75643 research outputs found
Sort by
Aplikasi Citra Sentinel-2A Untuk Pemetaan Tutupan Lahan di Kabupaten Jember Tahun 2015
Tutupan lahan dapat menyediakan informasi yang sangat penting untuk
keperluan pemodelan serta untuk memahami fenomena alam yang terjadi di permukaan
bumi salah satunya pada bidang pertanian. Pada bidang pertanian, citra satelit
sentinel2A dapat digunakan untuk memetakan luas sawah pertanian pada suatu
wilayah. Penelitian ini menggunakan data citra satelit Sentinel-2A sebagai bahan untuk
pemetaan tutupan lahan, karena memiliki resolusi temporal 10 x 10 meter dan cakupan
wilayahnya yang luas. Selain untuk mengetahui besarnya perubahan tutupan lahan Kabupaten Jember pada tahun 2015, selain itu penelitian ini dilakukan untuk
membandingkan keakuratan klasifikasi metode supervised, yaitu algoritma maximum
likelihood (MLC) dengan Extraction and Classification Of Homogenus Object (ECHO)
untuk pemetaan tutupan lahan.
Prosedur penelitian ini terdiri dari (1) inventarisasi data citra Sentinel-2A
perekaman bulan Juni tahun 2019 dan Ground Control Point (GCP) sebanyak 210 titik
sebagai training area; (2) pra pengolahan data yang meliputi (koreksi atmosferik,
komposit, mosaic, dan cliping); (3) pengolahan data (pembuatan training area,
klasifikasi MLC dan ECHO menggunakan aplikasi MultiSpec); (4) Uji akurasi
menggunakan matriks kesalahan dengan nilai akurasi Kappa dan Overall, (5)
perbandingan klasifikasi algoritma MLC dengan ECHO untuk mengetahui hasil yang
lebih akurat. Berdasarkan prosedur tersebut dihasilkan tujuh kelas tutupan lahan yaitu
(1) badan air (2) hutan (3) pemukiman (4) lahan kering (5) sawah (6) tegalan dan (7)
tutupan awan sebagai kelas tidak terklasifikasi. Berdasarkan matriks kesalahan,
terdapat banyak kesalahan klasifikasi pada setiap kelas tutupan lahan. Untuk akurasi
ECHO nilai Kappa 91,40% dan Overall 96,66%. Sedangkan untuk MLC, nilai Kappa
90,70% dan Overall 96,40%. Berdasarkan hasil uji akurasi algoritma klasifikasi ECHO
memperoleh nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode MLC, sehingga dapat
dikatakan metode ECHO lebih akuratDosen Pembimbing Skripsi : Prof. Dr. Indarto, S.TP., D.E.A
Analisa In Silico Enzim Zingibain Terhadap Protein Katarak
Lensa mata adalah struktur bikonveks transparan yang dilingkupi oleh
kapsul, terletak tepat di belakang iris dan di depan badan vitreous. Secara
histologis lensa mata tersusun dari tiga struktur, yaitu kapsul, epitel subkapsular
anterior, dan substansi lensa mata (korteks dan nukleus) (Chakrabarti, 2017;
Astari, 2018). Lensa mata memiliki fungsi untuk memancarkan dan memfokuskan
cahaya ke retina. Lensa mata mengandung konsentrasi protein tertinggi di tubuh
manusia untuk memfasilitasi fungsi tersebut. Sebanyak 60% dari total massa lensa
mata terdiri dari protein. Protein Crystalline lensa mata merupakan komponen
utama yang menyusun sekitar 90% protein lensa mata yang larut dalam air,
bersama dengan komponen sitoskeletal, termasuk aktin, miosin, vimentin, αaktinin, dan mikrotubulus (Hejtmancik dkk., 2015
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Articulate Storyline dalam Pembelajaran Sejarah Kesenian Batik Labako dengan Menggunakan Model ADDIE Untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran
Validasi unggah file repositori_Ratna
Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 April 2022_KurnadiPendidikan pada era digital sangat mengutamakan kemampuan siswa
dalam menanggkap informasi yang diterimanya dalam pendidikan formal maupun
informal.Penerapan Media Pembelajaran intreraktif membantu dalam
meningkatkan hasil belajar serta efekivitas dalam pembelajaran . Penelitian
terdahulu juga menyebutkan penggunaan media pembelajaran Interaktif seperti
Iarticulate Strotyline dapat meningkatkan daya tarik siswa serta dan hasil belajar
peserta didik pada mata pelajaran sejarah.
Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana hasil validasi ahli
terhadap pengembangan Media Pembelajaran Interaktif pada mata pelajaran
Sejarah kelas X ?; (2) Bagaimanakah pengembangan Media Interaktif berbasis
Articulate Storline pada mata pelajaran Sejarah kelas X dapat meningkatkan
Efektivtas pembelajaran sejarah?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menghasilkan
produk yang tervalidasi dari pengembangan Media Pembelajaran Interaktif
Articulate Storyline pada mata pelajaran Sejarah kelas X; (2).Untuk meningkatkan
efektivitas pembelajaran sejarah dari pengembangan Media Pembelajaran
Interaktif Articulate Storyline pada mata pelajaran Sejarah kelas
Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPS 1 MAN 2
Jember dengan jumlah 37 peserta didik. Jenis penelitian ini adalah
pengembangan. Desain penelitian menggunakan. Desain penelitian ADDIE yang
memiliki 5 tahapan yaitu Analiyze, Design, Development, Implementation,
Evaluate Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes. TeknikDosen Pembimbing Utama : Prof. Dr. Bambang Soepeno, M.Pd.
Dosen Pembimbing Anggota : Rully Putri Nirmala Puji S.Pd M.Ed
Aktivitas Belajar Peserta Didik Kelas VI yang Mencerminkan Nilai-Nilai Karakter Selama Pembelajaran Daring di SDN 07 Karangsari Banyuwangi
Pembelajaran daring merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi penyebaran covid-19, di mana pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan internet dan menggunakan perangkat teknologi seperti Hp (handphone), komputer, tablet, laptop, dan lain sebagainya. Observasi dan wawancara yang telah dilakukan kepada kepala sekolah dan guru-guru di SDN 07 Karangsari, dan didapatkan permasalahan bahwasannya sulit untuk menanamkan nilai pendidikan karakter. Hal tersebut dikarenakan guru tidak dapat melihat secara langsung aktivitas yang dilakukan peserta didik. Guru sulit untuk mengetahui secara pasti perkembangan karakter peserta didik selama pembelajaran daring ini berlangsung. Wali kelas VI menjelaskan peserta didik kelas VI dalam masa-masa peralihan di mana butuh usaha lebih dalam menanamkan nilai pendidikan karakter, sehingga penelitian ini dapat digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan penanaman nilai pendidikan karakter pada peserta didik kelas VI. Berdasarkan uraian tersebut, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas-aktivitas belajar apa sajakah yang mencerminkan nilai-nilai karakter, mengetahui hasil analisis aktivitas belajar yang mencerminkan nilai-nilai karakter, dan mengetahui persentase nilai-nilai karakter yang tercermin pada aktivitas belajar selama pembelajaran daring pada peserta didik kelas VI SDN 07 Karangsari Kabupaten Banyuwangi.
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan metode penelitian yang bersifat deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah wali kelas dan peserta didik kelas VI SDN 07 Karangsari yang berjumlah 15 peserta didik.
Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini menunjukkan pada aktivitas belajar peserta didik kelas VI SDN 07 Karangsari selama pembelajaran daring,
penanaman nilai-nilai karakter sudah baik. Kategori baik dalam kisaran 60,01% sampai 80%. Penelitian ini menunjukkan pada rata-rata persentase keseluruhan sebesar 77,86% , sehingga termasuk ke dalam kriteria baik.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semua aktivitas belajar yang dilakukan peserta didik kelas VI SDN 07 Karangsari selama pembelajaran daring mengandung nilai karakter tetapi frekuensi nilai karakter tidak merata. Hasil analisis yang ditemukan yaitu nilai religius dengan banyaknya subnilai beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa 3, toleransi 1, cinta damai 1, teguh pendirian 1, ketulusan 1, percaya diri 1, anti perundungan dan kekerasan 1, dan mencintai lingkungan 1. Nilai nasionalis dengan banyaknya subnilai taat hukum 2, disiplin 2, cinta tanah air 1, rela berkorban 2, unggul berprestasi 2, dan menjaga kekayaan budaya bangsa 1. Nilai mandiri dengan banyaknya subnilai etos kerja (kerja keras) 1, daya juang 3, tangguh tahan banting 3, profesional 1, keberanian 1, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat 1. Nilai gotong royong dengan banyaknya subnilai menghargai 2, kerjasama 1, empati 2, tolong menolong 3, anti diskriminasi 1, dan anti kekerasan 1. Nilai integritas dengan banyaknya subnilai kejujuran 3, keteladanan 1, kesetiaan 3, menghargai martabat individu 1, komitmen moral 1, dan tanggung jawab 1. Persentase ketercapaian nilai religius sebesar 74% termasuk dalam kategori baik, nilai nasionalis sebesar 84% termasuk ke dalam kategori sangat baik, nilai mandiri sebesar 73,33% termasuk ke dalam kategori baik, nilai gotong royong sebesar 78% termasuk ke dalam kategori baik, dan nilai integritas sebesar 80% termasuk ke dalam kategori baik. Rata-rata persentase ketercapaian keseluruhan sebesar 77,86% dan termasuk kategori baik.
