Universitas Jember

UNEJ Repository
Not a member yet
    75643 research outputs found

    The Association Between Patient Characteristics and Disease Outcomes of COVID-19 in Jember, Indonesia

    No full text
    COVID-19 can cause serious conditions in both comorbid and elderly patients; hence, they need to be given proper follow-up treatment. This study aimed to determine the association between patient characteristics and disease outcomes of COVID-19 in Jember, Indonesia. This research is an analytic observational study with a cross-sectional approach. The sample was 304 patients confirmed positive for COVID-19 at the COVID-19 referral hospitals in Jember. This study used medical record data analyzed using both univariate and bivariate tests. Patient characteristics related to the disease outcomes in patients who were positive for COVID-19 in Jember, are as follows: age (p = 0.000), clinical symptoms (p = 0.017), comorbidities (p = 0.000), and complications (p = 0.000). The unrelated variables were sex (p = 0.455), education level (p = 1.000), domicile (p = 1.000), occupation (p = 0.322), and smoking history (p = 0.147). Patients most at risk of developing fatal outcomes are those with complications. Patient characteristics associated with the disease outcomes in patients positive for COVID-19 were age, clinical symptoms, comorbidities, and complications. While, those that were not related to the disease outcomes in patients were sex, education level, occupation, domicile, and smoking history

    The Role Of Peer Group Education In Improving Basic Life Support (Bls) Abilities Of Farmersin Lumajang

    No full text
    Pengurangan risiko kegawatdaruratan terpadu petani berbasis agricultural nursing sangat diperlukan dengan peningkatan kemampuan petani. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan bantuan hidup dasar (BHD) pada petanidenganpendekatan peer groupeducation di Kabupaten Lumajang.Desain pada penelitian ini adalah quasy-experimental dengan rancangan pre and post testgroup design pada 209 responden. Analisis bivariate dalam penelitian ini menggunkan uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruhkemampuan BHD sebelum dan sesudahdiberikan peer groupeducation. Responden mayoritas berjenis kelamin laki-laki sebanyak 168 orang (80,4%) denganusia produktif 35-50 94 orang (45%) dan tingkat pendidikan SMA 84 orang (41%).Sebelum dilakukan pendampingan sebesar 72% dalam kategori kurang meningkat menjadi 56% memiliki kemamuan baik setelah diberikan pendampingan tentang BHD. Penerapan pendekatan peer group education diharapkan mampu meningkatkan keselamatan di area pertanian dan meminimalkan bahan bahaya di lingkungan kerja pertanian. Untuk meningkatkan kemampuan petani tentang bantuan hidup dasar, tidak hanya dengan metode pelatihan saja, tetapi dapat diperoleh dari media elektronik maupun media cetak mengenai aplikasi tentang bantuan hidup dasar

    Analisis Pengaruh Ukuran Bahan terhadap Emisi Spontan Fotodioda Galium Arsenida Tipe P-I-N Junction

