Universitas Jember

UNEJ Repository
Not a member yet
    75643 research outputs found

    Pengaturan Cahaya Hidroponik dalam Ruang Berbasis Mikrokontroler Arduino terhadap Tanaman Selada

    No full text
    Indoor hydroponic adalah teori budidaya tanaman di dalam ruangan yang menggunakan media air. Indoor hydroponic ini memiliki sejumlah kelebihan, antara lain: hasil produksi lebih berkualitas, juga menghasilkan panen dengan ukuran hingga 75% lebih besar dibanding produk yang ditanam secara konvensional (Ratnasari, 2020). Hidroponik juga memiliki kendala yaitu lingkungan tidak terkendali dengan baik dan benar. Lingkungan tidak terkendali menyebabkan nutrisi, air, oksigen, suhu, kelembaban, karbon dioksida, angin, dan radiasi tidak sesuai dengan kebutuhan tanamam hidroponik. Dari delapan faktor tersebut, radiasi cahaya adalah salah satu parameter yang memiliki pengaruh besar pada tanaman hidroponik dalam ruangan. Mengacu pada permasalahan di atas, penelitian ini mengembangkan program automatis untuk sistem pengaturan cahaya hidroponik dalam ruangan. Sistem ini merupakan dasar dari penyederhanaan kontrol sistem yang efisien dan sistem sederhana tersebut guna mengatur pertumbuhan tanaman (Maldonado et al., 2020). Sistem terprogram pada penelitian ini menggunakan mikrokontroler Arduino Uno yang merupakan platform elektronik bersifat open source. Mikrokontroler ini membaca masukan input kriteria parameter PPFD yang dibutuhkan tanaman selada, kemudian output dari proses tersebut menjadi sebuah instruksi progam. Hal ini merupakan alternatif dari pengaturan intensitas cahaya sesuai PPFD harus dilakukan secara tepat dan stabil selama waktu penyinaran, program sistem cahaya hidroponik dalam ruangan yang terintregrasi ini merupakan bentuk penyederhanaan guna untuk pemantauan dan pengaturan sistem yang efektif dan efisien pada tanaman selada (Lactuca sativa L.).Achmad Maududie ST, M.Sc (Pembimbing I) Nova El Maidah, S.Si., M.Cs (Pembimbing II

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN FLIPBOOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMA PAHLAWANKU PADA SISWA KELAS IV DI UPTD SATDIK SDN LOJEJER 04 KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Flipbook Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tema Pahlawanku Pada Siswa Kelas IV di UPTD SATDIK SDN Lojejer 04 Kabupaten Jember; Denis Norma Yunita; 180210204062; 72 halaman; Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar; Jurusan Ilmu Pendidikan; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; Universitas Jember. Pendidikan merupakan ajang untuk mewujudkan salah satu tujuan negara Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Bangsa dapat dikatakan baik apabila mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan yaitu dengan melaksanakan proses pembelajaran yang efektif, sehingga dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Artinya, proses pembelajaran dipusatkan pada siswa. Akan tetapi, selama ini pembelajaran berpusat pada guru dan belum memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengeluarkan pendapatnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV di UPTD SATDIK SDN Lojejer 04 pada tanggal 27 September 2021 diperoleh data bahwa hasil belajar siswa masih berada pada kategori kurang. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran menggunakan model ceramah dengan sistem penugasan. Selain itu, belum adanya penggunaan media yang memudahkan siswa dalam proses pembelajaran. Penerapan model dan penggunaan media yang lebih inovatif diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa terutama tema Pahlawanku subtema Perjuangan Para Pahlawan pembelajaran 1. Salah satu model yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu model Problem Based Learning (PBL) flipbook. Model PBL merupakan salah satu model pembelajaran yang menyajikan permasalahan terlebih dahulu kepada siswa, kemudian siswa menyelesaikan permasalahan tersebut bersama dengan kelompoknya. Selain model, penerapan media juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Media flipbook merupakan media pembelajaran yang menyajikan materi dalam bentuk buku virtual. Penerapan model PBL dan penggunaan media flipbook diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada tema Pahlawanku. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah hasil belajar siswa kelas IV di UPTD SATDIK SDN Lojejer 04 setelah mengikuti pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan flipbook pada tema pahlawanku. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas IV di UPTD SATDIK SDN Lojejer 04 setelah mengikuti pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan flipbook pada tema pahlawanku. Penelitian dilaksanakan di kelas IV UPTD SATDIK SDN Lojejer 04 Kabupaten Jember. Waktu pelaksanaan penelitian yaitu semester gasal tahun pelajaran 2021/2022 yang dimulai pada tanggal 27 September 2021 hingga 11 Desember 2021. Penelitian ini dilakukan pada tema 5 (Pahlawanku) subtema 1 (Perjuangan Para Pahlawan) pembelajaran 1 secara luring. Subjek dalam penelitian ini yaitu kelas IV UPTD SATDIK SDN Lojejer 04 dengan jumlah 28 siswa dimana 15 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Jenis penelitian yang digunakan berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak 2 siklus. Setiap siklus dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan dimana masing-masing terdapat siklus terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ada tiga yaitu wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada pra siklus secara klasikal sebesar 56% dengan kategori kurang, siklus I sebesar 72% dengan kategori baik dan siklus II mencapai 80% dengan kategori sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan flipbook dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada tema Pahlawanku Subtema Perjuangan Para Pahlawan pembelajaran 1. Saran yang diberikan bagi penelitian ini yaitu penyesuaian kondisi siswa di kelas. Hal ini disebabkan siswa perlu adanya adaptasi dengan guru. Kelemahannya perlu adanya penyesuaian terlebih dahulu dengan siswa. Pandangan pertama yang diberikan siswa masih takut untuk menyampaikan pendapatnya dan kurangnya rasa percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran. Selanjutnya, saran yang diberikan bagi pengembangan penelitian lain yaitu menerapkan model PBL berbantuan flipbook pada ranah selanjutnya, seperti afektif dan psikomotor. Terlebih lagi bisa menerapkan model tersebut untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.Drs. Nuriman, Ph.D dan Kendid Mahmudi, S.Pd.,M.Pfi

