75643 research outputs found
Sort by
The Role of Job Satisfaction in Mediating the Effects of Compensation and Work Environment on Organizational Citizenship Behavior of Education Personnel Employment Contracts at Jember University
Peran Kepuasan Kerja Dalam Memediasi Pengaruh Kompensasi Dan Lingkungan
Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior Tenaga Kependidikan Kontrak
Kerja Di Universitas Jember. Budi Santoso, 170820101017, 2021, 130 halaman,
Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Jember. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan
lingkungan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB)
menggunakan SEM pendekatan PLS. Jumlah sampel sebanyak 83 orang
responden pada masing-masing fakultas yang memiliki jabatan pekerjaan
pengadministrasi akademik, pengadministrasi sarana pendidikan, pengolah data
akademik dan pramu sarana pendidikan Landasan teori maupun penelitian terdahulu
sudah dilakukan menjadi dasar kerangka konseptual peneliti dalam melakukan
penelitian. Variabel kompensasi dan variabel lingkungan kerja memiliki pengaruh
terhadap kepuasan kerja dan Organizational Citizenship Behavior (OCB), selain itu
kepuasan kerja memiliki pengaruh terhadap Organizational Citizenship Behavior
(OCB).
Hasil pengujian menunjukkan adanya pengaruh kompensasi atas kepuasan
kerja dengan nilai estimate sebesar 0,373 dimana pengaruh dua variabel tersebut
dipastikan dari nilai t sattistics yaitu 4,123 dengan tingkat signifikansi kurang dari
0,05 yaitu sebesar 0,000. Hasil pengujian juga menunjukkan tanda positif artinya
apabila kompensasi meningkat maka kepuasan kerja tenaga kependidikan kontrak
kerja juga akan meningkat dengan peningkatan yang signifikan.
Hasil pengujian menunjukkan adanya pengaruh kompensasi atas OCB dengan
nilai estimate sebesar 0,590 dimana pengaruh dua variabel tersebut dipastikan dari
nilai t statistics yaitu 7,441 dengan tingkat signifikansi kurang dari 0,05 yaitu sebesar
0,000. Tanda positif artinya apabila kompensasi meningkat maka OCB tenaga
kependidikan kontrak kerja juga akan meningkat dengan peningkatan yang
signifikan.
Hasil pengujian menunjukkan adanya pengaruh lingkungan kerja atas
kepuasan kerja dengan nilai estimate sebesar 0,406 dimana pengaruh dua variabel
tersebut dipastikan dari nilai t statistics yaitu 4,644 dengan tingkat signifikansi
kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,000. Tanda positif artinya apabila lingkungan kerja
baik maka kepuasan kerja tenaga kependidikan kontrak kerja juga akan meningkat
dengan peningkatan yang signifikan.
Hasil pengujian menunjukkan adanya pengaruh lingkungan kerja atas OCB
dengan nilai estimate sebesar 0,292 dimana pengaruh dua variabel tersebut dipastikan
dari nilai t statistics yaitu 2,657 dengan tingkat signifikansi kurang dari 0,05 yaitu
sebesar 0,008. Tanda positif artinya apabila lingkungan kerja baik maka OCB tenaga
kependidikan kontrak kerja juga akan meningkat dengan peningkatan yang
signifikan.
Hasil pengujian menunjukkan adanya pengaruh kepuasan kerja atas OCB
dengan nilai estimate sebesar 0,225 dimana pengaruh dua variabel tersebut dipastikan
dari nilai t sattistics yaitu 2,085 dengan tingkat signifikansi kurang dari 0,05 yaitu
sebesar 0,038. Tanda positif artinya apabila kepuasan kerja meningkat maka OCB
tenaga kependidikan kontrak kerja juga akan meningkat dengan peningkatan yang
signifikan. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa semua hipotesis penelitian
diterimaDr. Diana Sulianti K. Tobing, S.E., M.Si. ; Dosen Pembimbing
Dr. Arnis Budi Susanto, S.E, M.S
Karakteristik Aerodinamika Pontoon Pesawat N219 Versi Amfibi
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi wisata yang besar dan hasil laut yang melimpah. Tantangan dalam pengembangan sektor pariwisata maritim dan pengembangan potensi perikanan memerlukan moda transportasi yang dapat bergerak cepat di dua kondisi. Pesawat N219 Versi Amfibi merupakan salah satu tipe pesawat yang paling strategis untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata dan hasil maritim. Pesawat ini dirancang untuk dapat beroperasi di dua kondisi sekaligus yaitu darat dan perairan dengan dilengkapi wahana apung atau pontoon.