Saran bagi peneliti dan kepala sekolah penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam memilih dan memperbaiki strategi pembelajaran yang tepat sebagai upaya menanamkan nilai-nilai karakter, bagi guru diharapkan dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan terkait penanaman nilai-nilai karakter dan memperbaiki nilai-nilai karakter yang belum dapat terealisasikan secara baik, dan bagi penelitian lain diharapkan digunakan sebagai referensi dalam melakukan analisis nilai-nilai karakter pada aktivitas peserta didik lain sehingga upaya penanaman dan pengembangan nilai-nilai karakter kedepannya dapat lebih baik.Dosen Pembimbing 1 : Chumi Zahroul Fitriyah, S.Pd., M.Pd.
Dosen Pembimbing 2 : Yuni Fitriyah Ningsih, S.Pd, M.Pd
Status Kewarganegaraan Bagi Atlet Sepak Bola yang Melakukan Naturalisasi Berdasarkan Peraturan Kewarganegaraan Indonesia
Setiap wilayah negara akan selalu ada warga negara sendiri dan orang asing
atau warga negara asing, yang keduanya sama- sama disebut penduduk. Artinya,
tidak semua penduduk suatu negara merupakan warga negara, karena mungkin saja
dia adalah orang asing. Sejak tahun 2010 tercatat ada 27 (dua puluh tujuh) pemain
yang di naturalisasi oleh Indonesia baik itu melalui Naturalisasi Biasa dan
Naturalisasi Istimewa.
Berdasarkan hal tersebut dalam skripsi ini penulis merumuskan masalah yaitu
Pertama, apakah sama cara memperoleh status kewarganegaraan atlet sepak bola
dengan warga negara biasa yang melalui proses naturalisasi? Kedua, apa saja bentuk
perlindungan hukum bagi atlet sepak bola yang melakukan proses naturalisasi?
Tujuan penulisan skripsi ini dibagi menjadi 2 (dua) yaitu tujuan umum untuk
pemenuhan tugas akhir sebagai salah satu persyaratan yang telah ditentukan guna
meraih gelar Sarjana Hukum Fakultas Hukum Universitas Jember, serta tujuan khusus
penelitian ini adalah memahami untuk mengetahui dan mengkaji permasalahan
tentang status kewarganegaraan atlet sepak bola yang diperoleh dengan proses
naturalisasi berdasarkan Undang–Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang
Kewarganegaraan Republik Indonesia. Pada penulisan skripsi ini penulis
menggunakan tipe penelitian yang bersifat yuridis normatif (legal research), yakni
penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah - kaidah atau norma -
norma dalam hukum positif yang berlaku. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan
skripsi ini yakni menggunakan pendekatan Perundang - Undangan (statute approach)
dan pendekatan konspetual (conceptual approach), dengan bahan hukum primer, bahan
hukum sekunder, bahan non - hukum, dan analisa bahan hukum deduktif, yaitu
kesimpulan didapat dari permasalahan umum ke permasalahan yang dihadapi secara
khusus.
