Universitas Jember

UNEJ Repository
Not a member yet
    75643 research outputs found

    Gambaran Penerapan Metode Pembelajaran Klinik Pada Mahasiswa Profesi Ners Selama Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 20 April 2022_KurnadiThe clinical learning method is a mechanism or method applied by clinical supervisors while assisting students in carrying out clinical practice. The selection of clinical learning methods must pay attention to several conditions in order to effectively, one of which is that the method applied must adapt to the conditions and limitations in the practice area. The pandemic Covid-19 conditions forced clinical learning to be carried out online or through distance learning. This will certainly affect the clinical learning method that will be applied by the clinical supervisor. The purpose of this study was to describe the application of clinical learning methods to nursing professional students during the Covid-19 pandemic. The study’s research design was descriptive and involved 202 nursing students consisting of 27th and 28th class faculty of nursing, University of Jember. Total sampling technique was used in this study. The result showed students had obtained the application of learning methods that support the observation method by 56.4%, demonstration method 57.4%, bedside teaching method 58.4%, preceptorship method 51%, assignment/experential method 73.3%, conference method 51%, nursing clinic method 51%, and nursing care study method 70.8%. However, the result of this study was still not optimal, which meant that the application of supportive clinical learning methods needed to be further improved, so that the clinical learning methods applied to students could be effective and maximal.Dosen Pembimbing Utama : Ns. Retno Purwandari, M.kep Dosen Pembimbing Anggota : Ns. Alfid Tri Afandi, M.ke

    Efektivitas Pupuk Organik Cair Metode Foliar Terhadap Pertumbuhan Tanaman Buncis (Phaselous vulgaris L) dan Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir)

    No full text
    Saat ini kebutuhan sayuran di Indonesia masih sangat tinggi. Dua jenis tanaman sayuran yang dapat mendukunh kebutuhan nutrisi dengan pertumbuhan yang relatif cepat adalah tsnaman buncis dan kangkung. Karena itu pengemvangan kedua tanaman sayuran tersebut masih sangat diperlukan. Mengacu pada hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tanaman buncis dan kangkung pada perlakuan SG 2.5ml/l disiran 150ml/tanaman ke media tanam lebih efektif pada pertumbuhan tinggi tanaman, sedangkan 2.5ml/l disemprot 150ml/tanaman ke daun foliar memberikan hasil yNg lebih efektif pada luas daun, jumlah polonh pada buncis, berat basah dan berat kering

    Peramalan Curah Hujan Harian dengan Jaringan Saraf Tiruan dan General Circulation Model

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 8 Juni 2022_KurnadiMusim di Indonesia didasarkan atas banyaknya curah hujan yang dikenal musim penghujan dan musim kemarau. Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, Jember memiliki produksi padi, jagung, dan kedelai yang cukup banyak tiap tahunnya. Sehingga curah hujan memiliki peran penting di bidang pertanian yang ada di wilayah Jember. Tinggi rendahnya curah hujan dapat mempengaruhi hasil panen. Untuk meminimalisir masalah tersebut, perlu adanya model peramalan yang dapat digunakan untuk meramalkan intensitas curah hujan. Pembuatan model peramalan dapat melalui pendekatan data iklim global dari General Circulation Model (GCM). GCM memiliki resolusi yang rendah dalam merepresentasikan keadaan curah hujan skala lokal. Teknik statistical downscaling dapat mentransformasikan informasi skala kecil dari informasi pada skala besar. Teknik ini dapat menentukan hubungan fungsional antara variabel respon (iklim lokal) dan variabel prediktor (iklim skala global). GCM sebagai variabel prediktor memiliki banyak dimensi yang kemungkinan besar terjadi korelasi antar grid dalam domain dan multikolinearitas antar variabel prediktor. Banyaknya variabel prediktor berdasarkan hasil perkalian ukuran domain grid . Reduksi domain GCM dapat mempermudah penyusunan model peramalan dari statistical downscling. Metode yang dapat digunakan untuk mereduksi variabel adalah Principal Component Analysis (PCA). Hasil PCA kemudian digunakan sebagai varibel pada pembelajaran Jaringan Saraf Tiruan (JST). Model JST menggunakan algoritma backpropagation yang mengombinasikan banyak hidden layer, banyak neuron dan jenis fungsi aktivasi.Pembimbing I : Abduh Riski, S.Si., M.Si. Pembimbing II : Dr. Mohamat Fatekurohman, S.Si., M.Si

