75643 research outputs found
Sort by
Faktor Lingkungan yang Berhubungan dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) : Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Pujer Kabupaten Bondowoso
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 Mei 2022_KurnadiPerilaku tidak higienis serta sanitasi yang kurang memadai masih menjadi
persoalan penting bagi warga Indonesia khususnya pada kasus buang air besar
sembarangan (BABS). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah
mencanangkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk
mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat sanitasi buruk dengan Stop
Buang Air Besar Sembarangan (SBS) sebagai pilar pertama. Hingga tahun 2019
jumlah BABS di Kabupaten Bondowoso sebanyak 96.544 KK. Kecamatan Pujer
merupakan kecamatan dengan angka BABS tertinggi di Kabupaten Bondowoso
pada tahun 2019 yakni sebanyak 9.766 KK (65,22%) dari 15.538 KK serta belum
terdapat satupun desa yang terverifikasi ODF. Oleh karena itu, penelitian ini
dilakukan untuk menganalisis faktor lingkungan yang berhubungan dengan buang
air besar sembarangan di Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional
dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel dengan menggunakan
teknik simple random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 97 responden.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner
serta observasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah perilaku buang air
besar sembarangan sedangkan variabel bebasnya adalah umur, pengetahuan,
sikap, ketersediaan air bersih, kepemilikan jamban, ketersediaan WC umum,
ketersediaan lahan, kondisi tanah, jarak rumah ke sungai, peran petugas kesehatan
dan dukungan perangkat desa. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan
metode univariat dan bivariat dengan uji Chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 64 responden (66%) masih
melakukan buang air besar sembarangan. Pada faktor predisposisi sebanyak 51
responden (52,6%) memiliki umur dengan kategori dewasa, sebanyak 57
responden (58,8%) memiliki pengetahuan yang kurang dan sebanyak 41
responden (42,3%) memiliki sikap kurang baik. Pada faktor enabling sebanyak 86
responden (88,7%) memiliki ketersediaan air bersih, 59 responden (60,8%) tidak
memiliki jamban sehat, 53 responden (54,6%) mengatakan tersedia WC umum di
sekitar tempat tinggalnya, 43 responden (44,3%) tidak memiliki ketersediaan
lahan, 79 responden (81,4%) memiliki tempat tinggal dengan kondisi tanah biasa
dan 60 responden (61,9%) memiliki rumah dekat dengan sungai. Pada faktor
reinforcing sebanyak 75 responden (77,3%) mengatakan dukungan tenaga
kesehatan masih kurang dan 85 responden (87,6%) kurang mendapat dukungan
perangkat desa. Berdasarkan dari analisis bivariat, diperoleh hasil bahwa pada
faktor predisposisi terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan
perilaku BABS, namun tidak terdapat hubungan antara umur dengan perilaku
BABS karena baik responden dengan usia remaja, dewasa maupun lanjut usia
rata-rata masih melakukan BABS. Faktor enabling menunjukkan terdapat
hubungan antara kepemilikan jamban sehat, ketersediaan WC umum, ketersediaan
lahan dan jarak rumah ke sungai dengan perilaku BABS. Namun ketersediaan air
bersih dan struktur tanah tidak memiliki hubungan dengan perilaku BABS karena
masyarakat memiliki ketersediaan air yang cukup dan tinggal di daerah dengan
kondisi tanah yang baik tetapi tetap melakukan BABS. Faktor reinforcing
menunjukkan terdapat hubungan antara peran petugas kesehatan dan dukungan
perangkat desa dengan perilaku BABS.
Saran yang dapat diberikan antara lain, pihak puskesmas dan tenaga
kesehatan diharapkan dapat menambah intensitas penyuluhan serta melakukan
pemasangan poster terkait jamban sehat, penyuluhan juga dapat diberikan pada
saat posyandu. Kepada masyarakat diharapkan memiliki kemauan untuk mencari
informasi terkait pentingnya pemanfaatan jamban serta dapat mengajak seluruh
anggota keluarganya untuk melakukan buang air besar pada jamban pribadi
maupun jamban umum.Dosen Pembimbing Utama : Prehatin Trirahayu Ningrum, S.KM., M.Kes
Dosen Pembimbing Anggota : Mury Ririanty, S.KM., M.Ke
Exploration Postpartum Sectio Caesarea with Ineffective Breastfeeding: A Case Report
Introduction: Problems often arise after section Caesarea such as pain in the incision area. Pain will cause the patient to delay breastfeeding from start. In addition, the psychological impact of post-section Caesarea patients is anxiety when giving breast milk, causing milk to not come out. This study reports the exploration of postpartum mothers with ineffective breastfeeding.
