapi dengan kondisi lingkungan yang lembap dan becek adalah Pitted keratolysis. Setelah dilakukan studi pendahuluan di Dusun Gatok Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, diketahui 5 dari 20 peternak memiliki tanda dan gejala Pitted keratolysis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah determinan kejadian Pitted keratolysis pada peternak sapi di Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional dan desain penelitian yang digunakan adalah case control. Populasi penelitian ini sebanyak 83 peternak sapi dengan sampel sejumlah 40 peternak sapi, 10 untuk sampel kasus dan 30 untuk sampel kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian Pitted keratolysis, sedangkan untuk variabel independen adalah karakteristik peternak sapi (umur, jenis kelamin, masa kerja, riwayat Pitted keratolysis, dan pekerjaan sampingan), pengetahuan personal hygiene, perilaku personal hygiene kebersihan kaki, penyediaan dan penggunaan APD, kebersihan lingkungan fisik pada kandang sapi. Analisis data menggunakan uji statistik contingency coefficient dan korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang terdiagnosis Pitted keratolysis memiliki umur dalam kategori lansia 46-65 tahun (60%), masa kerja 3 tahun (90%), tidak mempunyai pekerjaan sampingan (80%), pernah mengalami riwayat Pitted keratolysis (70%), perilaku personal hygiene kebersihan kaki yang tidak baik (70%), penyediaan dan penggunaan APD sudah tersedia tetapi terdapat kecacatan dan tidak digunakan secara lengkap (90%), dan kebersihan lingkungan fisik pada kandang yang buruk (90%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,839; 0,890; 0,571), jenis kelamin (p=0,456), masa kerja (p=1,000), dan pekerjaan sampingan (p=0,224) dengan kejadian Pitted keratolysis. Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat Pitted keratolysis (p=0,001), pengetahuan personal hygiene (p=0,016), perilaku personal hygiene kebersihan kaki (p=0,001), perilaku penyediaan dan penggunaan APD (p=0,000), perilaku pemeliharaan APD (p=0,005), dan kebersihan lingkungan fisik pada kandang (p=0,000) dengan kejadian Pitted keratolysis. Kesimpulannya yaitu riwayat Pitted keratolysis, pengetahuan personal hygiene, perilaku personal hygiene kebersihan kaki, perilaku penyediaan dan penggunaan APD, perilaku pemeliharaan APD, dan kebersihan lingkungan fisik pada kandang sapi memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian Pitted keratolysis. Saran yang dapat diberikan bagi peternak sapi yaitu segera melakukan langkah penanganan jika mempunyai tanda dan gejala penyakit Pitted keratolysis, serta menghilangkan pandangan negatif terhadap kejadian Pitted keratolysis.Dr. Anita Dewi Prahastuti Sujoso, S.KM., M.Sc. dr. Ragil Ismi Hartanti, M.S

    Rancang Bangun Inverter Sinusoidal 1 Fasa dengan Low Frequency Transformer pada Robot Asper-19

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 13 April 2022_KurnadiBersamaan dengan perkembangan covid-19 yang semakin meningkat, maka diperlukan suatu inovasi yang dapat digunakan untuk membantu penanganan covid-19. UKM Robotika Universitas Jember melakukan riset untuk membuat robot asisten perawat 19 (ASPER-19) sehingga dapat meminimalisir kontak dengan pasien. Dalam menjalankan kinerjanya, robot ini membutuhkan tegangan AC sedangkan tegangan input yang digunakan yaitu tegangan DC. Oleh sebab itu proses perubahan tegangan dari DC menjadi AC menggunakan alat inverter. Pada penelitian ini, inverter yang digunakan yaitu inverter dengan memanfaatkan modul EGS002 sebagai driver SPWM. Pada proses switching menggunakan 4 buah mosfet dengan tipe hy4008 yang disusun secara h-bridge. Untuk menaikan tegangan menjadi 220VAC menggunakan jenis trafo frekuensi rendah. Trafo frekuensi rendah yang diguanakan yaitu trafo inti besi, dalam penelitian ini menggunakan trafo bekas UPS. Pada penelitian ini inverter menggunakan tegangan input sebesar 12V DC menghasilkan inverter berdaya 140 watt dan frekuensi 50 Hz. Hasil pengujian yang dilakukan pada robot ASPER-19 didapatkan tegangan output relatif stabil sebesar 221,5 V dengan frekuensi sebesar 50 Hz dan nilai THD yang dihasilkan dibawah 5%.Ir.H.R.B. Moch. Gozali, S.T.,M.T. (Pembimbing I) Samsul Bachri M, S.T.,M.MT. (Pembimbing II