Hasil penelitian dalam skripsi ini yaitu Bahwa ketika seorang atlet sepak bola
warga negara asing atau dikenal dengan orang asing dengan alasan datang ke Indonesia
untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai pemain sepak bola professional, sehingga
menyebabkan adanya keinginan untuk menetap dan pindah dari negara asal ke negara
Indonesia entah karena keinginan, karena berjasa bagi negara Indonesia. Sebut saja
dengan cara Naturalisasi yaitu tata cara bagi orang asing untuk memperoleh
Kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan. Ketika permohonan
Naturalisasi tersebut dikabulkan maka atlet sepak bola tersebut berubah status yang
tadinya warga negara asing menjadi Warga Negara Indonesia yang secara serta merta
mempunyai Hak dan Kewajiban layaknya Warga Negara Indonesia lainnya, dan harus
tunduk dan mengikatkan dirinya peraturan perundang – undangan lain yang berlaku di
Indonesia. Dari hasil proses naturalisasi tersebut tidak ada hak istimewa yang didapat.
Hak dan Kewajiban sebagai warga negara yang didapat dari hasil naturalisasi itu sama
halnya dengan hak dan kewajiban Warga Negara Indonesia pada umumnya.
Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut diperoleh kesimpulan yaitu pertama,
Status kewarganegaraan yang diperoleh atlet sepak bola melalui naturalisasi pada
dasarnya sama dengan tata cara memperoleh status kewarganegaraan warga negara
biasa, yang membedakan adalah prosedurnyanya, jika dengan proses Naturalisasi
Biasa sesuai dengan ketentuan Pasal 9 Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2006
tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia yaitu berdasarkan Undang – Undang
yaitu pemohon telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau pernah menikah, lancar
berbahasa Indonesia, sehat jasmani dan rohani, tidak pernah dijatuhi hukuman pidana
yang diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih, dan pemohon harus
sudah tinggal di Indonesia 5 (lima) tahun berturut – turut atau 10 (sepuluh) tahun tidak
berturut – turut. Beda halnya jika dengan Naturalisasi Istimewa atau Khusus yaitu
sesuai dengan Pasal 20 Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan
Republik Indonesia dan Pasal 13 ayat (2) Peraturan Pemerintah No 2 Tahun 2007
Tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan, Pembatalan, dan Memperoleh Kembali
Kewarganegaraan Republik Indonesia yang menegaskan “Kewarganegaraan Republik
Indonesia yang dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada orang asing yang karena
prestasinya luar biasa di bidang kemanusiaan, ilmu pengetahuan dan teknologi,
kebudayaan, lingkungan hidup, atau keolahragaan, telah memberikan kemajuan dan
keharuman bangsa Indonesia. Secara keseluruhan proses naturalisasi yang dilakukan
oleh atlet sepak bola secara langsung sama dengan warga negara Indonesia lainnya,
dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang sama. Kedua, Undang – Undang
Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia mengatur
mengenai bentuk perlindungan hukum bagi warga negara hasil naturalisasi.
Kewarganegaraan seseorang merupakan identitas seseorang yang diperoleh dari
adanya kepastian hukum dari negara mana orang tersebut berasal. Oleh karena itu
kewarganegaraan seseorang itu sangat penting karena berkaitan dengan hak dan
kewajibannya terhadap negara dimana dia memperoleh kewarganegaraannya tersebut.
Adapun salah satu bukti kuat dari diberikannya status kewarganegaraan seseorang
adalah diterbitkannya Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang merupakan suatu visualisasi
bahwa dirinya itu sudah terdaftar sebagai Warga Negara Indonesia dan secara serta
merta merupakan Penduduk dari wilayah tertentu yang ada di Republik Indonesia ini.
Saran yang dapat diberikan yaitu, pertama, Pemerintah hendaknya dapat terus
meninjau tentang Pasal 20 Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2006 tetang
Kewarganegaraan Republik Indonesia, dengan banyaknya naturalisasi yang
dilakukan oleh PSSI tentu dalam hal ini Pemerintah dan DPR harus lebih tegas
dengan penerapan Pasal tersebut, agar dalam melakukan Naturalisasi secara
istimewa PSSI tidak semena – mena, sehingga Naturalisasi secara Istimewa ini
memang benar – benar hanya diberikan kepada atlet sepak bola yang mampu
membawa Timnas Indonesia lebih maju lagi, agar tidak ada kepentingan –
kepentingan lain selain mengangkat prestasi Indonesia di kancah internasional.