    No full text
    Perkembangan penelitian mengenai perangkat optoelektronika banyak dilakukan. Salah satu perangkat yang banyak diteliti adalah fotodioda. Fotodioda adalah sensor cahaya semikonduktor yang mengubah besaran cahaya menjadi besaran listrik. Hal ini dapat terjadi ketika cahaya mengenai permukaan fotodioda mengakibatkan elektron tereksitasi dan menimbulkan hole (lubang) yang bermuatan positif. Elektron akan tertarik ke sumber tegangan positif dan hole tertarik ke sumber tegangan negatif, sehingga arus listrik dapat mengalir dalam sebuah rangkaian. Besarnya jumlah pasangan elektron-hole berbanding lurus dengan besar intensitas yang didapatkan fotodioda. Fotodioda dapat menghantarkan arus listrik ketika dikenai cahaya (foton). Partikel dapat berinteraksi dengan cahaya (foton) melalui cara mengabsorpsi atau mengemisikan foton. Emisi cahaya dapat terjadi secara spontan atau terstimulasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi ukuran bahan fotodioda terhadap emisi spontan yang terjadi pada fotodioda tersebut. Bahan yang digunakan untuk penelitian adalah bahan semikonduktor galium arsenida (GaAs). Penelitian ini dilakukan secara simulasi menggunakan aplikasi Comsol Multiphysic 5.2a. Tahapan simulasi yang dilakukan adalah pertama-tama masukkan parameter input yang telah didapat dari beberapa referensi, langkah kedua adalah membentuk geometri fotodioda dalam bidang 2D, ketiga melakukan pengaturan kondisi batas menggunakan metode doping analitik dan geometri, langkah keempat yaitu menambahkan jenis bahan dan pembuatan mesh, kelima menyelesaikan permasalahan menggunakan persamaan Poisson dan Kontinuitas, langkah keenam mengatur nilai variasi ukuran bahan dan yang terakhir membuat kurva emisi spontan. Variasi ukuran bahan fotodioda yang divariasikan meliputi tebal dan lebar devais. Tebal devais divariasikan dari 0,5�m sampai 1�m. Lebar devais divariasikan dari 1�m sampai 5�m. Hasil simulasi yang dilakukan menghasilkan kurva emisi spontan. Kurva tersebut menyatakan hubungan antara energi foton terhambur dan daya emisi spontan. Pada variasi tebal devais fotodioda antara 0,5�m sampai 1�m, didapatkan hasil bahwa pada ketebalan devais paling kecil nilai emisi spontan maksimum yang didapatkan adalah yang paling besar. Hal ini dinyatakan melalui variasi tebal devais terkecil 0,5�m didapatkan emisi spontan maksimum sebesar 2,47 × 1026(m-3s-1) pada energi foton terhambur 1,440eV. Pada variasi lebar devais fotodioda antara 1�m sampai 5�m, didapatkan hasil bahwa pada lebar devais paling kecil nilai emisi spontan maksimum yang didapatkan adalah yang paling besar. Hal ini dinyatakan melalui variasi lebar devais terkecil 1�m didapatkan emisi spontan maksimum sebesar 1,11 × 1019 (m-3s-1) pada energi foton terhambur 1,441eV. Kesimpulan yang dapat diambil pada penelitian ini adalah pada tebal dan lebar devais paling kecil, memiliki nilai emisi spontan maksimum terbesar yang dihasilkan

    Pelanggaran Maksim Kerja Sama, Kesopanan, Serta Penggunaan Daya Ironi dan Kelakar pada Video Humor Pak Ndul di YouTube (Kajian Pragmatik)

    No full text
    Validasi unggah file repositori_Kacung Finalisasi unggah file repositori tanggal 21 April 2022_KurnadiPenelitian ini dilatarbelakangi akibat ditemukannya tuturan humor pada video Pak Ndul di YouTube. Berdasarkan pengamatan sementara, tuturan humor Pak Ndul tercipta akibat tuturan pelanggaran maksim kerjasama dan kesopanan serta tuturan daya ironi dan kelakar. Video humor Pak Ndul di YouTube sangat menarik untuk diteliti. Hal tersebut didasari beberapa alasan. Pertama, video humor Pak Ndul merupakan fenomena baru dalam dunia humor khususnya di Indonesia. Kedua, penggunaan topik yang sedang ramai dibicarakan oleh masyarakat pada video humor Pak Ndul menjadi sebuah strategi untuk menarik perhatian penonton. Ketiga, berdasarkan jumlah subscriber, viewer, dan likes menjadi penanda bahwa video humor Pak Ndul sangat diminati oleh masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut, ditentukan rumusan masalah dalam penelitian ini (1) Bagaimana bentuk pelanggaran maksim kerja sama dan maksim kesopanan pada video humor Pak Ndul di YouTube?; (2)Bagaimana bentuk tuturan ironi dan kelakar pada video humor Pak Ndul di YouTube? Metode dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa data tuturan Pak Ndul yang dihasilkan melalui teknik dasar simak dan teknik lanjut simak bebas libat cakap. Penyimakan dilakukan dengan cara melakukan pengamatan terhadap sembilan sumber data berupa video yang telah diunduh dari media sosial YouTube. Kemudian, data yang diinginkan dalam penelitian ini didokumentasikan menggunakan teknik catat untuk metranskrip tuturan menjadi beberapa penggalan dialog. Selain penggalan dialog, pencatatan konteks tuturan, kode sumber data, serta waktu durasi terjadinya tuturan dilakukan pada tahap ini. Pada tahap analisis data, peneliti melakukan klasifikasi terhadap data berdasarkan jenis tuturan pelanggaran maksim kerja sama dan kesopananDosen Pembimbing utama : Prof. Dr. Bambang Wibisono, M.Pd. Dosen Pembimbing anggota : Didik Suharijadi, S.S,. M.

