75643 research outputs found
Sort by
Power Manajemen Hybrid Energy Source System (HESS) Menggunakan Extreme Learning Machine (ELM)
Perkembangan teknologi berkembang sangat cepat, hal ini adalah salah satu
akibat dari perkembangan jumlah penduduk yang sangat pesat sehingga kebutuhan
energi listrik diperkirakan mengalami kenaikan. Namun, seiring berjalannya waktu,
pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil akan semakin ditinggal
dan diharapkan dapat tergantikan oleh pembangkit listrik yang menggunakan energi
alternatif atau terbarukan bila teknologi sudah tersedia.
Selain itu permasalahan yang sering terjadi untuk pemanfaatan EBT adalah
ketersediaan energi itu sendiri. Sebagai contoh photovoltaic (PV) dengan
kelemahannya adalah ketersediaan energi yang tidak konsisten bergantung pada
waktu dan kondisi cuaca, sedangkan kebutuhan energi listrik bersifat terus menerus
maka, pemanfaatan satu sumber EBT saja akan kurang menjamin ketersediaan
sumber energi sehingga perlu dirancang sebuah sistem yang memperhatikan waktu
kapan EBT dapat bekerja secara maksimal. Hal inilah yang menjadi latar belakang
dari teknologi Hybrid Energy Source System (HESS).
Penelitian ini menitikberatkan pada bagaimana prototipe dari Hybrid
Energy Source System (HESS) dalam melakukan penggabungan energi baru
terbarukan (photovoltaic) dengan energi berbahan bakar fosil (jala-jala &
generator) beserta penyimpanan energi (baterai) dengan menggunakan metode
Extreme Learning Machine sebagai main control dalam proses pengaturan catu
daya.
Sistem yang didesain akan mencatu beban di sesuaikan dengan keadaan di
setiap sumber. Dengan cara melakukan pengukuran dari ketersediaan sumber yang
ada, setelah itu metode Extreme Learning Machine yang digunakan sebagai
algoritma pembelajaran dalam pengambilan keputusan, nantinya akan menentukan
sumber manakah yang akan dipakai dalam pencatuan beban. Dengan penggunaan
metode tersebut diharapkan akan memiliki keandalan sistem yang baik, dan mampu
menjaga kestabilan tegangan pada bus DC dan memaksimalkan penyimpanan
energi pada baterai.
Dalam metodologi penelitiannya, penulis menggunakan topologi
bidirectional converter DC-DC untuk memaksimalkan proses charging dan
discharging baterai sebagai media penyimpanan energi sekaligus catu daya
prioritas kedua. Penelitian ini juga hanya menggunakan miniatur untuk
merepresentasikan catu daya yang berasal dari jala-jala maupun generator.
Hasil penelitian difokuskan pada tujuan untuk mengimplementasikan dan
menerapkan HESS dalam menjaga kontinyuitas catu beban dengan respons yang
cepat, sehingga mampu menjaga keandalan sistem. Dalam pengaplikasiannya,
peneliti mampu merancang HESS yang optimal, Hal ini diperkuat dengan beberapa
bagian di mulai dari pembacaan sensor yang memiliki rata-rata kalibrasi error < 5%
dengan MAE 80% pada
dua mode yaitu buck dan boost. Kemudian pada rangkaian penyearah ATSMF juga
memiliki line regulation 1% dan 2% untuk load regulation, sedangkan pengujian
logika tanpa ELM mendapatkan nilai akurasi 100%.
Perfomansi ELM pada rule HESS dapat di lakukan baik secara online
maupun offline. Hal ini diperkuat melalu hasil dari training dan testing code pada
platform Google Colab yang memiliki nilai akurasi 1. Begitupun pengujian pada
platform Arduino memiliki tingkat laju kegagalan 0.Dr. Ir. Widjonarko, S.T., M.T. (Pembimbing I)
Dr. Ir. Andi Setiawan, S.T., M.T. (Pembimbing II
Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan dengan Tipe Industri sebagai Variabel Moderasi (pada Perusahaan Manufaktur Terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia)
Validasi unggah file repositori_Kacung
Finalisasi unggah file repositori tanggal 21 April 2022_KurnadiPerkembangan sektor industri di Indonesia sangat pesat dan masuk sepuluh
besar kategori manufacturing value added di dunia tahun 2017. Perusahaan
manufaktur menjadi leading sector dalam menyumbang PDB di Indonesia, tetapi
perusahaan manufaktur masuk empat besar industri penghasil limbah dan B3
terbesar di Indonesia, maka penting adanya tanggung jawab sosial dari perusahaan
untuk mendukung tercapainya tujuan jangka panjang perusahaan berupa
meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan
menganalisis apakah corporate social responsibility (CSR) berpengaruh positif
terhadap nilai perusahaan serta menguji dan menganalisis apakah tipe industri
memperkuat pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan pada perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017 hingga 2020.