Kedua, Agar terjadinya kesinambungan antara warga negara asing dengan aturan
dan ketentuan yang berlaku di Indonesia, perlu adanya edukasi awal kepada warga
negara asing tersebut tentang tata cara naturalisasi, hak dan kewajiban sebagai
warga negara Indonesia, agar warga negara asing tersebut paham akan
kedudukannya sebagai warga negara Indonesia.Antikowati, S.H., M.H.
H. Eddy Mulyono, S.H., M.Hum
Perancangan Desain User Interface Dan User Experience Pada Aplikasi “Wedd.In” Berbasis Mobile Menggunakan Metode Design Thinking
Pesatnya perkembangan teknologi informasi (TI) membuat cara hidup manusia
seperti produksi, distribusi, dan komunikasi menjadi lebih efisien. Perkembangan TI
didasarkan pada kebutuhan akan interaksi, mulai dari gambar, huruf, kata, kalimat, teks,
surat, hingga telepon dan internet. Selama ini perkembangan teknologi komputer sudah
merambah ke teknologi website. Website merupakan salah satu perkembangan di bidang
teknologi komputer yang mempelajari bagaimana masyarakat di seluruh dunia
menggunakan sistem jaringan komputer untuk melihat informasi. Peran Wedding
Organizer adalah suatu usaha pelayanan jasa untuk mempersiapkan pelaksanaan
serangkaian acara pernikahan (Sumarsono, 2007). Peranan Wedding Organizer dalam
acara pernikahan cukup besar dan sangat dibutuhkan untuk menunjang kesuksesan acara
pernikahan. Untuk saat ini kebanyakan proses transaksi pemesanan suatu service vendor
atau Wedding Organizer masih bersifat konvensional. Berbagai web, aplikasi mobile,
dan layanan tentang Wedding Organizer yang ada sekarang, UI UX dan isinya masih
belum ideal untuk keperluan customer, karena UI UX dan isi yang sudah terbuat, masih
belum sama dengan yang diharapkan oleh customer seperti tidak adanya harga pasti,
fitur yang dapat memfasilitasi pengguna untuk memesan jasa suatu vendor, dan fitur
yang dapat memfasilitasi pengguna untuk bertransaksi didalam sebuah aplikasi.
Diperlukan sebuah aplikasi pemesanan service Wedding Organizer berbasis mobile yang
dapat mengumpulkan vendor vendor dan Wedding Organizer yang ada di Kabupaten
Jember menjadi satu pada suatu aplikasi yang UI UX dan isinya sudah sesuai dengan
kebutuhan pengguna dan nantinya aplikasi yang akan dibangun dapat berfungsi sebagai
media yang memfasilitasi calon pengantin menemukan layanan jasa sesuai dengan
kriteria yang diinginkan dan memudahkan calon pengantin dan pihak penyedia jasa
Wedding bertransaksi didalam sebuah aplikasi berbasis mobile, karena untuk zaman
sekarang atau sudah zamannya industry 4.0 sudah menjadi kewajiban untuk beberapa orang mempunyai sebuah gawai karena pada saat ini semua hal sudah mengarah ke
dunia digital. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain UI UX berupa aplikasi
berbasis mobile yang berjudul “Wedd.in” mennggunakan metode design thinking yang
berisi tentang pemasaran sebuah vendor atau Wedding Organizer dan pemesanan service
sebuah vendor dan Wedding Organizer. Pada penelitian ini menggunakan sarana mobile
sebagai media bagi calon pengantin untuk memesan sebuah jasa pernikahan yang
disediakan vendor dan Wedding Organizer dikarenakan media mobile lebih efisien
dalam penggunaannya dan sudah digunakan oleh hampir semua masyarakat. Pada
penelitian ini peneliti nantinya akan menekankan pada UX aplikasi yang akan dibuat
agar nantinya UI UX akan diuji nilai usabilitynya dan UI UX aplikasi yang telah dibuat
bisa memperoleh predikat user friendly.Nelly Oktavia Adiwijaya, S.Si., MT. (Dosen Pembimbing)
Priza Pandunata S.Kom., M.Sc (Dosen Pembimbing
Perubahan Sistem Pengawasan Produk Hukum Daerah oleh Pemerintah Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Pembatalan Kewenangan Pemerintah dalam Membatalakan Peraturan Daerah
Artikel ini bertujuan untuk membahas secara yuridis normatif sistem pengawasan produk
hukum daerah, pasca Putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan bahwa kementrian
dalam negeri tidak memiliki kewenangan lagi untuk membatalkan produk hukum daerah dalam
hal ini Peraturan Daerah, yang menjadi kewenangan Mahkamah Agung. Sejauh ini sistem yang
dibangun oleh pemerintah diantaranya: Pengawasan Melalui Tahap Perancanaan Perda,
Penyelarasan Naskah Akademik, Pembinaan Dalam Tahap Pembahasan, Pengajuan Nomor
Registrasi dan Klarifikasi. Namun demikian, dengan sistem yang telah dibuat dengan tujuan
agar produk hukum daerah dapat selaras dengan Peraturan Perundang-Undangandi atasnya
belum berjalan dengan maksimal, dikarenakan beberapa permasalahan diantaranya: Dalam
pembahasan sering kali bercampur dengan kepentingan masing-masing fraksi didaerah, belum adanya aturan yang memadai dalam penyusunan Perda, kurangnya pelibatan masyarakat dalam
penyusunan Perd
Penerapan Metode Polya Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Pada Materi Pecahan Kelas v Di Sdn Antirogo 01 Jember
Matematika merupakan mata pelajaran yang dapat mengembangkan
kemampuan siswa dalam menemukan, menganalisis, dan memecahkan masalah.
