75643 research outputs found
Sort by
Kemampuan Membaca Puisi Peserta Didik Kelas II-A SDN 1 Karangsari Kabupaten Banyuwangi di Era New Normal
Finalisasi 27 Mei 2022_KurnadiPembelajaran membaca puisi pada kurikulum 2013 kelas II tema 5
subtema 1 tertuang dalam KD 3.5 mencermati puisi anak dalam bahasa Indonesia
atau bahasa daerah melalui teks tulis dan lisan, dan KD 4.5 membacakan teks
puisi anak tentang alam dan lingkungan dalam bahasa Indonesia dengan lafal,
intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri. Oleh karena itu,
penelitian tentang “Kemampuan Membaca Puisi Peserta Didik Kelas IIA SDN 1
Karangsari Kabupaten Banyuwangi di Era New Normal” mengacu pada
kurikulum 2013 pada tema 5 subtema 1 KD 3.5 dan 4.5. Penelitian ini dilatarbelakangi atas ditemukannya peserta didik yang belum mampu membaca puisi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan kemampuan membaca puisi peserta didik kelas IIA SDN 1 Karangsari Kabupaten Banyuwangi di era ner normal, dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca puisi peserta didik kelas IIA SDN 1 Karangsari Kabupaten Banyuwangi di era ner normal. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 22 peserta didik kelas IIA SDN 1 Karangsari Kabupaten Banyuwangi semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Teknis analisi data menggunakan analisis data statistik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini, yaitu (1) kemampuan membaca puisi peserta didik kelas IIA SDN 1 Karangsari Kabupaten Banyuwangi masuk kategori cukup. Hasil penghitungan persentase kategori kemampuan membaca puisi, yaitu (a) 1 peserta didik masuk kategori sangat baik dengan persentase 4,54%; (b) 4 peserta didik masuk kategori baik dengan persentase 18,18%; (c) 14 peserta didik masuk kategori cukup dengan persentase 63,64%; dan (d) 3 peserta didik masuk kategori kurang dengan persentase 13,64%; dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhinya, yaitu (a) faktor internal yang terdiri atas minat, bakat, motivasi, rasa percaya diri, rasa malu, rasa takut, terburu-buru, kelancaran membacanya, serta kefokusan peserta didik, dan (b) faktor eksternal yang terdiri atas lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga.Dosen Pembimbing Utama : Drs. Hari Satrijono, M.Pd.
Dosen Pembimbing Anggota : Zetti Finali, S.Pd., M.Pd
Pengaruh Neem Gum (Azadirachta indica) terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Otak Tikus Wistar yang Diinduksi Diazinon
Diazinon merupakan salah satu pestisida golongan organofosfat yang masih banyak digunakan di Indonesia. Diazinon dan metabolit aktifnya dapat merusak astrosit dan fibronektin yang merupakan penyusun sawar darah otak serta mampu menimbulkan stres oksidatif dengan produk akhir malondialdehid (MDA) yang bersifat destruktif pada jaringan otak. Neem gum (Azadirachta indica) yang merupakan getah dari tanaman mimba dengan kandungan polisakarida yang tinggi, berpotensi sebagai antioksidan alami yang dapat menetralkan radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian neem gum dalam mencegah peningkatan kadar MDA otak tikus wistar yang diinduksi diazinon. Sebanyak 30 ekor tikus wistar dibagi menjadi 6 kelompok yakni K0 (diberikan cornoil), K1 (diinduksi diazinon 40 mg/kgBB), dan kelompok perlakuan P1, P2, P3, dan P4, yang diberikan larutan neem gum sebagai minum hewan coba dengan dosis 3,75 g/kgBB, 7,5 g/kgBB, 15 g/kgBB, dan 30 g/kgBB dan induksi diazinon 40 mg/kgBB. Perlakuan dilakukan selama 8 hari dengan memberikan larutan neem gum dan induksi diazinon secara bersamaan. Rata – rata kadar MDA otak yang diperoleh melalui uji Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBRAS) yakni, K0= 1,5 ± 0,22; K1=2,37 ± 0,18; P1=1,82 ± 0,37; P2=1,57 ± 0,34; P3=1,37 ± 0,18; P4=2,17 ± 0,21. Uji One Way ANOVA menunjukan adanya perbedaan kadar MDA yang signifikan (p<0,05) antar kelompok perlakuan. Uji post-hoc LSD menunjukan perbedaan yang signifikan pada kelompok perlakuan P1, P2, dan P3 dibandingkan dengan kelompok K1 (p<0,05). Hal ini menunjukan bahwa larutan neem gum dosis 3,75 g/kgBB, 7,5 g/kgBB, dan 15 g/kgBB mampu mencegah peningkatan MDA otak tikus wistar yang diinduksi diazinon.Dr. dr. Sugiyanta, M.Ked.
