Universitas Jember

UNEJ Repository
Not a member yet
    75643 research outputs found

    Gambaran Pelaksanaan Konsep Gatekeeper oleh Perawat pada Pelayanan BPJS di Puskesmas Ngoro Mojokerto

    No full text
    Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) wajib bermitra dengan BPJS kesehatan dan bertanggung jawab untuk menjalankan pelayanan primer dengan cara memberikan pelayanan terpadu dan komprehensif kepada masyarakat sehingga perlu diamati terkait kualitas mutu pelayanannya. Berbagai keluhan masyarakat pada pelayanan BPJS di puskesmas harus mendapatkan tindak lanjut dalam upaya peningkatan pelayanan sehingga tidak menimbulkan asumsi negatif masyarkat pada kualitas BPJS karena dapat memengaruhi minat masyarakat dalam menggunakan fasilitas kesehatan dan beresiko meningkatkan morbiditas penyakit tertentu di masyarakat. WHO menggagas kebijakan terkait prinsip health for all dan diwujudkan dalam penerapan teori gatekeeper yang meletakkan puskesmas ssebagai gerbang pertama pelayanan ditinjau dari pemenuhan pelayanan pada aspek kontak pertama, pelayanan berkelanjutan, pelayanan paripurna dan koordinasi pelayanan. Peran perawat sebagai tenaga kesehatan mayoritas di puskesmas dapat mendukung ketercapaian puskesmas sebagai gatekeeper ditinjau dari pelaksanaan pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi persepsi perawat mengenai peran gatekeeper pada pelayanan BPJS Kesehatan di puskesmas Ngoro. Desain penelitian adalah kualitatif deskriptif. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan tematik analisis. Karakteristik partisipan menunjukkan sebanyak 80% berjenis kelamin perempuan dari keseluruhan sample dengan kualifikasi 80% perawat vokasi dan 60% merupakan perawat desa yang bertugas di pustu/ponkesdes. Pengambilan data dilaksanakan dengan wawancara mendalam untuk menggali informasi dari partisipan terkait pelaksanaan pelayanan puskesmas dengan menggunakan instrument SOP wawancara. Pendapat setiap partisipan terkait konsep gatekeeper dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, kesadaran dan nilai – nilai yang berbeda. Selain itu, penatalaksanaan dari konsep gatekeeper juga merupakan suatu perilaku manusia yang perlu dinilai berdasarkan perspektif dari peneliti. Hasil penelitian ini dikelompokkan dalam tiga tema besar meliputi keterlibatan pelayanan administratif, penyedia jenis pelayanan, dan pelaksanaan strategi pelayanan. Pembahasan setiap tema besar meliputi beberapa sub-tema dan sub-sub tema berdasarkan data temuan yang memiliki kesamaan makna dalam pelayanan BPJS oleh perawat. Tema pelayanan administratif membahas terkait tatalaksana pendaftaran, pembuatan surat sehat-sakit, pendokumentasian kegiatan dan pelaporan. Tema penyedia jenis pelayanan membahas terkait pelayanan puskesmas induk, pelayanan pustu/ponkesdes, pelayanan dasar, penanganan penyakit, perujukan dan pelayanan KIE. Sub-tema pelayanan dasar terbagi lagi dalam sub-sub tema upaya pencegahan penyakit, pelayanan individu dan pelayanan komunitas. Sedangkan pada sub tema penanganan penyakit terbagi dalam dua sub-sub tema yaitu pelayanan penyakit ringan dan pelayanan penyakit kronis. Pada tema pelaksanaan strategi pelayanan ditemukan 2 sub-tema yaitu pembagian tupoksi pelayanan dan pendekatan individu & keluarga. Pembagian tupoksi pelayanan terbagi dalam 2 sub-sub tema yaitu pendelegasian dan koordinasi pelayanan. Ketiga tema besar tersebut merupakan wujud integrasi pelaksanaan empat fungsi pokok gatekeeper oleh tenaga keperawatan UPT Puskesmas Ngoro. Kesimpulan dari penelitian ini ditemukan bahwa pelaksanaan peran gatekeeper pada perawat terintegrasi dalam pelayanan administratif, penyedia jenis pelayanan serta pelaksanaan strategi pelayanan. Pelaksanaan pelayanan perawat telah sesuai dengan teori keperawatan Lydia E. Hall ditinjau dari keterampilan perawat melaksanakan aspek care, core dan cure dalam setiap keterlibatan pelayanan.Dosen Pembimbing Utama : Ns.Nurfika Asmaningrum., S.Kep.,M.Kep., Ph.D. Dosen Pembimbing Anggota : Ns.Alfid Tri Afandi, S.Kep., M.Kep

