Universitas Jember

UNEJ Repository
Not a member yet
    75643 research outputs found

    Analisis Kesulitan dalam Menyelesaikan Soal Penjumlahan Pecahan Siswa Kelas V SDN 1 Giri Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 6 Juni 2022_KurnadiMempelajari matematika tidak terlepas dengan bilangan. Salah satu bagian dari klasifikasi bilangan adalah bilangan pecahan. Operasi hitung pada bilangan pecahan membutuhkan pemahaman konsep yang lebih mendalam dibandingkan dengan operasi hitung bilangan lainnya. Salah satu operasi hitung bilangan pecahan yaitu penjumlahan. Kesulitan pada materi penjumlahan pecahan dapat dilihat dari kesalahan yang dilakukan siswa biasanya proses menjumlahkan yang tidak mengikuti konsep penjumlahan pecahan, seperti menjumlahkan antara pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. Apabila penyebutnya masih berbeda, maka harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu agar dapat menyelesaikan penjumlahan pecahan. Siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal penjumlahan bilangan pecahan, terlihat dari hasil belajar operasi hitung bilangan pecahan yang masih rendah. Guru harus memahami kesulitan siswa dalam menerima materi khususnya dalam hal ini yaitu kesulitan siswa dalam memahami materi penjumlahan bilangan pecahan pada kelas V. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya berbagai kesalahan yang dilakukan siswa kelas V dalam menyelesaikan soal penjumlahan pecahan biasa. Kesulitan yang dialami siswa memungkinkan terjadinya kesalahan ketika siswa menjawab soal. Kesalahan tersebut perlu diidentifikasi dan dicari faktor yang dapat menyebakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Menelaah kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan pecahan di kelas V SDN 1 Giri Banyuwangi. (2) Menelaah penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan pecahan di kelas V SDN 1 Giri Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V A SDN 1 Giri Banyuwangi dengan jumlah 28 siswa. Instrumen penelitian berupa soal tes dengan banyaknya soal adalah 5 butir. Metode pengumpulan data menggunakan tes, wawancara dan angket. Hasil wawancara dan angket dianalisis guna mengetahui penyebab siswa tersebut melakukan kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengalami kesulitan dapat dikategorikan kesulitan berhitung terdapat 1 siswa, kategori kesulitan menyamakan penyebut terdapat 7 siswa, dan kategori kesulitan memahami materi penjumlahan pecahan terdapat 2 siswa. Penyebab siswa yang mengalami kesulitan disebabkan oleh faktor siswa dan guru. Faktor yang disebabkan oleh siswa, ketika terdapat kesulitan tidak bertanya kepada guru dan ketika guru sedang menjelaskan materi yang sedang disampaikan siswa tidak memperhatikan. Faktor yang disebabkan oleh guru, tidak menggunakan media dan variasi mengajar guru yang terlihat monoton.Dosen Pembimbing Utama : Agustiningsih S.Pd., M.Pd. Dosen Pembimbing Anggota : Ridho Alfarisi, S.Pd., M.Si

    Bacterial Contamination of Escherichia coli in Long Beans at Traditional Markets

    Get PDF
    Escherichia coli (E. coli) bacteria may contaminating uncooked food and cause food poisoning disease. Long beans (Vigna sinensis L) is one of the vegetable that consumed by people in raw (uncooked) and often traded in traditional markets. Many traditional markets do not meet sanitation requirements and many sellers do not perform good personal hygiene. These situation can potentially to cause bacterial contamination of vegetables sold in traditional markets. There has been no research examining E. coli contamination in long beans that sold at traditional markets in Jember.The purpose of this study to prove the contamination of E. coli bacteria in long beans at traditional markets in Jember. The research method uses an observational descriptive design with the cross sectional approach. Research places in eight traditional markets in Jember Regency and Microbiology Laboratory, Faculty of Medicine, University of Jember. The samples used amounted to 40 long beans purchased from 40 traditional market traders. The microbiological examination is performed using the most probable number (MPN) method, namely presumptive test and completed test. The results showed from the presumptive test all of 40 samples (100%) contaminated with coliform bacteria. After completed tests, 36 out of 40 samples (90%) were found contaminated by E. coli. The majority of long beans sold in traditional markets have been contaminated by E. coli bacteria