dr. Sheilla Rachmania, M.Biotek
Wisata Religi Makam K.H.R As'ad Syamsul Arifin di Kabupaten Situbondo Tahun 2016-2019
Latar belakang pemilihan masalah penelitian ini yaitu berkenaan dengan
Wisata religi makam K.H.R As’ad Syamsul Arifin yang ada di kabupaten
Situbondo. Lebih tepatnya, ada di lingkungan pondok pesantren Salafiyah
Syafi’iyah Sukorejo. Wisata religi ini banyak dikunjungi oleh masyarakat baik dari
wilayah Situbondo maupun dari luar wilayah Situbondo. Walaupun Kyai As’ad
sudah ditetapkan menjadi tokoh pahlawan nasional, akan tetapi pengelolaan wisata
tetap berada di bawah naungan pondok pesantren. Hal ini dikarenakan letak makam
tersebut berada di dalam area makam keluarga besar pengurus pondok pesantren.
Sistem pengelolaannya masih sederhana dan yang terpenting dapat memberikan
kemudahan bagi pengunjung yang datang. Tujuan para pengunjung erat kaitannya
dengan kebutuhan spiritual, baik berupa berkah dari Kyai As’ad maupun
ketenangan saat berdoa.
Permasalahan yang diajukan oleh peneliti adalah (1) Bagaimana pengelolaan
makam K.H.R As’ad Syamsul Arifin sebagai objek wisata religi tahun 2016-2019;
(2) Bagaimana fungsi makam K.H.R As’ad Syamsul Arifin sebagai objek wisata
religi tahun 2016-2019. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti adalah
(1) untuk mendeskripsikan dan mengkaji pengelolaan makam K.H.R As’ad
Syamsul Arifin sebagai objek wisata religi tahun 2016-2019; (2) untuk
mendeskripsikan dan mengkaji fungsi makam K.H.R As’ad Syamsul Arifin sebagai
objek wisata religi tahun 2016-2019. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode penelitian sejarah dengan langkah-langkahnya yaitu heuristik, kritik,
interpretasi dan historiografi. Pendekatan dan teori yang digunakan yaitu sosiologi
agama dan teori fungsionalisme David Emile Durkheim. Hasil penelitian ini antara lain: (1) Pengelolaan Wisata Religi makam K.H.R
As’ad Syamsul Arifin sebagai objek wisata religi diantaranya pengelolaan tempat,
kegiatan, peraturan dan etika, keuangan, sarana dan prasarana dapat berjalan
dengan baik melalui pengelolaan yang sederhana untuk kebutuhan berlangsungnya
kegiatan wisata religi setiap harinya. (2) Fungsi makam K.H.R As’ad Syamsul
Arifin sebagai objek wisata religi berupa fungsi sakral dan profan. Fungsi sakral
berkaitan dengan nilai religius dan nilai keteladanan terhadap tokoh Kyai As’ad.
