75643 research outputs found
Sort by
Analysis of the effect 3D printing parameters on tensile strength using Copper-PLA filament
s research aims to find the optimal combination of parameters to obtain the maximum tensile strength of 3D printing products made of eCopper, which consists of 45% Cu and 55% PLA. The parameters used were nozzle temperature, layer height, print speed and bed temperature with three levels each. The Taguchi L9 (3^4) experiment was used for design and analysis. The product was printed in the form of a tensile test specimen according to the ASTM D638 Type I standard using a Cartesian FDM 3D printer. The average response S/N ratio calculation found that the highest tensile strength would be obtained when applying combination parameters of nozzle temperature 230 oC, layer height 0.35 mm, print speed 90 mm/s and bed temperature 60 oC. While each parameter contributes to the tensile strength by the order are nozzle temperature, layer height, print speed, and bed temperature 59.44%, 20.53%, 18.06% and 1.97%, respectively
Pendeteksian Gulma pada Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum) Berbasis Deep Learning Algoritma Faster R-CNN dan YOLO
Finalisasi unggah file repositori tanggal 9 Juni 2022_KurnadiPendeteksian Gulma Pada Tanaman Tebu (Saccharum officinarum)
Berbasis Deeplearning Algoritma Faster R-CNN dan YOLO; Abdillah
Ramadhan, 171710201093; 2022; 68 halaman; Jurusan Teknik Pertanian Fakultas
Teknologi Pertanian Universitas Jember.
Tebu merupakan salah satu komoditi yang ada dalam subsector
perkebunan di Indonesia dan mempunyai posisi yang cukup penting karena
kebutuhan penduduk Indonesia akan gula yang berasal dari tebu begitu besar.
Faktor penentu dalam menghasilkan gula yang maksimal terdapat masalah yang
menghambat budidaya tebu yaitu kompetisi tanaman dengan gulma. Teknologi
digital hampir setiap aspek di kehidupan manusia membutuhkan teknologi
komputasi guna meringankan pekerjaan manusia. Salah satunya yaitu Artifical
Intelligence (AI) biasa disebut kecerdasan buatan. Pada penelitian ini
menggunakan teknologi untuk melakukan deteksi gulma yaitu dengan
menggunakan metode Deep learning dengan algoritma Faster R-CNN (Faster
Region-based Convolutional Neural Network) dan You Only Look Once(YOLO).
Faster R-CNN merupakan salah satu metode deep learning yang
digunakan untuk mengenali suatu suatu objek pada citra atau permodelan
pendeteksian obyek pada gambar. Dengan aristektur ini sistem melalui kerangka
proses train terlebih dahulu dengan cara labelling object dan bounding box yang
nantinya hasil tersebut disimpen pada format.xml. Pada hasil pelatihan akan
digunakan sebagai contoh untuk mengenali objek pada pengolahan menggunakan
arsitektur Faster R-CNN. YOLO (You Only Look Once) merupakan salah satu
algoritme one-stage object detection. YOLO memiliki kecepatan komputasi yang
sangat tinggi dan dapat memproses gambar secara real time. Pada YOLO,
komponen-komponen object detection yang terpisah disatukan dalam satu
jaringan saraf tiruan. YOLOv5 merupakan model yang termasuk versi ringan serta
pemrosesan data paling cepat dibandingkan dengan model lain nya. Yolo
menggunakan pendekatan jaringan syaraf tunggal (Single neural network) untuk melakukan pendeteksian objek pada sebuah citra. Tahapan pada arsitektur
YOLOv5 terdiri dari input, backbone, neck, dan head (output).
Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji
confusion matrix. Pada analisis data dilakukan untuk melihat kinerja aplikasi yang
didapat dari model yang telah dilakukan proses training data sebelumnya. Hasil
training data yang diperoleh yaitu berdasarkan parameter precision, recall,
accuracy, F1 Score dan mAP (Mean Average Precision). Pada proses data
training melalui Average loss Faster R-CNN epoch 1000 tahap train yaitu 0.1574
dan tahap val yaitu 0,1540. Epoch 1500 tahap train 0,1257 dan tahap val 0,1384.