Method: This method uses descriptive quantitative research through case reports. Participants were 2 post-section Caesarea patients on day 0 (Mrs. S and Mrs. M) who were treated at Lumajang Hospital, with lumbar anesthesia, had no history of infectious diseases, nipples did not protrude or flat, and were willing to be respondents with signed informed consent.
Result: The results of the study on the third day, the patient Mrs. S said the milk came out smoothly, the nipples stood out, and the baby was able to suckle. Patient Mrs. M breastfeeds smoothly and the nipples are slightly protruding and the baby can suckle. Breast care using the Hoffman technique is an effective intervention to treat mothers with ineffective nursing problems due to flat nipples.
Conclusion: Nursing problems are ineffective breastfeeding for patients seen from the condition of the patient's nipples and patient complaints, coupled with the Hoffman technique and other innovations so that nursing care provided can be resolved
The Moderating Role of Good Corporate Governance: The Influence of Capital Structure, Profitability, Dividend Payment and Inflation on The Value of Mining Companies in Indonesia
The objectives of this research include: (1) examining and analyzing the effect of capital structure, profitability, dividend payments and inflation on the value of mining companies; (2) examining and analyzing the moderating role of Good Corporate Governance (GCG) on the effect of capital structure, profitability, dividend payment and inflation on the value of mining companies listed on the IDX. The population of this study is all mining sector companies listed on the IDX for the period 2014-2020. The purposive sampling method is used as the sampling technique. The total population is 49 companies and the number of samples that meet the criteria are 44 companies. The research period is 7 years, so the total number of observations is 308 data (pooled data). The Moderated Regression Analysis (MRA) is used as the analysis method. The result is as follow: (1) capital structure has a negative significant effect on firm value; (2) profitability has a positive significant effect on firm value; (3) dividend payment has no significant effect on firm value; (4) inflation has a negative significant effect on firm value; (5) GCG has a moderating effect on the influence of capital structure, profitability and inflation on firm value, with the type of Quasi Moderating, whereas on the influence of dividend payments on firm value, it was the type of Pure Moderating
Mutu Fisik Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Segar dengan Jenis Pengemasan Berbeda Selama Penyimpanan Suhu Rendah
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) tergolong sebagai produk hortikultura yang mudah rusak, membuat produk ini rentan mengalami penurunan mutu. Cabai rawit memiliki umur simpan yang pendek, hanya mampu bertahan sekitar 2-3 hari dalam kondisi suhu ruang. Hal ini terutama disebabkan oleh proses metabolisme yang masih berlangsung setelah panen, kontaminasi mikroorganisme, dan pengaruh lingkungan. Dalam menjaga mutu dan masa simpan cabai rawit segar selama penyimpanan dianjurkan menggunakan kemasan dan penyimpanan pada suhu rendah (5°C). Tujuan penelitian ini adalah menguji mutu fisik cabai rawit segar pada jenis pengemasan berbeda selama penyimpanan dengan suhu rendah (5°C), serta menganalisis pengaruh jenis pengemasan dan lama penyimpanan terhadap mutu fisik cabai rawit segar selama penyimpanan suhu rendah (5°C).
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor yang masing-masing terdiri dari 3 perlakuan, yaitu lama penyimpanan (4, 8, dan 12 hari) dan jenis pengemasan (plastik vakum, plastik polipropilen berlubang, dan plastik wrap). Analisis data menggunakan Anova two mix factors dengan taraf (α= 5%), jika diperoleh berbeda nyata maka dilakukan uji lanjutan Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan terbaik terdapat pada perlakuan plastik polipropilen berlubang dengan nilai kadar air terendah 76,45%, nilai susut bobot terendah 3,87%, nilai tekstur (tingkat kekerasan) tertinggi 0,027 N/mm², nilai warna (L) tertinggi 44,52, nilai warna (a) terendah 26,7, nilai warna (b) terendah 10,97, dan nilai aktivitas air terendah 0,889. Perlakuan jenis pengemasan berpengaruh nyata terhadap kadar air, susut bobot dan tekstur (tingkat kekerasan) cabai rawit segar. Sedangkan perlakuan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap kadar air, susut bobot, tekstur (tingkat kekerasan), nilai warna L, a, b, dan aktivitas air cabai rawit segar. Mutu fisik cabai rawit segar dapat bertahan sampai 12 hari pada suhu penyimpanan rendah (5°C) menggunakan plastik polipropilen berlubang.Dian Purbasari, S.Pi., M.Si
Analisis Pengaruh Variasi Diameter Pipa Kapiler Pada Mesin Pendingin Kulkas Double Evaporator Rangkaian Paralel Refrigerant LPG (Liquefied Petroleum Gas)
Finalisasi unggah file repositori tanggal 18 April 2022_KurnadiPenggunaan mesin pendingin di Indonesia semakin meningkat baik di
bidang Industri maupun rumah tangga. Peningkatan akan penjualan dan
penggunaan mesin pendingin ini dikarenakan mesin pendingin telah menjadi
kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu jenis dari mesin
pendingin yang sudah menjadi kebutuhan hampir di setiap rumah adalah kulkas.