Penelitian ini melibatkan dua variabel kontrol yaitu profitabilitas dan ukuran
perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis
data berupa statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis berupa analisis
regresi linier berganda dan moderated regression analysis. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa CSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai
perusahaan. Tipe Industri berkriteria prediktor moderasi yang artinya tipe industri
berperan sebagai variabel independen dan tidak memperkuat pengaruh CSR
terhadap nilai perusahaan.Dosen Pembimbing utama : Dr. Ririn Irmadariyani, M.Si., Ak.
Dosen Pembimbing anggota : Arie Rahayu Hariani, S.E, M.Sc
The Effect of Biodisel Mixture of Candlenut Oil (Aleurites Moluccana) on Fire Characteristics on Oil Burner
Burner design is crucial in determining the level and amount of emission during the combustion process. Poor
atomization results in large ash particles and a higher particulate loading because the fuel droplets may be large
enough to make it difficult to burn completely. The combustion of diesel oil is similar to the combustion of other
liquid, solid or gaseous fuels and the chemical reactions involved are the same. The characteristics of the flame
that can be used as a benchmark for burning a mixture of biodiesel and pertamina dex/ biosolar include: Flame
temperature, flame height/length and flame color. The variables used in this study were B0 (Pertadex 100%), B10
(10% Biodiesel and 90% Pertadex), B20 (20% Biodiesel and 80% Pertadex), 30 (30% Biodiesel and 70%
Pertadex). This research resulted that the addition of biodiesel mixture variations will affect the blue color
composition, flame length and combustion flame temperature. The more biodiesel is added, the lower the
percentage of blue value produced. The average value of the highest flame temperature at B0 at 40 l/m air variation
is 984.8oC. The lowest flame temperature value is at B100 at air variation of 30 l/m, which is 297oC. The length
of the flame is also influenced by the magnitude of the equivalence ratio, the longer the flame produced, B0 at =
0.3 is 791.198 mm long, while B0 at = 0.9 is 941.907 mm long
Penggunaan Buku Cerita Berbasis Augmented Reality dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Cuci Tangan Pakai SabunPenggunaan Buku Cerita Berbasis Augmented Reality dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Cuci Tangan Pakai Sabun
Angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia hingga Bulan Juni 2021 telah mencapai 1,35 juta kasus. Kondisi ini terus dikendalikan oleh pemerintah dengan upaya menggencarkan pemberian vaksin Covid-19 terutama bagi tenaga pendidik dan keendidikan. Hal ini ditujukan untuk meminimalisasi learning loss dalam dunia pendidikan akibat pembelajaran daring selama pandemi pembelajaran tatap muka di tahun 2022 dapat dilakukan. Oleh karena itu edukasi dan pelatihan untuk disiplin melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dalam memutus transmisi covid-19 di sekolah penting untuk dilakukan secara massive terutama bagi siswa. Kegiatan edukasi dan pelatihan dengan sasaran sebanyak 22 siswa ini dilakukan di SDN 1 Panji Lor, Situbondo dengan menggunakan buku cerita CTPS berbasis augmented reality. Metode diskusi interaktif dilakukan untuk meningkatkan partisipasi siswa. Peningkatan pengetahuan diukur dengan menggunakan pre-test dan post-test. Peningkatan keterampilan diukur dengan menggunakan observasi kegiatan praktik CTPS. Hasil analisis data pengetahuan sebelum dan setelah edukasi dengan uji paired-sample t-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa (p-value= 0.046). Disamping itu, seluruh siswa dapat mempraktikkan langkah CTPS secara baik dan benar dalam kegiatan pelatihan. Penggunaan buku cerita CTPS berbasis augmented reality disimpulkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan CTPS yang baik dan benar
Karakteristik Pola Respon Gas Array Terhadap Aroma Kopi Robusta Sidomulyo dan Bangsalsari Menggunakan Hemisphere Chamber Design
Finalisasi unggah file repositori tanggal 6 Juni 2022_KurnadiKopi merupakan salah satu komoditi yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Jember. Jenis kopi yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Jember yaitu Kopi Robusta. Kopi robusta menjadi komoditi lokal terutama di Desa Sidomulyo dan Bangsalsari. Kopi yang diseduh mengeluarkan aroma dan cita rasa yang khas karena adanya pengaruh dari kandungan senyawa volatil kopi. Aroma kopi yang khas tersebut dapat diidentifikasi secara human tester. Pendeteksian aroma kopi secara human tester ini bersifat subjektif dan kurang akurat, sehingga diperlukan pengembangan teknologi. Perkembangan teknologi tersebut menghasilkan electronic nose yang dinilai lebih objektif dan akurat dengan sistem kerjanya yang menyerupai sistem indera penciuman manusia. Keoptimalan kinerja dari electronic nose ini secara tidak langsung dipengaruhi oleh kondisi chamber seperti volume chamber, bentuk chamber, posisi inlet dan outlet pada chamber.