Epoch 2000 pada tahap train 0,1531 dan tahap val 0,1438, sedangkan pada model
Average loss YOLOv5 pada epoch 1000 tahap train 0,0060 dan tahap val 0,0093.
Epoch 1500 pada tahap train 0,0042 dan tahap val 0,0086. Epoch 2000 pada tahap
train 0,0034 dan tahap val 0,0087. Pada penelitian ini menganalisis data dengan
beberapa parameter yaitu precision, recall, F1 score, accuracy. Pada metode
Faster R-CNN epoch 1000 yaitu precision 75%, recall 75%, F1 72%, accuracy
71%. Pada epoch 1500 yaitu precision 63%, recall 68%, F1 64%, accuracy 61%.
Pada epoch 2000 yaitu precision 78%, recall 85%, F1 79%, accuracy 77%. Pada
model yolov5 epoch 1000 yaitu precision 77%, recall 78%, F1 74%, accuracy
73%. Pada epoch 1500 yaitu precision 79%, recall 90%, F1 81%, accuracy 79%.
Pada epoch 2000 yaitu precision 87%, recall 90%, F1 87%, accuracy 86%. Model
YOLOv5 dapat mengenali gulma pada tanaman tebu dengan baik dan memiliki
tingkat akurasi untuk menebak gulma dengan tingkat presentase yang cukup
tinggi.Bayu Taruna Widjaja Putra, S.TP., M.Eng., Ph.D. (Dosen Pembimbing
Pengaruh Kadar Penambahan Silica Fume dan Steel Fiber Terhadap Sifat Mekanis Beton HPC (High Performance Concrete)
Finalisasi unggah file repositori tanggal 14 April 2022_KurnadiMeningkatnya jumlah gedung tinggi di Indonesia membuktikan bahwa
perkembangan infrastruktur semakin meningkat. Pada hakikatnya, semakin tinggi
gedung akan semakin besar pula beban yang diterima oleh kolom sehingga
dibutuhkan dimensi kolom yang besar untuk menopangnya. Namun hal itu dapat
dibantu dengan penggunaan high performance concrete (HPC) yaitu beton dengan
mutu tinggi yang saat ini semakin marak dipakai dan dikembangkan dalam dunia
konstruksi. Alternatif penambahan silica fume dan steel fiber dipilih untuk
membantu meningkatkan sifat mekanis pada beton HPC.
Rencana pembuatan benda uji beton HPC dilakukan dengan dua tahap,
yakni tahap I dilakukan dengan tujuan mencari kadar optimal penambahan silica
fume sedangkan tahap II dilakukan dengan penambahan kadar optimal silica fume
hasil dari tahap I dan penambahan steel fiber.
Hasil dari penelitian uji sifat mekanis beton didapat hasil kuat tekan tahap
I pada umur 28 hari kuat tekan pada sampel beton HPC SF1T dengan nilai ratarata 43,52 MPa, SF2T dengan nilai rata-rata 46,95 MPa, SF3T dengan nilai ratarata 56,40 MPa, dan SF4T dengan nilai rata-rata 52,73 MPa. Didapatkan kadar
optimal penambahan silica fume terdapat pada variasi SF2T yaitu 12%.
Penambahan kadar silica fume akan menurunkan kuat tekan beton jika
menambahkan dengan persentase yang tinggi.
Hasil dari pengujian tahap II didapatkan hasil kuat tekan pada umur 28
hari pada sampel beton SSF1T dengan nilai 44,68 MPa, SSF2T dengan nilai 51,91
MPa, dan SSF3T dengan nilai 54,29 MPa. Kemudian diuji modulus elastisitas
berdasarkan rumus (SNI 2847, 2019) dari kuat tekan beton pada sampel SSF1T
sebesar 31409,29, SSF2T sebesar 33845,64, dan SSF3T sebesar 34603,41. Uji
tarik belah menghasilkan SSF1B sebesar 17,59 MPa, SSF2B sebesar 17,87 MPa,
dan SSF3T sebesar 18,85 MPa. Serta uji tarik lentur menghasilkan SSF1L sebesar
6,26 MPa, SSF2L sebesar 7,8 MPa, dan SSF3L sebesar 8,06 MPa. Penambahan
silica fume dan steel fiber mempengaruhi sifat mekanis pada beton HPC.Dosen Pembimbing Utama : Ir. Dwi Nurtanto, S.T., M.T.