    Aplikasi Pupuk Hayati (Biofertilizer) dan Pupuk ZA Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.)

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 18 April 2022_KurnadiBuncis menjadi salah satu jenis sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Umumnya buncis dikonsumsi dalam bentuk polong segar, biji kering, kecambah, maupun daun mudanya. Pada tahun 2016 hingga 2018, produksi buncis nasional mengalami fluktuasi. Tahun 2016 terjadi penurunan dari 26.076 ton menjadi 25.084 ton dan pada tahun 2018 naik menjadi 25.965 ton. Penyebab menurunnya produksi adalah keterbatasan lahan yang kondisinya tidak sesuai dengan lingkungan tumbuh buncis akibat penggunaan pupuk anorganik secara massif. Penggunaan pupuk buatan (anorganik) secara terus menerus dapat menipiskan ketersedian unsur-unsur mikro yang ada didalam tanah. Kombinasi pemberian pupuk anorganik dan pupuk hayati dinilai mampu mendukung tingkat produktivias tanaman Buncis. Pupuk hayati juga mampu menghemat penggunaan pupuk kimia sebesar 50-60%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati bioboost dan pupuk ZA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Buncis. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2020 di lahan sawah Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Percobaan dilakukan secara faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama pemberian konsentrasi Bioboost terdiri dari 3 taraf yaitu B0: kontrol (tanpa Bio-Boost), B1: 20 ml Bioboost/L air, B2: 40 ml Bio-boost/L air dan faktor kedua pemberian dosis pupuk ZA terdiri dari 3 taraf yaitu Z0: kontrol (tanpa pupuk ZA) , Z1: 7,5 gr/tan, Z2: 15 gr/tan. Adapun variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman, panjang akar, volume akar, berat kering tanaman, berat basah tanaman, total polong per perlakuan, dan berat polong. Data yang diperoleh dari hasil penelitian selanjutnya dilakukan analisis menggunakan analisis ragam dan apabila terdapat pengaruh yang nyata diantara perlakuan, maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Interaksi konsentrasi pupuk hayati Bioboost dan dosis pupuk ZA menunjukkan hasil berbeda tidak nyata pada semua variabel pengamatan, kecuali pada variabel panjang akar dan volume akar tanaman. Kombinasi terbaik pada panjang akar buncis pada perlakuan B2Z1 (Bioboost 40ml/l dan ZA 7,5 g/tan) dan kombinasi terbaik pada volume akar buncis pada perlakuan B1Z2 (Bioboost 20 ml/l dan ZA 15 g/tan). (2) Konsentrasi pupuk hayati Bioboostr (B) menunjukkan hasil berbeda tidak nyata pada semua variabel pengamatan, kecuali pada variabel panjang akar dan volume akar tanaman. (3) Dosis pupuk ZA (Z1) menunjukkan hasil berbeda tidak nyata pada semua variabel pengamatan, kecuali pada variabel panjang akar dan volume akar tanaman.Dosen Pembimbing Utama : Ir. Setiyono, M.