    Perlindungan Hukum Pemegang Polis Asuransi terhadap Pencabutan Izin Usaha PT. Asuransi Jiwa Bakrie oleh Otoritas Jasa Keuangan (Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor Kep-76/D.05/2016)

    No full text
    The definition of insurance according to Article 1 Number (1) of Law Number 40 of 2014 concerning Insurance is an agreement between two parties, namely the insurance company and the policy holder, which is the basis for receiving premiums by the insurance company in return for providing reimbursement to the insured or policy holder because loss, damage, costs incurred, lost profits, or legal liability to third parties that may be suffered by the insured or the policyholder due to the occurrence of an uncertain event. The Financial Services Authority according to Article 1 number (1) of the OJK Law Number 21 of 2011 is an independent institution and is free from interference from other parties, which has the functions, duties, and authorities of regulation, supervision, examination, and investigation as referred to in the Act. this. Legal protection for Bakrie Life insurance policy holders is divided into 2, namely external legal protection and internal legal protection. Where external is regulated in Law Number 40 of 2014 concerning Insurance and Law Number 21 of 2011 concerning the Financial Services Authority. While internal is a legal protection that is packaged by the parties themselves at the time of making the agreement, where at the time of packing the contract clauses, both parties want their interests to be accommodated on the basis of an agreement. Where the external is regulated in Law Number 40 of 2014 concerning Insurance and Law Number 21 of 2011 concerning the Financial Services Authority. While internal is the legal protection that is packaged by the parties themselves when making the agreement, where when packing the contract clauses, both parties want their interests to be accommodated on the basis of an agreement. Where the external is regulated in Law Number 40 of 2014 concerning Insurance and Law Number 21 of 2011 concerning the Financial Services Authority. While internal is the legal protection that is packaged by the parties themselves when making the agreement, where when packing the contract clauses, both parties want their interests to be accommodated on the basis of an agreement.Iswi Hariyani, S.H., M.H. (Pembimbing Utama) Dr. Bhim Prakoso, S.H., Sp.N., M.M., M.H (Pembimbing Anggota

    Juridical Analysis on the Holder Obligations of Coal Mining Licenses in Implementing Reclamation