Dosen Pembimbing Anggota : Ir. Krisnamurti, M.T
Analisis Yuridis Pembuktian Tindak Pidana Pembakaran Lahan dalam Perspektif Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Selor Nomor : 17/PID.B/LH/2017/ PN.TJS )
Finalisasi unggah file repositori tanggal 31 Mei 2022_KurnadiPertanggungjawaban pidana yang dilakukan oleh korporasi dalam
kasus tindak pidana pembakaran lahan memiliki berbagai kesulitan dalam
proses penegakan hukumnya. Hal tersebut berkaitan dengan
ketidaksederhanaan perangkat hukum dan perangkat perundang-undangan
yang mengatur tindak pidana pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan
oleh korporasi. Dalam persidangan kasus-kasus pembakaran lahan rawan
lolos dari jeratan hukum akibat lemahnya alat bukti dan pembuktian. Salah
satu kasus tindak pidana pembakaran lahan yang diputus bebas oleh Majelis
Hakim adalah kasus pembakaran lahan yang dilakukan oleh PT Bulungan
Citra Agro Persada dalam Putusan Nomor : 17 / PID.B / LH // 2017 / PN.TJS
Kebakaran yang terjadi dalam areal Hak Guna usaha PT Bulungan Citra Agro
Persada berlangung pada hari waktu antara Bulan Mei 2015 sampai dengan
Bulan September 2015 dan membakar lahan perkebunan PT. Bulungan Citra
Agro Persada kurang lebih seluas 150 hektar. Berdasarkan uraian tersebut,
terdapat dua permasalahan yang akan diangkat yaitu permasalahan pertama
adalah apakah dakwaan subsidairitas jaksa penuntut umum (JPU) dalam
Putusan Nomor : 17 / PID.B / LH // 2017 / PN.TJS sudah sesuai dengan Pasal
143 ayat (2) KUHP, sedangkan permasalahan kedua adalah apakah
pertimbangan hakim memutus bebas terdakwa dalam putusan Nomor : 17 /
PID.B / LH // 2017 / PN.TJS sudah sesuai dengan fakta yang ada pada
persidangan. Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan skripsi kali ini
adalah pertama adalah untuk menganalisis dakwaan subsidairitas jaksa
penuntut umum (JPU) dikaitkan dengan pasal 143 ayat (2) KUHP dan tujuan
yang kedua adalah untuk menganalisis pertimbangan hakim menjatuhkan
putusan bebas dikaitkan dengan fakta yang terungkap di persidangan.Dosen Pembimbing Utama (DPU) : I Gede Widhiana Suarda, S.H.,M.Hum.,Ph.D.
Dosen Pembimbing Anggota (DPA) : Dodik Prihatin AN, S.H., M.Hum
Pengaruh Media Buku Cerita Bergambar Terhadap Kecerdasan Linguistik Anak Kelompok B di TK Negeri Pembina Kabupaten Lumajang Tahun Ajaran 2021/2022
Finalisasi unggah file repositori tanggal 7 Juni 2022_KurnadiAnak usia dini merupakan anak yang masih menjalani proses tumbuh
kembang yang sangat pesat. Anak usia dini mempunyai rentang yang sangat
penting dibanding usia-usia selanjutnya, karena pada perkembangan
kecerdasannya tengah berlangsung luar biasa. Salah satu kemampuan anak yang
perlu dikembangkan adalah kecerdasan lingusitik. Kecerdasan linguistik adalah
kecerdasan anak dalam mengelola kosa kata atau kemampuan anak menggunakan
kata secara efektif, baik secara verbal (lisan) ataupun tertulis. Berdasarkan hasil
observasi yang dilakukan di TK Negeri Pembina Kabupaten Lumajang, telah
diperoleh data bahwa kecerdasan linguistik anak dikelas B beberapa masih belum
berkembang dengan baik. Hal ini terbukti saat anak disuruh maju kedepan untuk
memperkenalkan diri masih terlihat malu dan tidak percaya diri, ketika diberi