Fungsi profan berkaitan pada kegiatan wisata religi setiap harinya yaitu pengelolaan
yang profesional dan dampak ramainya pengunjung mendatangkan pasar bagi
pedagang yang ingin mendapatkan berkah dari hasil dagangnya.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengelolaan wisata religi makam
K.H.R As'ad Syamsul Arifin bentuk pengelolaannya yang sederhana. Pengelolaan
ini menyesuaikan kebutuhan pada saat ini yaitu terselenggaranya kegiatan wisata
religi yang tidak mengganggu kegiatan di pondok pesantren. Baik itu berupa
kegiatan ziarah maupun kegiatan yang dilaksanakan oleh bidang Takmir dalam
agenda PHBI (Peringatan hari besar Islam). Pengelolaan keuangan di wisata religi
didapatkan melalui infaq dari kotak amal. Wisata religi makam Kyai As’ad tidak
menerapkan retribusi bagi pengunjung. Pendapatan dari Infaq dan Kotak Amal
tahun 2016 sekitar 35 juta, tahun 2017 mencapai 57 juta, tahun 2018 pendapatan
mencapai 80 juta dan tahun 2019 pendapatan sekitar 85 juta. Pendapatan ini
sepenuhnya digunakan untuk keperluan pembangunan masjid dan wisata religi.
Sehingga kegiatan wisata religi yang berlangsung bisa lebih hikmat dan kebutuhan
spiritual pengunjung bisa terpenuhi melalui kegiatan yang dilakukan.
Saran bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat menjadi gambaran
sederhana tentang kondisi pengelolaan dan munculnya nilai-nilai yang berkembang
dalam wisata religi makam K.H.R As'ad Syamsul Arifin. Bagi pengelola makam
atau pengurus pondok pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, hasil penelitian ini
dapat dijadikan acuan untuk pengembangan wisata religi ke makam K.H.R As'ad
Syamsul Arifin dan memperhatikan kehadiran pendamping bagi pengunjung karena
kehadiran pendamping dapat disediakan. khususnya bagi pengunjung yang ingin
mengenal lebih jauh tentang Kyai As'ad.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Drs. Sugiyanto, M.Hum.
Dosen Pembimbing Anggota : Prof. Dr. Bambang Soepeno, M.P
Effectiveness of Cadre Capacity Building Activities: A Comparative Design
Immunization is a form of health intervention that is very effective in
reducing infant and under-five mortality. However, until now the implementation has not reached the maximum target, there are still many
people who do not allow their children to be immunized for various
reasons. One of the roles of posyandu cadres is to provide health
education to the community or parents about immunization, so that
capacity building activities for cadres are very necessary to increase
the knowledge of posyandu cadres. The purpose of this study was to
analyze the knowledge and abilities of cadres in an effort to increase
the coverage and quality of immunization. The research method comparative design research method with pre-test and post-test. Respondents were all cadres (16 respondents) in Ranu Pakis Village, Klakah
District, Lumajang Regency. The results The results of the pre-test
and post-test experienced a significant (significant) change from an
average of 8.44 to 9.69. Paired Sample T Test showed p-value =
0.016. The conclusion this study is that there is an increase in knowledge, the ability of cadres after being given health information about
immunization and the role or capacity of cadres in posyandu
Gerakan Separatis di Papua (OPM) dalam Perspektif Hukum Terorisme
Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 Juni 2022_KurnadiGerakan Separatis Di Papua (Opm) Dalam Perspektif Hukum Terorisme
Latar belakang dari penulisan skrisi ini adalah berawal dari adanya keputusan dari
Pemerintah Indonesia, yang memutuskan untuk merubah status kelompok separatis
OPM (KKB) menjadi kelompok terorisme. Keputusan yang dipilih oleh
Pemerintah ini, menimbulkan munculnya perdebatan di kalayak masayarakat
mengenai perubahan status kelompok tersebut. Perdebatan tersebut mucul
dikarenakan adanya pertanyaan mengenai apakah kelompok OPM (KKB) tersebut
dapat dijadikan sebagai kelompok terorisme atau tidak. Hal ini dikarenaka
terorisme dengan separatisme adalah merupakan dua hal yang sangat berbeda satu
sama lain, baik dari pengertian, ideologi maupun dari tujuannya. Selain itu,
peraturan mengani dua hal tersebut diatur di dalam dua peraturan yang berbeda
satu sama lain, yang mengatur mengenai upaya penangannya, siapa yang berhak
dan berweang dalam menanganinya dan lain sebagainya.