    No full text
    Indonesia merupakan negara yang menghasilkan bahan galian tambang terbesar ketiga di dunia. Kewenangan dalam mengelola, mengatur, dan melakukan pengawasan atas pengelolaan atau menguasai galian beserta isinya dilimpahkan keapada negara dengan tujuan untuk kesejahteraan rakyat. Buruknya reklamasi tambang menjadi permasalahan serius yang terjadi paa industri tambang di Indonesia. Pemerintah melalui bermacam kebijakan telah menekankan kewajiban atas para pemegang izin usaha pertambangan untuk melaksanakan kewajiban tersebut. Pada faktanya, masih banyak perusahaan perusahaan pertambangan yang lalai akan kewajiban tersebut dan merampas hak-hak masyarakat terutama lingkungan sekitar wilayah pertambangan. Apabila reklamasi tidak dilakukan maka fngsi ekologis dari wilayah tambang akan menurun drastis. Hal inilah yang menjadi tugas besar yang harus segera dirampungkan oleh pemerintah bersama para pemegang IUP dan IUPK agar masyarakat tidak merasakan kenyataan pahit imbas dari kegiatan pertambangan tersebut. Menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif, yang meliputi pendekatan normatif dan pendekatan konseptual. Bahan hukum dalam penelitian ini terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah peraturan mengenai reklamasi,hubungan reklamasi dengan masyarakat serta pengaruhnya, kewajiban perusahaan tambang terhadap hak-hak masyarakat sekitar wilayah pertambangan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pertama, reklamasi merupakan kegiatan yang bersifat global dan berkelanjutan. Aspek yang mempengaruhi reklamasi adalah pemerintah, kontraktor pertambangan dan masyarakat. Kedua, kewajiban reklamasi dilaksanakan oleh pemegang izin usaha pertambangan untuk memenuhi hak-hak masyarakat yang semula terampas karena kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan. Salah satu bentuk antisipasi dari permasalahan – permasalahan yang timbul di kemudian hari, penelitian ini memberikan gagasan untuk pemberdayaan masyarakat agar tidak dijadikan objek yang terkena dampal dan diposisikan sejajar dengan kelompok terlibat lainnya. Landasan hukum tentang penutupan reklamasi lahan pasca tambang harus segera dibentuk untuk melinfungi hak asasi masyarakat. Kewajiban reklamasi aturannya lebh dipertegas dan memuat sanksi yang memiliki efek jera === This study focuses on solving problems in the field of legal regulations regarding the obligations of coal mining business license holders in carrying out reclamation. Poor mine reclamation is a serious problem that occurs in the mining industry in Indonesia. The government through various policies has emphasized the obligation on mining business license holders to carry out these obligations. In fact, there are still many mining companies that neglect these obligations and take the rights of the communities around mining areas. If reclamation is not carried out, the ecological function of the mining area will decrease drastically. This is a big task that must be completed by the government together with IUP and IUPK holders so that the community does not feel the harsh reality of the impact of these mining activities. Using normative juridical legal research methods through normative and conceptual approaches, the problems studied in this study are post-mining reclamation regulations, reclamation relations between mining companies and the community, and the obligations of mining companies to the rights of communities around mining areas.Dr. IWAN RACHMAD SOETIJONO, S.H., M.H (Dosen Pembimbing Utama) MUH. BAHRUL ULUM, S.H., LLM (Dosen Pembimbing Anggota,

    Financial Literation Analysis, Marketing Strategies, and Institutional Models of Coffee Farming Creation

    No full text
    Coffee is one of Indonesia’s leading commodities that has opportunities in the domestic and international markets. Processed coffee drinks are now increasingly favored by people from various circles, so that the growth of national coffee consumption continues to increase. However, the fate of coffee farmers is not directly proportional to the trend of increasing Indonesian people’s coffee consumption. The purpose of this study was to analyze financial literacy and coffee marketing strategies as well as the institutional model of coffee farming in Jember Regency, especially cooperative of KSU Ketakasi. The research methodology used is explanatory research. This study was carried out at some stages: field studies/surveys (to uncover and unravel the problems of coffee farming), analysis of marketing strategy, and analysis of business institutional models. The research results showed that; (a) the level of financial literacy in accessing financing sources is still very low; (b) the mudharaba and musyarakah financing scheme is more appropriate for KSU Ketakasi to finance coffee farmers; and (c) KSU Ketakasi has implemented a marketing mix consisting of product, promotion, price, and location. In addition, KSU Ketakasi has established a cooperative to accommodate the harvest of coffee from farmers and sell it to buyers. Although the institutional body is still simple, KSU Ketakasi has been able to contribute to Jember Regency in the form of foreign exchange for the local government

    Hubungan Pengetahuan Keamanan Pangan dengan Higiene Penjual dan Kontaminan Salmonella spp. pada Lalapan Mentah di Kecamatan Patrang