Penelitian ini menggunakan variasi hemisphere chamber yang meliputi chamber 1, chamber 2, chamber 3 dan ring chamber atau chamber 4 dalam mendeteksi aroma kopi Robusta Sidomulyo dan Bangsalsari. Variasi hemisphere chamber tersebut memiliki perbedaan pada posisi inlet dan outletnya. Sensor array pada setiap chamber dalam penelitian ini akan mengukur aroma kopi seduh sebanyak 5 kali pengulangan dalam repeatabilitas sensor. Pengukuran terhadap aroma kopi Robusta Sidomulyo dan Bangsalsari juga dilakukan selama 2 minggu sekali selama 2 bulan dalam uji reprodusibilitas sensor. Reprodusibilitas dan repeatabilitas sensor ini dilakukan untuk mengetahui kinerja sensor pada masing-masing chamber dengan melihat nilai % RSD yang dihasilkan. Setiap chamber yang digunakan juga dilihat pengaruhnya terhadap pola respon yang dihasilkan oleh sensor dalam mendeteksi aroma kopi menggunakan metode analisis PCA.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setiap variasi chamber yang digunakan mempengaruhi pola respon sensor yang dihasilkan. Setiap chamber menghasilkan pola respon dengan waktu respon sensor dan nilai tegangan sensor yang berbeda. Kondisi setiap chamber seperti posisi inlet, outlet dan volume chamber menyebabkan pengaruh yang berbeda terhadap waktu respon dan nilai tegangan yang dihasilkan. Waktu respon sensor, nilai intensitas tegangan dan hasil analisis PCA dalam penelitian ini menjadi parameter penentu chamber optimum. Chamber 1 terpilih sebagai chamber optimum dalam penelitian ini karena menunjukkan banyak kelebihan pada beberapa parameter tersebut dibandingkan dengan chamber lainnya. Kelebihan chamber 1 dibandingkan chamber lainnya yaitu waktu responnya cepat, nilai tegangan sensor yang cenderung lebih tinggi dan mampu mendukung sensor array dalam membedakan aroma kopi Robusta yang berbeda secara baik.
Variasi chamber yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kinerja sensor yang baik dilihat dari nilai RSD pada uji reprodusibilitasnya. Semua chamber dalam penelitian ini menghasilkan nilai RSD secara keseluruhan yaitu dibawah 20% yang menunjukkan sensor array bekerja dengan baik. Chamber 1 memiliki nilai RSD yang cenderung lebih kecil dibandingkan chamber lainnya. Nilai RSD yang kecil pada chamber 1 tersebut membuktikan bahwa sensor gas array pada chamber 1 mampu bekerja lebih baik dibandingkan chamber lainnya.Dosen Pembimbing Utama : Asnawati, S.Si., M.Si.
Dosen Pembimbing Anggota : Drs.Siswoyo, M.Sc., Ph.
