75643 research outputs found
Sort by
Analisis Penerapan Green Accounting Atas Pengelolaan Limbah Medis pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Haryoto Lumajang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan green accounting atas pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Haryoto Lumajang. Objek penelitian adalah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Haryoto Lumajang dan metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian terdapat biaya-biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit terkait dengan pengelolaan limbah medis. Biaya-biaya tersebut masih disajikan dalam rekening yang sejenis dan masih belum diungkapkan dalam laporan terpisah dari laporan induk terkait dengan pengungkapan biaya lingkungan yang sudah dikeluarkan. Didasarkan oleh konsep green accounting, penelitian memberikan informasi yang dapat dipertimbangkan oleh rumah sakit dalam menyajikan dan mengungkapkan laporan biaya lingkungan, serta bagaimana pengukuran atas biaya lingkungan yang sudah dikeluarkan oleh rumah sakit atas pengelolaan limbah medis yang sudah dilakukan.Indah Purnamawati, S.E., M.Si., Ak. (Dosen Pembimbing I)
Nur Hisamuddin, S.E., M.SA., Ak. (Dosen Pembimbing II
EVALUASI UI/UX PADA GAME VALORANT MENGGUNAKAN METODE ENHANCED COGNITIVE WALKTHROUGH
Permainan ialah sebuah kegiatan hiburan yang bertujuan mengisi waktu luang. Salah satu publisher dan developer di industri games, yakni Riot Games mempunyai salah satu permainan yang dinamai Valorant. Valorant merupakan game kompetitif 5 vs 5. Game ini berjenisFirst-Person Shooter, berjenis game-game shooter kompetitif. Dibalik kesuksesan itu ada satu hal penting yang mendasari sebuah game bisa menjadi terkenal dan sukses dipasaran, yakni user experience dan User Interface. User experience ialah ilmu yang mempelajari tentang kenyamanan sebuah produk di mata penggunanya. Salah satu metode untuk evaluasi Interface yakni Metode Enhanced Cognitive Walkthrough, metode ini merupakan metode evaluasi sebuah aplikasi dengan cara memberikan skenario tugas dan beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan kepada pengguna untuk mengetahui adanya permasalahan atau tidak dalam menggunakan aplikasi. Penggunaan metode ini bisa menilai seberapa mudah aplikasi tersebut saat dioperasikan langsung oleh pengguna. Partisipan pengujian yang dipilih dalam penelitian ini yakni pengguna game Valorant yang sudah memainkan game Valorant dan pengguna yang belum pernah memainkan game Valorant. Jumlah partisipan pengujian yang akan digunakan berjumlah 20 yang dibagi 10 pengguna game Valorant yang sudah memainkan game Valorant dan 10 pengguna yang belum pernah memainkan game Valorant. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan saran perbaikan sebagai bahan pertimbangan bagi publisher dan developer untuk melakukan perbaikan.Fahrobby Adnan S.Kom., M.MSI
Tio Dharmawan S.Kom., M.Ko
The Effectiveness of Range of Motion (ROM) on Increasing Muscle Strength in Stroke Patients: Literature Review
Stroke is one of the health problems that cause movement disorders in sufferers due to decreased
loss or decreased muscle function. Range of motion exercise is thought to improve movement
function in stroke patients. The purpose of this study was to determine the effectiveness of a range of
motion (ROM) on muscle strength in stroke patients. Thus, the authors discussed the literature
review on the effectiveness of ROM on muscle strength in stroke patients. A systematic search was
conducted in the following three databases: PUBMED, PLOS ONE, EBSCO, and GOOGLE
SCHOLAR using the keywords “Stroke” AND “Range Of Motion” AND “Muscle Strength”. There are
417 articles in the Pubmed, Plos One, Ebsco, and Google Scholar databases, but only eight articles
meet all criteria. The results of statistical tests in eight literature show that most of the effects of a
ROM exercises on increasing muscle strength in stroke patients are carried out 1-2 times a day, and
the duration of each extremity is 15-20 minutes per session, performed two times a day for six days.