Berdasarkan uraian tersebut terdapat permasalahan yang akan penulis bahas dalam
skripsi ini yaitu yang pertama adalah apakah gerakan separatis di Papua dapat
dikategorikan sebagai terorisme dan yang kedua, bagaimana penanggulangan
separatisme di Papua dalam perspektif hukum terorisme. Tujuan penulisan pada
skripsi ini dibagi menjadi 2 (dua) yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan umum
dari penulisan skripsi ini yaitu sebagai syarat pokok untuk memperoleh gelar
Sarjana Hukum, sedangkan tujuan khusus penulisan skripsi ini yaitu untuk
mengetahui mengenai bagaimana kepastian status kelompok OPM (KKB) serta
bagaimana penanggulangan separatisme didalam perspektif hukum terorisme.
Manfaat pada skripsi ini dibagi menjadi 2 (dua) yaitu manfaat secara teoritis dan
manfaat secara praktis. Manfaat secara teoritis skripsi ini yaitu agar dapat
memberikan sumbangan pemikiran menyangkut kedudukan gerakan separatis
(OPM) didalam perspektif hukum pidana. Sementara manfaat secara praktis skripsi
ini yaitu agar dapat memberikan informasi kepada para penegak hukum, aparat
kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia mengenai pentingnya upaya dalam
penanggulangan gerakan separatis (OPM) yang terjadi di Indonesia.
Metode penelitian pada skripsi ini menggunakan penelitian yuridis normatif
(doktrinal) dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statue
approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan Pendekatan
Perbandingan (comparative approach). Bahan hukum yang digunakan yaitu bahan
hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan non hukum. Selanjutnya metode
pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah dengan studi kepustakaan,
serta menggunakan analisa secara deduktif. Sistematika penulisan berkaitan
dengan menguraikan sistematika penulisan skripsi dari bagian awal sampai dengan
bagian akhir.
Kesimpulan dari skripsi ini adalah bahwa kelompok OPM (KKB) sudah dapat
dikategorikan sebagai kelompok terorisme, hal ini dikarenakan bentuk serangan
dan tindakan yang dilakukan oleh kelompok OPM (KKB) tersebut, sudah
memenuhi unsur-unsur yang ada didalam Undang-undang No.5 Tahun 2018
tentang Pemberantasan Terorisme. Kemudian dengan adanya keputusan dari
Pemerintah Indonesia mengenai perubahan status kelompok OPM (KKB) menjadi
kelompok terorisme, maka hal ini tidak hanya merubah mengenai statusnya saja,
akan tetepai juga akan merubah dari segala aspek yang ada didalamnya, seperti
aspek hukum pidananya,yaitu dari segi hukum materiilnya dan segi hukum
formiilnya yang nantinya juga akan berubah. Selain itu instrumen hukum pidana
yang digunakan sudah bukan lagi menggunakan KUHP melainkan menggunakan
UU Pemberantasan Terorisme.
Saran dari penulisan skripsi ini adalah pertama, didalam penangannya harus selalu
mengikuti SOP yang berlaku, kemudian perlu adanya pengawasan yang ketat
shigga tidak terjadi tindakan semena-mena dari aparat, selain itu alangkah
bagusnya apabila pemerintah menggunakan dengan istilah separatis terorisme,
sehingga pihak TNI dapat ikut terlibat dalam upaya penagannya. Kedua, dengan
melihat kasus yang ada ini, menjadi bukti nyata bahwa di Indonesia sangat sekali
membutuhkan adanya perubahan serta pembaharuan di bidang hukumnya,
sehingga nantinya kasus serupa tidak terjadi lagi ke depannya. Hal ini dikarenakan
bentuk kejahatan yang selalu berubah dan berkembang seiring dengan berjalannya
waktu.Dosen Pembimbing Utama,Dodik Prihatin AN, S.H., M.Hum
Dosen Pembimbing Anggota,Fiska Maulidian N, S.H., M.