pertanyaan masih terlihat tidak berani untuk menjawab, dan masih membutuhkan
dorongan untuk berani bicara dengan didampingi guru. Salah satu yang dapat
digunakan untuk mengembangkan kecerdasan linguistik anak ini melalui media
buku cerita bergambar. Media buku cerita bergambar merupakan sebuah media
yang berbentuk buku dengan isi yang disusun secara sistematis mulai awal
kejadian yang ditampilkan dengan menggunakan gambar dan tulisan.Luh Putu Indah Budyawati, S.Pd., M.Pd (Dosen Pembimbing)
Laily Nur Aisiyah, S.Pd., M.Pd. (Dosen Pembimbing
Uji Viabilitas Ekstrak Etanol Daun Seledri (Apium Graveolens L.) Terhadap Kultur Sel Fibroblas
Tanaman obat merupakan pengobatan herbal alternatif. Tanaman obat memiliki beberapa keuntungan yaitu mampu mencegah resistensi patogen terhadap obat, efek samping minimum dengan kerja perlahan, perkembangan penelitian yang signifikan, dan ketersediaan yang tinggi di alam. Tanaman seledri (Apium graveolens L.) memiliki potensi sebagai obat alternatif karena mengandung berbagai senyawa bermanfaat yaitu glikosida flavonoid apiin atau apigenin, andrografolid, saponin, tanin, dan andrografolid. Kandungan senyawa aktif flavonoid apigenin, andrografolid, tanin, dan saponin mempengaruhi sifat ekstrak terhadap sel. Uji viabilitas digunakan untuk mengetahui efek bahan tersebut secara in vitro dengan metode MTT (Microculture Tetrazolium Technique) assay. Belum pernah dilakukan penelitian uji viabilitas ekstrak etanol daun seledri konsentrasi 6,25 µg/mL, 12,5 µg/mL, 25 µg/mL, dan 50 µg/mL terhadap kultur sel fibroblas jenis NIH3T3 (sel embrio tikus). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis efek ekstrak etanol daun seledri konsentrasi 6,25 µg/mL, 12,5 µg/mL, 25 µg/mL, dan 50 µg/mL terhadap viabilitas kultur sel fibroblas.
Jenis penelitian yang dilakukan yaitu eksperimental laboratoris dengan the post test only control group design sebagai rancangan penelitian. Daun seledri diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 70%. Konsentrasi ekstrak etanol daun seledri terdiri atas 6,25 µg/mL, 12,5 µg/mL, 25, µg/mL, dan 50 µg/mL sebagai kelompok perlakuan. Kelompok kontrol penelitian terdiri atas kontrol sel dan kontrol pelarut. Kelompok penelitian dilakukan uji viabilitas metode MTT assay dengan 4 sampel tiap kelompok. Gambaran biru-ungu formazan pada sel hidup terbentuk setelah perlakuan dengan garam MTT dan inkubasi. Nilai OD (Optical Density) digunakan dalam mengukur persentase viabilitas atau kehidupan sel. Nilai OD didapatkan dari pembacaan absorbansi menggunakan ELISA reader (Enzyme Linked Immunosorbent Assay).
Analisis data hasil penelitian menggunakan uji normalitas Shapiro-wilk, uji homogenitas Levene test, uji beda One Way ANOVA, dan uji lanjut LSD. Berdasarkan hasil penelitian, urutan persentase viabilitas sel dimulai dari tertinggi hingga terendah yaitu ekstrak etanol daun seledri konsentrasi 12,5 µg/mL, 6,25 µg/mL, 50 µg/mL, 25 µg/mL, kontrol pelarut, dan kontrol sel berturut-turut 110,89%, 110,5%, 106,74%, 106,65%, 102,07%, dan 100%. Kelompok perlakuan ekstrak etanol daun seledri meningkatkan viabilitas kultur sel fibroblas dengan nilai lebih besar dari kelompok kontrol sel. Viabilitas sel dipengaruhi oleh kandungan daun seledri terutama yang dapat memicu proliferasi sel.
Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol daun seledri konsentrasi 6,25 µg/mL, 12,5 µg/mL, 25 µg/mL, dan 50 µg/mL tidak menunjukkan efek negatif terhadap viabilitas kultur sel fibroblas NIH3T3. Hasil analisis didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna (p>0,05) antar kelompok perlakuan ekstrak etanol daun seledri. Konsentrasi efektif minimum ekstrak etanol daun seledri 6,25 µg/mL dapat meningkatkan viabilitas kultur sel fibroblas NIH3T3 secara signifikan dengan p= 0,002 (p<0,05). Kesimpulan hasil penelitian yaitu ekstrak etanol daun seledri konsentrasi 6,25 µg/mL, 12,5 µg/mL, 25 µg/mL dan 50 µg/mL dapat meningkatkan viabilitas kultur sel fibroblas. Saran penelitian yaitu perlu dilakukan uji lanjut ekstrak etanol daun seledri secara in vivo dan uji klinis.Dr. drg. Iin Eliana Triwahyuni, M.Kes (Dosen Pembimbing I)
drg. Melok Aris W, M.Kes., Sp.Perio (Dosen Pembimbing II
Analisis Pengaruh Kesiapan Pengguna Terhadap Penerimaan Sipenpin (Sistem Informasi Penambangan Pintar) Pada Masyarakat Desa Penambangan Menggunakan Technology Readiness Acceptance Model (Tram)
Pemerintah Desa Penambangan merupakan lembaga pemerintahan tingkat
desa yang berada di Kabupaten Bondowoso yang telah mengembangkan dan
menerapkan sistem informasi untuk memberikan pelayanan dan transparansi
informasi kepada masyarakat yaitu Sistem Informasi Penambangan Pintar
(SIPENPIN). SIPENPIN merupakan sistem informasi pelayanan publik yang
ditujukan kepada masyarakat Desa Penambangan Kecamatan Curahdami
Kabupaten Bondowoso yang berusia minimal 17 tahun yang berbasis Progressive
Web App diluncurkan pada tanggal 16 Juli 2020.
SIPENPIN dibuat agar pelayanan dan pengaduan di Desa Penambangan bisa
dilakukan secara online dengan sistem pelayanan yang sudah disediakan. Namun,
dalam implementasi SIPENPIN terdapat masalah yaitu masih minimnya
penggunaan SIPENPIN oleh masyarakat Desa Penamabangan. Berdasarkan hasil
survey awal penelitian dari 30 orang sampel masyarakat Desa Penambangan dapat
ditarik sebuah kesimpulan awal bahwa minat masyarakat Desa Penambangan dalam
menggunakan aplikasi SIPENPIN masih kecil. Minat pengguna aplikasi SIPENPIN
yang masih minim tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kesiapan
dan penerimaan pengguna dalam menggunakan SIPENPIN.
Penelitian ini bertujuan untuk menghetahu tingkat kesiapan pengguna
SIPENPIN serta mencari tahu pengaruh dari kesiapan masyarakat Desa
Penambangan terhadap penerimaan SIPENPIN. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah TRAM (Technology Readiness Acceptance Model). Variabel
yang digunakan adalah seluruh variabel yang dimiliki TRAM. Total sampel
penelitian yang digunakan adalah 97 responden dari masyarakat Desa
x
Penambangan yang berusia minimal 17 tahun.
Berdasarkan hasil perhitungan TRI diketahui bahwasannya tingkat kesiapan
pengguna SIPENPIN adalah 2,689 yang berarti tingkat kesiapannya masih rendah.