Karakteristik Pelabelan Harmonis, Harmonis Ganjil dan Harmonis Genap
Pelabelan harmonis pada graf G merupakan fungsi injektif f:V(G)→{0,1,2,3,… ,q - 1}sedemikian sehingga menghasilkan fungsi bijektif f^*: E(G)→{0,1,2,… ,q - 1} dengan f^* (uv)=f(u)+f(v)(mod q), untuk setiap uv ∈ E(G). Salah satu ciri yang menonjol daro graf harmonis yaitu selalu memuat lintasan tertutup. Selain itu, sifat dari pelabelan harmonis pada suatu graf tidaklah unik, sehingga akan terdapat fungsi pelabelan yang lain yang dapat melabeli graf tersebut secara harmonis. Misalkan f merupakan pelabelan harmonis pada graf G, maka fungsi g_f (u)=q-f(u)(mod q) dan fungsi g_f (u)=f(u)+k(mod q) untuk k∈{1,2,3,… ,q - 1} juga merupakan pelabelan harmonis pada graf G. Selain pelabelan harmonis terdapat pula pelabelan harmonis ganjil dan pelabelan harmonis genap. Pelabelan harmonis ganjil pada graf G merupakan fungsi injektif f yang memetakan setiap elemen di V(G) ke himpunan bilangan bulat non-negatif yang kurang dari 2q atau dapat kita tuliskan f: V(G)→{0,1,2,3,… ,2q-1} sedemikian sehingga terdapat fungsi f^* (uv)=f(u)+f(v) dengan f^* (uv)∈{1,3,5,… ,2q-1} untuk setiap uv ∈ E(G). Salah satu ciri dari graf harmonis ganjil yaitu tidak memuat cycle ganjil. Pelabelan harmonis ganjil pada suatu graf juga merupakan pelabelan yang tidak unik. Misalkan f merupakan pelabelan harmonis ganjil pada graf G, maka fungsi sepotong – sepotong g_f (v)=f(v)-1 untuk titik berlabel ganjil dan g_f (v)=f(v)+1 untuk titik berlabel genap juga merupakan pelabelan harmonis ganjil pada graf G. Sedangkan pelabelan harmonis genap yaitu merupakan fungsi injektif f:V(G)→{0,1,2,… ,2q} sedemikian sehingga terdapat fungsi bijektif f^*:E(G)→{0,2,4,… ,2q-2} dengan f^* (uv)=f(u)+f(v)(mod 2q) untuk setiap uv∈E(G). Misalkan f merupakan pelabelan harmonis genap pada graf G, maka fungsi g_f (u)=q-f(u)(mod q) dan fungsi g_f (u)=f(u)+q (mod 2q) juga merupakan pelabelan harmonis genap pada graf GDr. Kristiana Wijaya, S.Si., M.Si. , Ikhsanul Halikin, S.Pd., M.Si
Analisis Perubahan Bentuk Dan Warna Singkong (Manihot Esculenta) Selama Pengeringan Dengan Variasi Ketebalan Menggunakan Pengolahan Citra Digital
Validasi unggah mandiri mahasiswa_Kacung
Finalisasi unggah mandiri mahasiswa_19 April 2022_KurnadiSingkong (Manihot esculenta) merupakan tanaman yang memilki produksi terbesar kedua setelah padi. Produksi singkong terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Masyarakat Indonesia sering sekali menjadikan singkong sebagai olahan keripik dan tepung singkong dengan cara dikeringkan, hal tersebut dikarenakan singkong mempunyai kadar air yang tinggi. Selama proses pengeringan, singkong mengalami perubahan bentuk fisik dan warna. Perubahan bentuk dan warna irisan singkong dapat diidentifikasi dengan melakukan analisis pengolahan citra digital. Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui variabel citra yang digunakan untuk mengetahui perubahan bentuk dan warna, (2) mengetahui hubungan perlakuan ketebalan dengan perubahan bentuk dan warna, (3) menganalisis hubungan shrinkage dengan perubahan bentuk dan warna.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bahan irisan singkong dengan variasi ketebalan yang berbeda, yaitu 2 mm, 3 mm, dan 5 mm dengan 3 kali perlakuan setiap ulangan. Suhu yang digunakan dalam pengeringan irisan singkong yaitu 60oC dengan total sampel 1215 citra. Variabel citra yang digunakan dalam penelitian ini adalah area, tinggi, lebar, perimeter, indeks warna red, green, dan blue.
Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi yang tinggi antara variabel citra dengan variabel kadar air. Hasil pengukuran bentuk dan warna pengeringan irisan singkong menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Artinya perlakuan ketebalan pada irisan singkong tidak berpengaruh terhadap variabel citra yang di uji. Pengukuran hubungan shrinkage dengan kadar menunjukkan hubungan yang kuat dan linier, dimana dari variasi ketebalan yang berbeda mengalami kenaikan shrinkage antara 62,7 – 64,3%.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Dedy Wirawan Soedibyo, S.TP., M.Si
Morphological and Molecuar Identification of Multi-Antibiotic Resistant Bacteria in the Wound Site of Diabetic Ulcers
Risqiyah W, Narulita E, Rofiqoh A, Ludfi AS, Iqbal M. 2021. Morphological and molecular identification of multi-antibiotic resistant bacteria in the wound site of diabetic ulcers. Biodiversitas 23: 663-670. The study aimed to determine the characteristics of diverse species of bacteria found in diabetic ulcers and the inhibition of antibiotics against these bacteria. The method used is Gram staining for morphological characterization, identification using 16S rRNA gene, and pour plate for antibiotic resistance test. The morphological characterization result showed that the colonies had white color, circular shape, flat elevation, entire edge, small size, and basil shape with Gram negative type of bacteria. Another result showed yellow, greenish, pellucid, and green color, irregular shape, raised elevation, undulate and lobate edge, medium size, coccus and Gram positive type of bacteria. Query cover of molecular identification showed 73-100% and 77.61-96.77% for the result of similarity identification with Alcaligenes faecalis, Shigella flexneri, Enterococcus faecalis, Proteus mirabilis, and Acinetobacter seohaensis. The identification and antibiotic resistance testing showed that the bacterial species found in diabetic ulcers was A. faecalis strain NRBC 13111, which was resistant to all tested antibiotics, except A. faecalis strain NRBC 13111 from the UB 2.3K and A. faecalis strain NRBC 13111 from the sample UB 3.4M. Enterococcus faecalis strain ATCC 19433 was resistant to ceftriaxone, ceftazidime, clindamycin and metronidazole, intermediates to cefoperazone, and sensitive to ciprofloxacin. Proteus mirabilis strain JCM 1669 was resistant to clindamycin and metronidazole, sensitive to ceftriaxone and ciprofloxacin, intermediates to ceftazidime and cefoperazone. Proteus mirabilis strain ATCC 29906, A. seohaensis strain SW-100 and S. flexneri strain ATCC 29903 were resistant to all tested antibiotics
Takayasu arteritis with congestive heart failure in 26-year-old male: a case report
Takayasu arteritis (TA) is included in large vessel vasculitis with unknown aetiopathogenesis. TA is one
of the rare diseases with a predilection for young women. The diagnosis of TA is difcult due to variation in clinical
presentations and non-specifc initial symptoms. This case demonstrates rare TA in a young male with congestive
heart failure as the predominant manifestation.
Case presentation: We report a 26-year-old male presented with severe dyspnea, palpitation, orthopnea, paroxysmal nocturnal dyspnea, and claudication in the left arm. Four limbs blood pressure discrepancy was present. Chest
X-ray showed cardiomegaly with calcifcation aortic arch and pulmonary edema. Echocardiography revealed that
left ventricular ejection fraction decreased with severe aortic and mitral valve regurgitation. Computed tomography
angiography showed stenosis of the left common carotid artery and total occlusion of the left subclavian artery with
collateral artery. There was vascular thickness and calcifcation from the peri-aortic valve, ascending aorta, aortic arch,
and thoracic descending aorta until abdominal aorta with high-grade stenosis on the inferior side of the renal artery
branching accompanied by a post-stenotic dilatation
Poskolonialisme dalam Novel Tanah Tabu Karya Anindita Siswanto Thayf dan Pemanfaatannya sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Sastra di SMA
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 April 2022_KurnadiKarya sastra mengandaikan gambaran kehidupan yang relevan dengan
fenomena sosial bahkan representasi sejarah suatu bangsa. Oleh sebab itu,
mengkaji karya sastra erat kaitannya dengan konteks historis realitas. Fenomena
karya sastra yang mencerminkan tema hubungan dominasi-subordinasi atau
penjajah-terjajah tidak jarang diangkat dalam kesusastraan Indonesia. Hal tersebut
tidak dapat terelakkan manakala Indonesia merupakan bekas praktik kolonisasi.
Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: (1)
Bagaimanakah bentuk relasi kekuasaan dalam novel Tanah Tabu karya Anindita
Siswanto Thayf, (2) Bagaimanakah bentuk respons subaltern terhadap relasi
kekuasaan dalam novel Tanah Tabu karya Anindita Siswanto Thayf, dan (3)
Bagaimanakah pemanfaatan kajian sastra poskolonial yang terdapat dalam novel
Tanah Tabu karya Anindya Siswanto Thayf sebagai alternatif pembelajaran sastra
di SMA.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Rancangan penelitian yang digunakan
adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan poskolonial. Data dalam penelitian
ini berupa kutipan fenomena dalam bentuk kata-kata, kalimat, atau wacana dalam
novel Tanah Tabu karya Anindita Siswanto Thayf yang diidentifikasi sebagai
bentuk relasi kekuasaan dan respons subaltern. Sumber datanya adalah naskah
novel Tanah Tabu karya Anindita Siswanto Thayf dan silabus SMA kelas XI
kurikulum 2013 revisi 2018. Teknik pengumpul data menggunakan teknik
dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk relasi kekuasaan yang terkandung
dalam novel Tanah Tabu karya Anindita Siswanto Thayf yaitu: pertama, relasi
kekuasaan Belanda pada tahun 1946 yang melakukan politik dekolonisasi di
Papua. Relasi kekuasaan Belanda dioperasionalkan melalui hegemoni dan
negosiasi identitas; kedua, relasi kekuasaan korporasi direpresentasikan dalam
novel Tanah Tabu karya Anindita Siswanto Thayf. Kekuasaan korporasi
dioperasionalkan melalui proses hegemoni. Hegemoni tersebut meliputi hegemoni
sosial, hegemoni ekonomi dan hegemoni politik; ketiga, relasi kekuasaan Bangsa
Indonesia direpresentasikan dalam novel Tanah Tabu karya Anindita Siswanto
Thayf. Hasil penelitian menunjukkan dominasi kekuasaan dioperasionalkan
melalui institusi negara dan partai politik.
Terdapat tiga respons perlawanan subaltern terhadap relasi kekuasaan,
yaitu: pertama, respons terhadap Belanda. Hasil penelitian menunjukkan dalam
konteks perjumpaan antara Belanda dan pribumi Papua, hegemoni dan negosiasi
identitas diterima subaltern sebagai suatu hal yang wajar dan tanpa paksaan.
Artinya, terjadi manipulasi terselubung oleh Belanda terhadap pribumi Papua;
kedua, respons subaltern terhadap hegemoni korporasi perusahaan emas. Relasi
kekuasaan korporasi tersebut menjadi pertempuran antara idealisme kapitalis dan
idealisme lokal Papua berdasarkan realitas yang tidak sesuai dengan ekspetasi;
ketiga, respons masyarakat subaltern terhadap relasi kekuasaan bangsa Indonesia
berupa respons terhadap institusi negara dan partai politik.
Melalui penelitian yang menunjukkan relasi kekuasaan dan respons
masyarakat subatern Papua dalam novel Tanah Tabu karya Anindita Siswanto
Thayf memiliki potensi untuk digunakan sebagai alternatif materi pembelajaran
Sastra di SMA kelas XI pada materi pembelajaran yang disesuaikan dengan
kompetensi dasar 4.17 pada kurikulum 2013 revisi 2018, yaitu mengonstruksi
sebuah resensi dari buku kumpulan cerita pendek atau novel yang sudah dibaca.
Saran yang diberikan adalah sebagai berikut. Pertama, dalam konteks
pendidikan formal dan lingkup akademis, hasil penelitian novel Tanah Tabu karya
Anindita Siswanto Thayf dapat menjadi rekomendasi penelitian selanjutnya
dengan melakukan eksperimen di kelas. Peneliti atau guru menggunakan
rancangan pembelajaran yang telah disusun. Lebih lanjut, dalam pendekatan
poskolonial terhadap novel Tanah Tabu karya Anindita Siswanto Thayf dapat
dikembangkan melalui konsep warisan kolonial, politik tubuh, dan konsep
lainnya. Kedua, bagi pembaca melalui hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai
refleksi pemahaman kritis dalam menyikapi fenomena relasi kekuasaan dan
realitas masyarakat Papua sehingga tidak semena-mena dalam memberikan opini
terkait polemik di Papua.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M.Pd.
Dosen Pembimbing Anggota : Fitri Nura Murti, S.Pd., M.Pd