Sistem Sales Forecasting Produk Skin Care MS GLOW Menggunakan Metode Least Square pada Agen MS GLOW Jember
Finalisasi unggah file repositori tanggal 9 Juni 2022_KurnadiMS GLOW merupakan brand kosmetik yang turut hadir di tengah
persaingan industri skin care yang cukup ketat di Indonesia. Bersamaan dengan
tingginya kebutuhan akan perawatan kulit atau skin care di Indonesia,
menyebabkan peminat akan produk kecantikan MS GLOW juga semakin tinggi,
ditambah lagi bahwa brand MS GLOW kerap kali memenangkan berbagai
penghargaan bergengsi. Sistem penjualan pada brand MS GLOW menggunakan
sistem reseller yang menjadikan pemenuhan kebutuhan MS GLOW pada setiap
konsumen berbeda – beda, hal tersebut juga dirasakan oleh Putri MS GLOW
Jember yang merupakan agen resmi MS GLOW daerah Jember. Agen dituntut
mampu memahami kebutuhan konsumen supaya tetap survive dalam pemenuhan
permintaan konsumen. Permasalahan yang terjadi pada agen Putri MS GLOW
Jember adalah pencatatan penjualan yang masih dilakukan secara manual, sehingga
Putri MS GLOW Jember hanya menentukan penjualan mendatang dengan mengacu
pada penjualan sebelumnya, dimana hal ini mengakibatkan sering timbul
permasalahan lain seperti, kekosongan persediaan produk sehingga tidak dapat
memenuhi permintaan konsumen yang membuat beberapa konsumen atau reseller
kecewa karena produk yang dipesan tidak tersedia, atau sebaliknya dimana agen
mengalami kelebihan persedian yang menyebabkan penumpukan produk, hingga
mendekati kadaluarsa sehingga harga jual turun dan mengalami kerugian. Oleh
karena itu, supaya agen Putri MS GLOW dapat memenuhi permintaan konsumen
maka dibuatlah sistem sales forecasting. Sistem sales forecasting produk MS
GLOW pada agen Putri MS GLOW Jember yang akan dikembangkan
menggunakan metode least square, sistem yang telah dikembangkan diharapkan
mampu membantu meramalkan penjualan dengan akurat pada periode yang akan
datang.Dosen Pembimbing Utama : Prof. Dr. Saiful Bukhori, ST., M.Kom
Dosen Pembimbing Pendamping : Januar Adi Putra, S.kom., M.Ko
Pengembangan E-LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Higher Order Thinking Skill (HOTS) Pada Pembelajaran IPA SMP
Finalisasi unggah file repositori tanggal 9 Juni 2022_KurnadiIlmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan pengetahuan mengenai alam semesta dan fenomena-fenomena yang terjadi di alam. Pada proses pembelajaran IPA dibutuhkan bahan ajar. Salah satu bahan ajar yang dapat digunakan adalah LKPD. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan E-LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL). Populasi penelitian yakni siswa kelas VIII-C di MTSN 1 Jember. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE dengan tahapan yakni analisis (analyze), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Pengumpulan data menggunakan metode tes hasil belajar kemampuan Higher Order Thinking Skill (HOTS), angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni uji skor validitas, kepraktisan, N-gain dan uji skor angket respon siswa. Pada uji validitas diperoleh nilai 83% dengan krteria sangat baik. Pada uji keterlaksanaan didapatkan hasil 89% berkategori sangat praktis. Hasil uji N-gain didapatkan skor yakni 0,53 berkategori sedang. sedangkan pada uji angket respon siswa didapataan hasil yakni 82% dengan kategori sangat baik. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD berbasis PBL dapat meningkatkan kemampuan HOTS pada pembelajaran IPA SMP.Dr. Sri wahyuni, S.Pd., M.Pd (Dosen Pembimbing)
Aris Singgih Budiarso, S.Pd., M.Pd (Dosen Pembimbing
The activity of Potassium and Phosphate Solubilizing bacteria from sugarcane rhizosphere on Some Bagasse Condition media inoculated byLignocellulolytic bacteria