Selain itu, Penelitian ini menghasilkan bahwasannya beberapa variabel kesiapan
dapat mempengaruhi penerimaan pengguna SIPENPIN, yakni sikap optimis
pengguna dapat mempengaruhi rasa kemanfaatan dalam menggunakan SIPENPIN,
sikap inovatif pengguna dapat mempengaruhi rasa kemanfaatan dan kemudahan
dalam menggunakan SIPENPIN dan rasa kemanfaatan dan kemudahan dalam
menggunakan SIPENPIN dapat mempengaruhi niat pengguna untuk menggunakan
SIPENPIN. Sedangkan, sikap ketidakamanan dan ketidaknyamanan tidak
mempengaruhi rasa kemanfaatan dan kemudahan pengguna dalam menggunakan
SIPENPIN.Fahrobby Adnan, S.Kom., M.M.S.I (Dosen Pembimbing)
Tio Dharmawan, S.Kom., M.Kom (Dosen Pembimbing
Understanding and concern in the implementation of green accounting by msmes batik cloth manufacturers
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kepedulian para pelaku usaha UMKM produsen kain batik di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur yang akan mendasari implementasi green accounting dalam menjalankan usahanya mereka. Green Accounting merupakan pengembangan dari ilmu akuntansi yang berperan melalui pengungkapan sukarela dalam laporan keuangan suatu usaha terkait dengan biaya lingkungan atau environmental cost. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Menggunakan teknik proporsional dengan Random sampling yaitu dipilih 3 UMKM Produsen Batik yang berada di kecamatan sekitar wilayah Kabupaten Jember. Analisis data dalam penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan model analisis data dari Miles and Huberman dalam Sugiyono (2017) yaitu Mereduksi data, Menyajikan Data, lalu melakukan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dua dari tiga pelaku usaha UMKM produsen batik di wilayah Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur telah memiliki pemahaman dan kepedulian yang baik dalam menjaga lingkungan hidup sebagai bentuk implementasi green accounting. Meski untuk detail pengeluaran biaya usaha dan biaya lingkungan belum mereka pahami secara rinci tapi mereka telah sadari bahwa biaya lingkungan menjadi tanggung jawab yang dibebankan pada laporan keuangan usaha mereka
Konsumsi Ekstrak Teh Hijau Meningkatkan Daya Tahan Otot Diukur dengan Squat Test
Teh Hijau merupakan olahan teh tanpa proses fermentasI dan memiliki keunggulan kandungan katekin tertinggi. Katekin merupakan senyawa polifenol yang diduga memengaruhi oksidasi lemak dan daya tahan otot yang penting bagi masyarakat umum maupun atlet. Tujuan: Menganalisis pengaruh konsumsi ekstrak teh hijau terhadap daya tahan otot melalui pengukuran Squat Test. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross-sectional dengan single blind study. Setiap responden mendapatkan dua perlakuan yang sama yaitu konsumsi ekstrak teh hijau dan plasebo. Total responden penelitian ini adalah 16 orang. Konsumsi perlakuan dilakukan sebanyak dua kali yaitu ketika malam sebelum tes dan satu jam sebelum pelaksanaan tes. Total ekstrak teh hijau yang digunakan sebesar 1000 mg yang dibagi 500 mg setiap konsumsi. Plasebo yang digunakan berupa pati jagung dengan berat yang sama. Responden melaksanakan squat test dan dihitung jumlah repetisinya sampai kelelahan. Analisis data menggunakan uji Shapiro-wilk sebagai uji normalitas dan dianalisis dengan uji nonparametris Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan rata-rata sebesar 7,69 pada kelompok ekstrak teh hijau.Analisis Wilcoxon menunjukan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 yang artinya ada perbedaan bermakna antara dua kelompok. Simpulan: Konsumsi ekstrak teh hijau dapat meningkatkan daya tahan otot dilihat dari peningkatan repetisi squat.Dr.dr.Aris Prasetyo, M.Kes.