Kulkas merupakan alat yang berfungsi untuk membekukan dan mengawetkan
makanan, minuman, buah-buahan, sayuran dan lain lain. Kulkas mempunyai
beberapa komponen utama yaitu kondensor, evaporator, alat ekspansi (pipa
kapiler), kompresor, dan refrigeran yang merupakan substansi kerja dalam system
refrigerasi yang berbentuk fluida.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan untuk
mengetahui berapa besar prestasi kerja mesin pendingin yaitu: nilai dampak
refrigerasi, kapasitas refrigerasi, pelepasan kalor, rasio pelepasan kalor, dan COP
(Koefesien Performa) pada mesin pendingin kulkas bila menvariasikan diameter
pipa kapiler dengan menggunakan double evaporator rangkaian paralel dan
refrigerant LPG (Liquefied Petroleum Gas).
Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa nilai COP paling baik terdapat
pada variasi diameter pipa kapiler 0,66 mm dengan nilai rata-rata sebesar 9,12. Hal
itu menunjukkan semakin kecil diameter pipa kapiler maka semakin besar nilai
COPnya, semakin besar nilai COP maka semakin besar pula prestasi kerja meisn
pendingin. Karena dampak refrigerasi yang besar serta kerja kompresi yang lebihDosen Pembimbing Utama : Mochamad Edoward Ramadhan, S.T., M.T.
Dosen Pembimbing Anggota : Ir. Digdo Listyadi S., M.S
Analisis Yuridis Penerbitan Sertipikat Hak Milik Atas Tanah oleh Kepala Kantor Pertanahan (Studi Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 101 K/TUN/2012)
Kewenangan kepala kantor pertanahan sebagai pelaksana pendaftaran tanah secara sporadik telah diatur dalam pasal Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997. Dewasa ini penerbitan Sertipikat hak milik atas tanah oleh kepala kantor pertanahan pada Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 101 K/TUN/2012 telah menimbulkan sengketa. dalam penelitian ini menggunakan penelitian yang bersifat yuridis normatif. Sertipikat sebagai keputusan Pejabat Tata Usaha Negara yang bersifat konkret, individual dan final serta dapat menimbulkan akibat hukum bagi seseorang/badan hukum perdata dalam pelaksanaannya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan AUPB. Setiap data dalam sertipikat hak atas tanah harus diterima sebagai suatu data yang benar dan sah secara hukum serta harus diterima sebagai informasi yang sebenarnya sejauh tidak ada bukti yang menyatakan sebaliknya.Dr. Iwan Rachmad Soetijono, S.H.,M.H Dosen Pembimbing Utama,
Warah Atikah, S.H.,M.Hum Dosen Pembimbing Anggota
Verba Transaksi: Analisis Leksikal dan Semantik kata Merampok dan Mencuri (Sara Thorgren)
Pekerjaan yang dipresentasikan dalam esai D-extended ini telah
dilakukan sebagai bagian dari proyek "Linguistic in the Midnight Sun " di
Departemen Bahasa dan Budaya, Universitas Teknologi Luleå. Bidang
penelitian yang dipilih untuk makalah ini adalah kepemilikan dan
transaksi, saat ini juga dipelajari oleh anggota lain dari proyek yang
mengerjakan disertasi untuk Gelar Doktor. Domain kepemilikan terdiri atas
sejumlah besar bidang leksikal untuk diselidiki secara rinci dalam
serangkaian studi dari berbagai ruang lingkup. Asumsi yang dimiliki oleh
ahli bahasa dalam proyek ini adalah bahwa bahasa diwujudkan, yaitu
bahasa didasarkan pada persepsi dan pengalaman tubuh orang. Interaksi
dengan dunia fisik termasuk kepemilikan, yang merupakan konvensi sosial
mewakili perpanjangan metafora dari dimensi spasial dan fisik.