    In Silico Study of Histo-Aspartic Protease (HAP) Inhibitor From Indonesian Medicinal Plants: Anti-Malarial Discovery

    No full text
    Malaria is an infectious disease caused by Plasmodium sp with the highest clinical incidence of 12.07% in Indonesia. New anti-malaria compounds are needed to replace antimalarial drugs that are already resistant nowadays. One of the efforts to find a new anti-malaria drug is through research on traditional medicinal plants used by Indonesian tribes from the ethnopharmacology database. In silico studies provide saving solutions in the process of computer-aided drug design. Histo-aspartic protease (HAP) is essential for the growth of Plasmodium falciparum and has been validated as an antimalarial drug target. Therefore, molecular docking was used to provide new insights into the development of drugs by targeting HAP protease. There are 238 compounds from 43 medicinal plants used as targeting ligand in this study prepared by Autodock Vina for an automated docking tool. The comprehensive docking protocol was valid showed by the RMSD value of 1,275 Å. The result obtained that AM50 (borrasosides A) from Borassus flabellifer was found to have the least affinity score of -10.1 kcal/mol higher compared to the native ligand. In conclusion, we are assuming that the mechanism of borrasosides A compound might get involved with HAP. Further protocols are required to prove the HAP inhibition towards Plasmodium falciparu

    Harta Para Pihak Dalam Perkawinan Poligami (Studi Putusan Nomor 0391/pdt.g/2020/pa.klt)