    Optimasi Tween dan Polietilen Glikol Dalam Nanokrim Asam Kojat Dipalmitat Dengan Virgin Coconut Oil Sebagai Fase Minyak

    No full text
    Asam Kojat Dipalmitat atau kojic acid dipalmitate merupakan senyawa sintetik turunan dari asam kojat. Asam kojat dipalmitat merupakan agen penghambat enzim tirosinase berfungsi dalam sintesis melanin yang dapat mencerahkan kulit. Rentang konsentrasi asam kojat dipalmitat sebagai pencerah kulit adalah 0,4% - 4%. Asam kojat dipalmitat bekerja pada stratum basal sehingga perlu menembus stratum korneum yang merupakan hambatan utama sediaan topikal. Asam kojat dipalmitat memiliki berat molekul yang besar yaitu 618,9 g/mol. Berdasarkan mekanisme kerja dan berat molekul asam kojat dipalmitat diperlukan pengembangan sediaan topikal sistem nano untuk meningkatkan penetrasi. Salah satu inovasi pengembangan sediaan topikal adalah nanokrim. Nanokrim merupakan bentuk sediaan yang berbasis nanoemulsi berbentuk setengah padat yang digunakan secara topikal yang memiliki ukuran diameter droplet 20-500 nm. Nanokrim memiliki kelebihan yaitu dapat meningkatakan efektivitas dan penetrasi zat aktif yang lebih baik dengan efek samping lebih kecil. Komponen dalam sediaan nanokrim adalah surfaktan, kosurfaktan, fase minyak, dan fase air. Surfaktan dan kosurfaktan berfungsi untuk menurunkan tegangan muka antara dua komponen yang tidak saling campur yakni fase air dan fase minyak. Surfaktan dan kosurfaktan yang terpilih dalam penelitian ini yaitu tween 80 dan PEG 400. Tween 80 bersifat non-ionik, tidak toksik, dan memiliki nilai HLB tinggi. PEG 400 membantu menurunkan tegangan muka lebih maksimal sehingga dapat diperoleh nanokrim yang stabil. Fase minyak yang terpilih adalah virgin coconut oil karena mampu melarutkan bahan aktif, tidak mengiritasi, dan pada sediaan kosmetik virgin coconut oil mampu melembabkan kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengoptimasi pengaruh tween 80 dan PEG 400 dalam formulasi sediaan nanokrim asam kojat dipalmitat serta responnya terhadap transmitan, daya sebar, dan viskositas. Penelitian ini menggunakan metode simplex lattice design yang akan menghasilkan formula optimum dan selanjutnya dilakukan uji verifikasi dan karakterisasi yang meliputi organoleptis, pH, stabilitas, tipe nanokrim, ukuran partikel, distribusi partikel, dan zeta potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tween 80 dan PEG 400 mampu meningkatkan nilai transmitan, daya sebar, dan viskositas, serta tidak ada pengaruh interaksi antara tween 80 dan PEG 400 terhadap nilai transmitan, viskositas, dan daya sebar. Tween 80 memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap nilai transmitan dan viskositas dibandingan dengan PEG 400. PEG 400 memiliki pengaruh lebih besar terhadap nilai daya sebar dibandingkan Tween 80. Formula optimum nanokrim asam kojat dipalmitat mempunyai komposisi tween 80 dan PEG 400 dengan jumlah 35,4% dan 4,6% dengan prediksi nilai transmitan 99,044%, daya sebar 5,9 cm dan viskositas 377,322 dPa.s. Formula optimum nanokrim asam kojat dipalmitat memiliki karakterisasi dengan tampilan yang berwarna putih susu, berbentuk emulsi kental, dan aroma khas minyak kelapa; memiliki nilai pH 5,22±0,0103; tipe nanokrim menunjukkan minyak dalam air; ukuran partikel sebesar 227,4 nm; distribusi ukuran partikel sebesar 0,115; potensial zeta -35,5 mV dan uji stabilitas formula optimum nanokrim asam kojat dipalmitat stabil secara fisik, tidak mengalami pemisahan fase, cracking,dan creamingDosen Pembimbing Utama : apt. Viddy Agustian Rosyidi S.Farm.,M.Sc. Dosen Pembimbing Anggota : Dr. apt. Yudi Wicaksono,S.Si.,M.S