Persyaratan unik pesawat amfibi adalah kebutuhannya untuk lepas landas dan mendarat di air yang dilengkapi dengan pontoon. Geometri dasar pontoon yang mempengaruhi antara lain deadrise angle, step height, dan constant cross-section length. Selain itu, karakteristik aerodinamika pada pontoon juga penting ditinjau untuk mengetahui besaran nilai koefisien drag (CD), koefisien lift (CL), dan koefisien momen (CM). Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi sudut serang (α) yaitu -10o, -5o, 0o, 3o, 5o, 10o, dan 15o serta variasi kombinasi geometri deadrise angle, step height, dan constant cross-section length.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah simulasi Computational Fluid Dynamics menggunakan Software OpenFOAM. Penelitian ini berupaya untuk memperoleh nilai karakteristik aerodinamika pada masing-masing kombinasi geometri pontoon yang digunakan sebagai pedoman pada evaluasi aerodinamika pontoon berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi dari variasi kombinasi geometri deadrise angle, step height, dan constant cross-section length dengan nilai koefisien drag (CD), koefisien lift (CL), dan koefisien momen (CM) pada variasi sudut serang (α)
Rancang Bangun Inverter 3 Fasa Dengan Modulasi SVPWM untuk Panel Surya 1 kWp
Semakin tingginya pertumbuhan penduduk dan perkembangan teknologi
membuat kebutuhan akan seumber energi listrik juga terus meningkat. Sehingga
menyebabkan terjadinya overload yang mengakibatkan terjadinya pemadaman,
ketikstabilan grid, penurunan kualitas daya dan lain sebagainya. Maka dari itu
dibutuhkan sumber energi listrik yang lain yang juga dapat diperbaharui seperti
PV dan wind turbine. Namun dari sumber energi tersebut, sumber energi yang
dihasilkan masih berupa tegangan DC, sedangkan peralatan elektronik yang
sekarang umum digunakan membutuhkan tegangan AC. Maka dibutuhkan alat
untuk merubah tegangan DC ke AC yaitu inverter. Pada penelitian ini didesain
sebuah inverter 3 fasa untuk merubah tegang DC dari PV sebesar 1 kWp atau 200
volt menjadi tegangan AC. Hasil dari penelitian skripsi ini adalah gelombang
yang dihasilkan berbentuk modified sine wave dengan memiliki beda fasa yaitu
sebesar 1200Dosen Pembimbing Utama : Prof. Dr. Ir. Bambang Sujanarko, M.M.
Dosen Pembimbing Anggota : Suprihadi Prasetyono, S.T., M.T
Efek Bismuth Cair Pada Logam Paduan Fecr Pada Berbagai Komposisi: Kajian Dengan Metode Dinamika Molekul
Kebutuhan dasar yang sangat besar terkait energi, khususnya dari sumber
energi minyak bumi tidak dapat diandalkan lagi karena keberadaannya yang
semakin langka, sehingga perlu mencari alternatif baru. Salah satunya ialah
reaktor nuklir, sehingga pengembangan dan penelitian terkait reaktor terus
dilakukan guna mewujudkan reaktor generasi baru yang aman, inovatif dan
ekonomis. Pengembangan desain reaktor nuklir generasi baru yang sedang
menarik dilakukan misalnya adalah LFR (Lead-Cooled Fast Reactor) yang
menggunakan logam cair sebagai bahan pendingin reaktor (coolant). Desain
reaktor tipe ini sangat menjanjikan untuk dikembangkan namun masih ada satu
masalah krusial yang harus segera dipecahkan solusinya. Desain LFR masih
memperlihatkan adanya kendala yang cukup merugikan yaitu efek korosi pada
material struktur seperti baja akibat interkasi kuat dengan timbal cair. Berdasarkan
hal tersebut maka perlunya solusi untuk mengatasi kerusakan/korosi baik dengan
menemukan material unggul tahan korosi atau juga metode penghambatan korosi.