    No full text
    Harta adalah hal yang tidak terpisahkan dari adanya perkawinan. Pada perkawinan poligami, permasalahan harta menjadi lebih kompleks dari perkawinan monogami. Sehingga Penulis tertarik untuk mengkaji suatu Putusan Permohonan Izin Poligami Pengadilan Agama Klaten Nomor 0391/Pdt.G/2020/PA.Klt yang memfokuskan pada pembahasan harta para pihak atas dikabulkannya permohonan poligami, yang didasarkan pada kaidah-kaidah hukum positif yang mengatur tentang harta dalam perkawinan, yang Penulis beri judul “Harta Para Pihak Dalam Perkawinan Poligami (Studi Putusan Nomor 0391/Pdt.G/2020/Pa.Klt)”. Penulisan skripsi ini terdapat tiga rumusan masalah: (1) Rasio decidendi hakim saat memutus perkara poligami No 0391/Pdt.G/2020/PA.Klt apakah telah sesuai dengan aturan hukum positif yang ada (2) Akibat hukum atas keluarnya Putusan No 0391/Pdt.G/2020/PA.Klt terhadap harta para pihak (3) Isteri kedua apakah dapat menikmati harta suami dan harta istri pertama pada perkawinan poligami. Tujuan dalam penulisan skripsi ini dibagi menjadi dua, tujuan umum untuk memenuhi prasyarat bersifat akademis guna memeroleh gelar Sarjana Hukum Fakultas Hukum Universitas Jember, sebagai sarana mengimplementasikan ilmu pengetahuan hukum khususnya dibidang hukum keluarga dan waris yang telah diperoleh selama masa studi, yang diharapkan bermanfaat. Adapun tujuan khusus yakni mengetahui rasio decidensi hakim dalam memutus perkara No. 0391/pdt.g/2020/pa.klt, mengetahui akibat hukum dikeluarkannya putusan tersebut terhadap harta para pihak, mengetahui istri kedua apakah dapat menikmati suami dan istri pertama dalam perkawinan poligami. Secara teoritis, penulisan ini diharapkan dapat menjadi wacana pengembangan ilmu hukum terutama mengenai harta para pihak dalam perkawinan poligami. Secara praktis, penulisan ini diharapkan dapat memberi kontribusi pemikiran dan bahan masukan bagi para pihak di dalam suatu perkawinan poligami mengenai harta bersama, sehingga dapat meminimalisir adanya sengketa harta bersama dalam perkawinan poligami. Metode penelitian pada skripsi ini meliputi tipe penelitian yuridis normative. Pendekatan penelitian berupa pendekatan perundangundangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum bersumber dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan non hukum. Prosedur pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan studi kepustkaan, dan analisis bahan hukum. Pada skripsi ini, tinjauan pustaka berisi uraian tentang pengertianpengertian, teori, konsep, dan lain sebagainya yang relevan terkait judul dalam skripsi ini. Uraian yang dimaksud meliputi pengertian harta, macam-macam harta, pengertian perkawinan, syarat sahnya perkawinan, pengertian poligami, dan syarat poligami. Hasil penelitian skripsi ini adalah rasio decidensi hakim dalam memutus perkara nomor 0391/pdt.g/2020/pa.klt telah sesuai dengan UU Perkawinan, UU Peradilan Agama, dan peraturan perundang-undangan lain yang dijelaskan dalam skripsi ini, maupun kaidah hukum islam yakni kaidah fiqh. Akibat hukum dikeluarkannya putusan tersebut terhadap harta para pihak adalah dengan melalui penetapan hakim mengenai harta bersama antara Pemohon dan Termohon, maka calon istri kedua tidak berhak mengganggu gugat atas harta tersebut. Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian tersebut maka penulis menarik kesimpulan bahwa: Pertama, Rasio decidendi hakim dalam Putusan Nomor 0391/pdt.g/2020/pa.klt telah sesuai dengan syarat kumulatif diperbolehkannya poligami yakni Pasal 5 Angka 1 UU Perkawinan, bahwa setiap suami yang hendak beristri lebih dari seorang harus mendapat persetujuan dari istri pertama, dapat berlaku adil, dan dapat mencukupi kebutuhan para istri dan anaknya. Kedua, Akibat hukum yang timbul bagi Pemohon dan Termohon terhadap harta para pihak dalam putusan izin poligami tersebut adalah sama, yakni ditetapkannya harta bersama antara Pemohon dan Termohon. Bagi Calon istri kedua Pemohon, atas ditetapkannya harta bersama antara Pemohon dan Termohon, maka ia tidak berhak mengganggu gugat harta tersebut. Ketiga, Pasal 94 Angka 1 KHI, bahwa suami yang beristri lebih dari seorang, maka harta bersamanya masing-masing terpisah dan berdiri sendiri. Istri kedua memiliki bagian hak atas harta yang diperoleh suami selama dalam ikatan perkawinan keduanya, terhitung sejak akad pada perkawinan kedua. Batasan istri kedua hanya terbatas pada harta bersama yang diperoleh sejak saat perkawinannya. Istri kedua tidak berhak atas harta yang diperoleh suami dengan istri pertama. Adapun saran dalam penulisan skripsi ini yaitu pertama kepada para pihak yang berperkara untuk dapat melaksanakan putusan sebagaimana amarnya. Putusan hakim memiliki kekuatan mengikat para pihak yang berperkara, sehingga apa yang diputus hakim harus dianggap benar (res judicato pro veritate habetur). Kedua, kepada Pemohon yang hendak berniat untuk poligami agar lebih berpikir secara matang sebelum melakukan poligami untuk mempersiapkan segala hal yang mejadi tanggungjawabnya ketika telah berpoligami, agar perzinahan tidak dijadikan dasar alasan diajukannya permohonan poligami. Mengingat bahwa perzinahan termasuk ke dalam dosa besar. Ketiga, Kepada Kepala Kantor Urusan Agama memang harus memeriksa setiap berkas permohonan perkawinan yang masuk. Sehingga laki-laki yang hendak beristri lebih dari seorang, harus mendapatkan izin dari Pengadilan Agama terlebih dahulu. Keempat, Kepada Hakim hendaknya berhati-hati dalam memutuskan permohonan izin poligami karena calon istri melahirkan anak biologis di luar nikah. Pada dasarnya setiap putusan hakim adalah yurisprudensi dan dapat menjadi cerminan masyarakat, sehingga jangan sampai masyarakat beranggapan bahwa ketika mereka akan berpoligami dapat ditempuh dengan jalan perzinahan terlebih dahulu. Kelima, kepada Hakim yang memutus perkara agar lebih merinci pertimbangan hukumnya. Pada asasnya putusan memuat dasar alasan yang jelas dan rinci. Pada putusan tersebut, pada pertimbangan hukumnya, hakim tidak menyertakan kaidah hukum islam lain selain Al-quran untuk lebih menguatkan amarnya. Sehingga pertimbangan hukumnya masih kurang terperinci.Dr. Dyah Ochtorina Susanti, S.H., M.Hum (Pembimbing I) Nanang Suparto, S.H., M.H (Pembimbing II