Performing ROM exercises for stroke patients must be adjusted to the recommendations for both the
type and time of implementation. It aims to maintain or increase muscle mass and muscle tone of
patients with stroke who have decreased muscle strength. ROM exercise affects increasing muscle
strength in patients with stroke. Recommendations for nurses in clinics that active and passive ROM
exercises can give to increase muscle strength in the care of stroke patients effectivel
Quercetin Is More Potent Than Melphalan as a cdk4, cdk6, Prb Inhibitor in Retinoblastoma
QUERCETIN IS MORE POTENT THAN MELPHALAN AS A CDK4, CDK6, PRB INHIBITOR IN RETINOBLASTOM
Studi Strategi Koping dengan Ansietas pada Lanjut Usia Selama Masa Pandemi COVID-19 di UPT Pelayanan Tresna Werdha Kabupaten Jember
The COVID-19 pandemic has a major impact on the physicological condition
including anxiety. This level of anxiety can decrease if the elderly have good
coping strategies. The aimed of this study was to analyze the correlation between
coping strategies and elderly anxiety during the COVID-19 pandemic at the
Nursing Home of Jember. A cross-sectional study was used among 56 elderlies
using total sampling. A self-administered questionnaire was used to identify the
characteristics of the elderly. Data of cognitive function, coping strategies, and
anxiety were measured using The Mini Mental State Examination (MMSE), Ways
Of Coping and Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A), respectively. The data
were analyzed using the Chi-square test (p-value <0.05). The results showed that
coping strategies among elders focused on problem-focused coping (71.4%) and
mild anxiety (51.8%). There was a significant relationship between coping
strategies and elderly anxiety during the COVID-19 pandemic at the Nursing Home
of Jember ( = 8.652; and p-value= 0.003). The conclusion of this study that
coping strategies is related to elderly anxiety during the COVID-19 pandemic at
the Nursing Home of Jember. Therefore, the elderly is needed understand the
importance of applying approriate coping strategies to reduce their anxiety during
the COVID-19 pandemic.Latifah Aini S., S.Kp., M.Kep., Sp.Kom (Pembimbing Utama)
Hanny Rasni, S.Kp., M.Kep (Pembimbing Anggota
Makna Alat Bukti Tidak Langsung dalam Pembuktian Perkara Kartel
Dalam pembuktian terjadinya kartel haruslah memenuhi setiap unsur pasal
sebagaimana ada dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999.
Namun kartel sering kali dilakukan secara diam-diam oleh pelaku usaha,
sehingga KPPU membutuhkan keberadaan indirect evidence. Permasalahan
dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah keterkaitan penerapan Indirect Evidence
dalam pembuktian perkara kartel, dan 2) Apa pertimbangan hukum hakim dalam
menerapkan Indirect Evidence pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 1495
K/Pdt.Sus- KPPU/2017 sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah yuridis normatif dengan
pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Dari hasil
penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pembuktian menggunakan indirect
evidence jauh lebih efektif dalam mengungkap sindikat kartel yang dilakukan
oleh para pelaku usaha yang berafiliasi, hal ini dapat dilihat melalui putusan
Mahkamah Agung No. 1495 K/Pdt.sus-KPPU/2017
Transaksi Kredit Ekonomi Produktif Antara Customer Service dan Anggota Koperasi Margo Mulyo di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember: Suatu Kajian Etnografi Komunikasi
Penelitian etnografi komunikasi ini berlangsung di ranah pelayanan publik di bidang ekonomi dan bisnis tepatnya di Koperasi Margo Mulyo Ambulu. Dalam pelayanan publik ini, akan diungkap dan dideskripsikan pola komunikasi, tema budaya, dan teori subtantif yang terjadi antara Customer Service dan anggota dalam transaksi kredit. Sebagai sarana penunjang dalam melakukan analisis data peneliti menggunakan metode etnografi. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berupa transkrip teks percakapan antara Customer Service dengan anggota pada jenis pelayanan yang disebutkan. Tahap pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pengamatan terlibat, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan selama penelitian berlangsung adalah pendekatan emik (interpretatif). Dalam mengecek keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Tahap analisis data mencangkup analisis domain, analisis taksonomik, analisis komponensial, dan analisis tema budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi komunikatif yang terbentuk, menggambarkan adanya pola-pola komunikasi yang jelas, cepat, terarah, dan informatif. Interaksi komunikatif pelayanan dilakukan secara transaksional direktif dan representatif bertujuan untuk memberikan pelayanan secara maksimal terhadap kebutuhan anggota, maka kualitas Koperasi Margo Mulyo dan penilaian dari masyarakat akan bertambah baik. Oleh karena itu, tema budaya yang diperoleh dari penelitian ini adalah “Nilai- nilai kejujuran dan kesopanan sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga keterarahan pelayanan transaksi kredit ekonomi produktif untuk mencapai keefektifan pelayanan publik di koperasi”