    The Correlation of Gymnast Characteristics with Knee Pain Incidence

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan karakteristik pesenam terhadap keluhan nyeri lutut. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 orang, denagn rincian 30 untuk kelompok pesenam aerobik dan 30 untuk pesenam zumba. Kriteria inklusi yang dipakai adalah jenis kelamin wanita, frekuensi senam minimal satu kali dalam seminggu secara rutin selama minimal selama enam bulan, waktu senam dalam sekali latihan antara tiga puluh hingga enam puluh menit, dan telah mengisi informed consent sebelum pengisian kuesioner. Pengambilan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner mengunakan google form. Karakteristik pesenam yang dibandingkan pada penelitian ini antara lain frekuensi, usia, jenis senam, indeks massa tubuh (IMT), dan lama mengikuti senam dalam satu tahun. Skala nyeri lutut diukur menggunakan Number Rating Scale (NRS). Hasil analisis multivariat dengan uji logistik berganda menunjukkan hanya satu variabel yang berpengaruh signifikan, yaitu frekuensi senam dalam seminggu (p=0,044). Frekuensi senam berpengaruh terhadap nyeri lutut pesenam dengan Odds ratio (OR) sebesar 5,218. Karakteristik frekuensi senam berhubungan terhadap keluhan nyeri lutut (p=0,044) dengan nilai odds ratio 5,218. Usia tidak menunjukkan korelasi dengan keluhan nyeri lutut. Tidak ada hubungan IMT dengan nyeri lutut pesenam (p=0,178). Tidak ada hubungan jenis senam, baik zumba maupun aerobik dengan keluhan nyeri lutut. Lama mengikuti senam (dalam tahun) tidak berhubungan dengan keluhan nyeri lutut. Penelitian ini menyimpulkan frekuensi senam merupakan faktor risiko yang memengaruhi keluhan nyeri lutut pesenam

    Analisis Keterampilan Geometri Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Transformasi Geometri yang Berkaitan dengan Etnomatematika di Taman Nasional Alas Purwo

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 Juni 2022_KurnadiMatematika merupakan salah satu mata pelajaran yang tidak bisa ditinggalkan di sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi. Salah satu materi wajib matematika yang terdapat pada semua jenjang pendidikan adalah materi geometri. Rendahnya keterampilan geometri siswa dipicu oleh kurangnya pengetahuan siswa akan konsep dasar geometri. Matematika pun memiliki hubungan yang cukup erat dengan budaya. Hal tersebut yang mendasari banyak pemikiran tentang kebutuhan budaya yang menyatu dalam setiap kehidupan yang bersinggungan dengan matematika. Hubungan matematika dan budaya menimbulkan permasalahan pembelajaran matematika dalam menemukan bagaimana cara melibatkan matematika dalam kebudayaan sekitar. Geometri merupakan salah satu cabang ilmu matematika yang bersifat abstrak. Siswa dengan kemampuan mengabstraksi rendah akan kurang tertarik dan mengalami kesulitan dalam memahami konsep geometri dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu, perlu adanya analisis keterampilan geometri siswa secara mendetail dalam menyelesaikan masalah geometri yang berorientasi pada permasalahan budaya agar guru dapat mengetahui keterampilan geometri siswa. Pembelajaran dengan mengaitkan matematika dan budaya dapat menjadikan belajar lebih efektif dalam memecahkan permasalahan matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan geometri siswa dalam menyelesaikan masalah transformasi geometri pada Pura Luhur Giri Salaka di Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi metode tes, dan metode wawancara. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2021 dan 10 Desember 2021. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling dan terpilih kelas XI MIPA 4 sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua. Instrumen yang pertama adalah instrumen utama yakni peneliti itu sendiri. Instrumen yang kedua adalah instrumen pendukung yakni soal tes dan pedoman wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan telah divalidasi oleh tiga validator. Hasil validasi soal tes dan pedoman wawancara berturut-turut adalah 3,51 dan 3,50 yang berarti instrumen tersebut valid. Setelah dilakukan analisis data didapati hasil keterampilan geometri siswa kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 1 Purwoharjo pada soal tes yang dikaitkan dengan etnomatematika Pura Luhur Giri Salaka memenuhi keterampilan visual, verbal, logika dan terapan. Soal tes nomor 1, 3 dan 4 siswa memenuhi indikator keterampilan visual, logika dan terapan. Soal tes nomor 2 siswa memenuhi indikator visual, menggambar, logika, terapan. Keterampilan menggambar pada soal nomor 2 dapat dikuasai oleh kebanyakan siswa karena terdapat perintah untuk menggambarkan pada bidang koordinat kartesius yang disediakan. Kemampuan menggambar yang paling dikuasi siswa adalah menggambarkan titik-titik pada bidang koordinat kartesius yang memiliki kaitan dengan konsep transformasi geometri pada Pura Luhur Giri Salaka. Indikator keterampilan verbal mampu dipenuhi siswa pada sesi wawancara berlangsung. Kecenderungan siswa menyebutkan bahwa mereka merasa kesulitan dalam menuliskan dan menjabarkan jawaban soal tes. Kesimpulan penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Purwoharjo hanya memenuhi tiga keterampilan geometri yakni, keterampilan visual, logika dan terapan. Keterampilan menggambar hanya dipenuhi pada soal yang memiliki perintah untuk menemukan dan mensketsakan objek geometri pada gambar yang disediakan. Keterampilan verbal pun hanya dipenuhi siswa pada sesi wawancara. Siswa yang memiliki keterampilan logika mudah untuk menerapkan konsep transformasi geometri terhadap suatu objek asli. Siswa pun mampu memenuhi indikator keterampilan terapan.Dosen Pembimbing 1 : Dr. Susanto, M.Pd Dosen Pembimbing 2 : Lela Nur Safrida, S.Pd., M.Pd