Penelitian ini merupakan penelitian komputasi dengan simulasi metode
dinamika molekul program LAMMPS dan analisis OVITO. Penelitian ini
bertujuan untuk mempelajari karakteristik material logam paduan FeCr oleh
serangan korosi logam bismuth cair, agar dapat diketahui komposisi dan struktur
yang paling memungkinkan untuk dikembangkan jika digunakan dalam bismuth
cair. Parameter yang menggambarkan efek korosi yang dicari dalam penelitian ini
ialah koefisien difusi, dimana semakin tinggi koefisien difusi maka semakin besar
korosi yang terjadi yang ditunjukkan dengan semakin mudahnya logam Fe dan dapat memberikan informasi serta melengkapi penelitian sebelumnya mengenai
paduan logam dalam penelitian dan pengembangan reaktor maju.
Penelitian ini dilakukan dengan membuat sistem material yang
disimulasikan berisi logam bismuth cair dengan bagian tengah kosong yang
digunakan sebagai tempat logam paduan FeCr. Komposisi logam paduan FeCr
divariasi dengan jumlah atom kromium yang berbeda-beda. Hasil simulasi variasi
komposisi menghasilkan data MSD yang nantinya akan dianalisis untuk
mendapatkan nilai koefisien difusi. Struktur baja paling stabil juga dapat
dianalisis berdasarkan visualisasi struktur kristal besi dalam logam bismuth cair
yang dilihat menggunakan OVITO dan dianalisis menggunakan metode CNA
yang menunjukkan persentase struktur kristal bahan. Berdasarkan data yang telah
dianalisis maka akan didapatkan komposisi terbaik untuk menghasilkan material
unggul berupa baja yang yang tahan korosi.
Hasil koefisien difusi Fe dalam bismuth cair paling kecil yang menghasilkan
struktur paling kuat (stabil) ialah komposisi pada konsentrasi FeCr15% dengan
nilai koefisien difusi sebesar 3,75 x 10-13 m
2
/s yang dapat mereduksi laju korosi
besi sebesar 80,56%. Hal tersebut diperkuat dengan analisis jumlah struktur kristal
menggunakan CNA pada program OVITO yang menunjukkan bahwa struktur
kristal yang lebih baik juga pada komposisi dengan konsentrasi FeCr15%. Jadi
dapat dikatakan bahwa besi yang dicampurkan dengan kromium pada persentase
yang tepat dapat diajukan untuk digunakan sebagai kandidat material unggul
tahan korosi ketika diletakkan dalam bismuth cair yang digunakan dalam reaktor
nuklir
logam Cr untuk melarut ke dalam logam bismuth cair. Simulasi ini diharapkanDr. Artoto Arkundato, S.Si., M.Si. (Dosen Pembimbing)
Dr. Lutfi Rohman, S.Si., M.Si (Dosen Pembimbing
Pengaruh Penggunaan Moodle pada Materi Cahaya dan Alat Optik Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa SMP
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang mempelajari tentang sebuah proses, fenomena dan gejala yang terjadi di alam sekitar dengan berlandasakan serangkaian proses ilmiah. Pembelajaran IPA di sekolah tidak hanya ditekankan untuk memahami konsep sains semata, melainkan diarahkan pada efek iringan pembelajaran yang salah satunya adalah kemampuan berpikir kritis. Seorang individu dengan kemampuan berpikir kritis mampu melihat dan memecahkan masalah yang dia temukan. Namun dalam praktek di lapangan, guru kurang memfasilitasi peserta didik dalam melatihkan kemampuan berpikir kritis. Pembelajaran yang dilakukan, cenderung hanya memberi informasi dari satu sumber yaitu guru, sehingga pembelajaran akan menjadi pasif dan membosankan. Hal ini dapat mempengaruhi rendahnya hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPA. Moodle merupakan salah satu media pengajaran online yang dapat digunakan untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, guru juga dapat mengelola pembelajaran dengan mudah, menarik, dan lebih baik lagi dari pembelajaran konvensional, karena di dalam moodle dilengkapi dengan beberapa fitur seperti Assignment, chat, forum, dan quiz, sehingga dengan menggunakan moodle dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk (1) mengkaji pengaruh penggunaan Moodle dalam pembelajaran IPA materi cahaya dan alat optik terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMP, dan untuk (2) mengkaji pengaruh penggunaan Moodle dalam pembelajaran IPA materi cahaya dan alat optik terhadap hasil belajar siswa SMP. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian adalah Nonequivalent Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Purwoharjo. Sampel kelas dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dengan ketentuan yaitu 90% siswa dalam satu kelas memiliki android dan bisa mengoperasikannya. Sampel dalam penelitian ini mengambil 2 kelas yaitu: kelas VIII A sebagai kelas eksperimen terdiri atas 28 siswa, sedangkan kelas VIII B sebagai kelas kontrol terdiri atas 28 siswa. Penelitian ini dilakukan pada materi cahaya dan alat optik yang dipelajari oleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Purwoharjo pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Teknik pengumpulan data kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa menggunakan tes dan non tes. Intrumen utama penelitian ini yaitu soal tes dan non tes. sedangkan instrument pendukung berupa wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul lengkap, selanjutnya dilakukan analisis statistik dengan uji Independent Sample T-test dan dilanjutkan dengan Uji t-pihak kanan. Uji Independent Sample T-test dapat dilakukan dengan syarat uji normalitas dan homogenitas harus dipenuhi. Apabila data yang didapatkan tidak berdistribusi normal maka setelah uji normalitas akan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney Utest.Prof. Dr. Indrawati, M. Pd. (Dosen Pembimbing I)
Rusdianto, S. Pd., M. Kes. (Dosen Pembimbing II
Pemanfaatan Serratia Marcescens Untuk Meningkatkan Ketersediaan Fosfat dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Pada Tanah Alfisol
Serratia marcescens merupakan bakteri dengan kemampuan melarutkan fosfat (P) dalam tanah sehingga mampu meningkatkan ketersediaan fosfat dan dapat dimanfaatkan oleh tanaman untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Ketersediaan P pada tanah umumnya rendah, termasuk pada Alfisol karena terbentuknya ikatan dengan kation Al, Fe, Ca, Mg dan kation lain yang dipengaruhi oleh pH tanah atau adanya jerapan oleh mineral liat. Untuk pertumbuhan dan produksi yang optimal, tanaman mentimun membutuhkan unsur hara yang cukup termasuk hara P. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi Serratia marcescens dalam meningkatkan P-tersedia tanah Alfisol dan peningkatan produksi tanaman mentimun. Penelitian dilakukan di greenhouse dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan yakni konsentrasi larutan bakteri Serratia marcescens yang terdiri dari P0 (0 ml); P1 (20 ml); P2 (40 ml); P3 (60 ml) dengan kepadatan koloni bakteri sebesar 33x109 cfu/ml. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, inokulasi Serratia marcescens memiliki pengaruh yang nyata terhadap peningkatan pH tanah sebesar 6,16, P-total tanah sebesar 41,62 mg/100g, P-tersedia tanah sebesar 28,39 ppm, Kadar P-jaringan shoot dan root sebesar 0,30% dan 0,78%, serapan P root sebesar 2,27 g/pot. Demikian pula dengan tinggi tanaman maksimum 425,70 cm, volume akar sebesar 43 ml, serta panjang akar maksimum 59,92 cm dipengaruhi secara nyata oleh adanya inokulasi Serratia marcescens dibanding perlakuan tanpa inokulasi.Pembimbing Skripsi: Dr. Ir. Tri Candra Setiawati, M.Si
Pemenuhan Hak untuk Mendapatkan Pendidikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember Pada Tahun 2016-2019
Validasi unggah mandiri mahasiswa_Kacung
Finalisasi unggah mandiri mahasiswa_20 April 2022_KurnadiPenyelenggaraan pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk mensejahterakan masyarakat salah satu caranya adalah dengan melakukan pemenuhan Hak Asasi Manusia atas hak mendapatkan Pendidikan. Pemerintah Kabupaten Jember melakukan berbagai macam kegiatan dan program guna meningkatkan proses pemenuhan Hak Asasi Manusia atas hak mendapatkan pendidikan dan sesuai dengan realisasi praktik yang ada dilapangan. Kegiatan dan program tersebut tertulis dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2019 Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.