Optimasi Konsentrasi Hidroksipropil Metilselulosa dan Etil Selulosa dalam Sediaan Mucoadhesive Microspheres Siprofloksasin Hidroklorida
Siprofloksasin hidroklorida adalah obat antibiotik sintetis dari golongan fluorokuinolon yang digunakan sebagai terapi utama pada infeksi saluran kemih dan umumnya diberikan secara rute oral. Pemberian oral memiliki bioavailabilitas sekitar 70% dan waktu paruh yang cukup singkat yaitu 3 hingga 5 jam. Pengembangan sediaan mucoadhesive microspheres diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyerapan sehingga meningkatkan bioavailabilitas. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan konsentrasi terbaik HPMC sebagai polimer mucoadhesive dan etil selulosa sebagai polimer matriks sehingga diperoleh formula optimum sediaan mucoadhesive microspheres siprofloksasin hidroklorida dengan nilai ukuran partikel, entrapment efficiency, dan kekuatan mucoadhesive yang memenuhi kriteria. Terdapat tiga respon yang diamati dalam penelitian ini yaitu ukuran partikel, entrapment efficiency, dan kekuatan mucoadhesive. Formula optimum yang diperoleh yaitu HPMC 50 mg dan etil selulosa 400 mg. Kombinasi polimer tersebut menghasilkan nilai ukuran partikel sebesar 371,059 µm, entrapment efficiency sebesar 79,356%, dan kekuatan mucoadhesive sebesar 37,667 gram.Dosen Pembimbing Utama : apt. Lusia Oktora R.K., S.F., M.Sc.
Dosen Pembimbing Anggota : apt. Dwi Nurahmanto, S.Farm., M.Sc
Decompositon of Coffee Pulp Under Solid State Fermentation by Aspergillus VT12
In coffee bean processing more than 40% coffee pulp hemicellulose wastes were produced with
high C/N ratio so that difficult to decompose. An isolate Aspergillus VT12 can grew well and
produced extracelluler enzyme during solid state fermentation on coffee pulp substrate based. The
enzyme was observed actively breakdown or degrade coffee pulp substrate and released reducing
sugars. The optimum activity of crude enzyme in pH 5 at 35oC. At 18 hours incubation, the crude
enzyme had hydrolysis eficiency 1.49 %
Implementasi Forward Chaining Dan Dempster Shafer Dalam Sistem Pakar Tunagrahita (Studi Kasus: Sekolah Luar Biasa Negeri Patrang)
Implementasi Metode Forward ChainingDan Dempster ShaferDalam Sistem Pakar Diagnosa AnakTunagrahita (Studi Kasus: Sekolah Luar Biasa NegeriPatrang); Musrifatul Lailiyah, 172410103023; 96halaman, Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember.Tunagrahita merupakan asal dari kata tuna yang berarti ‘merugi’ sedangkan grahita yang berarti ‘pikiran’. Tunagrahita merupakan kata lain dari Retardasi Mental (MentalRetardation) yang artinya terbelakang mental. Anak tunagrahita adalah individu yang secara signifikan memiliki intelegensi dibawah intelegensi normal. AmericanAsociationonMentalDeficiencymendefinisikanTunagrahitasebagaisuatu kelainan yang fungsi intelektual umumnya di bawah rata-rata, yaitu IQ 84 ke bawah (Yosiani, 2014). Tunagrahita memiliki jenis tingkatan gangguan diantaranya tunagrahita ringan, tunagrahita sedang, tunagrahita berat dan tunagrahita sangat berat.Mendiagnosa tingkatan gangguan tunagrahita pada seorang anak tentunya bukan hal yang mudah karena harus mempelajari tingkah laku pada anak. Kesulitan dalam mendiganosa tunagrahita yaitu karena terdapat jenis tingkatan yang berbeda dan memiliki gejala yang dialami sama.Pemanfaatan teknologi untuk proses diagnosis merupakan salah satu cara efektif yang dapat digunakan untuk membantu masyarat dalam mendiagnosis secara mandiri jenis tingkatan yang dialami penderita. Teknologi yang digunakan adalah sistem pakar. Sistem pakar dapat memberikan informasi berupa kesimpulan jenis tingkatan tunagrahita yang dialami. Untuk menjadikan sistem pakar bekerja dengan efektif, maka diperlukan metode pengambilan keputusan. Metode yang digunakan untuk menentukan jenis tingkatan tunagrahita adalah metode Forward Chaining dan Dempster ShaferDrs. Antonius Cahya Prihandoko,M.App.Sc., Ph.D
Nova El Maidah, S.Si., M.C