    Gambaran Perilaku Caring Perawat Menurut Persepsi Keluarga Pasien di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember

    No full text
    Caring behavior is a different feature of nursing and it is the patient's perception of the caring behavior of the nurse that can have a significant impact on patient outcomes and patient satisfaction. This study aims to determine how the caring behavior of nurses according to the patient's family perception. This study uses a Caring Behavior Assessment (CBA) questionnaire with 45 items based on 10 carative factors of caring: Humanistic and altruistic, Instilling faith & hope, sensitivity, helping-trusting, positive/negative feelings, creative problem solving, teaching/learning, supportive/protective /corrective environment, human needs assist, existential/phenomenological/spiritual force. This study was conducted on the patient's family at Level III Hospital Baladhika Husada Jember. The questionnaire was given to 100 patients' families, of which only 68 questionnaires was obtained. Analysis of the nurse caring behavior variable according to the patient's family perception showed that the proportion of nurses who get sufficient and high caring values, that is 57.4% of respondents had sufficient caring perception and 42.6% of respondents have a high caring perception. The results of this study indicate that respondents have sufficient perceptions of the caring behavior of nurses at Level III Hospital Baladhika Husada Jember. This showed that the nurse's caring behavior overall was good due to the awareness of nurses to apply caring behavior in the nursing care provided to patients and visible when the data retrieval to the respondent looks respondents gave good and positive responses to nurse.Dosen Pembimbing Utama : Ns. Anisah Ardiana, S.Kep., M.Kep., Ph.D. Dosen Pembimbing Anggota : Ns. Alfid Tri Afandi, S.Kep., M.Kep

    Pengantar Jaringan Komputer Untuk IoT

    No full text
    Pesatnya kemajuan teknologi informasi pada era sekarang membawa dapak terhadap perubahan gaya hidup masyarakat, masyarakat perlu memperoleh informasi yang sangat mudah, cepat dan murah tanpa harus beranjak dari tempat duduknya. Contoh yang kita temui hampir setiap hari adalah penggunaan Internet. Koneksi internet hampir dibuuthkan dalam kegiatan sehari-hari, di era digital seperti saat ini, baik secara individu maupun institusi (organisasi swasta atau lembaga pemerintah). Keberadaan internet dalam dunia pertanian telah memberikan dampak positif yang besar dalam mendukung perkembangan pertanian modern. Penetrasi teknologi informasi di bidang pertanian disebut pertanian elektronik, yang merupakan bagian dari pertanian modern. Dari kegiatan prapanen hingga pascapanen, teknologi informasi dapat digunakan hampir di semua kegiatan pertanian. Hadirnya teknologi informasi pada sektor pertanian memberikan informasi yang tepat guna kepada petani baik perorangan atau kelompok dalam mengambil keputusan, sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas serta keuntungan. Konsep jaringan komputer yang memungkinkan perangkat satu dengan perangkat lain saling terhubung untuk bertukar informasi dapat diimplementasikan untuk membangun sebuah sistem dan teknologi informasi. Istilah jaringan komputer telah familiar ditelinga, didalam mempelajari computer networking, banyak sekali komponen serta istilah yang perlu untuk diketahui. Untuk memperdalam pengertian jaringan komunikasi, pada bab ini akan dibahas konsep jaringan, alat-alat yang dibutuhkan dan contoh implementasi computer networking