    Pengaruh Kebijakan Pemerintah Indonesia Era Reformasi terhadap Etnis Tionghoa di Jawa Tahun 2000-2014

    No full text
    Tulisan ini membahas mengenai Pengaruh Kebijakan Pemerintah Indonesia Era Reformasi Terhadap Etnis Tionghoa di Jawa Tahun 2000-2014. Tujuan penulisan skripsi ini untuk membahas permasalahan (1) Apa yang melatarbelakangi Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan terhadap etnis Tionghoa pada era Reformasi? (2) Bagaimana kebijakan Pemerintah Indonesia terhadap etnis Tionghoa pada era Reformasi (3) Apa dampak kebijakan Pemerintah Indonesia era Reformasi terhadap aktivitas etnis Tionghoa di Jawa dalam bidang politik, sosial, budaya, dan ekonomi?. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi, dan penulisan sejarah (historiografi). Penulis mengkajinya menggunakan pendekatan sosiologi politik dan teori kebijakan publik oleh Carl Friedrich sebagai acuan penulisan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan terhadap etnis Tionghoa pada era Reformasi karena ruang gerak etnis Tionghoa yang terbatas. Pemerintah era Reformasi mengeluarkan kebijakan kebijakan yang memberikan keleluasaan dalam ruang gerak terhadap etnis Tionghoa di Jawa. Misalnya, pada tahun 2000 dengan diresmikannya Keputusan Presiden (Keppres) No. 6 Tahun 2000 mengenai pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) No. 14 Tahun 1967 tentang agama, kepercayaan, dan adat istiadat Tionghoa mengakibatkan orang-orang Tionghoa dapat aktif berpatisipasi kembali dalam bidang politik, sosial, budaya, dan bidang ekonomi yang semakin berkembang

    Ujuk Kerja Motor Brushless Direct Current 3 Phase Axial Flux Triple Stator Double Rotor Hubung Star dan Delta