    Pertimbangan Hakim Menjatuhkan Pidana Tambahan Kebiri Kimia dalam Tindak Pidana Perkosaan Anak

    No full text
    Kasus tindak pidana perkosaan anak pada 25 April 2019, Pengadilan Negeri Mojokerto menjatuhkan Putusan Nomor: 69/Pid. Sus/2019/Pn. Mjk yang memuat adanya sanksi pidana tambahan kebiri kimia terhadap Terpidana Muhammad Aris bin Syukur yang telah melakukan pemaksaan persetubuhan terhadap anak berusia 5 (lima) tahun 8 (delapan) bulan. Putusan tersebut menjadi putusan pertama di Indonesia yang menjatuhkan sanksi pidana tambahan kebiri kimia dan menjadi pro kontra dalam isu hukum pidana di Indonesia secara meluas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kasus perkara pada putusan tersebut, memberikan pemberatan vonis putusan yang sejatinya tidak seharusnya dijatuhkan kepada terdakwa. Cukup banyak fakta-fakta hukum yang peneliti temukan untuk memperkuat argumentasi hukum berkaitan hal tersebut, antara lain bahwasanya diketahui pada awalnya dakwaan Jaksa penuntut umum memberikan tuntutannya terhadap terdakwa atas tindak pidana perkosaan anak dengan 1 (satu) korban saja dan tanpa ada dakwaan atas hukuman tambahan kebiri kimia. Namun Majelis Hakim dalam putusannya, memberikan hukuman melebihi dakwaan penuntut umum yakni terdapat hukuman tambahan berupa kebiri kimia kepada terdakwa. Mencermati fakta hukum pada pelaksanaan proses pembuktian dan pemeriksaan alat bukti di persidangan, diketahui bahwa Majelis Hakim dalam dasar pertimbangannya memberikan hukuman tambahan kebiri kimia terhadap terdakwa tersebut hanya berdasarkan atas keterangan terdakwa saja yang menyebutkan telah melakukan perbuatannya atas 9 (sembilan) korban anak yang berbeda-beda. Namun keterangan terdakwa tersebut diketahui tidak ditindak lanjuti oleh majelis hakim untuk setidaknya mencari dan menggali kebenaran materiil sebagaimana ketentutan dan aturan Hukum Acara Pidana yang berlaku. Pada kesesuaiannya putusan Majelis Hakim dengan syarat pemidanaan hukuman kebiri kimia juga ditemukan yang berlawanan dan tidak sesuai, sehingga tentu dasar pemberatan putusan tersebut dapat dikatakan kurang tepat dijatuhkan kepada terdakwa.Dr. Fanny Tanuwijaya, S.H., M.Hum ( Dosen Pembimbing Utama) Halif, S.H., M.H. (Dosen Pembimbing Anggota

    Pola Penggunaan Obat Pada Pasien Osteoartritis Lutut DI Rumah Sakit Bina Sehat Jember