    Evaluasi Kinerja Daerah Aliran Sungai di Sub DAS Curah Menjangan Kabupaten Lumajang

    No full text
    Berdasarkan peta risiko bencana banjir Kabupaten Lumajang, Sub DAS Curah Menjangan memiliki risiko banjir yang tinggi. Seiring berjalannya waktu dan karena letaknya berada di area perkotaan, Sub DAS Curah Menjangan juga mengalami perubahan kondisi daya dukung DAS dan tata guna lahan selama beberapa tahun terakhir. Oleh sebeb itu perlu dilakukan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dengan cara melakukan evaluasi kinerja DAS. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hasil evaluasi kinerja daerah aliran sungai di sub DAS Curah menjangan Kabupaten Lumajang berdasarkan kriteria penggunaan lahan, tata air, sosial ekonomi, nilai investasi bangunan dan pemanfaatan ruang wilayah. Pada kriteria kondisi lahan memiliki bobot sebesar 40%, tata air memiliki bobot sebesar 20%, sosial ekonomi memiliki bobot 20%, investasi bangunan memiliki bobot 10% dan pemanfaatan ruangan wilayah memiliki bobot sebesar 10%. Metode yang digunakan dalam melakukan perhitungan pada evaluasi kinerja daerah aliran sungai tersebut yaitu dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.61/Menhut-II/2014. Berdasarkan perhitungan dan analisis yang sudah dilakukan, didapatkan hasil bahwa kinerja Sub DAS Curah Menjangan pada Tahun 2009 dalam kondisi baik dengan nilai kinerjanya sebesar 87,75. Adapaun kinerja Sub DAS Curah Menjangan pada tahun 2019 dalam kondisi sedang dengan nilai kinerja sebesar 92. Kinerja sub DAS Curah Menjangan pada tahun 2019 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kinerja Sub DAS Curah Menjangan tahun 2009. Penurunan kinerja Sub DAS terjadi pada kriteria tata air dari nilai 14,75 mengalami perubahan menjadi 20,75. Sedangkan pada kriteria kondisi lahan, sosial ekonomi, investasi bangungan air, dan pemanfaatan ruangan wilayah tidak banyak mengalami perubahan.Dosen Pembimbing Utama : Retno Utami A. Wiyono, S.T.,M.Eng, Ph.D Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Ir. Gusfan Halik, S.T., M.

    Review: Strategi Praktis Penanganan Egg Drop Syndrome pada Unggas Petelur

    No full text
    Layer poultry business is a prospective business due to meeting the need for animal protein from eggs. The average consumption of eggs is 2,152 kg per capita per week. These promising business prospects were not accompanied by an increase in the productivity of laying hens. Abnormal conditions such as cases of poultry disease will plunge the supply of eggs into a drop. One disease that is considerably popular in laying birds is Egg Drop Syndrome (EDS). This review aims to examine the EDS handling strategies in laying birds to prevent decreased egg production. Materials and methods through literature study. Some strategies that farmers can take to prevent EDS are vaccination, maintaining sanitation and cleanliness of pond land, including biosecurity, and using herbs as feed additive

    Induksi Protein Aktif Menggunakan Senyawa Asam Salisilat pada Kalus Padi Berpigmen (Oryza Sativa L.)