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 31 Mei 2022_KurnadiSeiring perkembangan peradaban, kebutuhan akan energi listrik juga semakin meningkat. Dibutuhkan inovasi teknologi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. Motor listrik merupakan salah satu inovasi teknologi masa kini. Motor listrik adalah mesin atau alat yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor BLDC merupakan salah satu jenis motor listrik yang sering digunakan dikehidupan sehari – hari. Motor BLDC yaitu salah satu alternatif dari kekurangan motor listrik AC dan DC. Penelitian ini membahas tentang unjuk kerja motor brushless direct current  3 phase axial flux 3 stator 2 rotor dengan hubung star dan delta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan stator dan rotor pada kecepatan putar motor dan torsi serta mengtahui performa terbaik motor BLDC 3 phase axial flux ketika hubung star dan delta. Penelitian ini menggunakan 3 buah stator dan 2 rotor. Pada stator terpasang 6 buah kumparan, masing – masing kumparan terdiri dari 450 lilitan dengan ukuran kawat 0.3 mm. Sedangkan pada rotor menggunakan magnet neodymium dengan dimensi magnet 15 mm x 15 mm x 5 mm sebanyak 16 buah. Pengujian dilakukan sebanyak 5 kali dengan sumber tegangan dimulai dari 11 V sampai  24 V.  Pengujian pertama yaitu pengujian motor brushless direct current  3 phase axial flux konstruksi 1 stator dan rotor menghasilkan kecepatan putar 739 RPM hingga 1940 RPM dan torsi 0.0327 Nm hingga 0.0424 Nm. Pengujian kedua yaitu pengujian motor brushless direct current  3 phase axial flux konstruksi 2 stator 1 rotor menghasilkan kecepatan putar 855.5 RPM hingga 2551 RPM dan torsi 0.1285 Nm hingga 0.1412 Nm. Pengujian ketiga yaitu pengujian motor brushless direct current  3 phase axial flux konstruksi 3 stator 2 rotor menghasilkan kecepatan putar motor 350.2 RPM hingga 1411 RPM dan torsi 0.4506 Nm hingga 0.618 RPM. Pengujian keempat yaitu pengujian motor brushless direct current  3 phase axial flux 3 stator 2 rotor hubung star dan delta. Pada hubung delta menghasilkan kecepatan putar 350.2 RPM hingga 1411 RPM dan torsi 0.4506 Nm hingga 0.618 Nm. Sedangkan pada hubung delta menghasilkan kecepatan putar 185.6 RPM hingga 772.1 RPM dan torsi 0.7782 Nm hingga 1.3136 Nm. Pengujian kelima yaitu pengujian motor brushless direct current  3 phase axial flux 3 stator 2 roto hubung star dan delta berbeban. Pada hubung star menghasilkan kecepatn putar 112.8 RPM hingga 280 RPM, torsi 0.4139 Nm hingga 0.9369 Nm, dan efisiensi 0.0127% hingga 0.3519%. Sedangkan pada hubung delta menghasilkan kecepatan putar 255 RPM hingga 422.7 RPM, torsi 1.4531 Nm hingga 1.7291 Nm, dan efisiesnsi 0.000044675% hingga 0.000087577%. Penambahan jumlah rotor berpengaruh terhadap torsi yang dihasilkan dengan nilai torsi yang sangat tinggi, hal ini berdasarkan data konstruksi 3 stator 2 rotor dengan nilai torsi 0.618 Nm dibandingkan dengan nilai torsi konstruksi 2 stator 1 rotor sebesar 0.1412 Nm. Penambahan jumlah stator berpengaruh terhadap kecepatan putar motor yang dihasilkan dimana nilainya semakin besar, hal ini terbukti pada data konstruksi 2 stator 1 rotor kecepatan putar motor sebesar 2551 RPM dibandingkan dengan konstruksi 1 rotor 1 stator yaitu sebesar 1940 RPM. Penambahan jumlah stator dan rotor akan berpengaruh terhadap kecepatan putar motor, dimana nilai yang dihasilkan semakin turun atau kecil. Juga berpengaruh terhadap arus, tegangan, daya, dan torsi, dimana dari ketiga parameter tersebut mengalami kenaikan atau nilainya semakin besar. Performa terbaik motor brushless direct current 3 phase axial flux 3 stator 2 rotor antara hubung star dan delta, lebih baik performanya ketika dihubung star karena kecepatan putar yang dihasilkan lebih tinggi. Perfroma motor brushless direct current 3 phase axial flux 3 stator 2 rotor ketika berbabn antara hubung star dan delta, lebih baik performanya ketika dihubung star karena nilai efisiensinya lebih tinggi.Dosen Pembimbing Utama : Ir. Widyono Hadi, M.T. Dosen Pembimbing Anggota : Ali Rizal Chaidir, S.T.M.T

    Conflict between P’Urhepecha Indigenous People and Municipality Government in Cheran, Mexico