Pemecahan masalah dalam matematika biasanya ditemukan siswa dalam
kehidupan sehari-hari. Materi matematika mempunyai banyak hubungan dengan
kehidupan siswa. Contohnya pada materi luas dan keliling, siswa dapat
memecahkan masalah terkait luas dan keliling suatu ruangan, begitu juga dengan
materi pecahan. Masalah terkait materi pecahan dijumpai siswa dalam kegiatan
jual beli. Jika siswa salah dalam konsep pecahan, maka siswa tidak bisa
menyelesaikan permasalahan. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah
dapat dilihat melalui bagaimana cara siswa menyelesaikan masalah tersebut. Cara
atau metode yang dapat digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah dalam
pembelajaran matematika dapat menggunakan metode Polya. Metode Polya
merupakan salah satu metode yang bisa digunakan siswa untuk menyelesaikan
masalah, namun masih banyak siswa yang tidak mengetahui cara yang dapat
digunakan untuk menyelesaikan masalah sehingga kemampuan siswa dalam
menyelesaikan permasalahan dapat dibilang rendah.
Berdasarkan permasalahan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah apakah penerapan metode Polya dapat meningkatkan kemampuan siswa
dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi pecahan kelas V di SDN
Antirogo 01. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peningkatan
kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi pecahan
kelas V di SDN Antirogo 01 Jember menggunakan metode Polya. Penelitian ini
menggunakan jenis penelitian PTK yaitu penilaian tindakan kelas, dimana terdapat
dua siklus yang harus dilakukan dalam penelitian. Setiap siklus terdiri dari empat
tahap, yaitu: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) pengamatan; dan (4) refleksi.
Siklus I dalam penelitian ini melaksanakan pembelajaran matematika dengan
metode yang biasa dilakukan siswa untuk menyelesaikan masalah matematika,
pada akhir siklus diberikan soal tes pada siswa untuk mengumpulkan data. Pada
siklus II, pembelajaran matematika dilakukan dengan menerapkan metode Polya
untuk menyelesaikan masalah matematika yang disajikan dalam soal cerita pada
materi pecahan.
Soal tes telah lulus validasi dari para ahli dengan kategori layak sehingga
dapat dilakukan uji coba. Reliabilitas soal juga mendapatkan kategori reliabilitas
dimana hasil reliabiltas lebih besar daripada t tabel. Data yang diperoleh pada
siklus I yaitu nilai rata-rata siswa dalam mengerjakan soal tes yang diberikan.
Besar nilai rata-rata siswa dalam soal tes I yaitu 37. Tes yang diberikan pada siswa
di siklus II menunjukkan hasil yang berbeda. Nilai rata-rata siswa pada siklus II
yaitu 65,7. Jika dibandingkan dengan siklus I, nilai rata-rata siswa mengalami
peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa metode Polya yang diterapkan dalam
pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam
menyelesaikan masalah matematika pada materi pecahan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan metode Polya dalam
pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan
masalah matematika siswa pada materi pecahan kelas V di SDN Antirogo 01.