    No full text
    Validasi unggah file repositori_Ratna Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 April 2022_KurnadiPadi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan utama yang mengandung sumber karbohidrat untuk kebutuhan konsumsi masyarakat terutama di Indonesia. Terdapat dua jenis padi yaitu padi berpigmen dan tidak berpigmen. Padi berpigmen memiliki kandungan protein, senyawa fenolik, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan yang lebih banyak dibandingkan dengan padi tidak berpigmen. Padi berpigmen seperti padi merah dan padi hitam memiliki potensi aktivitas antioksidan yang sangat tinggi untuk dijadikan sebagai pangan fungsional karena memiliki banyak kandungan pigmen antosianin yang berperan sebagai antioksidan. Penambahan senyawa penginduksi seperti asam salisilat dapat menginduksi protein aktif dalam teknik kultur jaringan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan senyawa asam salisilat terhadap respon kalus dan protein aktif pada kalus padi berpigmen. Metode yang digunakan pada percobaan ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah varietas padi berpigmen (MS Pendek dan Ketan Hitam) dan varietas padi tidak berpigmen (IR64) dan faktor kedua adalah perbedaan konsentrasi asam salisilat yang terdiri dari 0, 0.1, 0.2, dan 0,4 mM. Data yang diperoleh menghasilkan pada konsentrasi 0.2 mM efektif untuk pertumbuhan kalus dan aktivitas antioksidan pada pemberian konsentrasi asam salisilat 0.1 mM pada varietas Ketan Hitam efektif meredam 50% radikal ABTS, pemberian konsentrasi asam salisilat 0.2 mM pada varietas MS Pendek efektif meredam 50% radikal hidroksil, dan pemberian konsentrasi asam salisilat 0.1 mM pada varietas Ketan Hitam efektif meredam 50% radikal superoksida. Pemberian asam salisilat dengan konsentrasi 0.1 dan 0.2 mM membuktikan pengaruh yang paling efektif dibandingkan konsentrasi yang lain terhadap penghambatan radikal bebasDosen Pembimbing utama : Prof. Tri Agus Siswoyo, SP., M.Agr., Ph.D

    Optimasi Tween 80 dan Polietilen Glikol 400 Dalam Nanokrim Asam Kojat Dipalmitat Dengan Palm Oil Sebagai Fase Minyak