    Efikasi Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation untuk Rehabilitasi Motorik Ekstremitas atas Pasca Stroke: Tinjauan Sistematis

    No full text
    Stroke merupakan penyebab kematian kedua dan salah satu penyumbang utama disabilitas di dunia mencapai lebih dari 80 juta orang. Disabilitas yang paling umum terjadi pasca stroke adalah hemiparesis ekstremitas atas kontralateral lesi. Repetitive transcranial magnetic stimulation (rTMS) muncul sebagai harapan baru terapi rehabilitasi pasca stroke. Repetitive transcranial magnetic stimulation populer dalam studi penelitian tentang rehabilitasi motorik ekstremitas atas pasca stroke. Repetitive transcranial magnetic stimulation dapat dibagi dua yaitu high-frequency rTMS (HF-rTMS) dan low-frequency rTMS (LFrTMS). Informasi mengenai onset terapi, lama terapi, dan jenis rTMS pada terapi rehabilitasi motorik ekstremitas atas paca stroke masih tersebar di berbagai jurnal, oleh karena itu peneliti tertarik membuat tinjauan sistematis ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi rTMS untuk rehabilitasi motorik ekstremitas pasca stroke. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis yang berdasar pada Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Proses pencarian literatur dilakukan dengan beberapa database elektronik, seperti PubMed, ScienceDirect, Cochrane Library, dan SpringerLink. Penyusunan kata kunci akan menggunakan metode boolean operator. Sinonim kata kunci dicari menggunakan Medical Subject Heading (MeSH) database. Artikel yang terkumpul akan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penilaian kualitas studi dan risiko bias pada studi ini menggunakan The JBI Critical Appraisal Tools. Analisis data pada tinjauan sistematis ini menggunakan analisis deskriptif. Penelitian-penelitian yang terinklusi terdiri dari dua jenis rTMS dengan berbagai onset dan lama terapi. Enam studi menggunakan HF-rTMS dan sebelas studi menggunakan LF-rTMS. Onset terapi rTMS terdiri atas fase akut, subakut, dan kronis stroke. Lama terapi rTMS juga terdiri 5 sesi hingga 18 sesi. Tiap sesinya dilakukan pada satu hari, sehingga jika penelitian tersebut dilakukan dengan 5 sesi artinya terapi dilaksanakan selama 5 hari. Pada penelitian berbasis UE-FMA, HF-rTMS mempunyai keseluruhan hasil yang signifikan saat dibandingkan dengan sham, sedangkan terapi LF-rTMS masih menunjukkan hasil yang kontradiktif. Terapi HF-rTMS dapat dilakukan pada fase stroke akut, subakut, dan kronis stroke. Lama terapi HF-rTMS dapat dilakukan dengan 5 atau 10 sesi, akan tetapi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut agar dengan menyesuaikan kondisi pasien agar dapat menentukan jumlah sesi yang memiliki efikasi terbaik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah HF-rTMS memiliki efikasi lebih baik dibandingkan dengan LF-rTMS.Dosen Pembimbing Utama : dr. Azham Purwandhono, M.Si.,Sp.N. Dosen Pembimbing Anggota : dr. Novan Krisno Adji, Sp.BS (K) Spine

    TheobromacacaoL.(Cocoa)podhusk as anewtherapy fortransientreceptorproteinvanilloid-1 (TRPV1)- targeteddiabeticneuropathy:Aninsilicostudy

    No full text
    Theobroma cacao L. (cocoa) is one of the leading commodities found in Indonesia. Cocoa pod husk has many bioactive compounds with antinociceptive properties. One of the targets in treating pain, especially painful diabetic neuropathy, is the transient receptor potential vanilloid-1 (TRPV1). Aim: This study aimed to investigate the activity of active compounds from cocoa pod husk extracts against TRPV1 and their toxicity. Methods: Molecular docking was used to predict the activity of the test ligands, and the results were analysed with Molegro Virtual Docker 6.0. The TRPV 1 structure was taken from the Protein Data Bank (ID: 5IS0), with capsazepine as a native ligand. The toxicity prediction was evaluated using pkCSM. Results: The results showed that the active chemical compounds from cocoa pod husks with the strongest affinity for TRPV1 were phlorofucofuroeckol-A (-95.7785 ± 1.868), catechins (-92.6868 ± 2.681), 7-phloroeckol (-91.9788 ± 0.356), and resveratrol (-91.1921 ± 0.579), and the safest compounds were catechins, resveratrol, and 7-phloroeckol. Conclusion: Catechins, resveratrol, and 7- phloroeckol from cacao pod husks are safe and potential therapy for diabetic neuropathy

    Penguatan Kader Posyandu sebagai Upaya Preventif Kejadian Stunting di Desa Jelbuk