Kepemilikan adalah salah satu dari empat domain yang dipelajari dalam
proyek ini. Tujuan keseluruhan dari proyek ini adalah untuk memberikan
deskripsi yang komprehensif tentang arti dan penggunaan kata-kata di
masing-masing domain. Tujuan lain adalah untuk mempelajari dengan
cara apa metafora, metonimi, dan pencampuran digunakan dalam empat
domain
Pengaruh Intellectual Capital Disclosure dan Good Corporate Governance Terhadap Earning Response Coefficient (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar Di BEI)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh dari pengungkapan informasi intellectual capital dan good corporate governance terhadap koefisien respon laba. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan 22 perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018-2020. Penelitian ini menggunakan variabel terikat (dependen) Earning Response Coefficient (ERC), variabel bebas (independen) intellectual capital disclosure yang didapat dari 61 item checklist ICD index, dewan direksi, dewan komisaris, dewan komisaris independen, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial dan komite audit. Hasil penelitian empiris menunjukkan bahwa intellectual capital disclosure, dewan direksi, kepemilikan manajerial dan komite audit berpengaruh terhadap earning response coefficient perusahaan pertambangan, namun dewan komisaris, dewan komisaris independen dan kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh terhadap earning response coefficient.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Ririn Irmadariyani, M.Si., Ak.
Dosen Pembimbing Anggota : Alfi Arif, S.E., M.Ak., Ak
Pengaruh Variasi Cylindrical Chamber Design dalam Mendeteksi Aroma Kopi Robusta Sidomulyo dan Bangsalsari Jember terhadap Pola Respon Sensor Gas Array
Kopi (Coffea sp.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting bagi perekonomian Indonesia. Produksi kopi di Indonesia menduduki posisi terbesar keenam setelah kelapa sawit, karet, kelapa, tebu, dan kakao. Salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Jawa Timur yaitu Kabupaten Jember dengan total luas perkebunan mencapai 18.321 ha. Daerah terluas terdapat di Kecamatan Silo dengan luas area 2.133 ha. Kopi mempunyai aroma khas yang berbeda-beda pada setiap jenis dan daerahnya. Pendeteksian aroma kopi yang dapat dilakukan untuk mendapatkan hasil yang efektif dengan tingkat keakuratan yang tinggi yaitu menggunakan electronic nose (hidung elektronik) berupa sensor array. Electronic nose merupakan instrumen pintar yang dirancang untuk mendeteksi dan membedakan bau yang kompleks menggunakan berbagai sensor. Sensor yang digunakan terdiri dari delapan sensor gas MQ, diantaranya yaitu MQ-136, MQ-135, MQ-2, MQ-3, MQ-6, MQ-7, MQ-8, dan MQ-9.
Karakteristik kinerja pola respon sensor yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh desain chamber, volume chamber, dan posisi inlet-outlet, serta peletakan susunan sensor. Penelitian ini menggunakan cylindrical chamber dan ring chamber design sebagai penentuan karakteristik pola respon sensor terhadap aroma kopi Robusta Sidomulyo dan Bangsalsari berdasarkan variasi chamber. Desain cylindrical chamber pada penelitian ini yaitu terdiri dari tiga tipe. Ketiga tipe tersebut berbeda pada posisi inlet (jalur masuk gas) dan outlet (jalur keluar gas), serta posisi peletakan sensornya. Ketiga tipe cylindrical chamber yang digunakan diantaranya chamber 1, chamber 2, dan chamber 3. Desain ring chamber yang digunakan merupakan desain chamber penelitian sebelumnya atau chamber 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi chamber memberikan pengaruh terhadap hasil karakteristik pola respon sensor aroma kopi Robusta Sidomulyo dan Bangsalsari, diantaranya meliputi waktu respon sensor dan waktu gas untuk mencapai kondisi stabil (steady state) dalam mendeteksi aroma kopi, serta intensitas tegangan. Berdasarkan waktu respon sensor dalam mendeteksi aroma kopi dan waktu gas untuk mencapai kondisi stabil (steady state) yaitu paling cepat chamber 4, diikuti chamber 1, chamber 2, dan terakhir chamber 3. Berdasarkan intensitas tegangan yang dihasilkan yaitu chamber 1 mempunyai intensitas tegangan cenderung lebih tinggi dibandingkan chamber 2, diikuti chamber 3, dan terakhir chamber 4. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa chamber 1, 3, dan 4 mampu membedakan karakteristik pola respon sensor yang dihasilkan dari pengukuran aroma kopi Robusta Sidomulyo dan Bangsalsari, dibandingkan chamber 2. Hal ini berdasarkan dari nilai jarak euclidean yang dihasilkan. Nilai jarak euclidean antar chamber pada setiap masing-masing sampel kopi Robusta Sidomulyo dan Bangsalsari yaitu berturut-turut dari chamber 1, 2, 3, dan 4 sebesar 0,17; 0,10; 0,34; dan 0,11.