    No full text
    Hiperpigmentasi merupakan salah satu masalah kulit yang dapat terjadi karena adanya peningkatan produksi melanin akibat paparan sinar ultraviolet (UV) berlebih. Asam kojat dipalmitat (AKD) pada konsentrasi 2% dapat digunakan dalam sediaan topikal sebagai agen pencerah kulit yang efektif mengatasi hiperpigmentasi dengan mekanisme menghambat enzim tirosinase (Al-Edresi dan Baie, 2010). Nanokrim sebagai pengembangan sistem nano pada AKD diperlukan karena AKD memiliki BM tinggi yakni 618,9 g/mol, dan AKD perlu mencapai lapisan basal dengan menembus stratum corneum untuk dapat menghambat kerja enzim tirosinase. Nanokrim dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas serta penetrasi AKD sehingga mampu mencapai letak melanosit (Boonme dkk., 2009; Chandrashekar dkk., 2018; Hanum, 2019). Komponen dalam nanokrim terdiri dari fase minyak, surfaktan, kosurfaktan, dan fase air. Fase minyak dipilih berdasarkan kemampuan melarutkan AKD karena minyak dapat memengaruhi kelarutan bahan dan ukuran nano yang terbentuk (Azeem dkk., 2009). Kandidat minyak yang digunakan adalah minyak zaitun, palm oil, dan minyak jarak. Palm oil dipilih karena mampu melarutkan AKD lebih baik daripada kandidat minyak lainnya yang dilihat dari kecepatan melarutkan AKD. Kombinasi surfaktan dan kosurfaktan diperlukan untuk menghasilkan suatu sistem nanoemulsi stabil yang dapat menurunkan tegangan antarmuka fase minyak dan air (Azeem dkk., 2009). Tween 80 dipilih sebagai surfaktan karena tidak toksik, nonionik, memiliki nilai HLB 15, dan mampu melarutkan AKD (Rowe dkk., 2009; Anjana dkk., 2012). Kandidat kosurfaktan yang digunakan adalah PEG 400, gliserin, dan sorbitol. PEG 400 dipilih sebagai kosurfaktan karena dapat melarutkan AKD dengan baik dan memiliki HLB 13,1 untuk membantu kerja surfaktan dalam memberikan stabilitas lapisan film pada droplet nanoemulsi. Kombinasi tween 80 dan PEG 400 menghasilkan nanoemulsi yang stabil dan dapat meningkatkan permeasi kulit (Suciati dan Aliyandi, 2014; Anjana dkk., 2012; Ahmad dkk., 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan komposisi campuran surfaktan dan kosurfaktan (Smix) terhadap sifat campuran nanokrim dengan respon transmitan, viskositas, dan daya sebar sehingga diperoleh suatu sediaan optimal. Metode simplex lattice design digunakan untuk menghasilkan formula optimum yang selanjutnya diuji verifikasi meliputi uji transmitan, viskositas, dan daya sebar, serta uji karakterisasi meliputi uji organoleptis, pH, stabilitas, ukuran droplet, indeks polidispersitas, potensial zeta, dan tipe nanokrim. Uji transmitan dapat digunakan untuk memperkirakan ukuran droplet nano yang terbentuk. Viskositas digunakan untuk mengetahui kekentalan sediaan yang dihasilkan. Daya sebar digunakan untuk mengetahui kemampuan penyebaran sediaan krim tanpa penekanan berlebih saat diaplikasikan dengan tujuan kenyamanan penggunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan proporsi tween 80 dan PEG 400 baik memberikan perbedaan pada nilai transmitan, daya sebar, dan viskositas. Tidak terdapat pengaruh interaksi antara tween 80 dan PEG 400 terhadap nilai transmitan, daya sebar, dan viskositas. Jumlah tween 80 yang bertambah akan meningkatkan nilai transmitan, viskositas, dan menurunkan nilai daya sebar. Jumlah PEG 400 yang bertambah akan meningkatkan nilai daya sebar serta menurunkan nilai transmitan dan viskositas. Formula optimum nanokrim asam kojat dipalmitat diperoleh dari campuran 35% tween 80 dan 5% PEG 400. Formula optimum nanokrim asam kojat dipalmitat memiliki karakteristik dengan tampilan berwarna putih susu, memiliki aroma khas tween 80, tipe nanokrim minyak dalam air (m/a), memiliki pH 7,47 + 0,04, ukuran droplet 162,9 nm, distribusi droplet monodispers dengan indeks polidispersitas sebesar 0,0481, dan nilai potensial zeta sebesar -200 mVapt. Viddy Agustian Rosyidi, S.Farm., M.Sc : Dosen Pembimbing Utama apt. Dwi Nurahmanto, S. Farm., M.Sc : Dosen Pembimbing Anggot

    Nilai Ekspektasi Posisi Elektron dan Spektrum Energi Ion Lithium ( 2+) pada Bilangan Kuantum Utama ≤