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 7 Juni 2022_KurnadiFoodborne disease adalah penyakit yang ditimbulkan karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi agen biologis (mikroorganisme) atau kimia. Salah satu penyakit yang terjadi karena pencemaran makanan oleh mikroorganisme adalah salmonellosis. Salmonellosis merupakan penyakit yang ditandai dengan demam akut, mual, muntah, nyeri abdomen, dan diare. Kasus salmonellosis yang terjadi di Indonesia mencapai 60.000 hingga 1.300.000 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 20.000 per tahun. Salmonellosis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhoid/paratyphoid dan Salmonella nontyphoid. Menurut penelitian sebelumnya, sayuran merupakan bahan pangan yang sering terkontaminasi oleh bakteri Salmonella. Masyarakat Indonesia seringkali mengonsumsi sayuran mentah yang disebut dengan lalapan. Pencemaran bahan pangan seperti pada lalapan oleh bakteri Salmonella bisa disebabkan karena kondisi higiene dan sanitasi penjamah makanan yang buruk. Higiene personal penjual dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah tingkat pengetahuan penjual. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan keamanan pangan dengan higiene penjual dan kontaminan Salmonella spp. pada lalapan mentah di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Penelitian observasional analitik ini dilakukan pada penjual lalapan mentah di Kecamatan Patrang dan Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UNEJ, pada bulan November 2021, menggunakan desain penelitian Cross Sectional Study. Besar sampel penjual dan lalapan mentah yang diteliti sebanyak 30 sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi dan diambil dengan teknik simple random sampling. Sampel lalapan mentah dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan mikrobiologi menggunakan metode kultur pada media selektif dan pengecatan Gram untuk mengetahui keberadaan kontaminan bakteri Salmonella spp. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik penjual lalapan mentah di Kecamatan Patrang didominasi oleh penjual berjenis kelamin perempuan (86,7%), rata-rata berusia 41-50 tahun (36,7%), sebagian besar penjual hanya menempuh pendidikan hingga SMA (60%), dan sebagian besar penjual belum mendapatkan edukasi keamanan pangan selama berjualan (90%). Mayoritas penjual memiliki pengetahuan keamanan pangan yang baik (83,3%), penjual memiliki higiene personal dalam kategori cukup (46,7%), dan terdapat kontaminasi bakteri Salmonella spp. pada 80% sampel lalapan mentah di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keamanan pangan dengan higiene penjual dan kontaminan Salmonella spp. pada lalapan mentah di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Kesimpulan penelitian menunjukkan higiene penjual tidak dipengaruhi oleh pengetahuan keamanan pangan yang dimiliki oleh penjual. Penelitian ini juga menunjukkan mayoritas lalapan mentah di Kecamatan Patrang telah terkontaminasi Salmonella spp. Proses kontaminasi Salmonella spp. pada lalapan mentah juga tidak dipengaruhi oleh pengetahuan keamanan pangan yang dimiliki oleh penjual. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan karakteristik, higiene personal dan sanitasi penjual terhadap kontaminasi bakteri pada lalapan mentah. Selain itu, penjual lalapan mentah diharapkan dapat meningkatkan higiene personal untuk mencegah kontaminasi bakteri terhadap lalapan mentah yang diolah.Dr.dr.Diana Chusna Mufida, M.Kes dr.Yudha Nurdian, M.Ke