Dari uraian tersebut terdapat permasalahan yang akan penulis bahas dalam skripsi ini yaitu yang pertama mengenai pengaturan pemenuhan hak asasi manusia atas hak mendapatkan pendidikan di Kabupaten Jember, dan kedua mengenai praktik pemenuhan hak asasi manusia atas hak mendapatkan pendidikan di Kabupaten Jember.
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis untuk menjawab permasalahan tersebut menggunakan tipe penelitian yuridis normatif yang mana permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini difokuskan dengan menerapkan norma-norma dalam hukum positif. Pendekatan yang digunakan oleh penulis dalam skripsi ini yaitu pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual.Dr. Bayu Dwi Anggono,S.H., M.H
Gutama Budi Arundhati,S.H.,LL.M
The Infuence of E-Service and The Received Risks, to E- Relationship Quality, E-Purchase Intention, and E-Loyalty of Bank Jatim Customer
This study took Bank Jatim in Indonesia as the study object which emphasize on the internet banking by
analyzing the online marketing variables such as online service quality, accepted risk, quality of online
relationship, intention of online purchase, customer’s e-loyalty. This study uses Partial Square Least (PLS) with explanatory research type. The data used was the primary data obtained through survey technique with
questionnaire. The population is the registered customer of the assistant branch and the main branch of Bank
Jatim Surabaya which is focused on the customer with internet banking. There were 361 customers taken as
sample through proportional random sampling. Based on the analysis, this study concluded that online service had significant positive effect on quality of e-relationship, intention of e-purchase, customer’s e-loyalty, and received risk had significant effect on quality of e-relationship, e-purchase intention, and customer’s e-loyalty. The novelty of this study contributes to the development of internet marketing knowledge by proving that eservice quality has a significant positive influence on customer e-loyalty, and the received risks has a significant negative influence on the customer's e-loyalty. The other study findings proved that online transaction intention has a significant effect on customer e-loyalty
Efektivitas Beberapa Jenis Senyawa Atraktan Terhadap Hama Lalat Buah pada Perkebunan Buah Naga di Desa Sidorejo Kecamatan Purwoharjo
Hama penting pada tanaman buah naga salah satunya adalah Lalat buah
(Bactrocera spp.) bagi tanaman buah-buahan sehingga dapat menurunkan jumlah
produktivittas maupun produksi yang kurang optimal sehingga hasil tidak
maksimal. Sentra produksi buah naga tertinggi di Kabupaten Banyuwangi salah
satunya di Kecamatan Purwoharjo dengan luas lahan yang cukup besar. Cara
pengendalian yang sering dilakukan oleh petani yaitu penggunaan pestisida kimia
secara berlebihan dan melakukan pembungkusan menggunakan kantong plastik
pada tanaman tersebut. Cara efektif untuk mengendalikan hama lalat buah yakni
dengan menggunakan atraktan yang ramah ligkungan karena dapat bekerja secara
baik dan efektif jika digunakan dengan benar. Penggunaan atraktan dilakukan
untuk mengendalikan hama lalat buah secara ramah lingkungan dan tidak merusak
lingkungan di sekitarnya.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan 5 perlakuan yaitu (P1) = metil eugenol 2 ml, (P2) = minyak
cengkeh 2 ml, (P3) = esens buah jeruk 2 ml, (P4) = esens buah melon 2 ml dan
(P5) = esens buah mangga 2 ml diulang sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan
yang digunakan adalah jumlah lalat buah, jenis-jenis lalat buah dan intensitas
kerusakan tanaman.