    KODE ETIK KEDOKTERAN GIGI INDONESIA (KODEKGI)

    Get PDF
    Setelah melalui perjalanan panjang revisi Kode Etik Kedokteran Gigi Indonesia (Kodekgi) berhasil diselesaikan. Hasil akhir ini kemungkinan belum sepenuhnya memenuhi pedoman sikap, tindak dan perilaku dokter gigi Indonesia saat ini, karena pesatnya dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran gigi di dunia, perkembangan kehendak masyarakat yang berlapis-lapis dari lokal, regional, dan global serta dinamika antisipasi perubahan Sistem Kesehatan Nasional merupakan tantangan tersendiri dalam mengembangkan Kodekgi untuk menampung dan menyelesaikan semua permasalahan yang berkaitan di atas. Revisi Kodekgi ini bertujuan untuk memenuhi dan menyempurnakan substansi-substansi yang belum diatur pada Kodekgi tahun 2008, sehingga dapat dipergunakan dalam menyelesaikan permasalahanpermasalahan etik yang sekarang makin marak. Pada Kodekgi edisi revisi ini terdapat perubahan batang tubuh kode etik yang mana pada edisi revisi ini dibagi atas 3 bagian yaitu 1. Pendahuluan (prelimenary) 2. Kodekgi yang berisi pasal-pasal 3. Penjelasan yang merupakan ini penjelasan dari masing masing pasal. Bentuk batang tubuh Kodekgi ini dibuat seperti di atas untuk memudahkan para dokter gigi memahaminya

    Alternatif Penanggulangan Banjir Menggunakan Retarding Basin Pada Kali Tanggul

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 14 April 2022_KurnadiBencana banjir sering terjadi hampir setiap tahun di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Banjir tersebut disebabkan oleh meluapnya Sungai Tanggul pada saat musim hujan terjadi, terutama pada daerah hilir yang sering terjadi banjir. Penanggulangan banjir dapat dilakukan dengan cara membangun bendungan, tanggul, sudetan, kolam retensi atau bangunan penanggulangan banjir lainnya. Sementara itu, upaya penaggulangan banjir seperti pembuatan peta lokasi lokasi strategis retarding basin (kolam retensi) bertujuan untuk mengetahui lokasi lokasi yang cocok untuk dibangun kolam retensi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi penanggulangan banjir secara teknis. Bangunan penanggulangan banjir yang ditawarkan adalah dengan membuat retarding basin pada sisi kiri badan Kali Tanggul. Pembangunan tersebut ditujukan untuk mengurai genangan banjir atau mengurai debit banjir pada DAS Tanggul. Pemodelan Banjir dilakukan dengan menggunakan analisa hidrolik (HEC-RAS 5.0.7). Berdasar hasil pemodelan, pengendalian banjir dengan menggunakan retarding basin (kolam retensi) dianggap efektif untuk penanggulangan banjir. Hal ini ditunjukkan dengan berkurangan ketinggian air sebesar 2 meter dari elevasi awal sungai.PEMBIMBING UTAMA : Dr. Ir. Entin Hidayah, M.UM PENGUJI UTAMA : Ir. Wiwik Yunarni W, S.T., M.T