    No full text
    Demokratisasi di akhir abad ke-20 memberikan dampak besar bagi dinamika isu pribumi di Meksiko. Populasi pribumi yang besar dan proses demokratisasi politik pemerintahan yang tengah berlangsung menimbulkan fluktuasi hubungan antara masyarakat pribumi dengan pemerintah lokal hingga federal di Meksiko. Sejumlah gerakan sosial yang melibatkan masyarakat pribumi terjadi di berbagai wilayah. Salah satu gerakan masyarakat pribumi di Meksiko adalah konflik antara pribumi P’urhepecha dengan pemerintah kotamadya di Cheran, Meksiko. Eskalasi konflik tampak dengan munculnya gerakan bersenjata yang dilakukan oleh masyarakat pribumi P’urhepecha terhadap sejumlah pengemudi truk pengangkut kayu di Cheran pada tanggal 15 April tahun 2011. Aparat kepolisian datang untuk menyelesaikan konflik dan membantu membebaskan pengemudi truk yang ditahan oleh penduduk. Tindakan aparat kepolisian tersebut kemudian memicu rangkaian perlawanan masyarakat pribumi P’urhepecha terhadap pemerintah kotamadya Cheran. Masyarakat pribumi P’urhepecha menolak mengakui wewenang Robert Bautista Chapin sebagai mayor kotamadya beserta aparat kepolisian kotamadya yang bertugas. Penduduk kemudian membentuk sebuah pemerintahan alternatif baru yang diselenggarakan secara kolektif berdasarkan tradisi yang dimiliki masyarakat. Masyarakat melarang aktivitas partai politik di Cheran, dan menolak partisipasi dalam pemilihan umum serentak yang diselenggarakan oleh pemerintah negara bagian Michoacan. Fenomena konflik antara penduduk pribumi dengan pemerintah kotamadya yang berujung pada pembentukan pemerintahan alternatif merupakan hal yang pertama terjadi di Meksiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya konflik antara pribumi P’urhepecha dengan pemerintah kotamadya di Cheran. Kerangka konseptual penelitian ini menggunakan teori konflik, indigenous perspective (perspektif pribumi), dan konsep pemerintahan lokal otonom. Teori konflik membahas mengenai deprivasi dan kondisi yang muncul akibat adanya persaingan sumber daya yang langka, status sosial, kekuasaan, dan nilai yang kemudian menimbulkan konflik di antara aktor-aktor yang terlibat. Perspektif pribumi merupakan pandangan yang menekankan pada peran masyarakat pribumi dalam kajian hubungan internasional dan kritik terhadap kekuasaan negara yang absolut. Konsep pemerintahan lokal otonom berfokus pada peran masyarakat sebagai pelaksana dan pengambil keputusan yang otonom dalam pemerintahan di tingkat lokal untuk mencegah terjadinya kekuasaan negara yang terpusat dan berlebihan. Permasalahan yang dikaji oleh penulis berkaitan dengan faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya konflik antara pribumi P’urhepecha dengan pemerintah kotamadya di Cheran, Meksiko. Data yang dipakai adalah data sekunder yang diperoleh melalui literature review buku, e-book, jurnal, artikel, laporan, berita, dan sumber-sumber lain yang mengandung data sesuai dengan topik penelitian. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif untuk menjelaskan penyebab fenomena yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antara pribumi P’urhepecha dengan pemerintah kotamadya di Cheran terjadi akibat deprivasi absolut dan deprivasi relatif yang dialami oleh penduduk pribumi P’urhepecha Cheran pada tahun 2008 hingga tahun 2011 atau selama Robert Bautista Chapin menjabat sebagai mayor kotamadya. Deprivasi absolut berupa ancaman keamanan, eksploitasi sumber daya komunitas pribumi, dan kerusakan lingkungan akibat afiliasi kelompok kartel, penebang liar, aparat kepolisian, dan pemerintah kotamadya, serta adanya aktivitas kelompok-kelompok kriminal di luar afiliasi yang mengganggu keamanan penduduk. Kondisi tersebut menimbulkan krisis selama tahun 2008 hingga tahun 2011 di Cheran. Deprivasi relatif muncul ketika masyarakat pribumi P’urhepecha menyadari bahwa situasi yang berlangsung di Cheran memberikan dampak merugikan bagi mereka sebagai penduduk pribumi sekaligus rakyat Meksiko. Kesadaran masyarakat didorong dengan konstruksi narasi dan mobilisasi masyarakat untuk melakukan konflik dengan pemerintah kotamadya. Konflik tersebut merupakan upaya pribumi P’urhepecha di Cheran untuk melepaskan diri dari krisis yang berlangsung di wilayah mereka.Drs. Supriyadi, M.Si (Dosen Pembimbing I) Adhiningasih Prabhawati, S.Sos., M.Si (Dosen Pembimbing II

    Pelatihan Pertolongan Pertama Korban Tenggelam pada Nelayan dengan Metode Simulasi