    No full text
    Osteoartritis adalah penyakit degeneratif yang ditandai dengan kerusakan pada tulang rawan sendi yang bersifat progresif dan merupakan gangguan sendi yang paling umum. Osteoartritis dapat memengaruhi lutut, pinggul, tangan, tulang belakang, dan kaki. Berdasarkan data nasional dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dalam Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013, prevalensi penyakit osteoartritis di Indonesia adalah 24,7%. Prevalensi osteoartritis akan terus meningkat dan berlanjut seiring pertambahan populasi dan usia. Kasus osteoartritis lutut lebih sering terjadi daripada osteoartritis jenis lainnya. Tingginya angka prevalensi osteoartritis akan berimplikasi pada tingginya regimen pengobatan yang diberikan kepada pasien. Penggunaan obat yang tidak rasional dapat mengakibatkan drug related problems (DRPs). Drug related problems berhubungan dengan pola pemilihan obat, ketidaksesuaian dosis obat, durasi penggunaan obat, banyak obat yang diresepkan, kombinasi obat yang tidak tepat, dan perilaku penggunaan obat pada pasien. Semakin banyaknya regimen pengobatan yang diberikan, maka efek samping dan kemungkinan interaksi obat yang terjadi akan cukup tinggi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Sampel pada penelitian ini adalah pasien osteoartritis lutut di Poli Penyakit Dalam, Poli Ortopedi, dan Poli Saraf Rumah Sakit Bina Sehat Kabupaten Jember yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Data pada penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien periode Januari 2020 - April 2021. Hasil penelitian dengan total 97 sampel ini menunjukkan terdapat peggunaan terapi kombinasi dan monoterapi pada pasien osteoartritis lutut di Poli Penyakit Dalam, Poli Ortopedi, dan Poli Saraf Rumah Sakit Bina Sehat Kabupaten Jember. Golongan obat yang diberikan pada pasien osteoartritis lutut di Rumah Sakit Bina Sehat Jember dalam penelitian ini mulai dari obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS), symptomatic slow acting drugs for osteoarthritis (SYSADOA), asetaminofen, analog gamma-aminobutyric acid (GABA), hingga analog vitamin D dengan rute pemberian secara per oral. Golongan obat yang paling banyak digunakan adalah OAINS. Sebanyak 3 pasien osteoartritis lutut berpotensi untuk mengalami kejadian drug related problems dengan kategori interaksi obat.dr. Desie Dwi Wisudanti, M. Biomed. (Dosen Pembimbing) dr. Muhammad Ali Shodikin, M. Kes., Sp. A (Dosen Pembimbing