Berdasarkan hasil penelitian yang saya lakukan yakni menunjukkan bahwa
Metil Eugenol merupakan atraktan yang paling efektif untuk mengendalikan hama
lalat buah pada tanaman buah naga dibandingkan dengan minyak cengkeh
maupun tiga jenis esens buah (mangga, jeruk, melon) tersebut yang mampu
menangkap lalat buah lalat buah sebanyak 823 ekor/ 32 hari. Jenis lalat buah yang
terperangkap pada tanaman buah naga dari semua atraktan yang tertangkap di
lahan buah naga yakni ada 2 jenis yaitu Bactrocera dorsalis dan Bactrocera
carambolae. Intensitas kerusakan pada tanaman buah naga paling tinggi yakni
pada perlakuan esens mangga sebanyak 22,99%.Nanang Tri Haryadi, SP., M.Sc (Pembimbing I
Studi Etnofarmasi Suku Samin Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati nomor dua di dunia setelah
Brazil dan nomor satu jika biota laut ikut diperhitungkan. Diperkirakan 9.600
spesies adalah tanaman obat, namun baru sekitar 300 spesies yang dimanfaatkan
sebagai bahan obat tradisional. Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan
yang berupa tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran
dari bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan.
Namun, Pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional sudah mulai berkurang.
Salah satu penyebabnya adalah proses pewarisan pengetahuan yang hanya
dilakukan secara lisan, sehingga menyebabkan terjadinya reduksi informasi. Hal
tersebut yang mendorong dilakukan penelitian tentang inventarisasi data tanaman
sebagai obat tradisional, salah satunya dengan studi etnofarmasi.
Suku Samin merupakan salah satu suku di pulau jawa yang masih
memegang erat budayanya dan tersebar di beberapa daerah yaitu Nginggil dan
Klopoduwur (Blora), Kutuk (Kudus), Sukolilo (Pati), Gunung segara (Brebes),
Tapelan (Bojonegara), dan Tlaga Anyar (Lamongan). Beberapa desa yang masih
menjaga budaya dan terdapat informasi tentang pengobatan tradisional serta
belum pernah dilakukan penelitian etnofarmasi adalah Desa Baleadi, Desa
Sukolilo, Desa Kaliyoso dan Desa Kedumulyo di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten
Pati, Jawa Tengah. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian etnofarmasi untuk
mendokumentasikan penggunaan tumbuhan obat agar pengetahuan tentang obat
tradisional Suku Samin tetap terjaga dan juga mendukung program pemerintah
dalam pengembangan obat tradisional.
Hasil penelitian etnofarmasi pada masyarakat Suku Samin Desa Baleadi,
Desa Sukolilo, Desa Kaliyoso dan Desa Kedumulyo di Kecamatan Sukolilo,
Kabupaten Pati didapatkan 9 informan yang mengetahui dan menggunakan obat
tradisional untuk mengobati penyakit. Berdasarkan data informan terinventarisasi
sebanyak 41 tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional, 23 jenis penyakit yang diobati menggunakan obat tradisional serta 47 resep yang digunakan untuk
pengobatan. Berdasarkan hasil analisis menggunakan perhitungan UV, ICF, dan
FL, terdapat beberapa tumbuhan yang berpotensi untuk dilakukan penelitian lebih
lanjut yaitu jambu dengan nilai UV=0,8 dan sawo dengan nilai UV=0,7 untuk
mengobati diare dengan nilai ICF=0,8; keji beling dengan nilai UV=0,8 untuk
mengobati kencing batu dengan nilai ICF=0,7; blengkeh dan dringu dengan nilai
UV=0,7 untuk mengobati sawan dengan nilai ICF=0,8 dan dengan nilai FL 100%.apt. Indah Yulia Ningsih, S.Farm., M.Farm. ; Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing Anggota : apt. Dewi Dianasari, S.Farm., M.Farm