    No full text
    Pengetahuan tentang pertolongan pertama pada korban tenggelam bagi masyarakat pesisir sangat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan bantuan, terutama para nelayan yang memiliki resiko dari pekerjaaan di wilayah perairan, akan tetapi kondisi saat ini sangat sedikit edukasi yang diberikan kepada masyarakat sebagai penolong pertama di tempat kejadian. Oleh karena itu keris Agroners melakukan edukasi pelatihan pertolongan korban tenggelam pada nelayan untuk meningkatkan kesadaran dan keberhasilan nelayan saat memberikan pertolongan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peningkatan pengetahuan nelayan dalam menolong korban tenggelam dengan metode simulasi. Hasil yang didapatkan terdapat nilai p value < 0.005, sehingga dapat disimpulkan bahawa terdapat perbedaaan kemampuan nelayan dari sebelum dan setelah dilakukan pelatihan dengan metode simulasi. Metode simulasi yang efektif, dapat mengajarkan seseorang secara mudah dalam memahami pengetahuan baru. Hasil ini menunjukan bahwa metode simulasi sangat efektif digunakan untuk melatih orang awam dalam melakukan pertolongan pertama korban tenggelam

    Hubungan Antara Pengetahuan Anemia dan Tingkat Konsumsi Remaja Putri Dengan Kejadian Anemia Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Pakusari Kabupaten Jember

    No full text
    Penelitian ini menggunakan jenis analitik observasional yang dilakukan di 6 sekolah SMA/Sederajat wilayah kerja Puskesmas Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada bulan Agustus 2021. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah melakukan ethical clearancedengan nomor etik No.70/KEPK/FKM-UNEJ/VII/2021. Populasi pada penelitian ini yaitu remaja putri yang duduk di bangku SMA/sederajat Kecamatan Pakusari xKabupaten Jember. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling dengan sistem undian sebanyak 48 responden. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu pengetahuan tentang anemia dan gizi serta tingkat konsumsi (protein, vitamin C, zat besi) remaja putri sedangkan variabel terikat adalah kejadian anemia pada remaja putri. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis jalur.Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa usia remaja putri paling banyak berada pada usia 16 tahun atau kelas 10 SMA. Pada remaja putri yang diteliti mengalami anemia sebanyak 21 remaja putri atau 43,8%dengan tingkat konsumsi sumber protein, vitamin C dan zat besi mayoritas berada pada kategori defisit. Mayoritas remaja putri yang mengalami anemia memiliki tingkat pengetahuan rendah.Hal ini ditunjukkan masih banyak responden yang menjawab salah pertanyaan tentang pengertian, tanda, penyebab, dampak dari anemia serta sumber zat besi dan fungsi zat besi. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia remaja putri, tidak adahubungan antaratingkat konsumsi protein, zat besi maupun vitamin Cdengan kejadian anemia. Tidak adanya hubungan antara tingkat konsumsi zat besi, vitamin C dan protein pada penelitian ini dikarenakan hasil tingkat konsumsi vitamin C dan zat besi remajaputri berada pada kategori defisit. Disamping tingkat konsumsi protein remaja putri mayoritas dalam kategori normal, namun protein yang dikonsumsi remaja putri lebih sering sumber protein nabati seperti tempe, tahu. Sehingga proses penyerapan asupan zat besi dalam sistem pencernaan kurang maksimal dan konsumsi makanan sumber zat besi maupun vitamin C kurang meyebabkan terjadinya penghambatan serapan zat besi dalam tubuh. Berdasarkan hasil uji hipotesis analisis jalur disimpulkanbahwa hubungan antara pengetahuan anemia melalui tingkat konsumsi dengan kejadian anemia pada remaja putri tidak signifikan dikarenakan berdasarkan hasil hubungan langsung lebih besar dari hasil hubungan tidak langsung.Saran yang dapat diberikan bagi remaja putri dianjurkan untuk lebih banyak mengkonsumsi sumber zat gizi utamanya zat besi dan zat gizi penunjang xipenyerapan zat besi seperti vitamin C dan protein. Selain itu dengan adanya kecanggihan teknologi, remaja putri diharapkan dapatlebih peduli terhadap anemia pada remaja putri dengan mengakses pengetahuan terkait anemia pada remaja putri. Bagi Dinas Kesehatan, disarankanuntukmemberikan edukasi anemia pada saat pelaksanaan program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri. Pihak sekolah disarankan melakukan skrining anemia pada siswi guna mendeteksi dini kejadian anemia