    Pengembangan Taman Wisata Alam Kawah Ijen Berbasis Ekowisata Di Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    Taman wisata alam merupakan salah satu kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk melestarikan kawasan hutan dan pembentukan pariwisata berbasis alam. Keberagaman serta keunikan flora dan fauna yang dimiliki di taman wisata alam berpotensi untuk dijadikan sebagai kawasan wisata serta pendidikan, dengan potensi yang dimilikinya taman wisata alam dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung serta mempelajari mengenai lingkungan beserta pelestariannya. Taman wisata alam Kawah Ijen merupakan salah satu kawasan yang memiliki berbagai macam flora dan fauna yang beragam akan tetapi selama beberapa tahun terakhir seringkali terjadi kebakaran hutan yang salah satunya disebakan oleh pembukaan lahan dengan cara dibakar, pembakaran tersebut tidak dapat terkontrol sehingga membakar kawasan TWA Kawah Ijen secara besar-besaran. Taman wisata alam Kawah Ijen sangat luas yakni mencapai 306,12 hektar, agar terjadi keseimbangan antara pemanfaatan kawasan menjadi tempat pariwisata dan tempat pelestarian alam, perlu adanya pengembangan mengenai kedua hal tersebut agar tidak terjadi eksploitasi hutan secara berlebihan. Permasalahan lain di TWA Kawah Ijen yakni masih minimnya sumber daya manusia yang memanfaatkan kawasan wisata alam TWA Kawah Ijen. Umumya masyarakat hanya bekerja sebagai penambang belerang sehingga perlu adanya pengembangan pariwisata baik dari pemerintah maupun pengelola Kawah Ijen untuk meningkatkan SDM di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model pengembangan ekowisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendeskripsikan “Pengembangan Taman Wisata Alam Kawah Ijen berbasis ekowisata di Kabupaten Banyuwangi”. Tempat penelitian dipilih dengan metode purposive area. Subjek penelitian yaitu Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur ix Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi selaku pengelola TWA Kawah Ijen. Informasi mengenai kajian penelitian didapat melalui data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipan serta dokumen. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan analisis data menurut Burhan Bungin yaitu (reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menjelaskan bahwa Pengembangan Ekowisata yang dilakukan di TWA Kawah Ijen dibagai menjadi 2 aspek yaitu: (1) Konservasi sumber daya alam, Pengembangan taman wisata alam Kawah Ijen melalui konservasi sumber daya alam dilakukan dengan pembentukan blok konservasi yang terdiri dari 3 blok yakni blok perlindungan, blok pemanfaatan dan blok publik. Blok perlindungan memiliki fungsi untuk menjaga kelestarian flora dan fauna serta untuk kepentingan pendidikan, sementara blok pemanfaatan berfungsi sebagai kawasan wisata dan dimanfaatkan sebagai tempat membuka usaha seperti warung makan oleh masyarakat sekitar TWA Kawah Ijen. Blok terkahir yaitu blok publik berfungsi sebagai tempat membuka usaha bagi pihak swasta dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat pengelohan belerang. (2) Kesadaran lingkungan hidup, pengembangan melalui kesadaran lingkungan hidup dilakukan dengan melakukan gerakan lingkungan hidup diantaranya kegiatan Ijen rijik, pemulihan ekosistem serta sosialisasi dan edukasi mengenai lingkungan. Dengan dilakukannya kegiatan kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan juga pengunjung mengenai pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan. Hasil penelitian juga menjelaskan bahwa di TWA Kawah Ijen dilakukan pengelolaan pengembangan pariwisata yang melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya. Masyarakat dilibatkan dengan dijadikan sebagai pelaku pariwisata diantaranya menjadi tour guide, penyedia jasa troli, pedagang asongan dan pemilik warung. Pengembangan taman wisata alam Kawah Ijen memberikan dampak yang positif yaitu keberagaman flora dan fauna yang tersebar di kawasan TWA Kawah Ijen terjaga kelestariannya dan berkurangnya sampah di dalam kawasan TWA Kawah Ijen. Dampak lain dari pengembangan tersebut yakni terbukanya lapangan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitarDr. Sukidin, M.Pd (Dosen Pembimbing) Wiwin Hartanto, S.Pd., M.Pd (Dosen Pembimbing

    Evaluasi Prediksi Konsumsi Gas Bumi Menggunakan Artificial Neural Network (Ann)

    No full text
    The national energy demand, especially the oil and gas sector, is increasing in line with the increasing population and the condition of national economic growth which continues move positively. The increase of energy demand is on average more than 5% per year for this decade. Meanwhile, the condition of national oil and gas reserves and production sector continues to decline every year. This has resulted in Indonesia becoming a net importer of oil and gas. Domestic demand for natural gas increases every year, while on the other hand Indonesia still has commitments to sell natural gas abroad, pipeline gas and LNG. For this reason, a more accurate prediction of natural gas in Indonesia will be very helpful for policy makers so that policies taken are right on target so that natural gas which should be consumed domestically is not exported abroad. One of the good prediction methods is using artificial neural network (ANN). In this study, the input data used are economic growth, population, and gas prices, while the output data is natural gas consumption. This study uses five ANN architectural models that are formed. From the simulation results, the best accuracy is model 1 with an accuracy of 96.89%

    Isolasi Fungi Tanah Desa Kema Satu Lokasi Tiga Minahasa Utara dan Skrining Aktivitas Antibakteri Terhadap Pseudomonas Aeruginosa