    Optimasi Ketebalan Hasil Electroplating Baja SS400 dengan Metode Taguchi

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 25 Mei 2022_KurnadiSeiring berkembangnya industri dan kemajuan teknologi serta ilmu pengetahuan, kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari penggunaan logam. Oleh karena itu logam harus disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari. Contohnya logam yang digunakan untuk berbagai perhiasan, logam harus terlihat indah dan menarik. Untuk kebutuhan peralatan rumah tangga, logam harus tahan lama, kuat, dan begitu seterusnya. Logam adalah bahan organik yang tidak bisa diperbarui dan sangat memerlukan perawatan ekstra agar logam lebih awet dalam penggunaannya. Salah satu jenis logam yang paling sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah baja karbon. Baja karbon adalah paduan besi dengan karbon yang rendah yaitu kurang dari 0,25%C. Baja karbon terdiri dari tiga jenis berdasarkan dengan kadar karbonnya yaitu baja karbon rendah, baja karbon sedang, dan baja karbon tinggi atau biasa disebut besi tuang. Baja karbon rendah mimiliki kadar karbon sekitar 0,025%-0,25%. Baja karbon rendah dengan kadar 0,04%-0,10% C biasa dijadikan plat baja, untuk kadar karbon 0.05% C dijadikan untuk kebutuhan bagian kendaraan, baja dengan kadar karbon 0,15% - 0,20%C digunakan untuk konstruksi jembatan, bangunan, atau dijadikan baja konstruksi (Ngatin, 2017). Baja SS400 adalah baja karbon rendah dengan kadar karbon (max 0.17 %C) atau low carbon steel. Material baja SS400 tidak dapat dikeraskan atau dilakukan perlakuan panas (heat treatment) melalui proses tempering dan quenching. Baja SS400 hanya bisa dikeraskan dengan cara pengerasan permukaan atau surface hardening seperti carburizing (Kuswanto, 2010). Baja SS400 adalah baja karbon rendah yang memiliki sifat keuletan yang baik, kekerasan yang sedang, dan sedikit kandungan silicon. Aplikasi baja SS400 biasa digunakan untuk industri konstruksi, kereta api, jembatan dan lain-lain. Dalam pengaplikasian baja SS400 yang bersentuhan langsung dengan lingkungan, akan membuat kualitas baja seperti penampilan, mutu, dan daya guna mengalami penurunan sehingga perlu dilakukan pencegahan (Mulyuda dan Mulyanto, 2017). Teknologi di dunia industri semakin berkembang seiring berjalannya waktu membuat cara pencegahan dan perbaikan kualitas logam juga semakin berkembang supaya keindahan, kekuatan, dan juga daya tahan terhadap korosi lebih baik yaitu dengan cara pelapisan logam menggunakan cat, powder coating, heat treatment terhadap permukaan logam, dan penambahan larutan. Pelapisan logam merupakan salah satu proses manufaktur dalam suatu industri pada tahap finishing. Salah satu cara pelapisan logam yaitu menggunakan pelapisan secara listrik atau disebut electroplating. Electroplating adalah proses pelapisan logam dengan bantuan arus listrik DC yang dimana ion logam akan berpindah melalui larutan elektrolit dan akan mengendap pada bahan padat yang akan dilapisi. Ion logam ini diperoleh dari peluruhan anoda logam dan juga ion pada larutan elektrolit. Pengendapan terjadi pada benda kerja (spesimen) yang berlaku sebagai katoda. (Ansari dkk, 2017). Proses pelapisan electroplating dilakukan dengan cara merangkai dua elektroda kemudian dialiri listrik dengan larutan elektrolit sebagai medianya (plating bath). Dalam electroplating konvensional, arus mengalir dari anoda menuju katoda melalui larutan elektrolit. Dengan proses pelapisan menggunakan arus listrik, diharapkan reaksi terjadi terus menerus secara tetap menuju arah tertentu. Hal yang paling penting dari proses electroplating adalah mengoperasikan kedua elektroda yang terendam dalam larutan elektrolit dengan arus yang searah. Proses electroplating sangat memerlukan media yaitu larutan elektrolit agar proses dapat berlangsung. Larutan elektrolit bisa dibuat dari larutan asam dan garam logam yang mengandung ion-ion positif. Pada elektroda akan terjadi reaksi reduksi oksidasi pada proses ini karena perbedaan kutub pada kedua elektroda (Furqon, 2015). Banyak pelapis yang dapat digunakan untuk electroplating salah satunya adalah krom.Dosen Pembimbing Utama Ir. Ahmad Adib Rosyadi S.T., M.T Dosen Pembimbing Anggota Ir. Mahros Darsin S.T., M.Sc., Ph.D

    Representasi Matematis Siswa Kelas XI dalam Pemecahan Masalah Fungsi ditinjau dari Tipe Kepribadian Sensing-Intuition