The main aim of this research was to study the activities of phosphate solubilizing
(PSB) and potassium solubilizing (KSB) bacteria and lignocellulolytic on some conditions of
bagasse media. Six conditions of bagasse were combined with lignocellulolytic bacteria as
carrier media for PSB and KSB. Bacteria activity under observation included respiration,
concentration of P-total, K-total, N-total, organic carbon, the change of C/N ratio, and the
change in cellulose and lignin concentration. The research results corroborated that respiration
of microbial increase from D+7 (seventh days) to D+28 (twenty-eighth days) on all condition
of bagasse media with maximum respiration reaching11.14mg CO2/kg/day; the population of
PSB and KSB are 97.67.107cfu.g-1 and 64.17. 107cfu.g-1; the concentration of K-total and Ptotal, N-total, C-organic and C/N ratio decreased on all treatments media during incubation
respectively
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Watusampu dan Buluri (Putusan Nomor: 69/Pdt.G/2018/PN Pal)
Finalisasi unggah file repositori tanggal 6 Juni 2022_KurnadiTanggung Jawab Sosial Perusahaan awalnya merupakan sukarela, tetapi sejak Tahun 2007 Indonesia mengatur dalam undang-undang menjadi suatu kewajiban melalui Undang-Undang 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas beserta undang-undang sektoral lain dan peraturan pelaksananya. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan, salah satunya muncul Peraturan Daerah yang mengatur Tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Munculnya Peraturan Daerah yang mengatur Tanggung Jawab Sosial bertentangan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 53/PUU-VI/2008 tetapi masih ada saja Daerah yang mengaturnya seperti di Kota Palu Sulawesi Tengah, dalam Peraturan Kota Palu Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan. Peraturan Daerah tersebut jelas bertentangan dengan Peraturan Mahkamah Konstitusi, lalu digunakan sebagai dasar pertimbangan yuridis Majelis Hakim dalam Putusan 69/Pdt. G/2018/PN. Pal. Oleh karena itu Penulis berusaha melakukan penelitian dalam bentuk Karya Ilmiah Skripsi yang berjudul “Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Di Watusampu Dan Buluri (Putusan Nomor 69/Pdt.G/2018/Pn Pal)”. Penulis menggunakan metode penelitian hukum doktrinal dengan menggunakan pendekatan perundang-undang dan pendekatan konseptual, maka dari itu, dalam penelitian ini penulis telah menemukan permasalahan-permasalahan yang hendak diteliti diantaranya: pertama, Apa bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat?; kedua, Apakah dasar pertimbangan Hakim telah sesuai berdasarkan norma hukum perusahaan yang berlaku di Indonesia?; ketiga, Bagaimana akibat hukum keluarnya Putusan Nomor 69/Pdt.G/2018/PN Pal bagi masyarakat?; lalu bahan hukum yang digunakan penulis terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan non hukum yang berkaitan dengan konsep perusahaan dan tanggung jawab sosial perusahaan yang telah diangkat oleh penulis. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, maka penulis berpendapat bahwa peraturan tanggung jawab sosial perusahaan sebagaimana termaktub dalam undang-undang merupakan peraturan yang sangat memberi manfaat baik bagi keberlanjutan lingkungan maupun sosial, tetapi juga terdapat banyak kekurangan dalam praktiknya. Sebagaimana yang terjadi di Watusampu dan Buluri Sulawesi Tengah, dimana perseroan-perseroan penambang yang jelas bergerak pada bidang sumber daya alam tidak menjalankan tanggung jawab sosialnya secara benar berdasarkan undang-undang perseroan terbatas, lalu terdapat peraturan daerah tentang tanggung jawab sosial yang bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi, adapun