    No full text
    Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi ini dapat disebabkan oleh kurangnya asupan gizi secara kronis dan penerapan pola hidup yang tidak sehat sehingga terjadi infeksi berulang pada anak balita. Penanganan stunting dapat diatasi melalui penguatan upaya promotif dan preventif. Desa Jelbuk memiliki angka kejadian Stunting cukup tinggi, per tahun 2020, kejadian Stunting mencapai angka 77 per 301 anak balita di Desa Jelbuk. Secara umum, kegiatan ini bertujuan untuk membantu penurunan angka Stunting di Desa Jelbuk melalui penguatan wawasan kader Posyandu dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai Stunting dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya preventif kejadian Stunting. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan mengenai materi Stunting dan PHBS terhadap kader Posyandu serta pelatihan Hidup Bersih dan Sehat terhadap masyarakat secara langsung melalui berbagai pendekatan. Selain itu dilakukan pula pendampingan kegiatan imunisasi serta Posyandu di Desa Jelbuk melalui kunjungan secara pintu ke pintu maupun massal

    Pengaruh Kualitas Pelayanan, Promosi, Margin, dan Religiusitas Terhadap Pengambilan Keputusan Pembiayaan KUR Mikro di BSI Probolinggo

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 7 Juni 2022_KurnadiKredit Usaha Rakyat (KUR) adalah pinjaman kredit yang diberikan oleh pemerintah dengan tujuan untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk mendapatkan tambahan dana yang akan berguna dalam mengembangkan usahanya. Proses pengambilan keputusan konsumen peneliti menggunakan Model EBM di mana dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dikategorikan dalam tiga kategori besar yaitu perbedaan individu, pengaruh lingkungan dan proses psikologis. Ketiga kategori tersebut menjadi alasan dalam pengambilan variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen. Peneliti menggunakan jenis penelitian Kuantitatif dengan menggunakan teknik Purposive Random Sampling dengan sampel sejumlah 105 responden. Pertimbangan dalam sampel pada penelitian ini adalah responden dengan kriteria responden berasal dari nasabah KUR Mikro di BSI KCP Probolinggo Sudirman. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode analisis regresi linier berganda yang dihitung menggunakan proses SPSS versi 25 sebagai pengolahan data dari kuesioner yang jumlah sampelnya 105 responden. Hasil penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan melakukan uji t (persial) dan uji f (simultan). Uji t (persial) dari empat variabel secara persial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan KUR Mikro di BSI KCP Probolinggo Sudirman dan Uji f (simultan) pada penelitian ini yaitu dari empat variabel secara simultan memiliki pengaruh posistif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan KUR Mikro di BSI KCP Probolinggo Sudirman.Dosen Pembimbing Utama : Prof. Dr.Isti Fadah, M.Si. Dosen Pembimbing Anggota : Moch. Shulthoni, S.E., M.SA

    Perbandingan Kadar Hemoglobin pada Pasien Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan di RSD Dr. Soebandi

    No full text
    Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah kelainan pada pembuluh darah besar dan struktural jantung yang ditemukan sejak lahir. Berdasarkan data prevalensi kelainan bawaan di dunia, PJB merupakan kelainan bawaan dengan prevalensi tertinggi mencapai 0,8% - 1,2% dari seluruh kelahiran hidup per tahun di dunia. Sedangkan di Indonesia, angka kejadian PJB termasuk tinggi yaitu diperkirakan antara 0,8 – 1% dari angka kelahiran. Belum ada data mengenai prevalensi PJB di Jember. Hemoglobin merupakan komponen yang penting dalam sel darah merah. Pada pasien PJB, jantung tidak dapat menyalurkan oksigen ke bagian tubuh dengan baik karena terjadinya kelainan pada struktur jantung atau pembuluh darah besar sedangkan kebutuhan oksigen pada setiap jaringan tubuh adalah tetap. Untuk mempertahankan homeostasis tubuh, dengan adanya kebutuhan oksigen yang belum terpenuhi maka diperlukan peningkatan hemoglobin sebagai pembawa oksigen. Oleh karena itu peneliti memiliki hipotesis bahwa kadar hemoglobin pada pasien dengan PJB khususnya PJB jenis sianotik memiliki kadar hemoglobin yang berbeda dengan PJB asianotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada PJB sianotik dan asianotik. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross – sectional. Peneliti menggunakan data sekunder berupa rekam medis, hasil pemeriksaan echocardiography, dan hasil pemeriksaan darah lengkap pasien dengan diagnosis Penyakit Jantung Bawaan (PJB) di ruang rawat inap RSD dr. Soebandi Jember. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien dengan diagnosis penyakit jantung bawaan di rawat inap RSD dr. Soebandi Jember pada bulan Januari 2019 hingga Desember 2021. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik dengan menggunakan uji beda rerata Mann Whitney-U. Data disajikan dalam bentuk diagram dan tabel untuk mempermudah interpretasi peneliti. Jenis PJB yang banyak dijumpai pada kasus PJB sianotik dan asianotik adalah PDA dan TOF. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kadar Hb pada kelompok PJB sianotik dan kelompok PJB asianotik.dr. Supangat, M.Kes Ph.D Sp.BA dr. Pulong Wijang Pralampita, Ph.