Saran dari penelitian ini yaitu bagi peneliti lain diharapkan dapat melakukan
metode pembelajaran yang lebih menarik dengan mengintegrasikan metode Polya,
serta media pembelajaran yang lebih kreatif dan efekti sehingga siswa tertarik dan
lebih aktif dalam pembelajaran matematika. Selain itu, peneliti lain juga
diharapkan dapat mengantisipasi adanya kendala yang disebabkan oleh unsur
tertentu sehingga tidak menjadi kendala dalam penelitian.Drs. Nuriman, Ph.D (Dosen Pembimbing)
Dr. Erfan Yudianto, S.Pd M.Pd (Dosen Pembimbing
Pandangan Dunia Pengarang dalam Novel Putri Karya Putu Wijaya
Pandangan dunia merupakan kajian dalam strukturalisme genetik yang
mencakup seluruh aspirasi, gagasan, dan perasaan pengarang atas suatu peristiwa yang
terjadi di masyarakat secara kompleks. Pandangan dunia menjadi sebuah
kecenderungan mental yang secara implisit tidak disadari oleh anggota kelas sosial.
Salah satu individu yang sadar akan pengelompokan kelas sosial tersebut adalah Putu
Wijaya. Salah satu novelnya yang berjudul Putri, memiliki kekhasan yaitu
menampilkan kegigihan dalam memperjuangkan hak-haknya. Tokoh Putri mencoba
membawa gerakan perubahan tradisi lama menuju tradisi baru. Tidak hanya membahas
tentang perempuan, akan tetapi juga menbicarakan tentang tradisi-tradisi yang
berkembang di masyarakat Bali. Berdasarkan pemaparan-pemaparan tersebut, maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah struktur teks novel
Putri karya Putu Wijaya yang mencerminkan problematika antara tokoh dengan tokoh
maupun dengan objek sekitar? (2) Bagaimanakah pandangan dunia pengarang dalam
novel Putri karya Putu Wijaya? Jenis dan rancangan dalam penelitian ini adalah
deskriptif-kualitatif dengan metode dialektik. Metode dialektik yang digunakan dalam
penelitian ini menggunakan konsep keseluruhan-bagian dan pemahaman-penjelasan.
Objek penelitian berupa novel Putri karya Putu Wijaya bagian 2 dengan data penelitian
kata-kata, kalimat, maupun paragraf yang mengindikasikan struktur teks pada novel
dan pandangan dunia pengarang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan
metode pembacaan heuristik dan hermeunitik, wawancara mendalam, dan pengamatan.
Setelah dikumpulkan, data-data diklasifikasikan, lalu dianalisis melalui tahap reduksi,
penyajian, interpretasi hingga verifikasi data. Instrumen yang digunakan untuk
membantu penelitian yakni bolpoin, sticky note, buku catatan, laptop, handphone, dan
instrumen pemandu pengumpul data.
Hasil penelitian novel Putri karya Putu Wijaya mencakup berbagai hal yang
dilatarbelakangi oleh permasalahan tradisi di Bali dengan ujung tombak perempuan.
Hasil penelitian dapat diketahui melalui struktur antartokoh maupun dengan objek
sekitar yang memunculkan hubungan problematika. Problematika-problematika
tersebut yakni dapat dilihat dari hubungan antara tokoh dengan tokoh maupun antara
tokoh dengan lingkungan. Hubungan antartokoh tersebut dapat dilihat dari hubungan
tokoh Putri dengan tokoh Ngurah Wikan, Abu, Dadong, Wayan Sadra, Kepala Desa
adat, dan Mangku Puseh maupun antara tokoh Ngurah Wikan dengan Rai, Abu,
Margareth dan juga dengan objek sekitar. Tokoh Putri sebagai tokoh utama, sedangkan
tokoh Ngurah Wikan sebagai tokoh pembantu yang memiliki peran penting dalam
pencarian struktur teks dan pandangan dunia pengarang. Kemudian pencarian struktur
selanjutnya dapat diketahui dengan sebuah pandangan dunia. Pandangan dunia
merupakan gagasan, aspirasi, dan perasaan pengarang yang tertuang dalam karya sastra
contohnya novel. Pandangan Putu Wijaya yang terefleksi dalam novel Putri merupakan
gagasan aspirasi maupun perasaan Putu Wijaya terhadap tradisi yang ada di Bali. Putu
Wijaya berpandangan bahwa tradisi dapat tumbuh, berkembang bersentuhan baik
dengan perkembangan zaman untuk membangun citra, karakter, dan kepribadian
bangsa. Putu Wijaya melalui Bali sebagai salah satu tradisi tersebut, dalam prosesnya
bersentuhan dengan modernisasi, alam kemerdekaan, perkembangan sosial-politik, dan
ekonomi seharusnya beriringan dan sejajar menuju ke arah yang lebih baik. Oleh
karena itu, saran yang dapat diberikan (1) Bagi pembaca, agar dapat lebih memahami
makna dan memanfaatkan pesan yang terkandung di dalam novel Putri karya Putu
Wijaya (2) Bagi mahasiswa, hasil penelitian dapat dijadikan bahan diskusi mata kuliah
Sosiologi Sastra. (3) Bagi peneliti selanjutnya, agar dapat menemukan topik-topik
menarik lainnya yang bisa dikaji lebih dalam dengan menggunakan kajian teori yang
berbeda dari novel Putri, atau bisa juga novel lain yang bisa dikaji dengan teori ini.Dra. Endang Sri Widayati, M. Pd.