    No full text
    Ion Lithium ( 2+) merupakan atom Lithium yang kehilangan 2 elektron artinya partikel yang memiliki satu elektron atau berelektron tunggal. Ion Lithium merupakan atom Hidrogenik dimana atom ini hanya memiliki satu elektron yang mengelilingi inti atom. Nomor atom () yang dimiliki oleh ion Lithium adalah 3 yang menyatakan jumlah proton dalam ion tersebut. Lithium dapat dimanfaatkan sebagai komponen elektronika dan umumnya digunakan untuk baterai isi ulang atau dikenal sebagai baterai ion Lithium. Kedudukan suatu elektron bersifat tidak pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekspektasi posisi dan spektrum energi ion 2+ pada bilangan kuantum utama ≤ 3. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan menggunakan metode studi literatur mengenai mekanika kuantum khususnya pada atom Hidrogenik. Terdapat dua macam validasi yang digunakan, yaitu validasi ekspektasi posisi elektron dan validasi spektrum energi. Nilai ekspektasi posisi elektron dan spektrum energi ion 2+ menggunakan perhitungan numerik menggunakan program Matlab 2019a. Langkah-langkah dalam metode penelitian ini antara lain adalah: persiapan; pengembangan teori; simulasi; validasi hasil pengembangan teori; hasil pengembamgan teori; pembahsan dan kesimpulan. Langkah pertama dalam menentukan nilai ekspektasi posisi elektron pada ion Lithium dengan menyelesaikan fungsi radialnya (). Pada penelitian ini penyelesaian fungsi menggunakan persamaan Schrodinger yang tidak bergantung waktu. Penyelesaian fungsi radial tergantung pada nilai bilangan kuantum utama () dan bilangan kuantum anguler (). Pada bilangan kuantum ≤ 3, penelitian ini menggunakan kombinasi bilangan kuantum (, ) sebesar (1,0), (2,0), (2,1), (3,0), (3,1), dan (3,2). Penentuan nilai ekspektasi posisi elektron menggunakan interval yang dimulai dari 0 hingga 90. Ekspektasi posisi menggunakan persamaan ⟨⟩ = ∫ |() 2 | 3 ∞ −∞ . Penentuan spektrum energi 2+ menggunakan teori milik Bohr tentang atom Hidrogenik dengan persamaan = (−13,6ⅇ)( 2) 2 . Dari hasil pengembagan yang dihasilkan telah divalidasikan dengan penelitiannya sebelumnya didapatkan bahwa nilai ekspetasi posisi elektron pada ion Lithium bervariasi antara 0,00010 hingga 0,16370. Nilai tersebut menunjukkan posisi yang sering diduduki oleh elektron. Kedudukan suatu elektron sesuai dengan rapat probabilitas radial pada setiap keadaannya. Sedangkan spektrum energinya pada keadaan dasar hingga tereksitasi kedua berturut-turut menghasilkan nilai −122,4 ⅇ, −30,6 ⅇ dan −13,6 ⅇ. Spektrum energi menunjukkan nilai yang semakin mengecil saat bilangan kuantum utamanya membesar. Seiring bertambahnya n untuk suatu atom, maka bertambah juga jarak rata-rata elektron dari nukleus. Sebuah elektron bermuatan negatif yang terletak lebih dekat ke inti yang bermuatan positif maka akan tertarik ke inti lebih kuat daripada elektron yang lebih jauh di luar atom tersebut. Ini berarti bahwa elektron dengan nilai n yang lebih tinggi lebih mudah keluar dari atom. Data spektrum energi didapatkan dalam bentuk spektrum garis. Hal ini dikarenakan elektron bersifat diskrit dimana elektron hanya menempati orbit-orbit tertentu (). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu nilai ekspektasi posisi elektron ion 2+ bervariasi dari 0.00010 hingga 0.16370. Semakin besar interval 0, maka akan menunjukkan nilai ekspektasi posisi yang mendekati nilai konstan pada setiap keadaan dimana pada = 1 menunjukkan nilai konstan pada interval 20, pada = 2 menunjukkan nilai konstan pada interval 40, pada = 3 menunjukkan nilai konstan pada interval 70. Nilai yang konstan menandakan bahwa elektron ratarata memang terletak pada posisi tersebut. Spektrum energi elektron ion 2+ berbanding terbalik dengan kuadrat dari bilangan kuantum utama dimana semakin besar −nya, maka semakin kecil energi elektronnya. Nilai energi elektron ion 2+ pada keadaan dasar (1 ) adalah 122,4 ⅇ, keadaan tereksitasi pertama (2 ) adalah 30,6 ⅇ dan keadaan tereksitasi kedua (3 ) adalah 13,6 ⅇ.Dosen Pembimbing Utama : Drs. Bambang Supriadi, M.Sc. Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Rif’ati Dina Handayani, S.Pd., M.Pd

    6,632

    full texts

    75,643

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNEJ Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