    Relevansi Penggunaan Laba Kotor, Laba Operasi, Laba Bersih, dan Arus Kas Operasi Historis dalam Memprediksi Arus Kas Operasi Masa Mendatang (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 6 Juni 2022_KurnadiTujuan utama dilakukannya penelitian ini ialah untuk menguji dan menganalisis relevansi penggunaan laba kotor, laba operasi, laba bersih, dan arus kas operasi historis sebagai prediktor arus kas aktivitas operasi di masa mendatang pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pendekatan penelitian adalah penelitian berjenis kuantitatif. Sampel dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu. Setelah dilakukan pemilihan sampel, menghasilkan 84 jumlah sampel data yang diperoleh dari 21 perusahaan sektor manufaktur. Teknik analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dengan regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh laba operasi, laba kotor, laba bersih, dan arus kas operasi historis sebagai variabel independen terhadap variabel dependen, yaitu arus kas operasi masa mendatang. Hasil penelitian membuktikan bahwa laba kotor secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan positif dalam memprediksi arus kas operasi masa mendatang dengan nilai signifikansi 0,079 > 0,05. Selanjutnya, laba operasi secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan positif terhadap arus kas operasi masa mendatang dengan nilai signifikansi 0,407 > 0,05. Kemudian, laba bersih secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan positif terhadap arus kas operasi masa mendatang dengan nilai signifikansi 0,803 > 0,05. Sementara arus kas operasi historis sebagai satu – satunya variabel independen yang secara parsial memiliki pengaruh signifikan positif terhadap arus kas operasi masa mendatang dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.Dosen Pembimbing Utama : Bunga Maharani, S.E, M.SA, CSRA, CSP, CRA. Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Muhammad Miqdad, S.E., M.M., Ak. C

    Retorika Bertanya Gritte Agatha dalam Podcast "Gritte Buka Praktek" di Media Sosial Youtube

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang retorika bertanya yang digunakan oleh Gritte Agatha dalam podcast “Gritte Buka Praktek” di youtube. Permasalahan yang diteliti adalah jenis pertanyaan dan diksi yang digunakan Gritte Agatha dalam podcast “Gritte Buka Praktek” di media sosial youtube. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan jenis pertanyaan dan diksi yang digunakan Gritte Agatha dalam podcast “Gritte Buka Praktek” di media sosial youtube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik dokumentasi, simak bebas libat cakap, dan catat. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tuturan yang diucapkan oleh Gritte Agatha yang diindikasikan sebagai tuturan tanya beserta koteks dan konteksnya. Sumber data dalam penelitian ini adalah video podcast bernama “Gritte Buka Praktek” pada channel youtube. Episode yang diteliti berjumlah empat episode pada bulan November tahun 2020, Desember tahun 2020, dan Maret tahun 2021. Sumber data berupa video podcast “Gritte Buka Praktek” dengan judul, yaitu: “42 Tahun Mpok Atiek Berkarya, dari Gak Bisa Makan Sampe Punya Banyak Rumah” 4 November 2020, “Kena Diabetes Tipe 1, Ketergantungan Insulin Tiap Kali Mau Makan” 13 November 2020, “Kanker Payudara Stadium 3! Berhasil Sembuh karena Rutin Minum Jus Buah” 22 Desember 2020, dan “Kesaksian Anak Terpidana Mati Freddy Budiman” 17 Maret 2021. Berdasarkan data yang diperoleh, jenis pertanyaan yang digunakan Gritte Agatha meliputi pertanyaan untuk membuka pembicaraan, informatif, untuk mengontrol, socrates, ofensif, alternatif, mendirigasi, provokatif, dan menutup pembicaraan. Sedangkan diksi yang digunakan Gritte Agatha meliputi diksi denotatif, diksi konotatif, diksi umum, diksi khusus, diksi populer, diksi ilmiah, diksi baku dan diksi tidak baku.Dr. Parto, M.Pd. Ahmad Syukron, S.Pd., M.Pd

    6,632

    full texts

    75,643

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNEJ Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