Fitri Nura Murti, S.Pd., M.Pd
Elemen Kesuksesan E-Government Melalui Program SAMPADE (Sistem Aplikasi Mobile Pajak Daerah) Pada Badan Pelayanan Pajak Daerah Kota Malang
Pemerintah terus mengembangkan sistem pelayanan publik agar
memudahkan masyarakat. Di era digital saat ini, memkasa pemerintahan harus ikut
beradaptasi dalam memberikan pelayanan berbasis elektronik agar pelayanan dapat
menjadi lebih efektf dan efisien. BP2D Kota Malang merupakan badan atau
organisasi pemerintah yang bertugas untuk mengelola pajak daerah. Kemudahan
pelayanan pembayaran dan pelaporan pajak oleh wajib pajak dalam melaksanakan
kewajiban perpajakannya akan mampu membantu pemerintah dalam memenuhi
target pendapatan negara dari sektor pajak. Sistem Informasi Aplikasi Mobile Pajak
Daerah (SAMPADE) Kota Malang merupakan sebuah inovasi yang dilakukan oleh
Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang berupa aplikasi berbasis
teknologi informasi yang diharapkan memudahkan masyarakat atau wajib pajak
dalam memenuhi pelayanan perpajakannya. Metode penelitian ini menggunakan
metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menjadi penting karena ditujukan untuk
mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis tentang elemen kesuksesanegovernment yang terdapat pada SAMPADE Kota Malang. Analisis penelitian
didasarkan pada elemen kesuksesan e-government pada program SAMPADE.
Menurut hasil kajian dari Harvard JFK School of Government dalam (Indrajit,
2002), untuk menerapkan konsep-konsep digitalisasi pada sektor publik, terdapat
tiga elemen sukses yang harus dimiliki dan diperhatikan sungguh-sungguh.
Masing-masing elemen sukses tersebut adalah support, capacity dan value. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa BP2D Kota Malang perlu meningkatkan lagi dari
aspek dukungan-dukungan seperti penyediaan payung hukum yang jelas, serta
sosialisasi secara menyeluruh. Kemudian dari aspek kapasitas juga perlu
ditingkatkan dari segi ketersediaan sumber daya manusia, sumber daya finansial
serta infrastruktur yang digunakan, karena proyek e-government tidak akan berjalan
dengan baik jika kapasitas penyedia tidak terpenuhi dengan baik. Kemudian dari
segi nilai atau manfaat yang didapat dari hadirnya SAMPADE sudah dirasakan oleh
beberapa masyarakat yang sudah menggunakan seperti kemudahan-kemudahan
berkurangnya biaya transportasi, mengurangi mobilitas, dan sebagainya. Namun
sosialisasi perlu ditingkatkan agar SAMPADE dapat menjamah seluruh elemen
masyarakat Kota Malang. Kemudian nilai yang didapat oleh BP2D dari adanya
SAMPADE ini dirasa belum cukup baik, hal tersebut juga karena BP2D Kota
Malang belum pernah melakukan evaluasi secara rutin terhadap SAMPADEDosen Pembimbing Utama : Drs. Abdul Kholiq Azhari, M.Si
Dosen Pembimbing Anggota : Tree Setiawan P., S.A.P.,M.P.