dr.Ika Rahmawati Sutejo M.Biotech
Rancang Bangun Robot Eksoskeleton Tangan Berbasis Random Forest Menuju Rehabilitasi Pasien Pasca Stroke
Stroke merupakan penyakit yang terjadi ketika otak tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, yang disebabkan oleh penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Ketika Penyakit stroke menyerang sel otak dapat mati dalam hitungan menit, yang menyebabkan anggota tubuh yang dikendalikan otak tidak dapat berfungsi dengan baik. Penurunan fungsi yang diakibatkan oleh penyakit stroke yang paling sering terjadi adalah kondisi paralis atau kelumpuhan. Pada penelitian ini, kondisi kelumpuhan yang difokuskan sebagai pengembangan teknologi rehabilitasi adalah pada bagian lengan hingga jari tangan. Teknologi yang dikembangkan sebagai inovasi bagi proses rehabilitasi pada penelitian ini adalah robot eksoskeleton tangan dengan sistem prediksi sudut jari tangan berdasarkan sinyal otot (electromyography) yang memanfaatkan sistem cerdas yang memanfaatkan pembelajaran mesin (machine learning)berupa random forest regression dan terintegrasi dengan visualisasi permainan 3D. Pada penelitian ini diawali dengan mengambil data sinyal otot dan data sudut jari dari responden orang sehat. Peralatan yang digunakan adalah sensor otot EMG yaitu Myo armband dan sensor sudut jari tangan yaitu Smart Glove. Kedua jenis data diambil berdasarkan nilai - nilai sudut yang telah ditentukan seperti 0 derajat, 30 derajat, 45 derajat, 60 derajat, 90 derajat, hingga 100 derajat, yang merupakan bagian – bagian dari gerakan tangan membuka hingga menutup. Hasil perekaman akan menghasilkan sinyal otot akan menghasilkan 8 jenis data, karena sensor memiliki 8 elektroda yang melingkar pada otot lengan bawah, dan data sudut jari tangan menghasilkan 5 jenis data yaitu 5 jari tangan. Selanjutnya Data ini akan dilakukan preprocessing sebelum dilatih pada sistem cerdas random forest regression, dengan tahap filtering, windowing dan fitur ekstraksi sinyal EMG untuk mendapatkan informasi dan pola data yang mudah dikenali sistem, setelah itu dilakukan pelatihan sistem cerdas random forest regression dengan parameter n-estimator (jumlah pohon keputusan pada random forest) sebesar 10,50,100 dan 200. Dan ditambah dengan parameter reduksi dimensi data (ncomponent) sinyal EMG dengan fitur ekstraksi berupa principal component analysis (PCA) sebesar 5,6 dan 7. Pengujian pertama yaitu untuk mencari parameter jumlah pohon terbaik pada random forest. Performa terbaik yang dihasilkan adalah pada saat jumlah pohon random forest sebesar 200, karena memiliki tingkat error MSE dari setiap jari tangan paling kecil antara lain jempol sebesar 76.67, telunjuk sebesar 67,27, tengah sebesar 68,08, manis sebesar 69,52, dan kelingking sebesar 75,27, serta nilai R2 paling tinggi antara lain jempol sebesar 0.905, telunjuk sebesar 0.901, tengah sebesar 0.904, manis sebesar 0.906, dan kelingking sebesar 0.903. Pengujian kedua yaitu mencari performa fitur ekstraksi time – domain MAV dan RMS. Fitur ektraksi yang terbaik adalah fitur RMS dengan tingkat error MSE dari setiap jari tangan paling kecil antara lain jempol sebesar 2,47, telunjuk sebesar 2,03, tengah sebesar 2,22, manis sebesar 2,14, dan kelingking sebesar 2,42, serta nilai R2 paling tinggi antara lain jempol sebesar 0,9956, telunjuk sebesar 0.9958, tengah sebesar 0.9958, manis sebesar 0.9959, dan kelingking sebesar 0.9958. Pengujian ketiga mencari performa terbaik dari parameter fitur ekstrkasi reduksi data yaitu PCA menggunakan fitur ekstraksi terbaik sebelumnya yaitu RMS. Parameter terbaik dari PCA yaitu saat reduksi dimensi data menjadi 7 kolom, dengan tingkat error MSE dari setiap jari tangan paling kecil antara lain jempol sebesar 3,56, telunjuk sebesar 3,05, tengah sebesar 3,22, manis sebesar 3,19, dan kelingking sebesar 3,61, serta nilai R2 paling tinggi antara lain jempol sebesar 0,9939, telunjuk sebesar 0.9938, tengah sebesar 0.9940, manis sebesar 0.9941, dan kelingking sebesar 0.9938.Ir. Khairul Anam, S.T., M.T., Ph. D. (Dosen Pembimbing I)
Arizal Mujibtamala Nanda Imron, S.T., M.T. (Dosen Pembimbing II