Chamber optimum yang diperoleh yaitu chamber 1 dikarenakan lebih dominan menunjukkan kelebihan dari beberapa parameter pendukungnya dibandingkan chamber 2, 3, dan 4. Chamber 1 mempunyai waktu respon sensor yang cepat dalam mendeteksi aroma kopi, intensitas tegangan yang dihasilkan juga paling tinggi dibandingkan chamber lainnya, serta chamber 1 mampu membedakan karakteristik pola respon sensor yang dihasilkan dari pengukuran aroma kopi Robusta Sidomulyo dan Bangsalsari yang dilihat dari nilai jarak euclidean yang jauh berdasarkan hasil analisis PCA.
Kinerja sensor berdasarkan uji repeatability yaitu chamber 1 dan 4 memiliki nilai %RSD (5% atau 20% atau < 24% yang menunjukkan bahwa kinerja sensornya kurang baik.Dosen Pembimbing Utama : Asnawati, S.Si., M.Si
Dosen Pembimbing Anggota : Drs. Siswoyo, M.Sc., Ph.
Gaya Hidup Berbelanja, Segmentasi Pasar dan Ethnosentrisme : Perilaku Konsumsi Mahasiswa Etnis Jawa dan Madura Kelas Menengah di Kota Jember
Era globalisasi pusat perbelanjaan semakin bertambah dan modern, pusat perbelanjaan saat ini menawarkan banyak produk untuk konsumen. Banyaknya produk yang ditawarkan di pusat perbelanjaan menjadikan konsumen memiliki banyak pilihan. Kehadiran pusat perbelanjaam di Jember cenderung akan mengubah gaya hidup berbelanja dan perilaku konsumsi mahasiswa klas menengah di kota Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan gaya hidup berbelanja dan perilaku konsumsi mahasiswa kelas menengah di Kota Jember ditinjau dari perspektif budaya Jawa dan Madura yang mendorong berkembangnya segmentasi pasar dan ethnosentrisme. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawacara, observasi dan dokumen. Metode analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk gaya hidup berbelanja mahasiswa etnis Jawa dari segi etnosentrisme meliputi lebih suka membeli produk luar negeri karenakan gengsi. Sedangkan gaya hidup berbelanja mahasiswa etnis Madura dari segi etnosentrisme meliputi lebih suka membeli produk dalam negeri karenakan kebutuhan. Untuk bentuk gaya hidup berbelanja mahasiswa etnis Jawa dari segi segmentasi pasar meliputi lebih suka belanja di mall. Sedangkan bentuk gaya hidup berbelanja mahasiswa etnis Madura dari segi segmentasi pasar meliputi membeli barang pada pasar. Bentuk perilaku konsumsi mahasiswa etnis Jawa dari segi etnosentrisme yaitu bangga memakai barang merek luar negeri. Sedangkan bentuk perilaku konsumsi mahasiswa etnis Madura dari segi etnosentrisme yaitu bangga menggunakan produk dalam negeri. Untuk bentuk perilaku konsumsi mahasiswa etnis Jawa dari segi segmentasi pasar yaitu suka makan di restoran. Bentuk perilaku konsumsi mahasiswa etnis Madura dari segi segmentasi pasar yaitu suka makan di warung yang sesuai dengan selera. Hasil penelitian ini juga diperkuat dengan hasil angket untuk gaya hidup berbelanja mahasiswa dalam segi Etnosentrime untuk etnis Jawa sebesar 80% etnis Madura sebesar 64%. Sedangkan untuk gaya hidup berbelanja mahasiswa dalam segi segmentasi pasar untuk etnis Jawa sebesar 80% etnis Madura sebesar 69%. Untuk perilaku konsumsi mahasiswa dalam segi Etnosentrime untuk etnis Jawa sebesar 81% sedangkan untuk etnis Madura sebesar 69%. Sedangkan untuk perilaku konsumsi mahasiswa dalam segi segmentasi pasar untuk etnis Jawa sebesar 83% sedangkan untuk etnis Madura sebesar 62%.Dr. Pudjo Suharso, M.Si.
Dr. Sudikin, M.Pd