    Resiliensi Santri Gay di Pondok Pesantren X dan Y Kabupaten Jember

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 April 2022_KurnadiKabupaten Jember mencatat jumlah gay pada tahun 2019 sebanyak 831 jiwa. Akibat perilaku menyimpang seksual yang dilakukan santri gay dapat berdampak pada kesehatan mental, fisik, risiko penularan HIV/AIDS dan aktivitas sosial santri gay yang dapat menimbulkan trauma dan penurunan aktualitas diri. Santri gay akan berusaha beradaptasi dengan menggunakan kemampuan resiliensinya. Resiliensi diartikan sebagai kemampuan santri gay untuk stabil, tangguh dalam keadaan yang menekan atau bangkit dari sebuah trauma sehingga tidak terjadi penurunan kualitas hidup dan memiliki keinginan heteroseksual. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan utama menggunakan teknik snowball. Pengambilan data menggunakan panduan wawancara mendalam dengan teknik indepth interview terkait kajian faktor risiko, faktor protektif dan karakterisitik resiliensi santri gay. Analisis data yang digunakan adalah content analysis. Uji kredibilitas menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan, dalam kajian faktor risiko keseluruhan informan memiliki faktor penyebab gay berbeda-beda. Keseluruhan informan utama pernah menjadi korban bullying karena lingkungan sosial cenderung negatif sehingga membuat informan utama merasa tertekan. Lingkungan sekitar kerap kali membahas kejadian pelecehan seksual yang dilakukan informan dan menjadikannya bahan ejekan sehingga informan merasa sakit hati dan tidak nyaman terhadap lingkungannya. Keseluruhan informan utama mengalami trauma mental akibat stigma dan diskriminasi yang menyebabkan informan merasa tertekan. Kondisi informan yang tertekan membuat informan melakukan hal-hal negatif seperti menyalahkan diri sendiri, masturbasi, mencari korban lainnya, memiliki keinginan bunuh diri, hingga melakukan percobaan bunuh diri. Keberadaan faktor protektif dianggap menguntungkan bagi individu dikarenakan kondisi inilah yang mengubah persepsi-persepsi dari emosi negatif menjadi persepsi yang positif sehingga memperkuat perkembangan dan pencapaian resiliensi. Keberadaan pengaruh agama dan faktor internal memiliki pengaruh kuat untuk menjadikan individu memiliki keinginan heteroseksual dan bangkit dari dampak buruk yang dialami selama menjadi gay. Dalam kajian karakteristik resiliensi santri gay menujukkan 1) Terdapat 3 informan yang mengaku belum mampu meregulasi emosi dengan baik. Ketidakmampuan tersebut membuat informan cenderung susah dalam mengenali dan menanggapi keadaan sehingga cenderung labil dalam mengontrol suasana hati. Sedangkan 2 informan utama lainnya mengaku sudah memiliki kemampuan dalam meregulasi emosi. 2) Terdapat 3 informan utama yang mengaku cenderung impulsif saat memperoleh rangsangan negatif dari luar. Sedangkan 2 informan utama lainnya mengaku sudah memiliki kemampuan dalam mengendalikan impuls. Kemampuan ini ditunjukkan dari perilaku informan utama pada saat dihadapkan dengan rangsangan dari luar yang cenderung stabil dan tidak impulsif. 3) Seluruh informan utama menunjukkan optimisme yang baik. Dorongan ini berasal dari dalam diri informan karena memiliki cita-cita dan keinginan yang kuat, keluarga dan orang terdekat. 4) Seluruh informan utama dianggap mampu melakukan analisis penyebab masalah dengan baik. Kemampuan ini memungkinkan informan utama untuk mengambil hikmah dari pengalaman di masa lalu, belajar dari kesalahan dan tidak mengalami kesalahan yang sama. 5) Seluruh informan utama dianggap memiliki empati yang baik. Informan utama memiliki rasa empati terhadap emosi-emosi yang berada di lingkungan sosial mereka yang dituangkan dalam bentuk tindakan yaitu tolong-menolong kepada orang-orang terdekat. 6) Seluruh informan utama dianggap memiliki efikasi diri yang baik, ditunjukkan dari keyakinan dalam memecahkan persoalan dan kemauan untuk terus maju mencapai kesuksesan. 7) Seluruh informan utama dianggap mampu melakukan reaching out dengan baik. Informan mengaku telah mampu mengatasi keterpurukan dan berbagi masalahnya dengan orang terdekat sebagai upaya pencarian solusi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pencapaian resiliensi santri gay mayoritas tergolong baik meskipun berbeda-beda di tiap aspeknya. Santri gay memiliki keinginan heteroseksual dan bangkit dari dampak buruk yang dialami selama menjadi gay. Pencapaian paling rendah santri gay berada pada aspek regulasi emosi dan pengendalian impuls. Efikasi diri merupakan aspek penunjang keberhasilan resiliensi paling penting. Hal tersebut tidak lepas dari dukungan teman curhat, keluarga dan lingkungan sosial lain yang mendorong santri gay untuk mengoptimalkan kemampuan interpersonalnya (atribut individu). Santri gay memerlukan adanya tindakan pemeliharaan agar tetap dalam kondisi stabil dengan cara menguatkan faktor protektif dan menghindari faktor risiko. Saran dari peneliti diantaranya bagi orang tua, teman curhat, dan pengasuh pondok pesantren diharapkan secara aktif berkomunikasi dengan santri gay baik langsung/ melalui media sosial seperti whatssapp dan telephone minimal sekali setiap hari sebagai upaya pendampingan, pemulihan dan pemeliharaan pasca kejadian. Bagi instansi terkait yaitu pondok pesantren, dinas kesehatan, dan lembaga swadaya masyarakat terkait gay perlu adanya sosialisasi upaya promotif dan preventif terhadap perilaku gay secara menyeluruh di pondok pesantren Kabupaten Jember. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian resiliensi secara kuantitatif tentang hubungan faktor risiko dan faktor protektif terhadap tingkat keberhasilan resiliensi santri gay serta memperluas cakupan populasi penelitian misalnya pada santri gay di Pondok Pesantren se-Kabupaten Jember dengan tetap mempertimbangkan kemampuan dirinya. .Dr. Dewi Rokhmah, S.KM., M.Kes (Pembimbing I) Erwin Nur Rif’ah, S.Sos., M.A.,Ph.D (Pembimbing II