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 14 April 2022_KurnadiRepresentasi matematis adalah ide-ide atau gagasan matematika yang diwujudkan dalam bentuk model atau bentuk pengganti yang mempermudah dalam pemecahan masalah matematika. Representasi matematis tersebut dianalisis dengan memperhatikan jawaban pemecahan masalah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan representasi matematis siswa kelas XI dalam pemecahan masalah fungsi ditinjau tipe kepribadian sensing-intuition. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri Arjasa. Subjek pada penelitian ini sebanyak 4 siswa kelas XI yaitu 2 siswa bertipe kepribadian sensing dan 2 siswa bertipe kepribadian intuition. Data dari penelitian dikumpulkan melalui metode tes dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan analisis hasil tes, hasil wawancara, dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa siswa dengan tipe kepribadian sensing mampu memenuhi semua indikator representasi matematis dalam pemecahan masalah Fungsi dengan terstruktur, namun semua itu berdasarkan apa yang telah dikenalinya dan yang telah diajarkan oleh guru. Siswa dengan tipe kepribadian intuition mampu memenuhi beberapa indikator representasi matematis dalam pemecahan masalah Fungsi dan tidak mampu menggunakan representasi verbal pada tahap menyelesaikan masalah karena siswa intuition lebih suka memecahkan masalah menggunakan caranya sendiri yang lebih singkat dan yang menurutnya paling benar, namun penyelesaian masalahnya tetap terstruktur. Siswa intuition juga mampu dalam menjelaskan berbagai representasi matematis yang telah diungkapkan dengan lancar.Dosen Pembimbing I : Dra. Dinawati Trapsilasiwi, M.Pd. Dosen Pembimbing II : Randi Pratama Murtikusuma, S.Pd., M.Pd

    Production Single Cell Proteins Saccharomyces Cerevisiae Using Product Hydrolysis Jatropha Curcas Cernel Cake Fermentation by Aspergillus Niger

    No full text
    S. cerevisiae can production by using media hydrolysis Jatropha cernel cake yield solid state fermentation by Aspergillus niger. Treatment fermentation of jatropha cernel cake with using Aspergillus niger can to uptake reduction sugar until 88,87% equal with first concentration before fermentation. In this research succeed growing S. cereviceae in media hydrolysis that. Determination optimum concentration and time for production S. cereviceae in media hydrolysis jatropha cernel cake has been found that in optimum concentration 632.727 µg/ml and time optimum is 60 hour with total cell until 22,756498 x 106 /ml

    Pengamanan Citra Medis Menggunakan Pengkodean DNA dan Modifikasi Circular Shift

    No full text
    Teknologi yang berkembang sangat pesan di era globalisasi memudahkan dan memfasilitasi banyak bidang kehidupan, terutama dalam hal penyimpanan dan pengiriman data. Ada beberapa data yang memiliki akses privasi dan tidak seharusnya dikonsumsi publik seperti data medis di bidang kesehatan. Kriptografi sebagai keilmuan yang memiliki salah satu prinsip kerahasiaan data dapat diimplementasikan untuk membantu mengamankan data apabila terjadi kebocoran informasi. Data pasien yang berupa citra medis mengandung informasi yang cukup sensitif sehingga perlu adanya pengamanan terhadap data tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa citra medis yang bersumber dari literatur Grant dan Nyree pada tahun 2019. Citra medis yang digunakan merupakan citra grayscale dengan kedalaman 8 bit dan memuat informasi diagnosa penyakit pasien. Citra medis akan diamankan menggunakan pengkodean DNA dan modifikasi circular shift. Pengamanan diterapkan pada citra dengan pengacakan blok-blok citra menggunakan kunci berupa rantai DNA yang dibangkitkan secara acak, kemudian diproses dengan modifikasi circular shift terhadap piksel citra. Rantai DNA yang merupakan kunci juga diamankan menggunakan aturan komplemen DNA dan aturan pengkodean DNA. Hasil enkripsi menunjukkan citra yang diacak tidak dapat dilihat informasinya secara visual karena citra asli dan citra enkripsi berbeda. Hasil deskripsi menunjukkan citra deskripsi dikembalikan seperti citra asli. Analisis NPCR dan UACI juga menunjukkan adanya perubahan nilai piksel akibat pengacakan posisi terhadap citra asli. Kerahasiaan data pada citra enkripsi dan keutuhan data pada citra deskripsi menunjukkan bahwa algoritma ini layak dan baik untuk digunakan dalam pengamanan data citra.Dr. Kiswara Agung Santoso, S.Si., M.Kom. Ahmad Kamsyakawuni, S.Si, M.Kom

    6,632

    full texts

    75,643

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNEJ Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