putusan pengadilan yang berdasar pada peraturan yang jelas bertentangan dengan peraturan lainnya. Penulis menarik kesimpulan bahwa pertama, dari Putusan Nomor 69/Pdt.G/2018/Pn Pal pada praktiknya tanggung jawab sosial perusahaan di Watusampu dan Buluri tidak tepat sebagaimana yang diatur dalam undang-undang perseroan terbatas, maka dari itu bentuk tanggung jawab sosial yang tepat yaitu berupa kesepakatan kontraktual antara perusahaan sebagai mitra masyarakat dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial, masyarakat sebagai target penyaluran tanggung jawab sosial perusahaan, dan pemerintah yang hanya bertindak sebagai pengawas realisasi tanggung jawab sosial oleh perusahaan, sejak awal berdirinya perusahaan agar memiliki dasar kepastian hukum apabila terjadi konflik; kedua, Putusan Nomor 69/Pdt.G/2018/Pn Pal tidak dapat digunakan terhadap permasalahan tanggung jawab sosial perusahaan di watusampu karena pertimbangan yuridis hakim didasarkan pada norma yang bertentangan dengan norma lainnya; ketiga, Putusan Nomor 69/Pdt.G/2018/Pn Pal tidak dapat mengikat masyarakat sebagaimana sifat putusan pengadilan umumnya, maka dari itu putusan tersebut dapat diajukan suatu upaya hukum agar masyarakat mendapat keadilan dalam permasalahan ini.Dosen Pembimbing Utama,Mardi Handono, S.H., M.H
Dosen Pembimbing Anggota,Ikarini Dani Widiyanti, S.H., M.H
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Paket Data Internet Menggunakan Metode Fuzzy TOPSIS (Studi Kasus Wilayah FMIPA UNEJ)
Finalisasi unggah file repositori tanggal 31 Mei 2022_KurnadiPenggunaan handphone yang dilengkapi dengan internet menjadi sasaran
yang sangat menjanjikan bagi provider. Para provider berlomba – lomba menarik
perhatian pelanggannya dengan menyediakan berbagai macam paket internet.
Bahkan banyak cara yang dilakukan, seperti perang tarif maupun kuota dan
rentang masa aktif. Logika fuzzy menunjukkan sejauh mana suatu nilai benar dan
sejauh mana nilai salah, sehingga sesuatu dapat dikatakan sebagian benar dan
sebagian salah pada waktu yang sama. TOPSIS (Technique for Order Preference
by Similarity to Ideal Solution) merupakan salah satu metode pengambilan
keputusan yang didasarkan pada konsep dimana alternatif terpilih yang terbaik
tidak hanya memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif, tetapi juga memiliki
jarak terpanjang dari solusi ideal negatif.
Penilitian ini menyelesaikan permasalahan mengenai pemilihan paket data
internet yang cocok digunakan di area Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Jember dengan menggunakan metode fuzzy
TOPSIS. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pengisian
kuisioner oleh dua puluh tiga responden. Kriteria penilaian yang digunakan yaitu
tarif, kuota internet, masa aktif, kecepatan unduh, dan kecepatan unggah.
Pengisian kuisioner berupa penilaian terhadap masing-masing kriteria dan
penilaian bobot kepentingan terhadap kriteria. Ditentukan empat paket data
internet dengan besar kuota internet yang sama.
Dari data yang telah didapatkan, diolah menggunakan metode fuzzy
TOPSIS dan didapatkan peringkat pertama adalah voucher Tri AON dengan tarif
Rp.27.000 dengan kecepatan unduh 31,9 Mbps dan kecepatan unggah 18,8 Mbps.
Peringkat terakhir adalah paket Telkomsel New Sakti Combo dengan tarif
Rp.25.000 dengan kecepatan unduh 8,49 Mbps dan kecepatan unggah 4,2 Mbps.
Tipe ini memiliki masa aktif selama 30 hari. Berdasarkan hasil tersebut
didapatkan kriteria terendah hingga tertinggi secara berurutan adalah kecepatan
unggah, kecepatan unduh, kuota, tarif, dan masa aktif.Dosen Pembimbing Utama : Abduh Riski, S.Si., M.Si.
Dosen Pembimbing Anggota : Ahmad Kamsyakawuni, S.Si., M.Kom