    Pelatihan Rebranding Produk Untuk Perluasan Pasar Sangkar Burung di Kabupaten Jember

    No full text
    Merek pada UMKM terdiri dari sekumpulan faktor, termasuk kemampuan pemasaran serta diferensiasi pasar, kesadaran merek, relevansi, budaya, asosiasi, dan ekuitas. Hal terpenting untuk ditanyakan pada diri sendiri saat memutuskan apakah ini waktu yang tepat untuk mengubah merek adalah apakah UMKM dapat meningkatkan salah satu faktor di atas untuk membuat konsumen UMKM lebih bahagia. Rebranding merupakan cara yang baik untuk mengubah target pasar UMKM. Melihat rebranding sebagai solusi untuk perubahan manajemen baru atau masalah internal. Rebranding membutuhkan waktu dan tenaga, sehingga perubahan akan terjadi. Rebranding dilakukan bagi UMKM untuk merangsang pertumbuhan, memperluas, meningkatkan laba, memperkuat tenaga kerjanya, dan mendapatkan keunggulan kompetitif. Pelatihan Rebranding ini dilakuan dengan metode pelatihan, dikarenakan pandemi, maka pelaksana kegiatan mendatangi 5 pengrajin untuk menghindari kerumuman. Pelatihan rebranding membuka wawasan para pengrajin tentang manfaat mengelola sebua brand sebuah produk. Hasil pelatihan rebranding pengrajin sangkar burung desa Dawuhan mangli mendapatkan pemahaman tentang branding. Dampak pelatihan ini pengrajin mulai mencoba membuka diri untuk mengenalkan produknya secara langsung kepada konsumen tanpa makelar seperti sebelumnya. Sentra kerajinan Sangkar Burung di desa Dawuhan mangli, wilayah utara pusat Kota Jember sudah dikenal luas di Indonesia

    6,632

    full texts

    75,643

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNEJ Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