    Keberfungsian Sosial Gay di Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 6 Juni 2022_KurnadiKeberfungisan sosial kaum gay mengalami permasaahan terutama pada bidang ekonomi, yaitu dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan bekerja. Kaum gay dalam lingkungan kerja seringkali mengalami perlakuan “diskriminatif”. Hal ini tidak dapat terlepas dari pandangan masyarakat yang memandang gay sebagai kelompok yang menentang kodrat manusia, berdosa, dan menjijikkan. Penolakan masyarakat ini jelas menimbulkan problematika sosial bagi komunitas gay. Bagi kaum gay yang berpendidikan dan memiliki keterampilan khusus, banyak yang berusaha memperoleh penghasilan dengan bekerja sesuai latar belakang pendidikan atau keterampilannya dan berusaha dalam berfungsi secara sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di Kabupaten Banyuwangi. Penentuan informan menggunakan snowball sampling dan pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi aktif, dan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, display data dan kesimpulan. Triangulasi data menggunakan sumber dan metode. Pemenuhan kebutuhan, salah satu informan dapat berfungsi secara sosial karena informan juga berusaha dalam memenuhi kebutuhan dengan cara bekerja dari bawah hingga dapat memenuhi kebutuhannya. Peranan sosial, informan berusaha untuk selalu berinteraksi dengan masyarakat dengan berpartisipasi aktif dengan kegiatan yang ada di lingkungan sekitarnya dan juga menunjukkan keterampilannya kepada masyarakat bahwa dengan keadannnya yang seperti sekarang informan masih bisa bermanfaat dan berguna bagi orang lain. Menghadapi tekanan perekonomian, informan dengan hasil keterampilan yang infoman punya serta kualitas layanan jasa yang diberikan kepada customer-nya telah memberikan hasil yang sangat memuaskan. Sehingga dapat mewujudkan semua keinginan informan seperti membangun salon yang bagus, membangun toko untuk ibunya, dan membiayai sekolah adik-adiknya. Menghadapi tekanan sosial, informan ketika dirinya sedang mengalami masalah maka hal yang informan lakukan untuk menyikapi diri sendiri selalu berusaha berfikiran positif yakni dengan berdoa dan meminta pengampunan dari Allah karena menurut informan dengan cara seperti itulah informan menjadi lebih bisa berdamai dengan dirinya sendiri, menjadi lebih bisa menghadapi semua permasalahan yang tengah terjadi di dalam kehidupannya. Kesimpulan mengenai kondisi keberfungsian sosial kaum gay sebagai berikut: Kaum gay dapat memenuhi kebutuhan utama dalam hidupnya dan kebutuhan keluarganya. Hal ini dapat mereka lakukan karena mereka memiliki tingkat kepercayaan diri dan konsistensi dalam mencapai tujuan sehingga dapat berfungsi secara sosial. Kaum gay dapat memenuhi peranan-peranan sosial yang ada di keluarga maupun masyarakat, karena menurut informan semua perlakuan yang sudah diterima berusaha di balas dengan kebaikan sehingga mereka merasakan kenyamanan dalam bersosialisasi, serta kaum gay juga kerap ditemui turut serta dalam aktifitas yang ada di lingkungan masyarakat. Kaum gay juga mampu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya guna memecahkan permasalahan ekonomi yang menimpanya. Serta mereka juga tekun dalam mencari penghasilan demi mencapai tujuan-tujuan apa yang mereka inginkan. Kaum gay mampu memecahkan permasalahan sosial yang ada, karena banyaknya konflik internal dalam proses pencarian jati diri serta penolakan dari lingkungan sekitar menimbulkan sebuah tekanan yang perlu segera untuk ditangani, sehingga kaum gay tetap dapat menjlankan peran sosialnya dan mampu memecahkan permasalahannya. Melihat keberfungsian sosial dan beberapa kondisi positif yang dialami kaum gay, mereka juga mendapatkan permasalahan yang serius dan hampir semua informan mengalaminya. Berikut merupakan kendala-kendala yang dialami oleh kaum gay: Kaum gay sulit diterima oleh keluarga maupun masyarakat karena mendapatkan pandangan kurang baik di kalangan masyarakat. Kaum gay juga rentan terjadi konflik dengan masyarakat, salah satunya kaum gay ini pernah disiksa oleh segerombolan pria dan dilecehkan sehingga tidak mendapatkan haknya. Adanya perlakuan kurang adil dalam instansi kepada kaum gay, misalnya dalam pengurusan administrasi, sehingga terjadi diskriminasi terhadap kaum gay.Dosen Pembimbing:Arif, S.Sos., M.A

    Efektivitas Penyisihan Kadar BOD Limbah Cair Pengolahan Ikan Menggunakan Tanaman Melati Air (Echinodorus Palaefolius) Dengan Sistem SSFCWS

    No full text
    Fish processing liquid waste is waste that contains organic material from fish processing activities that have the potential to pollute the environment if the resulting waste is not treated properly and correctly. This research was conducted to determine the efficiency of removal of BOD levels by Phytotreatment using water jasmine (Echinodorus palaefolius), and the effect of the number of plants on BOD levels of fish processing wastewater. Sampling was carried out in the fish processing industry in Pasuruan, East Java. The research stages started from preliminary research, the phyto-treatment process, and data analysis using Two-Way ANOVA. Plant acclimatization with concentrations of 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% fish processing wastewater with water jasmine (Echinodorus palaefolius) gradually for 18 days. Phytotreatment was carried out using a waste concentration of 75% for 20 days to determine the decrease in BOD levels. Based on the results of the analysis, it can be concluded that water jasmine (Echinodorus palaefolius) can absorb organic matter in wastewater treatment with BOD removal efficiency of 77% respectively. The results of statistical tests carried out showed that the weight of water jasmine (Echinodorus palaefolius) had a significant effect on BOD levels

    6,632

    full texts

    75,643

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNEJ Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