    No full text
    Penyakit infeksi merupakan salah satu penyebab utama masalah di masyarakat baik dari sudut morbiditas dan mortalitas sepanjang sejarah manusia. Penyakit infeksi disebabkan oleh organisme patogen, seperti bakteri, virus, fungi, prion, cacing, atau parasit lainnya. Pengobatan yang tepat untuk penyakit infeksi karena bakteri adalah antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengarahkan kepada resistensi antibiotik. Salah satu bakteri yang mengalami resistensi antibiotik adalah Pseudomonas aeruginosa. Diperlukan suatu tindakan yang dapat menekan terjadinya kasus resistensi antibiotik terhadap Pseudomonas aeruginosa. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah menemukan agen antibakteri baru yang potensial dalam menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa yang masih sensitif. Sumber baru yang dapat dimanfaatkan sebagai agen antibakteri adalah fungi tanah muara. Ekosistem hutan bakau yang terdapat di tanah muara memiliki kondisi ekstrem bagi fungi untuk tumbuh, seperti salinitas tinggi, pasang surut ekstrem, kecepatan angin tinggi, suhu tinggi, dan tanah liat anaerobik. Kondisi tersebut membuat fungi menghasilkan metabolit bioaktif sebagai bentuk adaptasi dan pertahanan kimiawi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antibakteri dari fungi tanah muara dalam menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Tanah muara yang digunakan pada penelitian ini diambil dari Desa Kema Satu lokasi tiga, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Pengambilan sampel tanah muara dilakukan atas kerja sama dengan peneliti dari politeknik Perikanan dan Kelautan Bitung, Bapak Saeful A. Tauladani. Sampel tanah yang diberi kode nama BTG-9 ini kemudian dibiakkan dalam media PDA dan diisolasi. Hasil isolasi yang didapatkan selanjutnya dilakukan uji kontak langsung sebagai skrining awal untuk melihat potensinya dalam menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji kontak langsung menunjukkan enam isolat tunggal fungi tanah muara yang berpotensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa, yaitu IS1-BTG-9.1, IS2-BTG9.2.1, IS2-BTG-9.2.2, IS2-BTG-9.3.2, IS3-BTG-9.3.3.1, dan IS3-BTG-9.3.3.2. Berdasarkan hasil identifikasi makroskopis dan mikroskopis, enam isolat tunggal fungi tanah muara tersebut merupakan fungi tanah jenis khamir. Enam isolat tunggal fungi tanah muara kemudian dilakukan fermentasi selama 14 hari lalu diekstraksi dengan menggunakan pelarut etil asetat. Setelah didapatkan ekstrak etil asetat fungi tanah muara dari hasil fermentasi dilakukan skrining kandungan senyawa alkaloid, terpenoid dan fenolat serta uji aktivitas antibakteri. Dari hasil skrining kandungan senyawa dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menunjukkan ekstrak etil asetat fungi tanah muara dengan kode nama IS1-BTG-9.1, IS2-BTG-9.2.1, IS2-BTG-9.2.2, IS2-BTG-9.3.2, IS3-BTG9.3.3.1, dan IS3-BTG-9.3.3.2 mengandung senyawa terpenoid. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan konsentrasi tunggal yaitu 100 µg/L dan mengacu pada satandar CLSI M07-A9. Kontrol positif yang digunakan yaitu gentamisin konsentrasi 1µg/L dan kontrol negatif yaitu DMSO konsentrasi 1%. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa dilaporkan dalam nilai persen penghambatan. Hasil uji ini menunjukkan enam ekstrak etil asetat fungi tanah muara dapat menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa dengan nilai persen penghambatan masing-masing kode nama, yaitu IS1-BTG-9.1 sebesar 51,2% ± 1,5% , IS2-BTG-9.2.1 sebesar 46,2% ± 5,0%, IS2-BTG-9.2.2 sebesar 49,5% ± 3,7%, IS2-BTG-9.3.2 sebesar 48,8% ± 2,0%, IS3-BTG-9.3.3.1 sebesar 47,7% ± 3%, dan IS3-BTG-9.3.3.2 sebesar 49,4% ± 4,5%Dosen Pembimbing Utama : apt. Ari S. Nugraha, S.F., GDipSc., M.Sc-Res., Ph.D. Dosen Pembimbing Anggota : apt. Dwi Koko Pratoko, S.Farm., M.Sc

    6,632

    full texts

    75,643

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNEJ Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